JEMAAT DI PERGAMUS

(THE CHURCH IN PERGAMOS)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 2:12-17

07-30-61

 

           Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang bergabung di dalam  ibadah dari  Gereja First Baptist Dallas. Ini adalah Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pada pukul tujuh pagi yang berjudul: Kepada Orang-orang Kristen di Pergamus. Di dalam seri khotbah kita melalui Kitab Wahyu, kita telah berada di pasal dua. Dan khotbah pada pagi hari ini merupakan penjelasan dari surat Tuhan kita yang ketiga yang ditujukan kepada ketujuh jemaat Asia. Dan teks kita terdapat dalam Wahyu  2:12-17:

 

“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Pergamus: Inilah firman Dia, yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua: Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam. Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

 

            Nama modern dari kota ini adalah Bergama, nama yang diberikan oleh orang-orang Turki untuk kota kuno Pergamus. Tempat itu telah menjadi sebuah kota yang buruk pada hari ini. Tetapi pada masa Yohanes, dan pada abad mula-mula dan beberapa tahun sesudahnya, kota itu merupakan salah satu kota yang paling indah dan terkenal di antara kota-kota Yunani lainnnya. Menurut legenda, kota itu diduga didirikan oleh putra Herkules di atas ketinggian Acropolis yang berjarak sekitar tiga mil dari Sungai Caicus, di daerah daratan subur yang luas yang berada di sebelah sungai itu, dan berjarak sekitar lima puluh mil dari Laut Aegea. Pada masa Xenophon,tempat itu merupakan sebuah kota yang dikelilingi oleh benteng di atas puncak bukit itu.

            Nama Pergamus dihubungkan dengan kata Jerman “berg” yang berarti kota yang berkubu. Tempat itu menjadi tempat yang unggul dan indah serta terkenal pada masa raja-raja Attalid. Dan menjadi sebuah bagian Iimperium pada saat kejayaan Aleksander Agung pudar. Dan raja-raja itu memperbesar kekuasaannnya dan memperluas batas-batas kerajaan itu, hingga wilayahnya mencapai daerah territorial yang kita sebut hari ini sebagai Asia Kecil. Pada tahun 133 B.C., Attalis III mewariskan kerajaannya kepada Imperium Roma. Dan orang Roma mengambil kerajaan dan membuatnya sebagai Propinsi Roma, dan tetap mempertahankan ibukotanya di Pergamus. 

           Dalam tahun-tahun kekuasaan raja-raja Attalid, mereka memperindah kota itu. mereka membangun kuil di dalamnya. Orang-orang kaya menghiasinya dengan jalanan yang memiliki tiang yang berbaris-baris. Kota itu merupakan salah satu kota Yunani yang sangat berkesan di dunia kuno. Dan di antara hal yang lainnya, raja-raja Attalid membangun salah satu perpustakaan yang terkenal sepanjang masa. Dan perpustakaan itu memiliki dua ribu volume di dalamnya. Dan itu merupakan jumlah yang sangat besar sekali pada masa itu, ketika setiap buku ditulis oleh tangan. Kata dasar dari “perkamen” adalah Pergamus. Dan itu berasal dari kota ini dan perpustakaan ini mengalami perkembangan dan penemuan dalam menggunakan kulit sebagai materi tulisannya. Sebelum masa ini, semua tulisan ditulis di atas papyrus. Tumbuhan papyrus tumbuh di sepanjang Sungai Nil. Dan ketika anda melelehkannya, bubur kertas itu dapat campur dan dibentuk menjadi kertas.  Kata “paper (kertas)” berasal dari kata papyrus. Dan Ptolemy dari Mesir memiliki monopoli atas papyrus, yang merupakan bahan dasar tulisan di dunia kuno. Itu merupakan sebuah industri nasional dan menjadi milik Raja.

