DOKTRIN TENTANG MALAIKAT: JATUHNYA LUSIFER
(ANGELOLOGY: THE FALL OF LUCIFER)
Dr. W. A. Criswell
10-16-83
Yesaya 14:12-15
Apakah yang di
sebelah sini adalah suara Sopran dan suara Alto yang di sebalah
Dia sedang mencoba untuk membodoh-bodohi kita, dia sedang mencoba untuk
mengecoh kita. Saya lebih suka meletakkan mereka-mereka yang bersuara sopran
itu di mana saja karena suara mereka begitu indah dan penuh dengan keagungan.
Saya sangat suka mendengar anda sekalian menghentak sebuah nada yang tinggi,
dengan suara yang melengking dari kunci G, begitu melengking. Oh, sunggung menyenangkan rasanya berada di
samping saudara-saudara sekalian.
Dan
tidak kurang sukacitanya dan kegembiraan bagi kami untuk menyambut begitu
banyak jemaat yang ikut serta berbagi bersama-sama dengan kami melalui siaran
radio dan televisi. Ini adalah Pendeta dari Gereja Baptis Pertama di kota
Dallas yang menyampaikan warta yang kedua di dalam rangkaian tujuh khotbah
mengenai ilmu tentang malaikat. Mengenai malaikat.
Adalah
sebuah bagian di dalam rangkaian selama tiga tahun mengenai doktrin-doktrin
agung dari Alkitab. Dan judul dari khotbah untuk pagi hari ini adalah: JATUHNYA
LUSIFER. Saya tidak tahu bahwa saya pernah memberitahukan
garis besar dari sebuah khotbah sebelumsaya menyampaikan khotbah itu.
Saya
telah selalu melihat kepada garis besar sebagai tulangnya, sebagai kerangkanya,
dan anda menyembunyikannya di bawah daging dan di bawah urat dan di bawah
kulit. Jadi tidak khusus dinampakkan.
Akan
tetapi pagi hari ini, supaya kita dapat mengikuti pesannya secara seksama,
garis besarnya adalah demikian: Yang pertama, kita akan membuat sebuah
rangkuman penelitian tentang kehidupan Iblis atau Lusifer. Pertama-tama kita
akan melakukannya di sorga, lalu yang kedua kita akan melakukannya di bumi, dan
yang ketiga pada akhir zaman.
Lalu
kemudian, bagian yang kedua dari khotbah tersebut. Dari banyaknya perkara yang
dapat kita pilih di dalam kehidupan Lusifer, kita mendapatkan kesempatan untuk
memilih dua dari antaranya. Kita akan membicarakan dia sebagai seorang malaikat
terang. Ingat, ambisinya dinyatakan di dalam Alkitab bukanlah menjadi Iblis,
akan tetapi menjadi seperti Allah, begitu cemerlang dan Mahakuasa.
Yang
pertama, kita akan melihatnya sebagai seorang malaikat terang. Demikianlah rasul
Paulus memanggilnya di dalam kitab 2 Korintus 11:14 dan kemudian yang kedua,
kita akan melihat kedahsyatan kejatuhannya.
Sekarang,
sebagai sebual nas latar belakang, Tuhan kita berfirman di dalam kitab Lukas
10:18: “Aku melihat Iblis seperti kilat, jatuh dari langit. Aku melihat Iblis
seperti kilat, jatuh dari langit.”
Nah, mari kita mulai. Sebuah survey, sebuah survey rangkuman kehidupan Lusifer. Pada permulaan waktu tidak terbatas yang tidak ketahui, sebelum waktu diciptakan, sebelum dunia dan alam semesta diciptakan, sejauh yang kita ketahui, tindakan Tuhan Allah yang pertama dinyatakan adalah penciptaan malaikat yang berjumlah sangat banyak.
Ketika saudara-saudara membaca ungkapan itu di dalam Alkitab, Tuhan semesta alam, kalimat itu mengacu kepada semesta langit. Tuhan sebaoth, Tuhan semesta alam, kumpulan malaikat sorgawi. Tindakan Tuhan Allah yang pertama dinyatakan adalah penciptaan kumpulan malaikat sorgawi.
