SANGKAKALA KESENGSARAAN

(THE TRUMPETS OF WOE)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 9:1-21

07-15-62

 

 

         Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio, maupun bagi anda yang sedang menyaksikannya melalui siaran televisi, anda sedang bergabung dalam ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Saya adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pada pukul sebelas pagi, khotbah yang berjudul: Sangkakala Kesengsaraan. Di dalam seri khotbah kita selama bertahun-tahun melalui kitab-kitab dari Alkitab,  kita telah tiba di kitab yang terakhir, kitab yang klimaks, yaitu Kitab Wahyu. Dan di dalam seri khotbah kita melalui kitab Wahyu, kita telah tiba di pasal 9. Dan jika anda membuka Alkitab anda dan melihat ke dalam pasal sembilan maka anda akan lebih mudah untuk mengikuti khotbah pada pagi hari ini. Kitab yang terakhir, yaitu Kitab Wahyu pasal 9—

Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi, dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.

Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu.

Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.

Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.

Dan pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak akan menemukannya, dan mereka akan ingin mati, tetapi maut lari dari mereka.

Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

Dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah,

Dan berkata kepada malaikat yang keenam yang memegang sangkakala itu: "Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu."

Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka.

Maka demikianlah aku melihat dalam penglihatan ini kuda-kuda dan orang-orang yang menungganginya; mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya; kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang.

Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia, yaitu oleh api, dan asap dan belerang, yang keluar dari mulutnya.

Sebab kuasa kuda-kuda itu terdapat di dalam mulutnya dan di dalam ekornya. Sebab ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan.

Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,

Dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian. [Wahyu 9:1-21]. 

 

Oh, betapa merupakan sebuah pemandangan yang mengerikan dan sebuah kehancuran yang luas. Karena kita telah tiba ke dalam bentangan dari drama ini, kita telah tiba kepada puncak dari perlawanan Setan terhadap Allah dan kita telah tiba ke dalam bentangan terakhir dari perkembangan kejahatan di dunia.  Ini adalah misteri dari karya kreatif Allah dan tujuan elektif Allah ketika Dia membingkai sebuah kerajaan baru dimana Kristus akan memerintah dan seluruh subjekNya akan mengasihi dan menyembah Dia sampai selama-lamanya. Ini adalah akhir dari kesudahan zaman ketika Allah akan menggenapi penghakiman seturut dengan kehendakNya di dunia ini. Dan materai itu dibuka, dan seluruh wahyu yang telah dibuat dari kebijaksanaan dan tujuan Allah di bumi, ketujuh materai itu akan menjadi tujuh sangkakala dan yang meniup ketujuh sangkakala itu dibagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama terdiri dari empat dan bagian yang kedua terdiri dari tiga.  Tiga sangakakala terakhir sangat mengerikan dan sangat menakutkan sehingga mereka dibuat terpisah oleh seekor rajawali yang terbang ditengah-tengah langit dan berseru dengan nyaring: “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya!” [Wahyu 8:13].  Empat sangkakala pertama telah ditiup dan terjadilah hal-hal yang sangat mengerikan dan menakutkan, akan tetapi hal itu tidak sebanding dengan hukuman dan bencana dari ketiga sangkakala terakhir yang disebut Allah dengan “sangkakala kesengsaraan.” 

 Sangkakala kesengsaraan yang pertama menghapuskan demarkasi, dinding pemisah antara bumi dan neraka. Sangkakala kesengsaraan yang kedua melepaskan empat tokoh jahat yang terikat dekat sungai Efrat. Dan sangkakala kesengsaraan yang terakhir ada tujuh cawan murka dari penghukuman Allah yang membawa kita ke dalam pertempuran yang terakhir dari hari Allah Yang Mahatinggi. Jadi dalam drama yang dibentangkan ini, kita telah mendekati waktu yang terakhir itu ketika Allah akan melemparkan kejahatan selamanya; ketika Allah akan mengambil kekuasaan itu bagi diriNya sendiri; dan ketika kerajaan bumi ini menjadi kerajaan Tuhan kita dan kerajaan Kristus. Dan hal itu berkenan kepada Allah bahwa iblis akan dihancurkan pada hari prenghukuman ini seperti yang disingkapkan di dalam Firman Allah ini.

