Daftar isi

MENANG MELALUI DOA

(VICTORY THROUGH PRAYER)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Alih bahasa oleh Bong Sak Tet, S.Th.

Editor Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Markus 11:22-24

 

07-14-91

 

Nats kita adalah dari Markus pasal 11. Bagian teks inilah yang menjadi subjek yang menyentuh hati gembala senior kita, yakni, “Menang Melalui Kuasa Doa atau Keajaiban Hidup dalam Dunia  Muzizat. Ayat 22-24 mengtakan,

“Yesus menjawab mereka, “Percayalah kepada Allah.” Aku berkata kepadamu sesungguhnya barangsiapa yang berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut, asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu, Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”

 Menang Melalui Kuasa Doa. Di dalam dunia yang telah jatuh dan yang fana ini, kuasa menentukan seluruh dinamika kehidupan kita, baik: masalah kebangsaan, pribadi, kekuasaan politik,  kekuasaan financial, kekuasaan militer, baik di laut, di udara, di darat, kekuasaan manusia, termasuk para tentara kita, dan  factor-faktor yg mendukung mereka, kekuasaan senjata, alteleri, prokyeksi bom atom dan kekuasaan di udara.

Saya bersama-sama degan anak-anak muda di ruang kapel kami di Kota Rapids, Dakota Selatan, di seberang perbatasan kota, kami mempunyai stasiun udara di sana. Saya tidak percaya pesawat-pesawat tempur itu. Saya melihatnya di sana, dan suara itu ada di sana—pesawat-pesawat tempur itu melintasi angkasa dua kali kecepatan suara. Siapapun yang mengontrol udara, yang mengontrol kota-kota bergantung kepadanya.

Kekuasaan di laut, memonitor garis penyerberangan laut dari benua ke benua lainnya

Tetapi semua kekuasaan yang kita kenal di dalam dunia ini tidak ada satu pun yang seperti atau sebanding degan kuasa doa. Seperti ejekan dari seorang atheis yang skeptis. Napoleon Bonaparte berkata, “Tuhan yang ada di atas sana lebih besar dari batalyon yang paling besar.” Apakah benar? Dengarlah Firman Tuhan dalam Zakharia 4: “Firman Tuhan berkata, “Bukan dengan keperkasaan, bukan dengan kekuatan, melainkan dengan RohKu, kata Tuhan.”

Dengar lagi dalam Pengkhotbah, pasal 9: 11, “Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan bukan untuk yang cepat, keunggulan bukan untuk yang kuat….” Dengarkan lagi Keluaran 15, nyanyian Musa dan orang-orang Israel:

 

Aku akan menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur….

Tuhan adalah kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku….

Tuhan itu pahlawan perang…..

Kereta Firaun dan pasukannya dibuangnya ke dalam laut…..

Samudra raya menutupi mereka…

Kata musuh: aku akan mengejar, aku akan mencapai mereka, dan membagi-bagi jarahan...

Engkau meniup dengan taufanMu, laut pun menutupi mereka bagai timah mereka  

tenggelam dalam air yang hebat.

Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya Tuhan? Siapakah seperti Engkau,

mulia, karena kekudusanMu…?

             Engkau mengulurkan tangan kananMu, bumi pun menelan mereka.            

 

Inilah Kuasa doa. Kuasa Tuhan. Hakim-Hakim pasal 7, mengatakan, “Dan Gideon memanggil orang-orang Israel dan ada 32.000 orang yang siap untuk pergi berperang. Tetapi Tuhan berkata, Mereka terlalu banyak. Mereka yang takut, pulangkan mereka ke rumah mereka. Dan yang tinggal 10.000 orang, tetapi Tuhan mengatakan, “Mereka masih terlalu banyak.”Lalu Gideon membawa mereka ketepi laut untuk minum air. Orang-orang yang membungkuk dan meminum air dengan tangannya, maka merekalah yang akan diutus untuk berperang. Dan ada 300 orang yang melakukan hal itu. Dan Tuhan berkata, “Dengan ke 300 orang inilah Tuhan akan memberikan kemenganan padamu. Inilah Tuhan kita.

