NAMANYA SUNGGUH AJAIB

Dr. W. A. Criswell

 

Yesaya 9:6

06-08-75

 

           

Seperti di sorga. Saudara-saudara akan berfikir bahwa pada akhirnya saudara-saudara akan pergi ke suatu tempat di mana saudara-saudara tidak akan digerakkan. Saya tidak mengira bahwa hal itu akan pernah terjadi. Memberitakan melalui kitab nabi Yesaya telah membawa sebuah penglihatan yang baru dan sebuah penglihatan yang menyenangkan terhadap Tuhan kita. Dan ketika saya membaca nas ini – Tuhan kita membacanya juga, saya digerakkan olehnya. Ketika Dia mengunjungi kembali sinagog di tempat mana dia bertumbuh menjadi dewasa di kota Nazareth, mereka meletakkan gulungan Kitab Suci dari kitab nabi Yesaya ke dalam tangan-Nya.

 

            Dan membaca dari dalam gulungan kitab itu, Dia berkata, “Pada hari ini,” hari ini yang penuh dengan keagungan ini – setelah berkata kepada murid-murid-Nya, “Banyak orang menginginkan untuk melihat hari ini dan mereka tidak melihatnya. Tetapi engkau melihatnya” - ”Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya, sewatu kamu melihatnya.”

 

Dan ketika saya membaca serta mempelajari seluruh isi kitab Yesaya, saya kelihatannya merasakan suatu perasaan bahwa saya sedang berbagi hidup serta nafas yang sama dan tubuh yang sama dengan Allah. Tuhan membaca kata-kata ini. Dia menyampaikan khotbah tentang kata-kata ini. Dan saya akan menduga di luar, mungkin dari kitab Ulangan, ada lebih banyak dari nabi Yesaya yang telah dikutip di dalam kitab Perjanjian Baru dari pada kitab yang lain sejauh di dalam kitab Perjanjian Lama.

 

Judul dari warta untuk pagi hari ini adalah : Namanya Sungguh Ajaib. 

 

Dan bagi saudara-saudara yang sedang mendengarkan kami melalui siaran radio dan televisi, nas bacaan kita diambil dari kitab Yesaya pasal yang ke 9, dari ayatnya yang ke 6 dan 11: “Namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”

 

Saya sudah sering sekali membaca di mana ada dua ratus delapan puluh nama yang berbeda yang diberikan Alkitab kepada Yesus, Tuhan kita. Pikirkanlah seberapa banyak itu; dua ratus delapan puluh enam nama yang berbeda, seolah-olah satu nama saja tidak cukup untuk menyatakan kebaikan serta kelayakan yang tidak terbatas terhadap hidup-Nya yang mengagumkan. Dua ratus delapan puluh enam mana menyebutkan Tuhan kita.

 

Kita sudah membaca salah satunya di dalam pasal yang ke tujuh dari ayatnya yang ke empat belas: “Nama-Nya akan disebut Immanuel, yaitu, Tuhan beserta kita.” Itu merupakan salah satu dari nama-Nya. Immanuel. 

 

Lalu kemudian nama-Nya akan disebutkan Ajaib; demikianlah nama-Nya. Penasehat, demikianlah nama-Nya. Allah Yang Perkasa, demikianlah nama-Nya.Bapa yang Kekal, demikianlah nama-Nya. Raja Damai – nama yang penuh dengan keagungan dari Tuhan kita Yang agung.

 

Jadi pagi hari ini, kita memilih salah satu dari nama itu. “Namanya akan disebutkan Ajaib.” Yaitu, seseorang yang secara sangat agung berada di atas segala sesuatu yang dapat kita lihat atau kita ketahui. “Namanya akan disebutkan Ajaib.”

 

Sebuah keajaiban, dakan mengacu kepada sesuatu yang aneh, sesuatu yang tidak lazim dan tidak biasa dan berbeda. Saudara-saudara boleh katakan, seandainya saudara-saudara sudah pernah berada di sana untuk melihat Israel berjalan melewati, tanpa alas kaki, melewati air dari Laut Merah, ketika mereka menyeberang dan airnya menumpuk seperti dinding-dinding di kedua belas sisi – saudara-saudara pasti akan mengatakannya sebagai sesuatu yang ajaib. Itu merupakan hal yang ajaib.

