KESUSAHAN BESAR YANG MENGERIKAN

Dr. W. A. Criswell

 

Yesaya 63:1-6

06-27-76

 

 

Ini adalah Pendeta yang menyampaikan warta yang di beri judul: Kesesakan Yang Mengerikan, hebatnya kesesakan itu. Di dalam pemberitaan kami melalui kitab Yesaya, kita telah sampai kepada pasal yang ke enam puluh tiga, dan apabila saudara-saudara akan membuka Alkitab saudara-saudara, saudara-saudara dapat mengikuti pesan itu ketika kita memperdalam Firman itu, nubuat dari Tuhan itu.

 

Kitab Yesaya pasal yang ke 63:

 

“Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra – salah satu kota besar dari negeri Edom - dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatan yang besar?” – dan prajurit pemenang yang luar biasa itu menjawab: - “Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan!” – lalu kemudian pertanyaan itu berkelanjutan - “Mengapakah pakaian-Mu semerah itu dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?”  

Kemudian jawabannya, “Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku! Aku telah mengirik bangsa-bangsa dalam murka-Ku, dan Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah tercemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela – keselamatan mereka dan kelepasan mereka - telah datang.

Aku melayangkan pandangan-Ku; tidak ada yang menolong; Aku tertegun; tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku memijak-mijak bangsa-bangsa – musuh-musuh-Ku - dalam murka-Ku, menghancurkan mereka – ketika mereka meminum dari piala kemurkaan Allah - dalam kehangatan amarah-Ku dan membuat semburan darah mereka mengalir ke tanah.”

 

Tanpa suatu penjelasan yang lebih terperinci dari bagian ayat tersebut, hal itu mengejutkan. Sungguh mengerikan. Apapun maknanya, bersama-sama dengannya ikut serta suatu kelepasan yang terbawa untuk bangsa Allah serta suatu pukulan yang menghancurkan bagi musuh-musuh Allah.

 

Hari Minggu pagi yang baru lalu, saya memberikan khotbah dari pasal yang ke 61, “Roh Tuhan Allah ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN.”

Di dalam khotbah hari Minggu yang lalu, saya berbicara tentang penggenapan nubuat yang ada di dlaam pasal yang keempat dari Kitab Lukas, ketika Tuhan, yang dipermandikan oleh Roh Kudus, kembali di dalam kekuatan ke kota-Nya di Nazaret. Kepada-Nya mereka menyerahkan gulungan kitab yang dituliskan oleh nabi Yesaya. Dia membuka pasal yang ke 61 dan membaca nas ini dan berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.”

 

Yaitu, Tuhan Allah telah datang, diurapi dengan Injil untuk diberitakan, mampu merawat hati yang remuk serta memberitahukan tahun rahmat Tuhan. 

 

Akan tetapi apakah saudara-saudara ingat hari Minggu yang lalu? Saya berkata kepada Tuhan, di dalam membaca hal itu dari dalam kitab Yesaya pasal yang ke 61, berhenti di tengah-tengah ayat yang kedua, di tengah-tengah kalimat, karena Dia telah datang “untuk menyatakan tahun rahmat Tuhan,” untuk mati karena dosa-dosa kita, untuk merawat hati kita yang remuk, serta untuk membukakan pintu bagi kita yang telah bebas dari perbudakan pemberontakan serta kejahatan.

 

Dia berhenti di tengah-tengah nubuat itu, di tengah-tengah kalimat itu. “Untuk menyatakan tahun rahmat Tuhan,” lalu Dia berhenti. Akan tetapi selebihnya kalimat itu mengatakan, “Hari pembalasan Allah telah tiba,” hari pembalasan Tuhan di dalam sejarah umat manusia, campur tangan Tuhan Allah dari sorga di dalam sejarah umat manusia.

 

Dan sekarang, pasal yang ke enam puluh satu dari kitab Yesaya menyatakan bagian yang kedua dari nubuatan yang agung itu, mengumumkan, memberitahukan, menubuatkan hari yang besar akan pembalasan dari Tuhan Allah Yang Mahakuasa terhadap mereka yang menolak penawaran-Nya akan kasih karunia dan belas kasihan, yang hidupnya terperangkap di dalam dosa dan kejahatan.

