Daftar isi

PERMULAAN DARI  AKHIR  BANGSA ISRAEL

(THE BEGINNING OF THE END OF ISRAEL)

 

02-23-86

Roma  9, 10, 11

 

            Judul khotbah kita adalah PERMULAAN DAN AKHIR DARI BANGSA ISRAEL. Saya telah menyiapkan sembilan khotbah di sekitar tema yang berhubungan tentang permulaan dan akhir. Permulaan dan akhir dari dunia, dari penderitaan, dari kematian, dari Setan, dari anugrah       Minggu berikutnya adalah PERMULAAN DAN AKHIR DARI GEREJA. dan khotbah yang terakhir, PERMULAAN DAN AKHIR DARI MILLENIUM. Dan hari ini, PERMULAAN DAN AKHIR DARI BANGSA ISRAEL.

            Sebagai latar belakang dari teks kita, mari kita membuka Yeremia pasal 30. Dan mari kita membaca bersama-sama dari ayat 7 hingga ayat 11.

            Yeremia pasal 30 berada di tengah-tengah Alkitab anda. Saya ingin anda mengingatnya ketika anda membukanya di mana Tuhan berfirman: “Segala bangsa yang kepadanya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan.”

            Apakah anda telah mendapatkannya? Yeremia pasal 30, dimulai dari pasal 7 yang akan dibaca hingga ayat 11.

            Kita baca bersama-sama: “Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; itulah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya. Maka pada hari itu, demikianlah firman Tuhan semesta alam, Aku akan mematahkan kuk dari tengkuk mereka dan memutuskan tali-tali pengikat mereka dan mereka tidak akan lagi mengabdi bagi orang-orang asing.

Mereka akan mengabdi kepada Tuhan, Allah mereka dan kepada Daud raja mereka, yang akan Kubangkitkan bagi mereka. Maka engkau janganlah takut, hai hambaKu Yakub, demikianlah Firman Tuhan, jamganlah gentar hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat yang jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka.

Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman dengan tiada yang mengejutkan. Sebab aku menyertai engkau, demikianlah firman Tuhan, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang keantaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tidak bersalah.” 

            Dalam sebuah keheningan dalam upacara yang kudus pada masa yang lalu, Abraham dan Allah mengambil seekor lembu betina, mengorbankannya, membaginya menjadi dua dan meletakkan bagian yang setengah itu di sebelah bagian yang lainnya. Allah dan Abraham kemudian mengambil seekor kambing betina, mengorbankannya, membaginya menjadi dua dan meletakkan bagian yang setengah itu di sebelah bagian yang lainnya. 

            Kemudian Allah dan Abraham mengambil seekor domba jantan, mengorbankannya, membaginya menjadi dua dan meletakkan bagian yang setengahnya di sebelah bagian yang lainnya. Kemudian Allah dan Abraham mengambil seekor merpati, meletakkannya di bagian yang satu. Dan seekor anak merpati dan diletakkan di sisi yang lainnya. Dan berdasarkan perjanjian kuno itu, Allah dan Abraham harus berjalan melewati potongan-potongan itu. Perjanjiannya adalah jika salah satu mengingkari perjanjian itu maka darahnya akan ditumpahkan dan anggota badannya akan terpotong-potong sebagaimana mereka telah mengorbankan binatang-binatang itu.

            Tetapi pada pasal 15, ketika perjanjian yang kudus dan khidmat itu dilaksanakan, Allah telah berfirman kepada Abraham: “Engkau akan memiliki seorang keturunan dan sebuah bangsa sampai selama-lamanya. Dan mereka akan seperti bintang-bintang yang tidak terhitung jumlahnya.”

            Ketika keduanya harus berjalan melewati korban yang suci itu, Tuhan Allah Yahweh berjalan sendirian. Sumpah dan perjanjian itu tidak didasarkan atas manusia. Janji itu terbentang dalam kesediaan dan kesetiaan Allah yang Mahakuasa. Akan ada sebuah bangsa dari keturunan Abraham sampai selama-lamanya.

