Daftar isi

DITEBUSAN DARI PENDERITAAN

(REDEMPTIVE SUFFERING)

10-17-54b

Roma 8:17-25

 

Malam ini kita akan mengambil khotbah kita dari pasal delapan ayat 17 hingga ayat 25, dalam seri khotbah kita melalui Kitab Roma. Sekarang kita akan membaca firman Allah dari pasal delapan Kitab Roma dari ayat 17 hingga ayat 25:  

            “Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

Tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.”

            Judul khotbah kita hari ini adalah: “Penderitaan makhluk Tebusan.” Di dalam pembaharuan dunia. Maka seluruh dunia akan diciptakan ulang. Semua ciptaan akan termasuk di dalamnya. Cakrawala yang di atas. Bumi yang di bawah, burung-burung di udara, ikan-ikan di lautan, semua mahluk yang merayap dan manusia yang berjalan di dunia.

            Bunga-bunga yang mekar, pohon-pohonan, rumput-rumput yang ada di padang, semua yang telah Allah ciptakan, akan diperbaharui kembali. Semua yang telah Allah ciptakan akan diciptakan kembali. Akan ada sebuah bumi yang baru dan langit yang baru.

            Semuanya itu bersifat kekal, rencana dari Allah Mahakuasa yang kokoh teguh. Di dalam tiga ayat di atas, kita dapat membaca keseluruhan pekerjaan Allah di dalam penciptaan, dari permulaan hingga akhir.

            Di dalam pasal pertama Kitab Kejadian, selama enam hari, ketika semua pekerjaan penciptaan Allah telah selesai, Alkitab berkata: “Dan Allah melihat bahwa semua yang telah diciptakanNya sungguh amat baik.”

            Di dalam ayat teks ini, Roma 8:22: “Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.”

            Dan dalam Wahyu pasal 22 ayat 3 dikatakan: “Dan di sana tidak akan ada lagi laknat.”

            Itu merupakan keseluruhan bagian dari pekerjaan dan tujuan Allah. Pada mulanya semuanya sempurna. Semuanya sangat baik. Kemudian menjadi tidak baik, tetapi pada suatu hari, semuanya akan baik dan menjadi sempurna kembali.

            Ketiga ayat di atas merupakan masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang dari pekerjaan Allah terhadap penciptaan alam semesta ini. Apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi. Kesempurnaan ada pada permulaannya akan tetapi kemudian manusia mengalami kebinasaan. Dan sekarang dia menanggung penghukuman. Dan pengharapan yang mulia akan menggerakkan kita pada saat sekarang ini.

            Pada mulanya, Allah melihat semuanya yang Dia lakukan sangat amat baik. Dan sekarang, seperti yang kita ketahui semua mahluk ciptaan mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin hingga saat ini. Dan pengharapan yang baru akan datang. Akan ada langit baru dan bumi yang baru. Dan di sana tidak akan ada lagi kutukan.  

            Di dalam skema yang mulia itu. Di dalam rencana Allah yang besar dan penuh berkat itu, Paulus menuliskan beberapa hal yang luar biasa. Dalam ayat 19 dia berkata, “Sebab dengan sangat rindu seluruh mahluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.”

            Kata Yunani yang dipakai di sini adalah Apokalupsis. Dan banyak di dalam Alkitab anda, anda tidak akan menemukan di dalam kitab terakhir Alkitab yang di sebut sebagai Wahyu, anda menyebutnya sebagai Penyataan. Apokalupsis di dalam bahasa Yunani memiliki arti “selubung.” Yang diterjemahkan sebagai “Wahyu.”

            Penyataan, selubung, seluruh mahluk, kata Paulus, semuanya menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 

            Untuk seluruh ciptaan, Paulus berkata, telah dibuat sebagai taklukan bagi kesia-siaan, kegagalan, kemandulan, tidak menurut, bukan berdasarkan diri sendiri. Itu merupakan sebuah kutukan bagi kehendak manusia. Allah tidak pernah membuat tanah untuk menumbuhkan semak dan duri.

            Allah tidak pernah bermaksud menjadikan sebuah Gurun Sahara untuk melepas semua kegelimangan dunia. Tujuan Allah bagi semua ciptaan untuk kembali menjadi sama seperti Taman Eden. Tetapi seluruh ciptaan telah menjadi sebuah taklukan bagi kesia-siaan, kegagalan, kemadulan, dan semuanya telah menjadi sebuah kutukan bagi kehendak manusia.

