Daftar Isi

PEMILIHAN: TUJUAN AKHIR DARI KEDAULATAN ALLAH

(Election: The Achievement of God’s Sovereign Purpose)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Khotbah ini dikhotbahkan pada kebaktian Minggu Malam, 19 September 1982

di First Baptist Church in Dallas

 

 

Ayat yang kita jadikan dasar dari pembahasan doktrin ini salah satunya adalah dalam Kisah Rasul 13:48, yang mana kita dapat melihat suatu ringkasan tentang respon terhadap pemberitaan Injil di Anthiokia. Anthiokia adalah salah satu provinsi dari Romawi yang ada di Psidia yang berlokasi di pusat Asia Kecil.

 

Dan setelah kisah tentang pemberitaan Injil di kota itu, kesimpulannya ada di ayat 48: “Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan Tuhan.” Dan selanjutnya anda dapat melihat dari ayat ini satu kalimat kesimpulan: “Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menjadi percaya.” Ayat-ayat seperti itu akan banyak kita temukan di dalam Alkitab. “Dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menjadi percaya.” Jadi ayat ini mengindikasikan bahwa orang-orang yang tidak ditentukan untuk memperoleh hidup yang kekal tidak akan menjadi percaya, hanya orang-orang yang dipilih kemudian menjadi percaya.

 

Ini adalah penyataan pikiran dan tujuan Allah, yaitu kedaulatan Allah yang memerintah di dalam sejarah manusia di dalam ciptaan, di dalam tujuan serta akhir dari kesudahan dunia ini. Doktrin tentang pemilihan Allah telah terangkai di seluruh Kitab Suci. Dalam Kitab Suci kita akan menemukan banyak sekali pengajaran tentang doktrin pemilihan Allah.

 

Saya pernah mengunjungi istana San Lorenzo de El Escorial yang begitu indah di Spanyol yang kira-kira empat jam melalui jalan darat sebelah utara Madrid. Dan itu adalah pertama kalinya saya melihat sesuatu yang begitu indah. Saya melihat suatu ruangan yang begitu indah yang ditutupi dengan permadani-permadani. Semua tembok tertutup oleh permadani. Di atas pintu, di atas jendela, pokoknya di seluruh tembok. Semua itu dirangkai oleh orang-orang yang sangat jenius yang memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menciptakan indahnya ruangan itu. Ada banyak kisah yang berasal dari dalam San Lorenzo dan keluarga istana dari Spanyol ini. Banyak permadani indah yang saya lihat namun saya tidak pernah menyaksikan rangkaian permadani yang begitu indah seperti yang saya saksikan di istana San Lorenzo itu. Permadani-permadani itu terangkai dengan begitu indahnya.

 

 

RANGKAIAN AYAT TENTANG

PEMILIHAN DALAM ALKITAB

 

Rangkaian yang begitu indah di dalam Kitab Suci adalah pemilihan dari Allah yang berdaulat. Saya ingin memberikan beberapa ayat yang menegaskan tentang pemilihan berdasarkan kedaulatan Allah ini.

 

 

Ayat-Ayat dalam Perjanjian Lama

 

Dalam Yesaya 14:24 dikatakan: “Tuhan semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: “Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:” Ayat 26 dikatakan: “Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung terhadap segala bangsa.”

 

Dan di dalam Yesaya pasal 44 mulai ayat 23 dikatakan: “Bersorak-sorailah hai langit sebab Tuhan telah bertindak … Beginilah Firman Tuhan penebusmu yang membentuk engkau sejak dari kandungan, Akulah Tuhan yang menjadikan segala sesuatu yang seorang diri membentangkan langit, menghamparkan bumi siapakah yang mendampingi Aku.”

