PENGHUKUMAN ALLAH ATAS BABEL

(THE JUDGMENT OF GOD UPON BABYLON)

Dr. W. A. Criswell

Wahyu 18:1-24

24-02-63

 

Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio, anda sedang bergabung dalam ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Saya adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pada pukul sebelas pagi yang berjudul Penghukuman Allah Atas Babel: Kejatuhan Babel, Panggilan Untuk Keluar Dari Babel.

Dan saya sangat berterima kasih bahwa kita memiliki waktu selama 40 menit yang penuh untuk menjelaskan pasal ini. Di dalam seri khotbah kita melalui kitab-kitab melalui Alkitab, setelah bertahun-tahun kita telah tiba di dalam kitab yang terakhir dan merupakan bagian yang klimaks, yaitu Kitab Wahyu, penyingkapan dari Kristus, ketika sorga memaparkannya sebagai sebuah gulungan yang digulung kembali, dan ketika Kristus dipaparkan.  

Seperti apakah hari itu? Bagaimanakah jadinya? Apakah tanda dari kedatanganMu dan akhir dari dunia? Penyingkapan, wahyu Yesus Kristus, merupakan penjelasan dari Tuhan kita ketika Allah campur tangan di dalam sejarah manusia.

Kemudian selama dua tahu dan dua bulan ini, kita telah berkhotbah sepanjang Kitab Wahyu dan akhirnya telah tiba di pasal delapan belas. Pasal sembilan belas menggambarkan tentang Kedatangan Kedua dari Tuhan kita. Dan pasal dua puluh, Setan diikat dan pengantar kepada millenium yang telah lama dinantikan. Kemudian pasal 21 dan 22 menggambarkan kepada kita langit baru, bumi baru, Yerusalem Baru, rumah bagi jiwa.

Sebagaimana Kitab Wahyu terus berkembang, ketika hal-hal ini jatuh dalam sebuah urutan waktu, pasal sembilan belas (menggambarkan tentang kedatangan Kritus) seharusnya secara langsung mengikuti pasal enam belas yang menggambarkan tujuh cawan murka yang merupakan materai penghukuman Allah. 

Tetapi antara pasal 16 dan pasal 19, ada sebuah selingan, ada sebuah jeda, ada sebuah tanda kurung. Dan di dalam kedua pasal itu, pasal 17 dan 18, salah satu dari ketujuh malaikat yang di atas tangannya terdapat sebuah cawan murka penghukuman Allah yang diletakkan oleh kerubim, salah satu dari malaikat itu membawa Yohanes dan berkata, “Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.” 

“Dan aku akan menunjukkan kepadamu hukuman atas rahasia Babel,” yang melambangkan kehidupan budaya dan kehidupan sosial dan kehidupan perdagangan dari sesuatu yang tidak bertuhan dan dari dunia yang menolak Kristus.

Lalu, di dalam selingan ini, di dalam tanda kurung ini, di sana terbentanglah kepada Yohanes masa depan dari misteri Babel—sistem gerejawi yang digambarkan di sini sebagai seorang perempuan sundal, sebagai pelacur besar—dan hukuman Allah atasnya.

Dan itu merupakan khotbah pada minggu yang lalu. Kemudian di dalam pasal delapan belas, malaikat menyingkapkan kepada Yohanes hukuman Allah atas kota Babel, atas pusat sosial dan politik dan budaya dan kehidupan perdagangan di bumi ini.

Kita telah dua kali diperkenalkan kepada kehancuran akhir dari Babel. Di dalam pasal empat belas ayat delapan datanglah sebuah pengumuman besar dari sorga, yang berasal dari suara yang nyaring, dari seorang malaikat pembawa pesan, yang berseru, “Babel epesen, epesen.” 

Di dalam pasal enam belas ayat sembilan belas, ketika tujuh cawan murka penghukuman Allah dicurahkan ke atas bumi,  “Maka teringatlah Allah akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.” 

Kemudian dalam pasal delapan belas pengumuman ini akan digenapi di masa depan, “Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. “Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: epesen, epesen  Babel, kota besar itu”

Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya “Babel, kota besar itu.” 

Anda telah mendengar hal iitu sebelumnya. Itu adalah kata kerja aoris. Ketika Allah menghancurkan kota itu, hal itu tidak lebih dari satu periode waktu, hal itu tidak akan menjadi sebuah hal yang terus berlanjut hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Tetapi hal itu akan datang secara tiba-tiba, seperti kilat yang memancar di atas langit yang tampak sangat jelas.

Hal itu tiba secara instan di mia hōra (disampaikan secara berulang-ulang di pasal delapan belas), “dalam satu jam.” Dalam mia hōra, dalam mia hōra, dan hal itu telah selesai. Penghukuman dicurahkan. Suaranya seperti sebuah ledakan bom atom ketika anda membaca kehancuran kota itu di tangan Allah.