            Seluruh ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, kegagalan, dan kemandulan, akan tetapi dengan alasan yang sama, Dia telah menjadi sebuah taklukan untuk pengharapan yang sama. Allah telah melakukannya. Allah telah mengutuk tanah yang dihitungkan kepada kesalahan manusia. Tetapi Dia melakukannya dengan tujuan yang tidak terbatas yaitu untuk menuju sebuah kesempurnaan yang lebih baik. Dan pada suatu hari Dia akan membawa kita ke dalam sebuah langit baru dan bumi yang baru yang jauh lebih baik.          

Karena seluruh ciptaan itu sendiri juga akan dilepaskan dari seluruh perbudakaan kebinasaan kedalam pembebasan yang mulia dari anak-anak Allah. Seluruh mahluk akan dilepaskan dari perbudakan kebinasaan.

            Akan ada sebuah hari ketika tanah tidak akan lagi menghasilkan semak dan duri. Akan ada suatu hari dimana seluruh hewan tidak akan lagi menderita dan mengalami kematian.

            Setiap kali anda melalui sebuah trotoar dan disana anda melihat sebuah mahluk kecil yang meloncat  yang telah terinjak dan mati. Setiap kali anda berkendaraan di jalan raya dan di sana ada seekor armadillo dan sebuah mobil telah melintas di atasnya atau seekor tupai yang melintas di jalanan di mana kita tinggal. 

            Setiap tempat di dalam dunia ini, di mana anda melihat bangkai dari makhluk bumi yang malang, hal itu mengingatkan kita, bahwa perbudakan kebinasaan telah masuk ke dalam dunia ini akibat dari dosa-dosa manusia.

            Allah tidak pernah menciptakan sebuah mahluk untuk mati. Allah tidak pernah menciptakan sebuah mahluk dengan  gigi taring dan cakar. Allah tidak pernah menciptakan sebuah makhluk untuk memiliki racun. Dia tidak pernah bermaksud untuk  membuat ular derik yang beracun atau ular kecil yang berbisa, tetapi hal itu terjadi akibat dari dosa dan pemberontakan manusia yang tidak taat terhadap perintah Allah.

            Dan seluruh makhluk kena imbasnya serta menjadi budak dari kebinasaan. Dan kematian yang kita lihat di setiap tempat merupakan “kepastian”  kepada kutukan yang mengerikan yang di jatuhkan ke atas dunia kita. Sebab kita tahu bahwa seluruh makhluk sama-sama mengeluh dan semua makhluk sama-sama mengalami sakit bersalin. Dan hal yang sama juga terjadi atas burung-burung.

            Ketika anda memiliki seseorang yang mengadakan perjalanan, kata yang sama bahkan secara figurative atau secara nyata juga di gunakan untuk burung-burung yang mengadakan pengembaraan. Dan kita tahu bahwa seluruh makhluk mengeluh dan  sama-sama merasa sakit bersalin hingga saat ini.

            Pengembaraan, akan ada sebuah hari yang baru. Akan ada sebuah hari yang baru bagi seluruh makhluk di dunia ini, tidak hanya bagi umat manusia. Tidak hanya bagi orang-orang. Tetapi untuk seluruh ciptaan Allah. Semua makhluk Allah di dunia akan dilepaskan dari perbudaakan kebinasaan.

            Saya tidak dapat mengatakan secara jelas tentang hal ini, tetapi hal itu akan tepat seperti ini. Tetapi yang dapat saya katakana tentang semua hal ini berdasarkan Kitab Allah melihat hal itu, menjelaskan hal itu, bahwa semua burung-burung yang mati akan hidup kembali. 

            Binatang-binatang yang telah mati akan hidup kembali. Serangga-serangga yang telah mati akan hidup kembali. Seluruh makhluk di bumi akan dilepaskan dari perbudakan. Dan kemudian mereka tidak akan lagi memiliki sengat, semut tidak akan lagi menggigit dan tidak akan lagi memiliki racun. Mereka tidak akan lagi memiliki taring dan cakar. Tetapi semua akan menjadi sempurna sebagaimana yang ditetapkan Allah.

