Daftar isi

ALLAH YANG MENJAWAB DOA

(THE GOD WHO ANSWERS PRAYER)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

 

02-06-55b

Roma15:30

 

            Sekarang, di dalam Alkitab anda, dalam seri khotbah kita melalui kitab Roma,  kita akan membuka dalam Kitab Roma pasal 15 dan kita akan mulai membaca dari ayat 20 hingga akhir dari pasal itu. Roma pasal 15 mulai dari ayat 20: “Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar yang diletakkan orang lain. 

            Ayat tidak mengisyaratkan bahwa sepertinya Petrus berada di Roma, bukankah begitu? Paulus berkata bahwa dia tidak memberitakan Injil di tempat dimana seseorang telah mendirikannya. Tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya.

            Itulah sebabnya aku selalu terhalang untuk mengunjungi kamu. Tetapi sekarang, karena aku tidak lagi mempunyai tempat kerja di daerah ini dan karena aku telah beberapa tahun lamanya ingin mengunjungi kamu, aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu, sehingga kamu dapat mengantarkan aku ke sana, setelah aku seketika menikmati pertemuan dengan kamu. Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus.

            Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem. Keputusan itu memang telah mereka ambil, tetapi itu adalah kewajiban mereka. Sebab, jika bangsa-bangsa lain telah beroleh bagian dalam harta rohani orang Yahudi, maka wajiblah juga bangsa-bangsa lain itu melayani orang Yahudi dengan harta duniawi mereka.

            Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu. Dan aku tahu, bahwa jika aku datang mengunjungi kamu, aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus.

            Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea.

            Dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.  Allah, sumber damai sejahtera, menyertai kamu sekalian! Amin.

            Itu yang menutup pasal lima belas. Sekarang ini adalah teks saya. Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku, supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana, agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

            Sekarang saya akan berbicara tentang permohonan doa ini. Saudara, seperti yang Paulus katakan di dalam pasal terakhir kepada jemaat Tesalonika: Saudara-saudara berdoalah untuk kami. Beban roh dan kesusahan hati Paulus, seorang yang dikenal memiliki banyak beban dan begitu banyak kedukaan, dia menulis kepada orang-orang yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Kebanyakan dari mereka masih asing baginya.            Dia menulis kepada mereka dan membuat permohonan atas doa mereka. Dia membuatnya sebagai sesuatu yang tidak biasa namun indah, efektif dan sangat menggerakkan hati. Aku mohon bersama-sama dengan kamu saudara-saudara, demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh.

            Sebuah permohonan yang sangat mendasar dan ada tetesan air mata dalam tiap suku katanya. Demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.

            Saya pikir itu adalah cara Allah membentuk kita. Ketika roh kita tertekan, dan kita penuh dengan beban, dan kita selalu memiliki kebutuhan yang besar serta kepedihan, saya pikir itu adalah cara Allah membentuk kita. Bahwa kita membutuhkan simpati dari orang lain dan mengingat kita dalam doa mereka.

            Tuhan kita telah melalui jalan itu. Pada waktu di Getsemani, ketika Dia kembali kepada murid-muridnya yang tertidur, dan Dia mengemukakan sebuah seruan kekecewaan ketika Tuhan kita berkata: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”

            Saya pikir dimanakah peran yang dapat kita lakukan. Sebuah beban yang anda pikul sendiri adalah sesuatu yang amat berat. Hal itu lebih berat daripada yang dapat ditanggung oleh sebuah hati yang kuat sekalipun. Dan demikian juga dengan permohonan Juruselamat: Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.

            Dan Dia maju sedikit dan menundukkan wajahNya ke hadapan Allah serta mencurahkan seluruh jiwaNya dan ketika Dia kembali,  Ia mendapati mereka sedang tertidur. Mereka bahkan tidak berpikir tentang Dia. Mereka tidak mau bersusah payah untuk mengingat. Mereka sedang tertidur. Mereka bahkan membiarkanNya untuk menanggungnya sendiri.