Lalu, kota Babel ini disebutkan lebih banyak disebutkan dibanding dengan kota-kota lain, kecuali Yerusalem. Lebih dari 260 kali Babel dirujuk kepada anda di dalam Alkitab. Sebagai contoh di Yeremia pasal lima puluh dan lima puluh satu, Babel disebutkan  sebanyak 37 kali.

Itu adalah kota dari monarki terbesar pertama di dunia, kerajaan emas dari Nebukadnezar. Itu adalah kota dari raja yang menghancurkan Yehuda, yang menghancurkan Yerusalem, yang menghancurkan Bait Allah yang didirikan oleh Salomo.

Itu adalah Babel besar, kota penakluk. “Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. 

“Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita.”

Babilon—pembalasan dendam dari dosa-dosa umatNya. Tetapi Babilon—lebih jahat dan lebih buruk dan lebih keji serta lebih kejam dari pada orang-orang yang dihukum Allah melalui tangannya, “Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.” 

Itu adalah kota Nimrod, cucu Ham, seseorang yang di daratan Sinear yang luas dan besar membangun Babel dengan kekuatan manusia dan kejahatan manusia untuk menjangkau sorga. Dan namanya adalah Babel, Babilon, kota dan kerajaan Nimrod. 

Dan kota itu memiliki sebuah bagian besar di dalam nubuatan. Sebagai contoh, di dalam Kitab Zakharia pasal lima, dimulai dari ayat lima, di sana ada sebuah penglihatan tentang ephah. Sebuah ephah merupakan sebuah ukuran besar yang umum di antara orang Yahudi. Kita dapat menyebutnya sebagai sebuah gantang yang besar. Kita melihat di dalam pasal lima sebuah penglihatan tetang sebuah gantang. 

Dan di dalam gantang, ketika tutup timahnya diangkat oleh seorang malaikat, dia melihat seorang perempuan. Dan malaikat berkata bahwa perempuan ini adalah “kefasikan.”

Dan di dalam penglihatan itu nabi: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit.

Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?"

Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan.”  Di Babel, di sana ditempatkan sebagai pusat dari kehidupan sosial dan perdagangan dunia ini dan akan dihukum oleh Allah Yang Mahatinggi. 

Lalu, apakah anda mencatat referensi dari hal itu bahwa kota itu akan dihukum oleh Allah? Seperti yang anda lihat di dalam pasal 17 dan pasal 18, di sana ada sesuatu yang kolosal, perbedaan yang luas antara penghukuman yang jatuh atas pelacur besar itu dan hukuman yang jatuh atas kehidupan sosial, pedagangan dan politik dan budaya dunia di kota Babel ini.

Tangan manusialah yang menghancurkan pelacur itu. Kekuatan politik dan pemerintah dunialah yang membencinya, yang menghancurkan dagingnya, yang membakar dia dengan api dan membuatnya telanjang, yang menyita seluruh kekayaan dan kepemilikannya. Hal itu dilakukan oleh manusia. Itulah yang disampaikan Allah tentang apa yang akan terjadi terhadap sistem gerejawi yang memiliki cawan emas di tangannya. 

Raja-raja di bumi—Kitab Wahyu pasal tujuh belas—raja-raja, pemerintah-pemerintah dunia akan menjadi bosan terhadap kepura-puraannya, terhadap takhyulnya, terhadap arogansinya, terhadap parade jubahnya yang berwarna merah dan ungu dan emasnya. Mereka akan menjadi bosan terhadap beban keuangannya, terhadap dukungan dari institusinya tanpa akhir.  

Dan akhirnya, Kitab Allah berkata, bangsa-bangsa di dunia, orang-orang di dunia—anda tidak akan menemukan Allah atau anda tidak akan menemukan campur tangan Allah dari sorga, itu adalah sesuatu yang dilakukan oleh manusia—orang-orang di bumi, para pemerintah dan para pemimpin politik dari bumi ini akhirnya bertumbuh dalam kebosanan terhadap dia dan menghancurkan dia.

Sekarang, anda dapat lihat. Dan ketika hal itu itu tiba, semua orang berbahagia. Bosan terhadap hal itu, lelah terhadap hal itu dan terbeban oleh hal itu. Akhirnya, mereka berpikir bahwa hal itu merupakan sebuah kebodohan dan takhyul yang sukar untuk dilukiskan dan kekosongan yang melebihi akal sehat, dari pada pemerintahan politik, yang mampu untuk tetap bertahan. Dan ketika dia dihancurkan, dunia akan bergembira untuk luput dari sisa terakhir dari pelacur besar itu.