“Lalu malaikat yang kelima meniup sangkakalanya, dan aku melihat sebuah bintang—dan di dalam King James Version, anda memiliki terjemahan, “sebuah bintang yang jatuh dari langit ke atas bumi.” Kata Yunaninya adalah , peptokota, itu adalah  perfect tense.  Mereka menerjemahkannya seakan-akan Yohanes melihat bintang jatuh. Tidak, Yohanes melihat bintang “yang telah jatuh.” Bintang itu telah jatuh—a past, perfect tense.  Seperti yang Tuhan Yesus sampaikan, “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Lukas 10:18). Kita tidak tahu siapakah malaikat ini. Ia mungkin saja Setan. Dalam suatu peristiwa Yohanes melihatnya, dia telah jatuh. Hal itu merujuk kepada sebuah ciptaaan rohani yang telah diberi kedudukan di sorga Allah untuk menegakkan kemuliaan Allah dan pemerintahan moral Allah. Dan siapapun ciptaan ini—sekalipun setan atau salah satu penghulu malaikat yang melayani Dia—ketika Yohanes melihatnya, dia telah melihatnya jatuh dari langit ke atas bumi.

“Dan kepadanya diberikan anak kunci lobang jurang maut.” [Revelation 9:1].  Kata Yunani di situ adalah abyss, dan kita telah mengambilnya secara utuh dari bahasa Yunani ke dalam bahasa kita.  Dan di sana dia diberikan kekuasaan atas kegelapan dan kejahatan, penghulu malaikat yang telah jatuh ini, di sana diberikan kepadanya kunci lobang jurang maut. Tidak hanya di sini, tetapi di dalam Firman Allah, jurang maut itu merupakan  sebuah tempat yang gelap yang menjadi penjara bagi roh-roh yang telah jatuh yang telah ditahan hingga hari penghakiman. Sebagai contoh, di dalam Injil Lukas pasal delapan, ketika Yesus bertemu dengan orang Gerasa yang kerasukan iblis, iblis-iblis berada di dalam dia, roh yang berada di dalam dia—buruk dan najis—berseru kepada Tuhan apakah Tuhan akan menyiksa mereka sebelum tiba masa mereka—sebelum hari penghakiman. Kemudian mereka berseru kepada Tuhan dan berkata: Usirlah kami keluar tapi jangan Engkau perintahkan kami ke dalam jurang maut (Lukas 8:31). Ada tujuh kali jurang maut itu disebutkan dalam Kitab Wahyu. Terakhir kali disebutkan dalam pasal dua puluh—ketika seorang malaikat turun dari sorga  dan menangkap iblis dan setan, ular tua, naga itu, dan mengikatnya selama seribu tahun di dalam jurang maut. Itu bukan rumah yang kekal bagi iblis karena dia akan dilemparkan ke dalam lautan api, bersama dengan orang-orang yang terhilang dan seluruh pengikutnya yang telah melayani dia serta menyembahnya. Tetapi di dalam jurang maut ini, di dalam kegelapan ini, ada roh-roh jahat yang telah disediakan untuk hari penghukuman itu. “Dan kepada roh yang telah jatuh ini diberikan kunci jurang maut itu.”

“Maka dibukanyalah pintu lobang jurang maut itu, lalu naiklah asap dari lobang itu bagaikan asap tanur besar, dan matahari dan angkasa menjadi gelap oleh asap lobang itu. Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi. ” [Wahyu 9:2, 3]—mahluk yang mengerikan di atas bumi. Mereka memiliki tubuh yang sangat buruk, dan mereka memiliki bentuk yang mengerikan, dan mereka diperlengkapi alat untuk menyiksa umat manusia. Sebuah penglihatan yang ketika jurang maut itu dibuka, matahari dan angkasa menjadi gelap dan menutupi bumi dan dari kegelapan itu muncullah mahluk yang mengerikan ini, ganjil dan ciptaan yang luar biasa untuk merusak dan menyiksa umat manusia.