            Apakah anda pernah memperhatikan kupu-kupu. Kadang-kadang mereka merupakan makhluk yang sangat indah. Allah bermaksud bahwa semua serangga akan menjadi indah sama seperti kupu-kupu. Bahkan seekor ular. Pernahkah anda memperhatikan warna-warna yang indah pada seekor ular?      

Allah menciptakan ular seperti itu di Taman Eden, ia merupakan hewan yang sempurna. Dan beberapa dari keindahannya itu masih terlihat dalam warna-warna yang menghiasinya yang terlihat indah walaupun kemudian akhirnya tersamar oleh debu tanah.

            Hal itu terjadi karena dia dikutuk dan merayap di atas debu dan makan debu tanah seumur hidupnya. Akan tetapi Allah tidak pernah bermaksud untuk membuatnya seperti itu.  Dan pada suatu hari Allah akan memperbaharui semua itu di seluruh alam semesta ini.

            Dan burung-burung akan menjadi indah dan sempurna. Dan serangga-serangga akan terbang dan memiliki keindahan seperti kupu-kupu. Dan semuanya kana menjadi indah di tangan Allah yang akan membuatnya sempurna. Dan lihatlah semuanya akan menjadi amat sangat baik.

            Ketika kita pergi ke surga, kita tidak akan pergi ke sana sendiri. Menjadi kesepian serta semuanya berlalu. Tetapi kita akan memiliki pepohonan. Semua pohon-pohon akan diciptakan ulang dan tidak akan binasa lagi. Mereka tidak akan berguguran. Daun-daun mereka akan menjadi obat bagi kita. Dan mereka akan berbuah sepanjang masa. Dan akan menghasilkan setiap saat.

            Tidak hanya pada musim semi buahnya akan matang, tetapi mereka akan berbuah sepanjang masa. Pohon-pohon akan menjadi pohon yang diharapkan Allah sebagaimana mereka seharusnya. Akan menghasilkan buah setiap bulan. Dan sungai-sungai tidak akan meluap hingga ke tepi. Dan kita tidak akan percekcokan dan orang-orang yang butuh perhatian mengetuk pintu kita

            Tetapi semuanya akan sempurna, semuanya akan menjadi seperti yang diharapkan oleh Allah. Sekarang kita masih dalam perbudakan kebinasaan, tetapi kita akan meninggalkan semua rasa sakit dan diubahkan menjadi ciptaan yang baru. Dan tidak hanya mereka, tidak hanya makhluk ciptaan, tetapi kita juga akan memiliki buah yang sulung dari roh. Sekalipun kita sekarang mengeluh di dalam diri kita, tetapi kita menunggu sebuah pengangkatan, yaitu penebusan tubuh kita.

            Bukankah itu sebuah hal yang menggelikan? Bukankah itu sebuah hal yang aneh? Tuhan Allah memulai dengan tubuh manusia, dengan tubuh yang terbuat dari tanah liat dan menjadi kemah kita. Allah memulai dengan sebuah tubuh. Dan Allah akan mengakhirinya dengan tubuh kita. Pembaharuan dari yang fana, menjadi tubuh yang mulia yang akan kita tinggali.   

            Saya telah berkhotbah pada suatu hari. Saya telah berkkhotbah dari Injil Lukas pasal 24. Saya berkhotbah dari bagian dimana Yesus berkata: Mengapa kamu terkejut dan timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.”    

            Dan Dia berkata: “Adakah padamu makanan di sini?”  Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng.  Dan Ia mengambilnya dan memakannya di depan mereka. Dan hal yang sama juga terdapat dalam Injil Yohanes.

            Mari dan ulurkan tanganmu, letakkan jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambungKu. Ini adalah diriKu sebagaimana yang kamu lihat.

            Saya telah mengkhotbahkan itu di dalam tema tentang kebangkitan, di dalam dunia yang baru, jauh di sana di dalam kemuliaan, di dalam sorga, bahwa sorga adalah sebuah tempat. Dan harus merupakan sebuah tempat karena tubuh membutuhkan sebuah tempat.

            Anda mungkin dapat menempatkan lima ribu roh dalam bagian sebuah alat kecil di sana. Dan saya tidak tahu berapa banyak roh yang dapat anda tempatkan dalam alat yang kecil itu, akan tetapi saya tahu bahwa anda tidak mungkin dapat menempatkan sebuah tubuh pada alat itu. 

