Daftar Isi

 

MUJIZAT ALLAH YANG MENJELMA MENJADI MANUSIA

(The Miracle of God’s Incarnation)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diadaptasi oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

 

           

            Malaikat Gabriel diutus kepada Maria, seorang perawan suci di Nazareth. Melaikat itu menyampaikan kabar gembira kepadanya:

 

“Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaanNya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 2:31-33)

 

            Dari sejak semula ketika berita ini disampaikan, khotbah tentang iman Kristen ini terus-menerus diserang, ditolak dan diingkari.  Ada reaksi untuk menentangnya dan ini terlihat ketika Yesus ditanya oleh para penentang-Nya dalam Yohanes 8:19 “Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah BapaMu?”

 

Pada zaman rasul Yohanes, yang menjadi gembala gereja Efesus di masa tuanya, ada seorang dari aliran Gnostik yang bernama Cerinthus, dan ia mengajar bahwa Yesus lahir secara alami layaknya manusia lain yang merupakan hasil dari hubungan biologis antara Yusuf dan Maria dan setelah itu Roh Mesianik dari Sorga turun atas Yesus pada saat Dia dibaptis dan meninggalkan Dia pada saat penyaliban. Cerinthus mulai dengan mengingkari doktrin inkarnasi dan kelahiran Yesus dari anak dara.

 

Dalam Talmud, tradisi lisan Yahudi yang diteruskan secara turun-temurun, menceritakan kisah-kisah tidak bermoral yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan tentang kelahiran Kristus. Dalam kisah-kisah tersebut diceritakan bahwa ada seorang pejabat Roma yang bernama Panthera diduga hidup bersama dengan seorang gadis Yahudi yang bernama Maria di Nazareth. Diduga dari hasil hubungan di luar nikah ini melahirkan Yesus. Kisah-kisah yang tidak bertanggungjawab ini terus diceritakan di sepanjang masa.

 

Celsus, seorang penentang iman Kristen yang brilian pada abad kedua mengulang kisah-kisah ini. Voltaire, seorang filsuf tak ber-Tuhan dari Francis juga mengulang kisah dari Talmud yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ini pada abad kedelapan belas. Bahkan pada abad akhir ini, Tolstoy, seorang penulis dan novelis Rusia mengulang atau menceritakan kembali kisah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan ini.

 

Pada zaman ini ada dua fokus yang menjadi pertentangan yang luar biasa, yaitu:

 

(1) Pengajaran tentang inspirasi Kitab Suci: Peperangan ini melanda dunia tanpa akhir. Dalam setiap denominasi bahkan sekarang di kalangan gereja-gereja Southern Baptist serangan yang mengatakan bahwa Alkitab bukan Firman Tuhan, ditulis oleh manusia biasa sebagai usaha menginterpretasikan maksud Allah itu berkembang. Apakah Alkitab adalah wahyu Allah yang tidak mungkin gagal dan tidak tanpa salah, atau ini hanya usaha manusia untuk menuliskan apa yang ia pikirkan tentang Allah? Itu adalah fokus pertama dalam perang di dunia teologi pada saat ini.

 

(2) Peperangan yang lain adalah berhubungan dengan pengajaran bahwa Yesus lahir dari anak dara. Doktrin tentang kelahiran Yesus dari anak dara terus menerus menghadapi serangan. Matthew Arnold, seorang pengarang Inggris yang terkenal berkata “Saya tidak percaya tentang pengajaran kelahiran dari anak dara, karena itu akan mengimplikasikan adanya mujizat. Mujizat tidak pernah ada atau terjadi.”

 

Seorang Rasionalistik Kritik Tinggi yang bernama Loof menulis “Saya pikir tindakan yang tidak dapat dipercaya adalah mengumumkan secara terbuka bahwa kelahiran dari anak dara merupakan tradisi atau sejarah yang benar-benar pernah terjadi.” Sungguh, itulah yang dipercayai oleh orang-orang yang tidak beriman dan mereka berkata: “Saya tidak percaya tentang kelahiran dari anak dara. Saya pikir itu hanya fiksi. Saya tidak percaya tentang inspirasi Alkitab, dan saya tidak percaya bahwa Alkitab tidak ada salah. Kisah-kisah yang ada dalam Alkitab hanyalah manufaktur dari imajinasi orang gila.” Namun apakah anda bisa menjelaskan beberapa fakta agung tentang kehidupan manusia dalam sejarah?

