BENANG MERAH SEJARAH DALAM ALKITAB – MALAM TAHUN BARU
(THE SCARLET THREAD THROUGH THE BIBLE - NEW YEAR'S EVE)
Bagian 3
Dr. W. A. Criswell
12-31-61
Di saat yang sekarang saya layani, saya telah mempersiapkan, paling sedikit dua jam, ‘Interbiblical Period’ antara akhir Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan tidak akan ada pemahaman akan Perjanjian Baru tanpa pemahaman mendalam terhadap Interbiblical Period tersebut, tetapi saya tidak ada kesempatan untuk membahasnya, dan ini mendukakan saya. Jadi, kita semua harus kembali besok malam pada waktu yang sama untuk melakukan hal yang sama dan benar-benar menyelesaikan ini.
Sekarang, pada tahun 587 SM, kerajaan selatan itu telah hancur, dan Nebukadnezar, salah satu raja yang paling hebat, yang paling berkuasa, yang paling punya banyak kemampuan, dan yang paling terberkati dari semua Raja sepanjang masa – dari semua pembangun kerajaan dunia ini, Nebukadnezar, yang disebutkan berulang kali dalam Injil ketimbang raja kafir lain manapun, Nebukadnezar membawa masuk ke Babilon semua yang tinggal di negeri Yudea dan di kota Yerusalem.
Dan Yeremia dipaksa oleh sisa yang ada untuk pergi ke Mesir, dan di sana Yeremia meninggal. Nabi Yeremia telah memprediksi bahwa setelah 70 tahun, orang-orang tawanan tersebut akan mendapat kesempatan untuk kembali. Sekarang, Nebukadnezar adalah seorang raja yang punya segalanya. Dia membuat Babilon menjadi salah satu kota terindah di dunia.
Taman berteras Babilon yang dia buat untuk istri Media nya, yang dibesarkan di daerah perbukitan, agar dia merasa seperti di daerah asalnya, dia membangun taman teras yang sangat indah, salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tetapi Nebukadnezar memiliki kelemahan mencolok. Semua yang dia lakukan, itu dia lakukan sendiri, dengan kecerdasan sendiri, dengan rencana sendiri, dan dia tidak pernah melatih siapapun untuk menjadi penerusnya.
Jadi, kerajaan Nebukadnezar dengan cepat dan mudah terpecah, dan pada tahun 538 SM., Koresy, orang Media, merebut Babilon tanpa pertempuran. Kota itu jatuh begitu saja ke tangannya, dan Daniel, seperti anda tahu, menerangkan kejatuhan itu dalam bukunya. Belteshazzar -- Belshazzar adalah bupati yang diam di tahta dibawah Nabonidus (phonetic), ayahnya.
Dan pada malam itu, Koresy merebut kota Babilon tanpa perang, tanpa pertempuran, tanpa perkelahian. Sekarang, saat kita datang kepada Raja Koresy, orang Media, yang mendirikan kekaisaran Persia, kita telah menyebutkan salah satu dari orang yang diurapi Tuhan. Dalam Yesaya 44:28 dan dalam Yesaya 45:1, ratusan tahun sebelum dia lahir, Yesaya telah menyebut nama Koresy. Dan Tuhan menyebut Koresy orang yang diurapinya.
Dan Koresy adalah salah satu dari pembangun kekaisaran yang paling luar biasa, paling memahami, paling simpatik, yang mengubah kebijakan Niniwe dan Assyria bersama dan yang mengubah kebijakan Nebukadnezar. Dan Koresy memberikan kesempatan kepada semua tawanan untuk kembali ke rumah dimana mereka tinggal. Dan saat dekrit itu dikeluarkan oleh Koresy, yang mendirikan kekaisaran Medo-Persian, bahwa orang Yahudi memiliki kesempatan untuk kembali ke tanah airnya di Palestina untuk membangun kembali kotanya di Yerusalem dan untuk membangun kembali bait suci mereka.
Hal tersebut memunculkan Mazmur 126 yang indah: "Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai: Pada waktu itu berkatalah orang-orang di antara bangsa-bangsa kafir, 'Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.' Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, sepeti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai, sambil membawa berkas-berkasnya."
Itu adalah sebuah nyanyian yang dinyanyikan para tawanan saat mereka kembali ke kota suci mereka dan tanah suci mereka, Yudea dan Yerusalem. Sekarang, di Kitab Ezra, keenam bab pertama Ezra menerangkan kembalinya Zerubabel dengan sekitar 40 ribu orang Yahudi. Dan kemudian bab 7 dan 10 Kita Ezra menerangkan kembalinya sang imam, Ezra sendiri.
Periode yang tercakup adalah sekitar 80 tahun, dari tahun 536 sampai dengan 457. Kemudian Nehemiah kembali ke Palestina dan ke Yerusalem sejenak setelah Ezra, dan kemudian sejenak setelah Nehemiah datang Maleakhi, yang merupakan nabi terakhir. Sekarang, beberapa kata singkat mengenai nubuatan ini: Nabi yang pertama dan yang tertua adalah Joel. Dia hidup sekitar 825 SM. Kemudian dari sekitar 800 sampai dengan 750 SM ada tiga nabi dan hanya ketiga itu yang ada di kerajaan utara. Mereka adalah Jonah dan Amos dan Hosea.
Dan kemudian sekitar 700 SM, mereka ada di bawah Uzia dan Yotam dan Ahaz dan Hizkia, ada Yesaya dan Mikha. Dan kemudian dari sekitar 650 sampai dengan 600 SM, ada Zefanya dan Nahum dan Obadiah dan Habakkuk. Dan kemudian pada masa akhir Yeremia, beberapa dari nama yang baru saya sebutkan. Dan kemudian di Babilon, bersama dengan Yeremia adalah Daniel dan Yehezkiel.
Waktu Yeremia sedang berkotbah di Yerusalem, Daniel dan Yehezkiel sedang berkotbah di Babilon. Dengan demikian anda memiliki tiga nabi untuk restorasi. Hagai jelas merupakan seorang tua yang telah melihat kehancuran bait suci di Yerusalem, yang telah ikut dibuang dan yang telah kembali ke Filistin bersama Zerubabel dan Ezra.