Ketika saya membaca bagian ini, dan berpikir tentang khotbah ini, saya mengingat sesuatu yang telah saya dengar ketika saya masih anak-anak. Pada masa muda saya, Gua Carlsbad ditemukan. Gua Carlsband ditemukan oleh seorang koboi dari Teksas yang bernama Jim White. Dan ketika saya pergi memasuki gua itu, saya membawa lentera. Gua itu telah terbuka. Dan setelah kami menjelajahi keajaiban itu, kami berkumpul di sekitar Jim White dan berbicara dengan dia selama berjam-jam. Dan dia berkata bahwa dia sedang mengendarai kudanya dan dia melihat sebuah asap keluar dari tanah. Dan ketika dia menuntun kudanya ke tempat di mana asap itu tampak keluar dari tanah, dia melihat dan asap itu adalah jutaan kelelawar. Dan dia berkata, hari berikutnya hal yang sama tetap terjadi. Dia melihat asap keluar dari tanah. Dan dia menuntun kudanya ke tempat itu, dan di sana ada ribuan kelewawar, yang terbang keluar dari dasar bumi. Saya membayangkan hal itu ketika saya membaca penglihatan ini.

Ketika jurang maut itu dibuka, ada sebuah asap yang besar, sebuah kerusakan sosial dan kehidupan moral, dan kegelapan dari pemerimtah dan pemegang kekuasaan. Dan dari kegelapan itu dan dari asap itu keluarlah mahluk yang mengerikan ini. Mereka bukanlah belalang yang sesungguhnya, karena disebutkan bahwa mereka tidak memakan rumput, mereka tidak memakan tumbuhan hijau bahkan tidak menyentuh pohon-pohon. Yohanes memberitahukan kepada anda bahwa mereka bukanlah belalang yang sesungguhnya, sebab belalang memakan tumbuhan hijau. Di mana ada sebuah kunjungan dari belalang, dibaliknya ada pemusnahan dan kelangkaan. Kemudian manusia yang paling berhikmat yang pernah hidup, Salomo—yang merupakan seorang pengamat alam dan peneliti—berkata di dalam Kitab Pengkhotbah  bahwa belalang tidak memiliki raja yang memerintah mereka. Tetapi Yohanes secara hati-hati bahwa binatang ini memiliki seorang raja yang memerintah mereka, malaikat dari dasar jurang maut yang namanya dalam bahasa Ibrani adalah    Abaddon; di dalam bahasa Yunani adalah Apollyon; di dalam bahasa Inggris adalah “Destroyer” dan di dalam bahasa Indonesia adalah “Perusak.” Itu adalah kebalikan dari  Soter, “Juruselamat”—Yesus Tuhan kita. Jadi apa yang dia lihat dari neraka jurang maut—kegelapan dan tragedi dan kerusakan dan kerusakan dari otoritas dasar dan pemerintahan dari Allah yang Mahatinggi. Dan kerusakan sosial dan kerusakan hidup dan tatanan sosail yang rusak dan pemerintahan yang rusak, dan seluruh bumi sama seperti ketika Allah menghancurkan bumi ini dengan air bah.

Dari asap itu keluarlah mahluk yang najis ini. Kemudian dia menggambarkan tentang mereka. Rupa dari mahluk-mahluk ini sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan; yang ditahan untuk perang; yang diperlengkapi untuk konflik. Mereka terlihat seperti—mereka bukan kuda—“sama seperti kuda,” mereka seperti burung laying-layang. Dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas; yaitu mereka melakukan pekerjaan mereka dengan kuasa. Mereka sukses. Dan muka mereka sama sepeti muka manusia; itu adalah kecerdasan mereka. Mereka mematuhi perintah dan mereka memisahkan orang-orang yang memiliki materai Allah dan yang tidak memiliki materai. Dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan; itu berarti mereka menarik dan menggiurkan. Dan gigi mereka sama seperti gigi singa, itu adalah kemuatan mereka.    “Dan dada mereka sama seperti baju zirah” [Wahyu 9:9]—mereka sulit untuk dikonfrontasi—“dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda”; itu berarti mereka berani dalam semua tantangan mereka di seluruh bumi—sosial, moral, pemerintahan, agama tradisioanl, dan sebagainya. Dan mereka memiliki ekor seperti ekor kalajengking. Anda akan menemui kembali gambaran itu di bawah sangkakala yang keenam. Yesaya di dalam pasal sembilan berkata, “Nabi-nabi palsu, nabi-nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor” (Yesaya 9:14,15) itu adalah sengat mereka.   

