AJARAN NIKOLAOS

(THE DOCTRINE OF THE NICOLAITANS)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 2:6-15

09-17-61

 

Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang bergabung di dalam  ibadah dari  Gereja First Baptist Dallas. Saya adalah Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pada pagi hari ini. Dan judul dari khotbah pada hari ini adalah: Doktrin Nikolaus. Dalam seri khotbah kita sepanjang Alkitab dan melalui Kitab Wahyu, kita telah sampai kepada jemaat yang ketiga, yaitu jemaat Pergamus. Dan bacaan yang akan menjadi  teks kita terdapat di dalam Wahyu 2:12-17:  

 

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

 

 Dan yang menjadi teks khusus kita adalah: “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.”  Surat kepada ketujuh jemaat ini melekat dalam sebuah kitab yang disebut dengan kitab pewahyuan. Karena itu saya berpikir bahwa ketujuh surat ini merupakan sebuah gambaran nubuatan dari perkembangan iman Kristen dalam jemaat-jemaat di dunia ini. Ketujuh jemaat ini melambangkan tujuh periode yang mewakili sejarah gereja, dan perkembangannnya sejak didirikan oleh Tuhan hingga akhir zaman, ketika Dia akan mengangkat saksiNya dan jemaat-jemaatNya dari dunia ini. 

Ada sebuah periode perkembangan jemaat Efesus; ada sebuah periode jemaat Smirna; ada sebuah periode Pergamus; ada sebuah periode Tiatira; ada sebuah periode Sardis; ada sebuah periode Filadelfia; ada sebuah periode Laodekia.

 Periode Efesus diwakili oleh pesan kepada jemaat di Efesus, yang merupakan jemaat pada masa apostolik.

Periode Smirna merupakan jemaat yang banyak mengalami penganiyaan di bawah tekanan yang berat dari pemerintahan Roma.

Periode Pergamus merupakan jemaat yang didirikan ketika gereja semakin popular di dunia dan menikah dengan Imperium Roma. Apakah anda mencatat bagaimana berbedanya Tuhan kita dalam mengkarakteristikkan diriNya sendiri ketika Dia berbicara kepada jemaat Pergamus dalam perkembangannnya serta popularitasnya yang mendunia? Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Smirna: Inilah firman dari Yang Awal dan Yang Akhir, yang telah mati dan hidup kembali. …

 

 Kepada orang-orang yang terluka, yang menderita dan dianiaya, Tuhan menggambarkan diriNya sebagai seseorang yang berjaya. Setelah semua hal ini berlalu, bahkan kematian, dan kebangkitan—Dia tetap hidup. Tetapi kepada jemaat Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua….” Tuhan kita adalah Allah yang mahakasih dan penuh kemurahan. Tetapi Dia juga adalah Allah yang adil; yang juga menghakimi serta Allah yang murka. Alat penampi berada di dalam tanganNya. Dan kapak sudah tersedia untuk menebang akar pohon. “Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua.”  

Kemudian, ketika Dia berbicara kepada jemaat Pergamus, Dia berkata: Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 

Kedua hal yang ditunjukkan dalam pasal dua ini merupakan hal yang sangat dibenci Allah, dan hal itu seharusnya menjadi seruan bagi pendeta untuk berusaha mempelajarinya, untuk menemukannnya dan mencari tentang hal apakah itu, dan dengan kemampuan terbaiknya dia harus berusaha untuk menjelaskannnya kepada kawanaan dombanya. Dan itulah yang akan kita lakukan pada pagi hari ini.

Saya telah berusaha untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, untuk menemukan hal itu, hal yang dibenci oleh Allah, yang Dia sebut sebagai ajaran Nikolaus. Jadi, ketika anda membaca tentang hal itu, anda akan tiba kepada beberapa penyimpangan yang dapat dipikirkan oleh beberapa teolog. Sebagai contoh, ada banyak orang yang berkata bahwa Nikolatian adalah para pengikut Nikolaus yang ditahbiskan sebagai diaken di Yerusalem—salah satu diaken yang ditahbiskan di dalam pasal tujuh—dan akhirnya dia menjadi murtad dan orang-orang ini merupakan para pengikutnya. Tidak ada tanda atau petunjuk dari hal tersebut dalam agama Eropa atau literatur yang yang tidak bersifat religius. Pandangan itu berasal dari imajinasi seseorang. Anda lihat, tentang penyimpangan seperti itu bagaimana manusia memberi penjelasan tentang firman Allah. 