Jumlah mereka tidak dapat dihitung banyaknya, jumlahnya sangat banyak, tidak terhitung. Di dalam kitab Wahyu, orang-orang Yunani menyebut mereka dengan beribu-ribu diatas beribu-ribu di atas beribu-ribu banyaknya. Selaksa di kali selaksa dari beribu-ribu ribuan, demikianlah diterjemahkan ke dalam Alkitab versi King James. Kumpulan malaikat sorgawi yang berjumlah sangat banyak.
Dan mereka telah diciptakan sebelum alam semesta ini. Sebelum zat dan waktu diciptakan. Di dalam kitab Ayub dari ayatnya yang ke 38, telah diberitahukan kepada kita mengenai kumpulan malaikat-malaikat, semua anak Allah, malaikat-malaikat kemuliaan yang memandang pada penciptaan yang luar biasa dari alam semesta kita dengan sukacita dan kekaguman serta rasa takjub dan kebahagiaan.
Mereka menyaksikan Tuhan Allah di dalam penciptaan bintang-bintang, planet-planet, alam-alam semesta, galaksi-galaksi dan bumi ini.
Di dalam penciptaan kumpulan malaikat-malaikat surgawi itu, Tuhan Allah juga menciptakan sosok malaikat yang paling sempurna dan yang paling indah dan paling agung dari seluruh sosok malaikat yang telah diciptakan-Nya.
Tuhan Allah menciptakan Lusifer dan Tuhan Allah sendiri yang menjadikannya sebagai Putra Fajar, Lusifer, si pembawa terang untuk menjadi pemimpin dari para malaikat di sorga serta penjaga takhta Tuhan Allah.
Tuhan Allah menjadikan dia di atas segala ciptaan Tuhan Allah yang lain ddi sorga dan di bumi yang telah diciptakan-Nya. Di dalam kitab Yehezkiel pasal yang ke 28 dia itu digambarkan: “Engkau menjadi sobong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu.”
“Kuberikan tempatmu – di dalam bahasa Ibrani, kalimat itu artinya Mesias – “Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga – kerub yang dilindungi, digunungkudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
Dia pastilah makhluk yang diciptakan
dengan begitu cemerlang dan indah. Berlian dan dan batu-batu ruby dan batu jade
serta permata menghiasi jalanan yang dijalaninya. “Engkau tak bercela di dalam
tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu.”
Lusifer
ini begitu memikat dan begitu cantik sampai dia mampu membawa pergi tangan Tuhan
sepertiga dari seluruh malaikat yang begitu banyak jumlahnya itu. Dan kita
telah membaca kejatuhannya di dalam kedua tempat ini.
Yang
pertama, di dalam pasal yang ke 28 dari kitab Yehezkiel: “Engkau tak bercela di
dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai – dan kata ‘sampai’ itu
adalah titik krisis dari seluruh alam semesta Tuhan Allah – sampai terdapat
kecurangan padamu.” “Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan
demi semarakmu.”
Dan
pasal yang ke empat belas dari kitab Yesaya
menggambarkan semuanya. Kitab Yesaya
14, ayat 12: “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putra
Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan
bangsa-bangsa! Engkau yang tadinya berkata di dalam hatimu” – dan inilah kelima
“aku hendak” itu:
Aku hendak naik ke langit.
Aku hendak medirikan takhtaku mentasai bintang-bintang Allah
Aku hendak duduk di atas bukit pertemuan.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan.
Aku hendak menyamai Yang
Mahatinggi, Tuhan Allah Yang Mahakuasa sendiri,
Sebaliknya, ke dalam dunia orang
mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Kecantikan serta kemuliaan dan semarak serta kecemerlangan Lusifer membawa
kesombongan ke dalam hatinya dan dia mengirikan Tuhan Allah sendiri.
Dan saya ulangi, begitu memikat serta mendatangkan dan menarik, demikianlah
sosok dari Lusifer ini, sehingga dia mampu, sesuai dengan yang dikatakan di
dalam pasal yang ke 12 dari kitab Wahyu, untuk membawa bersama-sama dengan dia,
untuk menarik mengikuti dia sebagai pemimpin barisan, sebanyak sepertiga dari
para malaikat kemuliaan itu.
Lusifer dan seluruh kumpulan
malaikat diciptakan sama seperti kita. Dengan pilihan, kemampuan untuk memilih,
untuk berkehendak, untuk memiliki kemauan. Tuhan Allah tidak pernah menciptakan
mereka seperti robot. Dia tidak menciptakan kita seperti sebuah robot. Dan Dia
juga Tuhan Allah tidak menciptakan mereka secara tidak langsung. Sebuah gunung
tidak dapat membalas berbicara kepada Tuhan Allah. Satu samudera atau satu
bintang atau sebuah planet tidak dapat memikirkan pemikiran-pemikiran Tuhan
sama perti Dia.
