AKANKAH ADA ORANG  YANG DISELAMATKAN  SELAMA KESUSAHAN BESAR?

(WILL ANYONE BE SAVED DURING THE TRIBULATION?)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 7:1-15

05-08-83

 

Akankah Ada Yang Selamat Selama Kesusahan Besar? Akankah ada orang yang akan selamat ketika jemaat diangkat dari dunia? Khotbah ini adalah sebuah eksposisi dari Kitab Wahyu pasal 7. Kita akan membacanya bersama-sama dengan suara yang nyaring. Dan kita akan membaca pasal 7 mulai dari ayat 13. Sekarang kita akan membaca bagian itu hingga ayat yang terakhir. Wahyu 7 dimulai dari ayat 13: Mari kita baca bersama-sama—

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"

Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." [Wahyu 7:13-17]. 

 

Pasal tujuh adalah sebuah selingan antara pasal enam dan pasal delapan. Pasal enam menyajikan kita pembukaan enam materai yang pertama, dan pasal delapan merupakan pembukaan dari materai yang ketujuh. Dan di antara selingan ini, yang disebut pasal tujuh, berisi dengan dua buah penglihatan, setiap penglihatan itu dimulai dengan meta tauta eidon—“Kemudian dari pada itu aku melihat.” Ayat pertama: “Kemudian dari pada itu aku melihat.” Penglihatan yang kedua dimulai dengan kata yang sama—meta tauta eidon, “kemudian dari pada itu,”—kata itu yang diterjemahkan di sini.

Kemudian pemandangan yang pertama ada di atas bumi dan pemandangan yang kedua ada di dalam sorga. Dan dia, di dalam sorga, dia melihat pemandangan di sekitar dia. Hal itu dimulai dari penglihatan yang pertama: “Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi” [Wahyu 7:1]—memegang empat angin penghukuman Tuhan atas dunia, keempat malaikat itu menahan mereka sebelum Allah melepaskan mereka yang dapat menimbulkan kerusakan yang hebat atas planet ini. Kemudian bilangan empat adalah bilangan dunia. Mewakili seluruh ciptaan. Lalu keempat malaikat ini sama seperti empat kerub, Alkitab versi King James menerjemahkannya dengan “mahluk yang hidup.” Kita mengetahui dari Yehezkiel bahwa mereka adalah kerub yang mewakili seluruh ciptaan Allah. Jadi keempat malaikat ini berdiri pada keempat penjuru bumi yang bersiap-siap untuk membalaskan ke atas dunia ini hukuman Allah Yang Mahatinggi. Tetapi sebelum hukuman itu dicurahkan ke atas dunia ini, Tuhan Allah berkata untuk menahannya dulu. Allah memiliki bsesuatu yang harus dilakukan.  Dan sesuatu yang dilakukan Allah ini dijelaskan di dalam Wahyu pasal 7 ini.

Darii hal itu, saya memperoleh pelajaran bahwa seluruh ciptaan ini dan seluruh dunia ini dan sejarahnya serta takdirnya terletak di tangan Allah Yang Mahatinggi. Allah yang mengontrol semuanya. Tentu saja pada akhirnya, Allah yang mendikte dan mengarahkan setiap peristiwa dan kejadian yang ada dalam sejarah manusia. Semuanya berada di dalam tanganNya. Jadi kita akan memulai dengan penglihatan yang pertama, yaitu memateraikan seratus empat puluh empat ribu orang. 

Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu, dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu, dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu, dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.  [Wahyu 7:1-7]. 