Kemudian, ada banyak sarjana terkemuka dan berbakat serta memiliki kemampuan yang berkata bahwa ajaran Nikolaus itu merupakan ajaran Bileam. Kemudian ajaran Bileam yang digambarkan di sini sangat jelas. Bileam ingin mengutuk Isreal, tetapi Allah tidak mengijinkannnya. Kemudian, dia memberitahu Balak, raja Moab, cara untuk menghancurkan orang-orang Israel. Dan Balak mengambil perempaun-perempuan Moab dan memberikannnya kepada Isreal dan merusak moral mereka. Jadi ajaran Bileam adalah ajaran tentang nafsu, ajaran tentang sensualitas; doktrin kedagingan.

Lalu, G. Campbell Morgan, salah satu ekspositoris terkemuka sepanjang masa bahwa ajaran Nikolaus adalah ajaran Balam. Dan saya melihat bahwa kebanyakan para penafsir Alkitab memiliki pendapat yang sama seperti itu. Tetapi saya tidak melihat hal itu dan saya tidak dapat memahami mengapa orang-orang memiliki pandangan seperti itu, karena hal yang menjadi keberatan bagi saya adalah teks ini:

Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan (jamak)—Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau. Di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam. (Kemudian Dia berkata) Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

 

Jadi, jika kedua hal itu sama, mengapa hal itu disebutkan? Jika ajaran Nikolaus adalah ajaran Bileam, lalu, mengapa ajaran Nikolaus disebutkan? Jika keduanya sama maka pasti tidak akan disebutkan lagi

Dan kemudian juga diingatkan di dalam teks itu. “Demikian juga ada padamu….” Setelah disebutkan: “Di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.” Bagi saya, hanya dengan menjelaskan teks tersebut, saya katakan bahwa ada dua hal yang berbeda: ajaran Bileam, ajaran tentang sensualitas, hawa nafsu, hal-hal yang jorok dalam kehidupan—itu adalah satu hal. Tetapi ada hal yang lainnya yang disebut dengan ajaran Nikolaus.  

Selanjutnya kita tahu bahwa tidak ada sesuatu di dalam sejarah gereja atau di dalam sejarah sekuler yang memberikan defenisi tentang doktrin Nikolaus. Jadi, kita harus menemukan sendiri artinya di dalam Firman Allah itu sendiri. Karena itu, dengan melihat di dalam Firman itu sendiri, saya berpaling ke dalam dua bagian untuk menemukan tentang doktrin itu: Yang pertama di dalam Firman itu sendiri. Semua kata-kata yang terdapat di dalam Alkitab memiliki makna yang sangat dalam. Mereka memiliki sebuah arti tersendiri. Ketika Tuhan memanggil Simon (Kefas), Petros, Dia memiliki sebuah makna di dalam hal tersebut. Dan seluruh Alkitab  merupakan sebuah hal yang sama.

Karena itu, kata Nikolaus terdiri dari dua kata Yunani yang sangat jelas dan sederhana. Yang pertama adalah nike.  Kita memiliki sebuah misil Nike. Dan jika anda pergi ke toko piala, anda dapat membeli sebuah Nike, sebuah piala kemenangan  yang bersayap, sebab kata Yunani untuk nike berarti penakluk, pemenang, seorang penindas—nike.

Lalu, bagian lain dari kata itu adalah laos, yang dalam kata Yunani biasa kata itu adalah untuk rakyat. Bahasa Inggris “laity” datang dari kata itu.  Nike, laos—dan meletakkan keduanya bersama-sama untuk membentuk kata Inggris Nicolaitans.  Dan kata itu mengacu kepada sebuah kelompok yang meninggikan diri mereka sendiri, dan meninggikan diri mereka sendiri di atas orang lain; dan menekan mereka, menindas mereka serta menggunakan mereka. Itu adalah satu area dimana kita dapat menemukan makna dari Nikolatian.

Selanjutnya, area yang lain di temukan dalam sejarah gereja. Kita telah meninggalkan periode penganiayaan Smirna, dan sekarang kita tiba di periode Pergamus ketika gereja melakukan perkawinan dengan kuasa, martabat dan politik Imperium Roma.

