KEDATANGAN TUHAN SECARA RAHASIA DAN TERBUKA

(THE COMING OF THE LORD SECRETLY AND OPENLY)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Wahyu 1:7; 16:15

03-12-61

 

Saya lebih suka untuk membaca bagian akhir dari teks saya yang pertama: “Ya, Amin” Wahyu 1:7, yang merupakan terks dari Alkitab. Ini adalah tema utama dari Firman Allah, yaitu dari Wahyu 1:7: “Lihatlah  ecce[Latin], Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” Terakhir kali saya berkhotbah di atas mimbar ini, saya berbicara tentang bagian pertama dari tema yang utama dan teks dari Kitab Wahyu, “Lihatlah—lihatlah—Ia datang dengan awan-awan.” Itu adalah khotbah yang terakhir. Dan khotbah hari ini di dasarkan atas bagian terakhir dari teks itu, “Dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin” [Wahyu 1:7]. Ini adalah sebuah pemberitahuan yang agung yang berkenaan dengan kesudahan zaman. Ini adalah bagian pendahuluan  dari Surat 2 Tesalonika 1 ayat 7,  “Pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak menaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya …” [2 Tesalonika 1:7-9]. Pemberitahuan yang agung itu adalah ini, yang terdapat dalam Matius 24:27:

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. [Matius 24:27-30].

Itu adalah keagungan dari pemberitahuan itu, tema utama di dalam Wahyu 1:7: “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.”

Tetapi ada di dalam Alkitab sebuah deskripsi yang berbeda, gambaran yang berbeda, dan gambaran yang berbeda dari garis besar kedatangan Tuhan kita, dan terlihat  berbeda dan saling bertentangan. Sebagai contoh, di dalam Wahyu 16:15: “Lihatlah Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya.” Aku datang seperti pencuri.” Hal yang sama ditemukan di dalam Matius 24:42: “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” [Matius 24:42-44]. Hal yang sama dapat anda temukan di dalam 1 Tesalonika pasal 5: “Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam” (1 Tesalonika 5:1, 2). Hal yang sama juga dapat anda temukan di dalam 2 Petrus pasal 3 ayat 10: “Tetapi hari Tuhan akan datang seperti pencuri” (2 Petrus 3:10)—secara rahasia, secara sembunyi-sembunyi, dan diam-diam, tanpa pemberitahuan, sama seperti seorang pencuri pada waktu malam.