            Kemudian Eumenes, yang merupakan Raja dari Imperium Attalid yang ibukotanya berada di Pergamus. Sangat kagum terhadap Aristhopenes yang merupakan pustakawan yang terkemuka di Aleksandria. Dan Dia berusaha mengajak Aristhopanes untuk menjadi pusatakawannya, untuk bekerja di Perpustakaannya. Dan hal itu membuat Ptolemy murka. Dia memasukkan Aristhopenes ke penjara dan melarang untuk mengekspor papyrus ke Eumenes, di Pergamus. Sehingga hal itu membuat Eumenes tidak memiliki bahan dasar tulisan untuk Perpustakaannya. Dan hal itu akhirnya menjadi sebuah perkembangan untuk menggunakan kulit sebagai bahan dasar tulisan. Sama seperti jika anda lulus dari sekolah, anda akan diberikan sebuah kulit domba. Diploma anda akan disebut kulit domba, sebuah perkamen, tataran pertama. Itu adalah penemuan dan perkembangan yang terjadi di Pergamus. Dan kota itu memberi namanya untuk bahan dasar tulisan itu. Pergamus ibukota yang sangat gemilang. 

            Dan ketika Yohanes menulis surat ini dari Tuhan kita, kota itu telah menjadi ibukota selama tiga ratus tahun lebih. Surat itu dimulai dengan sebuah nada kuat: “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.” Anda mendapat sebuah ide dari kalimat itu bahwa orang-orang Kristen ini berada di sebuah tungku pembakaran. Mereka diam di dekat takhta iblis. Kata itu diterjemahkan dengan takhta, dari kata Yunani  thronos.  Di dalam Matius pasal sembilan belas, thronos di sana mengacu kepada sebuah takhta penghakiman. Dan di dalam Kitab Lukas pasal pertama, thronos yang ada di sana mengacu kepada takhta seorang raja. Jadi apa pun yang menjadi rujukan kata itu, itu merupakan sebuah tempat bagi kekuasaan dan otoritas setan. Dan di sanalah orang-orang Kristen ini tinggal.

            Sekarang, ada beberapa hal di dalam kata “takhta iblis” yang dapat menjadi rujukan. Beberapa hal yang mengacu kepada kata itu. Yang pertama kata itu mungkin merujuk kepada kuil-kuil berhala yang memenuhi ibukota Pergamus itu. Mereka memiliki kuil-kuil yang sangat indah untuk empat dewa Yunani: Kepada Zeus, yang dalam bahasa Latinnya disebut Jupiter, kepada Dionysus yang dalam bahasa Latinnya disebut Bacchus, kepada Athena yang dalam bahasa Latinnya disebut Minerva, dan kepada dewa kesembuhan, Aesculapius. Aesculapius dikenal di seluruh dunia sebagai dewa Pergamus. Dia merupakan dewa yang paling terkenal dari semua dewa kesembuhan. Dan altar utamanya berada di kota itu. Dan lambangnya adalah ular. Dan orang-orang yang sakit serta lumpuh datang dari seluruh ujung Imperium Roma untuk disembuhkan. Dan di halaman kuil itu mereka memiliki ular-ular yang tidak berbahaya. Dan pada malam hari, orang-orang sakit akan tidur di halaman kuil itu. Dan jika seseorang disentuh oleh ular yang merayap yang melewatinya maka itu adalah dari sentuhan penyembuhan dari dewa. Di sana mereka memiliki sebuah sekolah medis, yang sangat bersifat takhyul. Mereka juga memiliki ruangan untuk orang-orang sakit dan segala hal lainnya yang mereka harapkan dapat memberikan pelayanan ilahi bagi orang-orang sakit ini.

            Itu merupakan sebuah pusat keagaman dan anda dapat membayangkan bagaimana perasaan orang-orang Kristen dalam menghadapi orang-orang, menghadapi orang lain, menghadapi orang-orang yang berbicara tentang dewa-dewa, menghadapi segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan di kuil-kuil berhala. Itu mungkin yang dimaksudkan oleh Tuhan ketika Dia berkata, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis. Tempat dimana dia memiliki takhta kekuasaan dan otoritas.”  