Dan mereka menyakiti manusia dan mereka memiliki kuasa selama lima bulan. Dan saya memiliki dua komentar tentang mereka. Yang pertama adalah hal ini: Saya ingin agar anda mencatat bahwa hal ini menyangkut masalah moral, kehidupan sosial dunia, dan kerusakan serta kehancurannya, saya ingin agar anda mencatat bahwa hal itu terjadi di bawah izin Allah. Kadang-kadang saya tertunduk untuk berpikir bahwa kejahatan sangat merajalela, doktrin yang palsu sangat gelap dan penyesatan dari orang-orang yang menyesatkan dalam pengajaran mereka ini begitu kuat, hingga saya berpikir Allah mati, atau Allah tidak dapat mengatasi hal ini, atau Injil Allah telah dikebiri dan hilang dan telah kehilangan kuasanya. Tuhan pastilah memalingkan punggungNya dan Dia tidak mengetahuinya atau jika Dia mengetahuinya, Dia tidak peduli. Anda lihatlah hal ini. “Lima bulan”—Allah berfirman, “lima bulan.” Ada sebuah batas yang ditetapkan. Hal yang lainnya Allah berfirman: “Dan engkau tidak boleh membunuh dan hanya boleh menyiksa.” Prinsip utama ini anda akan temukan di dalam Firman Allah. Karena Allah tidak berubah, dan hal ini tetap sama, baik sekarang atau kemarin atau yang akan datang, ada prinsip yang sama seperti yang kita lihat pada masa ini. Di mana saja ada pengajaran yang palsu dan penyesatan dan penyangkalan terhadap Allah dan menentang realitas rohani dari sorga, maka di sana anda akan menemukan bahwa manusia berada di dalam kesengsaraan, disiksa dan terhempas ke dalam debu tanah. Hal itu tidak berubah, sekalipun di dalam generasi kita dan kita melihatnya, atau di akhir zaman. Dan jika anda takut bahwa Allah telah berpaling dari dunia ini, lihatlah akan hal itu. Bahwa semuanya terjadi atas seizin dari Dia—lima bulan, dan engkau tidak boleh membunuh, hanya menyiksa. Hal yang sama terjadi kepada Ayub. “Engkau dapat menyentuhnya,” firman Tuhan Allah kepada setan. “Engkau dapat mengambil segala sesuatu yang dia miliki dan engkau dapat membuat dia sakit, tetapi engkau tidak boleh mengambil nyawanya” (Ayub 2:6). Ini adalah kedaulatan Tuhan Allah Yang Mahatinggi. Dan Dia tidak pernah melepaskan takhaNya. Dan dalam masa yang paling gelap dan masa tantangan yang paling buruk bagi kuasa rohani dari sorga, Allah tetap berkuasa. Dan di dalam izin permisifnya, diktator ini dan penyesat ini atau kejahatan ini akan tergenapi. 

