Daftar isi

HIDUP YANG SEPERTI APA

(WHAT LIFE CAN BE)

 

Dr. W. A. Criswell

 

01/23/55

 

Roma 14:8

 

Sebagai nasihat bagi kita malam ini, Pendeta berkhotbah dalam sebuah teks yang terdapat dalam Kitab Roma pasal empat belas ayat delapan. Dan judul dari khotbah itu adalah: Hidup Yang Menjadi Apa, apa yang dapat terjadi.

Dalam Roma pasal empat belas ayat delapan:

 

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

 

Dan keseluruhan pasal itu diberikan kepada orang Kristen untuk mereka pikul: Sikapnya dan rohnya:

Dan sebelum saya menekankan hal itu, kita lihat dahulu di dalam pasal sepuluh: “Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus.”

            Dalam ayat dua belas dan tiga belas:

 

Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

 

Dan seterusnya.  

Tetapi teks ini, Roma 14:8:  

 

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan

 

Hidup yang seperti apa.

Dalam masa hidup generasai anda, para pemudi dan para pemudi yang telah lulus pada malam hari ini dari sekolah menengah mereka dan yang lebih besar, di dalam masa hidup semua masyarakat kita yang hidup dalam abad dua puluh, kebanyakan dari hidup kita telah melihat dan membaca tentang ketakutan, kemesuman, kengerian, dan penuh dengan kebencian, pertumpahan darah serta perang. Kita bahkan tidak memiliki kemampuan untuk melarikan diri dari kegelapan dan  awan-awan rendah yang telah mengikuti kita setiap tahun dalam abad keduapuluh ini. 

Dan bahkan pada malam hari ini. Tidaka ada seorangpun yang tidak membaca di surat kabar selain dari pada pengetahuan yang dalam dari berita utama yang menakutkan tentang  perkembangan dan ancaman dari serangan Komunis di bagian Timur dan Barat. Ketakutan itu senantiasa membayangi kita saat ini. Tetapi sekalipun hal itu sangat mencemaskan pada saat ini, negarawan kita dan militer kita secara tetap mengingatkan kita untuk tidak menurunkan kesiagaan kita. Kita tidak akan melupakan hal itu, dalam setiap waktu, sekelompok orang di Kremlin, atau di suatu tempat lain, mereka dapat meluncurkan semua ketakutan dan kengerian yang menyerang dunia kita yang bebas. Dan anda hidup dalam sebuah dunia yang sempit.

Tidak ada sebuah waktu ketika pemerintah Amerika Serikat  telah menjatuhkan sebuah kedalaman yang rendah, sebuah estimasi, seperti dalam hidup kita, di dalam masa hidup anda. Penyelidikan ini berasal dari komite Senat dari pemerintahan Amerika Serikat, yang di paparkan di hadapan publik Amerika dan di dalam berita utama  dari surat kabar harian tentang orang-orang yang tidak berguna, yang berada di dalam angkatan bersenjata dan kantor-kantor yang menjual kehormatan negeri mereka.

Dan anda hidup dalam sebuah masa yang mungkin tidak lebih buruk dari hari-hari yang lain. Masa yang lampau mungkin berkata bukan seperti itu. Tetapi di sana tidak ada pernah ada sebuah masa, setidaknya, ketika kejahatan anak belasan tahun dan ketidakmampauan hukum menjadi sangat matang dan sangat universal.

Tidak ada kota tanpa sebuah geng. Kota Oklahoma telah memperlihatkannya dalam seminggu dalam sebuah majalah Negara kita yang terbesar. Tetapi benih-benih kejahatan di dalam sekolah menengah dan di kota itu telah menjadi tipikal dari para remaja  dalam semua kota kita dan diantara para remaja kita.

Ketika anda meriview dunia dan bagian-bagiannya dan dalam gambarannya, seperti yang kita lihat sekarang, kita pasti cendrung berpikir bahwa dunia bertumbuh dalam kemesuman, dalam ketamakan, ketidakmampauan hukum, dalam kejahatan, dalam kenakalan. Hidup itu sendiri menjadi tercela dan tidak berharga. 