            Frasa dari “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis” yang berada di Pergamus mungkin dapat dihubungkan dengan altar Zeus. Salah satu keajaiban dunia pada masa kuno adalah altar Zeus ini. Kira-kira setengah perjalanan menuju puncak Acropolis, ada sebuah batu besar yang sangat menonjol. Dan di atas   batu itu, mereka telah membangun sebuah arca yang sangat besar di sepanjang sejarah. Altar itu tingginya sekitar sembilan puluh kaki. Salah seorang penulis berkata bahwa tingginya empat puluh kaki. Penulis yang lainnya berkata bahwa tingginya sekitar dua puluh kaki. Tetapi hal lainnya, di sekitar dasar dari altar itu ada sebuah hiasan yang melintang, yang merupakan salah satu potongan arsitektur yang sangat bagus sekali di dunia. Pemerintah Jerman mengirim sebuah tim penggali beberapa waktu lampau ke Pergamus dan mereka menemukan potongan hiasan yang melintang itu dan sekarang berada di museum Berlin. Tetapi altar yang besar dan  yang sangat bagus itu dipenuhi dengan asap dari korban persembahan yang dilakukan siang dan malam, memenuhi kota itu. Dan jika anda melihatnya siang dan malam, tempat itu sepertinya sebuah takhta, seperti sebuah kursi. Dan hal itu mungkin menjadi tempat yang dirujuk oleh  Tuhan ketika Dia berkata kepada orang-orang Kristen: “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis.”  

            Kemungkinan yang ketiga terletak di dalam hal ini: Pergamus, sama seperti Smirna, sebuah kota yang menjadi pusat penyembahan terhadap Kaisar. Dan saya mencatat hal itu ketika saya membaca pasal ini ketika Tuhan berkata, “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis; dan engkau berpegang kepada nama-Ku, dan engkau tidak menyangkal imanmu kepada-Ku, juga tidak pada zaman Antipas, saksi-Ku, yang setia kepada-Ku, yang dibunuh di hadapan kamu, di mana Iblis diam.”  Kalimat dari “engkau tidak menyangkal imanmu kepadaKu,”  kata kerja Yunani yang digunakan adalah erneso yang merupakan bentuk tensis aoris. Dalam bahasa Yunani, sebuah aoris mengacu kepada sebuah peristiwa, sebuah hal yang terjadi pada masa lampau yang telah terjadi dan sempurna. Sangat jelas bahwa di Pergamus ada sebuah ledakan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen. Dan di dalam penganiayaan itu, Antipas telah dibunuh. Mereka berkata bahwa Antipas merupakan martir Kristen pertama yang dibunuh oleh pemerintahan Roma. Dan sebagai sebuah penghormatan terhadap kesetiaannya hingga menjadi martir, Tuhan memberikan sebuah nama yang berasal dari diriNya sendiri. Di dalam Wahyu 1:5: “Dan dari Yesus Kristus, ho martus ho pistos, dan di sini diterjemahkan dengan: Dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia.”

            Dan di dalam Wahyu 2:13 Tuhan kita mengaplikasikan hal yang sama dan julukan yang identik serta diaplikasikan kepada Antipas. Antipas, ho martus ho pistos, yang diterjemahkan di sini dengan: SaksiKu yang setia. Di dalam Wahyu 1:5, diterjemahkan dengan saksi. Di dalam Wahyu 2:12, diterjemahkan dengan martir. Anda lihat bahwa kata Yunani untuk saksi adalah, martus, untuk menjadi martir, saksi. Untuk orang-orang yang berdiri dan dinilai serta dihitung di antara anak-anak Allah, adalah orang-orang yang siap mengorbankan hidupnya. SaksiKu yang setia, martirKu yang setia.

            Jadi, kata itu mungkin karena adanya penyembahan terhadap Kaisar. Anda lihat bahwa setiap bagian dari Imperium Roma disatukan dengan cara penaklukan. Tetapi Attalis telah mewariskan  kerajaannya kepada orang-orang Roma. Dan penduduk Pergamus mengikuti raja mereka untuk taat terhadap Imperium Roma. Atas hal itu maka di Acropolis mereka memiliki tiga kuil yang berbeda yang dibangun untuk tiga penguasa Roma yang berbeda. Dan karena penganiayaan yang mengerikan terhadap orang-orang Kristen, hal itu mungkin menjadi hal yang dimaksudkan oleh Tuhan ketika Dia berkata: “Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis.”

