KITAB MUJIZAT ALLAH

(GOD’S BOOK OF WONDER)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Yesaya 40-66

11-30-75

 

 

Ini adalah Pendeta yang menyampaikan warta yang diberi judul: Kitab Mujizat Allah. Tandatangan Allah yang ajaib dan penuh dengan keagungan di muka bumi ini. Saya berharap bahwa saudara-saudara sekalian yang mendengarkan melalui siaran radio dapat bersama-sama dengan kami, di pagi hari ini. Saudara-saudara akan merasa terkejut pada berapa banyak orang yang berada di sini pada liburan akhir pekan, dan khususnya jumlah pemuda yang ada di dalam paduan suara kapel kita, yang memenuhinya dari sisi yang satu ke sisi yang lain dan meluap sampai ke dalam balkon. Hal itu berarti lebih bagi kita dalam penyemangatan orang-orang muda daripada yang telah saudara-saudara ketahui.

 

Dan kita memiliki satu kelompok yang besar. Saya terkejut ketika orang-orang muda yang berdiri dari Snyder ini,  merupakan anggota jemaat dari Persekutuan Atlit Kristen, dan saya berdoa semoga Tuhan Allah akan memberkati warta itu ke dalam hati saudara-saudara sekalian ketika saudara-saudara menghadapi satu dunia yang penuh dengan tantangan serta orang-orang yang tidak percaya.

 

Sebenarnya, khotbah ini merupakan sebuah pendahuluan terhadap warta yang kedua, bagian yang terakhir dari nubuatan, kitab YesayaYesaya diturunkan menjadi dua bagian yang berbeda, pasal yang pertama sampai dengan pasal yang ke 39 dan pasal 40 sampai dengan pasal yang ke 66.  Dan warta untuk hari ini merupakan pemberhentian sejenak ketika kita melihat pada pasal-pasal yang penuh dengan keagungan dari bagian nubuat yang kedua itu.

 

Tidak ada dataran rohaniah di muka bumi ini yang melebihi kedataran tinggi yang agung dari penyingkapan yang kita ketahui sebagai bagian yang kedua dari kitab Yesaya. Saya rasa, ketika melihat ke dalamnya, seperti yang telah dirasakan oleh Balboa ketika dia melihat samudera Pasifik yang begitu luas, untuk pertama kali mata dari bangsa kulit putih yang pernah melihat jangkauannya yang besar.

 

Saya merasa seperti apa yang telah dirasakan oleh Edmond Halley ketika dengan penggunaan dari teleskop kita yang pertama, dia mengamati kemuliaan serta ketidak terbatasan langit. Jadi saya berdiri di dalam perasaan terpesona dan di dalam rasa ingin tahu di hadapan pasal-pasal yang penuh dengan keagungan ke dalam mana kita akan segera masuk ini di bawah bimbingan serta kepemimpinan Roh Allah.

 

Nah, sebagaimana yang telah saya katakan, warta ini merupakan suatu pendahuluan. Berkaitan dengan sesuatu di dalam kitab itu dan dalam keseluruhan volume dari penyingkapan yang bersangkutan dengan tandatangan Allah yang penuh dengan keajaiban. Di seluruh dunia ilmu agama liberal, tidak seorang manusiapun, tidak seorang gurupun, tidak seorang professorpun, tidak seorang pemberitapun, tidak seorang ahli ilmu agamapun – di dalam dunia ilmu agama liberal, tidak seorang manusiapun yang percaya bahwa nabi Yesaya menuliskan pasal-pasal itu.

 

Mereka berkata bahwa ada dua orang yang menuliskan kitab ini. Yang pertama menuliskan tiga puluh sembilan pasal yang pertama, dan seseorang yang lain lagi menuliskan pasal-pasal dari pasal yang ke empat puluh sampai dengan pasal yang ke enam puluh enam yang kedua. Walaupun di dalam pasal yang ke dua belas dari kitab Injil Yohannes, ada sebuah kutipan dari nas kitab Yesaya 53:1, dari bagian yang kedua, dan satu kutipan dari kitab Yesaya 6:9, dari bagian yang pertama, dan ayat-ayat itu di bawa bersama-sama di dalam satu nas serta dihubungkan kepada Yesaya

 

Meskipun demikian, tidak seorang ahli ilmu agamapun di dunia ini yang datang dari kepercayaan liberal yang percaya bahwa orang yang sama, Yesaya, putra dari Amos, yang hidup pada tahun 740 SM, juga adalah orang yang sama yang menuliskan bagian yang kedua dari kitab ini.

