MENGIKAT SETAN

(THE BINDING OF SATAN)

Dr. W. A. Criswell

Wahyu 20:1-3, 7

04-21-63

 

           Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio, anda sedang bergabung dalam ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Saya adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pada pukul sebelas pagi, khotbah yang berjudul, Mengikat Setan. Setelah bertahun-tahun berkhotbah melalui kitab-kitab di dalam Alkitab, kita telah tiba di Kitab Wahyu, kitab yang terakhir dan yang klimaks. Di dalam seri khotbah kita melalui Kitab Wahyu, kita telah tiba di pasal 20. Dan jika anda membuka Alkitab anda ke dalam Wahyu pasal dua puluh, maka anda akan mudah untuk mengikuti khotbah pada pagi hari ini. Wahyu pasal 20. Dan ini adalah bacaan dari teks kita:

 

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

 

            Kemudian sisa dari pasal itu, ayat 11 hingga 15, menggambarkan Penghakiman Takhta Putih bagi orang-orang yang jahat. Pasal ini penuh dengan makna, dan dibagi menjadi empat bagian yang utama. Bagian yang pertama, ayat 1 hingga ayat 3, menggambarkan Setan yang diikat. Ayat 4 hingga ayat 6 menggambarkan millennium. Ayat 7 hingga ayat 10 menggambarkan pelepasan Setan dan hukumannya yang terakhir di dalam api neraka. Dan ayat 11 hingga ayat 15 menggambarkan Penghakiman Takhta Putih dari orang-orang jahat yang dibangkitkan.

            Ketika saya mempersiapkan khotbah ini, minggu pagi berikutnya, saya akan berbicara tentang kebangkitan yang pertama dan yang kedua. Kemudian minggu berikutnya lagi, saya akan berbicara tentang millennium yang penuh berkat. Dan kemudian, minggu keempat yang berikutnya, saya akan berbicara tentang Penghakiman Takhta Putih. Hari ini saya akan berbicara tentang bagian pertama dari pasal itu, yang berisi tentang Setan yang diikat, kemudian ayat tujuh hingga sepuluh yang berbiacra tentang pelepasannya dan hukumannya yang final dan yang terakhir.

            Kitab Wahyu pasal sembilan belas ditutup dengan perang Harmagedon, dalah peperangan Tuhan Allah yang campur tangan secara terbuka, di hadapan umum di dalam sejarah manusia saat kedatangan Kristus. Dan di dalam peperangan itu, di dalam pertempuran itu, yang di dalamnya, binatang dan nabi palsu memimpin raja-raja dan pasukan-pasukan di bumi; di sana ada sebuah kehancuran yang besar, pertumpahan darah yang sukar untuk dilukiskan, dan pasukan itu dihancurkan dan raja-raja dibinasakan dan Binatang serta Nabi Palsu  dilemparkan ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang. Itu adalah kehancuran yang sukar untuk dilukiskan, yang terjadi di Harmagedon.

            Tetapi dibalik Binatang itu dan Nabi Palsu itu, dan dibalik raja-raja dan pasukan-pasukan bumi ada seorang  pribadi yang jahat dan cerdik yang memimpin mereka ke dalam kilang murka dan hukuman Allah Yang Mahatinggi. Hal itu berdasarkan kepada daya tariknya dan kelicikannya dan tipuannya sehingga orang-orang ini di bawa ke dalam penolakan yang terakhir terhadap Allah dan pertempuran yang terbuka melawan sorga. Bagaimana dengan pribadi yang jahat itu? Bagiamana dengan penipu yang lihai dan licik serta penuh bakat ini? Bagaimana dengan dia? Orang-orang lain telah dihukum, mereka telah dibunuh, mereka telah dibuang ke dalam neraka. Apakah dia melarikan diri? Jawabannya ditemukan di dalam Wahyu pasal dua puluh. Allah telah mengkhususkannya. Allah telah menandainya untuk sebuah hukuman yang tidak biasa dan hukuman yang khusus. Ini adalah pengikatan Setan, musuh umat Allah dan Tuhan sendiri:

 

Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya…. lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu.