 

Seandainya saudara-saudara sedang berdiri di samping pasukan Israel, Yoshua, ketika Dia memerintahkan matahari dan bulan untuk tidak bergerak di balik lembah Ajalon, dan matahari diam tidak bergerak di bawah perintah seorang manusia, saudara-saudara pasti akan mengatakannya sebagai sesuatu yang ajaib. Hal yang ajaib.

 

            Seandainya saudara-saudara berdiri di Gunung Karmel di zaman nabi Elia, ketika sebagai jawaban dari doa seorang manusia, jilatan api menyambar turun dari langit dan menghanguskan semua kayu api bersama-sama dengan kurbannya dan altarnya, serta menjilat air yang ada di tanah parit itu, saudara-saudara pasti akan mengatakannya sebagai sesuatu yang ajaib. Hal yang ajaib.

 

Saya hanya mengakui hal tersebut saja kepada kita, yang melihat dengan mata iman kepada Tuhan Yesus Kristus, Dia sungguh Ajaib. “Namanya akan disebutkan Ajaib.”

 

Dia sungguh ajaib di dalam kehadiran-Nya sebelum keberadaan-Nya. Kita semua diciptakan ketika kita dilahirkan. Allah menciptakan kerangka fisik kita di dalam kandungan ibu kita. Lalu kemudian Allah meniupkan nafas kehidupan ke dalam diri kita dan kita menjadi jiwa yang hidup. Kita ini diciptakan, kita memulai keberadaan kita pada kelahiran kita. Akan tetapi tidak dengan Tuhan Yesus. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalahAllah. Ia pada mulanya bersaam-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Pra keberadaan Kristus.

 

Seperti yang tertulis di dalam kitab Yohannes pasal yang ke dua belas, rasul yang dikuduskan itu memperkenalkan Tuhan Yesus sebagai Yahwe dari Perjanjian Lama. Di dalam kitab Perjanjian Lama nama-Nya adalah Yahwe. Di dalam kitab Perjanjian Baru, nama-Nya adalah Yesus, Allah yang Ajaib dari Perjanjian Lama dan dari Perjanjian Baru. Di dalam Kitab Yohannes, dia mengutip Tuhan ketika mengatakan, “Sebelum Abraham ada, Aku sudah ada.” 

Pra keberadaan Kristus yang agung. Dia adalah seorang manusia yang luar biasa, akan tetapi Dia juga seorang Penasehat yang penuh dengan keagungan. Dia adalah seorang guru yang hebat, akan tetapi Dia juga adalah Allah yang Perkasa. Dia adalah seorang pemimpin yang mengagumkan, akan tetapi Dia juga adalah Bapa yang Kekal. Dia merupakan suatu contoh yang tidak terbandingkan bagi kita, akan tetapi Dia juga adalah Immanuel, Tuhan beserta kita. Da sungguh ajaib di dalam pra keberadaan-Nya. Dia juga sama ajaibnya di dalam penjelmaan-Nya.

 

Rasul Paulus menuliskan bahwa “ketika di dalam kesempurnaan waktu, Tuhan Allah mengutus Anak-Nya.” Betapa terkandungnya, betapa penuhnya, betapa besarnya pengertian dari kalimat itu! Di dalam kesempurnaan waktu, Tuhan Allah mengutus Anak-Nya. Semua sejarah bergerak menuju kepada saat terakhir dan terhebat takdir ketika Tuhan Juru Selamat akan datang ke dunia ini.

 

Di dalam Diaspora,  orang-orang Yahudi membawa kitab Taurat, Alkitab lama dan sinagognya dimana-mana. Orang-orang Yunani telah mengajarkan selama bertahun-tahun kepada dunia yang beradab sebuah bahasa umum, di dalam mana mereka boleh mendengarkan kisah kasigh karunia Tuhan. Dan orang-orang Romawi telah mengikat keseluruhan dunia yang beradab itu dengan jalan serta jalan raya di atas mana utusan-utusan Kristus dapat menyatakan kabar baik fari Injil Yesus.