Bukankah itu sebuah kontradiksi? Dia datang, Alkitab berkata, sama seperti kilat yang memancar yang membelah langit. Dan Dia datang seperti seorang pencuri, dengan senbunyi-sembunyi, secara diam-diam. Tidak, ini bukan sebuah kontradiksi. Ini adalah dua buah tindakan dalam drama besar yang terakhir. Dia akan datang seperti seorang pencuri. Diam-diam, tanpa pemberitahuan. Dia datang secara tiba-tiba. Kemudian, Dia juga datang, seperti kilat yang memancar, secara terbuka, ketika seluruh dunia akan melihat raja dalam keindahanNya dan kemuliaanNya. Anda lihat, kita seringkali membaca teks Alkitab bukan seperti itu. kita membacanya, “Lihat, dia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan memandangNya secara serentak.” Tetapi firman Allah tidak menggambarkannya seperti itu. Kita tidak akan melihatNya secara serempak. Akan ada orang-orang yang akan melihatNya dalam suatu masa, dalam sebuah tempat, dan akan ada orang lain yang akan melihatNya dalam waktu dan tempat yang lain. Teks kita tidak berkata bahwa semuanya akan melihatNya dalam waktu yang sama, dalam cara yang sama, dengan perasaan yang sama. Teks kita memberi pengakuan bahwa setiap mata akan melihat Dia—setiap mata yang pernah ada, setiap manusia yang lahir—juga tidak bahwa setiap manusia yang pernah lahir tidak akan melihat Dia pada suatu waktu dan pada suatu tempat akan memandang wajah Yesus. Orang-orang mati akan  mendengar suaraNya dan akan dibangkitkan, dan mereka akan berdiri di hadapanNya. Dan pada kedatangan Tuhan yang mulia, orang-orang yang masih tinggal akan mrelohat Juruselamat yang datang bersama dengan ribuan orang kudusNya. Beberapa orang akan menyambut kedatanganNya dajn berkata, “Allah dan Juruselamat kita” dan yang lain akan meratap dalam ketakutan dan keputusasaan terhadap penghukuman yang mengerikan itu. Anda tahu bahwa Dia datang dalam dua fase. Fase yang pertama Dia datang secara rahasia, secara sembunyi-sembunyi, dengan diam-diam dan tanpa pemberitahuan, bagi umatNya. Kemudian Dia datang secara terbuka, terlihat jelas, seperti kilat yang memancar, bersama dengan umatNya. Dua tindakan dalam drama yang menutup kesudahan zaman. Dia datang dengan cepat, dengan tiba-tiba, mungkin pada jam ini, mungkin malam ini, mungkin tengah malam, atau saat fajar. KedatanganNya yang pertama secara rahasia sama seperti seorang pencuri untuk mengambil permataNya. Di dunia ini yang ada di hati Tuhan kita. Juruselamat kita bersama dengan umatNya. Dia diidentifikasikan bersama dengan umatNya. Hal yang paling berharga di mata Tuhan di dunia ini bukanlah alam semesta, dan bukan dunia ini dan bukan seluruh ciptaan. Hal yang paling berharga dan yang paling tidak ternilai yang dimiliki oleh Allah di bumi ini adalah anda. Anda disebut dengan mutiara yang berharga.

Allah berfirman dan menjadikan alam semesta ini ke dalam keberadaan. Tetapi untuk anda, Kristus telah mati. Harga anda adalah darah dan air mata dan ratapan dan rasa sakit dan penderitaan serta kematian Anak Allah. Dan di dalam bumi ini, mutiara yang paling berharga adalah anda. Dan dia datang sama seperti seorang pencuri untuk mencurinya. Untuk mengambilnya dari dunia. Dan umat Allah menanti saat itu ketika Dia datang. Dan Tuhan kita menunggu waktu itu ketika Dia datang. Itu adalah alasan bagi saya untuk menyuruh anda membaca Roma delapan: “Sebab dengan sangat rindu seluh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan” (Roma 8:22). Ketika Juruselamat kita datang bersama dengan ribuan orang kudusNya, dan seluruh bumi ini berada dalam sebuah pemberitahuan yang mulia bahwa dunia akan diperbaharui dan diciptakan kembali. “Lihatlah, Dia datang bersama dengan orang-orang kudusNya.” Setelah dia datang secara rahasia dan sembunyi-sembunyi untuk jemaat dan mengambil mereka dari dunia dan melepaskan mereka dari hukuman yang sangat mengerikan yang dijatuhkan atas orang-orang yang tidak percaya, maka kesudahan besar akan dimulai. Drama yang besar ini dimulai. Yang pertama tanpa pemberitahuan, ketika Tuhan datang secara rahasia untuk mengangkat umatNya dari dunia ini—mutiara yang berharga, untuk mengambilnya dan membawanya ke sorga.

Dan hal itu digambarkan dalam banyak figur, dalam banyak tipe dan dalam banyak teks yang terdapat di dalam Firman Allah. Seperti Henokh yang tiba-tiba diubah. Dunia tidak melihat. Henokh tiba-tiba lenyap. Dia berada di dunia, kemudian secara tiba-tiba dia diangkat. Pengangkatan Henokh merupakan sebuah tipe dari pengangkatan jemaat, peristiwa berkumpulnya jemaat Allah bersama dengan Juruselamat mereka di dalam kemuliaan. Itu adalah makna dari kata “jemaat.” Anda memiliki terjemahan “jemaat” yang yang tidak memiliki arti bagi kita dalam terjemahannya. Kata itu adalah ekklesia, sebuah ekklesia. Sebuah ekklesia  yang berarti “dipanggil keluar, dipanggil untuk pergi,”  jemaat adalah, kumpulan dari orang-orang yang telah dipanggil untuk berkumpul bersama-sama. Di dalam Injil Matius dikatakan,  “Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” [Matius 24:40, 41].