            Juga merupakan hal yang menarik untuk mengikuti kata Yunani yang berarti “diam.” Aku tahu di mana engkau diam, yaitu di sana, di tempat takhta Iblis. Ada dua kata Yunani untuk kata diam (tinggal). Salah satunya adalah  paroikeo dan yang lainnya adalah katoikeo.  Kata Yunani untuk orang-orang asing, untuk pengembara adalah paroikos.  Seseorang yang mengadakan perjalanan. Dan paroikeo adalah untuk berdiam sementara, untuk menjadi seorang pengembara, menjadi orang asing. Di dalam salah satu Aprokrifa tentang perkataan Yesus, Yesus mengutip perkataan: “Hidup adalah sebuah jembatan. Orang bijaksana akan melewatinya tetapi tidak akan membangun rumah di atasnya.” Dan setiap tempat di dalam Perjanjian Baru dimana kata diam digunakan, kata itu adalah paroikeo.  Bahwa kita hidup sebagai orang asing. Rumah kita berada di dalam sorga.

            Tetapi hal yang tidak biasa adalah, di sini Tuhan menggunakan kata katoikeo yang berarti diam secara permanen, tinggal secara tetap. Tuhan berkata bahwa orang-orang Kristen di Pergamus, yang diam di tempat takhta Iblis, supaya mereka tidak melarikan diri. Supaya mereka tidak takut. Supaya mereka tidak pergi. Supaya mereka tetap tinggal di sana. Sama seperti anda hari ini, di dalam dunia yang penuh dengan tekanan dunia yang penuh kompromi dan kejahatan. Anda tidak dapat lari. Anda tidak perlu melarikan diri. Anda dapat menjadi putus asa, tetapi jangan pernah putus asa. Bagaimanapun besarnya tekanan hidup dan kondisi yang mengepung anda dari berbagai sisi, anda harus tetap tinggal dan anda harus hidup dengan kehidupan Kristen anda di mana pun anda berada. Bahwa di dekat takhta Iblis. Ada begitu banyak jemaat kita, para wanita kita serta para pria yang tinggal dalam situasi yang sulit dan yang bekerja di bawah kondisi yang sulit. Tuhan berkata, disanalah anda tetap tinggal dan disanalah anda harus menanggung kesaksian Kristen anda. Anda diam dengan katoikeo, tinggal dan bertahan di dekat takhta Iblis. Meski nilainya adalah menjadi martir, seorang saksi yang setia.

            Kemudian nada dari surat itu berubah. “Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau.”  Yang pertama, di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah. Engkau memiliki beberapa orang Kristen di dalam jemaat yang mengajarkan doktrin Bileam. Di dalam Kitab Keluaran, Bileam adalah seorang yang kudus, seorang pelihat. Dan dia berusaha untuk mengutuk anak-anak Allah, tetapi Allah tidak mengizinkannya. Jadi dia melakukan hal yang sama dengan bujukan. Dia memperkenalkan orang-orang Isreal kepada wanita asing Moab  dan mereka tidur bersama dengan wanita-wanita itu. Karena itu Tuhan berkata, “Di antara jemaatmu, engkau memiliki orang-orang yang mengajarkan perzinahan. 

            Bagi kita, itu merupakan salah satu hal yang mengherankan. Tetapi tunggu sebentar. Saya memiliki sebuah kutipan yang berasal dari Demoshtenes, seorang ahli pidato Yunani yang luar biasa. Dia berkata. “Kita memiliki pelacuran demi kesenangan. Kita memiliki gundik demi hidup bersama sebagai suami istri. Kita memiliki istri dengan tujuan untuk memiliki anak-anak yang resmi dan memiliki penjaga untuk keutuhan rumah tangga kita.” Demosthenes tidak melakukan apa-apa selain dari pada merefleksikan pola kehiduan dari orang Yunani kuno.