Dalam I Samuel 17: “Ketika orang Filistin itu (Goliat) menujukan pandangannya ke arah Daud serta melihatnya, di hinanyalah Daud itu, karena ia masih muda kemerah-merahan dan elok parasnya. Dan orang Filistin itu berkata kepada Daud, “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat.” Orang Filistin itu mengutuki Daud dan juga Tuhan. Orang Filistin itu berkata kepada Daud, “Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang! Lalu berkatalah Daud kepada orang Filistin itu, “Engkau datang dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku datang dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan yang kau tantang itu.” Tebaklah siapa yg menang? Tebaklah siapa yg menang?

Dalam Yesaya 37 mengatakan, “Kata Tuhan, mengenai raja Asyur, Sanherib. Ia tidak akan datang ke kota Yerusalem ini dan tidak akan menembakkan panahnya ke sana. Melalui jalan  dari mana ia datang, ia akan pulang. Karena aku akan memagari kota ini dan  menyelamatkannya.  Lalu keluarlah Malaikat Tuhan, dibunuhnyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan orang Asyur, pada keesokkan harinya, pagi-pagi tampaklah  semua bangkai orang-orang mati belaka.”

Siapakah yang menang? Siapakah yang memiliki kuasa. Tuhan yang memiliki kuasa. Siapapun yang meminta  hadirat Allah dan kuasa Allah, dijamin akan mendapatkan kemenangan pada akhirnya. Ini bukan hanya kebenaran, sebagaimana yang saya baca dalam Alkitab, Firman Allah yang Kudus, tetapi ini adalah kebenaran dalam sepanjang sejarah. Tuhan berkata, itu milik bangsa Yunani. Dan pada tahun 330 sebelum Kristus, Alexander menghukum mati secara besar-besaran tentara Persia, yakni tentara raja Darius, dengan barisan tentaranya. Tuhan ada di sana!

Pada tahun 732 AD, Charles Martel dalam perjalanannya ke Perancis menghadapi tentara-tentara Saracen secara invisible dan membunuh pemimpin mereka, yang pada akhirnya membawa kemenangan bagi orang-orang Kristen –Tuhan campur tangan dalam kuasaNya yg besar.

Engkau mungkin tidak akan percaya tentang apa yang saya katakan. Ketika Jepang menyerang Pearl Harbor. Waktu itu saya sedang berkhotbah di West Coast, California. Dan pelabuhan California yang besar itu di lindungi oleh balon-balon yang dilabuhkan di atas pantai dari ketinggian 200 meter. Itulah yg melindungi Amerika pada waktu itu. Mengapa orang-orang Jepang tidak datang degan angkatan laut mereka dan dengan angkatan udara mereka dan dengan tentara-tentara angkatan darat mereka. Pada waktu itu, tidak ada sesuatu yang menahan invasi mereka terhadap Amerika, kecuali kita bertelut dalam doa. Oh, Tuhan berkatilah Amerika.

            Menang melalui Kuasa Doa. Saya telah melewati hidup ini dengan kata-kata seperti ini (Menang melalui Kuasa Doa).   

Dipertengahan tahun ini, secara penuh saya bermaksud dan mempersiapkan diri untuk melakukan seperti apa yang telah saya lakukan di perang dunia kedua. Ketika seorang tentara terbunuh, pendeta datang ke rumahnya dan mengumumkannya kepada keluarganya bahwa anaknya sudah meninggal. Sesungguhnya saya mempersiapkan hati saya untuk melihat 30.000, 40.000, 50.000 orang-orang terbaik kita telah terbunuh di Desert Storm. Kita berdoa, kita berdoa di gereja kita. Kita berlutut untuk berdoa bagi keluarga kita. Dan Tuhan memberikan kemenangan kepada kita. Tuhan melakukannya untuk kita, secara praktis kita tidak akan terhilang