Sebuah tipe dari hal itu adalah di dalam Nuh,  “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia”. [Matius 24:37]. Sebab pada zaman Nuh, dunia hidup dalam kesenangannya, dalam kegilaannya, dalam kejahatannya, dalam keburukan, dalam kerusuhan, dalam dosa, dalam kebencian dan perang. Dan di tengah-tengah masa yang rusak dan tragis itu, tanpa seorang pun, tanpa suatu pemberitahuan, Allah memanggil Nuh untuk masuk ke dalam bahtera dan Dia menutup pintu. Allah menutup pintu. Sama seperti lima orang gadis yang mau masuk dan Allah sudah menutup pintu tanpa pemberitahuan (Matius 25:1-13).  Setelah seratus tahun berkhotbah dan berseru, tidak seorang pun yang berpaling, tidak seorang pun yang bertobat, Allah berkata, “Cukup sudah.” Dan Dia memanggil Nuh masuk ke dalam bahtera dan keluar dari hukuman yang akan dijatuhkan atas dunia ini, dan Allah menutup pintu bahtera itu. Dan setelah masuk ke dalam bahtera, sementara dunia bergelut dalam kejahatannya, dan di dalam kutukannya dan tanah mereka yang tandus yang telah diubah oleh Allah, maka terbukalah sumber air dan hujan turun dari langit. “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian juga halnya dengan kedatangan Anak Manusia,” dipanggil secara rahasia dan sembunyi-sembunyi.    

Sama seperti pada zaman Lot, demikian juga halnya pada masa kedatangan Anak manusia. Ketika orang-orang Sodom hidup kejahatan mereka dan  kecemaran serta keburukan yang luar biasa, sementara mereka hidup dalam kemabukan mereka dan sodomi, Tuhan melarikan Lot dengan cepat. Karena—dan ini adalah salah satu hal yang paling asing di dalam Firman Allah—karena Allah berkata, “Sebab Aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana” (Kejadian 19:22). Selama Lot masih berkompromi, hukuman tidak dapat dijatuhkan atas kota itu sampai dia dikeluarkan. Lot memandang Sodom. Dia memasang kemahnya ke arah Sodom. Dia masuk ke Sodom. Dia membuat sebuah kantor di Sodom. Dia duduk di gerbang Sodom. Dia kehilangan semangat pengembaraannya di Sodom. Dia kehilangan kesaksiannya di Sodom. Dia menyakiti jiwanya di dalam pembicaraan yang kotor di Sodom. Tetapi selama dia berkompromi, Allah berkata, “Aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau ke sana.” Dan Dia mengambil Lot dan menangkapnya dengan cepat dan melarikannya, sementara Sodom berada di dalam sukaria yang gaduh dan kejahatan mereka, kemudian setelah dia dilepaskan, hukuman Allah yang berupa api dan hujan belerang.

Demikian juga halnya dengan umat Allah yang berkompromi dan jemaat duniawi. Selama  berkompromi seperti itu, dan memiliki sifat duniawi seperti itu, dan penuh dengan kesenangan duniawi, hidup dalam situasi Sodom, hukuman Allah atas dunia ini tidak akan dijatuhkan selama jemaat masih ada di sini. Akan tetapi ketika orang-orang itu diangkat maka satu hal yang berdiri di antara hari penghukuman Allah dan api yang mengerikan serta hujan belerang adalah hukuman yang akan dijatuhkan atas dunia ini. Dan ketika jemaat diangkat, dipanggil untuk bertemu dengan Tuhan di angkasa, yang datang seperti seorang pencuri pada waktu malam, maka itu akan menjadi permulaan dari Masa Kesusahan Besar. KedatanganNya yang pertama sama seperti seorang pencuri, secara diam-diam, tanpa pengumuman untuk mencuri umatnya. Tiba-tiba dan langsung menghilang. 

Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang masih hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.

Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;

Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. [1 Tesalonika 4:15-17].

Kedatangan yang pertama secara rahasia, memanggil umatNya untuk keluar dari dunia ini.

Dan kemudian, hari penghukuman, hari penghukuman dan masa kesudahan yang mengerikan di dunia ini akan mencapai klimaksnya oleh penyingkapan pemberitahuan yang mulia ini: “Lihatlah, lihatlah”—(ini adalah sebuah ecce)—“ Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.” [Wahyu 1:7]. Itu adalah Penyingkapan, Wahyu yang terakhir ini, kitab yang terakhir, dan tidak berbicara tentang kedatangan Tuhan yang secara rahasia. Ini adalah sebuah pengumuman yang besar bagi semua orang.ini adalah penyingkapan dari penampakan yang terakhir dari Tuhan Allah di sorga. Dan dia akan muncul seperti kilat yang muncul dan membelah langit, “Lihatlah, Dia datang dan setiap mata akan melihatNya.”  Sorotan cahaya dari takhta kehadiranNya  dan sinar pancaran wajahNya akan menutupi bumi, gunung-gunung, lembah-lembah, bukit-bukit dan lautan serta suku bangsa di bumi akan melihat kedatangan Tuhan. Seluruh sorga akan terpesona, penuh dengan pujian di dalah kehadiran kemuliaan yang sukar untuk dilukiskan itu, ketika Tuhan akan datang. Lihatlah, Dia datang. Ketika Tuhan akan datang dalam kemuliaan Bapa, Allah Anak dan Anak Allah. Ketika Dia datang dalam kemuliaan para malaikat, Tuhan dan Tuan mereka, Panglima balatentara sorga. Ketika Dia datang dalam kemuliaan jemaat, datang bersama dengan orang kudusNya. Seperti yang disampaikan oleh Yudas,  “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya” [Yudas 1:14]. Ketika Dia datang dalam kemuliaanNya sendiri sebagai Anak Allah, sebagai Anak Abraham, sebagai Anak Daud, Manusia kekal, manusia yang telah bangkit, Manusia Allah, Kristus Yesus. Ketika Dia datang untuk menjadi Raja Israel, dan raja dari bangsa-bangsa di bumi dan pembaharu dunia ini—Pencipta kembali, rajanya dan manisfestasinya serta Allah yang kekal. “Lihatlah, Dia datang…dan setiap mata akan melihatNya.” Itu adalah pengumunan yang besar, tema utama daroi Penyingkapan, dari Wahyu, yang paling akhir serta firman yang paling klimaks dari Alkitab.

Kemudian Yohanes berbicara tentang orang-orang yang masih tinggal. Di hari yang tragis itu, hari penghukuman itu, hari yang mengerikan itu, ketika di dalam ketidakpercayaan, dan di dalam penolakan, mereka mencari dan melihat jemaat di seluruh bumi, dan mereka berdiri tanpa disucikan, tidak terampuni dalam kebobrokan mereka, telanjang dan penuh kehinaan serta berada di bawah hukuman,  “Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.” [Wahyu 1:7]. Ini terdapat dalam pasal enam, ketika kita tiba kepada hal itu, ketika, “Langit menyusut bagaikan gulungan kitab…” Ketika cahaya dalam kemuliaan bintang-bintang di langit akan jatuh ketika semua manusia akan berseru kepada gunung-gunung dan batu-batu karang untuk menimpa mereka. “Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” (Wahyu 6:14-17). “Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.” Kata “meratap”  merukan sebuah ekspresi yang kuat, tetapi itu tidak sebanding dengan kata yang digunakan dalam bahasa Yunani yang digunakan olreh Yohanes. “Dan semua bangsa di bumi akan kopto, “memotong” diri mereka” (Wahyu 1:7). Kopto adalah bahasa Yunani yang paling sederhana untuk “memotong”—sama seperti anda memotong sebuah cabang pohon, sama seperti anda memotong sebatang pohon. Dan di dalam keputusasaan dan penderitaan serta di dalam horror, mereka memotong diri mereka sendiri. Jadi Yohanes berkata bahwa di dalam masa akhir itu, bangsa-bangsa di bumi di dalam ketidakpercayaan serta penolakan mereka, orang-orang terhilang dari mana saja akan “memotong” diri mereka, akan ‘meratap” dalam keputusasaan.