 

Di dalam ayat 26 dikatakan: “Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku.” Selanjutnya mari kita lihat ayat 28: “Akulah yang berkata tentang Koresy – saudaraku pada waktu ayat ini ditulis Koresy belum dilahirkan dan ia lahir sekitar 200 tahun kemudian. Ayat ini ditulis pada tahun 750 BC sedangkan Koresy baru dilahirkan kira-kira tahun 550 B.C. Jadi Koresy lahir 200 tahun kemudian. Tapi lihat di sini dikatakan, “Akulah yang berkata tentang Koresy, dialah gembala-Ku segala kehendak-Ku akan digenapkannya. Dengan mengatakan tentang Yerusalem baiklah ia dibangun dan tentang Bait Suci baiklah diletakkan dasarnya!” Ayat ini berbicara tentang penghancuran kerajaan Nebukadnezar dan umat Allah akan dipulangkan ke tanah airnya. Itulah Allah, Tuhan yang sama yang membentangkan langit di atas kita dan yang menghamparkan bumi di bawah kita adalah Tuhan Allah yang sama yang telah menentukan sejarah umat manusia.

 

 

Ayat-Ayat dalam Perjanjian Baru

 

Perhatikan lagi begitu banyak ayat di dalam Alkitab yang berbicara tentang kedaulatan Allah ini. Anda bisa membaca dalam Roma pasal 11 mulai ayat yang ke-5 ketika Paulus berbicara tentang orang-orang Israel yang tidak percaya: “Demikian juga pada waktu ini ada tingggal suatu sisa menurut pilihan kasih karunia.” Dan di ayat 7 dikatakan “Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya.”

 

Lihat juga di dalam Efesus pasal 1 mulai ayat yang ke-5 dikatakan: “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Dan kemudian di ayat yang ke-9 anda bisa melihat, “Sebab Ia menyatakan rahasia (musterion) kehendak-Nya kepada kita sesuai dengan rencana kerelaan-Nya yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus.” Di ayat 11 dikatakan, “Dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Lagi di dalam 2 Tesalonika pasal 2:13 dikatakan: “Sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan.” Kita lihat di sini bahwa Allah memilih dan Allah memanggil.

 

 

CONTOH KEDAULATAN PEMILIHAN ALLAH

DALAM ALKITAB

 

Pemilihan Daud dan Keturunannya

 

Dalam 1 Tawarikh pasal 28 dijelaskan bahwa Daud ditolak untuk mendirikan rumah bagi Tuhan. Kemudian di ayat yang ke-4 ia berkata: “Namun Tuhan, Allah Israel, telah memilih aku dari antara segenap puakku untuk menjadi raja atas Israel untuk selama-lamanya; sebab Ia telah memilih Yehuda menjadi pemimpin, dan puakku dari antara kaum Yehuda, dari antara anak-anak ayahku Ia berkenan kepadaku untuk mengangkat aku sebagai raja atas seluruh Israel. Dan dari antara anak-anakku sekalian – sebab banyak anak telah dikaruniakan Tuhan kepadaku – Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan Tuhan atas Israel. Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku, sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya.” Allah telah melakukan itu.  Allah telah memilih.

 

 

Pemilihan Israel

 

Mari kita membuka Nehemia 9:7, “Engkaulah Tuhan, Allah yang telah memilih Abram dan membawanya keluar dari Ur-Kasdim dan memberikan nama kepadanya Abraham. Engkau dapati bahwa hatinya setia terhadap-Mu dan Engkau mengikat perjanjian dengan dia untuk memberikan tanah orang Kanaan, tanah orang Het, tanah orang Amori, tanah orang Feris, tanah orang Yebus dan tanah orang Girgasi kepada keturunannya. Dan Engkau telah menepati janji-Mu, karena Engkau benar.”

 

Saya tidak peduli apa yang dikatakan orang di dalam surat kabar atau di dalam pembicaraan-pembicaraan politikal atau apa yang dikatakan oleh PBB. Tetapi yang pasti Allah telah memberikan tanah Israel kepada Abraham dan keturunannya, yaitu Ishak dan Yakub tanah itu adalah milik mereka. Itulah apa yang Allah katakana. Itu adalah tujuan dan program Allah.