            Saya juga memiliki salinan dari Cicero, seorang ahli pidato Roma yang sangat luar biasa, orator itu berkata: “Jika ada seseorang yang berpikir bahwa orang muda seharusnya dilarang untuk mencintai seorang pelacur, dia adalah seseorang yang sangat ekstrim hemat. Dia memiliki perselisihan, bukan hanya dengan kebebasan dari izin yang diberikan oleh para tetua kita, tetapi juga dengan kebiasaan dan konsensi dari para leluhur kita.” Kapankah hal ini tidak dilakukan? Kapankah seseorang tidak menemukan kesalahan dalam melakukan hal itu? Kapankah sebuah perzinahan dengan siapa saja disangkal?   Kapankah hal itu diizinkan oleh hukum atau tidak diizinkan oleh hukum? Bukankah itu yang disampaikan oleh Cicero di dalam retorikanya atau pertanyaan retorikanya? Dia tidak melakukan apa-apa selain dari pada merefleksikan terhadap pola yang diterima pada zaman Roma.

            Ada orang-orang di jemaat itu yang berkata, “Kamu harus menyesuaikan diri dengan budaya dan masyarakat. Jangan membuat dirimu menjadi aneh dan terpisah serta berbeda.” Perzinahan ini merupakan sebuah bagian dari pola kehidupan. Hal itu telah ada berabad-abad sebelumnya. Demikian juga pada hari ini. Dan seperti yang disampakan oleh Cicero, “Kapankah hal ini resmi atau tidak resmi?” Demikianlah hal itu terjadi. Jadi, mereka memiliki pengajar-pengajar yang berada di jemaat Pergamus yang berkata, “Kita harus menjadi bagian dari budaya yang kita miliki. Kita tidak seharusnya berbeda, aneh dan menolak diri anda dan menjadi terpisah, dan berada di luar serta menjadi canggung dan sama seperti seorang gadis yang duduk sendirian tanpa ikut berdansa. Engkau harus menjadi sama seperti dunia. Ini adalah pola kehidupan dunia, dan kamu harus menjadi bagian di dalamnya.” Itulah jalan yang mereka ajarkan di jemaat Pergamus.

            Hal itu juga yang mereka ajarkan di jemaat-jemaat pada hari ini. Bukan hal yang berbeda. Tidak hanya tentang pelacuran. Mereka mungkin telah mengubahnya. Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan bahwa secara umum mereka mengajarkan pelacuran di Gereja-Gereja pada hari ini; tetapi ada budaya sosial  yang diterima oleh orang-orang Kristen  sebagai sebuah bagian dari pola sosial kehidupan modern kita; sama seperti hal ini yang menjadi sebuah bagian dari  pola sosial dari kehidupan leluhur mereka. Dan itu menjadi prinsip yang sama sekalipun kita hidup pada hari ini atau hidup selanjutanya. Hal itu tidak berbeda. Anda hanya mendapat sebuah hal yang berbeda untuk membicarakannnya. 

            Hal kedua yang mereka ajarkan. Mereka mengajarkan untuk makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Itu merupakan sesuatu yang kembali kepada hal yang menyakitkan orang Kristen. Itu merupakan masalah pribadi yang sangat besar yang dihadapi oleh orang Kristen mula-mula. Memakan hal-hal yang telah dipersembahkan kepada berhala. Hal seperti itulah yang telah terjadi di sana. Anda tahu, saya baru saja berbicara tentang altar Zeus yang sangat terkenal di dunia, dan asap dupa persembahan dari altar itu mendominasi kota itu.

           Sebuah korban persembahan merupakan sebuah makan bersama. Ketika seseorang mengadakan sebuah korban persembahan, dia akan mengambil hewan yang akan membawa persembahannya ke altar dan imam akan menyembelihnya. Bagian kecil dari korban persembahan itu akan dibakar dan kadang-kadang hanya sejumlah rambut dari binatang itu yang dibakar. Dan setelah pengorbanan dilakukan, setelah hewan itu disembelih, sebagian akan diberikan kepada imam-imam dan kemudian sisanya akan diberikan kepada para penyembah berhala itu. Ketika seseorang melakukannya maka dia akan membuat sebuah perayaan. Dan dia akan mengundang seluruh keluarganya dan sahabat-sahabatnya ke perayaan itu. Dan mereka akan makan binatang yang telah dipersembahkan kepada berhala-berhala itu. Dan perayaan itu akan dilakukan di rumah orang yang melakukan korban persembahan. Dan seringkali juga diadakan di kuil dewa.