            Sebuah tubuh harus memiliki sebuah ruang dan Yesus memiliki sebuah tubuh. Dia telah bangkit dari kematian, dan di dalam tubuh yang Dia tinggali di dalam dagingNya. Dan kita akan dibangkitkan sama seperti Dia. Anda akan tetap menjadi anda. Hanya saja dengan tubuh yang lebih baik dan demikian juga dengan saya.

            Hal itu akan terjadi dengan anugerah Allah, kita semua. Diciptakan ulang. Hal itu yang telah saya khotbahkan. Dan di sana ada beberapa orang, yang memiliki iman yang berbeda dan kepercayaan yang berbeda.

            Dan di dalam iman serta kepecayaan mereka, mereka berkata pikiran adalah segala sesuatu dan ketika anda sakit, anda hanya memperoleh sedikit saluran di dalam pikiran anda, anda tidak sungguh-sungguh sakit. Dan bahwa anda tidak mati, anda hanya berpikir bahwa anda telah mati. Anda hanya tidak memiliki sebuah tubuh dan tidak memiliki materi, hanya sebuah pikiran.

            Dan hal itu adalah kepercayaan mereka. Dan seseorang yang memiliki kepercayaan itu berada di sana ketika saya berkhotbah. Dan ketika mereka keluar, mereka sangat-sangat muak.

            Dan mereka berkata kepada keluarga yang membawa mereka, dan seseorang berkata, “Saya tidak pernah mendengar khotbah yang sangat menekankan materi seperti itu. Tidak pernah sama sekali.”

            Mengapa tanya seseorang lainnya, “hal ini adalah kebenaran rohani yang besar. Kita tidak akan memiliki materi. Kita tidak akan memiliki tubuh. Kita tidak akan memiliki sebuah objek duniawi atau objek waktu serta ikatan terhadap materi.”

            Tetapi di sana, kita semua akan menjadi roh. Dan kita semuanya akan menjadi pikiran. Dan semuanya akan memiliki intelektualitas yang tinggi.”

            Baiklah, jika hal itu yang akan terjadi. Saya tidak tertarik untuk pergi ke sana. Saya tidak tinggal dalam kekekalan hanya dengan sepotong roh, roh yang tanpa tubuh. Menakutkan bagi saya untuk mati jika memikirkan hal itu. Saya bahkan tidak menyukai ide itu. Dan tidak senang akan ide itu.

            Dan bukan hanya saya sendiri. Paulus juga tidak suka. Di dalam surat 2 Korintus di dalam pasal 5, Rasul Paulus berkata: “Selama kita diam di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan  tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang.”

            Sama seperti yang dikatakan di sini: “Kita juga mengeluh di dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.”

            Di dalam surat 2 Korintus pasal 5 Paulus berkata: Sebab dengan demikian kita berpakaian dan tidak kedapatan telanjang: tepat, bahwa kita tidak menginginkan diri kita yang tanpa sebuah tubuh. Tidak ada seorangpun yang memiliki intelektual yang tinggi atau kepercayaan atau pengetahuan yang melihat ke depan untuk sebuah roh yang tidak memiliki tubuh.

            Paulus berkata: Bukan berarti kita menginginkan roh yang tanpa tubuh, yang telanjang, tetapi mengenakan pakaian yang baru, supaya yang fana itu ditelan oleh yang hidup.

            Perkataan Paulus di sini adalah: Apa yang kita lihat ke depan adalah sebuah tubuh yang baru, sebuah kediaman yang baru, sebuah kemah yang baru, yang tidak dapat binasa. Rambut kita tidak akan memutih, dan tidak rontok. Pemglihatan kita akan tetap baik serta seluruh anggota badan kita akan tetap kuat. Mereka tidak akan bertambah tua. Tetapi kita akan tetap terlihat sebagaimana yang Allah inginkan sebagaimana seharusnya kita.

            Itu yang kita inginkan. Dan itu yang kita harapkan jauh ke depan. Saya ingin menjadi tampan, bukankan begitu juga dengan anda? Oh, pikirkanlah itu. Baiklah saudaraku, saya ingin menjadi tampan pada hari itu. Dan bukankah anda juga ingin cantik? Tidak perlu untuk pergi ke salon kecantikan, hanya buatlah jalan itu dan nantikan saat itu.