 

Dan bukan hanya itu, akan tetapi ketika saudara-saudara membaca dan mempelajari, ada suatu kecenderungan untuk percaya bahwa tidak terhitung jumlah manusia yang telah menuliskan, yang memiliki andil dalam penulisan nubuat dari nabi Yesaya ini. Mereka telah menggergajinya sampai hancur berkeping-keping sampai pada akhirnya saudara-saudara tidak dapat mengenali suatu bagian apapun darinya sebagai nubuat dari hamba Allah yang agung itu, Yesaya, putra dari Amos itu.

 

Nah, mengapa? Alasannya begitu nyata; begitu sederhana. Karena di dalam bagian kedua dari kitab Yesaya, Koresh disebut namanya. Ayat yang terakhir dari pasal yang ke empat puluh empat dibaca demikian, “Akulah yang berkata tentang Koresh: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! Dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!”

 

Dan kemudian pasal yang ke empat puluh lima: Beginilah Firman Tuhan: “Inilah Firman-Ku kepada orang yang Ku-urapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Ku-pegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup….Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah Tuhan – yang memanggil engkau dengan namamu – Koresh - Allah Israel. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.”

 

Tidak pernah mengenal Tuhan Allah, akan tetapi Tuhan Allah mengenal dia.

 

“Dan Aku telah memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.” Akulah Tuhan dan tidak ada yang lainnya. Tidak ada Allah di samping-Ku. Aku mengikat engkau walaupun engkau belum mengenal Aku, sehingga mereka boleh mengetahui dari terbitnya matahari dan dari barat, bahwa tidak ada yang lainnya di samping Aku. Aku adalah Tuhan dan tidak ada yang lain.”

 Sekarang, nabi Yesaya hidup dari tahun 750 SM – 700 SM, dan Koresh datang ke gambaran dunia pada tahun 538 SM, dua ratus tahun kemudian. Maka para ahli ilmu agama liberal itu beserta dengan profesor liberal itu, membaca di dalam Alkitab ini, dikatakan bahwa tidak ada kemungkinan bahwa orang yang sama menuliskan kedua bagian dari kitab itu, karena mustahil bahwa Tuhan Allah telah dapat mengenali Koresh dua ratus tahun sejak saat itu.

 

Dan mereka mendasarkan kepercayaan mereka pada kemustahilan akan mujizat, dari keajaiban penyingkapan, kemustahilan ramalan dari nubuat, kemustahilan akan hal-hal gaib. Maka mereka menyangkal kepengarangan kitab yang agung, kitab Yesaya tang kita kenal sebagai anak dari Amos.

 

Penolakan serta ketidak-percayaan yang sama ditemukan di seluruh isi Firman Tuhan itu. Di dalam kitab Daniel, Daniel bertumbuh menjadi dewasa di bawah pemerintahan Yosia, raja yang baik itu dan dia dibawa menjadi tawanan ke Babel oleh Nebukadnezar pada tahun 605 SM. Akan tetapi para ahli ilmu agama liberal ini mengatakan bahwa kitab Daniel merupakan suatu pemalsuan yang dituliskan pada sekitar tahun 165 SM, hampir lima ratus tahun sesudahnya.

 

Dan mengapa mereka mengatakan seperti itu? Karena di dalam kitab Daniel itu terdapat nubuatan, pengetahuan akan masa lalu, uraian akan masa yang akan datang. Sebagai contoh, pasal yang kesebelas dari kitab Daniel merupakan suatu uraian yang sangat cermat mengenai peperangan antara pasukan Ptolomeus di tanah Mesir dan kaum Seleucid di Syria. Dan mereka berkata, bahwa Tuhan Allah tidak mampu, adalah mustahil bagi Yang Mahakuasa sehingga Dia dapat mengetahui peristiwa lima ratus tahun sejak saat adanya konflik antara orang-orang Mesir dengan orang-orang Syria, dan Israel terjebak seperti sebuah bola di antara mereka. Jadi, mereka memutuskannya, karena bagi mereka, mujizat, hal-hal yang gaib adalah suatu hal yang mustahil.