 

Seluruh dunia bergerak menuju ke saat-saat kedatangan-Nya. Dan ketika Dia dilahirkan, setiap bintang kelihatannya menjadi lebih rendah laksana lampu-lampu keemasan bagi dunia. Dan sorga sendiri begitu bergetar dengan keberadaan Tuhan Allah. Dan setiap bulatan bernyanyi di dalam pengharapan dan kemuliaan apa yang akan datang malam itu, apa yang akan terjadi malam hari di kota Betlehem itu.

 

Lalu kemudian ketika Anak itu lahir, para malaikat yang telah berlatih sejak awal penciptaan, menghaturkan salam yang penuh dengan keagungan ke atas ke arah Tuhan Allah serta ke bumi, ucapan syukur mereka. Anak yang dijanjikan itu sudah lahir.

 

Sungguh ajaib. Dan sebuah bintang menjadi petunjuk arah orang-orang Magi itu, orang-orang arif bijaksana yang berasal dari sebelah Timur sana. Dan gembala-gembala miskin yang rendah hati itu yang menyambut sembari berlutut dan menyembah di hadapan anak palungan itu.

 

            Sungguh ajaib, semua kisah tentang Tuhan Yesus. Di awal hidup-Nya seperti kisah dari penyempurnaan yang besar di akhir hidup-Nya. Semuanya serasi bersama-sama di dalam keindahan yang luar biasa. Kelahiran-Nya begitu ajaib. Hidup-Nya begitu ajaib.

 

Pontius Pilatus berkata, “Aku tidak menemukan kesalahan-Nya sama sekali.” Hidup Anak Allah yang tanpa dosa, murni dan suci, begitu sempurna di dalam setiap perkataan, di dalam setiap gerak tubuh, di dalam setiap pemikiran dan perbuatan – hidup Tuhan Yesus yang ajaib.

 

            Dan tugas pelayanan-Nya, tidak kurang indahnya dan berharganya. Kadang kala seseorang dapat dikenali melalui musuh-musuh-Nya jauh lebih baik daripada melalui sahabat-sahabat-Nya. Apakah saudara-saudara tahu apa yang dikatakan oleh musuh-musuh-Nya mengenai Dia? “Houtos, orang ini, houtos, pria ini, houtos, yang satu ini, semua menyebutkan kepada Tuhan Yesus. Dia adalah seorang sahabat dari orang-orang yang berdosa, dan Dia makan bersama-sama dengan mereka.” Tuhan Yesus yang rendah hati, sahabat orang-orang yang berdosa.

 

Dan bukan hanya itu saja, akan tetapi musuh-musuh-Nya berkata, “Dia melakukan kebaikan pada hari Sabbat. Dia menyembuhkan orang buta dan Dia memulihkan tangan-tangan yang terkulai lemas. Dan dia membersihkan kulit orang-orang yang berpenyakit kusta.” Demikianlah musuh-musuh-Nya mendakwa Dia. Dan bukan hanya itu saja, mereka berkata, “Dia mengatakan bahwa Tuhan Allah adalah Bapa-Nya.” Bahkan apa saja yang dikatakan oleh musuh-musuh-Nya membuat Dia semakin Ajaib, Anak dari sorga yang penuh dengan keagungan.

 

Dan orang-orang biasa mendengarkan Dia dengan perasaan gembira. Yaitu, mereka memahami bahasa yang dipakainya. Jikalau saya pernah menyampaikan khotbah dengan cara yang tidak dapat dipahami oleh orang banyak, saya berharap seluruh anggota jemaat mauu berdiri dan katakan, “Pak Pendeta, itu bukan seturut dengan Firman Allah – cara anda merincikan dan membelok-belokkan serta membuat pelajaran serta membuat kesederhanaan pesan Kristus yang penuh dengan keagungan menjadi tidak dikenal dan mendalam.”