Hal itu jauh dari kebenaran. Hidup dapat menjadi lebih baik dan terhormat dan penuh berkat. Dan kehormatan itu serta berkat itu adalah sesuatu yang kita atur di dalam hati kita dan perhatian kita pada malam hari ini. Hidup dapat lebih terhormat, di dalam dirinya sendiri, di dalam anda, di dalam kita, yang secara pribadi dihidupi oleh kita, dimana pun kita berada dan apapun yang menjadi tanggungan hidup kita. Ia dapat menjadi lebih baik. Hal itu dapat kita lakukan sebagaimana kita mendasarkannya pada Tuhan.

Hidup kita ditentukan oleh hal-hal yang kita raih keluar, ide-ide yang ada di dalam pikiran kita. Hal-hal yang kita pikir berharga. Sebagai contoh, kita dapat memberikan hidup kita kepada sifat sosial yang angkuh. John Ruskin suatu kali pernah berkata kepada keponakannya, “Tetapkanlah dirimu sendiri untuk masyarakat yang terbaik. Kemudian jangan masuk ke dalamnya.” Hidup dapat diberikan kepada superioritas dan kepada kehinaan, sebagaimana kita melihat ke sekeliling orang lain. Kita dapat menjadi masyarakat yang suka menonjolkan kemewahan.

Tetapi saya tidak berpikir bahwa ada seseorang di sini yang akan berdiri di untuk membela sebuah ide atau suatu tindakan. Siapa yang ingin melihat ke atas dirinya sendiri bahwa dia lebih baik dari yang lain? Kita mungkin ingin menjadi lebih baik. Kita mungkin berusaha untuk mencapai suatu kebaikan. Tetapi, bagi seseorang yang melihat ke dalam dirinya sendiri sebabai seseorang yang lebih superior dibandingkan dengan orang lain adalah sebuah penghinaan terhadap Allah dan itu adalah sebuah bayangan dari keburukan seseorang. Tidak, kita tidak akan memberikan diri kita kepada hal semacam itu.  

Kita dapat mengusahakan diri kita kepada sebuah tujuan finasial dan sukses secara keuangan. Dan kita dapat membuat keputusan di dalam hidup kita untuk menghasilkan uang yang lebih banyak dan keuangan yang positif dan terhormat. Dan ktika saya masih seorang bocah, hal itu ditanamkan di seluruh sekolah kami.

Di sana ada Sinclair yang hebat. Di sana ada orang-orang yang luar biasa, mereka berkata, orang-orang yang telah menghasilkan perniagaan yang luar biasa dan seluruh kebutuhan. Dan mereka telah digembar gemborkan sebagai teladan dari kesempurnaan. Dan mereka telah mengangkat kami sebagai orang-orang yang masih muda, tentang apa itu kesuksesan.

Sejak itu—dan saya tidak ingin menghabiskan waktu untuk  berbicara panjang lebar atas hal itu—tetapi, kemudian, saya berpikir bahwa setiap anak sekolah harus tahu bahwa cerita sukses adalah sebuah sukses keuangan, sukses moneter, sukses ekonomi adalah buruk. Beberapa dari sampah Dallas adalah orang-orang kaya Dallas. Mereka adalah orang-orang yang menyedihkan dan curang terhadap pandangan mata, mereka adalah sebuah kehinaan bagi apa yang telah Allah tujukan terhadap dunia ini. Tetapi mereka adalah sebagian dari orang-orang kaya di Dallas ini.  

Suatu kali, seorang pengacara berkata, “Seseorang adalah seharga apa yang dia mampu lakukan.”

Dan salah seorang pendengarnya menjawab, “Itu berari John Milton memiliki harga sebesar lima pounds.”

Saya berkata itu sama dengan uang kita yang berjumlah 15 dolar—untuk apa yang dia terima dari sebuah karyanya Paradise Lost—bagi kita untuk menilai seseorang berdasarkan kesuksesan keuangannya adalah sama dengan menghakimi seseorang berdasarkan standar  kemiskinan yang pernah dapat anda gunakan sebagai sebuah aturan, sebagai sebuah ukuran.