 

Seperti yang saudara-saudara lihat, ketika kita sampai ke pasal yang ke enam puluh tiga, hari pembalasan dari Tuhan Allah kita, hari penerimaan telah berakhir, dan penghukuman menyapu bersih seluruh dunia laksana air bah. Dan hari Kesesakan Yang Besar itu digambarkan disini, di dalam enam ayat yang pertama dari pasal yang ke enam puluh tiga, ayat-ayat yang baru saja selesai kita bacakan.

 

Sekarang, dimulai dari ayatnya yang ke tujuh, selebihnya dari pasal yang ke 63 sampai dengan pasal yang ke 64 saling memiliki. Dimulai dari ayatnya yang ke tujuh, seharusnya ayat-ayat itu berada di dalam pasal yang ke 64. Ayat-ayat tersebut tidak selayaknya berada di dalam pasal yang ke 63. Bagian ini, terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah pemberitahuan tentang pembebasan bangsa Tuhan pada hari penghakiman serta kemurkaan, yaitu ayat-ayat yang baru saja saya bacakan.

 

Dimulai dari ayat yang kedua, diteruskan sampai dengan sisa dari pasal itu, pasal yang seharusnya termasuk di dalam pasal yang berikutnya, yaitu pasal yang ke 64, di sana kita melihat pada saat pemberian pemberitahuan tentang pembebasan bangsa Tuhan, kita melihat doa dari nabi Yesaya yang paling indah di dalam kesedihan dan di dalam pengakuan yang mendalam, menantikan hari akan campur tangan serta pembebasan itu.

 

Ini merupakan hal yang identik dengan apa yang dapat saudara-saudara lihat di dalam kitab Daniel pasal yang ke sembilan. Daniel berada di dalam pembuangan ke Babel, dia sudah berada di sana sepanjang hidupnya yang sangat panjang itu. Dan di dalam pembuangan ke Babel itu, dia membaca ayat yang ada di dalam nubuatan nabi Yeremia yang telah difirmankan oleh Tuhan Allah melalui nabi itu bahwa setelah masa tujuh puluh tahun kehancuran, Allah akan campur tangan, Allah akan menghukum orang-orang Babilonia dan menyelamatkan bangsa-Nya serta membebaskan mereka.

 

Dan Daniel menuliskan di dalam pasalnya yang ke sembilan, bahwa setelah membaca hal itu di dalam nubuatan nabi Yeremia,

 

“Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung, serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian, “Ah, Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, dengarlah! Ya Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu.”

 

Sekarang, demikianlah persisnya apa yang terjadi di dalam kitab Yesaya ini. Ada Di sana terdapat nubuat besar di dalam bagian yang pertama ini dari enam puluh tiga pasal yang memberitahukan campur tangan Tuhan Allah serta kelepasan dari bangsa Tuhan serta hukuman terhadap musuh-musuh Tuhan. Lalu kemudian mengikuti, dimulai dari ayatnya yang ke 7 sampai dengan pasal yang ke 64, doa indah yang tiada bayangannya yang dimohonkan oleh nabi Yesaya.

 

“Lihatlah, Engkau sedang murka, karena kami telah berdosa. Kami semua seperti benda yang telah tercemar. Kebajikan kami seperti kain lap yang dekil. Perbuatan kami memudar seperti dedaunan. Kejahatan kami seperti angin yang telah membawa kami pergi. Tetapi, ya Tuhan Allah, janganlah marah dengan kemurkaan yang sangat. Maukah Engkau menahan diri untuk selamanya? Maukan Engkau mempertahankan rasa damai dan kemarahan yang sangat menjadi?”

  

Tidak, karena hari pembebasan itu sudah datang. Inilah bagian ayat tersebut. Nah, mengapa Dia memakai Edom? “Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatan yang besar?”

 

Mengapa harus Edom? Di dalam bagian ayat ini, Edom, diambil sebagai suatu contoh dan sebagai sebuah simbol dari mereka yang membenci Tuhan Allah, mereka yang telah menolak penawaran-penawaran-Nya akan kasih karunia dan pengasihan; karena Edom sudah menjadi musuh abadi bangsa Tuhan Allah.

 

Kisah dari tahun-tahun mereka merupakan kisah tentang kekejian serta permusuhan. Misalnya, di dalam pasal yang pertama dari Kitab Amos, di sana diberitahukan sebuah hukuman atas Edom karena Edom telah bersekutu dengan Tirus ketika pasukan dari Tirus menyerang Israel. Dan Edom mengikuti pasukan itu dengan kekejaman dan kekejian yang tidak terkatakan terhadap bangsa Tuhan. Lihatlah kembali. Keseluruhan nubuat Obaja adalah nubuat terhadap Edom. Di sana, Edom digambarkan seperti seseorang yang telah memotong jalan melarikan diri dari Israel, dan telah membawa bangsa Tuhan itu ke dalam perbudakan.

