Daftar Isi

PERTOBATAN SEJATI

(True Repentance)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Khotbah ini sebelumnya dikhotbahkan di Kebaktian Munggu, 11 Juli 1982

di First Baptist Church in Dallas, Texas

 

“Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka. Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia." Tetapi Petrus menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!" Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak!" Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea." Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya” (Lukas 22:54-62)

 

Dalam Injil Matius pasal 16, ketika Tuhan mengumumkan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus menderita dan disalibkan, ini adalah kehendak Allah bagi Kristus Tuhan kita. Namun Simon Petrus menarik-Nya ke belakang dan kemudian menegur Yesus katanya: “Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali tidak akan menimpa Engkau.” Petrus mengira bahwa apa yang dikatakan itu adalah apa yang Allah ingin Ia lakukan.

 

“Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Matius 16:23)

 

Ini adalah kesombongan Petrus yang sangat mengejutkan dan lagi dalam Matius pasal yang ke 26 ketika Tuhan mengumumkan kepada murid-murid-Nya bahwa mereka semua akan dicerai-beraikan dan meninggalkan Dia malam itu juga. Namun ayat yang ke 33 anda dapat membaca:

 

“Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak." Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau." Semua murid yang lainpun berkata demikian juga” (Matius 26:33-35)

 

Kemudian malam itu datanglah seorang hamba perempuan kepada Petrus katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus orang Galilea itu.” Tetapi Petrus menyangkalnya di depan semua orang katanya: “Aku tidak tahu, apa yang kau maksud.”

 

Ketika ia pergi ke depan pintu gerbang seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus orang Nazareth itu.” Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah “Aku tidak kenal orang itu.” Tidak lama kemudian orang-orang lain yang berada di situ datang kepada Petrus dan berkata “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka itu nyata dari bahasamu.” Lalu mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam dan hal itu tepatlah seperti apa yang Yesus katakan kepadanya “Sebelum ayam berkokok engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya.”

 

Tepatnya malam itu pikiran rasul Petrus dipenuhi dengan keputusasaan dan di hari esoknya ketika Yesus di salibkan dan hari-hari selanjutnya yaitu pada hari Sabat, ia benar-benar ada dalam kondisi yang sangat putus asa.

 

 

 

KESADARAN AKAN KETIDAK-LAYAKKAN

ORANG PERCAYA DI HADAPAN SANG PENEBUS

 

Ini lah yang mungkin dipikirkan Petrus, “Aku telah bersama dengan Dia tiga tahun lamanya dan Ia memberkati dan mengasihiku. Namun sekarang aku mengutuk dan bersumpah bahwa aku tidak mengenal Dia. Ketika aku lemah Ia mengangkatku, ketika aku terhilang Ia menyelamatkanku. Walaupun aku adalah seorang penjala ikan yang penuh dosa, namun Ia mengutusku di dalam nama-Nya dan sekarang aku telah mengingkari Dia. Oh betapa aku manusia celaka.”

 

Di dalam Alkitab Allah berfirman bahwa Ayub adalah orang yang terbaik di seluruh dunia, tetapi di dalam Ayub 42:5-6, Ayub berseru katanya:

 

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” (Ayub 42: 5-6)

 

Demikian juga Daud berseru di dalam Mazmur 51.

 

Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mazmur 51:7)

 

Daud berkata bahwa, “Aku telah berdosa sejak di dalam kandungan ibuku dan di sepanjang kehidupanku.”

 

Yesaya seorang pengkhotbah istana, seorang nabi terbesar yang pernah hidup. Di dalam Yesaya pasal 6 ketika ia melihat kemuliaan Allah Yesaya berkata: “Celakalah aku, aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir.”

 

Yesaya menggunakan deskripsi tentang kusta di dalam Imamat 13:45, untuk menjelaskan dirinya sendiri ketika ia berkata bahwa ia najis. Kata najis di sini adalah kata yang sama untuk menunjukkan tentang orang yang terkena penyakit kusta yang dianggap najis. Yesaya berkata tentang dirinya sendiri: “Celakalah aku, aku orang yang najis bibir.”

 

Daniel seorang negarawan dan seorang nabi yang agung, seorang yang saleh, yang hidup lebih dari sembilan puluh tahun dan hamba Allah ini berkata di dalam Daniel pasal 9.