Baiklah, hal yang lainnya—dan apa yang saya sampaikan ini memimpin kepada penilaian saya yang kedua. Misteri kejahatan telah bekerja pada masa Rasul Paulus. Dan anda telah membaca pasal yang berbicara tentang hal itu. Misteri kejahatan telah mulai bekerja. Kemudian Paulus menggambarkan bahwa orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada roh-roh yang najis dan penolakan dan penghujatan dan ketidakpercayaan, pada akhirnya anda dapat melihat tentang mereka. Allah berkata di dalam bagian yang telah and abaca itu, “Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta” (2 Tesalonika 2:11). Saya hanya ingin melihat bahwa prinsip itu berlaku sepanjang waktu. Di dalam Kitab Roma, ketika Allah menulis melalui Paulus dakwaanNya terhadap peradaban Roma, pada masa Imperioum Roma. Di situ disebutkan, setelah Allah menggambarkan dosa-dosa mereka dalam pasal dua puluh empat, di situ ditemukan, “Karena itu Allah mereka…”—dalam ayat dua puluh enam—“Karena itu Allah menyerahkan mereka…” Dan kemudian di adalam ayat dua puluh delapan—“Allah menyerahkan mereka…” (Roma 1:24-28).  Oh bunyi itu sama seperti tiga kesengsaraan. Ketika manusia tetap berada di dalam kejahatan mereka, dan ketika manusia memilih untuk menjadi jahat dan menjadi penghujat, Allah tetap membiarkan kejatan itu berjalan. Allah membiarkannya tetap berkembang, Allah tetap membiarkannya berlanjut. Dan jika seseorang memilih untuk  diperintah oleh setan, Allah membiarkan manusia mengalami seperti apakah menjadi seorang pelayan iblis. Itulah yang terjadi di dalam Kitab Wahyu ini. Roh kejahatan terus bekerja dan terus berlanjut serta terus berlangsung dan akhirnya akan berakhir di dalam kesengsaraan dan rasa sakit serta kesakitan yang sukar untuk diungkapkan. Anda dapat selalu mengingat hal ini, bahwa manusia yang hidup dalam dosa sedang membangun rumahnya di jurang neraka. Dia berada di depan pintunya. Dan inilah yang kita temukan di bawah lima sangkakala ini yang tidak lain dari pada pekerjaan iblis, ketika manusia memilih untuk menjadi pelayan setan dan ketika mereka mengenakan pakaian seragam iblis. Hal-hal ini datang tanpa dapat dihindarkan dan hal-hal yang mengikuti sesudahnya.

Dan selanjutnya, “Lalu malaikat yang keenam meniup sangkakalanya, dan aku mendengar suatu suara keluar dari keempat tanduk mezbah emas yang di hadapan Allah.”  Dan satu suara dari keempat tanduk itu berkata kepada malaikat keenam itu,  “Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu. Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia” [Wahyu 9:14, 15].  Dan kemudian inilah kesengsaraan yang terjadi di bawah sangkakala yang keenam. Sampai sekarang, di sana telah ada mahluk neraka, mahluk iblis, kegelapan yang jahat, yang merusak dan menyiksa umat manusia—dan sekarang diikuti oleh hukuman yang menyengsarakan ini. Tidak hanya menyiksa manusia tetapi sepertiga dari mereka telah dibunuh. Dari populasi dunia, di sana tibul tangisan dan ratapan dari kematian dan kehancuran.

Saya tidak tahu sebuah bayangan yang sangat kuat dari bagian Firman Allah selain dari pada yang telah saya baca ini. Dan saya ingin supaya anda melihatnya. Ada dua mezbah di kemah suci, di Bait Salomo dan di dalam sorga. Musa berkata bahwa sebuah pola telah diberikan kepadanya. Jadi dia membangun kemah suci yang di bumi ini sesuai dengan pola yang ada di sorga. Allah memberikan pola yang ada di sana dan Musa menyalinnya. Jadi di dalam Wahyu, kita berada di sorga, dan di sana ada dua mezbah. Mezbah yang pertama disebutkan sebanyak enam kali. Itu adalah Mezbah Utama—Mezbah Tembaga, Mezbah Korban Bakaran, dan itu berada di halaman. Dan mezbah lainnya lebih kecil, yang dibuat dari emas dan diletakkan di depan tirai dari Tempat Kudus. Ini adalah mezbah penyembahan,--dari doa, meditasi dan permohonan yang dinaikkan kepada Allah. Ini adalah mezbah penghukuman atas dosa—dari korban, dari pencurahan darah, dari korban yang disembelih. Kemudian di dalam pedupaan emas, api diambil dari Mezbah Pengorbanan dan di atas Mezbah Emas kemenyan dibakar bagi Allah. Dan darah korban diambil dan ditumpahkan di dalam sebelah utara dari Mezbah Pengorbanan—darah diambil dan pada hari pendamaian darah itu dipercikkan di atas empat tanduk emas dari Mezbah doa dan permohonan serta penyembahan. Dan kedatangan dari hadirat Allah di temukan dan didasarkan atas korban itu; tanpa adanya penumpahan darah maka tidak ada pengampunan dosa dan tanpa hal itu tidak seorang pun yang dapat masuk ke dalam hadirat Allah. Sekarang dari keempat tanduk itu—satu suara dari Mezbah Emas—teriakan yang mengerikan itu datang untuk melepaskan keempat malaikat yang mengerikan yang terikat dekat sungai Efrat. Betapa merupakan sebuah hal yang menakjubkan! Karena dari darah korban dan doa permohonan selalu saja untuk kemurahan—bahwa Allah akan mengampuni kita, bahwa Allah akan menyelamatkan kita.  Akan tetapi sekarang darah yang berseru dan suara yang diangkat adalah untuk penghakiman dan untuk penghukuman.