 

Di dalam pasal yang ke dua puluh delapan dari Kitab 2 Tawarikh, Edom menyerbu Yehuda, dan menganiaya bangsa Tuhan di zaman pemerintahan raja Ahas. Di dalam pasal yang ke seratus tiga puluh tujuh dari kitab Mazmur, satu mazmur yang meratapi pembuangan bangsa Tuhan di Babel, Edom berada di dalam mazmur itu menyaksikan orang-orang Babilonia itu, orang-orang Kasdim yang keji itu, memusnahkan kota Yerusalem serta membakar Bait Suci yang didirikan oleh raja Salomo dengan api yang membara. Dan mereka berseru, “Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya!”

 

Itulah bani Edom, yang begitu membenci bangsa Tuhan. Begitu mendalamnya permusuhan serta kebencian itu masuk ke dalam kenangan bangsa itu, sehingga di dalam pasal yang terakhir dari kitab Perjanjian Lama, yaitu dari kitab Maleakhi, di dalam pasalnya yang pertama, Maleakhi mengucapkan Ucapan Ilahi, “Edom yang telah Aku benci itu; Esau yang telah Aku benci itu” - Edom adalah nama lain dari Esau – “Esau, Edom yang telah Aku benci itu. Namun Aku mengasihi Yakub.”

 

Dan itulah ayat yang telah dikutip oleh rasul Paulus di dalam pasal yang kesembilan dari kitab Roma ketika dia membahas mengenai pilihan. Edom adalah contoh dari musuh Allah, dan di dalam pertumpahan darah yang meliputi Edom, kita melihat sebuah simbol kehancuran dari semua musuh-musuh Allah, semuanya, ketika Tuhan campur tangan di dalam sejarah umat manusia dan menetapkan kerajaan Terang dan Keadilan-Nya di atas permukaan bumi ini.

 

Nah, marilah kita melihatnya di dalam kekhususan, “Siapa dia yang datang dari Edom?”

 

“Edom” artinya merah. “Siapa dia yang datang dari Edom” – merah - “yang pakaiannya berwarna merah. Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra dengan baju yang merah, dia yang bersemarak dengan pakaiannya, yang melangkah dengan kekuatan yang besar?”

 

Kata-kata di dalam bahasa Ibrani itu menggambarkan seorang penakluk yang penuh dengan kemenangan. Dia menjawab, “Akulah yang menjanjikan keadilan dan yang berkuasa untuk menyelamatkan.” Itulah siapa Aku.

 

Lalu kemudian pertanyaan itu: “Mengapakah pakaian-Mu semerah itu dan baju-Mu seperti baju pengirik buah anggur?”

 

Dan Dia menjawab, “Pakaian-Ku berwarna merah karena Aku telah menginjak-injak mereka dalam kehangatan amarah-Ku; semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah tercemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan dan tahun penuntutan bela telah datang.”

 

Nah, di sini ada sebuah contoh yang terbaik di dunia ini mengenai orang-orang yang mengajar serta memberitakan, yang menolak menghadapi kenyataan Tuhan Allah di dalam Alkitab ketika Dia dinyatakan serta kenyataan dari sejarah umat manusia. Sebagai contoh, hampir semua dari para pemberita anda sekalian dan hampir semua penampil-penampil anda sekalian akan mengambil bagian ayat ini, dan menggambarkan Dia Yang yang bersemarak dengan pakaiannya, ketika pakaian-Nya berwarna merah seperti darah – mereka mengatakan itulah Tuhan kita yang telah menuangkan darah-Nya di kayu salib karena dosa-dosa kita sehingga kita boleh diselamatkan.

 

Nah, tidak ada yang salah dengan memberitakan tentang Kristus Yang telah menuangkan darah-Nya di kayu salib sehingga kita boleh diselamatkan, akan bukan seperti itu yang sebenarnya. Karena ayat itu ada mengatakan sebagai sebuah jawaban atas pertanyaan, “Dari manakah Engkau mendapatkan warna merah yang telah mencemari pakaian-Mu itu?” Dan Dia menjawab, “Itu adalah darah dari musuh-musuh-Ku yang telah Kuinjak-injak dalam kehangatan amarah-Ku. Semburan darah mereka memercik kepada baju-Ku, dan seluruh pakaian-Ku telah tercemar. Sebab hari pembalasan telah Kurencanakan.”