 

Sekali laki, Musa. Para ahli ilmu agama liberal yang sama – dan mereka telah mendominasi dunia modern ini – para ahli ilmu agama liberal yang sama mengatakan bahwa Musa hidup sekitar tahun 1450 SM, kecuali kitab Ulangan merupakan sebuah kitab palsu yang dituliskan di masa pemerintahan raja Yosia, sekitar tahun 625 SM, oh, sekitar tujuh ratus tahun sesudahnya. Dan kitab Bilangan merupakan hasil tulisan para imam masa sesudah pembuangan, setelah pembuangan ke Babel, setelah tahun 598 SM. Musa tidak pernah melihat kitab-kitab itu sedikitnya dia pernah menuliskannya. Kecuali kitab-kitab itu dituliskan ratusan tahun sesudahnya.

 

Nah, mengapa mereka mengatakan hal yang seperti itu? Mengapa para ahli ilmu agama liberal modern percaya akan hal itu? Kata mereka, karena diperlukan berabad-abad lamanya untuk kitab Bilangan untuk dikembangkan, dan tidak ada sesuatu hal seperti Tuhan Allah mampu menyerahkan legislasi keimaman dari hati-Nya serta pikiran-Nya sendiri. Penyingkapan keajaiban adalah suatu hal yang mustahil. Jadi, mereka telah memutuskannya. Dan tentu saja, saudara-saudara melihat sebuah ramalan, sebuah nubuat di dalam kitab Ulangan, yang mana telah disangkal mereka kemungkinan terjadi kepada Tuhan Allah dan kepada manusia.

Sekarang, itulah yang menajdi latar belakang dari warta untuk kita di pagi hari ini. Di dalam kitab-kitabnya Tuhan, mujizat, hal-hal yang bersifat gaib, merupakan pengenal akan diri-Nya. Dia menandakan nama-Nya: mujizat. Dia menandakan nama-Nya: gaib. Dan kita tinggal di alam sebuah dunia akan perpustakaan buku-buku Allah,semuanya serupa, apakah yang ini, atau yang di sana itu, semuanya sama. Kita hidup dalam sebuah dunia yang penuh dengan mujizat serta hal-hal yang baik.

 

Lihatlah akan dunia di sekitar saudara-saudara. Ada peraturan tentang fisika. Ada aksioma-aksioma tentang fisika. Ada hukum fisika, dan hal itu berlangsung seperti ini: suhu panas memuai, dan yang itu mengembang, dan yang sana mengembang. Suhu panas selalu memuai, dan yang itu mengembang, dan yang sana mengambang. Dan suhu dingin selalu menyusut. Menyusut dan menyusut. Demikianlah aksioma akan ilmu fisika. Suhu panas selalu memuai. Suhu dingin selalu menyusut. 

 

Saudara-saudara tidak mengetahui bahwa ada Chevy yang di sana itu, perusahaan  di mana saudara-saudara akan mendapatkan es murni dan ruang pendingin. Saudara-saudara tidak mengetahui bagaimana menjalankan usaha saudara-saudara. Saya tahu bagaimana untuk menjalankannya lebih baik dari yang telah saudara-saudara lakukan karena saya mengetahui hukum-hukum fisika. Panas memuai dan dingin menyusut.

 

Itulah hukum fisika yang bersifat universal. Akan tetapi campur tangan Allah yang ajaib – air akan menyusut ketika air itu bertambah dingin, dan akan terus menyusut, sampai suhunya tiga puluh dua derajat, lalu kemudian terdapat campur tangan yang ajaib. Pada suhu tiga puluh dua derajat, ketika air membeku, air itu akan memuai, memuai dan memuai terus.