            Sehingga Tuhan berseru: Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Setiap saat, seorang anak Allah menghadapi sebuah masa depan yang tidak pasti dan menghadapi sebuah operasi, sebuah hal yang berada di dalamnya dari unsur yang mematahkan hatinya, jika anda adalah anak Allah, salah satu hal yang membuat anda suka untuk membuat sebuah seruan adalah hal ini: Untuk memperoleh berkat dari orang-orang kudus, yang mengadahkan seruannya kepada telinga surga yaitu “ingatlah aku, berdoalah untuk aku.”  

            Atau seperti Spurgeon yang hebat suatu kali pernah berkata: Sahabat, kadang-kadang ketika engkau memiliki telinga dari raja yang agung, maukah engkau menyebutkan namaku?

            Tepat seperti itu. Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih roh, aku menasihatkan kamu saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku. Ada di dalam hal itu, ini adalah sebuah permohonan, sebuah sebuah penghargaan, anda hampir merasakan keberadaan saya di sini. 

            Paulus membuka hatinya dan membuat sebuah permohonan atas doa. Bagi siapa dia melakukannya? Saya tidak pernah mendengar tentang orang-orang ini. Mereka tidak dikenal. Mereka orang-orang sederhana, tanpa sebuah prestasi.

            Tanpa martabat, tanpa sesuatu yang orang lain ketahui. Tetapi Paulus membuat permohonan untuk mengingatnya dalam permohonan doa dari—sekarang, dengarkan kepada orang-orang ini—Epenetus.

Saya tidak pernah mendengar tentang Epenetus. Saya pernah mendengar tentang Maria ibu Yesus dan Maria Magdalena. Tetapi siapakah Maria yang ada di Roma ini? Saya tidak memiliki ide tentang dia.    

            Dan Andronikus dan Yunia, Ampliatus, Urbanus, Stakhis, Apeles, Herodion, Trifena, Trifosa, Rufus, Persis, Filologus, Nereus, dan Olimpas. Saya tidak pernah mendengar tentang mereka. Tidak seorang pun juga yang pernah mendengar tentang mereka. 

            Mereka adalah orang-orang sederhana yang tidak dikenal. Dan kemudian, rasul yang besar itu, dalam sebuah waktu yang dibutuhkan dan sebuah jiwa yang penuh beban dan roh yang terimpit membuat permohonan untuk orang-orang kudus Allah yang sederhana ini, untuk bergumul bersama di hadapan Tuhan di dalam doa bagi dia.

            Apa yang anda pikirkan tentang itu? Saya telah berkhotbah di Teater Palace. Dan itu terjadi pada musim semi yang indah. Itu seperti sebuah hari sebagaimana orang tua dapat keluar dan berjemur di bawah sinar matahari. Ketika mereka berada di rumah dan mereka memiliki cacat dan sakit komplikasi, itu adalah sebuah hari di mana orang-orang itu dapat keluar dan berjemur.

            Dan setelah saya berkhotbah di sana, saya berjalan ke pintu depan, sesuatu yang jarang saya lakukan. Biasanya saya keluar melalui pintu samping. Saya berjalan keluar melalui pintu depan dan di sana di serambi teater itu, berdiri seorang wanita tua yang mungil dengan memakai pakain hitam-hitam. Topinya, sepatunya, pakainnya, semuanya berwarna hitam. Dia adalah seorang wanita yang sangat mungil.

            Dan dia datang kepada saya dan berkata, “Pendeta, ini adalah pertama kali saya melihat anda.” Dia berkata, bahwa dia benar-benar cacat dan dia hanya mendengarkan melalui radio. Tetapi telah menjadi anggota gereja itu.

            Dan dia memberitahukan jumlah tahun-tahun dia mendengar melalui radia. Dan dia berkata, “Hari ini adalah sebuah hari yang indah, seorang tetangga membawa saya ke sini, ke teater ini sehingga saya bisa melihat wajah anda dan bertemu anda.”

            “Sekarang,”  katanya, “Pendeta saya minta maaf. Tidak ada yang saya dapat lakukan untuk membantu anda dalam pelayanan. Saya miskin dan tidak memiliki uang dan saya sudah tua dan tidak dapat datang. Dan semua hal yang dapat lakukan hanyalah berdoa untuk anda.”