 

Bukankah itu merupakan sesuatu yang luar biasa bagaimana manusia tidak membiarkan Tuhan Allah mengatakan apa yang Dia firmankan? Mengapa tidak memberitakan seperti apa adanya? Apabila saudara-saudara mau, saudara-saudara akan menghadapi kenyataan hidup sebagaimana Tuhan Allah telah menubuatkan hidup itu, dan saudara-saudara akan menyaksikan sedikit darinya di dalam khotbah pagi hari ini, Yang semarak Yang datang dari Edom, berpakaian berwarna merah, Yang pakaiannya telah dicemari oleh darah dari musuh-musuh-Nya.

 

Dia berkata, “Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan.” Pengirikan. Ada dua lambang di sini sebagai lambang amarah Tuhan Allah.

 

“Aku akan membuat mereka mabuk di dalam kemarahan-Ku.” Hal itu mengacu pada piala kemurkaan dari Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Salah satu bagian ayat yang paling menakutkan di dalam kitab Yeremia adalah pada saat Tuhan Allah berfirman kepada nabi Yeremia, “Berikanlah piala kemurkaan-Ku kepada segenap bangsa-bangsa di muka bumi ini.” Dan nabi Yeremia membawa piala hukuman dari Tuhan Allah Yang Mahakuasa kepada segenap bangsa-bangsa di muka bumi ini, dan ketika mereka menolak meminumnya, Tuhan Allah berfirman, “Tetapi engkau harus meminumnya.” Tidak ada satu bangsapun yang akan selamat dari hukuman Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Yang telah melakukan pemberontakan kepada firman-firman-Nya dan yang telah menyamping dari kasih karunia-Nya, engkau pasti akan meminumnya.

 

Itu merupakan sebuah referensi terhadap piala kemurkaan Tuhan Allah. Dan yang lain adalah menginjak-injak musuh-musuh-Nya di dalam amarah penghakiman-Nya, dan darah mereka mengalir keluar. Lalu kemudian darah itu mencemari pakaian-Nya. Seperti yang saudara-saudara lihat, kita hampir tidak dapat mengenali sosok itu, citra itu, karena ketika kita membeli jus anggur, jus itu telah diproses di sebuah pabrik di mana angur-anggur itu telah diperas sedemikian rupa.

 

Tidak demikian yang terjadi pada waktu itu. Mereka mengambil buah-buah anggur itu, dan mereka meletakkannya di dalam sebuah drum besar yang disebut juga dengan nama pengirikan. Dan seseorang kemudian masuk ke dalam drum tersebut dan dia menginjak-injak buah-buah anggur tersebut. Dia menginjak-injak buah-buah anggur tersebut , dan pada saat dia menginjak-injak buah-buah anggur tersebut, jus anggur itu, jus anggur yang berwarna merah itu akan mengalir keluar.

 

Dan jus tersebut kemudian dikumpulkan, dan ketika orang itu menginjak-injak buah-buah anggur tersebut, mengapa, karena jus merah yang kental itu mencemari pakaiannya sampai dia kelihatan seperti seseorang yang berwarna merah di sekujur tubuhnya. Demikianlah gambarannya di sini. Tuhan Allah Yang Mahakuasa, Raja yang penuh dengan keagungan ini, menginjak-injak musuh-musuh Tuhan Allah di dalam pengirikan amarah pada hari pembalasan. Dan tumpahan darah dari pertempuran itu telah mencemari keseluruhan pakaian-Nya sehingga berwarna merah tua seperti warna darah.

 

Baiklah, perhatikanlah hal lain yang ada di dalam nubuat yang mengerikan ini. Dia berkata, “Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!”

 

Lalu kemudian seakan-akan hal itu belum cukup, Dia menekankannya kembali, Aku melayangkan pandangan-Ku; tidak ada yang menolong; Aku tertegun; tidak ada yang membantu. Lalu tangan-Ku memberi Aku pertolongan, dan kehangatan amarah-Ku, itulah yang membantu Aku. Aku memijak-mijak musuh-musuh-Ku ini dalam murka-Ku, menghancurkan mereka ketika mereka meminum dari piala kemurkaan Allah.”