 

Mereka bukanlah jemaat. Saya membaca tentang seratus empat puluh empat ribu orang itu di dalam Kitab Wahyu pasal 14. Dan di sana mereka berdiri di hadapan para tua-tua, dan tua-tua itu adalah jemaat yang telah diangkat. Jadi seratus empat puluh empat ribu orang ini bukanlah jemaat. Mereka adalah orang Yahudi. Dan di dalam penglihatan itu mereka dimateraikan di atas dahi mereka. Disepanjang Alkitab anda akan menemukan masa dan contoh dimana Allah melakukan sesuatu yang kita kenal dengan sebuah tanda yang dapat dipahami, sebuah materai. Sunat adalah salah satunya. Itu adalah sebuah tanda dan sebuah materai Allah. Darah anak domba Paskah adalah salah satunya. Melewati bagian luar pintu, anda akan melihat darah dengan bentuk salib di kedua tiang dan ambang pintu. Ini adalah sebuah rumah, sebuah tanda bahwa rumah itu adalah milik Allah. Tali kirmizi yang ditempatkan Rahab di jendelanya merupakan sebuah tanda dan sebuah materai. Di dalam Kitab Yehezkiel pasal sembilan dijelaskan tentang sebuah penglihatan yang sangat tidak biasa. Dia melihat seorang pria—seorang malaikat dengan sebuah alat penulis di sisinya. Dan Allah menyuruh pria itu  untuk berjalan menyusuri Yerusalem dan untuk menandai dahi orang-orang yang menjadi milik Allah. Dan pria dengan alat tulis itu menaruh sebuah tanda di dahi mereka. Kemudian seorang malaikat penghancur berjalan sepanjang kota itu dan orang-orang yang tidak memiliki tanda didahi mereka dihancurkan. Saya tidak memiliki waktu untuk menjelaskan hal-hal ini, tetapi antikristus dengan meniru apa yang dilakukan oleh Allah, melakukan hal yang sama, di tangan atau di atas dahi—sebuah tanda dan sebuah materai. Jadi di sini Allah menaruh sebuah tanda dan sebuah materai, sebuah tanda yang dapat dipahami di atas dahi seratus empat puluh empat ribu orang ini. Mereka adalah milik Allah, dan hidup mereka tidak dapat dihancurkan dan abadi hingga pekerjaan mereka selesai.  

Kemudian hal yang saya pelajari dari Kitab Wahyu pasal empat belas bahwa mereka adalah perawan. Mereka perawan. Wahyu 14:4, "mereka adalah perawan"- mereka unik. Mereka tidak melipatgandakan diri mereka. Mereka tidak memiliki para pendahulu dan mereka tidak memiliki pengganti. Mereka dipilih untuk sebuah tujuan yang unik,  untuk sebuah individu, untuk terpisah dan untuk tugas yang unik—mereka adalah seratus empat puluh empat orang Yahudi, orang-orang Israel. Dan sangat jelas untuk apa mereka dipilih. Mereka dipenuhi dengan kuasa dan pengurapan dari Roh Allah yang besar, untuk menjadi  saksi dan utusan Kristus pada masa kesusahan besar yang sangat dahsyat. Mereka mempunyai kuasa yang luar biasa, dengan cahaya kemuliaan dari sorga, yang telah diberikan kepada saksi-saksi Kristen pada abad mula-mula. Maksud saya, sama seperti Simon Petrus yang berdiri di hadapan kerumunan orang banyak pada hari Pantekosta. Orang-orang ini, katanya, orang-orang yang telah menyalibkan Tuhan. Tetapi ada pengurapan dan kuasa pada Simon Petrus dan tiga ribu dari mereka diselamatkan pada hari itu. Ini merupakan suatu anugerah yang khusus dari surga yang diberikan kepada para saksi Yahudi pada abad pertama kekristenan. Salah satunya adalah Rasul Paulus dan Barnabas. Sepanjang kekaisaran Romawi, pengabar Injil dan saksi-saksi orang Yahudi memenangkan ribuan orang banyak kepada Tuhan Yesus. Anda akan memiliki hal yang sama lagi pada masa kesusahan besar: seratus empat puluh empat ribu orang dari penginjil Yahudi itu dengan sebuah pengurapan yang khusus dari Allah dan dari sorga.