            Cara dia berbicara dengan saya dan cara dia berkata kepada saya telah tertanan di memori saya, dan itu terjadi pada tahun pertama saya datang ke mari. Dia telah meminta maaf untuk itu. Anda lihat, Saya miskin dan tidak memiliki uang, dan saya sudah tua serta tidak dapat datang, dan semua hal yang dapat saya lakukan adalah berdoa.

            Terberkatilah hatinya. Dia sekarang berada dalam kemuliaan. Terberkatilah kenangannya. Saya berpikir bahwa selalu ada sebuah cerita dalam gereja yang mulia ini, yang datang dengan kemasyuran yang bertambah dalam setiap hari yang telah berlalu.

            Di wilayah lain, dalam tempat yang jauh, di mana anda tidak pernah bermimpi bahwa seseorang mengenal kita atau seseorang yang pernah mendengar kita, justru mereka mengenal dengan dekat apa yang sedang kita lakukan di sini. Ketika kisah dituliskan dan lembaran Kitab Allah dibuka dan kita melihatnya, akan ada sebuah alasan untuk berkat yang melimpah dari Allah atas jemaat kita dan atas gereja kita serta atas pelayanan ini.

            Dan anda akan menemukan di dalam kesederhanaan ini, orang-orang yang tidak dikenal yang tidak pernah saya dengar dan yang anda ketahui. Tetapi nama mereka ada di sini. Dan mereka adalah jiwa yang berharga. Dan mereka ingat untuk berdoa.

            Sekarang saya ingin untuk melihat ke dalam teks kita. Ada sebuah kata yang dia gunakan di sini. Tetapi demi Kristus, Tuhan kita dan demi kasih Roh, aku mengingatkan kamu saudara-saudara, untuk –dan anda telah menerjemahkannya dengan “bergumul.”             Tetapi kata Yuinani untuk itu adalah agonidzo.  Dan kata itu di dalam bahasa Inggris adalah “agonize” (Di dalam bahasa Indonesia kata itu adalah “menderita sekali”). Untuk menderita sekali. Untuk bergumul, untuk berjuang, untuk menderita bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.

            Anda akan menemukan kata itu di dalam Kolose 4:12: Epafras seorang dari antaramu—bahwa dia adalah seorang non Yahudi—yang berada di jemaat Kolose. Epafras, ia seorang dari antaramu, hamba Kristus Yesus memberi salam kepadamu, selalu—pada ini mereka menerjemahkannya dengan “yang selalu bergumul dalam doanya untuk kamu.” Tetapi kata itu seharusnya “menderita dengan dalam sekali.” Menderita sekali di dalam doanya untuk kamu, supaya kamu berdiri teguh, sebagai orang-orang yang dewasa dan yang berkeyakinan penuh dengan segala hal yang dikehendaki Allah.        

Jadi, kita kembali kepada teks kita: Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi  kasih Roh, aku menasihatkan kamu saudara-saudara, untuk menderita bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku.

            Mengapa harus berdoa dengan sebuah pergumulan? Mengapa hal itu menjadi sebuah penderitaan? Mengapa harus menjadi sebuah pengorbanan dan sebuah kesulitan? Demi Kristus, Tuhan kita, dan demi  kasih Roh, aku menasihatkan kamu saudara-saudara, untuk menderita bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku. Mengapa harus seperti itu? Apakah hal itu karena Tuhan kita memiliki sikap yang enggan? Apakah sulit untuk membuat Allah memiliki sikap yang lunak? KaruniaNya ditahan-tahan dan Dia tidak memberikannya dan hal itu harus diperoleh dengan sebuah kesulitan sehingga Dia memberikannya?   

            Tuhan kita adalah seorang  pemberi tugas yang sulit dan anda harus bergumul dan menderita di hadapan Dia; sebelum Dia akan menjawab doa-doa kita. Hal itu karen Dia adalah seorang Allah yang memiliki sifat yang seperti itu? 