 

 

Pemilihan Rasul Paulus

 

Dalam Kisah Rasul 9:15 ketika Ananias mengunjugi tempat di mana Saulus sang penganiaya itu berada dikatakan: “Tetapi Firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.” Itulah Allah.

 

Allah memilih. Tuhan Allah yang sama yang menciptakan bumi dan alam semesta yang mengelilingi kita yang di atas maupun di bawah adalah Tuhan Allah yang sama yang berdaulat atas segala ciptaan dan Ia berkuasa dan menentukan sejarah manusia.

 

 

MISTERI PEMILIHAN ALLAH

 

Jika segala sesuatu berasal dari Allah semua itu tidak dapat kita pahami sepenuhnya, entah itu keberadaan dunia fisikal yang ada di sekitar kita ataupun itu merupakan pewahyuan atau penyataan doktrin tentang kebenaran Allah dari setiap halaman suci dari Alkitab ini. Semua itu memiliki kemiripan bahwa di dalamnya ada misteri yang tidak dapat kita pahami atau jelaskan. Jika Tuhan telah melakukan itu dan sedang melakukan itu, itu adalah tanda-tangan Allah, yaitu misteri yang tidak dapat diduga.

 

 

Misteri Alam di Sekitar Kita

 

Kita banyak melihat hal-hal yang tak dapat dipahami, misteri di dalam ciptaan di sekitar kita yang tidak dapat dimengerti ataupun diduga.

 

Sebagai contoh seorang ilmuan berkata bahwa kekuatan gravitasi yang dimiliki bumi ini di dalam orbitnya mengelilingi matahari adalah sama dengan kekuatan baja yang memiliki diameter 3.000 mil. Kekuatan ini untuk mempertahankan bumi di dalam orbitnya mengelilingi matahari yang berjarak 63 juta mil jauhnya dari matahari yang menjadi pusat dari orbit berkelilingnya bumi. Kekuatan bumi di dalam orbitnya atau garis edarnya adalah kekuatan yang sama dengan kekuatan sebatang baja yang berdiameter 3,000 mil. Namun coba perhatikan bahwa seekor burung kecil yang dapat kita tangkap dengan tangan kita dapat terbang jauh di atas bumi. Kekuatan gravitasi bumi itu tidak mampu membuatnya jatuh! Mengapa burung itu tidak jatuh, mengapa kekuatan gravitasi tidak dapat menarik burung yang terbang di udara jatuh, walaupun burung itu dapat kita tangkap dengan tangan kita dan dapat kita lihat dengan mata telanjang kita. Ini adalah misteri Allah yang tidak dapat diduga dan tak terselami. Anda tidak dapat menjelaskan apapun, namun anda hanya mampu untuk mengobservasinya atau melihatnya saja.

 

Bila kita pergi kepada seorang astronom dan bertanya tentang planet-planet ini di dalam orbitnya, ada suatu kekuatan yang disebut sebagai daya sentripetal. Dan daya sentripetal inilah yang menarik segala sesuatu yang berputar pada porosnya untuk mendekat atau menuju ke pusat orbitnya yaitu matahari.

 

Jika anda pernah melihat suatu pusaran air, ada suatu kecenderungan di mana air-air itu berusaha untuk berkumpul pada pusat pusaran itu. Apakah anda memiliki baskom atau tempat cuci piring? Coba tutup lubang di bawah baskom yang merupakan tempat pembuangan air dan kemudian isilah air dan setelah itu bukalah tutup pembuangan air itu dan air itu akan membentuk suatu pusaran dan semua air akan bergerak menuju pusaran itu dan itulah yang disebut daya sentripetal.