Anda tahu, ini merupakan sesuatu yang tidak biasa—fenomena yang unik di dalam gereja, di dalam Kekristenan. Ini adalah satu-satunya iman, satu-satunya kepercayaan, satu-satunya penyembahan kepada Allah yang dikarakteristikkan dengan kebangunan rohani. Kebangunan rohani adalah istimewa dan unik bagi jemaat Yesus Kristus. Tidak ada iman yang lain, tidak ada kepercayaan yang lain, tidak ada orang yang mempunyai hal seperti itu. Dan sesuatu yang lain yang sangat mengagumkan bagi saya ketika saya  membaca dalam sejarah—pada masa kegelapan dan zaman yang sangat tidak berpengharapan pada saat itu juga terjadi kebangkitan rohani yang terbesar. Sama seperti pada masa rasul-rasul ketika Tuhan telah diperkenalkan kepada orang-orang yang sama seperti sebuah akar yang tumbuh di tanah yang kering—dan formalisme yang mati datanglah berkat Pentakosta yang luar biasa. Saya tidak dapat menjelaskan seluruhnya tetapi hanya menyampaikan beberapa.  

Ada sebuah hari di dalam sejarah Antiokia sekitar tahun 385 A.D., ketika seluruh kota besar itu berada di bawah penantian penghukuman yang dahsyat dari kaisar Romawi. Dan pada hari itu terlihat seolah-olah Kaisar Roma akan menghancurkan semua orang di dalam kota, Yohanes Chrysostom telah berdiri. Dan ketika kaisar Roma datang ke Antiokia untuk menghancurkan kota itu, mereka berada di tengah-tengah kuasa Roh Kudus, sorga telah mengirim kebangunan rohani yang mengagumkan yang menyelamatkan penduduk yang sangat banyak dari kota itu yang merupakan kota ketiga dari kekaisaran Romawi itu.

Kita juga bisa melihat contoh lainnya, yaitu pada masa yang gelap, masa kegelapan dari Revolusi Prancis –Pertumpahan yang sama juga akan terjadi Inggris seandainya tidak ada kebangunan rohani yang luar biasa di bawah John Wesley. Atau ambil juga, di dalam struktur yang menjemukan, suram, kehidupan yang mati dari gereja Roma- pada hari itu datang kebangunan rohani yang besar di bawah Martin Luter. Atau, di seluruh perbatasan Amerika mengalami kemunduran yang paling mengerikan, datanglah kebangunan rohani yang besar di bawah Jonathan Edwards dan George Whitfield. Atau, di dalam abad terakhir setelah kehancuran perang saudara dan mencabik-cabik bangsa kita, di sana, yaitu bagian utara muncul Dwight L.Moody dan Sam Jones di bagian Selatan memimpin kebangunan rohani yang luar biasa. Apakah itu tidak mengagumkan? Itu terjadi di waktu keputus-asaan dan masa kegelapan dan pada waktu itu juga kita menemukan kebangunan rohani yang terbesar. Itu juga terjadi pada masa kesusahan besar. Kebangunan rohani yang besar yang dipimpin oleh ini seratus empat puluh empat ribu yang diurapi, yang di baptis oleh Roh Kudus, penginjil Yahudi seperti Simon Petrus, seperti Rasul Paulus dari Tarsus, seperti Barnabas- ini adalah suatu hal yang mengagumkan dan luar biasa.