Tuhan
Allah menciptakan para malaikat surgawi dengan kepribadian dan dengan pilihan
dan Lusifer ini mampu membawa sepertiga dari seluruh malaikat keluar dari
kehormatan serta pemujaan terhadap Tuhan Allah. Malaikat-malaikat itu memilih
Lusifer.
Seperti
Absalom mencuri hati orang-orang Israel dari raja Daud, Lusifer mencuri hati
sepertiga malaikat-malaikat surgawi dari Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Dan sejak
itu dia menjadi kita kenal sebagai Iblis, musuh itu. Dia menjadi kita kenal
sebagai Diabolos, Setan, penghasut, pengumpat.
Sekarang, di dalam kejatuhan itu juga terjadi tragedi itu, trauma yang kita
lihat di dalam alam semesta milik saudara-saudara. Mereka melihat kepada hasil
pekerjaan Tuhan Allah yang sempurna. Apapun juga yang akan dilakukan Tuhan akan
dilakukan ketidaksempurnaan.
Dan para
malaikat itu melihat melihat kepada ciptaan Tuhan Allah, melihat kepada bumi
ini, melihat kepada tatasurya kita, seluruh alam semesta dari galaksi-galaksi
yang berbintang di atas sana dan di belakang kita, para malaikat itu melihat
kepada hasil ciptaan itu dengan sukacita dan keterkaguman yang luar biasa; akan
tetapi ketika Iblis jatuh dan membawa dosa ke dalam dunia Tuhan, dunia itu juga
mengalami kejatuhan.
Dalam
kitab Kejadian, dari pasalnya yang pertama ayat yang pertama dikatakan bahwa
Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi. Semuanya begitu sempurna dan indah dan
para malaikat melihat kepadanya dengan sukacita serta kekaguman.
Kitab
Kejadian dari pasalnya yang pertama ayat yang kedua dikatakan: “Bumi belum
berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya. Itu adalah hasil dari masuknya dosa
ke dalam alam semesta ini.
Iti adalah hasil dari jatuhnya Iblis. Dan di manapun dosa masuk ke dalam tempat
mana saja, di mana saja di dalam hasil ciptaan, dosa itu akan membawa serta
kekacauan dan gelap gulita serta kekosongan.
Jadi, alam semesta turut
jatuh di dalam kejatuhan Iblis.
Sekarang
yang kedua, ringkasan kehidupan Iblis di dunia ini. Ketika Tuhan Allah melihat
pada hasil ciptaan-Nya yang turut mengalami kejatuhan, bintang-bintang hangus
terbakar, semua kekurangan dan kematian serta kegelapan dan kehampaan dari
keseluruhan ciptaan Tuhan Allah, ketika Tuhan melihat pada kekosongan dan
kekegelapan itu, Dia memilih satu planet yang dinamakan dengan bumi, untuk
diperbaharui kembali, untuk dimudakan kembali, untuk dibuat sekali lagi, untuk
dibangun kembali.
Dan
Tuhan melakukan semuanya itu dalam waktu enam hari. Dia menciptakan kembali
bumi yang sudah jatuh itu. Dan Tuhan membuatnya begitu indah, dan sempurna, dan
Dia menyebutnya dengan Taman Eden. Dan di dalam taman itu, Dia menetapkan
manusia yang telah diciptakan-Nya dan menemukan bahwa manusia itu hidup
sendirian, maka untuk manusia itu dibuatkan-Nya seorang penolong dan membawa
wanita itu kepadanya.
Dan
kepada mereka diberikan kekuasaan akan bumi itu. Bumi itu adalah milinya, milik
Adam. Dan Allah berfirman kepada Adam: Berkuasalah diatasnya. Dan ketika
kepadanya diberikan Hawa, Dia berkata: “Dan penuhilah seluruh permukaan bumi
ini.” Semuanya itu adalah milikmu. Bukti kepemilikan itu dituliskan atas
namamu. Bumi itu menjadi kepunyaanmu.