            Perolehlah sesuatu yang bersifat permanen dan hal itu akan terjadi di dalam kekekalan. Pikirkanlah hal itu. Bukankah hal itu sangat mulia? Hal itu sangat indah dan luar biasa. Dan itu yang Alkitab sampaikan.

            Alkitab tidak berkata tentang roh yang tanpa tubuh. Dapatkah saya menyampakaian hal yang seperti ini? Kitab Suci, Kitab Allah tidak menyukai roh yang tanpa tubuh, sama seperti alam yang tidak menyukai kekosongan. Alam tidak dapat menghasilkan kekosongan. Alam harus dipenuhi.

            Jadi dengan peryataan yang kudus ini. Kitab Allah tidak menghasilkan roh yang tanpa tubuh. Firman Allah tidak bebrbicara tentang kematian tubuh dan pembebasan roh dan roh tetap sebagai roh.

            Yesus berkata: Dan pada hari yang ketiga, Aku akan bangkit kembali. Pada hari yang ketiga, hidup kembali. Pada hari yang ketiga Aku akan mengenakan ketidakbinasaan dan Dia telah melakukannya.  

            Dan itu yang telah terjadi dengan Dia. Dia memiliki sebuah tubuh dan Dia berada dalam kemuliaan. Dan pada suatu hari kita juga akan dibangkitkan. Kita akan dibangkitkan dan mengenakan tubuh yang tidak dapat binasa. Kita akan memiliki sebuah tubuh dan semua makluk akan diperbaharui sama seperti kita.

            Betapa sebuah pengharapan yang mulia. Sebab kita diselamatkan oleh pengharapan, bukan. Sebab kita diselamatkan untuk pengharapan ini. Kita diselamatkan untuk pengharapan yang tetap ini. Kita hidup sebagai orang Kristen untuk pengharapan ini. Pengharapan mereka yang hidup dalam dosa bukanlah pengharapan. Ketika seseorang berada di dalam dosa, pengharapan apa yang dia harapkan?

            Kita belum melihat hal itu. Kita masih masih dalam kefanaan. Kita masih berada dalam penderitaan. Kita masih berdiam di dalam kemah yang fana ini. Tetapi kita mengharapkan hal itu, sekalipun kita belum melihat. Tetapi dengan sabar kita menantikan hal itu. Hal itu akan segera datang. Hari yang penuh dengan kemuliaan dan sukacita akan segera datang.

            Sekarang, orang-orang modernisme yang menganut materialisme dan orang atheistik yang kafir hanya melihat ke tahun-tahun yang singkat berada di depan dan mereka semua dapat melihat, dan semua hal yang mereka teliti hanyalah kematian, cahaya kegelapan, pada akhirnya. Hanya itu.

            Ketika mereka berpikir tentang kita, manusia yang terdiri dari materi semata, ketidak setiaan yang menyolok. Semua yang mereka lihat dan yang mereka ketahui hanyalah bahwa manusia hanya menjadi pion dari sebuah kekuatan yang dia sendiri tidak dapat tahan. Kita hanya sebuah permainan di hadapan sebuah kekuatan yang bodoh, yang tidak dapat di tawar, yang tidak memiliki kepribadian dan tidak memiliki hasrat.

            Kita hanya budak dari banyak sistem. Produk dari pemikiran keadaan dan hereditas. Hanya itu dan tidak lebih.

            Tetapi bagi orang Kristen, bagi manusia Allah, kepada setiap orang yang percaya kepada pernyataan dari Tuhan Yesus Kristus, dalam seluruh ciptaan di dunia yang luas ini, di dalam kesukaran dan penderitaan ini, dalam semuanya itu, Allah memiliki sebuah rencana yang mulia dan tidak terbatas.

            Sekarang bolehkah saya berbicara tentang rencana itu? Sebagaimana yang Paulus gambarkan di sini. Tetapi saya berpendapat bahwa penderitaan di dunia yang sekarang ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

            Sebab kita adalah anak-anak Allah. Yang mejadi ahli waris bersama dengan Kristus. Jika demikian, maka kita juga akan menderita bersama Dia, sehingga kita juga akan dimuliakan bersama-sama dengan Dia.

