KEDATANGAN RAJA

(THE COMING KING)

 

Dr. W. A. Criswell

 

17-12-61

 

Wahyu 4:3

 

Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio, anda sedang bergabung dalam ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Untuk menghubungkannya dengan lagu yang penuh kemenangan itu, pagi hari ini pendeta akan berkhotbah tentang Kedatangan Raja. Di dalam seri khotbah kita melalui kitab per kitab dalam Alkitab kita telah sampai ke dalam bagian yang klimaks yaitu kitab Wahyu.

Dan dalam seri khotbah kita melalui Kitab Wahyu, kita telah tiba di pasal 4 ayat 3, Yohanes melihat takhta Allah Yang Mahatinggi dan disekelilingnya ada sebuah pelangi. Dan pelangi itu mewakili janji pemeliharaan kita oleh Allah; janji-janji yang telah Dia buat, Dia akan setia menggenapinya.  Kovenan yang besar yang telah dibuat Allah dengan Abraham dan seluruh Alkitab setelah kejadian 12 adalah sebuah karya, penggenapan, di dalam takdir dan di dalam sejarah dari janji yang telah dibuat Allah dengan Abraham.

Anda akan melihat beberapa kali hal itu diulangi. Anda akan menemukannya terakhir kali dalam Kejadian 22, ayat 16 dan 17:

Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kataNya: Aku bersumpah demi diriKu sendiri …

Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut…..

Oleh keturunanmulah seluruh bangsa-bangsa di dunia akan mendapat berkat….

Dan hari minggu pagi yang lalu, kita telah menyebutkan tiga hal yang dirujuk oleh “keturunan” itu. Yang pertama, merujuk kepada anak cucu, keturunan Abraham. Hal itu merujuk kepada bangsa Ibrani, orang Israel: “Dan Tuhan bersumpah dan berkata: Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.” 

Jadi, keturunan merujuk kepada, yang pertama, kepada keturunan dari patriakh, kepada orang Ibrani, seperti yang terdapat dalam Yakobus 1:1: “Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada dua belas suku di perantauan.”

Saya berpaling ke dalam 1 Petrus Peter 1:1:

Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada diaspora—dua belas suku—kepada diaspora  yang tersebar di Pontus dan Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.

Di dalam Alkitab, tidak ada sebuah hal seperti sepuluh suku yang hilang. Hal itu keluar dari bayangan seseorang yang tidak Alkitabiah.

Di dalam Kitab Wahyu pasal tujuh, ada 12.000 yang dimateraikan dari tiap-tiap suku dari 12 suku Israel. Saya tidak tahu, siapakah yang ada di dalam suku itu. Tetapi Allah tahu.

Dan Tuhan berkata kepada Abraham: “Maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.” 

Rujukan kedua tentang keturunan Abraham merujuk kepada keturunannya secara jasmani. Di dalam Kitab Galatia pasal tiga, diakhiri dengan kalimat ini:

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 

… Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Lalu, itu tidak berarti bahwa tidak ada lagi wanita dan tidak ada lagi pria—“Tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”  Tetapi ada wanita di sini, pada pagi hari ini dan ada pria di sini pada pagi hari ini. 

“Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani.”  Itu tidak berarti bahwa tidak ada lagi orang Yahudi dan orang Yunani yang sesungguhnya. Ketika anda berjalan di jalanan kota Dallas ini, anda akan bertemu dengan seorang Yunani dan anda akan bertemu dengan seorang Yahudi. 

Tetapi di dalam masa yang kita tinggali ini, zaman anugerah ini, dispensasi ini, periode waktu ini, di dalam Yesus Kristus ada sebuah persekutuan besar yang disebut ecclesia Kristus, orang-orang yang telah dipanggilNya keluar—anda menerjemahkannya dengan Jemaat Kristus.  

Dan persekutuan di dalam Kristus itu adalah keturunan Abraham dan ahli warisnya berdasarkan janji. Itu adalah cara yang kedua kata “keturunan” digunakan. 

Rujukan ketiga kepada “keturunan” itu adalah sebagai satu keturunan. Kejadian 22:18: “Oleh keturunanmulah seluruh bangsa-bangsa di dunia akan mendapat berkat.”  Dan di dalam Galatia, Paulus menulis:  

Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus.

Rujukan ketiga terhadap keturunan itu adalah satu keturunan—kepada pengharapan Mesianik, kepada Tuhan dan Raja yang akan datang. 

