KEADAAN GEREJA

(THE STATE OF THE CHURCH)

Dr. W. A. Criswell

Wahyu 3:7-8

01-08-84

 

          Setiap tahun saya menyampaikan sebuah khotbah tentang keadaan gereja. Kita telah mengubahnya tahun ini karena hari minggu yang lalu, jatuh tepat pada Hari tahun Baru dan kita telah merencanakan sebuah program untuk hari itu. Saya telah diminta untuk menyampaikan dua khotbah sehubungan dengan eskatologi, tentang akhir zaman. Dan kemudian dalam ibadah malam setelah persekutuan di Coleman Hall, kita berkumpul di sini untuk meminta suatu pertanyaan bahwa kita akan membahas tentang kesudahan zaman, akhir dari sejarah. Lalu, minggu ini, hari minggu yang kedua di tahun baru, pendeta akan menyampaikan khotbah yang berhubungan dengan keadaan gereja. 

            Teks khotbah kita hari ini terdapat di dalam Wahyu 3:7-8, perkataan Tuhan kita kepada jemaat Filadelfia, jemaat yang keenam dari ketujuh jemaat di Asia. Dan kita akan membacanya, Wahyu 3:7-8:

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu.  

 

            Ketika saya mempersiapkan khotbah ini, saya melihat kembali tahun-tahun dimana saya telah berbicara tentang tujuan dan mimpi dan visi dan yang kita minta kepada Allah untuk memberkati tahun sebelumnya dan tahun yang terbentang di hadapan kita. Sebagai contoh, salah satu tujuan kita adalah untuk memiliki seribu orang baptisan dalam setahun. Di dalam topik utama dari Baptist Standard, artikel utamanya berjudul: “Gereja First Baptist Dallas Memimpin Jumlah Baptisan Sebanyak 1182 orang.” Dan inilah isi dari paragraf pertama dari artikel ini: 

Selama empat tahun dalam sebuah deretan, Gereja First Baptist memimpin gereja-gereja Baptis Teksas dalam baptisan pada tahun 1983 dengan jumlah total 1983. Jumlahnya lebih dari 148 dari laporan gereja pada tahun 1982, dan dua kali lipat dibandingkan dengan banyak baptisan seperti yang dicatat oleh Gereja First Baptist Houston yang berjumlah 544. 

            Kita memiliki jumalah baptisan dua kali lipat tahun yang lalu yang menjadi jemaat berikutnya bagi kita. Dan tahun kita akan akan berusaha untuk membuatnya tiga kali lipat. Tidak ada batasan jumlah yang banyak bagi kita untuk menjangkau orang-orang kepada Kristus dan membaptiskan mereka. Itu adalah salah tujuan yang telah kita hasilkan. 

            Ketika saya melihat tujuan dan mimpi-mimpi itu, saya melihat salah satunya memiliki tujuh daftar di Akademi First Baptist kita. Tahun ini, Jhonny Henderson yang berada di sana berkata bahwa kita memiliki lebih dari delapan ratus anak yang berbeda yang terdaftar di akademi kita. Dia memberitahukan kepada saya bahwa tujuh belas anggota staf dan para pengajar di sana memiliki gelar master dan di atasnya. Kita memiliki sebuah laboratorium komputer di sana dengan tujuh belas komputer di dalamnya. Kita memiliki empat puluh enam senior yang lulus pada tahun yang lalu dan empat puluh lima dari mereka sekarang berada di perguruan tinggi dan universitas-universitas. 

            Ketika saya melihat tujuan ini pada tahun yang lalu, kita memandang ke depan untuk memiliki tiga ratus orang di Sekolah Alkitab kita, Institut Alkitab kita, Pusat Studi Alkitab kita. Kita memiliki lebih dari tiga ratus orang dan masih terus berkembang.

            Ketika saya melihat sepanjang tahun itu, beberapa waktu yang lalu kita memiliki hutang sekitar sebelas juta dolar. Dan apakah anda masih ingat suku bunga naik membumbung tinggi dan hutang kita membengkak dengan luar biasa. Kita membayar dua puluh tiga dan satu setengah persen dari hutang kita dan Allah telah melepaskan kita dari hutang itu. Beberapa orang dari jemaat ini berkata kepada saya bahwa itu hanyalah kejadian yang kebetulan. Beberapa orang menyatakan bahwa itu adalah keberuntungan. Saya berkata itu adalah Allah. Allah melakukannya bagi kita.

            Kita telah memiliki sebuah organ yang baru dan besar. Salah satu tujuan yang kita miliki dalam tahun-tahun belakangan ini adalah untuk memiliki organ yang paling besar di Amerika, untuk jemaat kita, orkestra kita, paduan suara kita, gereja kita, yang digunakan untuk memuji dan mengagungkan Tuhan. Kemudian di Toronto, Kanada, ada seorang ibu yang mendengar saya berkhotbah. Dan dia memiliki sebuah organ yang besar di daratan Amerika Utara, dia berkata, “Saya ingin gereja ini ditempatkan di gerejanya.”