Kehancuran dari kota Babel berada dalam sebuah dunia yang berbeda. Allahlah yang menghancurkan kota itu. Binatang itu tidak disebutkan, sepuluh raja itu tidak disebutkan, pemerintahan dunia ini di dalam kehancurannya tidak disebutkan. Ini adalah sebuah campur tangan dari Allah. Ini adalah sesuatu yang dilakukan oleh Allah.

Dan ketika Babel dihancurkan ada sebuah ratapan di atas dunia ini. Raja-raja di bumi meratap, para pedagang dunia meratap, para pelaut yang berdagang melalui laut meratap. Ada sebuah ratapan di dalam kehancuran kota Babel. 

Saya berusaha untuk mengilustrasikan hal itu pada pukul 8.15 pada ibadah pagi ini. Hal apakah yang digambarkan Allah di sini? Saya dapat menyampaikan hal itu secara tepat. Jika selama 30 menit saya mengumumkan melalui radio ini, dan radio ini dibawa dalam sebuah jaringan atas seluruh permukaan bumi, jika saya mengumumkannya sebagai seorang pembawa pesan Allah selama 30 menit, selama 30 menit langit akan menyusut dan Kristus akan turun dan akhir dari dunia ini akan tiba, jika saya mengumumkan hal itu selama 30 menit, hal itu akan menjadi sama seperti yang ada di sini, dalam Kitab Wahyu pasal delapan belas ini.

Dan di sana akan ada sebuah ratapan universal dan tangisan dan seruan dan tangan yang diremas-remas. Tetapi dimulai dari ayat dua puluh: “Bersukacitalah atas dia hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi.” 

Dan anda akan menemukan bahwa dalam waktu yang singkat ini, jika saya membuat pemberitahuan yang besar itu—dalam 30 menit—anak-anak Allah akan sangat bersukacita! Mereka akan sangat gembira! Tuhan kita datang! 

 

O sukacita! O, kesenangan! Haruskah kita pergi tanpa kematian,

Tanpa sakit, tanpa kesedihan, tanpa ketakutan tanpa tangisan,

Diangkat bersama dengan Tuhan kita melalui awan-awan

ke dalam kemuliaan

Ketika Yesus menerima milik kepunyaanNya

 

Itu akan menjadi reaksi umat Allah. Mereka akan bersukacita.

Tetapi, kumpulan orang banyak dari dunia ini akan meratap dan menangis, karena hati mereka dan hidup mereka dan visi mereka, pengharapan mereka semuanya berada di dalam dunia ini. “Bagaimana dengan hipotikku? Bagaimana dengan bursaku? Bagaimana dengan hartaku? Bagaimana dengan kekayaanku? Bagaimana dengan kepemilikanku? Bagaimana dengan hal-hal ini?”

Ketika Allah campur tangan di dalam sejarah, hal itu akan tepat seperti yang anda temukan di sini, yaitu dalam Wahyu Yohanes pasal delapan belas. Ada sebuah ratapan atas bagian orang-orang yang memiliki segala sesuatu yang mereka miliki di Babel. Tetapi akan ada sukacita atas bagian orang-orang kudus dan penghuni sorgawi. 

Lalu, bagaimana dengan hukuman Allah atas Babel? Apa yang dia wakili? Yang pertama dari semua, ada banyak sarjana yang percaya bahwa kota Babel ini secara nyata akan dibangun kembali di tepi sungai Efrat, di atas daratan Sinear, di bagian utama Teluk Persia.

Mereka percaya bahwa India dan Asia dan Malaysia dan Indonesia dan Asia akan bangkit dan memiliki kekuasaan yang besar. Mereka percaya bahwa kemungkinan dari irigasi yang membendung Tigris dan Sungai Efrat akan membuat lembah Mesopotamia sama seperti Taman Allah di bagian timur Eden.   

Dan mereka percaya bahwa di sana di pusat daratan bumi, di bagian Eropa hingga ke utara dan barat, hingga Afrika  barat dengan wilayah Asia timur yang luas, dan daratan Australia bagian selatan dan Amerika yang berada di baliknya, mereka percaya bahwa di sana, Babel akan dibangun kembali, tempat itu akan menjadi pusat perdagangan dunia, dari kehidupan perdagangan dan pemerintahan politik. Banyak sarjana yang percaya bahwa Babel ini merujuk kepada pembangunan sebuah kota di pusat bumi. 

Kemudian ada beberapa sarjana lain yang percaya bahwa Babel ini  mewakili sebuah sitem kehidupan dan budaya yang merupakan prinsip dasar dari esensi pengasingan dari Allah, dan hal itu ditandai dan disimbolkan oleh kota yang besar ini. 