Lalu, segera saja, ketika saya membaca hal itu di dalam Firman Allah—“Oleh keturunanmulah, sebagai satu keturunan, seluruh bangsa-bangsa di dunia akan mendapat berkat”—segera saja keluar dari dalam hati kita sebuah refrain yang sangat kita kenal yang dimulai dari Taman Eden dan menjangkau hingga kejayaan yang klimaks dari seluruh waktu serta seluruh sejarah. 

Hal itu dimulai seperti ini: Di dalam Taman Eden, Allah berkata kepada ular itu:

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu—dan meremukkan ular tua itu, naga, iblis—dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Para rabi tua membaca dengan rajin akan hal itu sepanjang millennium yang telah berlalu: “dan keturunan perempuan”—perempuan tidak memiliki keturunan; seorang laki-laki memiliki keturunan. Tetapi keturunan perempuan akan meremukkan kepala Setan.

Jadi ketika hal itu telah dibentangkan, di dalam tujuan elektif Allah, siapa pun dia, dia harus dilahirkan dari seorang wanita dan bukan dari seorang pria. Dia harus berasal dari anak dara yang dikirim ke bumi.       

Kemudian saya berpaling ke dalam Kitab Kejadian pasal dua belas dan saya membaca:

Dan Berfirmanlah Tuhan Allah kepada Abram: Pergilah dari negerimu …

Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar …

Dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 

Kemudian, dia akan menjadi seorang Ibrani dan bukan bangsa-bangsa lain. Dia akan lahir menjadi seorang Yahudi.

Kemudian saya berpaling ke dalam lembaran selanjutnya dan saya membaca dalam Kejadian 21:12: “Sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.” Kemudian dia akan lahir dari Ishak dan bukan Ismael—ketika Abraham meminta dengan sungguh-sungguh di hadapan Tuhan. 

Kemudian saya berpaling ke dalam bagian selanjutnya, dan di dalam Kejadian 28:1-4:

Kemudian Ishak memanggil Yakub, lalu memberkati dia serta memesankan kepadanya, katanya …

Moga-moga Allah Yang Mahakuasa memberkati engkau, membuat engkau beranak cucu dan membuat engkau menjadi banyak …

Moga-moga Ia memberikan kepadamu berkat yang untuk Abraham, kepadamu serta kepada keturunanmu … 

sehingga engkau memiliki negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yang telah diberikan Allah kepada Abraham. 

Kemudian, dia akan memperanakkan Israel dan bukan Edom. Dia akan berasal dari Yakub dan bukan dari Esau.

Kemudian, saya berpaling ke dalam Kejadian 49, ayat delapan hingga 10:

Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu—itulah arti dari nama Yehuda, yaitu “pujian”.

Yehuda adalah seperti anak singa; singa dari suku Yehuda—Yehuda adalah seperti anak singa. 

Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.  

Kemudian dia akan lahir dari Yehuda dan bukan Simeon atau pun Lewi. 

Saya berpikir bahwa dia akan lahir dari Yusuf sebab Yusuf mewarisi hak kelahiran, tetapi dia akan lahir dari Yehuda.

Dan Yehuda akan memiliki sebuah pemerintahan “sampai dia yang datang berhak atasnya,” hingga keturunan yang dijanjikan itu datang. 

Kemudian saya berpaling ke dalam 1 Samuel 16: 1. Dan saya pelajari di sana, seperti yang terdapat dalam Mikha, dia akan lahir di Betlehem. Dia akan lahir di rumah Yehuda, di dalam keluarga Isai. Dan saya pelajari bahwa dia tidak akan berasal dari Eliab, anak yang sulung. Dan dia tidak akan berasal dari Abinadab, anak yang kedua. Dan dia tidak akan berasal dari Syama, anak yang ketiga. Tetapi dia akan lahir dari Daud, pemuda yang berada di ladang, yang sedang menggembalakan kambing domba ayahnya. 

Dan kemudian, akhirnya saya tiba di Kovenan Daud. Di dalam 2 Samuel pasal tujuh ayat 12, ayat 13 dan ayat 16. Dan Tuhan berkata kepada Daud: Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu … .” 

Sepanjang firman Allah—“keturunan” itu—

… Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 

… Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. 

Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya. 