Kata Pergamus memiliki sebuah makna. Para sarjana yang pintar ini—dan saya berusaha untuk menemukan dimana mereka memperolehnya tetapi saya tidak dapat—tetapi mereka berkata bahwa prefiks “per” meniliki sebuah konotasi terhadap sesuatu yang tidak dapat disetujui. Dan bagian yang kedua sangat sederhana. Kata Yunani untuk menikah adalah gamos.  Dan kata itu muncul di dalam “bigamy” dan “poligami.”

Jadi kata “Pergamos” mengacu kepada sesuatu yang tidak dapat disetujui oleh Allah—sebuah perkawinan yang tidak dapat disetujui. Dan periode Pergamus dari jemaat-jemaat adalah periode dimana gereja menikah dengan dunia. Periode ini dibangun dalam sikap penerimaan dari seluruh pemimpin rohani dan otoritas imperial, dan dalam seluruh rasa bumbu serta prestasi.

Sekarang, bolehkah saya meletakkannya secara bersama-sama? Apakah arti dari kata Nikolatian itu dan ketika hal itu berbunga di dalam Periode Pergamus; ajaran Nikolatian merupakan sebuah kelompok yang meninggikan dirinya sendiri di atas para pengikut mereka dan merebut kuasa bagi diri mereka sendiri atas kuasa kehidupan dan kematian. Mereka sendiri dapat mengampuni dosa; mereka sendiri dapat membuka pintu sorga dan mereka sendiri memiliki kuasa untuk menghukum dan melemparkan orang ke dalam neraka. Dan mereka meninggikan diri mereka atas dunia. Mereka adalah penguasa-penguasa jemaat. Dan mereka mencampurkan politik dengan gereja. Dan seperti yang disampaikan Allah di dalam Yakobus 4:4: “Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah” “….Yang Kubenci.” Dan Allah menyampaikan hal itu sebanyak dua kali.

Doktrin Nikolatian: ajaran itu telah ada semenjak awal bahkan dalam permulaan sejarah kekristenan dan iman kekristenan. Di dalam periode jemaat Efesus, Tuhan berkata kepada jemaat Efesus: “Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci pengikut-pengikut Nikolaus yang juga Kubenci.” Tetapi di dalam Periode Jemaat Pergamus: “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.” Ajaran itu telah bertumbuh dari bawah menjadi sebuah sistem yang besar—doktrin dan pengajaran  Nikolatian.  

Bukankah itu merupakan hal yang tidak biasa? Salah satu karakteristik dalam seluruh kehidupan, dari seluruh materi dan seluruh ciptaan adalah hal ini: terpisah dari Allah, kemerosotan hukum Allah, dan kerusakan serta kehancuran, dari segala sesuatu di dalam ciptaan Allah yang ada di alam semesta ini. Matahari dan hujan, bahkan udara itu sendiri merupakan tangan dari kehancuran yang tidak mengenal belas kasihan. Bahkan bintang-bintang menjadi redup dan mati.

Dan demikian juga dengan kehidupan rohani. Ia memiliki sebuah kecendrungan untuk mengalami kerusakan; ia mengalami kecenderungan untuk rusak; ia mengalami masa dimana ia menjadi diam dan mati sama seperti sebuah lidah api yang pudar warnanya menjadi  cahaya abu yang kekuning-kuningan. Itulah yang telah terjadi dengan jemaat Kristen.

Sejak semula, di dalam Periode Efesus, ada ajaran Nikolaus. Seperti yang terdapat dalam surat Yohanes yang ketika yang merujuk kepada Diotrefes. Dia meninggikan dirinya di antara para pengikutnya dan tidak mau menerima pesan apostolik dari Rasul Yohanes. Dan dia mengontrol jemaat serta menggunakannnya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Tetapi pada waktu anda tiba di Periode Pergamus, hal yang diisolasikan sebagai sebuah pengajaran itu, yang dibenci oleh Allah sejak semula telah menjadi sebuah sistem yang besar dan sistem keimamatan telah menggantikan para pengkhotbah firman Allah. Dan segala ritual serta perayaan-perayaan telah menggantikan kuasa Roh Allah yang melahirbarukan. Dan gereja telah mengembangkan sayapnya serta menerima pengaruh dunia. Dan perubahan besar itu terjadi pada masa Periode Pergamus. Dan gereja bukan lagi sebuah persekutuan orang-orang percaya yang telah dibaptis, bukan lagi sebuah rumah tangga iman dari orang-orang yang telah dilahirbarukan.  Tetapi gereja telah berubah menjadi sebuah saluran sakramen keselamatan yang  munafik. Betapa merupakan sebuah hal yang sangat aneh bagaimana hal itu dapat berkembang di dalam jemaat-jemaat Yesus Kristus.