            Jadi jika anda menerima sebuah undangan. Maka anda tidak akan menjadi orang yang ganjil. Setiap orang melakukannya. Dan akankah anda juga tidak mengikutinya? Akankah anda juga tidak akan berkompromi? Itu adalah bagian dari pola kehidupan. Dan apakah anda akan menjadi berbeda sendiri dan memutuskan hubungan sosial antara anda dan sahabat anda yang mengundang anda? Maka kita akan melakukan kompromi. Hal itu tidak berbeda. Jangan pernah berpikir bahwa hal yang dulu adalah sesuatu yang berbeda dan hal yang sekarang juga adalah sesuatu yang berbeda. Pada masa itu anda memiliki beberapa pengajar di jemaat-jemaat yang mengajarkan bahwa anda harus berkompromi dengan pola kehidupan sosial. Apa yang mereka lakukan, anda juga harus melakukannya. Tetapi Tuhan berkata, “Tidak demikian! Jangan seperti itu!” Dan kemudian Dia berkata, “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”

            Tidak seluruh jemaat. Tetapi hanya orang-orang yang hidup di dunia dan menjadi bagian darinya. Tuhan kita berkata, “Karena itu, pisahkanlah dirimu dari antara mereka. Aku akan menjadi Bapamu. Dan engkau akan menjadi milikKu, anakKu laki-laki dan perempuan.” Itulah yang dihadapi oleh orang-orang Kristen yang telah menjadi masalah pribadi mereka: Apakah aku harus makan roti yang telah dipersembahkan kepada Allah dan minum cawan yang telah dipersembahkan kepada Allah, dan akankah saya juga makan dan minum dari roti dan cawan yang telah dipersembahkan kepada berhala? Dan jika orang Kristen melakukan kompromi maka anda tidak akan pernah mendengar tentang kekristenan. Kekristenan akan lenyap. Ia akan tenggelam ke dalam samudera pemberhalaan yang mengepung mereka dari setiap sisi. Tetapi orang Kristen menolak untuk bersujud. Mereka menolak untuk melakukan kompromi.  Ho martus ho pistos.  Antipas, saksiKu yang setia, martirKu yang setia. 

            Seseorang datang kepada saya pada pagi hari ini dan berkata, “Pendeta, bagaimana dengan ajaran Nikolaus ini?” Saya tidak dapat menjelaskannya dalam satu baris. Dan saya akan mempersiapkan sebuah khotbah sehubungan dengan ajaran Nikolaus ini. Dua kali Tuhan berkata: “Yang Aku benci.” Di dalam Wahyu 1:6 Dia berbicara kepada Efesus: “Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.’ Kemudian di sini di dalam pasal kedua ayat lima belas: “Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus yang juga Kubenci.” Bukankah itu sangat luar biasa? Anda bayangkan tentang orang-orang Kristen pada masa lampau yang memiliki besi di dalam darah mereka. Anda memperoleh keyakinan tentang mereka. Anda bayangkan bahwa mereka memiliki baja di punggung mereka. Saya mendapatkan kesan itu ketika saya membaca tentang mereka. Hal-hal yang mereka benci. Sama seperti hal-hal yang mereka sukai. Hal-hal yang untuk hal itu mereka siap untuk mati.   

            Saya berharap seandainya mereka mengenal kita pada hari ini? Kita sama seperti buluh di hadapan angin—bergerak seturut dengan hembusan angin. Dan dunia yang mengikat kita, dan yang membuat kita terombang-ambing di atas sayap angin. Dan Allah berkata, “Marilah,” dan hati kita mengeras seperti batu dan telinga kita tuli. Sangat luar biasa. Saya mendapat kesan yang kuat terhadap orang-orang Kristen di belakang sana, yang memiliki keyakinan yang kuat di dalam diri mereka. Mereka memiliki kekuatan. Mereka memiliki dorongan yang lebih. Mereka memiliki komitmen dan ketaatan yang sukar untuk dilukiskan. Antipas, ho martus ho pistos. SaksiKu yang setia.  