 

Selain daya atau kekuatan sentripetal juga ada kekuatan atau daya sentrifugal. Perbedaannya adalah kalau gaya sentripetal adalah kekuatan untuk bergerak menuju  atau mendekati pusat orbitnya. Namun daya sentrifugal adalah kekuatan atau daya yang cenderung menjauh dari pusat orbitnya. Jadi sentrifugal adalah kebalikan dari sentripetal. Hanya ada satu kekuatan besar yang mampu mengendalikan setiap planet untuk terus beredar di dalam orbit mereka masing-masing mengelilingi matahari yang menjadi pusat sehingga tidak ada satu planet yang menjadi lebih dekat dengan matahari atau menjauh dari matahari dan kekuatan itu adalah Tuhan sendiri. Itu adalah Tuhan. Anda tidak mampu menjelaskannya. Anda hanya dapat melihat saja.

 

Ketika anda pergi kepada seorang ahli fisika, ia akan menjelaskan kepada anda bahwa segala sesuatu memiliki cold-contract yang berarti segala sesuatu ditarik ke arah yang lebih dingin. Bahkan itu juga terjadi pada kita, ketika kita kedinginan kita cenderung untuk menarik segala sesuatu kepada kita. Segala sesuatu memiliki cold-contract atau segala sesuatu cenderung untuk bergerak menuju ke tempat yang lebih dingin misalnya air. Air memiliki cold-contract. Ada satu fenomena yang luar biasa ketika air mencapai -30°C, maka air itu akan membeku. Mengapa? Anda tidak akan dapat menjelaskan itu selamanya. Itu adalah fenomena dari Allah. Itu adalah tanda tangan dari Tuhan Allah.

 

Dan tujuannya itu sangat jelas. Jika es tidak membekukan seluruh permukaan air maka es itu akan jatuh ke dasar samudera dan kutub-kutub yang besar ini akan menjadi es yang padat dan tidak akan ada kehidupan hari ini di dalam samudera. Itulah sebabnya mengapa Allah melakukan itu dan kita hanya dapat menyaksikannya. Mengapa? Kita tidak dapat menjelaskan misteri Allah yang tak terduga dan tak terselami. Segala sesuatu ditentukan oleh Allah.

 

 

Misteri Doktrin Pemilihan

 

Misteri yang sama sulitnya untuk kita pahami dan jelaskan adalah yang terlihat di dalam pewahyuan atau penyataan Ilahi pada setiap halaman suci dari Alkitab ini. Kita semua terganggu oleh semacam kerusakan mata rohani kita. Kita hanya mampu untuk melihat satu garis pada saat yang sama namun tidak dapat melihat dua garis pada saat yang sama, yaitu antara kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia.

 

Sebagai contoh kita dapat melihat, kebebasan memilih yang dimiliki oleh manusia. Kita dapat melihat free-moral agency, manusia secara sempurna bebas untuk memilih. Kita dapat melihat satu garis itu, kita juga dapat melihat garis yang di atas yaitu tentang kedaulatan Allah bahwa Allah melihat akhir dari sejak permulaan. Ia memiliki pengetahuan ke depan atau foreknowledge yang bersifat universal. Seluruh sejarah senantiasa present di hadapan Dia. Ia dapat melihat itu dalam satu garis saja.

 

Tetapi kita tidak dapat melihat keduanya secara bersama-sama. Tidak ada seorang filsufpun yang pernah hidup atau yang akan ada yang mampu untuk meletakkan keduanya secara bersama-sama, yaitu antara tanggung jawab manusia dan kedaulatan Allah untuk memilih umat-Nya. Mereka tidak akan dapat melakukan itu. Itu oleh karena kita terbatas. Kita hanya mampu melihat segala sesuatu dari satu sisi saja. Tetapi Tuhan yang berada di atas segala sesuatu, Ia dapat melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang. Saya hanya dapat melihat dari sebagian kecil, sementara Ia dapat melihat segala-galanya.