 

Nah, Bukankah itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Apakah saudara-saudara ada melihat di sana apa yang dikatakan oleh nabi itu? Bangsa Tuhan telah dipisahkan di dalam Kesesakan Besar itu, di akhir zaman itu, di dalam kesudahan sejarah itu, di dalam penghakiman dari Tuhan Allah.

 

Bangsa Tuhan telah dipencilkan. Tidak ada seorangpun yang membantu, tidak satu bangsapun, tidak satu orangpun. Mereka telah dikucilkan, dan ketika Tuhan Allah melihat ke bawah dari sorga dan menyaksikan bangsa-Nya terpisah dan berada jauh serta terpencil dan tidak ada seorangpun yang menolong mereka, Tuhan Allah membuka pasukan-Nya - tangan-Nya – dan Dia berkata, “Aku akan menolong mereka.” Dan, sendirian, Tuhan Allah memberikan suatu kemenangan yang tidak tertandingi kepada bangsa-Nya.

 

Nah, saya ingin membacakannya dari Alkitab yang Hidup kepada saudara-saudara sekalian, lalu kemudian saudara-saudara akan melihat sedikit lebih jelas lagi keterasingan bangsa Tuhan, “Siapa dia yang datang dari Edom, yang datang dari Bozra?” Bozra adalah salah satu kota besar menuju ke Petra, kota para raja bani Edom.

 

Dengan pakaian merah-Nya yang semarak, “Siapakah yang mengenakan jubah kerajaan-Nya ini, yang berbaris dengan kekuatan-Nya yang besar?” Mengutip, “Akulah itu, Tuhan, memberitahukan keselamatanmu, Aku, Tuhan, satu-satunya.Yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan.”

 

Lalu kemudian, mengutip, “Mengapakah pakaian-Mu semerah itu?”

 

Sama seperti menginjak-injak buah-buah anggur itu, Dia menjawab, “Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan. Tidak seorangpun berada di sana untuk membantu Aku. Di dalam murka-Ku, Aku telah menginjak-injak musuh-musuh-Ku seperti buah-buah anggur itu. Di dalam kehangatan amarah-Ku, aku telah menginjak-injak lawan-lawan-Ku. Darah merekalah yang engkau lihat ada pada pakaian-Ku. Karena sudah tiba waktunya bagi_ku untuk membalaskan bangsa-Ku, untuk menebus mereka dari tangan-tangan penindas-penindas mereka.

 

“Aku melihat, akan tetapi tidak seorangpun datang untuk membantu mereka. Aku tertegun dan terkejut, maka Aku melaksanakan pembalasanKu itu sendirian. Tanpa dibantu, Aku membagi-bagikan hukuman itu. Aku menghancurkan bangsa-bangsa fasik itu di dalam kemarahan-Ku dan membuat mereka gempar dan terjatuh ke atas tanah.”

 

Nubuat itu mengenai pemisahan bangsa Tuhan dari segenap bangsa-bangsa serta dari orang-orang yang tidak percaya di dunia ini. Ini merupakan berita-berita utama di masa yang akan datang. Ini merupakan berita-berita utama di masa yang sekarang. Saudara-saudara ingin tahu apa berita di surat kabar esok? Bacalah Alkitab.

 

Tuhan Allah berfirman bahwa bangsa-Nya itu akan semakin dipisahkan. Bangsa Israel akan semakin diisolasikan. Bangsa itu hampir tidak mempunyai seorang temanpun di muka bumi ini. Bahkan mereka yang pernah memenangkan mereka di Perserikatan Bangsa-bangsa sekarang mencari cara untuk mengucilkan serta mengeluarkan mereka. Dan bangsa demi bangsa akan membelakangi bangsa Tuhan itu. Bangsa itu akan semakin terpisah, tanpa satu negarapun yang mau bersahabat dengannya, dan tanpa orang-orang yang mengasihinya.

 

 

Dan suatu hari akan terjadi ketika, pada saat penyapu-bersihan paham atheisme serta pemusnahan penolakan terhadap Kristus di atas muka bumi ini dan pembersihan semua hal-hal yang mengerikan yang akan terjadi kepada kita, akan datang suatu hari ketika kalau bukan karena pembebasan yang dilakukan oleh Tuhan Allah Yang Mahakuasa, kita akan dihempaskan serta dibinasakan menjadi seperti debu dari tanah.