 

            Malaikat turun dari sorga dengan memegang anak kunci jurang maut. Itu adalah kata Yunani,  abyss, jurang maut. Kita mengambil bahasa itu secara langsung ke dalam bahasa Inggris kita. Hanya dengan memenggal kata yang terakhir. Abyss, jurang maut. malaikat turun dengan memegang anak kunci untuk mengurungnya. Di dalam Kitab Wahyu pasal  sembilan, seorang malaikat yang jatuh muncul dengan kunci untuk membuka jurang maut dari dari jurang maut itu muncullah wabah belalang yang mengerikan  yang membinasakan bumi ini. Malaikat ini turun dari sorga dengan sebuah anak kunci untuk mengurung Setan. Dan di dalam tangannya ia memiliki sebuah rantai yang besar.

            Lalu, rantai itu bukanlah seperti sebuah rantai tukang besi. Rantai itu dibuat oleh Tuhan. Di dalam Kitab Yudas ayat enam, “Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar.” Apa pun jenis rantai itu, tetapi ia dibuat oleh Allah, yang olehnya Dia merantai iblis ini, dan  iblis-iblis kotor yang berada di dalam jurang maut, itu adalah jenis rantai yang mengikat Setan. Semua hal-hal ini yang terjadi di dalam dunia ini disebabakan oleh akal bulus dan kelicikan serta kecerdasan dari iblis dan penghulu malaikat yang jatuh ini.

             Jenis yang sama dari sebuah hal seperti yang kita sepakati di dalam dunia yang sekarang ini, anda dapat  menarik lengan gurita di Kuba, anda dapat menangkapnya di sana. Atau anda dapat menariknya di Laos. Atau anda dapat menariknya ke belakang di area yang lain dan bagian-bagian dunia. Tetapi guritanya ditemukan di dalam pusat pemerintahan yang besar yang subversif di Kremlin, di Moskow. Dan selama kita menariknya tentakel-tentakel ini di tempat-tempat yang jauh, kita tidak akan dapat mengatasi kejahatan yang ada di dunia ini yang menyebakan bencana dan kerusuhan di dalam dunia ini. Hal yang sama terjadi di sini, hal yang identik. Allah pada akhirnya datang untuk berhadapan secara pribadi dengan musuh besar ini yang telah menyebabkan kejatuhan air mata dan sakit hati dan kematian dan kebinasaan serta kesia-siaan di bumi ini.

            Sekarang, dia digambarkan di sini dengan empat nama, nama yang identik sama, dalam perintah yang sama, yang kita miliki di dalam Kitab Wahyu ketika menggambarkan perang yang dilakukan Setan di dalam sorga. Nama yang sama di dalam perintah yang sama. Dua nama yang pertama menggambarkan personalitasnya dan dua nama selanjutnya merupakan nama pribadinya. Dia memperoleh keduanya sama seperti kebanyakan dari kita yang akan memiliki dua nama. Dia memiliki dua nama. Yang pertama di sini menggambarkan karakternya, personalitasnya: “Ia menangkap naga.” Hal itu merujuk kepada kepemimpinannya yang buas dari pemeritahan binatang atas dunia, sang naga.

            Kemudian dia disebut “si ular tua,” ho ophis ho archaios, dan kita akan mengambil archaios itu, tua, kuno, merujuk kepada hal-hal masa lalu. Naga dan si ular tua itu. Hal itu merujuk kepada kemunculannya pada saat yang pertama di Taman Eden, ketika dia membuat dirinya diterima masuk ke dalam ketaatan orang tua kita dan membelokkan mereka dari Allah. Si ular tua itu, yang merupakan Iblis. Di dalam Alkitab Versi King James, anda akan melihat beberapa kali di dalam Perjanjian Baru, yaitu kata “devils, (iblis-iblis)” berbentuk jamak. Hal itu tidak pernah benar. Hanya ada satu “diabolos,” yang selalu digunakan dalam bentuk tunggal. Hanya ada satu iblis. Ada banyak setan. Dan kadang-kadang mereka menerjemahkannya kata itu daemon, mereka menerjemahkannya dengan “iblis-iblis.” Seharusnya itu adalah setan-setan. Hanya ada satu diabolos.  Namanya adalah si jahat. Hanya ada satu Iblis dan nama itu selalu digunakan dalam Kitab Suci dalam bentuk tunggal dan selalu merujuk kepadanya.  Diabolos merujuk kepada karakternya sebagai seorang pendusta dan seorang pembunuh. itu adalah Diabolos, bentuk tunggal, nama dari ular tua ini.