            Ketika saya berpikir tentang permulaan bangsa Israel dan janji yang luar biasa itu, saya sangat kagum akan pemenuhannya di dalam kisah sejarah umat manusia. Sebagaimana yang dimulai dari Kejadian, ia tidak berasal dari Ismael tapi dari Ishak. Dan sebagaimana cerita berlanjut di dalam Kejadian, tidak berasal dari Esau tetapi dari Yakub. Tepat seperti itu, bukan Edom tetapi Israel.

            Dan selama ribuan tahun, janji itu tetap terpenuhi dengan setia. Saya tidak pernah melihat seorang Edom. Saya tidak pernah melihat seorang Girgisite.

            Saya tidak pernah melihat seorang Yebus. Saya tidak pernah melihat seorang Amon. Mereka telah terhilang selama ribuan tahun dari muka bumi ini. Tetapi Orang Yahudi tetap bersama dengan kita pada hari ini.  Saya telah melihat mereka dalam setiap kota-kota besar di seluruh dunia ini. Dan disini, mereka memiliki jumlah yang sangat banyak di kota Dallas ini.

            Allah berfirman: Segala bangsa yang keantaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engaku ini tidak akan Kuhabiskan.” Mereka adalah orang-orang yang berbeda dengan sebuah pemisahan dan sejarah yang tidak biasa. Seperti sebuah aliran sungai yang ditemukan dalam Samudra Atlantik yang luas, sebuah sungai yang memiliki lebar lima puluh mil dan kedalaman satu mil. Jadi demikian juga dengan aliran sejarah dari bangsa Israel yang berlanjut di setiap bangsa.  

            Budaya yang bagaimanapun, penganiayaan yang bagaimanapun, masyarakat yang bagaimanapun, mereka tetap memiliki sisa yang unik di hadapan Allah. Mereka adalah semak yang dilihat oleh Musa tetapi tidak terbakar.

            Dalam pasal 31, pasal selanjutnya dari Kitab Yeremia, Tuhan Allah berkata: “Beginilah firman Tuhan, yang memberi matahari untuk menerangi siang, yang menetapkan bulan dan bintang-bintang untuk menerangi malam, yang mengharu biru laut sehingga gelombangnya ribut, Tuhan semesta alam namaNya: sesungguhnya, seperti ketetapan-ketetapan ini tidak akan beralih dari hadapanKu demikian firman Tuhan, demikianlah juga keturunan Israel tidak akan berhenti menjadi bangsa di hadapanKu untuk sepanjang waktu.”

            Ini adalah sebuah cerita yang luar biasa. Ratusan dan ratusan tahun sebelum masa yang damai dari Yunani dan Roma. Kita melihat dalam Alkitab era keemasan Israel di bawah pemerintahan Daud dan Salomo. Dan ratusan tahun sebelum sejarahwan pertama Herodotus menulis sejarah. Kita telah memiliki catatan tentang perkembangan dari bangsa Israel.

            Tidak hanya bangsa, tetapi Allah telah menjanjikan sebuah tanah kelahiran. Ada sebuah bagian di dunia ini yang telah Allah dirikan bagi mereka sampai selama-lamanya. Sekarang Allah berfirman kepada Abraham: Pergilah dari negrimu. Aku akan memberkati engkau. Membuat engkau menjadi sebuah bangsa yang besar. Dan Tuhan Allah memperlihatkannya kepada Abraham dan berkata: Untuk keturunanmulah tanah ini akan Kuberikan.

            Dan Tuhan Allah berfirman kepada Abraham: Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan ke barat, ke utara dan ke selatan, sebab seluruh negeri yang kau lihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga. Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

            Allah telah mengingat perjanjianNya itu sampai selama-lamanya. Firman yang telah Dia tetapkan kepada seseorang dari ribuan generasi, perjanjian yang telah Dia buat bersama Abraham dan sumpah yang diberikan kepada Ishak dan yang diteguhkan kepada Yakub. 