            Sekarang, bolehkah saya menyimpulkannya? “Siapa yang bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat. Barangsiapa yang menang kepadanya akan Kuberikan makanan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.”  Manna yang tersembunyi. Di dalam Mazmur tujuh puluh delapan, manna yang turun dari sorga disebut dengan “makanan malaikat, jagung sorgawi.” Di dalam Kitab keluaran, manna disebut dengan “roti sorga.” Dan mereka mengumpulkannya satu gomer penuh dan meletakkannnya dalam mangkok emas dan mempersembahkannnya di hadapan Tuhan di tabut perjanjian. Dan manna itu tersembunyi di sana. Manna yang disembunyikan dibalik tirai. Dan Tuhan berkata kepada anak-anak iman: “Jika engkau tidak minum dari cawan dan makan dari piring yang dipersembahkan kepada berhala-berhala, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi.” Apa yang Tuhan janjikan kepada orang-orang Kristen di Pergamus ini adalah: Jika kamu benar dan setia serta tidak berkompromi, Aku akan memberikan hal dari melampaui dari apa yang telah engkau putuskan dari dalam dirimu. Aku akan memperbaharuinya sebanyak ribuan kali lipat, Aku akan memberikan kepadamu makanan dari sorga. Manna yang tersembunyi. Jangan makan, dan jangan minum berdasarkan pola sosial pada masa ini, tetapi perbuatlah hal itu bagi Allah. Dan Aku akan memberikan kepadamu manna dari sorga.  

            “Dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.”  Oh, ketika anda membaca buku tafsiran tentang batu putih ini, hal-hal apa yang mereka sampaikan. Batu putih. Seseorang akan berkata bahwa batu putih merepresentasikan pembebasan kita dari dosa oleh karena kasih dan kemurahan Allah. Sebab pada masa itu ada sebuah jambangan besar dan ketika seseorang didakwa, orang-orang yang memutuskan untuk membebaskannya akan memasukkan batu putih ke jambangan itu dan orang-orang yang memutuskan untuk dihukum akan memasukkan sebuah batu hitam. Jadi, ketika Tuhan berkata, “Barangsiapa yang setia, Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih,” dan mereka menafsirkan bahwa maksud dari perkataan Allah itu bahwa Allah akan membebaskan kita dan mengampuni kita dari segala dosa kita. Hal itu benar. Tidak ada yang salah dengan pendapat tersebut.  

            Kemudian seseorang yang lain akan berkata bahwa hal itu merepresentasikan perhitungan Allah sebab batu putih digunakan dalam penjumlahan dan perkalian. Dan batu putih itu merepresentasikan bahwa Allah telah menghitung kita di antara umat Nya. Baiklah, hal itu benar. Tidak ada yang salah dengan hal itu.

            Kemudian tafsiran yang lain akan berkata bahwa batu putih merepresentasikan kemenangan, kelegaan dan kebahagiaan pada suatu waktu. Dan batu putih itu merepresentasikan sukacita dan kebahagiaan dari orang-orang Kristen yang menang. Baiklah, itu benar. Tidak ada yang salah dengan pandangan tersebut.

            Kemudian yang lain akan berkata bahwa batu putih merepresentasikan hal-hal kecil, batu putih kecil yang diberikan kepada warga negara Roma, dan atas hal itu dia bebas untuk mendapatkan makanan dan bebas untuk masuk ke sirkus dan pertandingan gladiator dan untuk seluruh pertunjukan dari dunia Roma. Dan Alllah akan memberikan kepada kita batu putih memiliki arti bahwa kita akan memiliki seluruh harta dan berkat sorgawi yang telah diberikan kepada kita.

            Kemudian yang lain akan berkata bahwa batu putih itu merepresentasikan sebuah jimat, dan pada hari ini yang membuat saya sangat terkejut bahwa banyak orang yang memakai jimat. Anda tahu sebuah medali kecil, sebuah kalung yang dipakai di leher mereka, di tangan mereka atau di suatu tempat. Dan jimat kecil itu diharapkan dapat menjaga mereka dari penyakit menular, dari bahaya, atau hal-hal lain yang menjadi wabah bagi umat manusia. Dan Tuhan berkata, “Barangsiapa menang dan setia, Aku akan memberikan kepadanya sebuah jimat putih yang namanya tertulis di atasnya, dan tidak seorang pun yang tahu akan tulisan mistik itu. Dan Aku akan menjagamu dari kejahatan dan penyakit menuar dan bahaya serta kematian.” Mungkin hal itu benar. Tidak ada yang salah dengan hal itu. 