Kota itu dapat merupakan sebuah kota dunia yang besar di Amerika, sebuah kota dunia yang besar di Inggris, sebuah kota dunia yang besar di Eropa. Kemudian ada orang-orang yang berkata bahwa Babilon ini merepresentasikan kehidupan sosial, budaya, politik, dan perdagangan di akhir zaman, dari kesudahan zaman dari masa ini dan itu adalah simbol, itu adalah ringkasan, dilambangkan di dalam sebuah kota besar dunia yang disebut Babel.

Kemudian, ketika saya mempelajarinya, ketika saya membayangkannya, ketika saya bertanya kepada Allah, saya tiba dalam tiga kesimpulan tentang hal itu yang mungkin benar dan mungkin ketiganya benar. Babel ini mungkin sebuah kota besar  dunia yang dibangun di bagian utama dari Teluk Persia, di mana minyak dunia banyak ditemukan, di mana umat manusia banyak berkumpul di daratan ini, yang menyebar hingga ke kiri dan ke kanan, dan ke bagian utara dan selatan. Itu dapat menjadi sebuah kemungkinan. 

Hal itu tentu saja mewakili sistem perdagangan dan kehidupan sosial dan budaya yang memisahkan jiwa dari Allah, sekalipun pada masa  itu, masa ini, sekalipun kemudian atau sekarang, dilambangkan oleh pusat utama yang tanpa Allah ini. 

Dan tentu saja, hal itu mewakili masa ketika Kristus akan datang, karena hal itu memimpin intervensi dan penampakan Kristus sendiri yang akan menghancurkan sistem dan kota dunia yang besar ini.

Lalu, mengapa hukuman Allah jatuh ke atas kota ini? Sekalipun itu adalah sebuah kota di negara kita atau di luar negeri, atau sekalipun itu adalah kota tertentu yang dibangun di atas daratan Sinear, mengapakah Allah menghukum kota itu? Dia berkata, yang pertama, “Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.” 

Di Babel yang pertama, menara itu dibangun blok demi blok, batu bata demi batu bata, dan hingga naik ke atas hingga Nimrod bertujuan untuk menjangkau sorga dengan menara itu. Hal yang sama dari hal itu, Allah berkata bahwa tiba masanya Allah mengingat dia: dosa-dosa atas kejahatannya dan kota yang tanpa Allah, telah bertimbun-timbun, yang disimpan seperti air dalam sebuah bendungan yang besar, ingatan dan hukuman Allah atas ketidakpercayaan mereka, atas materialisme mereka, dan sekularisme mereka dan penyangkalan mereka terhadap Kristus. 

Itu adalah hal yang pertama. Dosa-dosanya telah menjangkau sorga sama seperti menara Babel, dan “Allah telah mengingat segala kejahatannya.” 

Baiklah, alasan yang kedua atas hukuman dari Allah. Di dalam ayat yang ketujuh, “Berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung—aku kekal dan tidak terkalahkan.” 

Dan di dalam arogansinya dan peninggian dirinya dan kemuliaan yang kosong, dia berpikir tentang atheismenya dan penghujatannya dan kekafirannya dan penolakannya terhadap Kristus. Bagi dia, tidak ada Allah, tidak ada Kristus dan tidak ada Roh Kudus. Dan dia mengangkat bagi dirinya sebuah kekuasaan yang luas atas sejarah dan masa depan, yang akan bertahan selamanya, sebab dia berpikir bahwa tidak ada Allah yang akan menghukumnya.

“Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.”  Kita akan menguburkan orang-orang yang percaya kepada Allah, yang menyembah Tuhan, yang memiliki jemaat-jemaat dan agama.

Jika saya membaca hal-hal itu di dalam berita utama dari surat kabar harian pada masa ini, maka tidak akan ada lagi hal-hal yang bersangkutan dan kebodohan yang saya baca di dalam Kitab Wahyu pasal delapan belas ini: kesalahan, peninggian diri yang sia-sia dan mulut besar dari Babel untuk menantang Tuhan.

Alasan yang ketika atas hukuman Allah ini, di dalam ayat 12 dan 13 ada 28 daftar tentang barang-barang dagangan. Anda dapat melihatnya dengan lebih dekat. Hal itu dimulai dari emas, kemudian segala jenis kayu terbaik dan besi dan tembaga dan pualam, dan “jiwa-jiwa manusia.”   

Pikirkanlah hal itu! Sama seperti anda berdagang buah-buahan, menaikkannya, menjatuhkannya, memasukkan ke dalam peti, demikianlah hidup dan jjiwa manusia. Tidakkah anda memiliki sebuah pikiran, setelah ribuan tahun peradaban, tidakkah anda berpikir bahwa setelah para filsuf menghasilkan filsafat mereka dan meta fisika dan guru-guru telah mengajarkan dan para pengkhotbah telah berkhotbah, dan manusia telah duduk dan buku-buku telah ditulis, bukankah anda akan berpikir bahwa sekarang kita telah meraih  titik kulminasi ketika manusia memandang nilai kehidupan manusia sebagai hal yang paling berharga dari semua hal-hal yang ada di dunia ini? Bukankah anda berpikir begitu?