Anda akan berpikir bahwa Allah akan lelah mengulang hal itu. Tiga kali—satu dengan yang lain: “Takhtamu akan kokoh sampai selama-lamanya—kerajaanmu akan kokoh sampai selama-lamanya.” 

“Engkau akan memiliki seorang keturunan.” Seorang keturunan, sebagai satu orang, Kata Allah kepada Daud. “Dan Dia akan bertakhta sampai selama-lamanya di atas takhta Daud.”

Kemudian, ketika saya berpaling ke dalam Alkitab, di dalam Mazmur, dalam kitab nabi-nabi, saya melihat Kovenan Daud, ditegaskan kembali, diteguhkan kembali, diulang dan diakui. Sebagai contoh di dalam Mazmur 89 ayat 3 dan 4:  “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku.”  Keturunanmu—keturunanmu sebagai satu orang keturunan.  “Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” 

Ayat 20: “Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus.” 

Ayat 24: “Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.” 

Ayat 34, 36: “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud.”  Keturunannya—salah satu, keturunannya, sebagaimana yang digambarkan dalam sekuruh Firman Allah.  “Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, dan takhtanya seperti matahari di depan mata-Ku.” 

Dan demikian seterusnya sepanjang Firman Allah, “benih” itu—di Yeremia 23:5 dan 6:

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi keluarga Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan kebenaran dan keadilan… . 

Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: Tuhan keadilan kita. 

Dan lagi, di dalam Yeremia 33, ayat 20, 21, 23 dan seterusnya:

Beginilah firman Tuhan: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya, Maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya… . 

Dan lagi:

Firman Tuhan datang kepada Yeremia, bunyinya:

"Tidakkah kauperhatikan apa yang dikatakan orang-orang ini …

Beginilah firman Tuhan: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi,

Maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka.

Selanjutnya Alkitab menyampaikan kedatangan dari raja yang agung itu, dan Yesaya yang sangat hebat serta fasih mengangkat suaranya bahwa “bangsa yang diman dalam kegelapan telah melihat terang” dan “bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.”

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita… dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud … .

“Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku,” firman Tuhan, “Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun.” 

Untuk mengokohkan takhta itu dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. 

Kemudian saya telah meminta anda untuk membacanya pada pagi hari ini, gambaran Yesaya yang luar biasaa tentang pemerintahan dari kerajaan raja yang akan datang itu: Ketika serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Ketika anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama. Ketika idak akan ada kerusakan di seluruh gunung kudus Allah, sebab bumi akan dipenuhi dengan pengetahuan dan kemuliaan dari kehadiran Allah, seperti air  yang menutupi lautan. 

Kemudian hari yang besar dari era yang baru dan era Perjanjian Baru. Ah tetapi mereka berkata, hal itu mungkin benar di dalam Kovenan Lama dan Perjanjian Lama. Ada seorang raja yang akan datang kemudian. Ada sebuah kerajaan yang dijanjikan kemudian.

Tetapi Perjanjian Baru telah mengubah semua itu. Tidak akan ada seorang raja dan tidak ada sebuah kerajaan. Allah telah berubah—Dia telah melupakannya. Dia membiarkan janjiNya jatuh ke tanah dan Perjanjian Baru adalah sesuatu yang lain, sesuatu yang berbeda. 

Dengarkanlah kepada Firman Allah—di dalam Lukas pasal 1:31, 33:

Sesungguhnya engkau akan mengandung …

Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah—keturunan dari perempuan.

Dan Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan KerajaanNya tidak akan berkesudahan. 

Mengapa, itu adalah hal yang sama yang telah saya baca di dalam Perjanjian Lama. Itu adalah hal yang sama, yang telah saya baca kepada anda dari beberapa janji di mana Allah telah bersumpah kepada Daud bahwa ia akan memiliki seorang keturunan dan seorang putra: Lahir dari seorang perempuan, lahir dari suku Yehuda, yang takhtanya akan kokoh sampai selama-lamanya. Dan Dia akan memerintah atas umat Allah di bumi—sebuah kerajaan. Dan dia akan memerintah sampai selama-lamanya.

Hal yang identik sama ditemukan dalam seluruh Injil. Di dalam Matius 20 ayat 20 dan seterusnya: “Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus—ia adalah bibi Yesus. Namanya adalah Salome. Dia adalah saudari Maria, ibuNya.  Dan anak-anak itu adalah Yakobus dan Yohanes, yang merupakan sepupuNya.” 