Dan dia mendorong orang-orang untuk membangun bait suci. Optimisme Hagai, orang tua itu, mengagumkan untuk dilihat. Saat Hagai memandang reruntuhan dan puing-puing itu, dan tidak mungkinnya menugaskan segelintir orang Yudea untuk membangun kembali bait suci itu dan kota itu dan kerajaan itu, itu adalah salah satu dari prospek yang paling tidak ada harapan di dunia, tetapi Hagai, orang tua itu, yang telah melihat dihancurkannya bait Salomo, yang telah menjalani seluruh masa tawanan itu dan yang telah kembali bersama Zerubabel, Hagai berkata, "Tuhan berkata bahwa bait kedua yang akan kamu bangun ini akan lebih megah ketimbang bait Salomo."
Bagaimana itu bisa terjadi? Karena Tuhan Yesus berjalan ke bait kedua di bawah Zerubabel. Kemudian seorang muda, Zakaria, datang bersama Zerubabel dan Ezra. Dan sebagai orang tua Hagai mengotbahkan pesan-pesan terakhirnya, berdiri untuk menyampaikan firman Tuhan, dan ketiga nabi restorasi, Hagai, Zakaria dan Maleakhi, Zakaria adalah jauh yang terbesar.
Jika kita masih punya sejam lagi, kita akan melihat nubuatan Zakaria yang tidak terbandingkan, yang berbicara begitu banyak kepada Israel dan masa-masa akhir, dan berpalingnya umat Tuhan. Kemudian, nabi terakhir, tentu saja, adalah Maleakhi. Maleakhi berkotbah sekitar 450 sampai dengan 425 SM, dan Maleakhi menutup nubuatannya dengan kedatangan Tuhan: "Lihat, Dia datang ke baitNya, dan Dia akan duduk sebagai api yang menyucikan yang muncul pada hari kedatanganNya."
Dan kemudian di bab terakhir, Maleakhi bernubuat: "Lihat, lihat, aku mengirimkan engkau Elia, nabi, sebelum kedatangan hari Tuhan yang besar dan menakutkan." Jadi, Kitab ini ditutup dengan orang-orang yang mengharapkan Elia, sang nabi, untuk datang dan mengumumkan datangnya raja besar Messiah, benih perempuan itu, benih Abraham dan raja yang dijanjikan kepada Daud yang akan duduk di atas tahtanya selamanya.
Kemudian kita sampai pada Interbiblical Period, dimana pada periode itu bangkitlah Kekaisaran Yunani. Alexander Agung yang merupakan murid Aristoteles, Alexander Agung memiliki hasrat untuk Meyunanikan dunia seperti Paulusus memiliki hasrat untuk Mengkristenkan dunia. Dan Tuhan menggunakan Kekaisaran Yunani untuk menyebarkan satu budaya dan satu bahaya yang membuat pemberitaan kabar baik Kristus menjadi mungkin ke dunia beradab.
Saat Paulus menulis surat ke Roma, yang merupakan ibukota kekaisaran, dia menulis surat itu dalam bahasa Yunani. Bilamana seorang manusia hidup di zaman Kekaisaran Romawi, jika dia bisa membaca, dia membaca bahasa Yunani. Jika dia berpendidikan, dia mengetahui mengenai Yunani dan bahasa Yunani dan adat istiadat Yunani dan budaya Yunani dan filosofi Yunani dan seni dan ilmu pengetahuan dan literatur Yunani, segalanya mengenai Yunani. Alexandria mencakup seluruh dunia dengan karya misionaris Yunani nya.
Saat Alexander Agung meninggal, kerajaan itu terpecah menjadi empat bagian -- Cassander mengambil Helen, mengambil Yunani. Lysimachus mengambil Asia Kecil, Seleucus, yang ayahnya adalah Antiokhiaus. Antiokhiaus mengambil Syria dan Ptolemy mengambil Mesir. Untuk bagian pertama Interbiblical Period, Palestina ada dibawah Ptolemies, dan diperintah oleh imam yang sangat diam dan imam tinggi.
Tetapi di tahun 198 SM, Antiokhiaus ketiga, mengatasi Ptolemists dan Palestine diserahkan ke tangan Seleucidae, orang Seleucid. Dan mereka kejam. Salah satu dari mereka, Antiokhiaus Epiphanes, membawa pasukannya dan dia menawarkan tuaian di altar besar di istana kuil itu di depan sanctuary, dan dia membawa perasan dari tuaian itu dan menuangnya di sanctuary itu untuk mencemarkannya.
Dan dia mendedikasikannya kepada Jupiter Olympus, kepada Zeus, nama Yunani untuk Dewa Tertinggi, dan dia melarang sunat, dan dia melarang mematuhi hari Sabbath. Dan dia melarang agama Yahudi.
Pada suatu hari, ada seorang Yahudi pengecut di kota kecil Modin, sekitar 17 mil di sebelah barat laut Yerusalem. Dan orang Yahudi pengecut itu akan berulut dan menyembah di kuil Jupiter Olympus, dan saat dia melakukannya, ada seorang imam tua bernama Mattathias.
Dia mengangkat tangannya dan dia membunuh Yahudi pengecut itu, dan dia menangkat tangannya dan dia membunuh utusan dari Antiokhiaus Epiphanes yang menuntut penyembahan dewa berhala Yunani. Kemudian orang ini, Mattathias, membawa orang-orangnya, dan mereka tinggal di gunung-gunung dan melakukan perang gerilya.
Anak laki-laki pertama dari imam tua itu, Mattathias, diberi nama Judas Maccabaeus, Judas ’the Hammerer’, dan Judas Maccabaeus, memimpin kelompok gerilya, kepada kemuliaan dunia dan keheranan dari setiap pelajar sejarah, dia mendapatkan kemerdekaan Yahudi dari Antiokhiaus Epiphanes. Dan Judas kehilangan nyawanya. Jonathan, anak Mattathias, anak yang lebih muda, meneruskannya.
Dan saat Jonathan terbunuh, Simon melanjutkan. Dan Simon, orang Maccabaean, mendirikan Hasmonean, dinasti Maccabaean. Anaknya adalah adalah Yohanes Hyrcanus, dan anaknya adalah Alexander Jannaeus, dan istrinya adalah Alexandra Salome, dan kedua anaknya adalah Yohanes Hyrcanus kedua dan Aristobulus kedua. Dan mereka bertengkar dan berkelahi dalam suatu perang saudara atas siapa yang akan menyerang dan memerintah atas Yudea dan Pompey pada tahun 63 M, datang bersama legiun Romawinya ke Yudea dan sebelum Yerusalem.
Dan dia mendengarkan pertengkaran antara Yohanes Hyrcanus kedua dan Aristobulus kedua, dan kemudian dia hanya membawa hal itu bagi dirinya dan membuatnya menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi. Yahudi Yunani disebut sebagai orang Saduki, dan mereka yang sangat bertentangan dengan Hellenisme disebut Farisi.