 

Akan tetapi ini adalah nubuat yang kita temukan menceritakan tentang dan benar-benar dipermuliakan di dalam kitab Wahyu. Karena nubuat yang tertulis di dalam kitab Yesaya pasanya yang ke enam puluh tiga merupakan nubuat tentang perang besar di Harmagedon. Nubuat itu merupakan nubuat tentang campur tangan Kristus ketika Dia datang, prajurit yang akan melepaskan umat-Nya yang ada di muka bumi ini.

 

Dan sekarang kita akan melihat pada dua buah contoh di dalam kitab Wahyu yang kembali mengacu kepada nubuat yang tertulis di dalam kitab Yesaya pasanya yang ke enam puluh tiga. Yang pertama, di dalam kitab Wahyu pasalnya yang ke 14. Pertama-tama, kitab Wahyu pasal yang ke 14. Ada seorang malaikat yang berseru dengan suara nyaring:

 

“Ayunkanlah sabitmu itu” – dimulai dengan ayatnya yang ke delapan belas - “Ayunkanlah sabit-Mu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.”

Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.

Dan buah-buah anggur itu di kilang di luar kota,” – oleh Tuhan Yesus Kristus Yang menaklukkan – “dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.” 

 

Kembali ke sana, di dalam pasal yang ke enam puluh tiga dari kitab Yesaya, “Siapa dia yang datang dari Edom, dengan pakaian-Nya yang berwarna merah yang datang dari Bozra?” Dan darah yang mengalir dari kilangan itu memakan tempat sejauh seribu enam ratus furlong. Satu furlong sama dengan seperdelapan mil – jadi panjangnya sejauh dua ratus mil. Dan darah yang dihasilkan oleh perang Harmagedon yang mengerikan itu, diteteskan oleh jutaan manusia yang dikumpulkan di sana pada hari pembalasan Tuhan Allah.

 

Kitab Wahyu, di dalam pasalnya yang ke sembilan, mengatakan bahwa raja dari timur – dan raja itu pastilah China – memiliki pasukan sebanyak dua ratus orang berada di pertempuran besar tersebut. Dan kancah pertempuran itu begitu besarnya sehingga darah itu sampai ke kekang kuda sejauh dua ratus mil.

 

Dari Bozra menuju ke Megido ke Harmagedon persis berjarak sepanjang seribu enam ratus furlong jaraknya. Persis dua ratus mil jauhnya. Pertemuan dari segenap bangsa-bangsa dari dunia ini akan berada di tempat itu dan campur tangan Tuhan Allah yang luar biasa di dalam sejarah umat manusia akan berada di tempat itu, pada Kesesakan Besar itu, hari penghakiman serta pembalasan Tuhan Yang Mahakuasa.

 

Nah, yang lainnya berada di dalam kitab Wahyu pasal yang ke sembilan belas. Kitab Wahyu pasal 19, dimulai dari ayatnya yang ke sebelas sampai dengan penghujung pasal tersebut, adalah kitab Yesaya pasal 63, campur tangan Tuhan Allah di dalam sejarah umat manusia, “Lalu aku melihat sorga terbuka” – kitab Wahyu 19:11 - “sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota . . . Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah,” – darah dari musuh-musuh-Nya - “Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur” – ayat 15 - “dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

 

“Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu RAJA SEGALA RAJA dan TUAN DI ATAS SEGALA TUAN.” Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit katanya, ‘Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua kudan dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar.”

 

“Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.”

 

Demikianlah perang Harmagedon itu, dan menuju ke hari itu, tidak terelakkan lagi dan tidak terhindarkan lagi, segenap bangsa-bangsa di dunia ini akan bergerak menuju ke sana, dari Bozra menuju ke Megido, sampai ke tempat pertempuran di Har Megidon itu, yaitu Harmagedon.

 

Apakah arti semuanya itu kepada kita? Yang pertama, untuk segenap bangsa. Kasih karunia Tuhan Allah tidak berkelanjutan untuk selama-lamanya di dalam penawaran-penawaran-Nya akan kasih kepada segenap bangsa di muka bumi ini. Akan tiba saatnya ketika Tuhan Allah akan berfirman, “Sudah cukup, dan hukuman akan segera dijatuhkan.”