            Tidak. Dalam Kitab Yakobus pasal 1, Yakobus berkata:  Sebab Allah memberi kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit. Dan lagi di dalam Injil Lukas pasal 11 Tuhan sendiri berkata: Carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan.

            Dan Dia mengilustrasikannya: Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya itu meminta roti kepadanya akan memberikan sebuah batu? ika anaknya minta ikan dari padanya akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?

            Mengapa, anda, kita, tidak akan memiliki sebuah pikiran seperti itu. Anda tidak akan melakukannya. Jika anda yang tidak dewasa, dan kejahatanhan telah jatuh ke dalam diri manusia dan yang bersifat keduniawian, tahu memberikan pemberian yang baik kepada anak-anak kita, betapa lebih lagi Bapa kita yang di sorga akan memberikan karunia yang baik bagi mereka yang meminta kepadaNya.

            Jadi bukankah demikian juga di dalam Tuhan. Dan kemudian dia menggunakan kata: Dan aku katakan ini adalah benar di dalam pengalaman kita, untuk bergumul bersama di dalam doa. Untuk berjuang di dalam doa. Untuk menderita di dalam doa. Apakah itu? seperti apakah itu?

            Jadi, ini adalah alasannya. Yang pertama, Setan, Setan; melawan kehidupan doa anda, Setan akan selalu memiliki tujuan di dalam kekejamannya dan di dalam sasaran panahnya untuk menentang kehidupan doa anda. Setan akan selalu menyusun semua hal yang dapat dia lakukan untuk menentangnya. Setan akan selalu berusaha.

            Dan di dalam Efesus pasal 6, Paulus berkata: Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

            Setan melawan kita. Dan untuk berdoa, dan sungguh-sungguh berdoa adalah sebuah perjuangan. Itu adalah sebuah pergumulan. Itu adalah sebuah kesulitan, sebuah penderitaan. Mengapa seperti itu?

            Alasan lain. keduniawian  kita. Daging kita. Tubuh kematian yang kita tinggal ini. Di dalam Kitab Roma pasal delapan, Paulus berkata: Sebab keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah.

            Dalam surat Galatia pasal 5, Paulus berkata: Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging—karena keduanya bertentangan—sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.

            Keduniawian kita, keinginan daging kita menentang doa. Adalah sulit untuk berdoa. Adalah sebuah pergumulan. Ketika Malaikat bergulat melawan Yakub, mereka bergulat semalam-malaman.  Jangan berpikir--jangan mengikuti—Saya membaca sebuah khotbah minggu ini yang bertentangan sama sekali dari hal itu di dalam kitab Kejadian pasal 32.

            Orang yang telah menulis dalam artikelnya dalam kitab Kejadian pasal 32 berkata bahwa Yakub sedang bergulat dengan Allah. Tidak, bukan dia. Allah yang sedang bergulat dengan Yakub. Anda baca dan lihat. Malaikat yang sedang bergulat dengan Yakub.           

Mengapa? Karena Yakub adalah seorang yang rendah, seorang yang bajingan. Itulah sebabnya. Dia seorang penipu. Dia seorang pencuri. Dia adalah seorang yang banyak melakukan kesalahan.

Dan Tuhan bergulat melawan dia dan tidak mengalahkan dia. Dan malaikat bergulat melawan Yakub sampai fajar menyingsing dan tidak dapat mengalahkan dia. Dan ketika fajar muncul, malaikat menyentuh pahanya, memukul sendi pahanya dan dia kalah, timpang dan kesakitan.

            Yakub akhirnya menyerah. Saya tahu banyak orang mengalami hal seperti itu. Mereka tidak pernah melayani Tuhan sampai tragedi datang. Mereka tidak pernah melayani Allah sampai sebuah rasa sakit yang mengerikan datang. Seperti orang yang mengalami hal itu, Tuhan harus meremukkan mereka terlebih dahulu. Harus mematahkan hati mereka. Kadang-kadang harus menyentuh tubuh mereka untuk membuat mereka menjadi kudus, menjadi baik dan menyerah.