Di
sebelah luar Taman Eden, berbaringlah Iblis yang seram, jahat, licik, si ular
itu. Dan dia duduk di sana, dia berjalan di sana, dia berbaring di sana dengan
perasaan dendam. Ini semua adalah ciptaan-Nya. Seluruh hasil penciptaan itu
telah diberikan ke dalam tangannya.
Dan
ketika dia mendengar suara Tuhan mengatakan: “Bumi ini adalah milikmu, bukti
kepemilikan itu dituliskan atas namamu, di dalam kecemburuannya yang bengis dan
penuh dengan dendam, Iblis memandang dan dia melihat sesuatu: Adam begitu
mencintai Hawa. Dan di dalam hatinya Iblis berkata: “Seandainya saja aku bisa
mendapatkan wanita itu, maka aku pasti akan mendapatkan pria itu.”
Apa yang
menjadi kebenaran akan selamanya menjadi kebenaran. Saya bahkan tidak mencoba
untuk menjangkau seorang pria jika saya tidak dapat menjangkau istrinya. Tidak
perlu dicoba. Jika saudara-saudara sekalian memenangkan pria itu, keesokan pagi
harinya, wanita itu akan mengembalikannya seperti semula.
“Saya akan mendapatkan wanita itu,” demikian kata Iblis, “dan ketika aku sudah mendapatkan wanita itu, aku akan mendapatkan pria itu.” Dengan secara sederhana, Alkitab mengatakan bahwa Iblis telah menipu Hawa. Dia tidak menipu Adam. Adam memilih untuk mati bersama-sama dengan Hawa daripada mati tanpa wanita itu. “Aku bisa mendapatkan wanita itu, aku akan mendapatkan pria itu.” Dan dia melakukannya.
Dia datang ke hadapan wanita itu di dalam perwujudan dari hewan yang paling cantik dari seluruh hewan ciptaan. Ular yang saudara-saudara lihat itu begitu ramping, bergerak dengan menggeser perutnya, dia telah dikutuk. Akan tetapi pada permulaannya, dia itu begitu cantiknya dan begitu halusnya dan dia dapat berbicara.
Dan dia berkata kepada wanita itu: “Lihatlah, kamu akan seperti Tuhan Allah itu sendiri apabila kamu mau makan dari pohon yang terlarang ini.”
Bukankah kalimat itu rasanya cukup akrab bagi saudara-saudara sekalian? Bukankah keinginan itu yang ada di dalam hati Iblis itu sendiri? Aku hendak menjadi seperti Tuhan Allah. Dan wanita itu mendengarkan kepada suara ular yang begitu halus itu, dan wanita itu terjatuh. Dan Adam terjatuh. Dan di sanalah bukti kepemilikan itu direnggut secara paksa dari kewenangan tangan-tangan Adam dan dirampas oleh Iblis sendiri. Dialah sekarang yang menguasai bukti kepemilikan dari bumi ini. Sekarang bukti itu menjadi miliknya. Dia merampasnya dari kejatuhan dan dari dosa dan dari pembelotan Hawa dan Adam.
Bagaimana anda boleh mengetahui ini semuanya, pak Pendeta? Sangat sederhana. Di dalam pencobaan yang dijelaskan dari dalam kitab Lukas pasalnya yang ke empat, Iblis berkata kepada Tuhan Yesus: “Segala kemuliaan dari semua kerajaan dunia, aku akan berikan kepada-Mu jika Engkau mau menjatuhkan dirimu dan menyembah kepadaku sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kuhendaki.” Semuanya itu telah diserahkan kepadaku. Semuanya itu telah diserahkan kepada Iblis.
Dan di dalam kitab Yohannes 12 dan di dalam kitab Yohannes 14 serta di dalam
kitab Yohannes 16, Tuhan kita mengatakan: Iblis adalah penguasan dari bumi ini.
Dan di dalam
Dan oleh sebab itu kisah Iblisadalah kisah akan Alkitab. Dia mendengarkan Tuhan Allah ketika Tuhan berfirman: “Keturunan dari perempuan akan meremukkan kepalanya. Keturunan dari seorang perempuan.
Dan sejak saat itu, selama beribu-ribu tahun Iblis sudah mencoba untuk menghancurkan keturunan dari seorang perempuan. Dia melakukan hal itu yang dipikirnya merupakan suatu kejayaan di dalam diri Kain ketika Kain membunuh Abel.