Sebelum saya meninggalkan itu, saya ingin mengatakan sesuatu yang lain salah satunya adalah seratus empat puluh empat ribu yang ditahbiskan—mereka dibaptis dengan Roh Kudus yang dari Allah. Mereka dipenuhi dengan pengurapan yang dari sorga, dari tiap-tiap suku anak-anak Israel. Maka Allah mengenal mereka dan Allah melihat mereka dan Allah mengawasi mereka. Kita tidak mengenal mereka. Tetapi Tuhan mengenal mereka. Israel adalah biji mata Allah "Ia yang menjamah Israel sama seperti menjamah buah biji mata Allah”[ Zakhariah 2:9]. Harta yang tersembunyi di ladang mengacu pada Israel. Mutiara yang berharga mengacu pada kita. Seseorang yang menjual segala sesuatu dan telah membeli mutiara yang berharga itu. Kita tidak membeli keselamatan kita. Itu merupakan sebuah karunia. Perumpamaan itu mengacu pada Yesus Tuhan kita yang memberikan hidupnya darahNya untuk membeli kita melalui diriNya. Mutiara yang berharga mengacu pada kita yaitu orang yang bukan Yahudi. Harta yang terpendam dalam ladang mengacu pada Israel, bangsa yang dikuburkan di bawah bangsa-bangsa di bumi. Dan mereka dikenal Tuhan. Suku bangsa dari tiap-tiap Israel adalah milikNya. Dan mereka berharga dimata Tuhan. Dan secara khusus dan secara pribadi dan juga secara luar biasa seratus empatpuluh empat ribu ditahbiskan, dimeteraikan, dipendam, dipanggil untuk penginjilan dunia. Saya mengetahuinya dari Matius pasal 25. Ketika Tuhan Anak Manusia akan datang dengan KemuliaanNya, dan para malaikat kudus bersama dengan Dia, mereka akan dikumpulkan sebelum Ia datang [ Matius 25:31, 32]. Pada pasal 19 dari kitab Wahyu berkata bahwa ketika Ia datang, Ia akan mengumpulkan orang-orang bukan Yahudi dari dunia. Dan mereka akan menghakimi menurut cara yang mereka terima, itu adalah seratus empat puluh empat ribu orang Israel.

Saudara yang terkasih, Yesus memanggil mereka. Saudaraku, bagaimana kita menerima mereka. Dan jika kita memalingkan hati kita, menentang mereka dan menutup telinga terhadap pesan Injil yang mereka sampaikan, dan jika kita menganiaya mereka dan mengabaikan mereka dan melupakan mereka dan melalaikan mereka, Allah akan menghukum kita. Itulah yang Tuhan sampaikan. Seratus empat puluh empat ribu  ini dipilih dan ditahbiskan  untuk menjadi penginji yang menjadi milik kepunyaan Tuhan, dan bagaimana pesan mereka diterima oleh sebagian besar bangsa-bangsa di dunia pada masa hari penghukuman yang besar itu—ketika Tuhan datang dalam kemuliaan bersama dengan para malaikat. Jadi ini adalah visi yang pertama. Pemeteraian dari seratus empat puluh empat ribu yang akan memberitakan pesan Kristus di dunia. Ini adalah visi pertama, dan seperti yang saya sampaikan, hal ini terjadi bumi. Dan ini terjadi di awal masa kesusahan besar, setelah pengangkatan jemaat.

Sekarang kita akan berpaling ke dalam penglihatan yang kedua yang dilihat oleh Rasul Yohanes. Meta tauta eidon—“kemudian dari pada itu.”  Dan pada waktu ini dia melihat penglihatan yang ada di dalam surga. Ia melihat sebuah kumpulan orang banyak yang tidak dapat dihitung berdiri dihadapan takhta itu. Dia berada di sorga memakai jubah putih dan semua para malaikat. Ia berada di surga, berdiri disekitar takhta dan para tua-tua—mereka ini adalah jemaat yang diangkat.  Dan yang empat seraphim, empat kerub, dan mereka tersungkur menyembah Allah. Hal ini terjadi di sorga. Dan orang-orang ini yang berada di sana, bukanlah bagian dari jemaat yang diangkat itu. Jemaat telah diangkat pada masa akhir zaman anugerah. Di dalam Kitab Wahyu pasal dua dan pasal tiga kitab Wahyu, kita memiliki gambaran tentang jemaat-jemaat—ketujuh gereja yang mewakili jemaat sepanjang zaman—masa gereja. Kemudian setelah pasal tiga dan kemudian pasal 4, dan pasal 5, kita melihat pemandangan tentang Yohanes yang diangkat di sorga—dan dia berada di sana di hadapan Allah. Dan di atas sana, di dalam sorga dia melihat jemaat yang telah diangkat ke sorga di bawah simbol para tua-tua.