            Dan kepada Israel untuk sebuah perjanjian kekal yang dikatakan kepadamu: Aku akan memberikan tanah Kanaan, sebagai kediamanmu sampai selama-lamanya. Tanah yang menjadi milik Israel.

            Ketika Yusuf meninggal, dia mengambil sumpah saudaranya dan berkata: Kamu akan mengambil tulang-tulangku kembali ke Kanaan, ke tanah Perjanjian. Ini merupakan sebuah fenomena yang paling tidak biasa yang anda lihat di dalam dunia. Orang Yahudi di tanah kelahirannya.  

            Beberapa kali saya mengadakan kunjungan bersama dengan Ben Gurion, perdana menteri yang pertama dari bangsa Israel yang modern. Dia adalah seorang petani. Dia adalah seorang petani di Barsyeba. Di Israel, Bangsa Yahudi adalah seorang petani. Beberapa dari antara mereka telah menetap di daerah Argentina Selatan, di tanah yang paling subur di dataran Amerika Selatan.

            Hal itu tidak lama hingga mereka secara besar-besaran pindah kembali ke kota Buenos Aires, ke semua kota-kota besar di Amerika Selatan. Saya tidak pernah melihat seorang petani Yahudi di dalam hidup saya hingga saya berkunjung ke Israel. Di kota kita, dalam semua kota-kota di dunia, dimana mereka telah tinggal, Orang Yahudi adalah seorang banker.

            Dia adalah seorang pedagang. Dia adalah seorang pemimpin perusahaan. Dia adalah seorang ahli fisika. Dia adalah seorang pengacara. Dia adalah seorang professional. Tetapi di Israel, dia adalah seorang petani.

            Jika anda telah mengunjungi Israel, anda telah berada di Kibutshim. Dan mereka tinggal di jalur hijau, tanah yang di depan mereka telah berubah menjadi padang gurun. Tanah yang berada di bawah olahan tangan mereka sangat hijau dan indah serta subur dan produktif. Mereka telah menjadi milik tanah itu. Dan tanah itu telah menjadi kepunyaan mereka.

            Pada permulaan bangsa itu dan dalam permulaan pembagian kediaman mereka di bumi, mereka akan memiliki seorang raja sampai selama-lamanya.

            Allah telah berjanji kepada Daud: “Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.” Dan janji kepada Daud itu akan dipenuhi oleh Allah. 

            Dan dalam Mazmur 89: “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihanKu. Aku telah bersumpah kepada Daud, hambaKu: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan ank cucumu dan membangun takhtamu turun temurun. Aku akan menegakkannya selama-lamanya. Dan sebagai sebuah kesetian di dalam sorga.”

            Akan selalu ada seorang raja yang terus duduk di atas takhta Daud. Dan Pilatus datang kepada Yesus dan berkata: “Apakah Engkau raja Yahudi?” dan Dia membuat sebuah definisi penegasan yang sangat jelas yang digambarkan dalam bahasa Yunani. “Engkau mengatakan bahwa aku seorang raja. Sampai akhir ini Aku telah memikulnya. Dan untuk alasan inilah Aku telah datang ke dalam dunia.” 

            Dia dilahirkan sebagai seorang raja. Dan orang-orang Majus datang dari timur dan berkata: Dimanakah Dia, Raja Orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Dia mati sebagai seorang raja. Dan mereka meletakkan tulisan di atas salibNya. Inilah Yesus, Raja orang Yahudi.

            Dan imam-imam datang kepada Tuhan Yesus—dan imam-imam datang kepada Pilatus dan berkata: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.” Dan Pilatus menjawab: gegraptai. Gegraptai—sebuah kata effektif yang tidak biasa dalam bahasa Yunani: “Apa yang kutulis tetap kutulis.” 