Lalu kemudian dia pikir bahwa dia sudah melakukannya di dalam peradaban kuno ketika seluruh dunia jatuh ke dalam dosa dan adanya air bah, akan tetapi Nuh menemukan kasih karunia di ahadapn Tuhan Allah.
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya di zaman penyembahan terhadap berhala ketika bumi ini dipenuhi dengan patung-patung berhala akan tetapi Allah berfirman kepada Abraham: “Memberkati engkau, Aku akan memberkati dunia ini.”
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya di dalam kemandulan Sata, akan tetapi kepadanya telah dianugerahkan Tuhan seorang anak, seorang putra ketika Sara sudah berusia sembilan puluh tahun.
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya di dalam pemurtadan yang besar, akan tetapi Tuhan Allah memanggil seluruh orang itu melalui nabi Elia.
Dan dia pikir bahwa dia telah menghancurkan keturunan seorang perempuan ketika Athalya, putri Ahab dan Yezebel membinasakan seluruh keturunan Daud. Akan tetapi Yoiada, Imam besar itu menculik Yoas kecil, bayi itu dan menyembunyikannya di dalam Bait Suci selama tujuh tahun lamanya.
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya di dalam pembuangan bangsa Asyur
serta di dalam pembuangan ke
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya di dalam pencobaan itu, akan tetapi orang Tuhan mampu bertahan di jalanan dan di dalam rayuan serta pikatan dari Iblis sendiri.
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya ketika orang-orang dari Nazaret membawa Yesus untuk menjatuhkan-Nya.
Dan dia pikir bahwa dia telah melakukannya ketika orang-orang Farisi membawa batu untuk menghancurkan Yesus, untuk melempari-Nya sampai mati.
Dan akhirnya, dia melakukannya di suatu tempat yang dinamakan bukit Kalpari, mereka
memakukan keturunan wanita ke kayu salib dan Iblis menyaksikan Dia meninggal.
Dengan kegembiraan apa dan dengan kemenangan serta kemberiaan yang tidak
terperikan yang bagaimana Iblis bersuka ria terhadap kematian anak Allah.
Akan tetapi ada sebuah rahasia yang disembunyikan di dalam hati Yang Mahakuasa. Dari kematian Kristus, darah-Nya beserta dengan penderitaan-Nya serta dari kebangkitan dari Anak manusia yang penuh dengan kemenangan yang gemilang, sebuah rahasia yang disimpan Tuhan Allah di dalam benak-Nya serta tujuan dan rancangan akan zaman kasih karunia ini.
Nabi-nabi itu tidak pernah melihatnya. Perjanjian Lama tidak pernah menulis tentangnya. Iblis tidak pernah memimpikan bahwa datang dari darah dan penderitaan serta kematian dan jalan Tuhan kita, akan ada Injil akan kasih karunia dari Anak Allah yang membasuh seluruh dosa-dosa kita. Dan membuat kita menjadi anggota keluarga Tuhan yang telah ditebus, zaman kasih karunia ini.
Dan di sanalah dan sesudah itu terdapat kisah penganiayan terhadap bangsa Tuhan. Dan naga itu menjadi gusar dan pergi untuk menyulut peperangan dengan keturunan wanita itu yang menjaga perintah-perintah Allah dan memiliki kesaksian dari Yesus Kristus.
Dengarkanlah. Sekarang yang ketiga.
Akhir zaman. Penghakiman yang terakhir. Di dalam kitab Wahyu pasalnya yang ke
12 dikatakan bahwa, Lusifer dilemparkan keluar dari sorga, dan dia turun ke
bumi ini dan terjadi kesesakan besar itu. Dan semuanya itu berakhir di dalam
perang Armageddon.
Dan di
akhir perang Armageddon itu, malaikat besar yang kuat itu turun ke bawah dan
menetapkan sebuah materai kepada Iblis di dalam sebuah lubang yang tidak
berdasar. Dan setelah seribu tahun lamanya, kekalahannya hanya untuk semusim
saja.
Lalu kemudian dia bangkit di dalam perlawanan dan
pertentangan yang terakhir kepada Allah Yang Mahakuasa dan sekali ini, dia
dilemparkan ke dalam lautan api untuk selama-lamanya.
Demikianlah
ringkasan itu, pengamatan akan kehidupan Iblis.