Allah berkata bahwa hal itu justru sebaliknya; ketika budaya kita makin meningkat, ketika kita mencapai kemajuan yang lebih tinggi di dalam prestasi ilmu pengetahuan kita, ketika kita memiliki falsafah sebagai sebuah peradaban, budaya yang terus berkembang, Allah berkata bahwa kita justru menjadi lebih kejam. Dan menjadi lebih keji. Dan menjadi lebih tidak beradab. Dan semakin menjadi penghujat Allah dan semakin tidak menghormati Allah.

Apakah ada perbedaan ketika anda membacanya di dalam surat kabar atau majalah pada masa kita ini? Secara praktis, mayoritas jutaan populasi dunia ini hidup di bawah pemerintahan yang berpikir bahwa jiwa manusia dan hidup manusia hanya merupakan sebuah barang dagangan. Mereka justru berkata, “Binasakan, sia-siakan, kuburkan, tembak, berikan menjadi makanan meriam.”

Seperti yang disampaikan oleh Lenin, “Apakah itu akan menjadi suatu masalah jika dua pertiga dari dunia ini dihancurkan maka sepertiga dari sisanya masih tetap komunis?”

Apakah anda pernah berpikir maksud dari hal itu? Berapa banyak orang yang ada di dunia ini? Ada sekitar tiga milyar orang. Apa masalahnya kata mereka, jika kita menghancurkan  2,000,000,000 orang.  Dapatkah anda memikirkan hal itu? 

Populasi dari penduduk Amerika Serikat saat ini adalah sekitar 185- atau 190,000,000—185- atau 190,000,000.  Populasi dari penduduk Kanada sekitar 30,000,000, populasi dari penduduk Meksiko di bawah sana sekitar 30,000,000.  Dan jumlah dari seluruh penduduk Amerika Utara ini mungkin sekitar, 300,000,000, orang. 

Dan mari kita ambil seluruh Amerika Selatan, dan digabungkan dengan kita semua, jumlahnya mungkin sekitar setengah milyar. Dan kemudian seseorang yang meninggikan dirinya  dan yang menyangkal Allah dan tulisan yang ada di Alkitab, jika orang itu berkata, “Apa salahnya jika kita membinasakan 2,000,000,000 orang dari dunia ini, jika yang tersisa itu adalah Komunis?”

Sebuah perdagangan di dalam diri manusia! Manusia tidaklah berarti bagi seseorang, jika dia mati, bukanlah sesuatu yang berarti  bagi sebuah bangsa, jika manusia dihancurkan, bukanlah sesuatu yang berarti bagi sebuah keluarga jika mereka disiksa, kelaparan hingga mati,  ditembak di hadapan regu tembak, dilemparkan ke tempat pembakaran. Jika anda kehilangan konsep tentang Allah, maka manusia tidak lebih dari seekor binatang. 

Dari manakah anda mendapat ide bahwa manusia lebih berharga dari sesuatu? Dari manakah anda mendapat keyakinan bahwa jiwa seorang manusia jauh lebih berharga dari sesuatu? Saya akan memberitahukannya secara tepat, dari manakah anda mendapat ide itu. Anda tidak memperoleh ide itu dari Hitler. Anda tidak mempelajari ide itu  dari Nebukadnezar. Anda tidak akan pernah mendapat ide itu dari seorang filsuf.

Anda mempelajari ide itu dari Allah Yang menyampaikan sebuah kisah di dalam AnakNya yang mulia tentang seekor domba yang hilang dan sebuah dirham yang hilang dan seorang anak yang hilang, bahwa seorang manusia, bahwa hidupnya, bahwa jiwanya lebih berharga dari sesuatu, bahwa di sana ada sebuah martabat, bahwa di sana ada sebuah karunia Allah yang dibawa sejak lahir yang menjadi milik setiap ciptaan, ke dalam wajah yang telah ditempatkan Allah sebuah cahaya kecerdasan dan yang jiwanya di buat dalam gambar dan rupa Allah, dan yang tubuhnya merupakan bait Roh Kudus dari sorga. Anda mempelajari hal itu dari Allah.  

Dan ketika kita beranjak dari Allah, dan ketika kita beranjak dari pengajaran itu dan ketika kita berkata “tidak” kepada hal-hal itu, maka tidak ada yang tersisa kecuali keyakinan yang kosong bahwa kehidupan manusia sama seperti binatang lainnya. Dia adalah seekor anjing. Dia adalah seekor monyet. Dia adalah seekor binatang buas, dia adalah seekor hewan. Dan ketika anda membunuhnya, anda melakukannya tidak lebih dari pada membunuh kehidupan binatang di bumi ini.