            Dan kemudian kita kembali kepada topik yang semula: Bahwa semua makhluk ciptaan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, untuk kematian, bukan karena kehendaknya sendiri akan tetapi oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya, tetapi dengan alasan bahwa Allah juga akan memberikannya kepada pengharapan yang sama. Allah mengizinkan hal itu dan Allah melakukan semua ini.

            Kutukan itu datang ketika manusia memberontak dan kematian dijatuhkan atas kita. Allah mengizinkan semua itu dan melakukan semua itu. Karena disana ada sebuah jangkauan yang luas dari yang Mahakuasa untuk menerima kemuliaan yang sama, sebagai tujuan akhir dan akhir yang kudus sebagaimana yang Allah buat bagi kita dan dunia ini.

            Di dalam remcana Allah, yang menjangkau semuanya, rencana Allah termasuk penderitaan dan pencobaan, kegagalan dan semua kekhawatiran dan beban hidup. Seperti yang dikatakan: Mengeluh di dalam hati kita. Dan itu memiliki tempat dan memiliki sebuah bagian.

            Ada sebuah perbedaan yang luas antara ciptaan Allah dan tebusan Allah. Ketika Allah menciptakan dunia ini, Dia melakukannuya tanpa sebuah perhitungan. Dia hanya berfirman maka semuanya jadi. Hanya berbicara dan semuanya terbentuk

            Allah hanya berfirman: Jadilah terang. Maka jadilah terang. Allah berfirman: Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari segala air. Maka jadilah seperti itu.

            Dan Allah berfirman kedalam segala keberadaan dan menempatkan semua itu dengan baik. Allah juga menciptakan bintang-bintang. Dan dia menciptakannya dengan berjuta-juta, bermilyar-milyar dan berlaksa-laksa dan menempatkan mereka dengan teratur.

            Dia melakukannya dari pihaknya sendiri tanpa sebuah makna yang berarti. Itu merupakan cara Allah dalam menciptakan dunia ini. Dan hal itu tidak memiliki makna yang dalam bagi Dia. Dia hanya melakukannya tepat seperti itu.

            Tetapi Allah juga melakukan sesuatu yang berbeda. Dia menciptakan seorang manusia yang dapat Dia kasihi dan yang dapat mengasihi Dia. Kepada seseorang yang Dia dapat berbicara dan seseorang yang dapat berbicara dengan Dia. Dan Dia menciptakan manusia sesuai dengan rupa dan gambarnya, yang memiliki kebebasan moral.

             Dan ketika Dia melakukannya, Allah menempatkan diriNya dalam sebuah kondisi yang dapat disakiti. Sepanjang semua hal berlangsung dengan teratur dan tetap terjaga pada posisinya, maka hal itu tidak akan pernah menyusahkan anda. Sebuah bintang, bagaimanapun bintang itu, dia berada di luar hati Allah.

            Mereka berada di luar jiwa Allah dan di luar kasihNya. Dia hanya menciptakan mereka dan berada di luar sisi Allah. Tetapi ketika Allah menciptakan manusia, manusia itu dapat mengasihi Allah dan Allah dapat mengasihi mereka.

            Dan Tuhan Allah menempatkan manusia itu di dalam hatiNya dan mengasihi mereka. Dan memberikan diriNya sendiri kepada mereka. Dan Allah memandang kepada manusia itu sebagai sebuah pribadi yang dapat merespon. Dan ketika Dia melakukan hal itu, Allah menempatkan diriNya sendiri kepada keterbukaan untuk sebuah ketidak terbatasan, sesuatu yang tidak dapat digambarkan dan yang tidak dapat dijelaskan dari rasa sakit.

            Anda lihat, untuk menciptakan Dia dapat melakukannya dengan sepele. Allah hanya berfirman. Tetapi untuk menebus, Dia harus menderita dan mati. Karena Dia mengasihi manusia. Dan Kristus telah mati bagi manusia dan Kristus adalah Allah yang dalam daging. Allah mati dan menderita bagi manusia yang telah Dia ciptakan.

            Dan menciptakan, tetapi anda tidak dapat menebus tanpa menderita. Selama ia berada diluar sisi Allah, maka ia tidak berarti apa-apa. Tetapi ketika hal itu masuk ke dalam, maka ada penderitaan. Dan Allah telah menderita.