Menang melalui Kuasa Doa. Tuhan mempunyai cara untuk melindungi orang-orang yang mencariNya dalam doa dan iman. Apakah anda masih ingat cerita dalam Kitab Raja-Raja? Ben Hadad, penguasa dan raja Syria Damaskus berkata, “apapun yg kita pikirkan dalam ruang pribadi kita akan diketahui org Israel oleh nabi Elisa. Dia mengirim seorng prajurit dan mengelilingi daerah Dotan, di mana Elisa tinggal. Dan Gehazi, pelayannya berkata, “Oh, tuanku, tuanku lihatlah seorang prajurit ada di sekitar kita!” dan nabi Elisa berkata, “Anakku lihatlah bahwa yg menyerta kita jauh lebih banyak dari yg menyertai mereka. Dan Elisa menengadah ke surga dan berkata, “Tuhan bukalah matanya, supapa ia dapat melihat!” Lalu Tuhan membuka mata Gehazi dan melihat gunung-gunung yg mengitari Elisa di penuhi dengan kerreta kuda dari TUHAN. Itulah pemeliharaan Tuhan terhadap umatNya.

Mari kita lihat tetang Adam H Dickey, ia berkata, “Jika seseorang tenggelam di tengah lautan tanpa ada pertolongan dari seorangpun, maka Firman Tuhan berkata, ketika orang-orang benar berdoa, maka Tuhan menyelamatkannya. Sekarang saya ingin kita lihat tentang Mayor Allen Lindberg dari Westfield, New Jersey, seoranng pilot Boeing Flying Fortress, memaksa turun ke laut dengan caranya sendiri di Australia. Dia dan 9 anak buahnya terhilang. Hal itu terjadi pada dini hari; “Kita celaka!” kata mayor Lindberg. “Kita hanya memiliki waktu untuk meninggalkan dua buah rakit karet tanpa sisa makanan atau setetes air. Anak-anak laki-lakinya kuatir, semuanya kuatir, kecuali Sersan Albert Hermandez, penembak kita. Saya bangga dengan dia. Pada waktu itu, ia mulai bedoa dan tidak lama kemudian ia sungguh mengangetkan kami dengan  berita bahwa ia tahu Tuhan telah mendengar doanya dan menyelamatkannya.

Terombang-ambing di bawah terik matahari yang panas dengan menyanyi sebisanya mereka ikut menyanyi bersama dengan Hermandez dalam menyanyikan kidung pujian, doa bersama-sama, mereka terus menaikkan pujian dan doa kepada Tuhan. Pada hari ketiga sebelum matahari tenggelam mereka melihat garis besar dari sebuah pulau kecil dan segera setelah itu, terlihatlah sebuah tontonan yang tidak masuk akal dari tiga perahu yang dipenuhi dengan orang-orang telanjang yang datang menuju ke arah mereka.. Penolong atau penyelamat-penyelamat itu ternyata adalah suku aborigin, yaitu suku asli orang Australia. Mereka berkulit hitam, mereka adalah nelayan-nelayan yang berambut keriting dari benua yang jaraknya ratusan mil jauhnya. Orang-orang itu berkata kepada Lindberg bahwa hari itu sebelum mereka berada di rumah dengan tangkapan mereka, pada waktu itu ada sebuah dorongan yang datang kepada mereka. Sesuatu yang mendorong mereka untuk mengubah haluan mereka dan  mengemudikannya ke arah yang tidak biasa dan menuju ke tempat yang berkarang. Dan dari pulau berkarang inilah mereka melihat Lindberg dan teman-temannya. Itulah Tuhan. Tuhan yang memperhatikan milik kepunyaanNya. Saudara-saudara yang terkasih, kita hidup dalam dunia  muzizat, hanya saja kita tidak menyadarinya. Kita tidak membicarakannya. Kita tidak memikirkannya. Pada hal dunia di mana kita hidup ada intervensi dari Allah di dalamnya.

Sulit sekali bagi kita untuk menyadarinya. Ketika saya membaca biografi kehidupan David Livingstone, Seorang Missionary Afrika, di bawah sinar matahari. Ia berusaha untuk menjelaskan kepada seorang pemimpin Afrika apa itu es. Dan apakah anda bisa bayangkan kemungkinan apa yang akan terjadi?