            Itulah yang telah terjadi. Yakub bergumul melawan Allah. dan Tuhan memukul sendi pangkal pahanya. Dan ketika Tuhan melihat dia pincang, kesakitan dan remuk dan juga menghancurkan rohnya. Dan ketika Malaikat hendak meninggalkan dia seperti itu, kemudian Yakub menahan Malaikat itu dan berkata: Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.

            Dan ketika dia pergi untuk menemui Esau, dia terhenti karena pangkal pahanya dan menjadi pincang seumur hidupnya. Itulah yang membuat anda harus bergumul. Karena kedagingan. Karena keinginan daging adalah perseteruan dengan Allah.

            Ada alasan lain lagi mengapa anda harus bergumul dalam doa, mengapa sulit untuk berdoa. Hal itu karena kesibukan di dunia ini. Mengapa, siapa yang memiliki waktu untuk berdoa? Siapa yang mau menyempatkan diri untuk berdoa? Anda terlalu sibuk.

            Saya sedang memiliki urusan. Jangan hentikan saya. Lain kali saja. Lain waktu saja. Tetapi jangan sekarang. Hal itu belum tepat, saya memiliki urusan untuk dilakukan. Kita sibuk dan dunia sangat sibuk dan kita juga ikut sibuk.

            Di Harian Pagi Dallas, ada sebuah majalah kecil dalam minggu ini. Itu adalah edisi setiap Minggu. Di halaman depan selalu ada sebuah artikel kecil: Kata-kata kehidupan. Dan anda membaca salah satu hari ini. Hal itu mengenai doa. Dan artikel itu ditutup dengan kalimat ini: Penulis adalah seorang novelis terkenal dan berkata bahwa dia berasal dari sebuah desa kecil di Inggris dimana dia bertumbuh sebagai seorang bocah laki-laki, dan di sana, ada seorang laki-laki tua yang selalu datang ke gereja dan dia hanya duduk disana dan selalu diam.

            Dan suatu hari dia menemui laki-laki itu dan berkata dengan menyindir, “anda tahu, bahwa apa yang anda lakukan sangat lucu. Anda sangat aneh. Anda hanya duduk di sini. Dan anda tidak berlutut. Anda tidak mengucapkan kata-kata dan doa.” 

            Dan novelis itu berkata, “Saya tidak akan pernah melupakan keluhuran dari  jawaban yang diberikan oleh orang tua yang kudus itu.”

Dengan sederhana dia menjawab, “Tuhan ada di sini dan saya ada di sini dan itu sudah cukup. Hanya berdiam di hadapan Allah. Berdiam diri kata Pemazmur dan ketahuilah bahwa Akulah Tuhan.”

            Anda tahu mengapa? Mengapa saya tidak dapat mengingatnya. Mengapa saya tidak mengerti. Kita melakukan dua sebanyak mungkin dan melakukan dua kali sejauh mungkin. Jika kita memotong setengah dari aktivitas gereja ini. Dan saya dapat meraih jemaat kita untuk pergi ke kapel itu dan hanya berdiam di hadapan Allah dan melihat Allah.

            Tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya terlalu sibuk. Kita terlalu sibuk dan dunia ini bersama dengan kita. Dan itu adalah alasan saya berkata: Ada sebuah pergumulan untuk berdoa. Adalah sebuah penderitaan untuk berdoa. Adalah sebuah kesulitan dan sebuah perjuangan untuk berdoa.

            Sekarang kita harus mengakhiri teks saya. Untuk apakah dia berdoa? Supaya aku terpelihara dari orang-orang yang tidak taat di Yudea, dan supaya pelayananku untuk Yerusalem disambut dengan baik oleh orang-orang kudus di sana.

            Pengajar-pengajar Yahudi tidak menyukai dia, bahwa dia sukses dengan mereka. Dan agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

            Sekarang, itulah sebabnya mengapa dia berkata: Aku ingin agar kamu berdoa kepada Allah untuk aku. Baiklah, bagaimana Allah menjawab doa-doa mereka; karena saya percaya mereka berdoa, orang-orang kudus yang terberkati ini, Epenetus, siapa pun Epenetus ketika dia mendapat surat itu dan mendengar hal itu, dia berdoa.