 

“Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. 4Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!” (Daniel 9:3-4).

 

Rasul Paulus adalah rasul yang luar biasa. Ia menulis dalam Roma pasal 7, katanya:

 

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat” (Roma 7:15).

 

Dan selain apa yang saya baca di dalam Alkitab, saya juga membaca tentang sejarah kehidupan orang-orang kudus di sepanjang masa. Martin Luther berseru: “Oh dosaku, dosaku, dosaku!” Sebelum pengakuan itu tidak ada dosa yang dapat ia akui.

 

Jonathan Edwards adalah seorang pengkhotbah Puritan yang luar biasa. Jonathan Edwards berkata: “Segala kejahatan, kemunafikan dan ketidakjujuran serta kesombongan yang begitu mendalam dan tiada batas ada di dalam hatiku.”

 

Dr. A. J. Gordon dari Boston, ketika ia menghembuskan nafasnya yang terakhir, mengakui dosa-dosanya di hadapan Allah dengan di kelilingi oleh orang-orang yang menyaksikannya sebelum ia meninggal.

 

Perasaan atau kesadaran akan ketidak-layakkan, kejahatan, pelanggaran, dosa adalah karakteristik dari orang-orang kudus milik Tuhan. Dan mereka akan lebih dekat kepada Allah ketika mereka menyadari akan semua kekurangannya itu.

 

Selanjutnya kita melihat dalam kehidupan Simon Petrus, dia adalah orang yang sangat percaya diri, gegabah dan terkesan sombong. Pada waktu menjelang kematian Tuhan kita ia mengutuk dan bersumpah bahwa dia tidak kenal Tuhan. Namun ketika Tuhan memandangnya, ketika Tuhan memandangnya pada saat dia sedang bersumpah dan mengutuk, tatapan mata Tuhan itu menghancurkan hati orang ini.

 

 

DENGAN LEMAH LEMBUT TUHAN

MEMULIHKAN KITA

 

Saya tidak tahu apa yang ia lihat di wajah dan mata Tuhan kita. Namun apapun itu adalah datang dari kasih, kemurahan, dan kepedulian serta pengampunan Tuhan karena ketika Tuhan memandangnya, ia menyadari kesalahannya. Ia sangat sedih, ia menangis dan hatinya hancur oleh karena penyangkalannya. Kelemahlembutan, kasih serta pengampunan dari Roh Tuhan kita nampak ketika Ia bangkit dari antara orang mati. Ketika seorang wanita pergi ke kubur, melihat kubur itu terbuka dan di dalam Markus 16:7, seorang Malaikat berkata kepada wanita itu.

 

“Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu” (Markus 16:7).

 

Oh perhatikan di sini Malaikat itu berkata “Beritakanlah kepada murid-murid dan Petrus. Saya pikir wanita-wanita itu akan lari untuk menemui Petrus dan berkata: “Ia telah bangkit dari antara orang mati dan Ia telah mengirimkan pesan ini untuk disampaikan kepada murid-murid dan kepada kamu Petrus bahwa Ia akan menjumpai kamu di Galilea.”

 

Dan Petrus menjawab: “Aku? Ia mengirimkan pesan untukku?” Dan wanita itu menjawab: “Ya Petrus, itu kamu. Kamu. Kamu!”

 

Dalam Injil Lukas pasal 24, Dr. Lukas berkata bahwa Tuhan menampakkan diri secara pribadi kepada Simon Petrus dan dalam 1 Korintus 15, Paulus berkata bahwa Yesus menampakkan diri secara pribadi kepada Simon Petrus. Ini menunjukkan kasih sayang-Nya yang luar biasa kepada Simon Petrus.

 

Apa yang terjadi? Bagaimana suasananya ketika tiba-tiba Tuhan ada di sana dan Simon Petrus yang pernah mengingkari Dia dan bahkan bersumpah dan mengutuk bertemu muka dengan muka dengan Juruselamat kita yang telah bangkit? Kita tidak tahu karena itu tidak dicatat dalam Alkitab.

 

Rasul Yohanes yang merupakan teman lama dari Simon Petrus mencatat kisah tentang Tuhan kita ketika Ia mengundang tujuh rasul di Danau Galilea untuk sarapan di tepi danau Galelia dan Yohanes mencatatnya di dalam Injil Yohanes pasal 21 dan setelah mereka makan Tuhan menghampiri Simon Petrus dan berkata: “Simon anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku?” dan Simon menjawab: “Tuhan Engkau tahu aku mengasihi Engkau.”        