Sekarang,
dari dirinya kita dapat memetik dua hal. Dia digambarkan di dalam 2 Korintus
11:14 sebagai seorang Malaikat Kilat. Ketika Tuhan Allah menciptakan dia, Dia
memberikan nama kepadanya sebagai Pembawa Terang, putra Fajar, Lusifer.
Salah
satu hal yang paling menakjubkan dari semua perkembangan di dalam kekristenan
serta di dalam sejarah umat manusia adalah demikian: Dia disajikan ke dunia ini
di dalam karikatur orang bodoh menggelikan yang fantastis. Dia memiliki
tanduk-tanduk. Dia memiliki ekor yang menyerupai garpu.Dia memiliki trtombak
trisula. Dia mengenakan pakaian berwarna merah dan dia menyalakan api dari
batubara dan api dari neraka dan kutukan.
Belum
ada seorangpun yang seperti itu di dalam neraka, yang pertama berada di sana
adalah nabi palsu itu – yang pertama di sana adalah binatang buas itu, yang
kedua di sana adalah nabi palsu itu dan yang ketiga berada di sana adalah Iblis
dan yang keempat di sana adalah orang-orang yang mengikuti dia.
Pikirkanlah
tentang Iblis sebagai suatu sosok di dalam neraka serta menyalakan api kutukan
adalah seluruh bendas-benda asing terhadap penyingkapan Tuhan Allah serta
kebenaran akan pengalaman manusia. Tidak ada jalannya Iblis sebagai figur
fantastis yang menggelikan. Dia itu adalah ciptaan yang paling cemerlang oleh
Tuhan Allah Yang Mahakuasa. Dia itu adalah Lusifer, putra Fajar. Dan rasul
Paulus menyebutkan dia sebagaimana yang telah saya katakan, sebagai malaikat
kilat.
Lihatlah
pada orang ini, hasil penciptaan ini, Lusifer ini di dalam dirinya serta di
dalam keberadaannya yang berani menentang serta menandingi Tuhan Allah Yang
Mahakuasa itu sendiri. Dan bukan hanya itu saja, tetapi ambisinya bukan hanya
untuk menjadi seorang setan saja akan tetapi untuk menjadi sama seperti Tuhan
juga.
Dia itu cemerlang. Dia itu bersinar.
Dia adalah malaikat kilat. Saudara-saudara melihatnya dei dalam seluruh
pekerjaan luar dari perbuatan-perbuatan Iblis. Pengalaman kita bersamanya di dalam dunia ini.
Seorang Malaikat Kilat. Dia menyukai keunggulan dan penaklukan dan kemajuan
serta keberhasilan. Hanya tidak mengikut sertakan Allah di dalamnya.
Dia
menyukai kemajuan dan perbaikan sosial, pemerintahan yang baik, hanya tidak
mengikut sertakan Allah di dalamnya. Dan dia adalah pola dari kesenian
sertakebudayaan dan kesusasteraan dan ilmu pengetahuan serta mas media, hanya
saja tidak mengikut sertakan Allah di dalamnya.
Dia
adalah Malaikat Terang. Lusifer, putra Fajar, begitu cemerlang. He memimpin
atas sistem pendidikan dunia ini. Dia merasa senang melihat para profesor yang
berpendidikan itu ketika dia memberikan ceramah tentang kemampuan manusia untuk
menyelamatkan dirinya sendiri, penyelamatan diri. Dia memiliki semua jawaban
untuk semua masalah yang ada. Dia merasa gembira memberikan ceramah di
ruangan-ruangan kelas akademis, hanya saja tidak mengikut sertakan Tuhan Allah
di dalamnya. Saudara-saudara sekalian menyebutnya dengan perikemanusiaan.
Saya
dapat mendengarkan Iblis ketika dia berdiri di dalam kelas di
universitas-universitas dari dunia ini serta di dalam sekolah-sekolah menengah
di dunia ini dan dia berceramah tentang evolusi. Tidak ada sebuah hipotesapun
yang tidak masuk akal dan tidak terpikirkan dan tidak dapat diujikan di dalam
imajinasi manusia seperti yang disebut dengan evolusi itu. Bahwa sesuatu datang
dari tidak ada.
Akan
tetapi dia adalah malaikat terang yang cemerlang. Dan dia dapat berdiri di
dalam perwujudan seorang pemuda atau seorang pemudi dan memberikan ceramah
mengenai imaginasi hipotesa yang mustahil yang pernah mendatangi pemikiran
manusia dan melakukannya dengan sangat baik, dengan sangat indah.