            Dan di dalam rencanaNya yang tidak terbatas, penderitaan memiliki sebuah bagian dalam ketidak terbatasan itu. Kristus telah menderita. Dan melalui penderitaan itu, melalui penderitaan utusanNya, Perjanjian Baru ini datang.

            Dan Tuhan Yesus menerima penderitaan itu dari tangan Allah. Cawan yang telah diberikan oleh Allah, dapatkah Aku tidak meminumnya? Cawan yang telah diberikan Bapa kepadaKu, dapatkah Aku tidak meminumnya? BapaKu telah memberikannya kepadaKu. 

            Apakah berarti tegukan itu sangat mengerikan? Apakah berarti bahwa ada racun yang mengerikan dalam cawan itu? Tidak, Allah melakukan itu, kata Yesus. Allah telah melakukannya.

            Rasul Paulus memiliki sikap yang sama. Manusia mengenakan belenggu di tangan Pauluss. Bukan. Paulus berkata: Allah menepatkan belenggu itu di tanganku. Itu adalah belenggu Allah. Bukan manusia, kata Paulus. Aku adalah tawanan Allah. Ini adalah dunia Allah. Dan aku menderita dari tangan Allah.

            Sekarang, di dalam ciptaan ini, di dalam dunia yang baru ini, Allah telah menyediakan sebuah tempat bagi kita. Salah satu bagian yang tidak biasa dalam Alkitab tercatat dalam Kolose pasal satu ayat yang ke-24: “Sekarang kita boleh bersukacita di dalam penderitaan dan menggenapkan apa yang kurang pada penderitaan Kristus.”          Di dalam pembebasan dari dunia ini, penderitaan merupakan bagian dari rencana Allah yang tidak terbatas. Kristus telah menderita, Paulus telah menderita, rasul-rasul telah menderita, dan kita memiliki sebuah bagian di dalam pencobaan terhadap iman kita. Dan itu merupakan sebuah keluhan dari yang menjadi penderitaan di dalam hidup anda. Dan kita juga memiliki sebuah bagian di dalamnya.  

            Kita harus memenuhi apa yang kurang di dalam penderitaan Kristus, yaitu bahwa Kristus telah menderita secara sempurna untuk keselamatan kita. Dan penebusan kita masih jauh dari pada kesudahannya. Tetapi di dalam rencana Allah, ada begitu banyak penderitaan yang belum ditanggung oleh Kristus, dan anda harus menanggungnya.      Anda membayar harga itu. Dan di dalam perintah Allah, kita memiliki sebuah bagian. Dan itulah sebabnya hal itu merupakan sebuah tipe kemuliaan.

            Di dalam 1 Petrus. Petrus berkata: Pencobaan, siksaan, beban di dalam iman merupakan sesuatu yang berharga sekalipun pencobaan itu datang sebagai nyala api siksaan.

            Dan di dalam bagian lain dalam pasal 4 dari 2 Korintus di dalam ayat 17, Paulus berkata: “Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari penderitaan kami.”

            Dan di dalam teks ini, di dalam pasal delapan Kitab Roma: “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zam sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang dinyatakan kepada kita.”

            Pencobaan kita, penderitaan kita, keluhan kita, beban dari jiwa kita serta hidup kita, semua hal ini merupakan cara Allah untuk membuat langit yang baru dan bumi yang baru yang akan menempatkan kita sebagai warga negara yang mulia melebihi semua hal yang pernah kita tahu sbelumnya.

            Pencobaan kita memiliki sebuah bagian. Mereka berasal dari Allah. Berasal dari tangnNya. Dia telah merencanakan mereka dalam kasihNya yang tidak terbatas. Ke dalam sebuah misteri yang tidak dapat kita pahami. Tetapi semuanya berasal dari dalam tanganNya.

            Apakah anda telah keluar dari Pasar raya? Saya senang bahwa anda tidak pergi pada hari Minggu. Senang melihat anda berada di sini. Tetapi saya berpikir bahwa kita harus pergi ke sana selama pertengahan minggu. Dan jangan seorangpun dari kita yang pergi ke sana pada hari minggu.