Untuk menghasilkan uang, jika Allah berpaling dengan cara itu, itu baik, jika anda menggunakannya untuk hal-hal yang indah. Tetapi uang itu sendiri adalah tidak berarti apa-apa. Ada begitu banyak sekali seekor babi yang dipakai untuk menjadi kedok yang dilihat dan menjadi kelakuan seorang raja. Tetapi ia tetaplah seekor babi.

Dan kita dapat memberikan hidup kita kepada suatu keyakinan bahwa sukses yang besar ditemukan dalam kemasyuran, popularitas: “Lihatlah kendaraan yang saya miliki, “ atau dua buah kendaraan. “Lihatlah rumah saya yang indah ini.” “Lihatlah perumahan yang saya miliki ini.” “Lihatlah kantor yang saya miliki ini.” “Lihatlah ke arah segala sesuatu yang saya miliki ini.” Kita dapat diyakinkan, dan adalah mudah untuk diyakinkan di Amerika, bahwa kekayaan dan kelimpahan yang dimiliki oleh seseorang merupakan sebuah kegembiraan dan kesenangan.

Dan benarkah itu? Apakah Yesus berkata demikian?  Dan apakah semua sejarah mengakui hal itu? Anda tidak menemukan sukacita, kedamaian, kesenangan dan kebahagiaan dengan memiliki banyak hal. Di dalam diri mereka sendiri, mereka tidak memiliki arti apa-apa.  

Saya membaca suatu kali ketika seorang bijaksana kepada sebuah raja di Asia, yang mana dia telah jenuh dan merasa kenyang dengan semua hal yang dia miliki, dan kebahagiaan telah pergi jauh darinya—orang bijaksana tersebut berkata kepada raja di Asia itu, “Engkau akan menemukan seseorang yang bahagia di dunia, dan pakailah pakaiannya maka engkau akan bahagia.” Jadi, Raja Asia itu mengirim utusannya untuk mencari di seluruh bumi orang yang bahagia itu, sehingga dapat membawa pakaiannya ke hadapan rajanya. Dan hal yang mengecewakan utusannya itu adalah, ketika dia menemukan orang yang paling berbahagia di dunia, di tidak memiliki baju di badannya.

 Sukacita dan kebahagaian kita tidak akan pernah dapat didefinisikan dalam sebuah terminologi kepemilikan kita terhadap banyak hal atau yang dipegang oleh tangan kita. Sukacita yang dalam, yang kekal, yang nyata, dan fundamental ditemukan di dalam dia yang telah menemukan dan melakukan kehendak Allah: hidup untuk Allah.

Sekarang bolehkah saya berbicara tentang hidup kita dalam hubungannya kepada orang lain. Hidup dapat menjadi kecil dan berarti serta tidak bernilai, sebagaimana kita hidup dengan semua orang di sekitar kita. Suatu kali Stanton berkata tentang Abraham Lincoln—Stanton berkata, “Dia sebenarnya adalah seseorang yang menyedihkan.”

            Suatu waktu, Stanton berkata tentang Abraham Lincoln, “Dia adalah gorilla yang sempurna.”

Lain waktu, Stanton berkata tentang Abraham Lincoln, “Mengapa setiap orang ingin pergi ke Afrika untuk berburu anthropoid ketika kera besar yang sempurna tinggal di Springfield, Illinois.”

Jika seseorang berkata seperti itu, saya akan menjadi terhina. Bukankan anda juga begitu? Saya akan berpikir bahwa dia tidak berpikir banyak tentang saya. Bukankah anda juga begitu? Dan saya tidak akan menyukainya? Bukankah anda juga begitu? 

Apakah anda tahu apa yang dilakukan oleh Abraham Lincoln? Pada masa yang merupakan periode paling kritis dalam sejarah Amerika, Abraham Lincoln yang termasyur itu menunjuk Stanton sebagai sekretaris perang.