 

Sebagai contoh satu-satunya fakta teragung yang saya tahu dalam sejarah adalah fakta tentang Yesus Kristus. Saya tidak tahu fakta yang lain yang dapat dibandingkan dengan fakta ini. Saya pikir Anda dapat menjelaskan tentang kehidupan Alexander Agung, Julius Caesar atau Napoleon Bonaparte. Saya pikir Anda dapat menjelaskan sosok jenius Shakespeare, Homer, atau Dante. Saya pikir Anda dapat memahami saintifik yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison atau Albert Einstein. Namun saya tidak tahu bagaimana orang dari segala usia menjelaskan keunikan pribadi Yesus Kristus yang luar biasa agungnya. Bagaimana Anda melakukan itu?

 

Membandingkan orang-orang besar dunia seperti Alexander, Caesar atau Shakespeare dengan Yesus sama seperti membandingkan sebutir debu dengan seluruh alam semesta ini. Saya tegaskan kembali: Saya tidak berpikir ada fakta dalam sejarah manusia yang seperti fakta tentang Yesus Kristus. Tidak ada yang seperti Dia. Bagaimana Anda menjelaskannya? Darimana Ia datang?

 

Ada banyak orang yang mengagungkan ilmu pengetahuan palsu. Mereka percaya segala sesuatu yang natural atau alami dan dapat dijelaskan. Mereka tidak percaya dengan semua “Mujizat” dalam Alkitab.

 

Ada contoh yang memalukan. Alkitab menceritakan tentang bagaimana bangsa Israel menyeberangi Laut Merah yang terbelah menjadi dua. Mereka berjalan di atas tanah kering di mana di sisi kanan-kiri mereka adalah dinding air. Ketika pasukan Firaun mengejar mereka, dan ketika Israel sudah sampai di tepi laut, sementara pasukan Firaun ada di tengah laut, Allah mengembalikan air laut yang semula terbelah itu dan menenggelamkan semua pasukan Firaun. Itulah yang diceritakan oleh Alkitab. Namun apa yang dikatakan para pengkritik atau orang-orang yang menamakan diri ilmuwan itu. Mereka berkata, “Itu bukan Laut Merah. Memang mereka melewati Laut Merah, tetapi hanya lewat pinggirnya saja yang ketinggian airnya hanya tiga inci. Bahkan air inipun tidak dapat menenggelamkan mata kaki mereka.” Itulah penjelasan mereka yang memalukan. Bagaimana air setinggi tiga inci dapat menenggelamkan pasukan Firaun!

 

Mari kita ambil contoh yang lain. Para pengkritik tinggi menjelaskan bahwa mujizat yang dilakukankan oleh Elisa di Gunung Karmel ketika Dia menurunkan api dari langit untuk membakar korban bakarannya adalah fenomena atau sesuatu kejadian yang kebetulan saja. Dalam banyak cara mereka selalu berkata bahwa kebangkitan adalah sesuatu yang tidak lebih dari hanya sekedar halusinasi. Orang-orang yang membawa kesaksian tentang kebangkitan Kristus pada dasarnya adalah korban penipuan. Mereka hanya berpikir bahwa mereka telah melihat Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian.

 

Begitu juga mereka menolak tentang penjelasan Alkitab yang menceritakan tentang bagaimana seorang anak dara bisa melahirkan seorang anak. Beberapa dari mereka berkata bahwa kelahiran Yesus dari anak dara bukanlah bagian dari Alkitab. Namun bagaimanapun juga sebenarnya di seluruh manuskrif Alkitab selalu mencatat tentang kelahiran Kristus dari anak dara. Baik pada autographa (tek orisinil Alkitab), maupun semua versi Alkitab menceritakan tentang kelahiran dari anak dara. Oleh sebab itu hal ini tidak dapat disangkal oleh pengkritik Alkitab.