            Dia mati sebagai seorang raja. Dia masuk ke dalam kemuliaan dalam kejayaan seorang raja. Dalam Efesus 4: Tatkala Dia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan. Tuhan Allah dari seluruh dunia. Raja orang Yahudi, sebagai sebuah bangsa di tanah Perjanjian dan dengan seorang raja kekal. Akhir dari bangsa Israel.

            Dalam Kitab Roma pasal 9, 10, 11 merupakan  sajian tentang sebuah diskusi dari umat Perjanjian Allah. Kitab Roma merupakan sebuah disertasi doktrinal. Sebagaimana anda pergi ke sebuah perpustakaan dan melihat atau sebagaimana anda membeli sebuah buku sistematik teologi. Jadi, Kitab Roma merupakan sebuah disertasi doktrinal yang sistematik. Dan dalam disertasi doktrinal itu, pasal 9, 10, 11 merupakan pasal yang didedikasikan kepada diskusi dari Perjanjian Allah dengan Israel.

            Dalam pasal 11 ayat 1: “Adakah Allah mungkin telah menolak umatNya?” Ayat 2 “Allah tidak menolak umatNya yang telah dipilihNya.”

            Di dalam percakapan Yesus mengenai akhir zaman dalam Matius 24, Tuhan berkata: geneia ini tidak akan berlalu. Geneia, dari kata genealogi, kata generasi. Ras ini, angkatan ini, orang-orang ini, orang Yahudi ini tidak akan berlalu, tidak akan berlalu sebelum tujuan Allah terpenuhi. Mereka akan berada di sini ketika Aku akan datang kembali. Mereka berada di sini. Mereka akan berada di sini ketika Tuhan akan datang kembali. Tuhan akan menegakkan kembali bangsa Israel pada akhirnya sampai selama-lamanya di tanah Perjanjian mereka.

            Kitab Amos dalam pasal 9 ditutup dengan kata-kata ini dan sebuah janji: “Aku akan memulihkan kembali umatKu Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka.

Dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” firman Tuhan Allahmu.

            Dan di dalam pasal 30 dari Kitab Yeremia, nabi yang besar itu berkata, “ Dan Di tanah itu, orang-orang Ibrani akan berbicara kembali dengan bahasa mereka.”

            Pada tahun 587 B.C., bangsa itu di bawa ke pembuangan, ke dalam Babel. Dan mereka melupakan bahasa mereka. Mereka berbicara dalam bahasa Aram. Ketika mereka  kembali ke Yehuda, mereka berbicara dalam bahasa Aram. Ketika Yesus hidup di dunia, Dia memakai bahasa Aram. Sejak tahun 587 B.C., bahasa Ibrani telah pudar, tidak dipergunakan lagi dan dilupakan.

            Tetapi Yeremia berkata: Orang-orang ini akan kembali ke tanah Perjanjian. Dan mereka akan berbicara di tanah itu dengan bahasa mereka sendiri yaitu bahasa Ibrani. Dan jika anda pergi ke Israel pada hari ini, dan saya berdoa supaya banyak dari anda yang akan pergi ke sana. Anggota Orkestra dan paduan suara, dan saya akan pergi ke Israel pada bulan juni yang akan datang. Jika anda pergi ke Israel pada masa ini, maka bahasa yang akan anda dengar adalah bahasa Alkitab. Itu merupkan bahasa kuno dari orang Yahudi, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Yeremia: Di tanah ini mereka akan kembali berbahasa Ibrani.

            Dan rakyat Israel, ketika mereka kembali, mereka kembali dalam ketidak percayaan. Mereka kembali tanpa pertobatan. Jika anda pergi ke Israel, anda akan sangat takjub, anda akan berkata bahwa masyarakat Israel secara umum adalah orang atheis. Hanya ada sekelompok kecil yang merupakan ultra orthodoks Yahudi. Tetapi secara umum mereka adalah orang-orang yang tidak percaya. Mereka atheis. Salah satu fenomena yang sangat luar biasa pada zaman kita ini. Mereka kembali dalam ketidakpercayaan mereka.