 

Dalam Roma pasal 9, 10, dan 11 Rasul sedang bergumul dengan tujuan pemilihan Allah terhadap Israel dan masalah ketidakpercayaan Israel dan anda tahu bagaimana ia menyelesaikannya? Setelah ia berusaha untuk memecahkan misteri dari penyataan atau wahyu Ilahi, Roma 9, 10, dan 11; yaitu problem antara pemilihan Israel dan problem ketidakpercayaan Israel. Setelah ia menggumulkannya sepanjang tiga pasal ini, di sinilah bagaimana ia menyelesaikan problem itu. Roma 11:33 dikatakan: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” Paulus menyimpulkan bahwa keputusan-keputusan Allah tak terselidiki dan jalan-jalan-Nya sungguh tak terselami.

 

 

KARAKTERISTIK TUJUAN PEMILIHAN ALLAH

 

# Perjanjian antara Allah Bapa dan Putra

 

Kita akan berbicara tentang dua hal yang mengkarakteristik tujuan pemilihan Allah, yaitu yang pertama adalah bahwa Allah berjanji kepada Kristus Tuhan kita sebelum dunia diciptakan. Ada suatu perjanjian di Sorga sana, yaitu bahwa Allah berjanji kepada Kristus bahwa jika Ia mau menderita dan mati bagi dosa-dosa manusia yang jatuh ke dalam dosa. Allah akan memberikan kepada-Nya suatu umat.

 

Ia tidak akan mati sia-sia karena manusia akan percaya kepada-Nya, karena manusia akan menerima Dia dan akan diselamatkan. Allah akan memberikan kepada Kristus suatu umat ketika Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk menderita dan mati menanggung dosa-dosa manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan itu adalah orang-orang yang dipilih Allah. Allah memberikan kepada Yesus suatu umat karena penderitaan-Nya bagi kita Tuhan berbicara begitu jelas tentang itu.

 

Sebagai contoh seperti dalam Yohanes 6:33 dikatakan: “Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Sebanyak tiga kali di dalam doa Imam Besar kita, di dalam Yohanes 17:2: “Demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.” Ayat 6: “Semua orang yang Kau berikan kepada-Ku.” Ayat 9: “Bukan untuk dunia Aku berdoa tetapi untuk mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku sebab mereka adalah milik-Mu.” Saya tidak dapat memahami itu, mengapa tidak semua orang datang kepada Kristus? Itu akan selalu beberapa orang saja dan beberapa orang ini dipilih ditetapkan dan ditentukan oleh Allah.

 

Ketika saya diundang untuk melayani di suatu konferensi di Negara bagian New York, mereka memiliki suatu program yang menurut saya adalah sesuatu yang baru. Saya tidak pernah mensharingkan itu atau membicarakan itu sebelumnya. Mereka berbicara kepada saya, “Ketika anda selesai khotbah, buatlah suatu tantangan dan kami akan melayani mereka dan di dalam tantangan itu anda harus katakan, “Barangsiapa yang ingin mengenal Tuhan dan diselamatkan, saya minta anda untuk datang menemui saya setelah semua orang meninggalkan tempat ini.”

 

Jadi saya melakukan sesuai dengan apa yang mereka telah programkan. Ketika saya selesai berkhotbah saya membuat satu tantangan, “Jika anda ingin diselamatkan, datanglah dan temui saya, saya berdiri di sini mengundang anda.” Kemudian mereka membuat suatu pengakuan dan semua orang meninggalkan tabernakel itu.

 

Pada malam pertama ada sesuatu yang aneh bagi saya, saya tidak pernah melakukan sesuatu yang seperti itu sebelumnya sepanjang hidup saya dan setelah acara pengakuan atau benediction setiap orang langsung meninggalkan tempat itu. Semua orang menuju ke pintu keluar dan saya melihat mereka semua meninggalkan ruangan itu, dan ketika saya memperhatikan mereka meninggalkan ruangan itu tiba-tiba ada seorang muda yang sedang menangis ketika ia mulai melangkah keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba ia kembali menuju ke tempat di mana saya berdiri dan berkata, “Maukah anda menunjukkan kepada saya bagaimana agar saya dapat diselamatkan? Saya ingin menerima Tuhan sebagai Juruselamat saya.”