Jadi, saat Yesus mulai tampil, di sana ada Herodes Agung, orang yang ditunjuk oleh Roma, yang merupakan raja orang Yahudi. Dan di sana ada kaum Farisi, yang sangat ketat mematuhi hukum, dan sangat menentang setiap bentuk tekanan asing, dan ada orang Saduki, yang suka berbisnis dengan Roma atau dengan siapapun yang akan memberikan bayaran untuk kantor mereka dan membuat mereka tetap sebagai penguasa dan pemimpin umat.
Dan pada masa itu, saat Herodes Agung merupakan raja Yahudi, dan saat Kaisar Agustus adalah kaisar Romawi dan saat Roma memegang seluruh dunia ini di tangannya, nubuatan besar Yesaya dan nubuatan besar Mikha dan nubuatan besar Yakub, kepada anaknya, Yudea, dan janji besar Tuhan Yang Maha Kuasa kepada Hawa, nubuatan besar itu tergenapi.
Dalam benih Abraham, keluarga di bumi ini akan terberkati, dan Juru Selamat kita lahir ke dunia ini. Mengapa Dia datang? Dr. White, di hari lain, menyebutkan kepada saya setelah salah satu kebaktian kita, sebuah buku teologis yang sangat terkenal oleh Albert Schweitzer. Sekarang, Albert Schweitzer, doktor di Kamerun Perancis di Afrika tengah, dia tak diragukan lagi adalah seorang ilmuwan besar.
Dia tak diragukan lagi adalah seorang musisi besar. Dia tak diragukan juga adalah seorang filsuf besar. Dia juga tidak diragukan lagi adalah seorang humanitarian, tetapi dia bukanlah seorang Kristen sebagaimana saya biasa menyebut seorang Kristen. Buku teologis besar Albert Schweitzer itu berjudul Pencarian Yesus Historis. Dan thesis buku itu adalah ini, bahwa Yesus Kristus datang ke dunia ini dan bahwa dia hidup dalam pelayanNya, dan Dia mengharapkan kerajaan mesianik akhir jaman dari surga untuk turun.
Dan saat itu semua tidak terjadi, Dia mati dalam kekecewaan dan dalam putus asa, patah hati, tertolak, terusir, tidak dicintai, disangkal. Sekarang, ini adalah thesis dari Albert Schweitzer. Bagi kita yang percaya kepada Injil dan kepada kita yang mengabarkan firman Tuhan, semua itu bertolak belakang saat sekali.
Tuhan kita datang ke dunia ini untuk mati bagi kita orang berdosa. Itulah sebabnya mengapa Dia datang, sesuai dengan firman Tuhan. Dan kematiannya bukanlah salah satu dari bahan lelucon murahan, dan juga bukan komedi ilahi, dan juga bukan salah satu tragedi seperti nemesis yang terjadi setelah mereka dalam hikayat dewa-dewa Yunani gods dan dalam dunia Yunani yang akan dihancurkan.
Tetapi kematian Kristus direncanakan dari sebelum dibuatnya dasar bumi ini saat Dia memberikan diriNya sendiri sejak mulanya untuk menjadi alat penebusan Tuhan untuk menebus keturunan Adam yang hilang dan berdosa. Dia datang ke dunia untuk mati. "Engkau harus menyebutkan namanya Yesus, karena Dia akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka."
Dan dia memulai pelayananNya, di bawah bayang-bayang salib. Yohanes mengangkat tangannya dan memperkenalkan diriNya: "Lihat, lihat, Anak Domba Allah." Pikirkan apa artinya itu bagi setiap orang Yahudi. "Lihat, lihat, Anak Domba Allah, setiap pagi, setiap malam, engkau adalah korban dimana darah tercurah dan Anak Domba dipersembahkan kepada Tuhan untuk dosa bangsa ini, untuk penghapusan semua ketidaksetiaan umat. Lihat, kata Tuhan, "Ini adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia."
Dan dalam pelayananNya, di awalnya Dia mulai mengajar muridNya bahwa Dia harus menderita dan mati. Dan saat Dia berganti rupa, tampaklah Musa dan Elia berbicara kepadaNya mengenai kematianNya di Yerusalem. Dan saat dia diurapi oleh Maria dari Betania, itu adalah penguburanNya, kataNya.
Dan saat orang Yunani datang untuk melihatNya dari kejauhan, "Jika aku ditinggikan," katanya, "Aku akan menarik semua orang kepadaKu." Dan dalam Perjamuan Terakhir, Dia berkata, "Ini lah tubuhKu. Makanlah ini sebagai peringatan akan Daku, dan inilah tubuhKu. Minumlah sebagai peringatan akan Daku." Dan saat Dia naik ke salib, Dia memberikan diriNya sendiri di Gethsemane, kepergian jiwaNya. Dan saat Dia menundukkan kepalaNya dan mati, Dia berkata, "Sudah selesai."
Saat kita berkotbah mengenai salib dan saat kita berkotbah mengenai darah dan saat kita berkotbah mengenai kematian Kristus sebagai korban, kita sedang berkotbah tentang makna kedatanganNya ke dunia, dan rencana penebusan dan maksud Tuhan yang besar. Dan di hari ketiga, Dia bangkit dari kematian, dan Dia pertama kali menampakkan diri kepada Maria Magdakena. Kemudian Dia menampakkan diri kepada para perempuan. Kemudian Dia menampakkan diri kepada dua orang yang sedang berjalan menuju Emmaus.
Kemudian Dia menampakkan diri kepada Petrus seorang diri. Kemudian malam itu, pada hari Minggu malam itu, Dia menampakkan diri kepada sepuluh murid, Thomas tidak hadir. Kemudian di Minggu malam berikutnya, Dia menampakkan diri kepada para murid, semua, yaitu 11 orang.
Itulah alasan mengapa saya suka beribadah pada Minggu malam. Tuhan menemui para muridNya pada malam hari, dan Dia menyingkapkan Dirinya sendiri kepada para muridNya di malam hari, dan Dia bersabda kepada mereka dari buku mengenai Dirinya sendiri di malam hari.
Dia bertemu dengan para muridNya di malam hari. Kemudian dia bertemu dengan tujuh orang di Laut Galilea. Kemudian di 500, pada satu waktu, di gunung yang ditunjuk di Galilea, kemudian dengan para muridNya di Yerusalem dan kemudian, saat Dia naik ke surga di puncak Gunung Olivet. Dan dengan demikian saat kenaikan itu para murid datang kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
Dan Tuhan berkata, "Engkau tidak perlu mengetahui masa atau waktu." Tuhan memiliki kerajaan, dan kerajaan itu sedang datang. Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi, datanglah kerajaanMu. Kerajaan itu sedang datang. Kerajaan itu sedang datang. "Tuhan," kata pencuri yang mati di sebelahNya, "Tuhan, saat Engkau datang ke kerajaanMu, ingatlah akan aku."