            Pasal 36 Kitab Yehezkiel menggambarkan tentang kepulangan mereka dalam ketidakpercayaan.

Kemudian dia berkata dalam ayat 25: “Aku akan mencurahkan kepadamu air yang jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu.”

            Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

            Di tanah itu, ketika orang Israel kembali, mereka kembali dengan tidak memiliki kepercayaan, tanpa pertobatan, di sana Tuhan akan membawa orang-orang dari masa lalu tanpa sebuah kepercayaan dan yang tidak pernah membayangkan sebuah mujijat. Akan tetapi semua orang Israel akan diubah. Mereka akan diselamatkan. Mereka akan bertobat.            Sebagaimana Yesaya pasal 66 berkata: “Sebuah bangsa akan lahir dalam suatu hari.” Bagaimana hal itu dapat terjadi? Nabi Zakharia menjelaskannya dalam pasal 12 dan 13 serta 14. Nabi Zakharia berkata: Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang yang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.

Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran. Dan mereka akan berkata: Bekas luka apakah yang ada pada badanmu ini?

            Lalu ia akan menjawab: Itulah luka  yang ku dapat di rumah sahabat-sahabatku. Pada waktu itu kakiNya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur. Bukit Zaitun itu akan terbelah dua dari timur ke barat. Maka Tuhan akan menjadi raja atas seluruh bumi; pada waktu itu Tuhanlah satu-satunya dan namaNya satu-satuNya.

            Sebuah nubuatan yang sangat luar biasa. pada hari itu, di akhir ringkasan dari seluruh sejarah, ketika orang-orang Israel akan berkumpul kembali di tanah Perjanjian mereka, Tuhan Allah yang penuh kemuliaan akan menampakkan diri atas mereka dan memperlihatkan kepada mereka bekas luka di tanganNya.

            Sebuah pencurahan dari pentahairan secara besar-besaran akan di buka. Dan mereka akan dipertobatkan, diubah, diselamatkan dan diterima serta menerima Mesias Tuhan Allah mereka. Sukar bagi saya untuk mempercayai hal seperti itu. Sulit untuk membayangkan hal seperti itu.

            Apakah anda mencatat dalam bagian yang sudah kita baca bersama? Akan ada sebuah masa kesusahan bagi Yakub, masa yang sukar bagi Yakub. Itu merupakan minggu ketujuh dari nubuatan Daniel. Di tenga-tengah minggu itu mereka akan membuat sebuah perjanjian dengan Anti Kristus. Dan Anti Kristus akan mengingkarinya. Dan kemudian akan diikuti oleh  masa penganiayaan selama tiga setengah tahun yang disebut dengan he thilipsis he megale, sebuah kesusahan besar.

            Sebuah hal yang sangat luar biasa selama setiap hari bagi umatNya yang telah menolak Mesias yang adalah Tuhan Raja mereka, tiga setengah tahun dan berlangsung setiap hari, mereka menderita dalam kesusahan yang besar itu.

Dan di akhir dari kesusahan Yakub, di akhir minggu ketujuh Daniel, di akhir masa kesusahan besar, Tuhan Yesus akan menampakkan diriNya. Dan mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam. Dan mereka akan dipenuhi dengan kedukaan serta bertobat dan menerima Tuhan.

            Mari saya tunjukkan kepada anda, sebuah hal kecil di dalam Alkitab yang mengkonfirmasikan hal itu. Apakah anda ingat dalam 1 Korintus 15? Paulus menjelaskan tentang orang yang menerima Tuhan.

            Dan kemudian dia berkata: Dan aku juga, sama seperti seorang anak yang lahir sebelum waktunya. Itu merupakan cara dari Alkitab versi King James dalam menerjemahkannya. Aku juga percaya kepada Yesus Kristus, untuk menerima Tuhan Yesus sama seperti seorang anak yang lahir sebelum waktunya.