 

Tentu saja ada orang-orang lain yang juga mencoba membandingkan fenomena dan mujizat kelahiran dengan cerita dongeng atau mitologi Yunani-Romawi. Tentang kelahiran Yesus mereka berkata bahwa ini sebenarnya hanya salah satu dari banyak kisah-kisah mitologi tentang seseorang yang diduga menjadi orang yang dikultuskan. Contohnya Alexander Agung. Katanya dia bukan anak Philip dari Makedonia, tetapi dia lahir dari hubungan antara seekor naga dengan ibunya. Ada cerita juga yang menceritakan bahwa ibu dari Augustus Caesar pergi dan tidur di kuil Apollo dan kemudian Apollo menjelma menjadi seekor ular atau naga (saya tidak tahu mengapa mereka suka dengan cerita ular atau naga ini); singkat kata Augustus Oktavius Caesar lahir dari hubungan intim antara ibunya dengan seekor ular jelmaan Apollo ini.

 

Dalam kisah tentang Herkules, Alcmene adalah anak perempuan dari Elektryon anak dari Perseus. Ketika suaminya sedang pergi Jupiter menampakkan  diri dalam rupa suaminya dan kemudian menjalin hubungan intim dengan dia dan lahirlah Herkules. Dan ketika Juno istri dari Jupiter Juve mendengar tentang itu, ia mengirim dua ular piton raksasa untuk membinasakan bayi itu. Bayi Hercules kemudian memegang kedua piton itu dengan kedua tangannya dan kemudian membunuh kedua piton itu.

 

Apa anda tahu juga kisah mitos tentang kelahiran dan kehidupan Achilles. Peleus adalah raja Tessaly, dan ia menjalin hubungan intim dengan Thetis yang adalah peri samudera, dan dari hubungan antara Peleus dan Thetis inilah maka lahirlah Achilles. Thetis mengambil Achilles dan mencelupkan dia di dalam sungai Styx (River Styx) untuk membuatnya tidak akan bisa mati/binasa. Tetapi ia melakukan dengan memegang kakinya sehingga kakinya tidak masuk ke dalam air. Kemudian pada Perang Trojan atau Paris of Troy, mengambil panah beracun dan memanahkan ke tumit dari si Achilles dan maka ia mati.

 

Tradisi lain selain dari mitologi Yunani-Romawi ada juga kisah tentang Budha Gautama. Selama dua atau tiga ratus tahun setelah kematian Gautama tidak ada kisah apapun tentang kelahirannya. Tetapi kemudian ada kisah yang bergulir yang menceritakan bagaimana ia datang ke dalam dunia ini. Ibunya sedang bermimpi dan ia melihat ada seekor gajah raksasa dengan enam gadingnya. Gajah yang sangat besar itu menghampiri ibunya dan Gautama Budha atau “Enlightened One” (manusia yang memperoleh pencerahan) itu dilahirkan.

 

Ada dua observasi yang kita dapat buat tentang kisah-kisah ini, yaitu (1)  kisah-kisah ini adalah fiksi; dan (2) Tidak satupun dari kisah-kisah itu menjelaskan atau berhubungan dengan kelahiran dari anak dara. Oleh sebab itu, kembali kepada apa yang kita bahas di sini, bahwa ini sangat berbeda dengan karakteristik dan personalitas Yesus Kristus. Ia datang dari Surga dan Ia menjelma menjadi manusia melalui anak dara.

 

 

KELAHIRAN KRISTUS ADALAH

PEKERJAAN ROH KUDUS

 

Kelahiran Kristus adalah kreasi dari Roh Allah. Roh Kudus yang mempersiapkan tubuh untuk inkarnasi dari Juruselamat dunia. Dan Allah yang telah melakukan itu. Dalam Lukas 1:35 malaikat Gabriel berkata kepada Maria “Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu disebut kudus, Anak Allah.” Kelahiran-Nya adalah pekerjaan Roh Kudus.

 

Pada permulaan kehidupan Tuhan kita dijelaskan sebagai karya dari Roh Kudus Allah dan pada akhir dari kehidupan-Nya, yaitu kebangkitan-Nya juga dijelaskan sebagai pekerjaan Roh Allah (Roma 1:4). Roh Allah yang mempersiapkan tubuh di dalam rahim Maria dan Roh Allah yang membangkitkan tubuh itu dari kematian. Kisah kelahiran-Nya dan pelayanan-Nya adalah kisah yang ajaib. Ia dapat membangkitkan orang mati, dan mencelikkan orang buta dengan hanya menyentuhkan jari tanganNya. Mengajar tidak seperti orang-orang lain dan akhirnya Ia sendiri bangkit dari kematian. Ini adalah satu-satunya kisah yang begitu luar biasa dan sempurna.