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus. Dan dia memiliki sebuah permintaan: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam kerajaanmu,” kata sang ibu, “yang seorang di sebelah kananMu dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu” bahwa yang satu menjadi perdana menteri dan yang lainnya menjadi menteri yang mengurus keuangan. Atau, di Amerika ini, kita dapat sebutkan, yang seorang menjadi sekretaris negara dan yang lainnya menjadi pejabat keuangan—pejabat keuangan Amerika Serikat.

Ah, bukankah hal itu sangat baik? Saya tidak menyalahkan dia. Jika saya memiliki dua anak laki-laki seperti itu, saya akan melakukan hal itu juga. Dan Yesus tidak mencelanya. Sebab seorang ibu yang memiliki ambisi untuk anak-anaknya adalah sesuatu yang baik. Yesus tidak mencelanya.

Di berkata: “Di dalam kerajaanMu, biarlah seorang duduk di satu sisi dan yang lainnya di sisi yang lain.” Betapa merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa!

Betapa merupakan sebuah waktu yang tepat bagi Yesus untuk menjelaskannya: “Engkau tidak mengerti. Tidak akan ada sebuah kerajaan. Aku telah mengubah semuanya itu.”

Tidak. Dia tidak pernah menyampaikan sesuatu seperti itu. Yesus telah memberitakan kerajaan.  Dan dia telah mengajar murid-muridNya berdoa supaya kerajaan itu datang. Dan dia berkata kepada ibu yang terkasih itu, “Aku tidak dapat memberikan kepadamu kursi di sebelah kananKu dan kursi di sebelah kiriKu. Ada kursi  yang berada di sebelah kananKu di dalam kerajaan itu. Tetapi akan diberikan kepada orang yang telah disiapkan oleh BapaKu.” Masih tetap ada sebuah kerajaan.

Saya kembali berpaling ke dalam bagian selanjutnya dalam Alkitab sekali lagi. Tepat sebelum Dia mati di dalam malam yang mengerikan dan yang tragis itu. Lukas 22, ayat 28-30: “Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama dengan Aku dalam segala pencobaan yang Aku alami.” 

Yesus berkata: “Aku adalah seorang raja yang lahir.”

“Engkau inikah raja orang Yahudi?" kata Pilatus kepada Yesus. 

“Jawab Yesus: "Engkau mengatakan, bahwa  Aku adalah raja.” Itu adalah penekanan keyakinan yang paling empatik yang paling dalam, yang diekspresikan dalam bahasa Yunani: “Engkau mengatakan bahwa Aku adalah raja.  Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” 

Hal yang sama telah Tuhan janjikan kepada murid-murid di dalam Matius 19:28:

Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel—di dalam kerjaan yang akan datang.

Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. 

Di akhir hiduupNya—ketika saya berpaling ke dalam bagian Alkitab yang selanjutnya, di dekat Yesus ada seorang penjahat, yang diabaikan, seorang penyamun, seorang pemberontak. Tetapi dia telah mendengar tentang pesan Yesus. Dan ketika dia menundukkan kepalanya saat-asaat kematiannya, dia menoleh kepada Tuhan dan berkata: “Tuhan, ingatlah aku—ingatlah aku, ketika Engkau datang ke dalam kerajaanMu.”

Dimanakah dia pernah mempelajari hal itu? Siapakah yang mengajar dia tentang hal itu? Hanya dari sebuah perkenalan dengan pesan dan pelayanan Tuhan kita, hal yang besar telah memberi kesan tersendiri atas jiwanya adalah: “Dia adalah seorang raja dan ada sebuah kerajaan yang akan datang”—“ Tuhan, Tuhan, ingatlah aku, ketika Engkau datang ke dalam kerajaanMu”—datanglah kerajaanMu. Hal itu tidak pernah gagal—Allah memegang teguh janjiNya.  

Sekarang di dalam waktu yang tersisa ini. Kerajaan di dalam Kisah Rasul—Kisah Rasul 1:6: “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” 

Ah, di sana terdapat lagi sebuah kesempatan besar—sebuah kesempatan besar untuk menjelaskan kepada murid-murid : “Sekarang tidak akan ada sebuah kerajaan. Aku telah mengubah semuanya itu. Perjanjian lama yang dibuat oleh Allah Yehova kepada umat Tuhan di Perjanjian Lama, Aku telah mengubah semuanya itu. Janji ini tidak akan digenapi, mereka telah gugur ke tanah. Sebab Allah adalah Allah. Dia telah membuat janji tetapi Dia tidak akan menepatinya. Dia telah berubah pikiran. Dia tidak mampu menjaganya melalui peristiwa dan pergantian sejarah, semua hal-hal ini telah dibuat dalam kovenan di masa-masa yang telah lewat.”