            Dan mereka datang kemari dengan sebuah organ seharga satu juta tiga ratus ribu dan memberikannya kepada kita dan menempatkannya di ruangan ini, dan itu adalah salah satu yang anda dengar. Suaranya dan dengungannya membuat malaikat di sorga berhenti bernyanyi untuk menunduk kepada Allah ketika mereka mendengar kita bernyanyi di bawah sini. Sangat luar biasa.

            Kita memiliki sebuah tujuan: rumah-rumah misi tempat di mana para misionaris yang baru datang luar negeri sehingga mereka dapat menghabiskan cuti mereka bersama dengan kita. Minggu yang lalu kita telah memberikan rumah, Mrs. Lucille Meadows membawa sebuah rumah seharga seratus tujuh puluh lima ribu dolar dan memberikannya kepada kita untuk rumah misi kita.

            Salah satu tujuan kita adalah untuk memiliki sebuah media yang luas dan pelayanan komunikasi di gereja kita. Kaset dan tape dan video tape yang kita kirim ke TV kabel dan sekarang hal itu telah terpenuhi. Pada jam ini dan dalam setiap jam, pendeta anda sedang berkhotbah di suatu tempat di dunia ini—berkhotbah melalui TV kabel.   

            Dan kita telah berdoa kepada Allah untuk satu stasiun radio Kristen dan Tuhan telah memberikannya kepada kita. KCBI tentu saja merupakan salah satu stasion radio yang terbaik di dunia. Itu adalah stasion suara seperti sinar matahari yang cemerlang jika Allah memberikannya kepada satu gereja. 

            Dan di akhir bulan ini, kita akan memiliki buku, anda telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berhubungan dengan penerbit  buku Zondervan, dan di akhir bulan ini, kita juga akan memiliki siaran langsung setiap minggu pagi dan minggu malam. Bukankah itu sangat luar biasa? Sangat mulia! Salah satu anggota jemaat kita dan mitra doa serta rekan kita, Eldridge Thomas, telah diberikan hak oleh FCC di Washington untuk mendirikan sebuah stasion televisi dan akan segera selesai dan kita akan menjadi yang pertama di dalamnya. 

            Kemudian kita meminta Allah untuk nursery dan Dia telah memberikan kita dua lantai untuk nursery di sini dan seluruh Truett Building didedikasikan kepada anak-anak kecil ini. Kita meminta kepada Allah untuk sebuah gymnasium dan berada di lantai paling atas Truett Building, the Wicker Gym.  Dan Allah memberikan Mary Crowley kemampuan untuk membangun bangunan itu yang telah kita doakan dan Dia telah menjawab doa kita melalui dia.

            Kita telah meminta kepada Allah untuk membuat persekutuan pria di gereja dan Tuhan telah melakukannya. Rekan-rekan muda yang berasal dari berbagai tempat, telah membantu kita. Saya tidak pernah ke gereja pada minggu pagi, tetapi dua atau tiga orang dari mereka berada di sana untuk menjabat tangan saya dan hal itu membuat hati saya menjadi lega atas sambutan itu. Dan kita telah meminta Allah dalam salah satu tujuan itu, untuk memberikan kepada kita satu juta dolar dalam setahun untuk Program Kerjasama Misi. Dan kita telah melakukannya.

           Hanya satu dari tujuan yang sangat banyak itu, dan saya tidak memiliki waktu untuk menghitungnya, hanya ada satu dari tujuan itu dimana kita gagal dan terhuyung-huyung, dan itu berkaitan dengan Sekolah Minggu. Kita memiliki sebuah daftar yang berjumlah empat belas ribu. Kita memiliki sebuah tujuan  untuk memiliki kehadiran rata-rata sekitar  delapan ribu tiga ratus, dan kita tidak pernah dapat mencapainya. Saya ingat pada tahun 1976, itu adalah ulang tahun Amerika yang kedua ratus; kita memiliki sebuah tujuan untuk memiliki pengunjung sekitar tujuh ribu tujuh ratus tujuh puluh enam dan kiyta tidak dapat melakukannya. Itulah sebabnya mengapa kita meminta Allah untuk mengirim Dr. Tom Melzone. Dan Dr Melzone berada di sini, dan dia berkata kepada saya: “Kita akan mewujudkan tujuan ini dan kita akan memiliki jumlah Sekolah Minggu sekitar sepuluh ribu pada musim semi ini, dan tidak lama sesudah itu, kita akan memiliki jumlah pengunjung rata-rata di Sekolah Minggu sekitar dua belas orang.”

            Sekarang, hal itu sudah ditetapkan secara resmi dan diulang kembali. Dan di sana ada ribuan orang yang telah mendengarkannya dan anda juga telah mendengarnya. Saya beritahukan kepada anda bahwa seorang anak dapat melakukan pekerjaan yang ajaib jika dia melakukannya. Bayangkanlah untuk memiliki dua belas ribu orang di sini setiap minggu dalam Sekolah Minggu. Dan dia dapat melakukannya serta kita sedang berada di jalur kita.

            Sekarang, kita akan melihat iman dan dorongan serta komitmen untuk masa depan yang diharapan Allah dari kita. Saya telah berada di kantor Dan Mitchell yang berada di tower yang besar yang terletak di Bryan Street, dan dia memiliki sebuah plakat di sana dan saya membaca plakat itu. Dengarkanlah apa isinya, “Sebuah kapal yang berada di pelabuhan tetap aman. Tetapi itu bukan tujuan dari pembuatan kapal itu. Kapal dibangun untuk pergi ke bagian utama, bagian yang dalam.” 