Oh, betapa mengerikannya hal itu! Lalu mengapa? Untuk sebuah alasan yang sederhana dan sangat jelas. Karena anda tahu, ini adalah cara Allah agar seseorang diselamatkan—di dalam darah. Ini adalah cara seseorang untuk bertemu dengan Allah—melalui pengantara agung yaitu Iman Besar, Yesus Kristus. Ini adalah pendamaian Allah untuk dosa kita. Ini adalah satu-satunya cara agar seseorang dapat melihat wajah Allah dan tetap hidup. Dan ketika seseorang berpaling dari hal itu, ketika seseorang menginjak-injak darah perjanjian yang olehnya dia dapat dikuduskan sebagai sebuah keberadaan dan sebuah hal yang kudus dan ketika seseorang menyangkal dan menolak satu-satunya cara pendamaian untuk dosa dan satu-satunya jalan keselamatan, ketika seseorang berpaling dari hal itu, maka mezbah itu berseru menentang hujatan dan ketidakpercayaan dan penolakan manusia itu. Seruan itu berasal dari keempat tanduk dari mezbah emas dari permohonan dan pendamaian serta yang menjadi pengantara. Alkitab secara berulang-ulang berkata, bahwa merupakan sesuatu yang sangat mengerikan untuk jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup, “Sebab Allah kita adalah sebuah api yang menghanguskan” (Ibarni 12:29). Ketika seseorang berpaling dan menolaknya dan melewatkannya, maka suara yang berseru untuk kemurahan dan pengampunan, akan berseru untyuk penghakiman dan penghukuman. Oh, hal-hal ini sangat jelas disampaikan dalam Alkitab.

Dan suara itu berkata, “Lepaskanlah keempat malaikat yang terikat dekat sungai besar Efrat itu” [Wahyu 9:14].  Dua kali di dalam Alkitab sungai Efrat dirujuk kepada bahasa yang sama, bahasa yang identik. Sungai Efrat bermula dari pegunungan Armenia, salah satu pegunungan yang tertinggi di dunia. Banjir pada musim panas karena salju yang mencair—sama seperti sungai Nil—dan mengalir hingga Taurus Range, dan Lembah Mesopotamia dan berakhir di Teluk Persia. Sungai Efrat merupakan sebuah sungai yang terbesar dan terpanjang di Asia Barat, Sungai Efrat merupakan tempat dimana dosa pertama kali dikenal, dimana pemberontakan pertama dilakukan, ketika kesengsaraan pertama dimulai, dimana dusta pertama kali diucapkan, dimana pembunuhan pertama kali dilakukan dan kuburan yang pertama kali dilakukan. Dan Sungai Efrat merupakan dua pemandangan dari dua kesesatan besar sebelum dan sesudah air bah. Dan Sungai Efrat merupakan gambaran dari kebangkitan kebesaran Israel dan penaklukan musuh-musuhnya. Sungai Efrat merupakan gambaran yang panjang dimana mereka melepaskan rasa bosan dari penaklukan mereka. Dan Sungai Efrat merupakan pemandangan dari kebangkitan imperium-imperium besar dunia yang menaklukkan seluruh peradaban manusia pada masa lalu—seperti Asyur, Babel, Media dan Persia. Dan di tempat itulah keempat malaikat ini diikat—mereka adalah tokoh-tokoh kejahatan, dan di dalam tangan mereka, mereka memiliki kuasa untuk menghancurkan dan pekerjaan Setan. Dan kepada mereka diberikan perintah “Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia” [Wahyu 9:15] —tehadap menit yang tepat, titik yang tepat dan momen yang tepat dalam kelendar itu. Allah telah menempatkan hal itu di sana. 