Di dalam Perjanjian Lama, yaitu di dalam Keluaran pasal sembilan belas ayat enam, Allah berfirman kepada Israel: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada perjanjianKu….Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” Israel berpaling dari ketentuan itu dan kehilangan tempat mereka. Dan hal itu secara penuh digenapi di dalam agama Kristen dan di dalam jemaat-jemaat Kristen. Itulah sebabnya saya mengajak anda untuk membaca bagian ini dari 1 Petrus pasal yang kedua: “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.” Kita semua sekarang telah menjadi imamat yang rajani. Tabir itu telah dilepaskan dan setiap orang yang berasal dari mana saja, dapat menghampiri takhta Allah secara pribadi dan dapat berbicara dengan Allah secara pribadi—tanpa harus melalui pengantara kecuali Tuhan sendiri, dan tidak ada akses yang lain kecuali olen namaNya sendiri. Siapa saja dan dari mana saja serta kapan saja, dengan penuh keberanian dapat menghampiri takhta Allah dan diundang oleh Allah sendiri.

Tetapi dalam masa kurang lebih tiga ratus tahun, semuanya itu telah berubah, dan gereja kembali lagi ke dalam keimamatan yang terdapat di dalam Perjanjian Lama. Dan tabir itu dijahit kembali; dan Allah ditempatkan di luar dari jangkauan manusia biasa kembali, sebuah perubahan yang sangat mengherankan! Dan jemaat didirikan bukan di atas dasar batu karang Kristus, tetapi didirikan di atas kemurahan dan di dalam kuasa dunia. Dan penguasa-penguasa gereja menjadi pemimpin dan menjadi pengantara antara Allah dan manusia.

Kapankah hal itu terjadi? Hal itu terjadi secara tiba-tiba; sama seperti ledakan meteor; hal itu sama seperti jentikan jari anda; terjadi dalam sekejap mata, perubahan yang mengherankan ini terjadi di dalam kehidupan jemaat Pergamus. Terjadi setelah pertobataan seorang jendral Roma yang bernama Konstantin.   

Seperti yang anda ketahui. Pada permulaan abad keempat A.D. Kaisar meninggal dunia. Dan para penggantinya terlibat dalam perselisihan. Kemudian ada seorang jendralnya yang memiliki kemampuan yang hebat yang bernama Konstantin dan memiliki sedikit pengalaman dan pengetahuan tentang kekristenan. Dan pada oktober tahun 312 A.D., sebuah pertempuran besar terjadi di Jembatan Milvian di dekat kota Roma. Dan pasukan Konstantin berkemah di salah satu sisi jembatan itu. Sementara di sisi lain terdapat pasukan Maxentius. Dan pada malam hari itu Konstantin berkata: “Jika aku menang maka aku akan menjadi orang Kristen.” Dan keesokan harinya, ketika kedua pasukan itu bertemu, kisah tradisi berkata bahwa Konstantin melihat sebuah tanda di langit, saat mentari bersinar terik dan tanda itu adalah sebuah salib. Dan dua bahasa digambarkan di dalamnya dan saya tidak dapat menemukan kata-kata yang dia lihat. Beberapa orang mengatakan bahwa dia melihat en tauto niko.  Itu adalah kata Yunani yang berarti, “di dalam kemenangan ini.” Dan kemudian yang lainnya berkata bahwa dia melihat kata-kata dalam bahasa Latin: “In hoc signo vinces,” “Di dalam tanda kemenangan ini,” yaitu salib.

Apapun itu, Konstantin akhirnya memenangkan pertempuran itu; dan Konstantin akhirnya menjadi orang Kristen yang tidak bertobat dan tidak dibaptis. Itu merupakan sebuah perubahan yang mengherankan; dalam satu masa, orang-orang Kristen dianiaya dan dibenci, kemudian pada masa berikutnya, kekristenan menjadi popular dan diterima oleh semua orang. Dan orang-orang Kristen sama seperti seorang anak kecil di tengah-tengah orang yang mabuk berat yang kepalanya dipalingkan dengan anggur dunia.