 

Mengapa? Demikianlah campur tangan Tuhan Allah sehingga dunia ini boleh menjadi ada. Karena apabila air menyusut dan menyusut, ketika Tuhan Allah membuatnya menjadi lebih dingin, kemudian air itu menjadi es, menyusut dan menyusut dan menjadi bertambah beratnya, lebih berat lagi, es itu akan terjatuh ke dasar lautan, dan lautan kita pada kedua kutub akan menjadi samudera es yang padat, dan aliran pemberi hidup yang besar yang memungkinkan hidup di planet ini akan menjadi mustahil.

 

Campur tangan, keajaiban Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Kita hidup di dalam sebuah dunia gaib. Ada hukum akan genetika. Ada hukum mengenai biologi, dan ilmu itu mengatakan bahwa setiap sel dari setiap spesies memiliki juimlah kromosom yang sama di dalamnya, dan di dalam proses mitosis, di dalam proses pembelahan diri sebuah sel, seluruh kromosom itu akan terbagi dua tepat ditengah-tengahnya. Maka terbentuklah dua sel yang baru. Jumlah kromosom di dalam sel yang satu adalah sama dengan jumlah kromosom di dalam sel yang lainnya.

 

Nah, jika saya katakan bahwa ada empat puluh delapan kromosom di dalam sel tubuh manusia, seseorang akan bangkit dan mendatangi saya serta berkata, “Pak Pendeta, itu tidak benar. Hanya ada empat puluh enam kromosom di dalam sel tubuh manusia.” Dan jika saya berkata bahwa ada empat puluh enam kromosom di dalam sel tubuh manusia, seseorang akan datang dan berkata “Pak Pendeta, sekarang itu tidak benar.  Yang ada adalah sebanyak empat puluh delapan.” Jadi, marilah kita sepakat banyaknya adalah empat puluh delapan kromosom.

 

Setiap sel di dalam tubuh saudara-saudara, masing-masing sel – dan ada triliunan sel di dalam tubuh saudara-saudara sekalian – masing-masing sel itu memiliki empat puluh delapan kromosom di dalamnya dan ketika sel-sel itu membelah diri mereka, seperti jika saudara-saudara mendapatkan luka di tangan saudara-saudara, atau tangan anda terpotong, dan dengan segera sel-sel itu mulai membangun kembali dan setiap sel itu akan membelah diri, supaya proses mitosis itu belanjut, dan mereka akan kembali memiliki kromosom sebanyak empat puluh delapan di dalam sel-sel tersebut.

 

Demikianlah, demikianlah, sampai campur tangan Allah yang ajaib sehingga ras manusia dapat berkelanjutan, dan Tuhan Allah mengantarainya. Di dalam setiap sel telur wanita terdapat dua puluh empat kromosom, yang terbagi dua, dan di dalam setiap sel sprema pria juga terdapat dua puluh empat kromosom, hanya separuh dari jumlah biasanya. Dan ketika sel-sel telur itu dibuahi oleh sel-sel sperma, maka jumlah kromosom iti akan kembali menjadi empat puluh delapan buah. Karakteristik dari ibu wanita dan bapa pria. Campur tangan yang ajaib daripada Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Kita hidup di dalam dunia yang penuh dengan keajaiban.

 

Sekarang, lihatlah pada dunia di bawah kita. Saya baru saja berbicara tentang dua contoh kecil dari miliaran contoh yang ada di sekeliling kita. Sekarang, marilah kita lihat pada dunia yang berada di bawah kita. Ini adalah hukum medis, hukum ilmu-ilmu tentang virus, ilmu-ilmu tentang bakteri – ini adalah hukum yang universal. Benda-benda yang sangat kecil itu memiliki suatu kecenderungan untuk menggandakan diri serta menyebar, dan beberapa dari antara mereka menjadi penyakit yang menular. Penyakit Tuberkulosis (TBC), difteri, demam kuning, tyfoid. Oh, benda-benda kecil yang mengerikan itu, mereka berkembang biak, mereka membelah diri, mereka menjalar dan mereka berada di mana-mana.