Dan sekarang mari kita berhenti dan melihat hal lainnya. Anda tahu, itu merupakan sebuah hal yang mengerankan bagiamana Allah memilih di dalam tujuan elektifNya untuk menjalankan alam semesta ini. Kejahatan akan tetap berlanjut, doa akan terus berlangsung, dan Allah seakan-akan mengabaikannya. Akan tetapi, dalam sebuah tempat tertentu, dalam sebuah waktu tertentu, sebuah hari tertentu, sebuah momren tertentu, sebuah detik tertentu, Allah telah menetapkan sebuah pengukuman atas hal itu. Sebagai contoh, jika anda membaca Kitab Kejadian pasal lima belas, Tuhan berkata kepada Abraham dalam penglihatan itu, “Abraham, aku akan memberikan seluruh negeri ini kepadamu. Ini adalah milikmu. Tetapi selama empat ratus tahun keturunanmu, anak-anakmu akan menjadi sebuah budak di sebuah negeri yang asing karena”—Allah berfirman, “sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap” (Kejadian 15:16). Kejahatan dari ibadah Kanaan itu, kehidupan sosial yang buruk dari orang Kanaan, kejahatan yang sukar untuk dilukiskan dan keburukan yang dapat dipikirkan oleh orang Kanaan itu selama bertahun-tahun dan selama genrerasi-generasi dan selama berabad-abad terus berlangsung. Allah yang benar tidak melihat, Dia tidak mengetahuinya, Dia tidak melihatnya. Akan tetapi Allah berfirman, “Selama empat ratus tahun dan kedurjanaan bangsa Amori itu genap dan kemudian pedang dari tangan Allah yang Mahatinggi akan diletakkan di dalam tanganmu.” Itu adalah hal yang identik sama, tentang apa yang terjadi di sini. Kejatahan terus menjalankan kegiatannya. Dan Allah membiarkannya berkembang dan membiarkannya berlanjut tetapi ada sebuah waktu ada sebuah bulan, ada sebuah tahun di mana Allah akan menghukumnya. Malaikat dari keadilan ini dan penghukuman ini dan murka ini telah dipersiapkan untuk hari yang mengerikan itu. 

Kemudian dia menggambarkan apa yang dia lihat. Malaikat itu dilepaskan—malaikat yang melakukan penyiksaan dan kehancuran serta penghukuman. Dan jumlah pasukan mereka—strateumaton, bentuk jamak, pasukan yang sangat banyak. Anda memiliki satu jumlah pasukan di sini. “dua puluh ribu laksa pasukan berkuda”—dua ratus juta. Anda memiliki sebuah pasukan Kalvari sepanjang delapan puluh tujuh mil. Itu menggambrakan betapa besarnya mereka. Yohanes tidak dapat menghitungnya. Tidak ada Penonton yang dapat menghitungnya. Yohanes tidak dapat menghitungnya. Yohanes berkata, “aku mendengar jumlah mereka.” [Wahyu 9:16].  Pasukan terbesar yang pernah dikerahkan di imperium masa lalu dilakukan oleh Artaxerxes ketika dia menerang Yunani. Dan Herodotus berkata jumlah mereka sebanyak dua setengah juta manusia. Dan pasukan malaikat yang jahat ini adalah “dua ratus juta” dan kemudian Yohanes mengambarkan kuda mereka. Mereka bukanlah kuda yang sesungguhnya. Kepala kuda-kuda itu sama seperti kepala singa, dan dari mulutnya keluar api, dan asap dan belerang—elemen dari neraka dan api penghukuman.  Mereka memakai baju zirah, merah api dan biru dan kuning belerang warnanya.  Dan ekornya sama seperti ular; mereka berkepala dan dengan kepala mereka itu mereka mendatangkan kerusakan. Dan oleh hal ini, sepertiga umat manusia terbunuh. Oh, hukuman dan murka dari Allah!   