           Tuhan kita berkata kepada Simon Petrus di dalam Lukas 5:4 seperti ini: “Bertolaklah ke tempat yang dalam  dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Tetap tinggal di dekat pantai, karena itu mudah dan aman. Akan tetapi di sana tidak ada rancangan Allah bagi kita. Bergeraklah dan berbaris dan Tuhan berkata, “Aku akan memberikanmu sebuah upah,” seperti yang Dia lakukan kepada Simon Petrus.

           Jadi di sini ada beberapa hal, saya hanya memilih sedikit untuk disampaikan pada jam ini. Yang pertama, berkaitan dengan fasilitas kita. Kita sedang mempersiapkan sebuah program yang besar untuk memperluas gereja kita ini. Hal itu telah dipelajari dan akan segera disampaikan kepada jemaat kita. Kita telah menetapkan panitianya yang terdiri dari diaken-diaken kita, dengan Jack Brady sebagai ketua, dan Jim Bolton sebagai wakil ketua, komite perencanaan dikepalai oleh Ed Drake, komite pembangunan dikepalai oleh Ed Yates, komite anggaran dikepalai oleh Louis Cale. Orang-orang ini dan kiata semua telah bersiap-siap untuk keputusan yang penting yang akan berkaitan dengan gereja kita untuk ribuan tahun yang akan datang.

            Ada beberapa hal di dalam program itu yang menyenangkan hati saya. Saya telah menyampaikan hal itu sebelumnya. Mereka begitu melekat di dalam hati saya karena saya membaca Alkitab. Dan di dalam Alkitab, di dalam Perjanjian Baru, saya secara seringkali melewati hal itu di dalam Firman Allah. Saya menginginkan bagi kita sebuah pusat persekutuan yang dapat menampung dua ribu orang, setidaknya dua ribu orang dari kita dapat berkumpul untuk duduk bersama dalam memecahkan roti. Ketika saya membaca Alkitab, seringkali saya melewati perjamuan  agape dari jemaat Perjanjian Baru.

            Kata untuk kasih di dalam literatur Yunani tanpa pengecualian adalah eros.  Jika anda membaca Euripides dan Thucydes dan Plato dan Aristoteles dan Sappo, seluruh penulis terkemuka dalam literatur Yunani, kata yang mereka gunakan untuk kasih adalah eros.  Mereka bahkan memiliki seorang dewa kecil yang bernama Eros. Karena di dalam dunia berhala, kata eros memiliki konotasi kedagingan, maka para penulis Perjanjian Baru memilih kata lain untuk kasih. Anda tidak akan pernah menemukan kata eros, di dalam Perjanjian Baru. Bahkan kata itu tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam seluruh literatur Yunani. Tidak sekali pun mereka menggunakan kata eros.  Mereka menggantinya dengan agape, Kasih Allah, kebaikan Allah tentang kasih—agape.

            Dan mereka mengaplikasikan kata itu ke dalam persekutuan mereka. Mereka menyebutnya perjamuan   agape (kasih).  Di dalam Kisah Rasul 2:46, perjamuan kasih setiap hari dilakukan oleh jemaat. Setiap hari jemaat berkumpul bersama-sama dan memecahkan roti bersama-sama. Di dalam Kisah Rasul 20:7, nampak jelas bahwa jemaat telah memiliki kebiasaan untuk melakukan perjamuan  agape, perjamuan kasih itu dilakukan sekali dalam seminggu.

            Di dalam 1 Korintus 11:21, anda memiliki sebuah diskusi panjang yang berkaitan dengan kebiasaan dari perjamuan  agape itu.  Tetapi ketika saya membacanya, saya melihat apa yang dilakukan oleh jemaat. Mereka berkumpul di sana untuk perjamuan kasih itu dan mereka menutupnya sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan di dalam Kisah Rasul pasal 2, dan ketika mereka melakukannya dalam Kisah Rasul pasal 20, mereka menutupnya dengan Perjamuan Tuhan. Di dalam 1 Korintus 10:17, Paulus menunjuk hal itu sebagai sebuah bagian dari artos Kristus.  Kita adalah sepotong roti. Kita berada di dalam tubuh Tuhan Yesus.

           Lalu, apa yang saya sukai adalah, tanpa akhir dalam mengharapkan hal itu, saya senang jika jemaat kita sama seperti sebuah Jemaat Perjanjian Baru. Seperti jemaat yang dibangun oleh Tuhan Yesus, mengikuti Kitab Suci. Dan jika kita membaca jemaat yang memiliki kebiasaan seperti itu, apa yang harus kita lakukan adalah, kita akan berkumpul bersama dan memecah roti. Dan kita akan menutup perjamuan kasih kita dengan Perjamuan Tuhan. Saya berpikir bahwa jika kita memiliki sebuah tempat maka itu akan menjadi rumah jemaat pada harri rabu malam, kita akan dapat memiliki sebuah perjamuan  agape dan kita dapat mengundang sahabat-sahabata dan tetangga kita: “Datanglah dan memecahkan roti bersama-sama dengan kami.”