 

 

INTERVENSI ALLAH DALAM

SEJARAH MANUSIA

 

Tubuh Kristus bukan hanya dipersiapkan oleh Roh Kudus tetapi inkarnasi ini juga merepresentasikan intervensi Allah di dalam sejarah manusia. Dari waktu ke waktu, dari permulaan sampai akhir dunia ini Allah menunjukkan intervensi-Nya terhadap kehidupan manusia dengan begitu ajaib dan luar biasa.

 

Roh Allah melayang-layang di atas permukaan dunia yang kacau balau dan menjadikan terang. Ia membuat dunia yang kacau balau menjadi teratur, membuat kehidupan sebagai ganti kematian dan kemuliaan sebagai ganti dari kebinasaan. Ini adalah intervensi Allah dalam sejarah manusia.

 

Di tengah zaman kejahatan yang sedang melanda seluruh dunia, Nuh memperoleh anugerah atau kasih karunia dalam pemandangan Allah. Dan Allah melakukan intervensi dan menyelamatkan Nuh ketika Ia menghukum dunia. Dari tengah-tengah dunia yang pada umumnya penyembah berhala. Allah memanggil Abraham keluar untuk memulai suatu umat baru atau mendirikan bangsa yang baru. Di tengah zaman kesesatan yang begitu besar Allah membangkitkan Elia untuk menjadi hamba Yehovah. Di tengah-tengah zaman permulaan Perjanjian Baru atau anugerah, dispensasi anugerah Allah membangkitkan Yohanes Pembaptis untuk mengumumkan kedatangan Sang Raja Mesianik yang Agung.

 

Ada intervensi yang agung dari Allah lain yang kita sedang nantikan, yaitu akhir zaman, akhir dari dunia ini yaitu ketika Yesus datang ke dunia ini secara terbuka dalam kemuliaan-Nya, secara pribadi dengan tubuh kebangkitan-Nya dan setiap mata melihat Dia seperti ketika Ia naik dalam awan shekinah/kemuliaan Allah.

PENCIPTAAN TUBUH

UNTUK DIKORBANKAN

 

Betapa ini adalah hal yang ajaib bahwa kita menyebutnya sebagai kelahiran dari anak dara. Tubuh itu dipersiapkan untuk korban penebusan dosa-dosa kita. Saya telah menghabiskan enam bulan untuk berkhotbah siang dan malam dari satu pasal di dalam kitab Ibrani. Di sana penulis menjelaskan bahwa darah lembu dan domba tidak pernah dapat menyucikan dosa-dosa kita. Ia menekankan bahwa korban-korban ini harus dilakukan lagi dan lagi. Setiap tahun mereka harus mempersembahkan korban yang sama. Semua korban itu tidak dapat menyucikan pelanggaran-pelanggaran jiwa kita atau dosa-dosa kita. Oleh sebab itu, mereka terus mengulangi lagi dan lagi.

 

Dari sejak permulaan zaman, di Surga kehendak untuk memberikan hidupNya sebagai ganti penebusan atau untuk menyelamatkan dari penghukuman dosa-dosa kita sudah direncanakan. Ibrani mengatakan tubuh itu sudah dipersiapkan agar melaluinya Allah dapat mengorbankan korban penebusan dosa dengan tubuh-Nya sendiri. Roh tidak dapat melakukan itu. Hanya tubuh yang tidak tercemar oleh dosa atau yang tanpa dosa yang pantas untuk menggantikan penghukuman bagi dosa manusia. Oleh sebab itu, Allah menjelma menjadi manusia sejati, sebab melaluinya Dia dapat mengorbankan tubuh-Nya yang tanpa dosa itu sebagai korban penebusan dosa bagi dosa-dosa manusia. Ia mempersembahkan korban darah-Nya untuk dosa-dosa kita sekali untuk selama-lamanya. Dan di dalam Dia kita memperoleh pengampunan, penebusan, penyucian yang Allah sediakan bagi kita. Oleh darah-Nya dosa-dosa kita disucikan menjadi putih seperti bulu domba. Itu adalah Injil dan itu adalah esensi dari pengajaran tentang kelahiran Yesus dari anak dara. Tubuh-Nya telah dipersiapkan oleh Allah yang mana Ia membuat korban dan penebusan bagi dosa-dosa kita.