 

Semua yang saya tahu hanyalah bahwa Allah berkata: “Jika Engkau mati untuk dosa-dosa umat manusia Aku akan memberikan satu kawanan domba kepada-Mu, Aku akan memberikan jiwa-jiwa kepada-Mu.” Dan semua yang saya tahu adalah bahwa jika saya dengan setia memberitakan Injil Kristus maka beberapa orang akan diselamatkan.

 

Saya berkhotbah setiap Minggu di mimbar First Baptist Church dan sekarang sudah 38 tahun (ini dikatakan Dr. W.A. Criswell pada 19 September 1982) dan saya tidak pernah berkhotbah tanpa tuaian yang diberikan Allah. Itu tidak pernah gagal, tidak pernah terjadi selama 38 tahun ini. Itu oleh karena Allah yang memilih mereka yang diselamatkan. Allah telah berjanji kepada Kristus, “Engkau harus memberikan hidup-Mu bagi dosa-dosa dunia dan Aku berjanji kepada-Mu suatu umat akan Kuberikan kepada-Mu.” Akan ada orang-orang yang akan berbalik dan menerima dan percaya dan diselamatkan.

 

 

# Allah Memilih Orang untuk Masuk Sorga,

Tidak Pernah Memilih untuk Masuk Neraka

 

Alasan kedua yang saya dapat mengerti tentang pemilihan adalah karena anugerah dan rahmat Allah yang dilimpahkan kepada jiwa kita. Karena pemilihan Allah, ketetapan Allah, ketentuan Allah tidak pernah untuk membawa orang kepada penghukuman dan neraka. Pemilihan Allah selalu memilih untuk menuju sorga dan diselamatkan. Pemilihan tidak pernah berarti dipilih untuk masuk ke dalam penghukuman atau penghakiman.

 

Ketika seseorang dihukum, mereka sedang menghukum diri mereka sendiri. Ketika mereka masuk neraka, karena memang mereka memilih untuk pergi ke sana oleh karena kehendaknya sendiri. Allah tidak pernah menentukan orang untuk masuk neraka. Manusia menghukum dirinya sendiri ketika ia masuk neraka. Allah tidak pernah menetapkan atau memilih orang untuk ke neraka. Setiap orang memiliki kebebasan untuk menghukum jiwa mereka sendiri ke dalam neraka dan banyak orang melakukan itu. Allah tidak pernah menetapkan manusia untuk masuk neraka. Allah tidak pernah memilih manusia atau memilih orang untuk dihukum di neraka. Allah tidak pernah memilih orang untuk dihakimi dan dihukum. Hati Allah senantiasa terbuka bagi kita. Itulah yang dikatakan oleh Alkitab selalu ada anugerah di dalam Dia.

 

Dalam Yehezkiel 33:11 dikatakan: “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan Allah, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?” Itulah Allah.

 

Paulus menulis di dalam Roma 2:4: “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kebesaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”

 

Simon Petrus dalam suratnya yang kedua yaitu 2 Petrus 3:9 berkata: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” Itulah tujuan pemilihan Allah agar kita diselamatkan dan tidak pernah bertujuan agar kita dihukum.

 

Intervensi Allah di dalam ras manusia yang terhilang dan penuh kejahatan ini adalah satu-satunya pengharapan keselamatan kita. Tidak ada pengharapan di dalam manusia itu sendiri, karena manusia telah mengalami kerusakan. Hanya intervensi Allah yang memungkinkan kita memiliki pengharapan untuk diselamatkan.

 

Lihatlah ini, di dalam Kejadian pasal yang ke-6 ayat yang ke-5 & 6 dikatakan: “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-nya.”

 

Allah berkata, “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi.” Ini adalah kondisi umat manusia secara universal. Kita semua terhilang penuh dosa dan tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan diri sendiri. Tidak ada satupun dari kita yang tidak berdosa dan tidak melakukan kesalahan. Kita selalu memilih yang jahat, ketika kita dapat memilih yang baik.