            Dan kita akan memiliki sebuah pertemuan doa, ibadah tengah minggu di sekitar meja itu. Sekali sebulan kita akan mengundang seluruh anggota jemaat yang baru untuk datang ke dalam persekutuan jemaat yang manis itu. Kita akan menyambut mereka sebagai tamu yang istimewa dan kita akan makan bersama dan kita akan menutup perjamuan kasih itu dengan Perjamuan Tuhan. Saya pikir pastilah ada sebuah alasan mengapa Allah menginspirasikan jemaat mula-mula dengan persekutuan seperti itu. Dan kita harus menyalinnya, sebuah jemaat Perjanjian Baru yang indah dan mulia.

            Saya senang jika kita semua merawata bangunan  kita. Jangan biarkan mereka menjadi rusak dan kotor. Buatlah mereka bersih, dirawat dan dijaga. Ini adalah tempat umat Allah berkumpul dan buatlah menjadi tempat seperti itu. Mereka mengasihi Tuhan. Mereka menghormati Tuhan dengan sebuah tempat persekutuan, perkumpulan yang indah. 

            Tentu saja, satu hal yang telah seringkali saya sampaikan dan anda telah mendengarnya, saya memandang ke depan untuk memiliki sebuah bangunan akademi. Sebuah tempat bagi anak-anak kita setiap hari untuk mempelajari pikiran Kristus. 

            Kita sedang membangunnya, bersama dengan Johhny Henderson, satelit-satelit yang berada di seluruh kota Dallas. Tetapi sekolah yang utama harus berada di gereja ini. Sekolah lahir di dalam sinagog dan di dalam gereja. Disitulah seharusnya mereka berada. Mereka semuanya ada di sana. Bahkan universitas-universitas yang besar ini merupakan sekolah-sekolah gereja. Tidak ada pengecualian terhadap hal itu: Sorbonne di Paris, Cambridge dan Oxford di Inggris, Harvard dan Yale dan Princeton dan Brown—semuanya merupakan milik gereja. Pada masa lalu semua sekolah adalah sekolah gereja. Sekularis dan humanis serta Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika telah mengambil sekolah-sekolah kita. Sekarang semuanya telah didedikasikan kepada humanis dan sekularis. 

            Mengapa, Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika memberitahukan kepada saya bahwa di Dallas ini, jika saya pergi ke sekolah-sekolah menengah, dan menyebutkan nama Yesus di dalam ibadah itu maka mereka akan menutup sekolah itu—hanya menyebutkan nama Yesus. Saya ingin menunjukkan kepada anda hal-hal yang telah berubah di Dallas ini. Ketika pertama sekali saya datang kemari, jika kita memiliki seorang penginjil yang hebat, yang memiliki banyak waktu, kita akan pergi ke sekolah-sekolah ini untuk mengadakan ibadah. Dan penginjil itu dapat berbicara. Akan tetapi anda tidak dapat melakukan hal itu pada hari ini. Anda dapat mengajar setiap jenis evolusi dan semua hal yang kafir dan semua jenis ateisme dan semua jenis komunisme, semuanya dapat anda ajarkan di sekolah-sekolah. Tetapi anda tidak dapat mengajar tentang Yesus. anda tidak dapat mengajar tentang iman. Anda tidak dapat mengajar tentang Allah. Itulah yang telah dilakukan oleh kelompok sekularisme dan humanisme terhadap sistem sekolah kita. 

            Saya bukan menentang semua hal yang ada di dalam sistem sekolah umum kita. Saya tidak melancarkan kecaman yang tajam terhadap hal itu. Beberapa diaken kita yang saleh dan para pemimpin serta para pengajar yang kita miliki di dalam gereja ini merupakan pengajar dan pengawas di sistem sekolah umum. Saya hanya menyampaikan hal ini: Saya pikir setiap keluarga harus memiliki pilihan ke mana anda harus mengirim anak anda. Anda akan mengirim anak anda ke sekolah umum, yang memiliki dukungan dana dan dipimpin oleh pengadilan dan Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika, yang agak bagus. Akan tetapi anda tidak akan dapat menyebutkan nama Yesus di dalamnya. Anda tidak akan membaca Alkitab di dalamnya. Anda tidak akan berdoa di dalamnya. Karena semuanya itu bertentangan dengan pengadilan, bertentangan dengan hukum negeri ini. Akan tetapi,  jika anda suka, anda dapat mengirim anak anda ke sebuah tempat   di mana di dalamnya anak anda akan diajarkan makna sejarah di dalam Kristus dan pikiran Allah di dalam ilmu pengetahuan dan hal-hal tentang Allah di dalam doa dan Alkitab dan pertobatan. Dan saya pikir anda harus memiliki sebuah pilihan. Dan pilihan itu dihadirkan oleh Akademi Kristen First Baptist kita.