            Itu merupakan sebuah terjemahan dari ektroma. Ektroma saya datang untuk menerima Tuhan sama seperti anak yang belum lahir pada waktunya. Itu adalah sebuah kelahiran sebelum waktu dari kelahiran berlangsung secara normal. Dan itu yang dia maksudkan dengan ektroma? Seperti seseorang yang lahir sebelum aku seharusnya telah lahir. Dia menunjukkan kepada hari dimana seluruh Israel akan menerima Tuhan dan Dia telah menerima Tuhan sebelum masa itu.

            Sebuah janji yang luar biasa. Betapa hebatnya firman Tuhan yang menyatakannya kepada kita. Di dalam desertasi Kitab Roma, dia menutup hal itu dengan kalimat ini: Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini, rahasia Allah yang tersimpan di hatiNya.

            Biarlah anda bijaksana di dalam kesombaongan anda sendiri, anda bangsa-bangsa non Yahudi yang dibutakan dalam bagian yang telah terjadi kepada Israel hingga pleorama, jumlah bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalamnya. Hingga orang non Yahudi datang menelusuri lorong ini untuk memberikan hatinya kepada Tuhan. Dan ketika orang non Yahudi yang terakhir masuk ke dalam kerajaan Allah, maka seluruh Israel akan diselamatkan.

            Sebagaimana hal itu tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub. Dan inilah perjanjianKu dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka. Mengenai Injil, mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah karena nenek moyang. Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya.”

            Bukankah itu cara kita dalam memulai khotbah ini? Dalam sebuah perjanjian kudus, hanya Allah yang berjalan melewati korban itu. Perjanjian, sumpah dari Allah tidak bergantung atas manusia. Hal itu bergantaung pada kesetiaanNya. Dan Paulus berkata di sini: Panggilan dan pilihan dan sumpah serta Perjanjian Allah tidak berubah. Tanpa penyesalan dari Allah.

            Dan Allah akan memegang janjiNya kepada Abraham, kepada Ishak, kepada Yakub, kepada Israel. Dan setiap firman yang telah Dia ucapkan, Dia memegangnya dengan teguh. Betapa Allah yang sangat luar biasa. Saya tidak dapat membantu tetapi berpikir dan berdoa bersama dengan asisten saya yang manis dan sahabat saya, Ed Pool. Kami telah berdoa sebelum kami datang ke dalam ibadah ini.

            Di telah berdoa, dia telah berada di sini dalam ibadah yang ke delapan ratus lima belas, tentu saja dan dengarkan saya yang akan menguraikannya secara terperinci. Dan dia berkata, “Terima kasih Allah untuk kesetiaanMu. Karena jika Engkau memegang teguh janjiMu terhadap Abraham, maka Engkau akan memegang teguh janjiMu kepadaku dan kepada kami. Jika Engkau mengingkari janjiMu kepada Abraham, bagaimana aku tahu bahwa Engkau tidak akan mengingkari janjiMu kepadaKu?” Ini adalah sebuah kesetiaan Allah, yang berdasarkan kepada belas kasihanNya yang besar yang diberikan kepada kita sebagai tebusan. 

            Saya harus menutup khotbah ini. Saya akan mengakhiri bukan hanya dengan bangsa Israel dan bukan hanya dengan kepemilikan mereka terhadap tanah itu dan pertobatan mereka yang luar biasa. Dapatkah saya mengakhirinya juga dengan kedatangan Raja? Kedatangan Raja mereka. Dia adalah Tuhan kita Yesus dan Juruselamat kita.

            Setelah kesusahan dan sesudah semua tragedi yang meliputi bangsa Israel yang telah menyangkal dan mencela serta menolak Tuhan dan Juruselamat. Maka anda akan sampai kepada bagian klimaks dari penyataan pada penampakan Tuhan Kita yang datang dari sorga. 