Ada sebuah kerajaan yang sedang datang, tetapi sementara itu, Tuhan telah menempatkan sebuah intermisi, interlude besar, tanda kurung besar. Itulah yang disebut ‘musterion’ (bahasa Yunani, "mystery'), yang merupakan bab ketiga Efesus. Itulah yang disebut musterion, yang dikatakan Rasul Paulus tidak dilihat para nabi. Dan Perjanjian Lama tidak pernah merujuknya atau menyebutkannya.
Ada tanda kurung antara penolakan raja dan kerajaan, dan masa saat raja dan kerajaan akan datang dari Tuhan di surga. Dan dalam kurun waktu ini, kita menyebutkan Zaman Anugerah. Kita menyebutkan Zaman Roh Kudus. Kita menyebutkan Zaman Gereja.
Dan dalam masa dispensasi ini, masa anugerah ini, orang Yahudi, orang Gentile, laki-laki, perempuan, terikat, bebas, semua kita diundang untuk masuk dalam iman di dalam gereja, gereja Yesus Kristus. Dan Tuhan berkata kepada para muridNya, "Engkau akan menjadi saksi dari para orang kudus ini," tidak untuk dibawa dalam kerajaan. Dia akan membawanya masuk dalam kerajaan. Akan ada dosa di sini, dan kejahatan di sini.
Daniel berkata, "Perang ditentukan sampai akhir, sampai Armageddon Besar." Manusia akan terpecah-pecah. Mereka akan bersiap untuk perang. Mereka akan saling bertentangan. Kita tidak akan pernah dibawa masuk dalam kerajaan itu, tetapi kita akan menjadi saksi dari pengumuman besar. Datang, datang. Kita semua diundang dalam kasih dan anugerah Yesus untuk menjadi rumah iman yang sama. Datang, datang, datang.
Kita akan menjadi saksi anugerah Tuhan sampai kesudahan besar dan akhir itu, dan begitulah mereka mulai. Pertama, kabar gembira yang dikotbahkan Petrus kepada orang Yahudi, hanya kepada orang Yahudi saat Pentakosta. Kemudian kedua, kabar gembira itu dikotbahkan oleh Filipus, seorang Yunani, kepada separuh-Yahui, kepada setengah-keturunan di sana di Samaria. Kemudian ketiga, kabar gembira itu dikotbahkan ke sebuah proselit bait suci, seorang proselit Yahudi penuh dalam Yesus, kepada sida-sida Ethiopian.
Dan kemudian berikutnya, kabar gembira itu dikotbahkan kepada proselit gerbang, ke pasukan di Kaesarea. Dan kemudian di bab kesebelas Kisah Para Rasul, kabar gembira itu dikotbahkan kepada para penyembah berhala, kepada penyembah kafir, kepada orang Yunani, yang keluar dari penyembahan berhala mereka menjadi iman mulia Anak Allah.
Dan terakhir, Tuhan berkata, "Pisahkan aku, Paulus dan Barnabus, untuk karya yang Aku perintahkan kepada mereka." Dan Paulus keluar dan memproklamirkan pesan kabar gembira kepada seluruh dunia yang luas dan beradab. Jadi, kabar gembira mulai meluas ke bumi yang belakangan dikenal, pertama kali oleh Petrus, yang merupakan rasil bagi sulat, yang mengirimkan pesan kepada orang Ibrani.
Kemudian jembatan antara Stephen, seorang Yunani, yang berkata Tuhan disembah oleh Musa di bagian belakang padang gurun dan oleh Abraham, yang membangun altar bersama dengan Ishak dan Yakub. Dan Tuhan tidak bisa ditempatkan dalam bait ini, oh, bukan Moriah, dan mereka membunuhnya, dan orang Yunani yang menjembatani antara Simon Petrus, berkotbah kepada orang Yahudi dan Rasul Paulus, Rasul bagi orang non Yahudi, yang memproklamirkan bahwa seorang manusia bisa diselamatkan bahkan tanpa ada hubungannya dengan agama Yahudi.
Dia tidak harus memelihara upacara hukum, dia tidak harus disunat, dia tidak harus memelihara perintah-perintah Musa. Semua yang harus dilakukan manusia agar dia bisa diselamatkan adalah berbalik, menyesali diri, menyerahkan hati dan kasihnya kepada Tuhan Yesus, dan Tuhan akan menyelamatkan dia selamanya. "Jika engkau mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kami akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Sebab barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Rom. 10:9-10, 13). Itu adalah gospel Paulus.
Jadi, dia pergi menjalani perjalanan misionaris pertamanya, pergi dari Antiokia ke Seleucia, kota pelabuhan di mulut Orontes, kemudian menyeberang ke Cyprus, dari sana ke Salamis, kemudian ke ibukota, Paphos, kemudian sekitar 170 mil melintasi laut ke Perga dan Panthilia, kemudian naik ke Pisidian Antiokhia dan kemudian turun ke Iconium. Kemudian mereka kembali ke Attalia dan Antiokhia lagi seperti perjalanan misioner pertama mereka.
Tetapi mereka mengalami masalah karena mereka mengkotbahkan bahwa seorang manusia bisa menjadi seorang Kristen hanya dengan percaya pada Yesus. Kemudian di Kisah Para Rasul 15 dikisahkan konferensi Yerusalem saat orang Yahudi berkata, "Kamu harus disunat sebelum kami bisa diselamatkan, kamu harus memelihara hukum Musa sebelum kamu bisa diselamatkan. Seorang manusia tidak bisa serta merta diselamtkan hanya dengan percaya pada Yesus. Kamu harus dibabtis, kamu harus mematuhi ini, kamu harus melakukan itu."
"Tidak," kata Paulus. "Orang diselamatkan dengan iman dan bukan dengan pekerjaan, tetapi hanya dengan percaya pada Yesus." Dan mereka melakukan pertemuan besar di Yerusalem, dan itulah yang dikatakan Roh Kudus, persis seperti yang dikotbahkan Paulus. Jadi dia kembali ke sana, dan pada perjalanan misioner kedua, Paulus dan Silas, mereka melakukan perjalanan dan menelusuri kembali jejak mereka ke semua gereja lain yang telah terbentuk di Galatia.