Dan di hadapan takhta pengadilanNya, dan Yohanes mengambil sebuah kelompok khusus. “Dan mereka yang telah menikam Dia” (Wahyu 1:7). Saya sering heran akan hal itu. Dan kemudian dalam beberapa hari belakang ini, baru saya dapat memahaminya. “Dan mereka yang telah menikam Dia.” Mengapa Yohanes mengkhususkan mereka? Orang-orang yang secara khusus telah membunuh Dia, yang memakukan Dia ke atas salib, yang menancapkan paku ke dalam tanganNya, yang menikamkan tombak ke dalam lambungNya, yang setuju dalam hukuman matiNya, mereka akan dihadapkan kepada kemuliaan Tuhan di hari pengadilan Yohanes mengkhususkan mereka. dan kemudian saya dapat memahami hal itu. Yohanes berada di sana ketika Yesus disalibkan. Dia berdiri di dekat salib ketika mereka menaikkan salib Yesus. Dan mereka melihat pandangan mereka yang kasar, dan dia mendengar kata-kata penghinaan mereka, dan dia melihat kebobrokan mereka. Yohanes tidak pernah melupakan hal itu. Dan Ketika Yohanes menulis tentang hari penghukuman yang akan datang, dia berkata, “Dan mereka juga, akan melihat ke dalam wajah yang telah bangkit, kemuliaan Tuhan, orang-orang yang telah memaku Dia ke salib.”

. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia” Ada orang yang berkata, Lihat, digunakan kata  phule, yang diterjemahkan di sini dengan “semua bangsa,” phule adalah kata untuk “suku”: “Dan semua suku-suku bumi akan meratap.” Beberapa orang melihat itu di dalam Zakharia 12:10 dan seterusnya, ketika Isreal melihat Mesias mereka yang telah disalibkan akan berada di dalam kepahitan dan akan meratap. Dan sebuah bangsa akan lahir pada satu hari.  Hal itu memang termasuk di dalamnya, akan tetapi  saya pikir juga termasuk semua umat manusia dari mana saja. Umat Allah akan diangkat. Dan di dalam dunia ini yang tersisa hanyalah kejahatan, keburukan dan kesia-siaan. Di dalam dunia ini mereka menghina dan mengutuk nama Allah. Di dunia ini, pada hari yang mengerikan itu akan bangkit orang-orang yang akan bersaksi untuk Allah, seperti pada zaman Nuh, mereka akan dianiaya, dan mati martir pada masa orang-orang mengutuk nama Allah. dan kemudian muncullah tanda Anak manusia di atas langit. Dan setiap mata akan melihat Dia, dan orang-orang yang bobrok ini serta orang-orang yang tidak percaya ini akan memotong diri mereka, akan meratap karena Dia. Terhukum dan terhilang selamanya. Sepertinya, Tuhan kita tiba-tiba datang ke dalam sebuah dunia yang akan bersukacita menerimaNya, memainkan musik dan bernyanyi ketika Dia datang. Tidak. Tidak. Bukan di dalam peristiwa yang klimaks itu, sebab Dia datang membawa nak-anakNya bersama dengan Dia ke dalam sebuah dunia yang mengutuk dan menghina Allah.    