            Dan dalam pasal 19 Kitab Wahyu, sebelum kita memiliki langit baru dan bumi yang baru, bukankah kita bisa melihat pemandangan yang luar biasa: “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. Dan mataNya bagaikan nyala api. Dan di atas kepalaNya terdapat banyak mahkota. Dan Ia memakai jubah yang telah di celup dalam darah dan namaNya ialah “FIRMAN ALLAH.” Dan pada jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, Yaitu: RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN SEGALA TUAN.”

            Ketika Yesus akan datang kembali..

            Saya telah menjadi seorang tamu di rumah seorang diaken yang saleh di Oslo, Norwegia. Dia telah tinggal selama pendudukan Nazi atas negerinya yang indah. Dan dia memberitahukan saya dengan teliti bagaimana mereka hidup melewati hari-hari itu. Raja mereka Pangeran Charles Hacoon 1905-1957, raja yang mereka kasihi dan hormati. Pada tahun 1940, Ketika Quisling menyerahkan pemerintahan dan bangsa itu kepada Hitler. Dia pergi ke pengasingan. Mereka pergi ke Inggris. Dia telah menikah dengan putri raja Inggris. Dan selama lima tahun selama pendudukan yang mengerikan itu, raja berada dalam pengasingan.

            Dan diaken yang saleh itu berkata, “Dari waktu ke waktu ada pesawat yang terbang dari Inggris, mrereka akan menjatuhkan ribuan selebaran di ibukota Negara Oslo. Dan selebaran itu berasal dari dia. Dalam rasa sakit dan kematian, kami memungutnya. Dan kami akan membawanya ke rumah, dan menutup pintu erat-erat. Dan di dalam kegelapan yang samar-samar itu, kami akan membaca selebaran itu, yang dijatuhkan dari langit.”

            Dia berkata, “Selebaran itu berasal dari Raja Hocoom. Dan raja memberitahukan kepada rakyat yang dikasihinya di Norwegia, ‘Jangan menjadi putus asa dan kehilangan semangat. Aku akan kembali. Aku akan datang kembali. Kita akan memperoleh kemenangan. Bangkitkan hatimu dan semangatmu. Aku akan kembali.’

            Dan kami turun ke pelabuhan dan airnya bergolak di kota itu. Kami berdiri di sana.”  Dan dia melanjutkan, “Anda melihat tempat itu?” Dia terus berkata, “Pada tahun 1945, kapal berlabuh di sana. Dan raja kami, Raja Hocoon melangkah di atas pantai kami, di sebelah sana.” ‘Ketika kami melihat Dia dan dia melangkah di pantai kami.” Dia berkata, “Saya tidak dapat menggambarkan pemandangan yang indah itu. Kami bersorak. Kami bertepuk tangan. Kami melemparkan topi kami ke atas. Kami berteriak. Kami menangis. Kami berpelukan satu sama lain. Kami bersukacita. Raja kami telah datang. Kami telah bebas dan merdeka serta dilepaskan. Raja kami telah kembali.” 

            Dan pada tempat itu, di Bukit Zaitun, kakiNya akan menjejak bumi. Dan seluruh bumi akan bangkit untuk menyambut kedatanganNya. Bersorak-sorai, bersukacita, merasa lega dan menang. Tidak ada lagi kematian. Tidak ada lagi penderitaan. Tidak ada lagi tangisan. Tidak ada lagi rasa sakit. Sebab semua hal itu telah berlalu.

 

Semua kuasa menyambut

Dalam nama Yesus

Biarkan malaikat bersujud

Membawa mahkota kerajaan

Dan memahkotai Dia, Tuhan dari semua

Engkau yang terpilih dari ras Israel

Engkau yang telah ditebus dari kejatuhan

Sambutlah Dia yang telah menyelamatkan engkau

Dengan anugerahNya

Dan mahkotailah Dia sebagai Tuhan atas semua

 

            Datanglah Tuhan Yesus, raja yang Mulia. Jika kami mengenal hati kami, kami telah siap. Datang dan sambutlah.

 

Alih bahasa; Wisma Pandia, Th.M.