Kemudian Roh Kudus mengirim mereka kembali ke Troas. Mereka tidak tau apa yang harus dilakukan, dan malam itu, Paulus melihat Makedonia dalam sebuah penglihatan. "Datanglah ke Makedonis dan tolong kami," jadi dia menyeberangi Hellespont. Dia pergi melalui Neapolis. Dia melalui Philippi. Dia pergi ke Apollonia dan Amphipolis dan kemudian ke Tesalonika, kemudian ke Berea, kemudian ke Athena, kemudian Korintus.
Dan kemudian dia menyeberang ke Efesus dan kemudian ke Kaesarea. Dan dia pergi ke Yerusalem dan kemudian kembali ke Antiokhia. Dan perjalanan misioner besar kedua terlaksana. Dan kemudian setelah beberapa waktu, dia mulai perjalanan misioner ketiga. Dia pergi lewat darat lagi, menelusuri lagi jejak langkahnya di Asia Kecil, dan kemudian pergi ke Efesus, dimana dia melakukan pelayanan terbesarnya di Efesus.
Dan seluruh dunia terguncang karena pelayanan hebat nya di Efesus. Dan semua Asia mendengar Firman Tuhan. Kemudian dia pergi ke Makedonia dan kemudian ke Korintus lagi dan kembali ke Makedonia dan kemudian ke Miletus dan kemudian ke Yerusalem dan disanalah dia ditangkap.
Dan saat dia ditangkap, selama dua tahun dia ditangkap dalam penjara di Kaesarea. Dan di akhir masa dua tahun itu, setelah menginjili Felix, setelah menginjili Festus, setelah menginjili Herodes Agrippa kedua, dia dibawa oleh Julius, kaisar, ke Roma.
Dan di sana di Roma selama dua tahun, di rumah yang disewanya sendiri, dia memberitakan kabar gembira tentang Anak Allah, dimana tidak seorangpun melarang dia. Ini terjadi sekitar 63 M. Sekitar 64 M, dia dibebaskan, dan tetap di sana selama beberapa tahun sampai 67 M, dia mengabarkan injil. Dia bersama Timotius di Efesus dan meninggalkan Timotius di Efesus dan pergi ke Makedonia dan menulis I Timotius.
Dan kemudian dia bersama Titus di Kreta, dan kemudian dia pergi ke Nicopolis di sisi barat Yunani dan menulis surat kepada Titus. Dan sekitar 67 M, dia ditangkap. Dan persis sebelum Nero meninggal, kepalanya dipenggal di Appian Way, jalan menuju Tiber dari Kota Roma ke arah laut.
Dan dia mengakhiri hidupnya dengan perkataan kemenangan, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." ( 2 Tim. 4:7-8).
Sebelum saya sampai pada Wahyu dan penyingkapan akhir maksud dan rencana Tuhan dalam sejarah manusia, bolehkan saya berkata sesuatu mengenai Epistel? Ini tidak memalukan bukan? Hanya sedikit perkataan mengenai semua Epistel Paulus. Epistel itu dibagi menjadi empat kelompok besar.
Pertama, epistel pertama yang dia tulis, pada saat perjalanan misioner keduanya di Athena dan kemudian di Korintus, dia menulis I dan II Timotius. Dia menulis I dan II Tesalonika. Kemudian pada perjalanan misioner ketiga waktu dia ada di Efesus, dia menulis I Korintus. Dan kemudian di suatu tempat, waktu pergi dari Efesus ke Korintus, dia menulis II Korintus di Makedonia.
Kemudian di satu tempat, entah di Antiokhia atau waktu perjalanan pulang, dia menuliskan Galatia dan Roma, keempat ini ditulis bersamaan, berpusat di sekitar Kota Efesus, I dan II Korintus, Galatia dan Roma. Kemudian kelompok ketiga epistel, dia menuliskannya dari penjara di Roma, penjara Romawi pertamanya. Filipi, Filemon, Kolose dan Efesus.
Dan kemudian empat yang terakhir – kelompok keempat dan terakhir dari Epistel Paulus adalah setelah pemenjaraan Romawi pertama -- Timotius, Titus dan II Timotius. Sekarang, masing-masing dari Epistel ini berhubungan dengan satu hal yang penting. Kelompok pertama, I dan II Tesalonika, berhubungan dengan kedatangan Tuhan kita yang kedua kali.
Anda lihat, Paulus telah mengabarkan kabar gembira, dan sekarang dia menyerahkan jiwanya dengan pengharapan besar yang kita miliki dalam Yesus. Dan sejumlah orang mati, dan Tuhan belum juga datang. Dan bagaimana dengan orang-orang terkasih kita yang telah mendahului kita? Bagaimana dengan mereka? Akankah kita sama-sama ada di kerajaan surga saat waktu itu tiba? Dan akankah mereka hidup untuk melihat wajah Yesus, karena mereka telah meninggal dan Tuhan belum datang.
Jadi, dia menulis I dan II Tesalonika tentang kedatangan Tuhan. Kemudian kelompok berikutnya, yaitu kelompok besar kedua mengenai I dan II Korintus dan Galatia dan Roma berhubungan dengan tema Paulus mengenai hidup oleh iman. Kita diselamatkan dengan percaya pada Yesus dan bukan dengan kuat gagah kita. Ini adalah tema sentral besar dari kelompok kedua surat-suratnya.
Sekarang, kelompok ketiga surat-surat Paulus berhubungan dengan filosofi Gnostik yang mencoba untuk menurunkan ketuhanan dan kemuliaan dan kepribadian Yesus. Filipi, dan kemudian surat singkat yang manis kepada Filemon, kemudian Kolose dan Efesus, surat-surat pertama ini, keempat surat ini.
Karena dia meninggikan Tuhan kita yang hidup, pesan ini sungguh luar biasa. Dan kemudian, tentu saja, kelompok keempat Epistel, yaitu I Timotius dan Titus dan II Timotius berhubungan dengan peraturan gerejawi, dengan doktrin-doktrin gereja dengan kantor gereja dan hal-hal praktis.
Sekarang akhirnya kita menyelesaikan Epistel umum menuju pada Wahyu. Semua rasul lain telah meninggal. Rasul Paulus dibunuh persis sebelum kematian Nero di musim gugur 67 M atau musim semi 68 M. Simon Petrus disalib persis saat persamaan di bagian lainnya, di bagian timur kekaisaran itu. Dan semua murid lain telah mati bertahun-tahun lalu, antara 30 dan 40 tahun.