Ah, dan Allah melihat hal itu, itu adalah arogansi, itu adalah kesombongan, itu adalah penghujatan, Allah melihat hal itu dan merancang penghukuman atas atas hal itu.

Saya memiliki prediksi yang lain untuk membuat hal itu jelas berasal dari Firman Allah. Dan kita tidak akan mampu untuk membasmi doktrin neraka itu dari bumi ini. Hal-hal itu berada di sini dan kita harus bangkit  untuk menentangnya dan bertempur dan berperang terhadap hal itu hingga akhir zaman.

Itulah sebabnya saya berpikir mengapa jemaat kita harus mempersiapkan diri mereka dan menempatkan diri mereka dan seluruh orang yang mencintai semua perkataan yang manis ini, “Gula dan rempah-rempah dan hal-hal yang manis,” dan “Menjadi lebih baik,” dan “Perlahan-lahan aku akan membasuhnya keluar,” dan “Anda tunggulah sesaat; segala sesuatu akan berwarna merah dan baik.”

Saya melihat sebuah tanda di atas sebuah bemper mobil seseorang ketika saya mengikutinya melalui mobil saya. Dan di bagian kirinya ada tulisan, “Jangan khawatir.” Dan kemudian di sebelah kanannya berbunyi, “Mereka masih sekitar 90 mil.” 

Saudara yang terksih. Bukankah sangat indah jika kita memiliki negarawan dan para politikus dunia yang membaca Alkitab? Bukankah menjadi sebuah hal yang luar biasa jika kita dapat meyakinkan mereka untuk mendengarkan suara Allah? Allah berkata bahwa hal-hal ini berada di sini dan terus berkembang dan terus berkembang. 

Allah berkata bahwa orang-orang kudus akan memiliki pertentangan dengan hal itu hingga akhir zaman. Kota yang tanpa Allah—kota Babel ini.

Allah menghukum kota ini. Alasan yang pertama, seperti yang saya katakan, Dia menghukum Babel karena dosanya telah menjangkau sorga dalam sebuah menara. Dan Allah mengingat tiap-tiap kejahatannya.

Yang kedua, karena kesombongan dan keangkuhannya, dia berkata, “Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.” 

Dan yang ketiga, karena dia memperdagangkan jiwa manusia dengan pikiran bahwa manusia tidak lebih dari pada binatang buas dan hewan-hewan.

Dan yang keempat adalah karena hal ini, “Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.” 

Anda tahu, itu adalah sesuatu hal yang aneh untuk disampaikan. Saya berharap bahwa saya memiliki waktu untuk menjelaskan hal itu, “Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.” 

Anda tahu, itu akan menjadi sebuah hal yang luar biasa jika beberapa dari hal-hal ini Allah singkapkan kepada kita sehingga masuk ke dalam hati kita dan kepala kita serta pikiran kita dan kita dapat memahaminya. Hal-hal ini berkaitan dengan dosa dan tanggung-jawab dosa serta hukuman Allah terhadap dosa yang merupakan sebuah prinsip yang besar, yang olehnya Allah mengatur takdir kita, sekalipun sukar bagi kita untuk menyadari semua hal itu. 

Dan sekali pun waktu saya sudah habis atau belum, saya ingin berhenti sejenak untuk membahas hal itu. Apakah anda ingat apa yang disampaikan dalam Kitab Matius pasal dua puluh tiga ketika Tuhan menghukum ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi? Dia berkata berkaitan dengan kota Yerusalem, “Supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.”  Dan atas generasi itu, atas kota itu yang akan menanggung seluruh darah para nabi dan orang-orang kudus yang pernah ditumpahkan dari masa Habel hingga kematian Zakharia, nabi Allah, yang mereka bunuh di samping mezbah. 

Lalu, bagaimanakah hal itu dapat terjadi di atas bumi? Bagaimana hal itu dapat terjadi? Dan pada generasi itu mereka akan didakwa atas semua darah yang pernah ditumpahkan. Itu adalah salah satu prinsip Allah sama seperti yang Dia sebutkan di sini, “Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.” 

Ini adalah makna yang tepat dari hal itu. Ini adalah sebuah hal yang sederhana dan hal itu diaplikasikan kepada kita sebagaimana hal itu diaplikasikan kepada mereka. Anda tidak perlu pergi dari sini dan membunuh semua nabi-nabi untuk menjadi bersalah terhadap darah para nabi yang telah ditumpahkan. Anda tidak perlu pergi dari sini dan membunuh semua orang kudus sehingga anda menjadi bersalah karena menumpahkan seluruh darah orang-orang kudus. Anda tidak perlu pergi dari sini dan melakukan semua dosa sehingga harus dihukum Allah. Karena hukuman Allah adalah seperti ini: Anda tidak perlu melakukan banyak dosa, hanya satu. Karena itu adalah tendensi dosa yang akan dihukum Allah. 