Kaisar adalah seorang Kristen! Sekarang imam Venus, Aprodite, Adonis, Iris, Osiris, Dionysus, Baccus, Jove, Jupiter, Mars, Poseidon, Merkuri dan semua imam berhala lainnya dibayar dari dana Kaisar. Tetapi sekarang Kaisar adalah seorang Kristen. Kemudian imam-imam dari berhala-berhala itu masuk Kristen dan dibaptis serta mengubah kuil-kuil mereka menjadi gereja. Dan sekarang mereka tidak bersujud di hadapan patung-patung berhala itu tetapi di hadapan patung-patung ciptaan mereka sendiri yaitu patung-patung yang mereka beri nama orang-orang kudus. Menyembah patung yang sama, menyembah berhala yang sama, dan mereka memberinya nama para martir dan orang-orang kudus gereja. Dan mereka mengambil segala bentuk ritual mereka serta berkata: “Kita sekarang sedang merayakan penghormatan yang mulia bagi ratu sorga.” Dan gereja-gereja dalam semalam mengambil tempat dari penyembahan berhala dari seluruh imperium Yunani-Roma. Hal yang paling mengherankan yang pernah dilihat olreh dunia dan tidak ada hal yang seperti itu dalam lembaran-lembaran sejarah sebelumnya. 

Sebelumnya orang-orang Kristen mengadakan pertemuan di dalam sebuah dapur, atau di dalam sebuah katakombe atau di dalam sebuah tempat yang sederhana atau dalam sebuah penjara. Dan hal itu menimbulkan gema dari himne yang hening dari kesetiaan, dan yang kadang-kadang berubah menjadi teriakan para martir saat mereka digiring ke dalam arena. Akan tetapi sekarang, semua hal itu telah berlalu; kekristenan saat ini telah terbebas dari penganiayaan dan sekarang mengenakan pakaian yang terbuat dari sutera. Dan mereka tidak lagi dicemooh dan dijauhkan; tetapi sekarang berdiri di samping Kaisar sendiri. Dan dia berjalan dalam kemuliaan, dalam kekuatan politik serta otoritas kerajaan. Dan masa itu bagi mereka melupakan sebuah “zaman millennium.” 

Bagaimana tentang pertobatan Konstantin itu? Eusebius yang merupakan seorang sejarahwan yang mudah tertipu berkata bahwa itu merupakan sebuah mujijat dari Allah. Edward Gibbon yang merupakan seorang sejarahwan modern dalam karyanya yang menjelaskan tentang kemunduran dan kejatuhan Imperium Roma berkata bahwa pertobatan Konstantinus itu hanyalah sebuah legenda dan menertawakan hal itu sebagai hal yang tidak berguna.

Baiklah—bolehkan saya membuat komentar atas hal itu? Konstantin adalah seorang politikus yang lihat yang pernah dihasilkan oleh Roma, setidaknya dia setara dengan Julius Kaisar. Dan dia sedang melihat bahwa semua dewa-dewa lama dari Yunani dan Roma sedang mengalami keruntuhan. Dan Konstantin melihat bahwa iman dari murid-murid orang Kristen telah meresap ke dalam seluruh kekaisaran Roma. Dan Konstantin melakukan sebuah manuver politik yang paling cerdik yang pernah terjadi di dunia. Edward Gibbon berkata bagi bagi seluruh rakyat semua agama itu sama benar, dan bagi para filsuf semua agama itu sama-sama salah. Tetapi bagi para politikus semua agama sama-sama dapat dimanfaatkan. Dan Konstantin menjadi orang Kristen yang tidak bertobat dan tidak dibaptiskan melainkan dia menjadi orang Kristen hanya karena sebuah manuver politik. Dan saya memiliki beberapa alasan mengapa saya memiliki pemikiran seperti hal itu.

 Alasan yang pertama, dia tidak pernah menghilangkan penyembahannya terhadap berhala-berhala. Yang kedua, dia berusaha untuk mencampur penyembahan terhadap Kristus dan Apollo. Di atas mata uangnya, dia memiliki gambar Apollo dan nama Kristus. Hal yang lainnya, dalam dekrit yang sangat terkenal pada bulan Maret tahun 321, ketika dia menetapkan hari minggu sebagai hari ibadah dia melakukannya dengan menyebutnya sebagai Dies Solis, “Hari matahari.”—yang tidak memiliki hubungan dengan Kristus. Dan dia tidak pernah dibaptiskan sampai pada hari kematiannnya dengan tujuan untuk menghapuskan dosa-dosanya.