 

Tidak selama-lamanya Tuhan Allah akan duduk di atas takhta-Nya di sorga dan menyimak kepada satu pemerintahan seperti Rusia yang telah mengumbar hujatan-hujatan mereka langsung ke wajah-Nya dan membunuh semua orang yang percaya di dalam nama-Nya dan menjebloskan orang-orang yang memberitakan Injil dari Anak Allah ke dalam penjara, tidak selamanya. Tuhan Allah juga tidak akan duduk di atas takhta-Nya dan bersikap acuh tak acuh kepada satu negara seperti China yang telah menghancurkan gereja Yesus Kristus yang terlihat. Tuhan Allah juga tidak akan melihat kepada segenap bangsa di muka bumi ini yang telah berpaling dari pesan-pesan-Nya dan dari nama-Nya. “Si jahat akan kembali ke neraka, bersama-sama dengan segenap bangsa yang telah melupakan Allah.”

 

Akan datang suatu hari pembalasan. Tuhan Allah yang mengatakan demikian. Orang-orang yang berdiri di atas mimbar dengan memberitakan Tuhan Allah yang berhati kecut, lemah, lunak dan sentimentil, tidak pernah membaca Kitab Suci itu, dan mereka tidak memberitakan kemarahan serta penghakiman dan kemurkaan dari Yang Mahakuasa itu. Tuhan Allah menghakimi. Tuhan Allah menghakimi dosa-dosa, dan Tuhan Allah menghakimi segala bangsa yang ada di dunia ini. Dan kita sedang berhadapan dengan hukuman itu sekarang juga.

 

Minggu yang baru lalu saya akan memberikan sebuah ilustrasi kepada saudara-saudara sekalian. Minggu yang baru lalu, saya melihat di kota Dallas konvensi Gereja Nazaret yang diadakan setiap empat tahun sekali. Saya membaca pidato dari Dr. Eugene L. Stowell, pengawas umum mereka. Inilah apa yang dikatakannya di sini, di kota Dallas ini di hadapan para peserta konvensi Gereja Nazaret yang diadakan setiap empat tahun sekali itu. Saya mengutip:

 

“Tidak ada di manapun juga terdapat krisis yang lebih berkesinambungan daripada krisis yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Gencatan senjata tidak gampang yang baru-baru ini diadakan dapat dilanggar sewaktu-waktu. Krisis energi yang melanda seluruh dunia telah melemparkan kawasan ini bahkan ke dalam suatu posisi yang lebih kritis, karena cadangan minyak bumi yang terbesar berada di sana. Sebuah perebutan terhadap hadiah ini dengan sebenarnya dapat memicu bencana yang terakhir. Suatu keajaiban kecil yang baru-baru ini dinyatakan oleh Billy Graham bahwa, ‘banyak pemimpin di dunia ini akan mengakui secara pribadi bahwa mereka percaya dunia berdiri di atas ambang batas perang Armageddon.’”

 

Persis seperti apa yang dikatakan di dalam Kitab Suci itu. Di sana, dari Edom, Bozra ke Megido, di sana, akankah segala bangsa-bangsa ini akan berkumpul bersama-sama di dalam sebuah konfrontasi besar yang terakhir itu, dan di sanalah Tuhan Allah akan menghakimi segala bangsa di dunia ini.

 

Seperti yang dikatakan oleh Tuhan di zaman nabi Nuh, “Roh-Ku tidak selalu akan bekerja untuk manusia.” Ada sebuah batas kesabaran Tuhan Allah, dan ada batas akan hari yang penuh dengan kasih karunia. Sekarang inilah tahun rahmat dari Tuhan, akan tetapi akan datang suatu hari pembalasan dari Tuhan Allah kita.

 

Dan sekarang, bolehkah saya mengatakan satu kalimat teramengenai kita? Hal itu dipergunakan kepada umat manusia serta takdir manusia. Tuhan Allah tidak selalu berusaha dengan seorang manusia. Selama empat puluh delapan tahun saya sudah menggembalakan, saya sudah semakin sadar bahwa di sana ada beberapa orang yang berkata “tidak” kepada Tuhan Allah untuk yang terakhir kalinya. Dan Tuhan Allah meninggalkannya sendirian. Mereka tidak pernah diselamatkan. Mereka mati dalam keadaan tersesat. Saya sudah banyak mengebumikan orang-orang yang tersesat. Lebih dari air mata dan doa dari istri-istri mereka, dari anak-anak mereka, dari sahabat-sahabat mereka, dari gereja oleh bangsa Tuhan.