            Dia memiliki nama yang lain, dan nama yang ini adalah nama yang sama dalam bahasa Ibrani. Itu adalah nama yang sama di dalam bahasa Yunani. Dan itu adalah nama yang sama dalam bahasa Inggris dan juga nama yang sama dalam bahasa Indonesia. Nama Ibrani diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, yaitu, “Satan, Setan.”  “Satan” berarti “pendakwa.” Setan adalah musuh umat Allah dan musuh Allah sendiri. Dia telah menrentang Allah sejak semula. Dia adalah pribadi yang berusaha menghancurkan Ayub, seandainya tidak ada campur tangan dan kebaikan Allah. Dan dia adalah pribadi yang menyerang Tuhan mkita. Lalu, dia adalah pribadi yang berada dibalik semua kejahatan yang ada di dunia ini.  Dan Allah mengirim malaikat yang perkasa ini turun dari sorga dengan sebuah tugas, dan dia memiliki sebuah kunci di tangannya serta sebuah rantai di tangannya. Dan malaikat itu menangkap naga itu, si ular tua itu, yang disebut Iblis dan Setan, dan mengikatnya serta melemparkannya ke dalam jurang maut. Menutupnya dan menempatkan sebuah materai di atasnya. 

           Lalu, di manakah tempat itu? Jurang maut? Dan dalam menjawab hal itu, kita harus membahas seluruh dunia lain, dunia dibalik pandangan kita dan dunia di balik hidup yang sekarang ini. Karena anda lihat,  Iblis ini dilemparkan ke dalam jurang maut di mana dia dibelenggu selama seribu tahun. Tetapi setelah di jurang maut, dia dilepaskan untuk sesaat, dan kemudian dia dilemparkan ke dalam penghukuman, ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang dan malam sampai selama-lamanya. Lalu, apakah perbedaan dari hal-hal ini? Mereka secara sedehana telah ditetapkan di dalam penyingkapan Firman Allah. Lalu, kita akan mengambil kata-kata yang digunakan Alkitab tentang dunia yang berada di balik kita, yang ke dalamnya kita akan masuk. Sama seperti kebangkitan ini yang akan saya khotbahkan, kita akan berada di bagian yang satu atau yang lainnya. Kita akan hidup melalui hal-hal ini, yang telah disingkapkan Allah dalam firmanNya. Itulah sebabnya mengapa Allah menyingkapkannya kepada kita, untuk jaminan kita, sehingga kita bisa diperingatkan pada suatu hari, dan dapat menjadi sebuah dorongan di dalam cara yang lainnya.  

            Sekarang bagaimana dengan dunia lain itu yang berada di balik kehidupan ini dan di balik mata kita yang fana? Jadi, inilah hal-hal yang telah disampaikan oleh Allah. Dan ini adalah kata-kata yang digunakan Allah untuk menggambarkan kepada kita apa yang ada dibalik hidup kita ini. Mari kita mengambil salah satu kata yang digunakan di sini, kata “abyss.” Kata itu digunakan sembilan kali di dalam Perjanjian Baru. Itu adalah sebuah kata Yunani yang berarti “jurang maut.” Digunakan sebanyak sembilan kali, tujuh jkali diantaranya digunakan dalam Kitab Wahyu. Satu kali digunakan dalam Lukas 8:31, dan yang terakhir, digunakan dalam Roma 10:37. Anda mendapatkan sebuah ide yang bagus tentang apa yang dirujuk oleh kata itu dalam Lukas 8:31. Hal itu memberitahukan kisah tentang orang Gadara yang di dalmnya ada suatu legion setan. Dia dipenuhi dengan  hal-hal yang buruk dan kotor, seperti yang telah saya lihat di dalam manusia pada hari ini. Dipenuhi dengan semua kebiasaan dari kejahatan, keburukan dan hal-hal yang kotor serta kebusukan. Saya melihat hal itu pada hari ini—sebuah roh najis. Ada suatu legion setan yang merasuk di dalam dirinya, yang membuat dia kehilangan pikirannya.  