 

Saudara-saudara memilikinya di dalam tenggorokan saudara-saudara, dan pertahanan saudara-saudara akan sampai pada tingkatan yang tertentu sehingga saudara-saudara akan mendapatkan luka di tenggorokan saudara-saudara atau mendapatkan penyakit demam atau penyakit pneumonia dan hanya Tuhan yang mengetahui semuanya itu. Mereka selalu berada di dalam diri kita. Nah, benda-benda tua yang kecil itu memiliki kecenderungan untuk menggandakan diri. Baiklah. Izinkanlah saya menanyakan sebuah pertanyaan kepada saudara-saudara. Izinkanlah saya menanyakan sebuah pertanyaan kepada saudara-saudara. Ketika seekor hewan mati, bangkai itu akan dipenuhi oleh benda-benda itu. Bangkai itu dikuburkan di dalam bumi. Dan ketika seorang manusia meninggal, mayat manusia itu dipenuhi oleh benda-benda kecil itu; dia dikebumikan di dalam tanah. Kenapa tanah di bumi ini tidak dipadati dengan kuman-kuman kecil yang mengerikan itu: dengan spirillum, bacterium, dan virus-virus?

 

Selama jutaan tahun, bumi telah menerima tubuh-tubuh hewan-hewan dan manusia yang telah mati yang penuh dengan benda-benda itu. Mengapa bumi ini tidak dipenuhi dengan benda-benda itu? Ketika saudara-saudara berjalan di atas bumi ini, mengapa bumi ini tidak dipenuhi dengan kuman-kuman penyakit demam kuning? Dan kuman-kuman tifoid? Dan kuman-kuman penyakit polio? Dan kuman-kuman penyakit TBC? Saudara-saudara berkalan di atas mereka, mengapa tidak dipenuhi?

 

Karena Tuhan Allah melihat bahwa jika tidak ada yang dilakukan untuk memusnahkan virus-virus serta kuman-kuman penyakit itu, hidup akan menjadi mustahil di atas permukaan bumi ini; maka Tuhan Allah melakukan sesuatu. Dan apakah saudara-saudara tahu, Dia telah melakukannya sejak semula? Hanya saja, baru sekarang kita mengetahui hal itu semuanya. Tuhan Allah telah meletakkan sesuatu di sana di tengah-tengah bumi ini, sesuatu benda tua yang kecil yang anda sebut dengan penisilin. Ya. Penisilin.

 

Dan ketika tubuh-tubuh mati itu penuh dengan kuman-kuman penyakit, dikuburkan di dalam tanah di bumi ini, penisilin akan menyerang mereka, dan dengan segera kuman-kuman itu akan dihancurkan bumu ini dipenuhi dengan kebaikan serta kesehatan dan hidup dan seluruh kesuburan yang melahirkan kehidupan bagi tanam-tanaman serta memberi makan bagi kehidupan hewan. Demikianlah Tuhan Allah itu. Dia adalah Allah akan mujizat. Dan di manapun saudara-saudara berada, saudara-saudara akan melihat mujizatnya, itulah tanda pengenalan diri-Nya. Itulah kegaiban.

 

Sekarang, marilah kita lihat pada dunia di dalam diri kita. Kita telah melihat dunia yang ada di sekeliling kita. Kita telah melihat dunia yang ada di bawah kita. Marilah kita lihat dunia yang ada di dalam diri kita. Ada peraturan-peraturan tentang psikologi, khususnya sekolah-sekolah perilaku, psikologi perilaku. Dan tentu saja, sudah pasti ada hukum mengenai sosiologi, bahwa kita merupakan produk dari lingkungan sekitar kita. Dan demikian juga dengan para kriminolog serta sosiolog ini - Gordon Shanklan – maafkanlah setiap penjahat yang hidup atas dasar bahwa dia hanyalah produk dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Dia membenci ibunya atau dia membenci bapanya atau dia lahir di perumahan kumuh sana atau dia itu hidup miskin atauapapun juga.