            Epenenetus yang tua berlutut dan berkata: “Sekarang Tuhan, Ketika Paulus pergi ke Yerusalem, Tuhan semoga dia diterima dalam jemaat dan diterima di Yudea dan membebaskan dia serta mengirim dia ke Roma.”

            Dan Amplias serta Trifena dan Trifosa, mereka semua berdoa untuk Paulus. Baiklah, bagaimana Allah menjawab doa mereka. Ini adalah cara Allah menjawab doa mereka.

            Ketika Paulus pergi ke Yerusalem, mereka hampir memukulinya hingga mati dan hal itu tidak berlangsung lama… di sini ada Lucius, mereka mau membunuh dia di Bait Allah. Mereka mau memukuli dia hingga mati.

            Baiklah. Bagaimana Dia menjawab doanya? Ketika mereka hampir memukuli dia hingga mati, akhirnya mereka menempatkannya dalam penjara. Dan dia berada di dalam penjara di Kaisarea hampir selama dua tahun. Tetap berada di sana di Kaisarea.

            Dan kemudian berdoa bahwa aku dapat datang kepada kamu dengan sukacita oleh kehendak Allah. Ketika dia pergi ke Roma, bagimana dia dapat pergi ke Roma, dia pergi ke Roma diantara prajurit-prajurit dengan sebuah belenggu. Dia datang ke Roma sebagai seorang tawanan yang membuat permohonan untuk hidupnya.

            Itu adalah cara bagimana Allah menjawab doanya. Itu adalah cara Dia menjawab doanya: Berdoalah untukku sehingga aku dapat dilepaskan dari mereka yang tidak percaya di Yudea. Agar aku yang dengan sukacita datang kepadamu oleh kehendak Allah, beroleh kesegaran bersama-sama dengan kamu.

            Dan ketika dia datang  setelah dipukuli dan berada di dalam penjara, ketika dia datang, dia datang dengan sebuah belenggu di tangannya. Itu adalah bagaimana Allah menjawab doanya.

            Jadi kemudian, Tuhan tidak menjawab doanya. Dia tidak menjawab doa. Dia tidak melepaskan kita dari tangan orang-orang yang membenci kita dan dari mereka yang memasukkan kita ke dalam tahanan dan dari mereka yang menaruh belenggu atas kita. Lalu, Tuhan tidak menjawab doa.

            Ah, anda justru tidak tahu. Anda tidak belajar tentang jalan Allah. Anda tidak memiliki kebijaksanaan di dalam Yesus. Bagimana Allah menjawab doa-doa? Anda lihat bagaimana Dia menjawab doa.  

            Berdoalah agar aku dapat datang kepadamu. Dan ketika dia datang, itu adalah cara dia datang dengan benar. Tetapi datang dengan cara itu, apakah Allah menjawab doanya?  

            Dia dirantai dengan seorang prajurit Roma yang berbeda-beda setiap delapan jam sekali di dalam pemenjaraannya, dia memiliki kontak pribadi dengan setiap prajurit di dalam Pasukan pengawal pribadi.

            Setiap personal dari prajurit itu adalah penjaga pribadi Kaisar, dan Paulus dirantai dengan mereka. Bagaimana seorang Pengkhotbah Baptis di dunia ini dapat memberitakan injil kepada pasukan prajurit elit di Roma? Bagaimana dia melakukannya? 

            Tidak ada sebuah jalan yang dapat dilakukan oleh seorang Yahudi yang dicemooh itu, untuk dapat memberitakan injil kepada mereka. Tetapi ketika dia dirantai bersama seorang prajurit setiap delapan jam sekali, maka mereka dapat mendengarkan dia. Mereka semua mengenal Allah dan mereka semua mendengar kisah dari mulut Paulus sendiri. Itu adalah salah satu hal yang terjadi. 

            Hal lain yang terjadi. Setiap orang di istana Kaisar dapat mendengar firman Allah. Pulus mengirim salam dari orang-orang kudus yang berada di istana Kaisar. Koki Istana dan Pelayan istana Kaisar.  