            Lalu, ketika Tuhan datang, setan-setan ini, mengenali Yesus dan berkata, “Tuhan, janganlah mengirim kami ke dalam jurang maut sebelum waktunya tiba.” Jurang maut, itu adalah sebuah tempat yang mengerikan, sebuah penjara bagi setan-setan, yang busuk dan jahat, dan dirantai oleh Tuhan Allah.

            Di dalam Kitab Roma pasal sepuluh ayat sembilan, kita tidak akan berkata bahwa Tuhan Yesus datang dari jurang maut dengan pemikiran bahwa Dia adalah salah satu atasan dari setan-setan itu. Dan di dalam  Kitab Wahyu, tujuh kali kata itu digunakan dan selalu merujuk kepada sebuah tempat bagi malaikat yang telah jatuh dan roh-roh jahat yang dikurung oleh Allah. Itu adalah “abyss (jurang maut).”  Itu adalah satu-satunya cara kata itu digunakan, yang merujuk kepada penjara itu, yang berada di suatu tenmpat dalam ciptaan Allah, di mana setan-setan yang kotor ini dan malaikat-malaikat yang jatuh dikurung. Itu adalah tempat di mana Setan akan dilemparkan dan dirantai dan dikurung dan dimateraikan selama seribu tahun. 

            Lalu, ada tempat lain di balik kehidupan ini dan dibalik hari-hari ini:

        “Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan matanya....Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang..”

        Dan kemudian tempat terakhir di mana Iblis ini akan dilemparkan. “Dan Iblis yang menyesatkan mereka dilemparkan ke dalam lautan api dan belarang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu.”

        Kemudian, orang-orang jahat yang telah mati: “Maka laut menyerahkan orang-orang mati…, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati… Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api.”

        Kemudian di dalam pasal berikutnya, pasal 21 ayat 8: “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang.”

 

            Lalu, tempat apakah itu? Kebingungan kita terletak di dalam terjemahan Alkitab. Hal itu teletak di dalam Alkitab versi King James. Mereka mengambil kata “Sheol” dan menerjemahkannya dengan “neraka.” Mereka mengambil kata “Hades” dan menerjemahkannya dengan “neraka.” Dan kita tiba di tempat di mana kita tidak memiliki ide tentang apa yang disingkapkan Allah mengenai dunia yang lain itu.   

            Sekarang, mari kita mengambil kata-kata ini dengan singkat: Yang pertama, kata “abyss (jurang maut).” Kita telah memiliki ide tentang hal itu di dalam pikiran kita.  Abyss, jurang maut. Itu adalah sebuah tempat di mana Allah telah mengirim, dan telah merantai setan-setan dan malaikat-malaikat yang telah jatuh dan roh-roh jahat hingga pada hari penghukuman. Itu adalah jurang maut. Sekarang kata “Sheol.” Kata “Sheol,” digunakan di dalam Perjanjian Lama sebanyak enam puluh lima kali. Tiga puluh satu kali di dalam King James diterjemahkan dengan “neraka.”  Tiga puluh satu kali diterjemahkan dengan “alam maut.” Tiga kali diterjemahkan dengan “jurang.” Kata Yunani “Hades” di dalam Perjanjian Baru adalah kata yang setara dengan “Sheol” di dalam Perjanjian Lama. Keduanya identik. Kedua kata ini sama. Yang satu serupa dengan yang lainnya. Kata “Hades” di dalam Perjanjian Baru digunakan sebanyak sebelas kali. Sepuluh kali diterjemahkan menjadi “neraka.” Satu kali diterjemahkan dengan “alam maut.”