Kemudian orang banyak yang dilihat Yohanes yang berada di hadapan para tua-tua itu. Mereka bukanlah jemaat yang kemudian. Mereka adalah pendatang-pendatang baru yang telah menjadi martir, dibangkitkan dan diangkat ke sorga. Mereka diangkat ke dalam kemuliaan setelah pengangkatan jemaat. Dan salah satu tua-tua itu bertanya kepada Yohanes dan berkata kepadanya,  "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” [Wahyu 7:13]  Kemudian Yohnes melihat mereka, dan dia berkata: Aku tidak tahu. Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya.” Sekarang ada indikasi lain bahwa mereka bukanlah jemaat. Jemaat telah diangkat ke dalam sorga. Dan mereka berada di sana bersama dengan para malaikat di dekat takhta Allah. Dan ketika tua-tua itu berkata kepada Yohanes, “Engkau melihat kumpulan orang banyak itu, siapakah mereka?” Dan Yohanes berkata: “Aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya. Aku tidak tahu siapakah mereka. Aku tidak pernah melihat mereka.” Seandainya mereka adalah jemaat yang diangkat, tidakkah dia akan mengenali ibunya, Nyonya Zebedus? Tidakkah dia akan mengenali ayahnya, Tuan Zebedeus? Tidakkah dia akan mengenali saudaranya sendiri, Yakobus, yang telah menjadi martir, yang dibunuh oleh Herodes Agripa I, di dalam Kisah Rasul pasal dua belas? Tidakkah dia akan mengenali saudaranya Yakobus yang telah dipenggal? Tidakkah dia akan mengenali sahabat lamanya Simon Petrus? Dia baru saja menulis sebuah tambahan ke dalam injilnya—yaitu pasal dua puluh satu Injil Yohanes sebagai sebuah penghargaan bagi sahabat lamanya yang telah meninggal tiga puluh tahun sebelumnya. Yohanes telah menulisnya. Tidakkah dia akan mengenal Simon Petrus? Dan tidakkah dia akan mengenal banyak orang yang merupakan anggota jemaatnya di Efesus? Tidakkah dia akan mengenali semuanya? Tentu saja dia akan mengenali mereka. Tetapi ketika salah satu tua-tua itu bertanya kepada Yohanes, “Engkau lihat kumpulan orang banyak itu? Siapakah mereka dan dari manakah mereka berasal?” Yohanes melihat mereka dan dia berkata, “Aku tidak tahu, aku tidak pernah melihat mereka sebelumnya.” Dan kemudian salah seorang dari tua-tua itu menjawab—dan anda tidak akan memiliki ide dari Alkitab versi King James sama sekali. Inilah yang disampaikan oleh salah satu tua-tua itu: “Mereka adalah, houtoi eisin hoi erchomenoi—bentuk kata kerja masa kini, tindakan linear—“mereka adalah orang-orang yang keluar dari…” Mereka adalah orang-orang yang keluar dari tes thlipseos tes megales—“kesusahan besar”— dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” [Wahyu 7:14].  Mereka adalah orang-orang kudus pada masa kesusahan besar. Mereka adalah orang-orang yang bertobat di bawah kesaksian dari seratus empat puluh empat ribu penginjil yang memiliki pengurapan yang luar biasa—mereka masuk ke dalam kemuliaan, mereka kmasuk ke dalam sorga. Mereka diselamatkan pada hari yang sangat mengerikan itu, hari penghukuman dan pencobaan besar.