Dan anda mungkin akan berpikir, dan di dalam kalimat ini atau paragraf ini—saya berharap saya dapat menutup khotbah ini sebelum kita berhenti mengudara—anda mungkin akan berpikir setelah anda membaca tentang penghukuman ini dan setelah manusia melihat perkembangan dari kejahatan dan iblis ini, dan setelah manusia melihat atas harga yang harus mereka bayar karena melayani iblis—anda mungkin berpikir bahwa ayat selanjutnya pastilah seperti ini: Dan di sana ada sebuah pertobatan yang besar kepada Allah. Ada di sana ada sebuah pertobatan yang besar dan kepercayaan kepada Yesus. tidak, tidak, dua ayat berikutnya berkata: “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan” [Wahyu 9:20].  Dan ayat yang terakhir: “Dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian” [Wahyu 9:21].  Salah satu hal yang paling aneh tentang sifat manusia—anda tidak dapat mengubah seseorang dengan penghukuman. Dan anda tidak dapat mengubah seseorang dengan sebuah kurungan atau penjara. Dia mungkin berhenti darri kejahatan karena dia takut, tetapi hatinya masih tetap jahat. Dia akan tetap dapat melakukannya jika dia memperoleh kesempatan. Anda hanya dapat mengubah seseorang dengan Injil dari Anugerah Anak Allah. Anda hanya dapat mengubah seseorang dalam sebuah ledakan baru, di dalam sebuah ciptaan dari kasih yang baru, di dalam ketaatan yang baru, sebuah komitmen yang baru, sebuah visi yang baru, sebuah mimpi yang baru, sebuah kehidupan yang baru. Itulah sebabnya mengapa tidak begitu penting bagi kita untuk membangun sebuah penjara yang besar. Kadang-kadang kita dipaksa untuk melakukannya, tetapi itu bukanlah jawaban. Kita dipaksa untuk memiliki rumah tahanan bagi remaja yang melakukan pelanggaran, tetapi itu bukanlah jawaban, jawaban yang utama untuk mengubah manusia terletak di dalam kuasa dari injil anugerah dari Anak Allah. Hal itu terletak dalam sebuah kelahiran baru. Hal itu terletak di dalam sebuah rumah yang baru. Hal itu terletak dalam sebuah komitmen yang baru. Hal itu terletak dalam sebuah dedikasi yang baru. Hal itu terletak dalam sebuah kasih yang baru. Hal itu terletak dalam wajah yang baru. Hal itu terletak dalam seorang manusia yang baru. Itu adalah alasan bagi kita untuk berkhotbah dan berdoa dan datang dan berkumpul bersama-sama dan menggabungkan jiwa kita sehingga di dalam kita mungkin Allah akan menjembatani kasih karunia dan anugerah yang akan menyelamatkan umat kita dari kematian.

Dan itu adalah seruan dari kami bagi hati anda pada pagi hari ini, ketika kita menyanyikan lagu undangan ini. Bagi anda yang berada di atas balkon datanglah melalui salah satu tangga itu dan bergabung ke dalam persekutuan jemaat ini. Dan bagi anda yang berada di lantai bawah, mari datanglah. Katakan, “Pendeta inilah saya dan saya datang ke depan. Saya akan memberikan tangan ini sebagai tanda bahwa saya telah menyerahkan hati ini kepada Allah.”  Atau sebuah keluarga yang ingin bergabung ke dalam jemaat ini, mari datanglah. Saat Allah menyampaikan firmanNya dan menuntun anda di jalanNya, lakukanlah sekarang. Buatlah keputusan itu ketika kita menyanyikan lagu undangan kita pada bait yang pertama dan baris yang pertma. Datanglah, saat kita berdiri dan menyanyikan lagu kita.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, ThM