            Tidak ada apa pun di dalam “Sheol” atau di dalam “Hades” yang merujuk ke neraka. Seluruh Sheol itu dan seluruh Hades itu bermakna  meninggal, berangkat ke dunia lain yang tidak terlihat dibalik hidup ini. Ketika kita meninggal, kita masuk ke dalam Sheol, kita masuk ke dalam Hades. Lalu, ada orang-orang yang membaca Kitab Suci berkata bahwa Hades atau Sheol memiliki dua bagian di dalamnya. Salah satunya adalah api yang menyala-nyala dan satunya lagi adalah firdaus. Ada orang-orang yang berkata bahwa ketika Kristus mati, Dia msuk ke dalam Hades, ke dalam firdaus dan membawa orang-orang kudus yang berada di dalam firdaus pergi ke sorga, naik ke tempat yang tinggi, membawa tawanan-tawanan. Bagaimana pun hal-hal ini didiskusikan atau dijelaskan, kata “Sheol” dan kata “Hades” tidak merujuk kepada hal apa piun selain dari pada dunia yang tidak terlihat yang akan kita tinggali. Kita akan tetap hidup, kita akan tetap abadi meski pada saat kita mati. Sheol dan Hades adalah kehidupan yang berada di balik kuburan. 

           Neraka adalah sesuatu yang sangat berbeda. Di dalam Perjanjian Lama, kata “neraka” adalah “Tophet,” di dalam Perjanjian Baru kata itu adalah “Gehenna.”  “Gehenna” digunakan sebanyak dua belas kali dalam Perjanjian Baru dan setiap kali diterjemahkan secara baik dengan kata “neraka” di dalam versi King James, seluruhnya sebanyak dua belas kali diterjemahkan dengan “neraka.” Ini adalah salah satu contohnya. Tuhan kita berkata jika tangan kananmu menyesatkan, maka lebih baik di potong. Karena lebih baik  bagi anda untuk masuk ke dalam hidup yang kekal dari pada dengan dua tangan yang utuh masuk ke dalam neraka, ke dalam  Gehenna, ke dalam api penghukuman. Lebih baik untuk memiliki satu mata dan masuk ke dalam hidup yang kekal dari pada memiliki dua mata yang utuh tetapi dicampakkan  ke dalam api neraka. Itu adalah neraka. “Tophet” di dalam bahasa Ibrani yang persis sama dengan “Gehenna” di dalam bahasa Yunani.

            Gehenna adalah “lembah hinom,” yang berada di sebelah luar Yerusalem. Di lembah itu mereka membakar anak-anak mereka kepada Molokh, sebuah hal yang dibenci Allah. Allah mengutuk tempat itu. Lalu mereka mengambil kata  “Gehenna (Lembah Hinom), dan menggunakannya untuk menolak kota itu. Dan selama berada-abad, hal-hal yang kotor dan yang ditolak dan sampah serta bangkai binatang di lemparkan ke dalam lembah Hinom itu. Dan apinya tidak pernah mati, dan ulatnya tidak pernah mati dan srigala saling berkelahi dan menggeram untuk memperebutkan bangkai yang ada di tempat itu. Dan kata “Gehenna” itu digunakan untuk menggambarkan api hukuman yang kekal, tempat di mana terdapat ratapan dan kertak gigi, di mana ulatnya tidak pernah mati dan apinya tidak pernah padam. Itulah neraka!

           Hingga saat ini, belum ada jiwa yang masuk neraka. Belum ada satu pun. Yang pertama kali yang akan dilemparkan ke dalam neraka adalah Binatang dan Nabi Palsu itu—mereka adalah yang pertama kali masuk ke dalam. Yang kedua yang akan dilemparkan ke dalam neraka adalah Iblis. Dan yang ketiga yang akan dilemparkan ke dalam neraka adalah orang-orang yang namanya tidak tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.  