Dan musik mereka serta nyanyian mereka dan kehinaan mereka akan berubah menjadi tangisan dan ratapan sama seperti ketika Titanic tenggelam. Sama seperti pemain oskestra yang dimainkan pada tengah malam bagi orang-orang yang senang di dalam permainan dunia mereka, akan tetapi ketika kapal mulai tenggelam, mereka berkumpul bersama dan berlutut dan mereka mengubah melodi mereka. Mereka mulai memainkan melodi yang sedih dari lagu “Nearer My God to Thee.” Entah bagaimana Red Hot Henry Brown tidak tepat dalam melukiskannya ketika kapal itu tenggelam. Dan entah bagaimana beberapa kertas timah murahan dan upah dari dunia ini tidak layak ketika seseorang berdiri dengan telanjang di hadapan Allah dan Hakim yang berkuasa, Yesus Kristus. Sebab anda tahu, Allah tidak menipu umatNya dengan mimpi akan sebuah kesempatan untuk bertobat dan kesempatan untuk diperbaharui setelah mati. Jika seseorang meninggal tanpa Kristus, dan jika dia menghadapai pengadilan akhir itu tanpa Kristus, tidak akan ada yang tersisa selain air mata dan ratapan dari dunia yang hilang, dan berseru kepada gunung-gunung dan batu-batu karang.

 

Oh, pada hari itu, tangisan dan ratapan,

Ketika orang-orang terhilang diberitahukan tentang takdir mereka,

Ketika mereka berseru kepada batu-batu karang dan gunung-gunung

Dan mereka berdoa, tetapi doa mereka telah terlambat.

 

Jika anda selamat selamanya, maka anda harus diselamatkan sekarang. Dan jika anda sudah selamat, maka anda akan diselamatkan dan diangkat pada kedatangan Tuhan yang pertama—bukan yang kedua.

 

Oh, kemudian, pada batu-batu karang, biarkan aku terbang

Kepada batu karang yang lebih tinggi dariKu.

[Erastus Johnson, “The Rock That Is Higher than I”]

 

“Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?” “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27).

Pada suatu waktu, kita akan meninggal dan pada suatu waktu, kita akan berdiri, muka dengan muka bersama dengan Kristus. Akan itu dalam ketakutan, atau akankah itu dalam kemenangan? Seperti apakah nantinya? Jika saya menolak belas kasihanNya, jika saya menolak anugerahNya, jika saya menginjak-injak darah perjanjian, jika saya berkata tidak kepada Pendeta, jika saya berkata tidak kepada Roh Kudus, dan tidak kepada Allah, dan tidak kepada Yesus, maka pada suatu hari—hari itu pasti ada, Allah telah menyampaikan hal itu—pengadilan terakhir dari Allah Yang Mahatinggi. Kita akan berdiri di sana dalam ketakuatan dan dalam keputusasaan dan di dalam tangisan dan ratapan. Oh, Allah, aku telah memberikan hidupku ke dalam barang murahan, kepada hasil dunia yang sia-sia ini, dan sekarang waktu itu telah hilang, dan hidup saya terhilang, dan jiwa saya terhilang dan kekekalan itu menghilang. Oh Allah, apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus aku katakan? Terhilang, dan terhilang selamanya. Itulah sebabnya mengapa, “Dan mereka akan meratapi Dia” (Wahyu 1:7). “Dan mereka akan meratapi Dia.” Juruselamat sekarang menjadi Hakim. Masa anugerah telah berlalu, dan kita tidak selamat. “Dan mereka akan meratapi Dia.” Akan seperti itu, atau akankah itu akan menjadi lagu pujian yang mulia dari pengembara, yang dinyanyikan oleh paduan suara ini, bahkan pada jam ini? Kita akan melihat raja pada suatu hari. Oh, mulia, mulia, mulia.  

Kristus datang kembali! Haleluya!

Haleluya! Amin.

Haleluya! Amin.