 

Dan ketika untuk yang ketiga kalinya Yesus menanyakan dengan pertanyaan yang sama: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan Simon menjawab: “Tuhan Engkau mengetahui segala sesuatu, Engkau mengetahui segala sesuatu tentang diriku, Engkau mengetahui bahwa aku mengasihi Engkau.” Ini menunjukkkan kemurahan, kasih dan pengampunan dari Tuhan.

 

 

PENGAMPUNAN DARI ALLAH YANG SEMPURNA

 

Apa yang Allah lakukan dengan dosa-dosa kita? Berikut ini adalah kata-kata yang luar biasa yang digunakan untuk menjelaskan apa yang Allah lakukkan dengan dosa-dosa kita:

·         Di dalam Mazmur 103:12, dikatakan: “Sejauh Timur dari Barat demikian dijauhkan-Nya dijauhkannya dari pada kita pelanggaran kita.” Sejauh Timur dari Barat, menunjukkan bahwa Allah menjauhkan kita dari dosa-dosa kita.

·         Dalam Yesaya 38, nabi ini berkata: “Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapanMu.”

·         Dalam Yesaya 43:25 dikatakan: “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.”

·         Dalam Yesaya 44:22 : “Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!

·         Di dalam Yeremia 31:4 : “Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.

 

Ribuan kali saya telah melayani orang-orang yang telah mengakui dosa-dosa mereka, mereka telah mengakui semua itu di hadapan Tuhan setelah tiga puluh tahun atau empat puluh tahun atau lima puluh tahun dan saya akan berkata kepada mereka: “Apakah engkau percaya kepada Allah? Apakah engkau percaya pada Firman Tuhan? Akankah Allah membohongi anda? Akankah Allah menipu anda? Anda telah mengakui dosa-dosa anda di hadapan Tuhan.

 

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9)

 

Ketika kita mengakui dosa kita di hadapan Tuhan, Tuhan berfirman: “Aku tidak akan mengingat lagi dosa-dosa mereka.” Jadi ketika anda sudah datang di hadapan Allah dan mengakui dosa-dosa di hadapan Tuhan dan kemudian anda kembali datang kepada Tuhan mengakui dosa-dosa anda maka Allah akan berkata: “Dosa apa? Dosa apa? Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan itu.”

 

“Oh, tetapi Tuhan aku kembali berdosa di dalam tahun-tahun ini apakah Engkau mengingatnya?” Dan Allah berkata: “Aku tidak mengingatnya, Aku telah meniupnya, Aku telah memisahkannya dan memindahkan dosa itu darimu sejauh Timur dari Barat, Aku tidak akan mengingatnya lagi.” Ini adalah rahmat Allah!

 

Perhatikan Tuhan, ketika Ia berbicara dalam nubuatan Mikha pasal 7:19:

 

Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut” (Mikha 7:19).

 

Oh, itulah Allah di dalam rahmat-Nya yang mengampuni dosa-dosa kita. Itulah Injil “Engkau akan menamai-Nya Yesus karena Ia akan menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.”

 

Walaupun dosamu semerah kirmizi, namun Ia akan menjadikannya putih seperti bulu Domba. Itu adalah rahmat dan pengampunan Allah di dalam Kristus Yesus yang telah mati untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.

 

Minggu lalu ada seorang hamba Tuhan datang menemui saya, ia berkata: “Sebelum saya di selamatkan saya tinggal bersama dengan seorang wanita yang sekarang menjadi istri saya dan ia bukan orang Kristen. Ia belum diselamatkan dan kami hidup bersama.”

 

“Dan selama kami hidup bersama akhirnya ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Dan setelah kelahiran anak itu saya diselamatkan, begitu juga dengan istri saya yang juga diselamatkan. Dan kemudian kami menjadi orang Kristen dan akhirnya Allah memanggil saya untuk melayani Tuhan dan sekarang saya menjadi seorang gembala di suatu gereja.”