Mengapakah Yesus tidak menyampaikan hal itu kepada murid-murid? Karena Yesus Kristus merefleksikan Allah sendiri—Firman Allah, ekspresi dari Allah. Dan hal itu berada di dalam kuasa dan kekuataan ilahi ketika kovenan-kovenan itu dibuat, dan hal itu juga berada di dalam kuasa dan kekuatan Tuhan Allah yang sama yang membuat kovenan itu tetap dipelihara.

Dan Tuhan berkata kepada murid-murid ini: “Engkau bertanya kapankah kerajaan itu dipulihkan bagi Israel dan Israel memiliki sebuah bagian di dalamnya. Engkau tidak mengetahui masanya. Bapa telah memegang hal itu di dalam tanganNya sendiri. Tetapi kerajaan itu akan datang.” 

Kita tidak mengetahui masa itu di dalam Firman Allah ini—setiap suku kata atau sesuatu yang tersembunyi berkaitan dengan selingan yang panjang ini, jeda ini, masa anugerah ini, dispensasi jemaat dan Roh Kudus Allah. Kita tidak mengetahuinya. “Itu bukanlah untuk kamu ketahui, kata Yesus, waktu atau masanya. Tetapi hal itu akan datang.”

“Tuhan, maukah Engkau pada masa ini”—sekarang, anda lihatlah hal itu secara teliti. Orang yang menyampaikan pertanyaan itu telah bersama Yesus sejak hari Yohanes Pembaptis—kualifikasi seorang rasul adalah bahwa dia telah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis—mereka telah bersama dengan Tuhan sejak hari pelayananNya di hadapan umum. Mereka telah menyaksikan kematianNya. Mereka telah menyaksikan kebangkitanNya. Dan selama empat puluh hari, mereka telah diajarkan dengan sungguh makna dari Kitab Suci ketika Yesus membentangkannya dari Pentateukh dan dari Mazmur dan Kitab Para Nabi. Dan di akhir dari masa itu, tidak ada yang tidak disampaikan atau dilakukan Kristus yang menghalangi kedatangan seorang Raja dan kedatangan sebuah kerajaan. 

Tepat sebelum Dia naik ke sorga di dalam Kisah Rasul 1:6, mereka bertanya kepada Dia tentang kerajaan itu: “Tuhan, kapan? Tuhan kapan?” Bukan jika, kapan, Tuhan? Kapan? 

Tuhan berkata: “Kamu tidak perlu mengetahui tentang masanya. Semuanya berada di tangan Allah. Tetapi inilah bagi kamu. Inilah yang harus kamu lakukan. Kamu akan menjadi saksi bagiKu di Yerusalem dan Yudea dan Samaria hingga ujung bumi.”

Bersaksi—kita adalah bentara. Kita adalah penyampai berita. Kita adalah pemberita. Kita adalah saksi. Tetapi kapan kerajaan itu datang, akan tiba dengan campur tangan Allah di dalam sejarah. Kekuatan tanganNya sendiri, kata Tuhan, akan membawa kebenaran di dalam bumi ini.

Di dalam periode ini dan di dalam masa ini, kita harus bersaksi, memanggil manusia untuk bertobat, memanggil orang untuk beriman kepada Yesus, memanggil orang untuk bersiap-siap, memanggil orang untuk keluar dari dunia dan masuk ke dalam berkat dari persekutuan yang kudus dan kemurahan dan pengampunan dari Yesus Tuhan kita. Anda harus menjadi saksi.

Kita tidak menghasilkan kerajaan itu. Kerajaan itu datang oleh kehadiran yang kuat dari Raja kita yang akan datang. Kita adalah saksi, memberitakannya kepada duniaa, kekayaan yang tidak terselami dari kasih dan pengampunan Allah di dalam Kristus Yesus. 