            Kamis yang lalu, saya pergi ke ibadal kapel di Aula Ralph Baker. Mereka berkumpul bersama-sama, anak-anak yang berasal dari taman kanak-kanak tingkat dua. Dan kami memiliki waktu terbaik di dunia di dalam Yesus. Sangat indah sekali bagaimana anak-anak  memiliki respon kepada Allah dan kepada Yesus dan kepada Alkitab dan kepada Alkitab, untuk bernyanyi kepada Juruselamat, untuk berdoa dan membaca Alkitab. Hal itu sukar untuk dipercayai. Alasan terhadap hal itu sangat jelas. Allah telah membuat hal itu di dalam diri mereka. Anak-anak secara alami, akan berdoa, mengasihi Allah, mengasihi Tuhan, berbicara kepada anda tentang Yesus, ingin menyerahkan hatinya dan jiwanya kepada Yesus. Dan ketika mereka datang kemari, ke sekolah kita dan mereka diajarkan tentang hal-hal itu, itu sangat indah, sangat luar biasa untuk mendengar mereka bernyanyi dan mendengar mereka mengutip Alkitab, anak-anak kecil yang berada di taman kanak-kanak, tingkat pertama dan tingkat kedua. 

            Kemudian saya berjalan keluar dari ibadah kapel itu dan bertemu dengan tiga pasangan muda yang belum pernah saya lihat sebelumnya, kemudian saya berpapasan dengan mereka, kemudian mereka berhenti untuk berbicara dengan mereka, dan saya berkata, “Bagaimana anda dapat mengenal saya?”

           Dan mereka berkata, “Anda adalah gembala jemaat dan kami telah datang ke Dallas untuk menghadiri Pusat Studi Alkitab.” Oh, itu sangat luar biasa. Lebih dari tiga ratus orang pria dan wanita sedang dipersiapkan untuk melayani di sekolah itu. Bukankah hal itu membuat hati anda bernyanyi. Sekarang, bangunan yang sedang kita bangun ini digunakan untuk orang-orang. Tidak ada poin di dalam bangunan itu untuk diri mereka sendiri, semuanya digunakan untuk jemaat kita.  

            Gereja First Baptist Modesto, Kalifornia, dalam sebuah pertemuan besar, berkumpul bersama-sama dan membuat keputusan yang telah ditetapkan untuk membuang segala sesuatu dari gereja semua hal yang tidak mendukung terhadap penginjilan, memenangkan jiwa serta pemuridan. Setiap hal yang tidak mendukung hal itu akan dihentikan oleh gereja. Saya pikir hal itu sangat baik. Saya pikir hal itu harus kita laksanakan di dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Di dalam Amanat Agung ada empat kata kerja: poreuthentes, pergi; matheteuo, memenangkan orang kepada Tuhan; baptizo, membaptiskan mereka; didasko, mengajar mereka.  Itu adalah tugas dan amanat yang besar bagi kita. Dan untuk memberikan diri kita kepada tugas terhadap hal itu merupakan tugas yang besar yang berasal dari dalam Roh Kudus.

            Tamu kita, Pat Zondervan berbicara tentang Paul Cho di Korea.  Dia adalah gembala dari Assembly of God Church di Korea.  Misionaris Baptis ini datang dari sana dan memberitahukan kepada saya bahwa dia memiliki semangat Baptis lebih dari yang lain. Paul Cho memiliki tiga ratus ribu orang yang menjadi anggota jemaatnya. Lalu, Gereja Presbiterian yang terbesar di dunia terdapat di Seoul, Korea. Dan salah satu gereja Baptis terbesar di dunia terdapat di Seoul, Korea. Setelah mereka memenangkan ratusan ribu orang, masih ada jutaan orang yang membutuhkan Tuhan. 

            Anda tidak perlu khawatir bahwa sebuah gereja akan terlalu besar atau kelas Sekolah Minggu terlalu besar atau terlalu banyak orang di dalam kerajaan Allah di suatu tempat. Setelah anda melakukan segala sesuatu yang telah anda lakukan bahwa anda telah mendapatkan setiap orang yang anda dapat, masih ada ribuan dan ribuan orang lainnya yang berada di luar sana untuk dimenangkan. Sekarang Cho memiliki tiga ratus ribu anggota jemaat di dalam gerejanya dan terus mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Jadi ketika saya bertanya, bagaimana anda melakukannya, bagaimana mungkin hal seperti itu dapat terjadi, jawaban mereka sangat sederhana dan sangat jelas. Dia memiliki empat puluh ribu rumah sebagai kelompok belajar Alkitab. Mereka berkumpul sekali seminggu di rumah-rumah jemaat. Itu adalah pintu yang terbuka bagi kita.

            Tidak ada hal yang tersembunyi atau rahasia dalam membangun sebuah jemaat seperti itu. Itu adalah sesuatu yang kita semua dapat melakukannya. Setiap orang dari kita dapat melakukannya. Sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu, saya pergi ke sebuah persekutuan di rumah Ed Barnett. Setiap orang membawa makanan pencuci mulut. Sahabat-sahabatnya, dan tetangga-tetangganya, dia dan istrinya, dan kami memiliki malam yang indah di sana. Dan Ed memberikan kesaksian, dan istrinya memberikan kesaksian, dan kemudian mereka memainkan musik dan bernyanyi. Dan setelah berdoa, kami menikmati makanan pencuci mulut itu bersama-sama. Ada tiga orang dewasa di dalam persekutuan malam itu yang bertobat dan saya telah membaptiskan mereka. Itu adalah satu-satunya hal yang pernah saya lihat dalam sebuah pertemuan. Mengapa? Mengapa itu merupakan satu-satunya selama empat puluh saya menghadiri sebuah pertemuan seperti itu? Mengapa kita semaunya tidak melakukan suatu hal seperti itu? Mengapa kita semua tidak melakukannya? Menjangkau orang-orang ini. Pergi ke tempat di mana mereka berada. Kata kerja utama dalam Amanat Agung adalah poreuthentes, pergi, pergi dan kemudian melakukan hal ini. 