 [H. L. Turner, “Christ Returneth”]

 

Akankah seperti itu? Bagi orang-orang yang terhilang, itu adalah pemikiran yang tragis—kedatangan Kristus. Tetapi bagi orang-orang yang telah selamat, itu adalah sebuah pengharapan bagi dunia yang akan datang. Dosa tidak akan menang selamanya. Tidak selamanya setan akan berkuasa atas dunia Allah. Suatu hari, Raja kita akan datang, akan menegakkan hakNya, penguasa yang benar dan kita akan menjadi warga negara dan menjadi ahli waris di dalam kerajaan dan rumah tangga Allah dan juruselamat kita. oh, betapa berkat yang mulia. Betapa merupakan sebuah takdir yang mulia, yang terbentang bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. sekalipun hari ini atau besok, kita telah siap sedia. “Amin, datanglah Tuhan Yesus” (Wahyu 22:20).  Itulah yang disampaikan oleh Yohanes. “Ya. Amin” (Wahyu 1:7). Dan dia menutup Kitab ini dengan doa yang sama. Ketika Tuhan berkata, “Ya, Aku datang segera,” dia menutupnya dengan doa yang sama: “Amin, datanglah Tuhan Yesus” (Wahyu 22:20). Di Pulau Patmos yang sepi, dia telah siap sedia. Di dalam pengembalaan yang sibuk di Efesus—dia telah siap sedia. Di dalam sosok kemudaannya—dia telah siap sedia. Di usia tua dan menjelang ajal—dia telah siap sedia. “Datanglah Tuhan Yesus.”

Jika saya mengetahui hati saya, jika saya mengetahui jiwa saya, saya telah siap sedia. Betapa merupakan sebuah cara yang mulia untuk hidup. Betapa merupakan sebuah cara yang mulia dalam menghadapi ujung malam dari kehidupan! Betapa merupakan sebuah pemandangan yang luar biasa pada masa-masa dan tahun-tahun kekal Allah yang dibentangkan kepada umatNya. Saya telah siap sedia. “Datanglah Tuhan Yesus.” Suatu hari anda akan membayangkan kembali masa ketika anda masih anak-anak, ketika anda  menyerahkan hati andakepada Tuhan. Di Gereja First Baptist Dallas, pada minggu kedua bulan Maret, saya berjalan menelusuri salah satu lorong bangku dan mengulurkan tangan saya kepada Pendeta dan menyerahkan hati saya kepada Tuhan. Datanglah Tuhan Yesus.” Sudahkah anda melakukannya bagi jiwa anda? Apakah anda sudah siap sedia? Apakah anda sudah siap sedia? Itulah sebabnya mengapa Allah mengutus kita untuk memberitakan Injil. Itulah sebabnya mengapa Allah memanggil kita untuk pekerjaan dan pelayanan ini. Itulah sebabnya mengapa Allah membangun jemaat ini dan pengharapan dunia di pusat dunia sehingga anda dapat selamat. Dan itulah sebabnya mengapa kita membuat undangan ini. Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” [Wahyu 22:17]. Dan siapa yang ingin, turunlah melalui tangga dan datang ke depan. “Ini saya, Pendeta. Saya datang.”

Maukah anda melakukannya sekarang? Saat kita menyanyikan lagu permohonan kita, turunlah melalui salah satu tangga ini, dan berjalanlah melalui salah satu lorong bangku ini dan katakan, “Pendeta, saya menerima Yesus sebagai Juruselamat saya dan inilah saya,”  atau, “Pendeta, seluruh keluarga saya datang bersama dengan saya. Dan inilah kami. Ini istri saya dan ini anak-anak saya, kami datang semua.” Dalam ibadah pada pukul 8:15, Allah memberikan kita tuaian yang besar. Dan jemaat kami telah berdoa untuk jam yang kudus ini, sehingga anda datang untuk meletakkan kepercayaan dan iman anda di dalam Yesus, atau menggabungkan hidup anda bersama dengan kami di dalam persekutuan jemaat ini. Maukah anda melakukannya sekarang? “Pendeta, inilah saya dan saya datang segera.” Saat kita berdiri dan menyanyikan lagu ini, mari datanglah!

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.