Betapa mulianya! Betapa merupakan sebuah penyingkapan yang menakjubkan! “Karena—dia touto—itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.” [Wahyu 7:15].  Anak Domba yang berada di tengah-tengah takhta itu akan memberi mereka makan, memimpin mereka kepada sumber air kehidupan. Bukankah nadanya sama dengan Mazmur pasal dua puluh tiga? Tuhan akan menghapus segala air mata mereka.  Dia touto—karena, atas penilaian dari hal ini: mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Hanya ada satu cara untuk diselamatkan, sekalipun anda berada di dalam Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, sekalipun anda berada di dalam dispensasi ini atau pun  dalam masa kesusahan besar. Seluruh gambaran Perjanjian Lama merupakan bayangan. Semuanya adalah tipe dan simbol dari Dia yang telah mati bagi kita di atas kayu salib. Sekalipun anda sedang berbicara tentang binatang yang tanpa dosa yang dibunuh  di Taman Eden dan kulit yang digunakan untuk menutupi ketelanjangan orang tua kita yang pertama, atau sekalipun anda berbicara tentang Darah Paskah, atau sekalipun anda berbicara tentang korban di Bait Suci, atau sekalipun anda berbicara tentang khotbah Yohanes Pembaptis, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” [ Yohanes 1:29].  Atau sekalipun anda berbicara tentang khotbah Simon Petrus, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia” (Kisah Rasul 4:12). Atau sekalipun anda berbicara tentang keberadaan orang banyak itu di dalam kesusahan besar, “Mereka ini adalah orang-orang yang telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” [Wahyu 7:14]  “Dia touto— mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya.” [Wahyu 7:15]. 

Sekarang, yang menjadi seruan bagi kita. Anda mungkin akan berkata, “Mengapa saya ingin diselamatkan sekarang jika saya juga dapat diselamatkan pada masa kesusahan besar?” Jawabannya sangat jelas ketika anda membaca Alkitab, dan terutama ketika anda membaca Wahyu, kitab yang terakhir dalam Alkitab. Allah berkata bahwa sekarang adalah hari keselamatan itu,  sekarang, adalah waktu penerimaan [ 2 Korintus 6:2]. Dan sekarang kita sedang menunggu dan menantikan  pengangkatan jemaat. Kita  sedang menanti, menunggu Yesus untuk menyatakan diri bahwa Dia akan datang sewaktu-waktu, setiap saat, sebelum saya meninggal, sebelum tengah malam. Itulah yang sedang kita lakukan saat ini. Ini adalah masa anugerah, sebuah pintu yang terbuka, sebuah kesempatan berharga dan luar biasa. Mengangkat kepala kita, saat penebusan kita sudah dekat—dan kita sedang menantikan dan memandang kedatangan kembali dari Tuhan kita, dan mengumpulkan umatNya bersama-sama dengan Dia. Oh betapa merupakan sebuah berkat, sebuah kesucian dan sebuah kemuliaan—sekarang, serahkanlah hati kita kepada Yesus yang mulia dan menantikan saat pengangkatan umatNya!

Pada masa kesusahan besar, berdasarkan Firman Allah, di sana akan ada pencurahan besar-besaran ke atas dunia ini, seperti sebuah sapuan gelombang yang besar terhadap kejahatan dan penghukuman dan terror dan penghakiman, seperti yang belum pernah dilihat oleh dunia sebelumnya. Disebutkan dalam Alkitab bahwa yang menahan sapuan gelombang terhadap kejahatan dan kekerasan dan darah yang akan meliputi dunia ini adalah Roh  Allah yang berada di dalam jemaat. Tetapi ketika jemaat akan diambil; seluruh berkat yang datang kepada kita pada saat Pentakosta akan diambil. Dan apa yang tersisa adalah prenghukuman dari Allah Yang Mahatinggi. Dan Roh Allah akan bekerja sama seperti yang telah Dia lakukan pada saat Pentakosta, tetapi masa anugerah telah berakhir. Dan di dalam hari yang mengeruikan itu, dan yang penuh dengan kesukaran itu, Kitab Wahyu pasal sembilan berkata, “Pada masa itu orang-orang akan mencari maut, tetapi mereka tidak menemukannya, dan mereka ingin mati, tetapi maut lari dari mereka” (Wahyu 9:6). Itu adalah ayat yang menggambarkan horror dari orang-orang yang berada dibawah penghukuman Allah. Menderita, Kitab Suci berkata, seperti disengat seekor kalajengking (Wahyu 9:5). Dan mereka tidak dapat mati.