 

Hal itu mungkin saja memiliki tambahan-tambahan secara ilmu agama dan mungkin saja mendapatkan reaksi sosial dan budaya akan tetapi pesan itu sendiri sederhana. Dan orang-orang yang tdak tahu membaca dan menulis serta orang-orang yang tidak bersekolah dan tidak bijaksanapun dapat memahaminya. Orang-orang biasa mendengarkan Dia dengan gembira – Yesus yang Ajaib dalam hidup-Nya yang ajaib.

 

Dia sungguh ajaib di dalam kematian-Nya. Bukan hanya bahwa Dia mati karena dosa-dosa manusia; akan tetapi sungguh ajaib bagaimana Tuhan Allah melakukannya. Semuanya itu merupakan rencana dari Tuhan Allah bahwa Tuhan akan diketahui banyak orang ketika Dia mati. Dia bisa saja mati bagi kita secara sembunyi-sembunyi, secara diam-diam, secara rahasia, secara terpendam – akan tetapi hal seperti itu bukanlah rencana Tuhan. Ketika Tuhan mati, Dia harus diketahui seluruh dunia, ribuan orang melihat-Nya. Dia disalibkan di dekan pintu gerbang kota, di sebelahnya ada sebuah jalan raya melintas, ketika di sana ada ratusan ribu peziarah berkumpul di kota Yerusalem. Dan Dia ditinggikan di atas permukaan tanah mengarah ke langit di mana semua orang boleh melihat Dia.

 

Demikianlah rencana Tuhan Allah di dalam kematian Tuhan kita sehingga seluruh dunia boleh mengetahuinya. Tuhan tidak disalibkan di dalam sebuah katedral, di antara dua buah kaki dian yang terbuat dari emas, akan tetapi di sebuah tempat yang berada di atas bukit, di mana seluruh dunia boleh menyaksikannya dan terkejut di depan tempat itu.

 

Dan supaya beberapa orangtidak dapat melihat, Tuhan sendiri yang menutup matahari itu, sehingga mereka dapat mengetahui bahwa Dia sedang menantikan ajal-Nya. Dan Tuhan menggoyang bumi ini sendiri sehingga semua orang boleh mengetahui bahwa Dia sedang menantikan ajal-Nya. Semuanya itu adalah rencana Tuhan Allah bahwa Tuhan harus dapat terlihat oleh khalayak ramai, sehingga seluruh dunia melihat, ketika Dia mati karena dosa-dosa kita. 

 

            Saudara-saudara tidak dapat mengekspos Tuhan terlalu banyak. Saudara-saudara tidak boleh membual mengenai Tuhan Yesus terlalu banyak. Saudara-saudara tidak boleh memuliakan Tuhan terlalu besar. Saudara-saudara tidak boleh mengangkat Dia terlalu tinggi. Saudara-saudara tidak dapat memberitakan Dia terlalu bersungguh-sungguh atau terlalu membuat cemburu. Demikianlah rencana Tuhan Allah, supaya seluruh dunia melihat Dia di kayu salib itu, sungguh ajaib kematian-Nya.

 

Dia sungguh ajaib di dalam kebangkitan-Nya. Bukankah itu merupakan sesuatu yang luar biasa?  Tuhan mengajarkan kepada murid-murid-Nya, “Pada hari yang ketiga, Aku akan bangkit dari antara orang mati.” Ketika hari yang ketiga tiba, apakah ada seorang rasul yang pergi ke kubur untuk melihat apakah Dia telah bangkit? Tidak seorangpun. Mereka tidak mempercayainya. Hal itu mustahil di hadapan Tuhan Allah bahwa seseorang akan bangkit dari antara orang-orang yang sudah mati. Dan ketika Dia bangkit, hanya ada satu orang perempuan yang berada di sana yang telah datang lebih lanjut untuk mempersiapkan Dia terhadap pemakaman yang terakhir. 

 

            Dan bukankah tak masuk di akal bagaimana Dia muncul ketika Dia telah bangkit dari antara orang-orang yang sudah mati? Pasti saudara-saudara sudah berfikir bahwa Dia akan mendatangi Pontius Pilatus yang telah menghukum Dia, atau kepada Herodes yang telah memperolok-olok Dia, atau kepada Sanhedrin yang telah mengadili Dia, atau kepada khalayak ramai yang telah menjerit-jerit untuk darah-Nya.