            Dan dapatkah anda bayangkan Konstantin memanggil Konsili Nicea pada tahun 325 A.D.? Dan dia menghadiri konferensi para pendeta dari seluruh dunia Kristen dan dia menghadirinya dengan memakai pakaian emas dan berikatpinggangkan permata, dan seluruh gembala itu berdiri untuk memberi penghormatan terhadap Konstantin saat dia berjalan di tengah-tengah mereka. Dan dia menghadiri pertemuan itu untuk memimpin jemaat-jemaat Yesus Kristus, tidak hanya bahwa dia tidak pernah dibaptiskan, tetapi dia juga pergi ke sana untuk menghindari pembunuhan brutal terhadap anaknya yang tertua yang merupakan seorang jendral Roma yang berbakat serta warga terbaik yang pernah dihasilkan oleh Roma.

Itulah Konstantin, “seorang Kristen.” Itu adalah sebuah manuver politik, dan dia cukup bijak serta sangat lihat dalam membawa kekristenan ke dunia. Dan di dalam dia, ajaran Nikolaus mengalami kemenangan, tanpa sebuah pertanyaan dan tanpa ditangguhkan. Sekarang ajaran Nikolaus mengontrol dunia kekristenan. Dan tekanan tangan pemerintahan Roma berada di atas jemaat Pergamus.

Sekarang tangan yang kuat dari Nikolatian menganiaya jemaat Kristus yang benar. Dan kembali lagi darah orang-orang Kristen yang sejati membasahi tanah dan samudera imperium Roma, penganiayaan berasal dari orang-orang yang berada di dalam sistem, yang memegang ajaran yang dibenci oleh Allah. Bukan oleh sebuah sistem yang salah yang sangat dahsyat yang sebagian bebas mengendalikan dunia kekristenan hingga saat ini.

Sekarang kita akan melihat ringkasan dari ajaran Nikolaus itu; itu adalah sebuah kelompok yang meninggikan dirinya, sebuah kelompok yang berada di atas orang lain. Dan kelompok yang meninggikan dirinya ini, yang merujuk diri mereka sebagai penguasa gereja, yang mengagungkan dirinya, membuat mereka sebagai penguasa atas kehidupan dan kematian, yang berhak mengasingkan dan menghukum orang, kunci kepada sorga dan neraka. Dan mereka memegang kuasa atas orang-orang yang menimbulkan rasa takut dan menjadi sebuah tiran bagi masyarakat. Dan jika orang-orang melakukan perlawan terhadap pengikut Nikolaus ini maka mereka akan dihukum dan tidak diampuni dan diasingkan ke dalam nereka. Kuasa dan terror mereka genggam di tangn mereka, dan mereka juga berkuasa untuk mengampuni dosa, dan keselamatan dikuasakan kepada mereka tanpa akhir baik di dalam dunia ini maupun di dunia yang akan datang.

Akan tetapi Tuhan berkata, “Ajaran Nikolaus yang juga Kubenci.” Tidak seorang yang dapat menjadi penguasa jemaat. Tidak seorang pun yang memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Dan tidak seorang pun yang dapat menjadi pengantara antara manusia dan Allah, selain dari pada Yesus Kristus. Allah berkata, “Ajaran Nikolaus yang juga Kubenci.” Allah membenci sebuah kelompok yang meninggikan diri mereka atas orang lain.

Dan itu merupakan sistem pemberhalaan yang memerangkap diri mereka sendiri ke dalam dunia. Semua pemberhalaan dunia Yunani-Roma dan segala ritualnya dan segala patung-patungnya dan seluruh ikon-ikon mereka serta seluruh arsitektur mereka diambil ke dalam pangkuan gereja. Dan pada masa ini, segalanya mereka gunakan sebagai perayaan untuk menghormati dewa-dewa mereka, mereka menempatkannnya di dalam kelender sebagai hari untuk merayakan orang-orang kudus. Mereka hanya mengubah namanya, dan tetap memegang ritual yang sama, perayaan yang sama, dan waktu yang sama, satu-satunya yang mereka lakukan hanyalah mengubah namanya. Dan sebaliknya, korban yang berdarah yang dipersembahkan di atas altar Jove mereka gantikan dengan korban besar-besaran tanpa menumpahkan darah, dan itu merupakan sebuah manuver keagamaan yang cukup pintar. Mereka tetap melanjutkan ritual lama mereka dengan dupa yang sama, jubah yang sama, ibadah yang sama, gambar-gambar yang sama, dewa-dewa yang sama, patung-patung yang sama dan berhala-berhala yang sama—hanya memberikan nama yang berbeda.