 

“Tidak. Tidak.” Dan suatu hari, akan diucapkan kata “tidak” yang terakhir kalinya, dan mereka tidak akan bersama-sama dengan Tuhan Allah untuk selama-lamanya. Oh, sungguh suatu hal yang mengerikan! Betapa tragis dan penuh dengan kesengsaraan bahwa sekarang saya dapat diselamatkan. Sekarang, saya dapat memalingkan hati saya ke arah sorga dan memohon kepada Tuhan Allah untuk mengampuni saya. Akan tetapi akan datang hari ketika Juru Selamat adalah hakim saya, dan saya akan dikirimkan kepada mereka yang telah menolak Allah. Dan hidup saya serta kekekalan saya akan berada bersama-sama dengan mereka yang telah dikutuk dan tersesat,

 

Ada suatu waktu,

Saya tidak tahu kapan.

Ada suatu tempat,

Saya tidak tahu di mana

Yang memberi tanda akan takdir

Manusia untuk kemuliaan

Atau penderitaan.

Ada sebuah garis,

Yang tidak terlihat bagi kita,

Yang melintasi setiap jalan,

Perbatasan tersembunyi diantara

Pengasihan Allah

Dan kemurkaan Allah.

 

Apabila saya akan diselamatkan, saya harus diselamatkan sekarang juga. Apabila saya akan pernah menerima Tuhan, saya harus menerima Dia sekarang juga. Apabila saya akan pernah menyesali dosa-dosa saya dan membukakan pintu hati saya ke arah sorga dan ke arah Tuhan Allah, saya harus melakukannya sekarang juga, karena esok akan menjadi terlambat.

 

Tidak dapat dielakkan lagi, hari penghakiman itu akan tiba. “Ya, Tuhan, kasihanilah aku. Tuhan, kasihanlah padaku dan tolonglah aku, Tuhan, dan sertailah aku.” Dan semoga Penebus yang Agung dan penuh dengan kemuliaan ini datang untuk keselamatanku, untuk membebaskan aku dari kematian, untuk melepaskan aku dari dosa-dosaku, untuk mengingat aku di saat kematianku, dan memelihara aku dari genggaman yang jahat, yang ingin memasukkan jiwaku ke dalam neraka. “Ya, Tuhan Allah, ingatlah padaku.” 

 

Dan inilah penawaran dari Roh kasih Karunia kepada setiap hati di dalam hadirat keilahian hari ini. Kepada mereka yang mendengarkan melalui siaran radio dan televisi, dan kepada kerumunan massa yang berada di rumah Tuhan pada saat yang kudus ini, Roh Kasih Karunia berkata, “Datanglah.”

 

Roh Pembujuk berkata, “Datanglah.”

Roh dan pengantin perempuan itu berkata, “Datanglah.”

Biarkanlah dia yang mendengar berkata, “Datanglah.”

 

“Biarkanlah dia yang haus datang. Dan barangsiapa yang mau, sekarang juga, biarkanlah dia mengambil air kehidupan itu dengan bebasnya.” Lakukanlah sekarang juga. Ambillah keputusan itu sekarang juga.

 

Sebentar lagi, kita berdiri untuk menyanyikan himne permohonan kita, dan sembari kita berdiri menyanyikannya, satu keluarga dari antara saudara-saudara, satu pasangan dari antara saudara-saudara sekalian, atau hanya anda sendirian, seseorang dari antara saudara-saudara, datanglah kepada Yesus. Buatlah keputusan itu sekarang juga di dalam hatimu. Dan pada saat kita berdiri untuk menyanyi, berdiri dan turunlah dari anak-anak tangga itu atau berjalanlah melalui lorong-lorong itu. 

 

“Inilah aku, pak Pendeta. Aku memberikan hatiku dengan penyesalan serta di dalam keyakinan kepada Yesus Yang diurapi, dan saya sedang menuju ke sanaMungkin saya belum pernah dibaptis seperti yang dikatakan-Nya di dalam Firman-Nya yang Kudus. Saya akan datang untuk menerima baptisan.” Atau, “Aku akan datang untuk menyerahkan hidupku di dalam persekutuan bangsa Tuhan Allah.”

 

Lakukanlah sekarang juga, buatlah keputusan itu sekarang juga. Pada nada yang pertama di bait yang pertama, lakukanlah sekarang juga. Dan ketika kita berdiri sekarang, sebentar lagi, berdiri dan berjalanlah melalui lorong-lorong itu. Semoga para malaikat menyertai saudara-saudara sekalian di dalam saudara-saudara menuju ke sini, sembari kita berdiri dan sembari kita bernyanyi.