            Semua hal-hal ini membuat jiwa kita tertunduk. Ya, Allah! Ya Allah! Itulah sebabnya betapa sangat penting dan betapa mendesaknya pemberitaan injil salib itu. Itulah sebabnya mengapa betapa mendesaknya Tuhan kita datang ke dalam dunia ini. Dia tidak pernah datang hanya untuk mengajar kita sebuah sikap yang baik atau sebuah jalan yang terbaik untuk menyampaikan kata-kata yang kudus. Hal itu karena kita berada di dalam bahaya api neraka dan hukuman yang akan menimpa kita, yang membuat Allah berinkarnasi, bahwa Dia telah datang ke dalam dunia yang jahat ini, bahwa Dia telah mati di kayu salib, bahwa Dia telah menyerahkan hidupNya bagi kita sehingga kita selamat dari hukuman dan upah atas dosa-dosa kita. Bagi orang-orang yang bertobat dan beriman kepada Tuhan Yesus, Allah menulis nama-nama mereka di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba, dan mereka diselamatkan. Tetapi bagi orang-orang yang menolak anugerah dan yang namanya tidak tercatat dalam Kitab Kehidupan Anak Domba, maka mereka sampai selama-lamanya  diserahkan ke dalam hukuman yang kekal ini. Ini adalah penyingkapan Firman Allah, yang membuat anda gemetar.

            “Permulaan hikmat,” kata Allah, “adalah takut akan Tuhan.” Janganlah kamu takut terhadap dia, kata Tuhan Yesus, yang dapat mengambil hidup ini, tetapi yang sesudahnya tidak berkuasa atasnya, takutlah akan Dia, yang tidak hanya dapat membinasakan hidup ini, tetapi juga yang dapat mencampakkan jiwa ke dalam neraka yang kekal. Itulah Firman Tuhan. Takutlah akan Dia, gemetarlah di hadapan Allah. Dan itu adalah permulaan hikmat. Ya, Allah ketika aku menghadapi  maut ini dan ketika aku menghadapi kematian yang tidak terhindarkan ini, dan ketika aku menghadapi hukuman ini, Ya Allah, semoga aku menemukan seorang Pembela dan seorang Sahabat dan seorang Juruselamat di dalam darah Pribadi yang telah disalibkan, yang telah menyerahkan hidupNya bagiku. Itulah sebabnya mengapa pemberitaan Injil Anak Allah sangat penting dan sangat mendesak. Itulah sebabnya mengapa hal itu sangat menekan hati setiap orang yang memutuskan—untuk memandang dengan iman kepada Yesus atau hidup dalam dosa yang tidak diampuni. 

            Sekarang di dalam momen yang tersisa, kita tiba di dalam sebuah wahyu di bdalam Firman Allah ini, yang tidak dapat saya pahami. Saya tidak bertujuan untuk memahaminya. Saya pikir, tidak seorang pun yang dapat memahaminya. Ada sesuatu di sini yang melampaui pemahaman manusia. Dan setelah Setan dikurung selama seribu tahun, setelah itu dia dilepaskan untuk sementara waktu. “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog.”  (Saya pikir Gog dan Magog—sangat jelas  kata-kata itu anda temukan menggambarkan suku-suku besar di utara. Anda menemukan kata itu di dalam Kitab Yehezkiel pasal tiga puluh delapan dan tiga puluh sembilan. Saya pikir ini hanyalah sebuah tipe dari kumpulan orang banyak dari dunia ini.) “Dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut.” Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka. Saya tidak dapat masuk ke dalam pengertian tentang hal itu—hal itu melampaui pikiran saya—mengapa Setan dilepaskan?   

            Itulah sebabnya mengapa anda memiliki kata Millenium, ketika Setan dikurung selama seribu tahun. Seribu. Kata itu berasal dari kata Latin, yaitu mille, millenium.  Seribu tahun. Hal yang memisahkan dari dari seribu tahun itu dari kekekalan adalah ketika Setan ini dilepaskan untuk sementara waktu.

            Mengapa Allah melepaskan Setan, setelah mengikat dia dan memenjarakannya di bawah sebuah kunci dan sebuah materai serta sebuah rantai? Mengapa Allah melepaskan Setan? Itu adalah sebuah masalah yang tidak dapat dihindari yang tidak seorang pun dapat masuk ke dalamnya. Mengapa Allah menciptakan Setan di tempat yang pertama? Dan ketika kejahatan ditemukan di dalam dia dan dia berdosa terhadap sorga, mengapa Allah tidak melenyapkannya? Mengapa Allah mengijinkannya masuk ke dalam Taman Eden? Masalah dari kehadiran dosa merupakan hal yang sukar untuk dipahami oleh pikiran manusia. Anda tidak dapat masuk ke dalam hal itu? Itu merupakan kebijaksaan rahasia Allah, dan hal yang sama juga terjadi di sini. Ada sebuah kepentingan di dalam ekonomi dan di dalam pemerintahan Allah yang tidak dapat saya pahami. Ada sebuah kepentingan mengapa Setan dilepaskan untuk sesaat setelah dia dibelenggu selama seribu tahun.