Apa yang
harus saudara-saudara lakukan di sana berada di sisi ini – di sisi bagian
timur Australia adalah sebuah penghalang besar yaitu sebuah bukit karang yang
panjangnya seribuan mil. Entah mereka benar atau tidak, keta mereka diperlukan
50 miliar tahun untuk membangun ini.
Saudara-saudara
boleh turun ke bawah, ke bagian dasar benda itu dan melihat pada
binatang-binatang karang kecil yang menjadi fosil yang membangun benda itu
dulu, lima puluh miliar tahun yang lalu. Dan saudara-saudara dapat naik
ke atas benda itu dan saudara-saudara dapat melihat binatang kecil yang
sama lima puluh miliar tahun kemudian, dia itu sama halnya dengan binatang
karang yang kecil itu.
Ketika
saya berada di sana musim panas yang lalu bersama-sama dengan Paige Patterson
di laut Karibia di St. Thomas, saya mendengar bahwa mereka sedang menjual
batu-batuan amber. Jadi saya bergegas dan menjelajahi seluruh toko di sana
untuk mencari batu amber dari jenis apapun.
Mereka
mengatakan bahwa batu amber adalah damar – darah atau getah dari pohon. Dan
ketika getah itu dalam kondisi-kondisi tertentu dengan panas dan tekanan
berubah menjadi batuan amber. Dan dengan demikian damar itu akan menjerat
binatang-binatang yang kecil.
Baiklah,
saya sudah membacanya. Jadi, saya ingin membeli sekeping damar itu. Dan saya
telah melakukannya. Lima puluh juta tahun yang lalu bahwa amber terbentuk dan
di bagian dalam amber itu saudara-saudara akan melihat seekor nyamuk yang
kecil. Saya membeli satu. Dia adalah makhluk menjengkelkan yang sama dengan
yang sekarang ini sebagaimana dengan dia lima puluh juta tahun yang lalu. Binatang
itu tidak berubah sedikitpun.
Dan
meskipun demikian, Iblis akan berdiri di dalam komunitas akademis kita dan
dengan begitu cemerlangnya dia akan memberikan ceramah, dia adalah ilah dari
dunia ini. Dia begitu cemerlang. Dan dia memimpin pada proses pendidikan.
Hanya
tidak mengikut sertakan Tuhan Allah di dalamnya. Dan agama, dia menyukai agama.
Dia adalah makhluk yang paling relijius dari semua ciptaan Tuhan. Dia ingin
menjadi seperti Allah dan demikianlah agama itu. Keseluruhan sejarah dunia
zaman dahulu dikisahkan dalam kaitannya dengan ilah-ilah dari orang-orang
Babilonia atau orang-orang Mesir atau orang-orang Yunani atau orang-orang
Romawi.
Dan Lusifer yang cemerlang ini, malaikat terang ini, dia tidak memiliki kemampuan apapun untuk menciptakan segala sesuatunya. Oleh karena itu, dia menirukan, dan dia memalsukan gereja dari Allah yang hidup dan Juru Selamat kita Tuhan Yesus Kristus.
Dalam kitab 1 dan 2 Timotius, rasul Paulus menjelaskan gereja-gereja tiruan memiliki sebuah format akan perbuatan baik, akan tetapi menyangkal kekuatan darinya. Dengan pengajaran-pengajaran tentang iblis dengan rasul-rasul palsunya. Dan di dalam kitab Wahyu dari pasalnya yang ke dua, jemaah iblis, mengetahui hal yang mendalam mengenai, yang menandingi hal-hal yang mendalam dari Allah.
Iblis menyukai hal itu. Dia menyukai agama yang tidak memiliki seorang Penebus. Dia menyukai rangkaian doa tanpa kehidupan. Dia menyukai tempat tinggal tanpa adanya harapan akan berkat. Dan dia sangat menyukai pemberita yang tidak disertai dengan kasih sayang terhadap orang-orang yang tersesat.
Wah, wah, bukankah itu adalah khotbah yang luar biasa? Wah, wah, bukankah itu merupakan warta yang luar biasa? Wah, wah, bukankah mimbar itu demikian cemerlangnya sekarang ini?