Allah berkata, “Ajaran Nikolaus yang juga Kubenci.” “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun juga jangan bersujud di hadapannya:” Ajaran dan sistem Nikolaus. Dan mereka menghilangkan kuasa kelahiran kembali dari kehadiran Allah di dalam pertobatan. Dan seseorang menjadi “anak Kristus, dan anggota kerajaan Allah” dengan ritual dan upacara-upacara. Kita dibaptiskan ke dalam iman dan kita dibaptiskan ke dalam gereka; dan kita menjadi anggota gereja dengan tindakan Parlemen—betapa merupakan hal yang sangat menakjubkan!

Seseorang yang lahir akan menjadi warga negara. Dan seseorang akan menjadi anggota jemaat dengan pembaptisan saat setelah dia dilahirkan. Tidak ada fiksi doktrin teologia di dunia ini yang dapat sama seperti itu, bahwa anda diidentifikasikan dengan jemaat dan jemaat diidentifikasikan dengan dunia.

Ketika anda melakukan hal itu, maka tidak ada lagi orang yang dilahirbarukan oleh Firman Allah; tidak ada lagi orang yang diselamatkan oleh kuasa kelahiran kembali dari Roh Kudus; tidak ada lagi orang yang dihapuskan dosanya melalui pertobatan; pengakuan dan kepercayaan di dalam Kristus. Tetapi semuanya dimanipulasikan oleh orang-orang yang mengagungkan dirinya di atas kita, dengan sakramen, dengan upacara-upacara, dengan ritual-ritual, kita menjadi anggota dari kerajaan Allah.

Dan hal terakhir yang tidak dapat dielakkkan yang mengikutinya adalah gereja akan menjadi sebuah pion di dalam papan catur dan di dalam permainan, dari pemegang otoritas tertinggi yang duduk di tempat Kaisar dan di takhta Iblis, seperti yang Tuhan sampaikan di sini.

Dan gereja digunakan untuk kedudukan yang lebih tinggi dan untuk kepentingan pribadi. Dan menawarkannya dengan negara dan ditandai dengan penyesuaian dirinya dan masuk ke dalam rancah politik yang menimbulkan peperangan dan penganiayaan dan pertumpahan darah menjadi manusia yang tidak mengenal moral dan memalingkan umat Allah menjadi pembunuh yang fanatik dan menyembelih manusia. Lembaran waktu dan sejarah yang penuh darah akan anda lihat tertulis di sejarah jemaat-jemaat Yesus Kristus. 

Ajaran Nikolaus, orang-orang yang meninggikan dirinya, sama seperti Simon yang terdapat di dalam Kisah Rasul, yang menawarkan sejumlah uang untuk karunia Roh Kudus. “Simoni” adalah kata bagi orang yang membeli jabatan di gereja. Dan selama beratus-ratus tahun, seseorang membeli jabatan Bishop dengan uang, “simony,” membeli kedudukan yang lebih tinggi di hadapan manusia.   

Dan kita jatuh ke dalam kisah Kaisar Borgia, atau Kardinal Richelieu, atau seorang Rasputin. Dan jangan lupa bahwa Stalin dilatih sebagai seorang imam bagi Gereja Orthodoks Yunani. Dan tiba masanya ketika seseorang berdiri dan berkata: “Dan kita membenci Allah; dan kita membenci sistem dan kita membenci pendeta gerejawi, dan kita membenci orang-orang yang meninggikan diri mereka di atas kita.” Dan mereka melakukan kekerasan dan menjadi agnostik dan tangan ateistik dan mereka mengambil gereja serta mendorongnya dan menginjak-injaknya serta menghempaskannnya ke tanah. Dan musuh terbesar gereja pada hari ini adalah orang-orang yang membenci orang-orang yang memiliki otoritas dan meninggikan diri mereka dengan memegang kuasa Allah atas diri mereka sendiri.