            Lalu, ada banyak hal yang disampaikan sehubungan dengan masalah itu. Manusia berspekulasi atas hal itu. Bagaimana pun manusia berspekulasi, secara praktis mereka semua akan menyampikan hal ini: Alasan mengapa Setan dilepaskan adalah, orang-orang yang tumbuh dalam Millenium ini berada di bawah pemerintahan Kristus yang sempurna, mereka tidak pernah mendapat tantangan untuk memilih antara yang baik dan yang jahat, antara Allah dan Setan. Mereka tidak pernah dicobai. Mereka tidak pernah diuji. Dan di akhir seribu tahun, Setan akan dilepaskan. Dan setiap orang yang tumbuh di dalam Millenium itu akan memiliki sebuah kesempatan  untuk memilih antara Allah dan Setan, antara kebenaran dan ketidakbenaran, seperti setiap orang yang pernah lahir di dalam dunia ini yang memiliki pilihan yang sama. Mereka akan memiliki pilihan yang sama, dan Setan akan dilepaskan untuk mencobai mereka dan menguji mereka. Apakah hal itu benar atau tidak, semuanya saya ketahui dari hal ini: Sekalipun manusia ditempatkan dalam millennium atau di luar dari tempat itu, sebelum atau sesudahnya, di Taman Eden atau pada hari ini, sekalipun dia muda atau tua, di mana saja pun dia, dia adalah seorang yang berdosa. Setan menipu dia dan dia telah jatuh dalam setiap jalan yang dia tempuh.

            Dan di sinilah dia. Setan selalau saja Setan, sekalipun dia diikat dalam penjara  selama seribu tahun, akan tetapi dia masih tetap jahat dan kejam dan keji dan kotor sebagaimana dirinya sejak semula. Dia tidak berubah. Dan umat manusia tidak berubah. Di sini sesudah Millenium, setelah seribu tahun, Setan akan pergi dan dia akan menemukan hati mereka terbuka untuk ditipu, yaitu ribuan orang, yang jumlahnya seperti pasir di tepi laut. 

            Betapa merupakan sebuah tuntutan terhadap manusia dan betapa merupakan sebuah pengesahan bagi kejatuhan nature manusia! Anda tahu, hal-hal yang berkenaan dengan Setan ini, ketika anda berpaling ke dalam Kitab ini, bagaimana dia telah melakukannya sehingga seluruh kelompok dan pasukan mendapati diri mereka berada di Harmagedon? Bagaimana? Alkitab berkata karena tiga roh najis yang keluar dari Naga itu dan Binatang itu dan Nabi Palsu itu, dan mereka menipu bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka terhadap bencana yang mengerikan itu yang disebut Harmagedon. Itu adalah sebuah penipuan. Dan hal yang sama di dalam Kitab Wahyu  pasal dua puluh. Itu adalah  akal bulus, itu adalah penipuan yang cerdik, itu adalah kejahatan; itu adalah penyesatan yang dilakukan oleh penghulu malaikat yang telah jatuh dan yang jahat itu. Begitu hebatnya dia, begitu berkuasanya dia, sehingga Mikhael sendiri, penghulu malaikat tidak berani menghakiminya, tetapi berkata, “Kiranya Tuhan menghardik engkau.” Apalagi seorang manusia, seorang manusia yang biasa, yang dibuat dari debu tanah. Semua kelemahan, manusia yang lemah, yang cenderung berbuat salah, yang mengembara, yang tersesat, untuk ditipu oleh roh yang tragis dan pengancam ini!