            Jadi semuanya kita akan pergi ke Pasar Raya pada hari-hari di pertengahan minggu. Dan kita semua harus pergi ke sana. Banyak dari para pengunjung ini telah berada bersama dengan kita selama dua minggi ini dan mereka telah datang dari tempat yang jauh untuk mengunjungi Pekan Raya itu. Dan juga mengunjungi gereja kita ini. Dan anda semua telah menjadi berkat bagi kita. 

            Ketika anda pergi ke Pekan Raya dengan semua maksud tujuan anda, saya pikir anda harus melihat Permata Winston dari New York dan semua permata yang dimiliki oleh Winston. Anda akan melihat Permata Harapan. Yang paling bersejarah dan pernuh warna serta dramatis dari semua permata yang ada di dunia.

            Anda akan melihat Permata Brazil di luar sana. Dan anda akan melihat yang lainnya. Hal-hal yang sangat indah untuk dilihat. Yang tidak akan bisa dibeli walau hanya satu. Sekalipun seseorang memberikannya kepada saya, saya takut seseorang akan menodong saya ketika saya berjalan di jalan dengan memegang salah satu permata itu.   Saya senang bahwa merekalah yang memilikinya dan bukan saya. Tetapi hal itu merupakan sesuatu yang indah untuk dilihat. Jadi ketika anda pergi ke sana, anda akan melihat seseorang dan dia yang mengasah permata itu. Dia yang membersihkan permata-permata itu. Dia akan mengambil yang yang jelek, yang terlihat kotor, yang pudar, dan yang masih diliputi oleh batu. Dan dia akan mengasahnya di sana dan membuat mereka menjadi indah, dan menjadi sebuah anugerah yang luar jika di berikan kepada anak gadis anda.

            Saya tidak berkata bahwa mereka adalah anugerah bagi anda, tetapi anda yang menjadi anugerah bagi mereka. Di sebelah sana di Negara Siam, saya pergi ke sebuah toko permata. Orang itu adalan orang Belanda. Dia datang dari Belanda. Dia yang mengasah permata itu. Dan pergi ke Bangkok ke Negara Siam, dan mereka memiliki banyak permata yang berasal dari India dan Malaysia dan teristimewa permata Zircon.

Dia memiliki lebih dari dua ribu orang gadis  yang bekerja di tempat itu. Dan mereka memilih yang kotor dan mengasahnya serta mengasahnya sehingga menjadi terlihat indah dan sangat cantik, mereka timbul seperti potongan-potongan yang berasal dari sorga.

            Dan sebagaimana saya mengunjungi dia, dan melihat semua tempat-tempat yang indah dan yang tempat yang terakhir adalah kantornya. Dia membuka tempat penyimpanannya, dimana dia memiliki permata sekantong penuh, dengan ember yang penuh dia memiliki permata lebih banyak dari pada yang pernah saya lihat di dunia ini.        Di memperlihatkan beberapa dan menunjukkannya kepada saya. Dan mereka berkilauan ditimpa cahaya matahari. Dan mereka terlihat seperti milik surga itu sendiri. Hal itu terlihat timbul dari kemuliaan yang sangat indah.

            Dan sebagaimana dia melakukan hal itu, dia berkata, “Sahabat, siapa yang pernah menduga, bahwa permata-permata yang indah itu berasal dari batu-batu kecil yang kotor yang anda lihat sebelumnya?” Apa yang membuat mereka berkilau? Apa yang membuat mereka penuh dengan kemegahan dari cahaya Allah yang Mahakuasa?

            Anda tahu? Asahan demi asahanlah yang membuat mereka berkilau. Tanpa diasah mereka hanyalah seperti batu-batu kecil yang terlihat kotor bagi saya. Mereka hanya terlihat seperti koral yang kecil bagi saya. Mereka tidak berkilau. Mereka tidak memiliki warna. Mereka tidak cantik. Mereka tidak memiliki semarak. Mereka tidak berarti apa-apa.

            Dan sebuah berlian atau sebuah permata atau sebuah emerald atau sebuah ruby atau sebuah zircon, tidak memiliki arti apa-apa, mereka hanya terlihat seperti sebuah batu yang kecil. Tetapi mereka mengambilnya dan mengasahnya, dan terus-menerus mengasahnya. Dan mereka menghasilkan semarak dan nyala yang Allah letakkan di dalam jiwaNya.

            Dan itu adalah anda. Ya, itu adalah anda. Diasah dan diasah dan bekerja keras serta penuh dengan keluhan.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.