Hanya meninggalkan Tuhan Allah
diluarnya. Jangan naikkan permohonanmu. Jangan mencari orang-orang yang
tersesat. Jangan mencoba untuk mengubah orang-orang yang belum diselamatkan
itu. Buatlah hal itu menjadi begitu indah, beribadah, cemerlang, akan tetapi
jauhkanlah Penebus yang menyelamatkan itu darinya. Demikianlah Iblis.
Dan
secemerlang dia, malaikat terang itu, Lusifer itu, pembawa terang itu, dia
senantiasa dengan berhatihati akan menyembunyikan diri, dia menyembunyikan
hasil dari apa yang telah ditipunya dan yang telah diperlihatkannya.
Dia
berkata: Lihatlah universitas yang besar ini – cobalah untuk melihatnya. Universitas
Chicago, Universitas Brown, Universitas Harvard, Universitas Yale, Universitas
Princeton, mereka semua, cobalah lihat semua universitas yang besar ini,
lihatlah.
Dia
menyembunyikan kenyataan bahwa universitas itu dibangun untuk pertobatan
orang-orang yang tersesat, pelatihan para pendeta untuk memberitakan Injil dari
Anak Allah. Dia menyembunyikannya itu semua. Anda tidak akan pernah
mengetahuinya. Saudara-saudara tidak akan pernah mengetahuinya.
Apakah
saudara-saudara melihat lembaga pelatihan yang besar ini? Lembaga itu
adalah kepunyaanku, demikianlah kata Iblis. Mereka telah menjauhkan Allah
darinya. Dan pencapaian akan pergolakan sosial yang besar di dunia, Iblis
begitu bangga kepada mereka.
Lenin
berdiri untuk mengatakan: :”Anda tiak ada ruginya kecuali belenggu-belenggu
anda.” Dan Karl Marx serta paham Leninisme dan Stalinisme dan seluruh korban
penipuan karya paham komunisme, mereka mengatakan untuk manaikkan serangan
kemiskinan dan terhempasnya dunia ini. Dan dia bangga atas apa yang telah
dicapainya.
Saya
mendengarkan kepada Dr. Black, pendeta dari Sekolah Presbiterian yang bernama
Perguruan Tinggi Robert di Istambul, Turki. Saya berada di sana sebagai seorang
tamu. Saya mendengarkan dia berbicara. Dia menikahi seorang wanita
berkebangsaan Bulgaria, dia tinggal di Bulgaria.
Dia
berkata, “Saya tidak dapat menggambarkan kekuatan dari paham komunisme kepada
anda.” Itu merupakan kerajaan akan kegelapan sama seperti Kristus sebagai
kerajaan Terang. Dan kerajaan itu dipimpin oleh Iblis sendiri.
Ketika
anak-anak kecil akan bersaksi serta memberikan kesaksian terhadap orang-orang
tua mereka sendiri ketika mereka mengetahui bahwa hal itu akan membawa
orang-orang tua mereka kepada kematian dan eksekusi. Saya tidak dapat menggambarkannya.”
Meskipun
demikian Iblis, kecuali dia menyembunyikan diri dari saudara-saudara
sekalian di dalam semua orang-orang yang menjadi korban penipuan yang berada di
Amerika Tengah, di China, di Afrika, di Eropa Timur, dan di Rusia, semua korban
penipuan yang membangun tatanan dunia baru ini, dia menyembunyikan diri dari
mata para korban penipuan itu, perbudakan itu serta tekanan itu dan
kesengsaraan itu serta kehilangan akan kebebasan hidup di bawah sistem itu.
Demikianlah Iblis itu, dia begitu cemerlang. Dia
begitu cemerlang di dalam setiap bidang kehidupan yang ada. Dia melambangkan
manusia yang terhormat.
Dan
saudara-saudara lihatlah padanya. Dia merupakan seorang eksekutif yang cakap,
yang berpakaian begitu permainya. Dia menempati posisi yang tinggi di dalam
perusahaan dan di dalam masyarakat. Ini adalah orang yang terhormat dengan
sebuah gelas di tangannya, sambil minum.
Akan tetapi dia menyembunyikan gelandangan serta pemabuk di dalam muntahnya. Dan di dalam kesengsaraan rumah-rumah tangga yang berantakan serta keluarga-keluarga yang berantakan, hidup-ghidup yang berantakan, anak-anak yatim piatu, semuanya itu disembunyikannya. Dia itu begitu cemerlang.