            Tetapi ini adalah konfederasi yang terakhir menentang Allah. Ini adalah penipuan yang terakhir. Ini adalah kematian yang terakhir. Ini adalah dosa yang terakhir. Dan ketika Setan dilepaskan dari penjara untuk sesaat lamanya, Allah turun dan menangkapnya dan melemparkannya ke dalam jurang maut. Itu adalah sebuah penjara. Itu adalah penjara di mana roh-roh yang kotor dan najis di penjara terhadap penghukuman yang terakhir itu. Kemudian Tuhan Allah turun dan menangkap diabolos itu, Setan itu, dan Dia melemparkan Setan itu ke dalam neraka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan di sana Allah menghukumnya, dan disiksa siang malam sampai selama-lamanya. Yang tidak ada henti-hentinya sampai selama-lamanya!  

            Kapan saja anda membiarkan pikiran anda berdiam di atas hal-hal ini dan seperti apakah terhilang itu, tempat dari nyala api dan belerang itu, neraka yang terbakar itu bukanlah dibuat untuk manusia. Tempat itu dibuat bukan untuk jiwa manusia. Kristus berkata bahwa tempat itu disediakan bagi iblis dan setan-setannya dan malaikat-malaikatnya. Bukan untuk kita! Seseorang pergi ke sana oleh karena pilihannya sendiri, dengan kemauannya, yang berkata, “Aku lebih baik melayani iblis. Aku lebih baik menjadi murid Setan. Aku lebih baik mengikuti Iblis dari pada memandang dengan iman kepada Tuhan Yesus Kristus.”

            Dia yang memilih, dia sendiri yang memilihnya! Bagiamana mana seseorang mau memiliki untuk menolak anugerah Anak Allah dan menyerahkan hidupnya ke dalam penghukuman, dan mengikuti Setan? O Tuhan, bukalah mata kami sehingga kami dapat melihat! Bukalah telinga kami sehingga kami dapat mendengar! Bukalah hati kami sehingga kami dapat percaya dan menerima! Bukalah jiwa kami, Tuhan, sehingga kami dapat mendedikasikan kepadaMu, kasih, ketaatan, pengakuan, pertobatan, dedikasi yang memimpin kami ke dalam hidup yang kekal. Ya Allah, selamatkanlah aku! Ingatlah aku! Ya Allah, selamatkanlah masyarakat kami, ingatlah masyarakat kami!

            Hal-hal ini membuat kita bersujud. Mencari dengan gemetar! Ya Allah, betapa kami membutuhkan anugerahMu, perhatianMu, anugerahMu yang penuh pengampunan. Dan itulah sebabnya ada khotbah. Dan itulah sebabnya ada wahyu, dan itulah sebabnya mengapa ada doa, pemberitaan injil, undangan dan permohonan. Bagi anda semua, datanglah kepada Yesus. Sehingga kita dalam melihat dengan iman di dalam Tuhan Yesus yang mulia. Dan itu adalah undangan kami bagi anda ketika kita menyanyikan lagu seruan ini. Serahkanlah hati anda kepada Tuhan, mempercayai Dia sebagai Juruselamat anda, melihat dengan iman kepada Tuhan. Maukah anda berkata pada hari ini, “Pendeta, saya menyerahkan tangan saya kepada anda, hal terbaik yang saya tahu. Saya berpaling dalam pertobatan dan di dalam iman kepada Yesus yang mulia dan saya segera datang. Inilah saya.”

            Adakah di sana sebuah keluarga yang ingin meletakkan hidup anda bersama dengan kami di dalam jemaat ini, untuk membantu kami untuk berdoa dan untuk memberitakan injil dan untuk bekerja bagi Yesus? Seseorang dari anda, seorang anak, seorang pemuda, seorang pria atau seorang wanita? Jika anda berada di atas balkon, ada sebuah tangga di bagian depan dan belakang serta pada kedua bagian samping, mari datanglah. Bagi anda yang berada di lantai bawah ini, telusurilah salah satu lorong bangku itu dan majulah ke depan: “Pendeta, di sini saya berdiri, dan saya sudah datang.” Ketika Allah akan membuka pintu itu, dan memimpin, ketika Roh berbicara ke dalam hati anda, lakukanlah sekarang. Buatlah keputusan itu sekarang saat kita berdiri dan menyanyikan lagu.

 

Alih Bahasa: Wisma Pandia, Th.M.