 

Semoga Tuhan Allah menolong beberapa orang dari antara kita yang terlahir miskin dan jauh di belakang kemiskinan – karena seharusnya kita itu akan menjadi penjahat! Kita semua, seperti yang saudara-saudara ketahui, bertumbuh menjadi dewasa, tanpa kelebihan-kelebihan hidup. Maka saudara-saudara pergi ke pengadilan, dan saudara-saudara menjumpai hakim, dan saudara-saudara menelusuri buku-buku mengenai hukum, dan mereka memberikan maaf atas dasar bahwa mereka tidak bertanggung jawab. Kepada mereka tidak pernah diberikan pilihan. Mereka bertumbuh di dalam lingkungan-lingkungan tertentu, dan oleh sebab itu mereka menjadi pembunuh, dan pemerkosa, dan penyamun, dan perampok serta orang-orang yang kejam. Baiklah, itulah yang telah dikatakan oleh para psikolog dan itulah yang dikatakan oleh para sosiolog. 

 

Akan tetapi, apakah Tuhan Allah mengatakan hal itu? Apakah Tuhan Allah mengatakannya? Ah, manusia itu adalah penjahat dan pemerkosa dan teroris dan perampok serta penyamun dan menjadi manusia yang berbahaya karena pilihan yang ada di dalam hati mereka. Mereka telah menjatuhkan pilihan untuk menjadi sepertii itu. Itu merupakan pilihan mereka sendiri. Dan orang yang sama dapat memilih karena keajaiban Tuhan Allah untuk menjadi dilahirkan kembali secara kudus, murid-murid Tuhan Yesus yang beriman. Itulah Tuhan Allah.

  

Saya telah membaptis ke dalam persekutuan dari gereja kita, seorang penjahat yang terkenal.  I baptized into the fellowship of our church a famous criminal.  Kira-kira terjadinya seperti ini: Ny. Hattie Rankin Moore yang mendengarkan khotbah pendeta melalui siaran radio ketika dia sedang sakit, mendatangi saya setelah dia sembuh bersama-sama dengan kakaknya yang selama ini merawat dia, karena Ny. Hattie Rankin Moore sudah dapat bekerja dengan baik dan telah meninggalkan tanah perkebunannya kepada gereja kita. Karena sudah dapat bekerja dengan baik dan kakaknya menjadi perawat, kakanya itu merawat Ny. Moore dan mereka berdua datang, dan saya membaptis mereka untuk masuk ke dalam persekutuan gereja, persekutuan gereja kita ini. 

 

Ny. Moore secara mendalam merasa tertarik dengan West Dallas, dan di West Dallas sana, pada hari-hari Bonnie Parker dan Clyde [Barrow], ada satu keluarga yang bergabung dengan mereka yang bernama Hamilton. Dan Raymond Hamilton, dengan kedua penjahat itu - Raymond Hamilton ditangkap dan telah didakwa serta di eksekusi di atas kursi listrik di Penjara Huntsville, Texas. Raymond Hamilton memiliki seorang saudara laki-laki yang bernama Floyd Hamilton, dan Floyd Hamilton telah dihukum seumur hidup di dalam penjara Alcatraz, penjara federal yang terkenal di teluk San Francisco. 

 

Hattie Rankin Moore telahmemberikan hidupnya kepada suatu tugas pelayanan kepada orang-orang yangada di West Dallas, dan dia duduk sepanjang malam di samping ibunya, Ny. Hamilton, ketika Raymond, puteranya itu, di eksekusi di atas kursi listrik di penjara Huntsville, Texas.

 

Pada suatu hari, Hattie Rankin Moore datang kepada saya dan berkata, “Saya telah berhubungan dengan Floyd Hamilton. Selama ini saya telah berkirim surat kepadanya dan dia telah mengirimkan saya surat-suratnya. Saya sudah berhubungan dengannya, saling berkirim surat dengan Floyd Hamilton di Alcatraz.”

 

Dan wanita itu berkata lagi, “Saya mendengar bahwa anda akan pergi ke kota San Francisco untuk menyampaikan pesan penutup pada Konvensi Gereja Baptis wilayah Selatan di kota di mana jembatan Golden Gate itu berada.”

 

Dan wanita itu kemudian berkata lagi, “Demi kebaikan saya, dan demi Tuhan Allah, dan demi kebaikan Floyd, maukah anda menjenguknya di dalam penjara Alcatraz?”

 

Saya berkata, “Ny. Moore, saya akan mengunjungi dia.” Dan ketika saya melawat ke kota San Francisco, saya menelepon sipir penjara itu dan dia berkata, “Dengan senang hati kami akan menerima anda.”