 

Tidak, Dia menampakkan diri kepada seorang wanita sederhana yang bernama Maria. Dan Dia menampakkan diri kepada wanita yang datang untuk meminyaki tubuh-Nya dengan rempah-rempah. Dan Dia menampakkan diri kepada sekelompok kecil murid-murid yang ketakutan, dan kepada dua orang yang sedang bersedih di dalam perjalanan mereka menuju kota Emaus serta kepada Yakobus, saudara-Nya saat menjadi manusia, sehingga dia boleh memenangkan keluarganya kepada iman percaya, dan pada akhirnya, kepada penganiaya itu, Saulus dari Tarsus.

 

Bukankah itu merupakan sesuatu yang luar biasa? Tuhan menyatakan diri-Nya sendiri kepada kita yang melihat dalam iman kepada Dia, kepada kita yang mencintai Dia. Satu hal yang tidak dapat saya pahami – bagi kita, Dia itu begitu mengagumkan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang tidak percaya, Dia itu tidak ada apa-apanya, atau kurang.

 

Oh, Guru, betapa berterima kasihnya diri saya sehingga Engkau telah memilih saya untuk melihat di dalam iman kepada-Mu. Sehingga Tuhan Allah memilih nama saya untuk dituliskan di dalam Kitab Kehidupan. Sehingga Dia menggerakkan hati saya di dalam iman, sehingga saya menerima Dia sebagai Juru Selamat saya. Tuhan, saya begitu berterima kasih bahwa Engkau telah menyatakan diri-Mu kepada saya. Sungguh ajaib. Sungguh ajaib.

 

Dia begitu ajaib di dalam pelayanan syafaat-Nya yang sekarang. Dapatkah ayat yang lain menjadi ayat yang lebih penuh dengan keagungan dibandingkan dari pada yang ada di dalam kitab Ibrani 7:25?  “Karena itu Dia sanggup” – perkasa, kuat - “Dia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” Dia adalah perwakilan kita di sebelah kanan Kekuasaan Tertinggi di tempat yang tinggi, untuk melihat apakah kita berhasil mencapai pintu gerbang sorga suatu hari nanti.

 

Akankah kita terjatuh di tepi jalan? Sekalipun demikian akankah Iblis menhancurkan kita? Akankah kita akhirnya berdosa untuk neraka dan penghukuman? Tidak akan pernah. Tidak pernah. Dia berada di sana sebagai perwakilan kita dan sebagai pengantara kita dan sebagai pemohon bagi kita, sebagai penasehat kita, sebagai pengacara dan pembela hukum kita.

 

“Dan namanya akan disebut Penasehat yang Ajaib.” Untuk membela kita, untuk menyertai kita, untuk suatu hari nanti membawa kita masuk ke dalam kemuliaan. Dan salah satu tugas pelayanan-Nya adalah menjadi pengantara bagi kita. Setiap orang boleh datang, dengan berani datang kepada tahta kasih karunia dan di hadapan-Nya meletakkan doa yang berasal dari jiwanya. Datanglah, datanglah, datanglah! Tuhan sudah dinyatakan sekarang. Selubung bait suci itu telah dibelah menjadi dua. Tidak ada tempat peribadatan yang gelap serta tersembunyi dan tidak ada Allah yang telah dipindahkan jauh dari kita semua. Akan tetapi sebaliknya Dia berada dekat dengan kita, seperti tangan kita dan kaki kita, seperti desah nafas kita – sedemikian dekatnya Dia. Datanglah dan beritahukanlah kepada-Nya semua yang ada di dalam hati saudara-saudara.

 

Hal itu tidak berarti bahwa Dia memberikan saya segala sesuatu yang saya minta dari Dia, akan tetapi Dia selalu memberikan sesuatu yang lebih baik lagi – apa yang terbaik. Tuhan Allah senantiasa memberikan yang terbaik kepada mereka yang meninggalkan pilihan hanya untuk Dia. Akan tetapi Dia mendengarkan kita, dan Dia memberkati kita, dan Dia senantiasa menjawab doa-doa kita. Dia akan berbicara kepada saudara-saudara layaknya seorang sahabat dan rekan yang terbaik apabila saudara-saudara mau membukakan pintu hati saudara-saudara kepada-Nya.