 

Ia berkata, “Bayi laki-laki itu sekarang sudah menjadi dewasa.” Dan ia melanjutkan ceritanya serta berkata kepada saya, “Setiap kali saya melihat anak laki-laki saya itu, hati saya menghakimi saya, dosa saya selalu ada di hadapan saya dan saya tidak tahu kemana saya harus membuang semua itu dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”

 

Dan kemudian saya berkata kepada hamba Tuhan itu: “Saudaraku, itulah sebabnya mengapa Yesus datang ke dalam dunia, yaitu untuk mengutus anda memberitakan Injil dan itulah sebabnya mengapa Ia datang.”

 

Tidak selamanya kita harus terkubur dan terkutuk serta terhakimi oleh dosa-dosa kita, karena Yesus telah datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, melepaskan kita dari dosa, melepaskan kita dari perbudakan dosa dan kejahatan kita. Itulah Injil.

 

 

 

 

BERTOBATLAH SEKARANG

 

Tentu saja mungkin ada orang yang akan berkata: “Saya akan bertobat sebelum saya mati. Saya akan melakukan itu di hadapan Allah sebelum saya mati. Tetapi sementara ini saya akan hidup di dalam keduniawian saya, sampai akhirnya nanti saya akan bertobat sebelum saya mati.”

 

Tetapi Allah berkata: “Engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok!”

 

Saya tidak dapat menolong anda kecuali mengajak anda berpikir tentang suatu hari di hari Jumat ketika Pan American Airways Flight 579 terbang menuju New Orlands, dan pesawat ini telah membunuh 151 orang di jalanan Las Vegas, Nevada pada hari yang cerah itu. Mereka tidak pernah memikirkan bahwa itu bisa terjadi. Saya ingin tahu apa yang mereka pikirkan sekarang, ketika itu terjadi!

 

Ketika anda berkata: “Saya akan menghidupi kehidupan saya dengan penuh kekayaan dan saya akan menikmatinya.” Pada saat itulah Setan akan berkata kepada anda: “Mereka mencoba untuk mendorong kamu, mereka mencoba menganjurkan kamu membuat suatu keputusan sehingga kamu kehilangan semua sukacita dan kesenangan dari hidup ini.”

 

 

KEHIDUPAN KRISTEN

ADALAH KEHIDUPAN YANG IDEAL

 

Tapi Allah berkata sebaliknya. Allah berkata bahwa kehidupan yang berkelimpahan, kehidupan yang bahagia dan kehidupan yang sungguh ajaib adalah kehidupan Kristen. Yesus berkata, “Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan hidup yang berkelimpahan.” Anda tidak akan kehilangan sesuatu yang baik dan luar biasa ketika anda menyerahkan hidup anda kepada Allah ketika anda mengikuti jalan Tuhan karena Dia akan memberikan kelimpahan kepada anda.

 

Pada suatu kebaktian doa, di mana kita memberikan kesempatan jemaat untuk bersaksi, ada seseorang yang berdiri untuk bersaksi dan berkata bahwa ia telah menyerahkan hidup mereka untuk Kristus. Dan salah satu orang yang bersaksi itu berkata: “Saya juga telah memberikan hidup saya kepada Yesus untuk mengikut Yesus.” Ia melanjutkan kesaksiannya: “Dulu saya adalah seorang peminum, saya adalah seorang pemabuk dan saya adalah seorang penjudi, namun sekarang saya telah menyerahkan hidup saya kepada Yesus. Sebelum aku menyerahkan hidup saya kepada Tuhan, ketika saya pulang ke rumah saya akan melihat istriku yang sedang menangis karena hancur hatinya. Sahabat-sahabat saya dan anak-anak saya akan merasa takut untuk bertemu saya ketika saya pulang dan saya telah memimpin anak-anak saya pergi ke Neraka.”

 

Ia juga berkata: “Saya memiliki mulut yang kotor, pikiran yang kotor dan hati yang kotor. Saya telah kehilangan banyak uangku di meja judi setiap Minggu. Saya telah memiliki banyak utang, dan saya telah diperbudak oleh Iblis.”

 

Namun kemudian ia berkata: “Aku adalah orang bebas sekarang, karena Yesus telah menyelamatkan aku.”

 

Saudaraku kehidupan yang penuh kelimpahan, kehidupan yang ajaib, kehidupan yang mulia, kehidupan yang penuh kebahagiaan adalah kehidupan Kristen. Itulah kehendak Allah.