 

Maka saya melakukan perjalanan saya menyeberangi teluk itu, menyeberangi laut, menuju batu karang itu. Dan kemudian, setelah saya diperiksa secara menyeluruh dan dilihat melalui sebuah mesin sinar-X, mengapa, saya masuk melewati sebuah pintu yang terbuat dari baja, dan kemudian sebuah pintu baja lagi, dan sebuah pintu baja lagi, dan akhirnya saya dikunci ke dalam sebuah ruangan kecil yang juga terbuat dari baja dengan seorang pria yang untuk pertama kalinya saya lihat, Floyd Hamilton.

 

Saya berbicara dengan pemuda itu selama lebih dari satu jam dan ketika saya selesai berbimcang-bincang dengan dia, kami berlutut dan memanjatkan doa bersama-sama dan dia mengulurkan tangannya kepada saya seraya berkata, “Hal pertama yang akan saya lakukan jika Tuhan Allah akan membebaskan saya dari penjara ini, hal yang pertama yang saya lakukan adalah menuju lorong yang ada di dalam gereja anda dan secara terbuka kepada umum saya akan memberiksan kesaksian akan iman kepercayaan saya di dalam Tuhan Yesus, dan saya akan dibaptis atas kesaksian iman tersebut.”

 

Ketika tahun-tahun sudah berlalu, akhirnya dia diampuni, telah diselamatkan dan telah menjadi seorang narapidana teladan, dan ketika dia telah mendapatkan pengampunan dan kembali ke kota Dallas, dia datang dan menuju ke lorong itu dan saya membaptis dia di tempat permandian ini. Dan sejak hari itu sampai dengan sekarang ini, Floyd Hamilton telah melawat dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu kota menuju kota yang lain, dan dari gereja yang satu menuju ke gereja yang lain, memberikan kesaksian terhadap kasih karunia Tuhan Allah yang menyeleamatkan serta memberikan pengampunan di dalam hidupnya.

 

Kita hidup di dalam sebuah dunia keajaiban, seluruhnya yang ada di sekitar kita, yang ada di dalam diri kita, dan yang ada di atas kita. Ada Tuhan Allah Yang Mahakuasa nun jauh di langit sana duduk di sebuah tahta di sorga dan Dia menggenggam nasib dari seluruh bangsa-bangsa di dalam tangan-Nya.

 

Lihatlah, ada sebuah peraturan sejarah dan akan menjadi semakin dan semakin dekat untuk melihatnya berulang. Ada peraturan tentang sejarah. Bangsa-bangsa mengelilingi sebuah siklus. Mereka mulai bekerja dan bekerja, dan mereka bertekun dan bertekun, dan mereka telah berjanji, dan mereka saling mendukung diri mereka sendiri, dan mereka bekerja, dan mereka bergumul, dan Tuhan Allah memberkati mereka. Ini adalah suatu peraturan sejarah yang agung. Kemudian mereka menjadi berkelimpahan serta melupakan Pencipta Yang agung yang telah memberkati mereka mereka. Kemudian mereka menjadi pion-pion bangsa, dan mereka menjadi parasit dari sebuah program kesejahteraan.

 

Kemudian mereka menjadi hancur secara moral dan dari dalam diri merka sendiri, dan akhirnya kembali kepada masa perbudakan serta perpecahan. Nah, demikianlah peraturan sejarah, dan saudara-saudara dapat melihatnya pada setiap bangsa di bawah sinar matahari dan saudara-saudara mulai melihatnya, perpecahan dari bangsa Amerika, menjadi rusak di bagian dalamnya, tidak bermoral, berpaling dari komitmen mereka yang telah didirikan di masa leluhur kita, dan terlebih lagi dengan tangan-tangan kita, bergantung pada pemberian, program kesejahteraan dari negara bagian kita. 

Baiklah, pada akhirnya, kebiasaan sejarah berkata, ke dalam perpecahan, ke dalam perpecahan yang mutlak, kesalanalh perginya bangsa Asyur itu, kesanalah perginya orang-orang Babel itu, ke sanalah perginya kerajaan-kerajaan diunia di zaman dahulu itu. Demikianlah kebiasaan sejarah.