Lalu, di dunia ini, anda memiliki tiga hakim yang duduk di bangku itu, di dunia, anda menghukum seseorang untuk tindakannya, apa yang dia lakukan. Anda mendengar dia menembak orang itu dan anda menghukum dia karena dia membunuh orang itu.

Tetapi di dalam sorga, Allah menghukum orang itu karena roh pembunuhan yang berada di dalam hatinya. Dan di atas sana Allah melihat kecendrungan dari dosanya. Allah melihat ke dalam roh dari dosanya. Dan tindakan pembunuhan merupakan salah satu tindakan di dunia. Tetapi di dalam sorga, Allah melihat kecendrungan dari manusia untuk menghancurkan dan untuk membunuh dan untuk menyia-nyiakan hidup manusia. Dan Allah menghukum dia atas hal itu.

Biarkan saya menyampaikannya seperti yang disampaikan oleh Yakobus. Yakobus berkata, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan  satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Sama seperti sebuah rantai, anda tidak perlu memutuskan setiap mata rantai agar rantai itu gugur semua. Hanya memutuskan satu mata rantai dan seluruhnya akan jatuh. 

Demikian juga dengan dosa-dosa kita. Ketika seseorang berdosa di dalam satu pemberontakan, Allah melihat kecendrungan dari hal itu. Dan dia akan tetap melakukan hal itu lagi. Dan jika anda hidup seribu tahun, anda akan tetap melakukan hal itu. 

Lalu, Tuhan memanggil kota ini di dalam penghukuman atas seluruh darah para nabi, sekali pun mereka hanya membunuh beberapa orang dari mereka. Dan untuk semua darah orang-orang kudus—sekali pun mereka hanya membunuh beberapa dari mereka—dan seluruh orang yang telah dibunuh di bumi—sekali pun mereka hanya membunuh beberapa di antaranya.

Kemudian, dosanya dan kecendrungan dari hal itu mencederai segala sesuatu dari natur Allah. Dan Allah menghukumnya atas kecendrungan dari hal itu. Dan ketika sebuah kota membunuh seorang nabi Allah, sekali pun mereka tidak membunuh semuanya, hanya satu orang nabi itu; ketika sebuah kota membunuh seorang nabi Allah, Allah akan menghukum kota itu seakan-akan mereka telah membunuh setiap nabi yang berdiri untuk bersaksi terhadap dosa kota itu, karena dosa dan kecendrungan dari dosa kota itu untuk membinasakan utusan Allah. Allah menghukum kecendrungan.

Dan hal itu terjadi untuk menjadi satu orang atau seribu orang, tetapi kecendrungannyalah yang dihukum oleh Allah. Itu adalah hal yang ada di dalam hati manusia. Itu adalah hal yang berada di dalam kota itu yang menghancurkan nabi Allah yang berseru menentang mereka.

Anda hanya berpikir tentang penghukuman dari beberapa bangsa-bangsa dan kota-kota dari dunia ini yang telah membunuh umat Allah dan yang telah mengasingkan saksi-saksi Allah. Dan kemudian hanya memikirkan hal itu di dalam hidup anda sendiri.

O Tuhan! Semua pemberontakan yang ada di dalam hidupku, dan pemberontakan-pemberontakan lainnya dan semua dosa-dosa di dalam hidupku yang juga merupakan tipikal dari dosa-dosa lain di dalam hidupku, mereka telah naik hingga menggunung, Ya Allah, tiada lain selain dari pada darah Yesus yang dapat membasuh noda-noda dosaku.

Lalu, dalam sedikit waktu untuk meringkaskan khotbah ini. Karena khotbah ini ditulis, dan saya harus berusaha untuk meletakkannya di dalam penjelasan dari teks, saya harap anda dapat mendengarkannya secepat yang anda bisa.

Penghukuman Allah atas Babel: Yang pertama, “Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.”  Dan Babel di dalan terang kemuliaan Allah, Babel adalah sebuah habitat iblis, sebuah penjara bagi setiap roh yang curang dan sebuah penjara bagi burung-burung najis dan yang dibenci.  Di dalam terang kemuliaan Allah yang berasal dari sorga, kota itu kelihatan murahan dan tampak semu. Dan apa yang terlihat sangat semarak, merupakan sesuatu yang kosong selain dari pada kejahatan yang dalam, sampah dan kerusakan dan terangkai dari kejahatan di dalam setiap keburukan dan hal-hal yang najis. 

Oh, di dalam kota-kota yang nampak semarak bagi kita pada hari ini, ketika terang penghukuman Allah jatuh atas mereka, betapa kotornya dan betapa joroknya mereka terlihat. Itu adalah hukuman Allah atas Babel.