Betapa seseorang yang sangat murah hati dan mulia: Abraham Lincoln. Dan sebuah hari datang ketika Stanton berdiri di tempat tidur pemimpinnya, yang telah ditembak mati. Dan sebagaimana dia melihat dalam keheningan, masih dalam tempat pemimpinnya yang terbaring, Stanton berkata, “Di sini terbaring, pemimpin umat manusia yang terkemuka, yang pernah dimiliki oleh dunia”—manusia yang memiliki hati dan jiwa yang besar. 

Kita dapat melihat atas orang lain dengan sikap iri dan cemburu. Bagi beberapa orang, pujian dari orang lain dapat terlihat sebagai sebuah penghinaan. Tapi hidup tidak perlu dengan cara itu. Kita dapat bersukacita dalam sukses dan prestasi yang datang kepada orang lain.

Themistocles melukis pertempuran Salamis.

Themistocles telah dibesarkan hatinya orang kepahlawan dari orang-orang yang hidup sezaman dengan dia.  

Young Suesades, seperti seorang bocah, duduk di kaki Herodotos dan mendengar Herodotos membaca sejarah demi sejarah. Dan Suesades berkata, “Suatu hari saya akan menulis sejarah seperti itu.”

Demosthenes menjadi seorang orator yang ulung karena dia di bakar oleh lidah yang fasih, lidah dari Calostatus.

Handel, orang yang menulis musik surgawi—Hadyn berkata tentang Handel, “Dia adalah bapa bagi kita semua.”

Mozart berkata tentang Handel, “Dia menggelegar seperti sebuah halilintar.” Bethoven berkata tentang Handel, “Dia adalah seorang master dari semua kerajaan musik.”

Mozart berkat tentang Haydin, berbicara untuk sebuah kritik, “Jika saya dan kamu  melebur bersama, kita tidak akan memberikan bahan-bahannya untuk seorang Haydn.”

Mozart berkata tentang Bethoven, ketika dia mendengarkan pemuda itu bermain, “Dengarkan kepada orang muda itu. dengarkan orang muda itu. Oh, dia akan membuat sebuah nama bagi dirinya sendiri, oh, orang muda itu.” Bethoven.

Atau dapatkah saya meletakkan hal ini ke dalam sebuah contoh bagi hidup, mungkin kita  dimana kita hidup dengan sedikit lebih dekat. Saya melihat Doak Walker dan Kyle Rote melawan Charlie “Choo-Choo” Justice di dalam permainan Bola Guling Kapas, ketika North Carolina datang kemari. Saya melihat dua bocah itu melawan dia dengan menyedihkan. 

Oh, Charlie “Choo-Choo” Justice, pada saat itu berharap menjadi pemain nomor satu Amerika. Dan ketika Doak Walker dan Kyle Rote bertanding bersama dia, dia sama seperti seorang pemain kelas dua.

Dan ketika pertandingan itu berakhir, saya berdiri di sana untuk melihat apa yang akan terjadi setelah peluit ditiup. Dan saya melihat orang itu, Charlie “Choo-Choo” Justice berjalan menghampiri Kyle Rote dan Doak Walker dan menjabat tangan mereka serta mengucapkan selamat kepada mereka atas permaianan mereka yang luar biasa.

Hidup dapat seperti itu: Di hadapan Allah, tidak ada penghakiman tetapi bersukacita bersama dengan saudara-saudara. 

Dan sekarang yang terakhir yang ingin saya sampaikan: Hidup di hadapan Allah itu sendiri. Saya telah berbicara tentang hidup diantara sesama dan sekarang saya ingin berbicara tentang hidup di hadapan Allah.

Salah satu dari sahabat awam saya, kemarin baru pulang dari sebuah perjalanan dan hal ini yang dia sampaikan kepada saya. Dia berkata, “Presiden Amerika Serikat, Jendral Eisenhower, mengundang 20 orang jemaat awam dari gereja Presbiterian untuk menjadi tamunya di Washington D.C.”

Istrinya adalah seorang Presbiterian—Istri Jendral Eisenhower. Dan ketika dia bergabung dengan gereja, bahkan sebagai Presiden Amerika Serikat, dia bergabung dengan gereja yang diimani oleh istrinya. Dan mereka adalah orang Presbiterian. Dan dia mengudang, tepatnya, 20 orang dari Presbiterian untuk menjadi tamunya di Washington D.C.”