 

 

 

 

DUA MUJIZAT BIOLOGIKAL

YANG AGUNG DARI ALLAH

 

Ada dua mujizat biologikal yang luar biasa dari tangan Allah yang mahatinggi. Pertama kita lihat dalam penciptaan Adam dengan mujizat mitosis atau pembagian sel tubuh manusia. Ada jutaan bahkan triliunan sel manusia dan setiap dari sel-sel ini memiliki 46 kromosom. Allah menciptakan Adam sebagai mujizat biological yang luar biasa. Dalam ovum telur wanita Allah meletakkan 23 kromosom, dan dalam spermatozoon Allah meletakkan 23 kromosom dan ketika sel-sel itu bertemu ketika terjadi konsepsi atau pembuahan, maka sel itu menjadi 46 kromosom lagi dan kehidupan manusia yang baru telah dimulai. Itu lah mujizat biological agung yang pertama dari Allah.

 

Pemerintah Amerika meminta Senat untuk menentukan kapan kehidupan bayi itu dimulai. Jawabannya sangat jelas, sama jelasnya dengan 1 + 1 = 2 atau 2 + 2 = 4. Kehidupan dimulai ketika 23 kromosom dari ovum telur dan 23 kromosom dari spermatozoon bertemu dalam suatu konsepsi atau pembuahan. Anda tidak dapat menghindar dari hal itu dan anda tidak dapat mengingkarinya. Itu adalah mujizat dari kehidupan.

 

Mujizat biologikal agung yang kedua dari Allah adalah ketika Allah menjelma menjadi manusia. Ia menjadi manusia tanpa spermatozoon. Allah menciptakan tubuh untuk Kristus, yang adalah Allah sendiri yang berinkarnasi menjadi manusia supaya Dia bisa menebus dosa-dosa kita, dan menjadi Tuhan kita, saudara atau sahabat, teman dalam perjalanan musyafir kita dan menjadi Imam Besar serta Juruselamat dan Raja untuk selama-lamanya. Kelahiran Kristus dari anak dara ini adalah inkarnasi Allah yang begitu indahnya

 

Sejak semula, dalam Kejadian 3:12, dikatakan bahwa benih perempuan akan meremukkan kepala setan. Wanita tidak memiliki benih. Laki-lakilah yang memiliki benih. Mereka tidak akan pernah mengerti apa maksudnya ini sampai kisah ini digenapi di dalam kelahiran Tuhan kita. Benih perempuan itu adalah Kristus, yaitu Allah yang berinkarnasi. Dia lah yang akan meremukkan kepala Setan. Itu lah apa yang diartikan benih perempuan dan kita tidak mengetahuinya sampai ribuan tahun kemudian, yaitu ketika janji itu digenapi.

 

Nubuatan Yesaya yang begitu luar biasa menyatakan:

 

“Sebab Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadmu suatu pertanda: Sesungguhnya, anak dara mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” (Yesaya 7:14).

 

Allah berinkarnasi. Itulah apa yang dimaksudkan di sini.

 

Nubuatan yang begitu indah dalam Yesaya 9 mengatakan:

 

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:6).

 

Itulah apa yang dimaksudkan di sini. Allah berinkarnasi.

 

Pembukaan Injil yang luar biasa indahnya ada di dalam Injil Yohanes:

 

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:1, 14).

 

Itulah apa yang dimaksudkan di sini. Firman itu menjadi daging dan itu adalah Allah yang berinkarnasi.

 

Itu juga dikatakan oleh Rasul Paulus di dalam Galatia yang menasihatkan:

 

Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Galatia 4:4-5).

 

Itu juga yang dimaksudkan di dalam Wahyu:

 

“Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:16, 17, 20).

 

Betapa mulianya Firman itu! Betapa ajaibnya Injil ini! Betapa agungnya pengharapan itu! Menanti, berjaga-jaga, berdoa, melayani, sampai Tuhan kita datang kembali.