Lihat lagi. “Sebab dalam satu jam saja, mia hōra, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu.” Dan hal itu di ulang lagi dalam pasal itu,  mia hōra, mia hōra, “dalam satu jam saja,” Allah membinasakannya.

Dan kemudian ini adalah sebuah rekapitulasi dari nubuatan Yeremia.  “Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: ‘Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi’”  Hal itu dapat ditemukan di dalam Yeremia pasal satu. 

Dan di dalam bagian akhir, “Dan ia tidak akan ditemukan lagi,” kata itu terdapat sebanyak enam kali, ou mē, “kosong kosong” itu adalah kata Yunani, cara yang kuat untuk menyampaikan “tidak akan ada lagi sama sekali,”  dan diulang sebanyak enam kali  dalam bagian akhir pasal ini. Nadanya seperti pengulangan dari sebuah pemakaman, bunyi dari lonceng pemakaman.  

Dan kemudian, seruan yang menjadi subjek dari khotbah ini, “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.’” 

Allah berkata, “Aku akan menghukum dunia ini, dan jika engkau meletakkan hidupmu di dunia ini, ketika ia dibinasakan, kamu juga akan binasa.” Allah berkata, “Aku akan menghukum Setan. Ketika engkau menghubungkan hidupmu kepada Setan, ketika Allah membinasakan Setan, engkau juga akan dibinasakan.”

Allah berkata, “Aku menghukum dosa, dan aku menghukum maut, dan aku menghukum penolakan dan penghujatan dan ketidakpercayaan. Dan ketika hal-hal ini dihukum, dan engkau bersamanya, hukuman akan jatuh ke atas kamu.” 

Allah berkata, “Aku menghukum Babel. Dan ketika kita berada di kota Babel dan menghubungkan hidup kita dan membuat jiwa kita terbiasa dengan Babel, ketika Allah menghukum Babel, Dia menghukum kita.” 

Dan itulah sebabnya ada panggilan, “Keluarlah. Keluarlah dari antara mereka wahai umatKu.” Itulah sebabnya saya meminta anda membaca Kitab Suci kita pada hari ini, “Karena itu, keluarlah dari antara mereka dan pisahkanlah dirimu,” kata Tuhan. “Dan Aku akan menjadi Bapamu dan engkau akan menjadi anakKu.” 

Anda tidak akan pernah dapat melarikan diri dari kematian. Jangan pernah berpikir bahwa anda bisa. Anda tidak akan dapat melarikan diri dari hukuman Allah, jangan pernah berpikir anda bisa melakukannya. Kita memiliki sebuah konfrontasi, kita harus memiliki sebuah penampakan untuk dibuat, sebuah pertemuan di hadapan Tuhan pada suatu hari nanti. Dan Tuhan, bagaimana dengan dosa-dosaku? Bagaimana dengan kejahatan-kejahatan hidupku?

Aku membutuhkan Allah. Aku membutuhkan seorang Juruselamat, aku membutuhkan seorang Pembela. Aku membutuhkan seorang Pemohon. Aku membutuhkan seseorang. Ya, Tuhan, aku membutuhkan Yesus. Yang tidak setara untuk hal-hal ini. Dan itulah sebabnya mengapa ada ibadah ini, dan khotbah ini dan permohonan ini dan nyanyian ini serta undangan pada saat ini.

Agar anda dapat menyerahkan hati anda kepada Allah. Serahkanlah hati anda kepada Tuhan. Serahkanlah hati anda kepada Yesus. Datanglah, datanglah.

“Pendeta, di dalam cara sederhana yang saya ketahui, inilah saya. Di dalam jalan yang paling dapat dipercaya yang saya mampu, inilah saya dan saya datang segera. Saya menyerahkan hati saya dan percaya kepada Yesus pada hari ini dan  saya datang segera ketika Allah akan menyampaikan firman.” 

Lakukanlah sekarang. Lakukanlah sekarang. “Pendeta, ini istri saya dan anak-anak saya, kami semua datang pada hari ini.”

Atau sebuah pasangan dari anda. “Kami berdua datang pada hari ini.”

Atau seseorang dari anda. “Saya datang pada hari ini. Dan saya membuat keputusan itu pada hari ini. Pendeta, inilah saya.” 

Pada baris yang pertama dan bait yang pertama, turunlah melalui salah satu tangga ini, atau berjalanlah melalui salah satu lorong bangku itu dan majulah ke depan.

“Pendeta ini, tangan saya sebagai tanda bahwa saya telah menyerahkan hati saya kepada Allah.”

Ketika Roh Allah akan memimpin di jalan itu, lakukanlah pada hari ini. Buatlah keputusan itu pada pagi hari ini. Lakukanlah, saat kita berdiri dan menyanyikan lagu.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.