            Tetapi saya beritahukan kepada anda, apa yang saya maksudkan tentang maknanya yang mungkin juga dipikirkan oleh orang lain atau mungkin juga tidak. “Dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya.” Anda mendapatkan sebuah ide dari versi bahasa Inggris ini bahwa batu putih itu pastilah sebuah batu koral biasa. sama seperti batu putih yang anda pungut dari sungai dan anda memperoleh sebuah batu putih. Tetapi itu bukan makna yang sesungguhnya. Batu itu merujuk kepada sebuah permata kristal, sebuah batu yang jernih yang berkilau yang sangat indah. Dan itu berarti sebuah mutiara. Sebuah kristal yang jernih, berkilau, sangat mulia serta  memancarkan cahaya warna warni yang disebut dengan Urim Tumim, yang berada di dalam tutup dada imam besar, yang di atasnya tertulis nama dari Allah. Dan di atas permata yang lainnya diukir nama-nama suku umat Allah.

           Dan seperti yang anda tahu, jika anda telah datang pada Minggu malam untuk mendengarkan khotbah pendeta ketika dia berkhotbah melalui Kitab Samuel dan sekarang Kitab Raja-raja, efod, tutup dada imam, merupakan batu pertama yang berfungsi sebagai sarana komunikasi antara Allah dengan umatNya. Daud menggunakan Urim dan Tumim untuk mengetahui kehendak Allah. Dan Allah menjawab di dalam cahaya warna warni dari permata itu.

            Jadi, ketika Allah berkata kepada anak-anak iman: “Kepadanya akan Kuberikan mutiara yang berkilau yang di atasnya tertulis nama mistis Allah. Dan di atasnya tertulis nama-nama dari orang-orang yang dipelihara dalam ketentuan dan pemeliharaan Yang Mahatinggi dan Dia akan memberi kebijaksaan kemana dia harus berpaling dan dia akan memiliki arah tentang apa yang harus dia lakukan dan dia akan memperoleh jawaban yang mulia untuk setiap keputusan di dalam seluruh hidupnya, dan Aku akan menyertainya, demikianlah firman Allah. Aku akan memberikan kepadanya mutiara dari seluruh mutiara. Dan mereka akan menjadi milikKu, firman Tuhan pada hari dimana Aku membuat mutiaraKu.  Aku akan memberikan kepadanya permata yang berkilau. Batu putih yang indah ini, yang merepresentasikan kehadiran, pemeliharaan, tuntunan, perhatian dan kasih Allah.” Dan itu adalah untuk dia. Itu adalah untuk anda. Kekayaan yang berlimpah dari berkat Allah di dalam pesan Yesus kepada jemaat-jemaatNya. “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” 

            Waktu kita telah habis. Kita harus mebuat seruan pertobatan kita. di dalam Roh Yesus, sebagai Tuhan yang membuat seruan ke dalam hati anda, untuk memberikan hidup anda di dalam iman dan kepercayaan terhadap Yesus atau untuk meletakkan hidup anda bersama dengan kami di dalam persekutuan jemaat ini. Saat kita menyanyikan lagu undangan kita, maukah anda datang? Maukah anda membuat keputusan itu pada pagi hari ini? Bagi anda yang berada di atas balkon, ada sebuah tangga yang berada di bagian depan, bagian belakang dan di kedua sisi balkon ini. Dan ini adalah waktu dan kesempatan bagi anda untuk datang. Atau bagi anda yang berada di lantai bawah, di mana pun anda duduk, mari majulah ke depan, dan katakanlah: “Pendeta, inilah saya, dan saya datang segera.” Maukah anda melakukannya pada hari ini? Untuk setiap alasan dan untuk setiap sebab di mana Allah telah mengikat anda, maukah anda membuat keputusan itu sekarang? Mari, datanglah, saat kita berdiri dan menyanyikan himne undangan kita.  

 

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.