Anda tahu, dalam usaha untuk membayangkan hal itu, untuk ditinggalkan dalam masa Kesusahan Besar itu—dalam usaha untuk menggambarkannya, saya membayangkan tentang pria dan wanita, yang telah dicari dan diburu seperti binatang oleh polisi dan FBI dan seluruh organisasi hukum Amerika yang terorganisir, di Teksas dan seluruh Amerika Serikat. Mereka sedang melakukan pencarian kepada sebuah pasangan yang telah membunuh polisi di Mount Pleasant. Dan sama seperti yang and abaca di surat kabar, mereka menemukannya mereka menemukannya di dalam sebuah bangsal di Little Rock- empat mil selatan dari Little Rock. Pria itu telah menembak istrinya dan kemudian dia mengarahkan senjata itu kepada dirinya sendiri dan menembak dirinya. Dan ketika polisi tiba di sana, mereka telah bermadikan darah mereka sendiri. Saya membayangkan sebuah ketakutan dalam sebuah jenis kehidupan yang seperti itu. Setiap bayangan adalah sebuah ketakutan. Setiap suara ribut di depan pintu adalah sebuah ketakutan. Hidup untuk diburu. Itu adalah gambaran kecil dari masa kesusahan besar. Manusia akan mencari maut. Merka mampu untuk mengusahakannya. Akan tetapi di dalam masa kesusahan besar, mereka tidak akan mampu untuk menemukan maut itu. Dan mereka hidup dalam masa penghakiman dan penghukuman itu. Apa yang mereka nantikan di dalam masa kesusahan besar itu? Mereka menantikan Harmageddon. Hal itu akan menutup masa kesusahan besar yang terdapat dalam Kitab Wahyu pasal sembilan belas. Mereka menantikan Armageddon. Kita menantikan hari pengangkatan, kepada Yesus yang mulia, pada masa yang penuh kasih dan anugerah ini. Dia mengumpulkan kita dan menyatukan kita dan mengangkat kita bagi diriNya. Sedangkan mereka menatikan kepada penghukuman Armageddon. Armageddon yang digambarkan dalam Wahyu akan menjadi sebuah pertumpahan darah yang hebat seperti kendali pada kekang kuda. Dan kumpulan orang banyak ini akan datang ke sorga dan keluar dari  tes thlipseos, tes megales—“masa kesusahan besar yang paling hebat” (Wahyu 7:14). Mereka adalah para martir, mereka adalah orang-orang yang disiksa, dan mereka telah diburu. 

Betapa sangat manis dan betapa sangat indah sekali untuk menjadi orang-orang pilihan. Tuhan, Tuhan kapankah pengangkatan akan tiba, aku ingin ada didalam bilangan itu. Tuhan, Tuhan, datanglah untukku. Datanglah untukku. Jangan tinggalkan aku. Tuhan, Tuhan, bukalah pintu bagiku juga, seperti yang telah Engkau lakukan kepada rasul Yohanes yang kudus. Tidak ada seorangpun yang peka terhadap Roh Tuhan akan berkata: aku akan menunggu di luar pengangkatan dan masuk ke dalam masa kesusahan besar yang mengerikan dan barangkali kemudian aku akan berbalik kepada Kristus. Oh, Tuhan! Itu seperti seseorang yang memilih kematian. Ia seperti seseorang yang memilih sesuatu yang sangat menyakitkan. Ia seperti seseorang yang memilih kengerian. Ia seperti seseorang yang memilih api neraka sebelum dia mengangkat hatinya dan wajahnya kepada Juru Selamat, kepada Yesus yang mulia. Tuhan, aku ingin diselamatkan. Selamatkanlah aku sekarang. Jika aku akan bertobat, Tuhan, tobatkanlah aku sekarang. Jika aku akan mengaku Kristus sebagai Juru Selamatku, Tuhan berilah aku kekuatan untuk melakukannya sekarang. Yaitu Injil dari zaman anugerah ini. Seruan Roh dan kepastian dan pertobatan dan kemesraan dan kasih pada masa sekarang ini. Untuk bergabung dalam nyanyian dan pujian kepada Allah bersama dengan umat Tuhan merupakan keistimewaan yang paling tinggi yang pernah diberikan oleh Allah  ke atas kami. Lakukanlah itu sekarang.

 

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, ThM