 

Dan apa yang diberikan-Nya kepada saudara-saudara akan tidak terbatas diberkati. Satu kali saya mempersiapkan sebuah khotbah dan menyampaikannya di tempat ini mengenai hal-hal yang di masa yang lalu telah menjadi beban bagi saya, yang mana berat bagi saya, akan teapi ketika saya melihat ke belakang, hal-hal untuk mana secara tidak terbatas membuat saya bergembira dan berterima kasih dan bersukaria untuk sekarang ini.

 

Beritahukanlah kepada Allah mengenai hal itu, dan Dia akan menyendengkan telinga-Nya untuk mendengar, dan Dia akan menjawab dari sorga. Demikianlah pelayanan hari ini. Sungguh ajaib. Sungguh ajaib.

 

Dan Dia sungguh ajaib pada saat kedatangan-Nya kembali. seperti yang saudara-saudara ketahui, setelah membaca serta mempelajari kitab ini selama satu generasi, setelah memberitakan melalui kitab wahyu selama dua tahun, setelah menyampaikan khotbah-khotbah mengenai kembalinya Tuhan kita yang jumlahnya sangat banyak, saya masih mendapatkan kesulitan menyadari bahwa bumi yang pendiam ini suatu hari akan melihat langit digulung dan Tuhan turun dengan awan-awan shekinah akan kemuliaan. Dapatkah hal itu terjadi? Semuanya sungguh ajaib. Mata saya akan melihat Dia, Raja dalam keindahan-Nya. Sungguh ajaib.

 

Kita akan dibangkitkan apabila kita mati sebelum Dia datang. Atau kita akan bergirang, diubah, diabadikan, dipermuliakan jika kita hidup pada hari itu. Akan tetapi bergirang atau dibangkitkan, kita akan melihat Dia ketika Dia datang di dalam kemuliaan. Oh, sungguh menyenangkan. Sungguh menyenangkan.

 

“Dan namanya akan disebut Ajaib.” Sekarang Dia adalah seorang Juru Selamat yang Ajaib. Sekarang juga. Saat ini juga. Di samping semua keajaiban yang ada di masa-masa yang telah lalu, dan kemuliaan dari zaman yang akan datang, sekarang, Dia adalah Juru Selamat yang Ajaib.

 

            “Aku bediri di depan pintu dan mengetuk,” Demikian kata-Nya, “dan barangsiapa yang mendengar suara-Ku, Aku akan masuk ke dalam dan minum bersamanya. Bersama-sama kami akan memecah-mecah roti. Aku bersama-sama dengan dia dan dia bersama-sama dengan-Ku.” Berdiri di depan pintu hati kita. Sekarang juga, dia adalah Juru Selamat yang Ajaib.

 

Dapatkah saya berbagi sesuatu yang terjadi pada hari Rabu di dalam minggu ini, mungkin sedikit kasar, akan tetapi menarik? Setiap hari, saya menyeberangi jalan dari sini ke “Y” dan “I” untuk berolah raga dan mandi. Pancuran di sana adalah pancuran biasa yang berukuran besar di mana kami semua mendi bersama-sama. Seorang wanita tentu saja tidak menyukainya, benar kan? Akan tetapi, para pria yang kasar itu – mereka begitu tidak berbudaya dan begitu kasar, mereka sama sekali tidak memikirkan hal tersebut. Jadi, kami semua mandi bersama-sama.

 

Baiklah, pada hari Rabu minggu yang baru lalu, setelah saya selesai berolah raga kecil di sana – saya sedang mandi di bawah pancuran, dan persis di sebelah saya, di bawah pancuran itu, ada seorang pria besar yang tegap seperti itu. Dia menatap saya dan dia berkata, “Anda tidak mengenal saya, bukankah begitu? Anda tidak mengingat saya, bukankah begitu?”

 

Saya berkata, “Tidak, tetapi saya harap saya begitu. Saya ingin menyambut anda sebagai sahabat saya.”