Dan tentang hal itu, Rasul Paulus telah banyak kali membicarakannya. Sebagai contoh, kita dapat melihat di dalam Kitab Efesus pasal tiga, dia memulainya dengan kalimat ini:

… Aku Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal,

memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, dispensasi ini, masa anugerah ini, era ini, yang dipercayakan kepadaku karena kamu— memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah,

yaitu bagaimana musterion—rahasia ini, yang tersembunyi di dalah hati Allah,  dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.  

…..yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia.

Tidak ada nabi yang telah melihatnya. Tidak ada manusia Allah yang pernah melihatnya. Di abad yang lain, hal itu tidak diketahui. 

tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus;

Yaitu—bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus… . 

Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya—dan seorang saksi dan seorang pemberita

… kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu;  

Dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan musterion yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah.        

Kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga …

bahwa oleh jemaat, kita semua sekarang memiliki keistimewaan, laki-laki, perempuan, hamba, orang merdeka, Orang Yahudi, Orang non Yahudi, tua, muda, yang bijaksana dan yang tidak bijaksana, orang-orang yang berpendidikan dan orang-orang terpelajar. Bagi semua manusia, di mana saja pada hari ini, Allah telah memiliki sebuah dispensasi dari anugerah dan pengampunan—kita semua ada dalam satu tubuh, di dalam persekutuan orang-orang kudus, di dalam lingkaran dan persekutuan dari tubuh Tuhan kita Yesus yang mulia, umatNya, jemaatNya.

A musterion: sebuah hal yang tidak pernah dilihat oleh nabi-nabi—zaman anugerah dan kebaikan Allah. Tetapi akankah ada sebuah kerajaan? Apakah bumi akan terus berlangsung seperti sekarang  ini, dengan para penghujat yang naik turun panggung, mengutuk Allah dan menyumpahi segala hal yang kudus di dalam hati dan jiwa Yang Mahatinggi? Apakah dosa akan berkuasa selamanya? Akankah kematian akan selamanya berada di sini? Apakah Israel akan selamanya dibuang? 

“Ah, tidak,” kata Rasul Paulus. “Apakah Allah telah mungkin menolak umatNya? Sekali-kali tidak.” 

Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia, musterion …: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk—hingga masa anugerah ini berakhir.

Ada sebuah waktu telah ditetapkan yang diketahui oleh Allah. Waktu itu dan masa itu yang dibicarakan Alllah dalam Kisah Rasul 1:6. Ada sebuah waktu yang telah ditetapkan yang hanya diketahui oleh Allah. Ketika orang terakhir yang berasal dari bangsa-bangsa lain datang menelusuri lorong bangku itu, dan ketika jiwa terakhir yang telah dipilih berada di dalamnya, dan Allah menetapkan namanya di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba—ketika hari itu datang, maka muncullah kesudahan besar dan penggenapan dari seluruh sejarah.

Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka." Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.

—Tujuan kedaulatan Allah, seolah-olah Iblis dapat menentangnya, seolah-olah sejarah dunia dapat menumbangkannya. Tidak.

… tetapi mengenai pilihan mereka—tujuan yang besar dari Allah Yang Mahatinggi, mereka dikasihi karena kehendak Bapa.

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilannya.

Dan di dalam kerajaan itu, Israel akan mendapat sebuah bagian. 

Sekarang saya akan berbicara tentang hal itu kembali, seperti yang telah saya lakukan pada hari-hari yang lalu. Tetapi di dalam kedatangan yang terakhir itu, umat pilihan Allah. Israel akan mendapat sebuah tempat dan akan memiliki sebuah bagian. Dan sebuah bangsa akan lahir dari sehari. 

Sebagaimana Dia telah menampakkan diri kepada Rasul Paulus, sebagaimana Dia menampakkan diri kepada saudara-saudaranya secara daging, dan mereka akan memandang Mesias mereka. Mereka akan meratap atas penolakan mereka dan ketidakpercayaan mereka.

Mereka akan sama seperti saudara-saudara Yesus yang tidak mempercayaiNya dalam masa hidupNya—Yakobus dan Yudas dan Yusuf, mereka akan bertobat dan diselamatkan, di dalam kerajaan yang terakhir itu, Israel akan mendapat sebuah bagian.

Oh, seberapa sering saya kepada bagian perwujudan itu. Perwujudan dari kerajaan yang terakhir itu di dalam Kitab Wahyu pasal sembilan besal dan pasal dua puluh: 

Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar"….

Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota….

Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."

Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN.”

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu.

 

Alih Bahasa: Wisma Pandia, Th.M.