Dan kita tinggal dalam sebuah jenis dunia yang seperti itu. Apa yang kita butuhkan untuk memerangi perubahan yang mendadak itu serta ateisme yang mengerikan itu, dan kebencian yang mengerikan terhadap gereja adalah proklamasi dari kemurnian iman yang sederhana dari Tuhan Juruselamat kita. Di dalam dunia ini, kita adalah orang-orang berdosa yang memiliki posisi yang sama. Tidak seorang pun yang dapat meninggikan dirinya atas orang lain. Kita semua adalah orang-orang yang telah berdosa. Orang-orang yang saleh ini butuh untuk bertobat dan meminta Allah untuk mengampuni dosanya dan mengakui imannya di dalam Kristus Yesus dan menjadi seorang murid Tuhan yang sederhana. Kita semua, orang-orang saleh adalah orang-orang berdosa yang memiliki posisi yang sama di hadapanNya. Dan kita perlu untuk mempertobatkan diri kita sendiri. Dan dalam kesederhanaan kita, kita meminta Allah supaya ia dapat mengampuni dosa-dosa kita. 

Dan kita semua sama di dalam rumah tangga iman. Jika seseorang dipanggil untuk menjadi seorang penginjil, dia adalah seseorang yang menjadi objek doa sehingga dia dapat memenangkan orang lain bagi Yesus. Jika seseorang dipanggil menjadi seorang gembala, dia bukan menjadi seorang penguasa atas kawanan domba Allah, tetapi menjadi  anggota rumah tangga iman, mengasihi saudara-saudaranya, mendorong mereka untuk mengasihi saudara-saudaranya dalam kasih dan kemurahan Tuhan kita.

Dan semua umat Allah, mengikuti leluhur mereka, mengikuti kewargaan dari rumah tangga orang-orang kudus: yang Allah katakan: “Yang aku kasihi.” Ini adalah Kitab iman, dan ini adalah iman yang bersumber dari Alkitab dan ini adalah iman yang dapat menyelamatkan dunia kita. 

Tidak seorang pun yang membenci orang lain karena mengasihi Allah; tidak seorang pun yang membenci orang lain karena melayani Yesus; tidak seorang pun yang membenci orang lain ketika hatinya dipenuhi dengan kebaikan dan kemurahan serta kemuliaan dari Tuhan dan Juruselamatnya. Itulah iman! Saya dapat melihat bagaimana orang-orang yang bersikap arogan yang memiliki otoritas membenci hal itu dan berusaha menghancurkannya.

Bahkan di beberapa wilayah, jemaat baptis kita diberi cap sebagai orang-orang komunis karena kita anti terhadap sistem gerejawi yang bersifat sinodal. Saya dapat melihat bagaimana mereka membenci hal itu. Tetapi saya juga dapat melihat bagaimana orang-orang Kristen Smirna yang memenangkan seluruh imperium Roma: mereka yang rela mati bagi dunia. Dan itulah yang kita butuhkan pada hari ini. Itulah iman kepada Tuhan. Itulah iman yang butuh untuk diberitakan, dan ditunjukkan kepada dunia.

Dan semoga Allah memberikan jaminan sehingga mereka dapat menemukan sebuah koloni sorga di dalam persekutuan yang mulia ini, yang ditunjukkan kepada dunia dalam kerendahan hati dan penghormatan dan kebaikan dan kekudusan serta kemurahan yang menyinari hidup dari dalam wajah Yesus Kristus.

Dan itu adalah iman, yang kami tawarkan kepada anda pada hari ini, dan kami mengundang anda untuk percaya kepada Yesus Tuhan kita, mengindentifikasikan diri anda dengan orang-orang yang pengharapannya berada di dalam darah Kristus yang menghapuskan dosa. Bagi anda, yang ingin membuat keputusan itu, kami mengundang anda untuk maju ke depan pada saat kita menyanyikan himne permohonan kita. Bagi anda semua yang berada di atas balkon atau yang berada di lantai bawah ini, yang ingin menerima Yesus sebagai Juruselamat anda atau yang ingin bergabung ke dalam persekutuan jemaat ini, mari datanglah dan katakanlah, “Pendeta, ini istri saya dan nak-anak saya, hari ini kami datang semua.” Ketika Allah menekankan seruan itu di dalam hati anda, maukah anda datang? Saat kita berdiri untuk menyanyikan lagu ini, pada bait yang pertama dan baris yang pertama dari pujian ini, mari datanglah!

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.