Dan satu-satunya yang hidup adalah pendeta tua gereja di Yerusalem. Karena Tuhan telah berkata kepada para muridnya, "Bila engkau melihat prajurit berdiri di gerbang Yerusalem, larilah." Jadi, mereka melarikan diri ke Pella di sisi lain Yordan. Dan sekitar 69 M, Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, datang ke Efesus, dan di Efesus terjadi pelayanan besar.
Saat dia menulis injil ini, saat dia menulis ketiga Epistel, dan waktu di pembuangan di bawah Kaisar Domitian dia menulis tentang akhir zaman, wahyu Yesus Kristus, yang dibeerikan Tuhan kepadanya. Penyingkapan Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaanNya dan kejayaanNya dan dalam kerajaanNya. Datanglah kerajaanMu dan kerajaan itu datang, dan wahyu, penyingkapan Tuhan kia, adalah pemebrian Tuhankepada Yesus karena memberikan hidupNya bagi dosa-dosa Adam, mengalahkan Iblis dan menghancurkan Lucifer dan kuasa maut, benih perempuan itu.
Dan karena dia telah melakukan ini, Tuhan juga sangat meninggikan Dia dan memberikan dia Nama di atas segala nama, sehingga dalam nama Yesus setiap lutut harus bertelut dan setiap lidah harus mengaku bahwa Dia adalah Tuhan bagi kemuliaan Tuhan, Bapa kita – penyingkapan, wahyu, pengungkapan Yesus Kristus dalam kemuliaanNya, dan kejayaanNya dan dalam kerajaanNya adalah hadiah yang diberikan Bapa kepada Yesus karena menyelamatkan kita, anak-anak Adam yang terhilang, dari dosa-dosa kita.
Jadi, di Pulau Patmos, sebuah titik kecil berkarang berdiameter sekitar 20 mil, beberapa mil arah barat daya dari Efesus, disana mati karena paparan dan kelaparan dan keinginan dan kebutuhan, di sanalah Tuhan menampakkan diri kepada Yohanes dalam penglihatan tiada tara dan penuh kemuliaan, dengan suara seperti sangkakala.
Dan kemudian dia berpaling untuk mendengar dan melihat, di sana dia melihat Tuhan yang bangkit dan dimuliakan, yang terakhir kali dia lihat saat bangkit ke surga. Tetapi kali ini, oh betapa jaya dan betapa mulianya! Wajahnya melebihi cahaya matahari, dan kakinya seolah-olah keluar dari tungku pembakaran, dan jubah dengan ikat pinggang emas, dan rambutNya putih seperti salju, dan mataNya seperti nyala api, dan sebagaimana Yohanes mengasihi Dia, saat Yohanes melihat Dia, dia jatuh berlutut, mati, seakan-akan hidupnya tercabut dari dia.
Dan dengan cara yang sangat familiar, hatiNya tidak pernah berubah. Dia masih tetap Tuhan Yesus yang sama dengan cara sama yang familiar, dia menaruh tangan kananNya di bahu murid yang dikasihiNya dan berkata, "Jangan takut, tidak ada yang perlu ditakuti anak Tuhan. Jangan takut akan kematian. Jangan takut pada kuburan. Jangan takut pada penghakiman. Jangan takut akan keabadian, semua itu tidak ditakuit anak Tuhan. Jangan takut."
"Akulah Dia yang hidup, yang mati, dan hidup lagi untuk selama-lamanya, dan Aku – Aku memiliki kunci atas maut dan kematian di tanganku. Aku telah mendapatkannya. Janganlah kamu takut. Jangan kamu gemetar." Kemudian Dia berkata, garis besar dari Kitab itu: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah." Kemudian dia memberikan garis besar rangkap tiga dari wahyu itu: "Tuliskanlah apa yang telah engkau lihat, dan tuliskanlah hal-hal yang akan ada setelah semuanya ini."
Jadi, Yohanes mengambil penanya, dan mulai menulis. Dia menulis hal-hal yang telah dia lihat, penglihatan akan Tuhan mulia yang berjalan di tengah tujuh kaki dian, Yesus di antara gerejaNya. Dan dia menulis hal-hal yang telah dia lihat.
Dan kedua, dia menulis tentang gerejaNya. Inilah Dia. Ini adallah sebuah gereja, di sana sebuah gereja, nun di jauh sana ada sebuah gereja, persis saat di hari-hari Tuhan, hal-hal ini adalah – gerejaNya di Efesus dan gerejaNya di Smyrna, dan yang satunya di Pergamas. Dan ada satu di Tiatira, dan ada satu di Sardis, dan ada satu di Filadelfia, dan ada satu di Laodikia.
Tuliskan hal-hal yang ada, dan kemudian tuliskan hal-hal yang akan ada setelah hal-hal ini, setelah tidak ada lagi gereja. Jadi, Yohanes menuliskan hal-hal yang ada, semuanya merupakan gambaran awal dari gereja Tuhan di akhir zaman. Ada periode Efesus di gereja itu. Ada periode Smirna di gereja itu. Ada periode Pergamus di gereja itu. Ade periode Tiatira, ada periode Sardis, ada periode Filadelfia, ada periode Laodikia di gereja itu.
Periode Efesus Gereja adalah periode Rasul saat gereja dianiaya. Dan periode Smirna adalah periode saat gereja mulai meluas – atas Kekaisaran Romawi, dan itu adalah gereja martir dan menderita.
Kemudian anda mendapati periode Pergamus saat gereja kawin dengan dunia ini. Ah. Kemudian anda mendapatkan periode Tiatira gereja, saat gereja berbicara dengan emas dan perak, dan sebuah rantai di sekitar lehernya, dan berpakaian dengan jubah mewah, dan gereja berbicara seperti sabda Tuhan yang tidak bisa salah.
Itu ada di dalam Injil. Saya tidak mengarang-ngarang hal-hal ini. Saya tidak bicara mengenai siapapun. Saya hanya memberitahu kepada anda apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Periode Tiatira di gereja. Kemudian datang periode Sardis gereja, , gereja Reformasi Besar, dimana ada beberapa nama yang maju ke depan untuk Tuhan -- Balthasar Hubmaier dan Felix Mantz dan Yohanes Calvin dan Martin Luther dan Yohanes Knox, orang-orang hebat ini, beberapa nama di Sardis yang berdiri untuk Tuhan.
Dan kemudian anda memiliki periode Filadelfia greja, periode pintu terbuka besar. Dan inilah alasan mengapa saya pikir kita sedang manuju akhir periode Filadelfia, karena pintu sedang mulai menutup.