Dan orang ini berkata kepada saya, katanya, “Ketika kami pergi ke gereja, kami mengadakan ibadah Perjamuan Tuhan.” Dan dia berkata, “Dan saya melihat kepada orang yang membawa elemen dari Perjamuan Tuhan kepada saya.”  Dan dia melanjutkan, “Saya menerimanya dari tangan John Foster Dulles.” Dan dia berkata, “Saya melihat ke sebelah kanan saya, dan yang melayani di gereja itu adalah dua orang dari anggota Kabinet Presiden Amerika Serikat”—melayani Allah.

Hari selasa minggu yang lalu saya berada di ibukota Negara bagian Tennesse dan melihat Gubernur Clement dilantik untuk kedua kalinya. Dan pesan yang dia sampaikan pada kesempatan yang kedua itu adalah sebuah khotbah dari Alkitab. Anda akan berpikir bahwa dia adalah seorang penginjil dari firman Allah. 

Dan seminggu sebelumnya gubernur Oklohama telah dilantik. Dia adalah seorang diaken dan seorang superintenden di Sekolah Minggunya. Dan gubernur dari Negara kelahiran saya itu berkata di dalam kata sambutannya, “Dalam memikul  tanggung-jawab untuk menjadi gubernur Oklahoma, saya melakukannya dengan perasaan bahwa saya tidak akan dapat menjalankan tugas-tugas dari kantor ini tanpa pertolongan dari Allah yang di sorga. Dan sebagai kepala esksekutif anda, saya  menganggap pemerintahan ini sebagai seorang pelayan Allah. Dan sebagai gubernur anda, dengan pertolongan Tuhan. Kita akan menjalankan pemerintahan ini dalam sebuah prinsip kekristenan yang kita percayai yang memiliki nilai lebih dan lebih baik di dalam pelaksanaannya.”

Saya berlutut kepada Allah Bapa dan berterimakasih kepadaNya atas hal itu, di dalam dunia yang kotor ini dan tamak serta menakutkan ini. Ada orang-orang di kepresidenan Amerika Serikat, di dalam kantor gubernur, di dalam kantor-kantor  kepala sekolah dari sekolah menengah kita, dan kepala universitas, pemimpin-pemimpin bank dan institusi-institusi penting lainnya, ada orang-orang yang berjalan dalam kesederhaan di hadapan Tuhan. Mereka percaya di dalam Dia.

Mereka melihat ke sorga sebagai panduan mereka, sebab tanpa hal itu maka kita tidak akan memiliki hidup yang berharga, dan mereka bekerja sama seperti mereka melakukannya untuk Tuhan.

Dan orang-orang muda, apa yang telah saya temukan di dalam mereka, saya ingin supaya anda memilikinya. Bagaimanapun hidup anda nantinya, hidup menjadi seperti apa, miskin atau kaya, menjadi terkenal atau tidak terkenal, hidup di dalam rumah yang besar atau sebuah rumah yang kecil, mengendarai sebuah Cadilla, atau dalam seluruh hidup anda hanya memiliki sebuah  mobil tua—bagaimanapun nantinya hidup anda menjadi apa, hal itu tidak masalah, hanya biarlah hidup kita ini hanya untuk Allah.

Dan ketika anda akan datang sampai pada ujung jalan itu, di sana akan ada Tuan dari semua pekerja, dengan sebuah pujian yang sangat manis untuk didengar selama hidup anda: “Sungguh baik sekali pekerjaanmu hai hambaKu yang setia, masuklah dan nikmatilah kebahagian bersama Tuanmu,” yang akan kita miliki sampai selama-lamanya.

            Baiklah. Kita akan menyanyikan lagu undangan. Selalu, di akhir ibadah kita, seseorang dari anda, berikanlah hati anda kepada Allah, letakkanlah hidup dan jiwa anda untuk percaya kepada Tuhan Yesus. Silahkan anda datang dan berdiri berdiri bersama saya. 

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.