            Dan Pelayanan Kaisar, Kepala Pelayan Kaisar, Penjaga Pintu Kaisar dan Supir Kereta kaisar. Dan Utusan kaisar, setiap orang di istana kaisar, dapat mengenal Injil Allah melalui pemenjaraan Paulus.

            Dan hal lainnya, surat-surat penjara yang telah ditulis, anda tidak akan memiliki surat-surat itu jika dia tidak dipenjarakan.

            Dia menulis surat-surat ini di dalam kurungan. Dia telah sangat sibuk di dalam perjalanan misinya, dia tidak akan pernah memiliki waktu untuk menulis surat-surat itu, untuk berpikir tentang hal-hal itu, untuk membiarkan Allah berbicara di dalam hatinya.   Tetapi di dalam pemenjaraannya, dia berdoa, berpikir dan bermeditasi dan Allah berbicara kepadanya dan dia menulis surat-surat itu, yang sekarang kita miliki di dalam Alkitab kita. Itu adalah cara bagaimana Allah menjawab doa.

            Tidak seperti yang dia pikirkan. Tidak seperti yang dia inginkan. Tetapi tetap lebih baik. Anda tahu, ada banyak hal yang telah terjadi dalam sebuah dunia pada hari ini yang telah diterbitkan.           Saya telah membacanya sampai akhir, tentang hal-hal yang telah terjadi yang berasal dari Allah dan dalam iman serta doa. Sekarang anda sudah membacanya. Tetapi saya ingin mengulanginya.

            Ini adalah dalam kasus yang lain dari majalah the Readers Digest dan di situ dikatakan: ini adalah sebuah catatan pribadi dari abad kedua puluh yang lalu tentang cacatan seorang prajurit Konfederasi yang tidak diketahui.  

Saya meminta kekuatan kepada Allah agar saya dapat berhasil. Saya telah dibuat menjadi lemah bahwa saya harus belajar dengan sederhana untuk taat. Saya meminta pertolongan sehingga saya dapat melakukan hal-hal yang besar. Saya telah diberikan kelemahan agar mereka dapat melakukan hal-hal yang lebih baik. Saya meminta kekayaan agar mereka dapat bahagia. Saya telah diberikan kemiskinan hingga mereka dapat menjadi bijaksana. Saya meminta semua hal agar saya dapat bersukacita dalam hidup. Saya telah diberikan kehidupan agar mereka dapat bersukacita dalam semua hal. Saya tidak memperoleh apa-apa terhadap apa yang saya minta. Meskipun diri saya sendiri, doa-doa saya telah dijawab. Yaitu saya berada diantara orang-orang yang paling diberkati. 

            Paulus, Paulus, demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, bergumullah bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku. Agar aku dapat dilepaskan. Agar aku dapat datang kepadamu dengan sukacita. Dan Tuhan telah menjawab doa-doanya dalam cara yang lebih baik dari pada yang pernah diimpikan oleh Paulus. Dan Dia juga melakukan hal itu kepada kita.

            Tidak selalu seperti yang kita sukai. Seperti yang kita inginkan. Tetapi dalam sebuah cara yang lebih baik. Di dalam cara Allah. Dan caraNya adalah selalu yang terbaik.

            Baiklah. Bolehkah kita menyanyikan lagu kita. Dan sementara kita menyanyikannya, seseorang dari anda, pada malam hari ini, berikanlah hati anda kepada Tuhan.

            Pendeta inilah saya, dan ini saya datang. Seseorang, letakkanlah hidup anda bersama kami di dalam jemaat ini.

            Anda atau sebuah keluarga, sebagaimana Allah akan membuat seruan di dalam hati anda, datanglah anda, dari mana saja. Anda boleh datang pada malam hari ini. Terimalah Tuhan, berikan hati anda kepada Allah. Percaya  di dalam Yesus, yakinlah di dalam Dia.

            Atau letakkan hidup anda. Sementara kita berdiri dan menyanyikan lagu.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.