Kita tidak bisa mengabarkan injil di China. Anda tidak bisa menginjili di Kuba. Anda tidak bisa memberitakan injil di Soviet Russia. Anda tidak bisa memberitakan injil di Polandia atau di Lithuania atau di Estonia, dan anda tidak bisa mengabarkan injil di Yugoslavia atau Rumania atau Bulgaria.
Pintu-pintu mulai menutup, dan Filadelfia, gereja pintu terbuka, kita sedang menuju akhir masa itu. Dan masa terakhir adalah masa Laodikia gereja, dimana gereja sampai pada penyempurnaan akhir di bumi, dimana mereka tinggal dan dimana mereka ada, mereka tidak perduli.
Mereka hidup nyaman di Zion dengan dunia dalam kondisi bergejolak. Dan mereka tidak perduli. Dengan dunia sedang menghadapi hari-hari penentuan besarnya, dan mereka tidak berdoa. Mereka hidup enak di Zion, gereja Laodikia. Kemudian di bab keempat Wahyu, datanglah kesudahan akhir yang mengerikan dan tragis, saat-saat akhir, hari Tuhan, penyiksaan besar yang dibicarakan oleh Joel, oleh Zakaria, oleh Yesus, hari besar Tuhan.
Pertama, Tuhan datang di antara bab ketiga dan keempat dari Wahyu, dan Tuhan datang dengan rahasia, diam-diam, dan sembunyi seperti pencuri di malam hari. Dia datang untuk mengambil permataya, mutiaraNya, untuk siapa Dia telah memberikan nyawaNya dan mati, anda, orang-orang yang ditebus TUhan. Dia datang tanpa pengumuman.
Tidak ada tanda, tidak ada simbol, tidak ada pertanda, tidak ada pengumuman, tidak ada apapun – suatu saat, suatu waktu, suatu jam, suatu masa, Tuhan ktia bisa datang. Tidak ada nubuatan yang tersisa untuk digenapi. Tidak akan pernah apapun antara mendekatnya munculnya Tuhan dan kedatanganNya bagi kita, sama sekali tidak ada.
Dia bisa datang pada hari apa saja, kapan saja, dan membawa umatNya. Dia daang seperti pencuri di malam hari. Mungkin saja itu malam hari, dalam sepuluh menit. Mungkin saat remang-remang. Mungkin juga di kegelapan tengah malam yang akan menjadi bercahaya karena kemuliaanNya saat Tuhan datang.
Itu hal pertama, Dia datang bagi kita. Orang-orang yang dikasihiNya yang telah berpulang diangkt, dan kita yang masih hidup juga diangkat. Itu hal yang pertama, Kita pergi bersama Tuhan kita, dan di sana sebelum kursi penghakiman Kristus kita menerima perbuatan yang kita lakukan dalam kedagingan. Penghakiman kita untuk dosa telah berlalu, itu telah diselesaikan di kayu salib.
Penghakiman kita di depan Yesus adalah untuk menerima hadiah untuk hidup kita. Itulah sebabnya mengapa anda tidak dapat menerima upahmu saat anda meninggal, karena hidup masih berjalan.. Paulus masih hidup di – di Kitab yang saya kotbahkan. Dan kafir-kafir tua seperti Voltaire dan seperti Tom Paine, mereka juga masih hidup.
Dan setiap satu kali, anda akan menyeberangi rekan yang membaca Tom Paine atau Voltaire dan siap untuk mengutuk Tuhan dalam bahasa Paine dan Voltaire. Mereka juga masih hidup. Anda tidak mati saat anda mati.
Jadi, anda tidak mendapat upah saat anda mati. Itulah sebabnya upah diberikan di akhir. Hidup kita masih berjalan, dan hanya Tuhan yang bisa mengurai skema dan mengikuti untaiannya, sampai akhir masa kita menerima upah kita.
Dan saat Tuhan datang dan orang terkasih kita yang telah berpulang dan semua kita berubah dalam sekejap, dalam satu ekdipan mata di masa terakhir, saat semua kita dibawa bersama Tuhan, kita pergi kepada Juru Selamat kita dalam kemuliaan. Dan di sana kita berdiri di hadapan Tuhan untuk menerima upah ktia untuk apa yang kita lakukan dalam daging, di akhir masa – bukan saat engkau mati, tetapi di akhir masa.
Dan di sana dalam kemuliaan adalah perjamuan nikah Anak Domba, dan waktu anak-anak Tuhan ada di sana, oh, dunia ini ada di bawah sana, dunia yang mengerikan dan tragis ini ada di bawah sana. Dalam gejolak dan kengerian dan dalam teror dunia di bawah sana, bangkit seseorang yang menyatakan dirinya sendiri sebagai Pembebas besar bumi.
Dia akan membawa damai, dia akan meraih kemenangan, dan dia akan membawa kemuliaan dan kejayaan, semua yang dia janjikan, dan kepada Israel, kembali ke tanah air mereka, dia menjanjikan akan memberi tanah, bangsa,rumah, bait suci, umat mereka. Dia menjanjikan segala hal.
Dialah sang anti-kristus. Selama tiga setengah tahun, dia berkuasa, dan di tengah-tengah masa tujuh tahun itu, yaitu masa penyiksaan, dia kembali menjadi iblis. Dan kemudian datang gelombang anti-Semit yang paling tragis dan mengerikan yang pernah dikenal bumi ini. Dan anti-kristus itu, binatang yang muncul dari laut itu, di sisi lainnya dia juga memiliki binatang lain, nabi palsu.
Dan dia tampil dalam semua kemuliaan dan kehebatan sistem gerejawi itu sendiri. Dan nabi palsu itu membuat perjanjian dengan binatang itu, penguasa dunia, diktator besar akhr masa, yang menyatakan dirinya sendiri sebagai Pemimpin (fuhrer) dan pimpinan dari semua bangsa di dunia.
Dia akan memimpin mereka menuju kedamaian dan kemuliaan. Ah. Dan saat dia melanggar perjanjiannya dengan umat Tuhan, kemudian semua teror dan banjir darah, horor. Tuhan menjangkau dalam belas kasihanNya, dan Dia merebut 12,000 dari Yudea. Mengapa, saya tidak tahu di sana ada Yudea. Ada Yudea, dan Tuhan Tahu mereka ada di Yudea.
Dan Dia merebut 12,000 dari Yudea, dan Dia merebut 12,000 dari Simeon. Nah, saya tidak tahu ada Simeon. Tuhan tahu. Dia tahu persis setiap orang dari Yudea, Simeon, Ruben, Gad. DIa tahu mereka itu semua.