            Saya tidak tahu sebuah alat terbaik yang kita miliki selain dari pada pelayanan parkir dan naik kendaraan. Tetapi kita harus mengadakan kunjungan. Kita harus memperoleh orang untuk datang. Kita harus mengetok pintu. Kita mengirim misionaris keluar. Allah sedang mengirim ribuan orang ini melewati lautan dan berada di kota Dallas ini. Dan kelas internasional kita, kita memuji Allah atas mereka. Dan kita meminta Allah untuk memberkati mereka.

          Karena kita merupakan sebuah gereja yang berada di pusat kota, kita memiliki sebuah kesempatan yang besar untuk melayani urusan dunia yang besar yang berada di pusat kota ini. Setiap hari senin, kita mengadakan makan siang di tempat ini untuk pengusaha wanita. Setiap hari selasa, kita mengadakan makan siang di tempat ini untuk pengusaha pria. Dan Dr. Charles Lowery, psikolog dan konselor kita, mengajar di sini, di dalam kelas pengusaha pria yang berkumpul di sini untuk makan siang di Coleman Hall setiap selasa. Dan hal itu terus berkembang. Tidak ada batasan untuk apa yang dapat kita lakukan untuk melayani orang-orang ini.

            Dan kita harus bergabung secara pribadi di dalam pelayanan misi dunia. Ketika kita pergi ke suatu tempat, beritahukan kepada misionaris bahwa kita sedang datang. CIA adalah sesuatu yang dapat kita lakukan di sini: Chirst International Agents. Agen Internasional Kristus: Ketika kita mengadakan perjalanan ke suatu tempat, mari kita mengadakan perjalanan untuk Yesus, pergi untuk suatu liburan, lakukanlah untuk Yesus.

            Saya tidak pernah memiliki sebuah pelayanan yang sangat indah di dalam hidup saya, selain dari pada tiga puluh tahun terakhir ini, setiap musim panas saya pergi ke suatu tempat di dunia. Saya menyusun rencana perjalanan dan hotel tempat saya menginap. Dan saya mengirimkannya kepada para misionaris. Jika mereka mau datang dan bertemu dengan saya, itu sangat menyenangkan bagi saya. Dan saya telah pergi berkeliling dunia dalam tiga kali kesempatan yang berbeda. Saya pergi ke tempat-tempat yang saya tidak kenal di dunia, sebuah pelayanan yang sangat indah. Kita semua dapat melakukannya. Ketika kita pergi ke suatu tempat, buatlah itu menjadi sebuah perjalanan misi; mendorong para pengkhotbah, mendorong para misionaris. Allah memberkati tiap-tiap orang dan katakana kepada mereka tentang hal itu. Dan ketika kita mengadakan tour paduan suara, biarkan mereka menjadi diri mereka. Mereka adalah saksi-saksi yang luar biasa bagi Kristus.

            Saya menyebut satu hal lainnya di dalam gereja kita ini. Kita memiliki dua puluh kapel di gereja kita yang luar biasa ini: dua belas dari antaranya terdapat di daerah yang miskin yang berada di kota ini. Salah satu dari antaranya kita sebut Misi Dalam Kota. Dan seperti yang anda tahu, rasa tertarik saya di dalam Misi Dalam Kota itu sama baiknya dengan area lain dalam usaha kita untuk menjangkau orang kepada Kristus, rasa tertarik saya, tidak ada batasnya. Selama saya menjadi seorang gembala, saya telah berdoa dan bekerja di dalam sebuah jenis pelayanan seperti itu.

            Saya memulai pelayanan pengembalaan saya pada masa Depresi. Selama sepuluh tahun pelayan saya yang mula-mula dari pengembalaan saya, saya masih bujangan. Saya belum menikah dan saya tinggal bersama dengan jemaat. Saya telah melihat hati mereka menangis saat mereka kehilangan rumah mereka, ketika mereka kehilangan peternakan mereka, ketika mereka kehilangan segala sesuatu yang mereka miliki. Saya hidup dalam kondisi itu selama bertahun-tahun. Di dalam gereja saya yang pertama, di dalam pengembalaan saya yang pertama di Oklahoma saya berada di tengah-tengah masa Depresi, saya memulai sebuah pelayanan yang saya sebut Pelayanan Seorang Gembala Yang Baik, yang berusaha untuk menolong orang-orang yang kedinginan dan kelaparan.