Baiklah, katanya, “Bertahun-tahun yang lalu, saya berada di “Y” ini, di ruangan latihan sedang mengangkat beban-beban yang berat itu.”

 

Dan dia berkata, “Seorang asing mendatangi saya – dan mulai berbicara dengan saya tentang Tuhan. Dan anda menanyakan saya apakah saya seorang pengikut Kristus, dan saya menjawab tidak. Dan anda berusaha membawa saya kepada Tuhan di dalam ruangan latihan tersebut. Dan anda berlutut di samping saya dan berkata, ‘Berlututlah di sini, dan biarkalnah saya berdoa untuk jiwamu sehingga engkau boleh diselamatkan.’”

 

Dia berkata, “Saya melihat ke sekeliling saya kepada semua pria yang ada di ruangan latihan itu.”

 

            Dan dia berkata, “Saya merasa malu untuk berlutut. Tetapi,” katanya, “anda meraih tangan saya dan menarik saya untuk berlutut di samping anda.”

 

Dan dia berkata, “Di sana, di hadapan seluruh pria yang ada di dalam ruang latihan tersebut, anda berdoa untuk jiwa saya, sehingga saya boleh menjadi seorang pengikut Kristus.”

 

Dia berkata, “Selama sepuluh tahun, sepuluh tahun lamanya setelah anda melakukan hal tersebut, ada perang yang berkecamuk di dalam hati saya, sebuah pergumulan di dalam jiwa saya.”

 

Dia mengatakannya agak berbeda dari pada apa yang mungkin saudara-saudara pikirkan. Dia berkata, “pergumulannya adalah, saya adalah seorang pria yang berbadan besar, dan saya merasa malu untuk berlutut di depan pria lainnya, di depan Tuhan Allah.”

 

Dia berkata, “Hal itu sangat mengganggu saya dan mengganggu saya dan mengganggu saya.”

 

            Dan kawan itu berkata, “Akan tetapi di hari yang lain, baru-baru saja,” katanya, “Saya sudah mengundang Tuhan untuk masuk ke dalam hati saya untuk menjadi Juru Selamat saya.”

 

Dan dia berkata, “Sekarang, saya tidak akan merasa malu untuk berlutut di mana saja di hadapan Allah saya dan Juru Selamat saya.”

 

Dan dia berkata, “Saya hanya ingin berterima kasih kepada anda untuk telah mendoakan saya pada hari itu di “Y,” itu.”

 

Dia telah memiliki sebuah hidup baru. Dia memiliki seorang Tuhan yang baru. Dia memiliki sebuah pengabdian yang baru. Dia telah menyadari bahwa Tuhan itu berharga. Bukankah hal itu menyenangkan? Bukankah hal itu menyenangkan? “Dan namanya akan disebut Ajaib.”

 

 

Oh, sungguh Allah yang Diurapi! Bukannya bahwa suatu hari Dia adalah Tuhan kita atau suatu hari nanti Dia adalah Juru Selamat kita atau suatu hari nanti Dia adalah Allah kita. Dia bukan hanya Allah di masa depan, bukan hanya Allah di sorga, bukan Allah untuk satu hari yang akan datang nanti, akan tetapi Dia adalah Allah untuk masa kini, Allah dari tempat tinggal kita dan keluarga kita, Allah dari hati kita dan jiwa kita. Dia adalah Allah yang sekarang juga dapat menyelami kita.

 

Saya hanya tidak tahu yang lebih baik lagi bagi seorang manusia selain daripada untuk memberitahukan kepada para pekerjanya, “Mulai sekarang kita mendapatkan seorang rekan di dalam perusahaan. Saya telah menjadikan Tuhan Allah sebagai rekan saya. Mulai sekarang untuk seterusnya kita akan memiliki seorang rekan pengacara di dalam biro hukum kita. Saya telah menerima Tuhan Yesus bersama-sama dengan saya. Mulai sekaang untuk seterusnya kita akan mendapatkan seorang dokter yang lain di kantor kita, Dokter Yang Agung,” Atau bagi kaum istri, “Mulai dari sekarang kita mendapatkan tamu yang lain di rumah kita, Tuhan Yesus yang Diurapi.”