Dan di hari-hari pengadilan yang mengerikan dan tragis itu, Dia akan merebut 12,000 dari masing-masing suku itu, dan mereka akan mengabarkan kabar gembira Anak Allah. Dan di tengah darah dan kengerian dan horor itu, anda akan mengalami kebangunan terbesar yang pernah dilihat dunia.
Dan mereka akan dibunuh, mereka akan dipenjara, tetapi mereka tidak menyatangkan nyawa mereka sampai mati. Ini adalah mereka yang muncul dari penyiksaan besar yang telah mencuci jubah mereka dan menjadikannya putih dalam darah Anak Domba.
Tidakkah ini sebuah hal yang tidak biasa? Semakin banyak hal mengerikan dalam penyiksaan, semakin banyak umat Tuhan yang menderita sampai mati saat para evangelis Yahudi mengabarkan kabar gembira ke seluruh bumi. Nah, ketujuh meterai dan penghakimannya dan ketujuh sangkakala dan penghakimannya dan ketujuh cawan dan penghakimannya ketujuh tokoh dan penghakimannya.
Binatang, nabi palsu, perempuan berpakaian merah tua, , Babilon, sistem. Dan anti-kristus ini yang menyatakan diri sebagai pimpinan bangsa-bangsa dunia, dia mengumpulkan seluruh pasukan bumi, dan mereka berkumpul dari utara di Russia dan dari timur di Cina dan dari Selatan di Afrika dan dari barat. Mereka berkumpul di hari Tuhan yang besar, dan ini adalah Pertempuran Akhir Zaman (Armageddon).
Dan di tengah-tengah kecamuk yang mengerikan itu, perang besar dunia terakhir yang terjadi, di mana ini? Di dataran yang sama di awal masa -- Megiddo, Esdraelon, Jezreel, jantung Megiddo, Gunung Megiddo. Saat pasukan bumi berjumlah jutaan berkumpul untuk pertemuan besar dengan Tuhan, terjadi intervensi dari surga.
Wahyu 19:11 sampai dengan 16, " Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan., dan mereka yang mengikuti Dia adalah orang-orang kudus yang mulia."
Dan inilah intervensi Tuhan dalam sejarah manusia, dan Dia membebaskan umatNya terkunci di kota kudus. Dan Dia mengambil Iblis dan mengikatnya selama seribu tahun dalam jurang tanpa dasar. Tetapi bagaiman dengan orang-orang yang memasuki Milenium. Anda punya dua penghakiman di sini.
Pertama,engkau mendapatkan penghakiman atas orang kafir. Anda memiliki sebuah bangsa yang telah diubahkan. Anda melakukan penghakiman atas orang kafir. Dan semua orang kafir yang menjadi sahabat Tuhan, pengkotbah, hambaNya yang mengabarkan kabr gembira, semua itu akan masuk ke Milenium, karena mereka menerimanya, dan bersikap baik terhadapnya, tindakan mereka menunjukkan karakter mereka. Dan mereka masuk ke Milenium.
Dan kemudian, menurut Yehezkiel, akan ada penghakiman atas Israel (Yeh. 20:33-38), dan mereka yang memberontak dan menolak untuk menerima Mesias saat Dia tampil, mereka akan dijatuhkan. Dan mereka yang menerima Tuhan Yesus akanmasuk ke Milenium. Dan selama seribu tahun, mereka akanmemerintah bersama Kristus atas bumi saat kerajaanNya datang, dan kehendak Tuhan akan terlaksana di dunia ini sebagaimana di surga.
Dan di akhir masa seribu tahun itu, Iblis dilepaskan, salah satu hal yang paling tidak terpahami dalam nubuatan. Iblis dilepaskan, dan beberapa dari mereka yang ada di Milenium yang tidak menundukkan diri dan tidak mengasihi Tuhan, mereka akan memberontak. Pada saat itu akan terjadi konflik akhir yang mengakhiri pemberontakan manusia kepada Tuhan untuk selama-lamanya.
Kemudian adalah kebangkitan besar dan akhir dari orang yang telah mati. Penghakiman Tahta Putih, kitab-kitab dibuka. Nama-nama mereka tidak ada dalam Kitab Kehidupan, dan mereka akan diganjar sesuai dengan perbuatan mereka. Anda akan menerima upah saat Yesus datang kepada kita.
Mereka akan mendapat ganjaranNya, terhilang, di penghakiman Tahta Putih sesuai dengan perbuatan mereka, dan mereka akan mati dan masuk neraka, ke dalam nyala api, dan kuburan dan Iblis akan mati dalam kertak gigi dimana binatang dan nabi palsu itu telah ada di sana selama seribu tahun.
Kemudian akan datang pemulihan. Akan ada surga baru dan bumi baru yang diciptakan kembali sesuai dengan kepenuhan dan kemuliaan dan keajaiban Tuhan. Akan ada surga dan bumi baru seperti awal mulanya saat Tuhan menciptakan surga dan bumi.
"Dan aku Yohanes, melihat turunnya surga baru, aku melihat kota kudus itu, Yerusalem Baru, penuh perhiasan sebagai mempelai untuk suaminya. Dan aku mendengar suara keras yang berkata, Lihat, lihat, tempat berdiamnya Tuhan bersama manusia."
Dan Tuhan akan bersama mereka, berdiam di antara kita seperti dimaksudkanNya di awal Taman Eden, berjalan di kesejukan hari, dan Tuhan akan bersama mereka, dan Tuhan akan menghapus semua air mata dari mata mereka. Dan tidak akan ada lagi dukacita dan tangis (Rev. 2:1-4).
Dan tidak akan ada lagi kematian. Tidak akan ada lagi rasa sakit, tidak akan ada lagi dukacita. Semua hal ini telah berlalu – tidak ada kuburan di puncak kemuliaan, tidak ada ratapan kematian di pintu istana di langit. Dan Dia duduk di tahta, "Lihatlah, Aku telah menjadikan segala sesuatu baru."
"Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan, dan Dia menunjukkan kepadaku sungai murni air hidup seperti kristal yang mengalir keluar dari kerongkongan Allah kepada Anak Domba, dan di masing-masing sisi sungai ada pohon kehidupan. Dari Taman Eden di surga Taman Tuhan.
"Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka dan kita akan memerintah bersama Dia selamanya,. Amen. Amen. Jika aku tahu jiwaku, aku berharga . Amin Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.." Wahyu 22:1-6, 21.
Oh, semoga anda terberkati. Saya tidak bisa membayangkan iman dan kesabaran anda. Sekarang sudah jam 12 tepat.