 

Kemudian keajaiban campur tangan dari Tuhan Allah. Di dalam pasal yang ke tiga puluh tujuh dari kitab Yehezkiel, Yehezkiel berdiri di puncak sebuah lembah yang besar yang dipenuhi dengan tulang-belulang, dan lembah itu sangat kering, sebuah lembah akan kerangka manusia yang sudah mati.

 

Dan Tuhan Allah berkata kepadanya, “Yehezkiel, dapatkah tulang-belulang ini hidup?” Dan Yehezkiel menjawab, “Saya tidak dapat mempercayainya.”  Dan Tuhan Allah berkata, “Beritakanlah kepada mereka, bernubuatlah kepada mereka, beritakanlah kepada mereka.” Dan Yehezkiel berkata, “Memberitakan kepada sebuah lembah yang penuh dengan tulang belulang yang sudah kering?” “Ya,” kata Tuhan Allah. “Beritakanlah kepada mereka.”  Yehezkiel meninggikan suaranya dan memberitakan.

 

Dan kemudian Tuhan Allah berkata, “Dan perintahlah angin, ruach, Roh Allah, untuk berdiam di dalamnya.” Dan mereka berdiri, satu bangsa yang besar, sekelompok orang yang berjumlah besar di hadapan nabi Yehezkiel.

 

Dan Tuhan berkata kepadanya, “Yehezkiel, itu adalah bangsa-Ku, Israel.”

 

Seperti yang telah difirmankan oleh Tuhan Allah kepada nabi Yeremia, “Selama masih ada matahari yang bersinar di siang hari dan bulan yang bersinar di malam hari, demikianlah bangsa Israel akan terus sebagai sebuah bangsa di hadapan-Ku.”

 

Dan dari kubur bangsa-bangsa di dunia ini, Israel tetap hidup, dan sudah hidup  selama beribu-ribu tahun, dan akan seperti itu sampai dengan kesudahan zaman. Demikianlah campur tangan dari Tuhan Allah Yang Mahakuasa.

 

Dan yang lainnya lagi dengan kita, “Di atas batu karang ini, di atas batu karang ini, Aku akan mendirikan gereja-Ku dan pintu-pintu neraka tidak akan katischuo – tidak akan berkuasa menahannya.”

 

Setiap hubungan yang lainnya yang telah kita lakukan di dalam hidup – setiap hubungan – akan dicerai-beraikan dalam kematian kecuali hubungan yang kita miliki di dalam Yesus Kristus. Dan datang dari dalam tanah, Dia akan membangkitkan kita kepada kemuliaan yang kekal, demikianlah kekuasaan Tuhan Allah Yang Mahakuasa.

 

Waktu saya sudah lama habis. Saya harus mengakhirinya. Kita hidup di dalam sebuah dunia yang penuh dengan keajaiban. Kita tinggal di dalam dunia yang penuh dengan hal-hal yang gaib, dan dalam perpustakaan Tuhan Allah semua kitab yang telah dituliskan, ditandai oleh tanda pengenal yang luar biasa, yang ajaib, yang gaib. Apakah itu matahari yang bersinar di langit, atau apakah itu Anak, yang memberikan terangnya di dalam kitab itu, terang itu adalah hidup dari jiwa kita serta pengharapan dunia.

 

Maka ketika saya mengambil Alkitab dan membaca dari kitab Yesaya di mana Tuhan Allah memanggil namanya dua ratus tahun sebelum dia dilahirkan, mengapa Tuhan, itu hanyalah perbuatan kecil untuk Engkau lakukan. Sangatlah kecil sehingga Tuhan Allah harus menyebutkan namanya sebelum dia dilahirkan. Karena Tuhan Allah bergerak di dalam kasih karunia yang ajaib serta kuasa gaib yang luar biasa dahsyat di tengah-tengah kita, di dalam diri kita, di atas diri kita, setiap hari dalam hidup kita.

 

Oh, betapa berharganya serta betapa indahnya berjalan di dalam terang Tuhan! Berkat Allah memperkaya kita, memberkati kita di dalam setiap langkah dari perjalanan kita.