 

Intervensi Allah adalah pengharapan keselamatan kita. Lihatlah ayat ini: “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.” (Kejadian 6:8). Allah mengintervensi agar kita dapat diselamatkan. Dan tanpa intervensi itu, kita semua akan binasa untuk selama-lamanya.

 

Dan Alkitab ini, seluruh kisah yang ada tertulis di dalamnya menyatakan kehendak dan tujuan Allah agar keluarga kita diselamatkan. Ia berkata kepada Hawa: “Keturunanmu akan meremukkan kepala Setan.” Dan Alkitab menjelaskan bahwa tujuan pemilihan Allah dikerjakan melalui penebusan di dalam Kristus Yesus. Kita disucikan oleh darah Domba Allah dan diselamatkan untuk selama-lamanya. Di sorga itu adalah rencana pemilihan Allah bagi kita, intervensi Allah terhadap umat manusia yang telah mengalami kerusakan.

 

Bolehkah saya menyimpulkan? Allah menjadikan kita menurut gambar dan rupa-Nya dan kita memiliki kuasa untuk memilih. Kehendak Allah menjadikan kita seperti itu. Saya memiliki kuasa untuk memilih.

 

Di dalam 1 Timotius, Rasul Paulus menulis tentang Adam, Adam tidak tertidur kata Paulus. Adam memilih untuk melakukan yang salah dan oleh karena itu ia dijatuhi hukuman mati. Dalam Yosua 24, Yosua berkata: “Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepada nenek moyangmu beribadah di sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yos. 24:15). Kita diberi hak oleh Allah untuk memilih.

 

Di dalam Matius 11:28 Tuhan berkata: “Datanglah kepada-Ku, datanglah kepada-Ku.” Rasul Paulus di dalam 2 Korintus 5 berkata: “Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” (2 Kor. 5:18 & 19).

 

Dan ketika Allah menutup Alkitab ini, Ia melakukannya dengan satu undangan yang begitu agung, yaitu di dalam Wahyu 22:17 Tuhan berfirman: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”

 

 

KETIKA ANDA PERCAYA BERARTI ANDA DIPILIH,

TETAPI JIKA ANDA MENOLAK BERARTI ANDA TIDAK DI PILIH

 

Ketika seseorang mendengar Injil dan berkata, “Aku akan menerimanya,” berarti ia telah dipilih. Ketika seseorang mendengar Injil dan berkata, “Aku tidak mau menerimanya,” berarti ia tidak dipilih. Barangsiapa percaya kepada Kristus, berarti ia adalah orang pilihan dan barangsiapa yang tidak percaya kepada Kristus, berarti ia bukan orang pilihan.

 

Dan itulah maksud dari ayat yang kita jadikan sebagai dasar dari pembahasan ini, atau tema ini “Dan semua orang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal menjadi percaya.” “Tetagmenoi” adalah bentuk partisif dari kata kerja “tasso” dan kata ini merupakan istilah atau terminologi yang digunakan di dalam dunia militer berhubungan dengan pengaturan pasukan. Saya berpikir bahwa ayat ini lebih baik diterjemahkan demikian: “Dan sebanyak yang telah ditetapkan (tasso), orang-orang yang telah ditetapkan untuk hidup yang kekal ini menjadi percaya.”

 

Itulah di dalam pemberitaan Injil. Orang-orang yang telah dipilih, orang-orang yang telah ditetapkan akan nyata bahwa mereka adalah orang pilihan, ketika mereka berdiri dan berkata “Aku menerima Yesus sebagai Juruselamatku.” Mereka dinyatakan sebagai orang pilihan ketika mereka meresponi Injil Kristus. Dan saya percaya barangsiapa yang mau menerima Yesus dan diselamatkan, ia adalah orang pilihan dan barangsiapa yang menolak ia bukan pilihan.