            Dan ketika saya datang ke kota Dallas, ruangan belajar saya berada di rumah pastori. Saya tidak pergi ke gereja pada waktu pagi. Untuk beberapa alasan yang tidak saya ingat, ketika pertama kali saya datang ke Dallas, saya datang ke gereja ini. Dan saya melihat kumpulan orang berkumpul di sekitar depan pintu di Ervay Street. Saya menerobos kumpulan orang banyak itu untuk melihat apa yang menjadi perhatian mereka. Dan ketika saya berada di tengah-tengah kumpulan orang banyak itu, saya melihat seorang pekerja yang miskin. Dia memakai baju kerja yang berwarna biru dengan kerah yang terbuka. Dan ketika saya berdiri di sana, dia menghembuskan nafasnya yang terakhir dan meninggal, dia meninggal di sana di depan pintu kita. Sirene berbunyi, mobil polisi datang, mengangkat dia dan membawanya pergi. Dan orang banyak itu telah melupakan hal itu. Tetapi setelah empat puluh tahun, hal itu masih hidup di dalam hati saya sama seperti ketika saya melihat pria itu meninggal di sana. Siapakah dia? Tidak seorang pun yang tahu. Dari manakah asalnya? Tidak seorang pun yang tahu. Dia meninggal dengan tangan yang diulukan ke depan pintu kita. Mengapakah dia berada di sana pada saat itu? Itu adalah Allah yang sedang berbicara kepada saya. Kita tidak boleh melupakan orang-orang yang putus asa, yang kelaparan, yang sakit, yang tidak berpengharapan, yang tidak berdaya, yang membutuhkan pertolongan, yang berada di kota kita ini.

            Minggu ini, saya membaca sebuah artikel yang ditulis oleh Kenneth M. Scott, yang lahir di Shantung, Cina. Dia adalah kepala bagian pembedahan di Yangtse Medical Center di Seoul, Korea, kemudian menjadi kepala rumah sakit di Punjab, India. Dengarkanlah apa yang disampaikan olehnya: “Sebuah jalan yang sempurna,” katanya, “untuk memberikan penilaian sebuah agama dengan melihat respon yang mereka berikan terhadap manusia yang menderita dan yang membutuhkan:”

 

        Budha berkata, “Lupakanlah. Masalah-masalah ini nyata hanya di dalam pikiranmu, jangan pedulikan mereka.” 

 

        Muslim berkata, “Itu adalah kehendak Allah. Hal itu tidak dapat dihindarkan. Jangan menentangnya.” 

 

        Hindu berkata, “Engkau terimalah hal itu. Itu adalah hal yang datang kepadamu. Kamu harus berusaha di dalam inkarnasi berikutnya.” 

 

        Kekristenan berkata, “Allah mengasihimu sesamaku. Dan aku juga. Biarkan aku melakukan apa yang dapat aku bantu.” 

 

        Dan Kristus berkata, “Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

 

            Kita tidak dapat memisahkan pelayan yang kita lakukan terhadap orang-orang miskin dan memisahkannya dari pemberitaan kita tentang Injil Anak Allah. Saya berdoa, entah dengan  cara yang bagaimana, kita akan mampu untuk memiliki sebuah tempat yang menjadi milik kita, sebuah tempat yang permanen untuk pelayanan misi dalam kota itu. Dan kita memiliki orang-orang yang berkonsentrasi dalam pelayanan tersebut. Setiap hari ada orang yang membutuhkan pertolongan datang ke gereja kita ini. Mereka sakit, mereka tidak berpengharapan, banyak dari mereka mendapatkan upah dari kedagingan dan dosa di dalam hidup mereka. Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka tidak membutuhkan kita. Mereka berada di lapisan bawah. Mereka berada di selokan. Mereka membutuhkan Kristus. Banyak dari mereka yang telah kita menangkan, beberapa dari mereka ada di Sekolah Alkitab kita. Saya telah memperlihatkan mereka kepada anda. Mereka sedang belajar untuk menjadi pengkhotbah saat ini. Banyak dari mereka yang kita kirim kembali ke rumah mereka dan membangun kembali hubungan mereka dengan istri mereka dan anak-anak mereka. Allah memberkati kita di dalam pelayanan itu.              Saya harus menutup khotbah ini: semoga tahun ini kita mengkomitmenkan diri kita untuk pekerjaan Tuhan, kita semua. Setiap orang memiliki sesuatu untuk dapat dilakukan bagi Yesus. Setiap orang. Saya sangat bersukacita ketika saya membaca kitab Keluaran. Di situ disebutkan bahwa Roh Kudus memenuhi Bezaleel dan Aholiab. Ketika saya membacanya, saya membayangkan: nabi yang besar ini pastilah sama seperti Samuel atau Musa atau Bezaleel dan Aholiab. Ketika saya membaca Alkitab, Roh Kudus memenuhi kedua orang ini, inilah yang harus mereka lakukan: Untuk membuat stop kontak dan pena dan tali dan kulit penyangga dan sendok dan mangkok dan tang penjepit dan perlengkapan lainnya. 

            Dan di dalam Keluaran 26:6, di situ dikatakan Roh Kudus turun atas mereka untuk membuat tenda dan  lima puluh kaitan emas dan menyambungnya dengan kaitan emas itu? Apakah anda tahu kaitan emas itu. Tetapi Alkitab berkata bahwa Roh Kudus turun atas Bezaleel dan Aholiab untuk membuatnya. Kita semua dapat melakukan sesuatu untuk Yesus. Kita semua dapat melakukannya! Allah telah memberikan sesuatu untuk mengajar tiap-tiap orang dari kita.

            Di dalam Roma 12:6-6: Ada tujuh karunia yang diberi nama bagi Roh Kudus. Di dalam 1 Korintus 12:8-10: Ada sembilan karunia. Di dalam 2 Korintus 12:28-30: Ada sembilan karunia. Dan di dalam Efesus 4:11: Ada lima karunia. Ketika anda menambahkannya secara bersama-sama, tujuh, sembilan, sembilan dan lima, itu adalah karunia yang berbeda yang disebutkan oleh Paulus kepada mereka diinspirasikan oleh Roh Kudus yang telah diberikan oleh Roh Kudus untuk dilakukan. Kita semua memiliki sesuatu untuk diberikan kepada pekerjaan Kristus.

            Saya dapat sampaikan sesuatu yang baik untuk Yesus. Salah satu kisah yang paling indah dan menarik terdapat dalam 2 Raja-Raja pasal lima: Seorang anak perempuan tertawan oleh pasukan Aram, dan menjadi hamba orang Aram, akan tetapi dia tidak mengutuk dan menyumpahi tuan tempat dia bekerja sebagai hamba, gadis kecil itu memiliki belas kasihan atas tuannya Naaman yang menjadi panglima Aram, karena dia menderita kusta. Dia tidak berkata, “Terima kasih Tuhan karena orang yang menjadikan aku budak ini menderita kusta, sebuah kutukan dari Allah.” Sebaliknya gadis itu berkata, “Sekiranya dia berada di tanah Israel di mana di sana ada seorang nabi yang dapat menyembuhkan dia.” Dan kisah yang luar biasa itu datang dari perkataan sederhana yang berasal dari seorang hamba perempuan.

            Kita semua dapat mengucapkan sebuah perkataan yang baik bagi Yesus. Kita dapat mendukung Tuhan kita. “Jika saya memiliki uang, saya dapat memberikannya kepada Yesus.” Kita semua dapat datang ke rumah Tuhan, jika kita tidak dapat melakukannya, kita dapat berdoa. Dan kita semua dapat bergabung dalam permohonan itu.  Mereka telah menetapkan bulan ini sebagai bulan doa di dalam gambaran Kristus. Oh, saya berharap, kita semua dapat berdoa dengan sungguh-sungguh, setia di dalam pekerjaan Tuhan dan Roh Allah yang berada di dalam hati dan hidup kita.

            Saya telah melewati hal yang paling tidak biasa dalam minggu ini: Saya ingin melihat dan mendengar Paul Cho. Pat Zondervan memberitahukan kepada saya bahwa pria ini adalah orang yang paling sederhana yang pernah saya lihat. Anda tidak akan pernah tahu bahwa dia adalah seorang pendeta, dia kelihatan sama seperti orang biasa, orang yang sangat sederhana. Kemudian mereka membuat sebuah rencana untuk mendatangkan dia ke kota Dallas. Dan mereka menginginkan dia untuk datang kemari dan berkhotbah untuk jemaat kita. Dia telah sibuk dengan sebuah ibadah pagi di kota Dallas ini. Dan mereka menginginkannya untuk datang pada minggu malam di gereja kita. Lalu, saya berkata, “Dari pada datang kemari pada minggu malam, mengapa kita tidak membuat sebuah kebaktian yang sangat besar, di pusat kota, di Dallas Memorial Auditorium dan mengundang seluruh gereja-gereja yang ada di Dallas ini. Mengapa kita tidak melakukan hal itu?”  

            Dan jawaban yang saya terima diluar dari apa yang anda perkirakan. Jawaban dari orang yang mengatur kedatangan pendeta yang tidak biasa itu, diluar dari perkiraan saya, dia berkata kepada saya, “Dia akan berkhotbah pada siang hari di kota Dallas. Dan dia selalu berdoa selama tiga jam sebelum dia berkhotbah. Tiga jam sebelum berkhotbah. Dan ketika dia berkhotbah pada siang hari, dia tidak akan memiliki waktu untuk sebuah pertemuan besar di mana dia akan berkhotbah pada sore hari.”

            Lalu saya berkata, “Baiklah. Kita akan memiliki sebuah ibadah pada pukul delapan di minggu malam.” Saya bertanya kepada anda: Apakah anda mendengar sebuah alasan seperti itu untuk tidak melakukan sebuah kebaktian besar? Pendeta berdoa tiga jam sebelum berkhotbah. Dan anda tidak dapat mengadakan kebaktian pada sore hari karena dia tidak memiliki waktu untuk berdoa selama tiga jam sebelum dia menyampaikan firman Allah. Oh, Tuhan itu adalah sebuah peringatan bagi hati saya, bagi hidup saya dan bagi pelayanan saya. Ada sebuah hal yang besar yang kita semua dapat berbagi di dalamnya. Kita dapat berdoa. Kita dapat meminta kepada Allah. Kita dapat membuka hati kita terhadap kehendak dari sorga. Kita dapat memandang kepada Yesus. Dan ketika kita memandang Dia, Dia berkata: 

Aku akan turun untuk melihat engkau. Panggillah Aku dan Aku akan menjawab engkau dan menunjukkan hal-hal yang besar dan hebat yang engkau tidak tahu. Amin.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, ThM