 Ketika Rasul Paulus berdiri di hadapan Herodes Agripa II menggambarkan kebangkitan Kristus dan kuasa Allah yang membangkitkan orang mati, Festus, gubernur yang memerintah orang Yahudi itu, berteriak dan berkata, “Paulus, kamu sudah gila. Kamu sudah gila.” Adalah hal yang tidak masuk akal dan tidak mungkin bila Allah dapat membangkitkan  orang yang telah mati. Lalu Paulus menjawab, “Oh, tuan Festus yang mulia, kata-kata yang saya ucapkan adalah kata-kata kebenaran dan pengalaman yang telah saya alami.”      

Bolehkah saya hidup untuk diri saya sendiri dan terlepas dari gereja yang kita cintai ini? Dulu di seberang sana ada suatu bangunan yang sedang di bangun. Mereka baru memulainya dengan membangun konsruksi di seberang jalan sempit Patterson Street, yakni perapatan blok sebelah kanan The Central Christian Church, di sana ada sebuah papan tanda dengan kata-kata, “Untuk Dijual.” Saya menyampaikan hal itu kepada diaken saya dan berkata, mari kita membeli gedung itu. Kita tidak mempunyai apa-apa di blok itu. Mari kita beli itu untuk The Central Christian Church.” Lalu mereka menolaknya, mereka berkata, “Kita masih berhutang untuk bangunan ini dan anda ingin kita membeli property yang ada di sebalah sana? Kami tidak habis pikir.” Pada waktu itu, saya sedang berdiri di sana. Saya sedang berdiri di Patterson Street bersama dengan Billy Souther, salah satu pelayan kami di bagian pendidikan. Saya berdiri  dengan dia melihat tanda itu, Billy Souther berkata kepada saya, apakah ini bukan sebuah tragedi? Bukankah ini adalah sebuah tragedi, jika kita tidak membelinya. Saya berkata, “Itu adalah sebuah tragedi. Itu adalah sebuah tragedi.” Lalu dia berkata kepada saya, “Pak Pendeta, mengapa anda tidak berdoa kepada Tuhan dulu untuk hal itu? Berdoalah kepada Tuhan untuk hal itu?” Hal itu tidak pernah muncul dari pikiran saya untuk meminta Tuhan melakukannya bagi saya. Saya mulai berpikir untuk itu, “Anda tahu saya baru saja mencobanya, saya hanya mau lihat.” Lalu kemudian saya berlutut dan mulai berdoa kepada Tuhan untuk properti itu. Dan sementara saya masih berlutut untuk berdoa, saya kemudian mendapat  sebuah telepon dari Minnie Slaugther Veal. Dia berkata kepada saya, “Pak pendeta saya mendengar bahwa anda sedang berdoa. Apa yang anda sedang doakan? Saya berkata, “Nyonya Veal, saya sedang berdoa, agar Tuhan memberi kepada kami Central Christian Church yang ada di sebelah sana, yakni di perapatan blok yang ada disebelah kanan itu. “Bagus sekali, “Berapa harganya?” Lalu Saya berkata, “Saya tidak tahu, tapi saya akan segera memberitahukan kepadamu.” Setelah saya mengetahui harganya, saya menelpon dia kembali, dan dia berkata, “Belilah gedung itu. Saya akan menyediakan uang itu kepada untuk anda, hanya janganlah menceritakannya kepada siapapun.” Dia tidak mau orang-orang tahu tentang itu, sebab itu adalah masalah uang. Sebab itu, saya membeli gedung yang terletak di perempatan jalan itu, blok sebelah kanan Central Christian Church kita. Lalu saya menerima panggilan telepon lainnya. Dan nyonya Veal berkata, “Pak Pendeta, saya lupa menanyakannya kepadamu, untuk apa gedung itu? Apa yang anda ingin lakukan degan gedung itu?  Saya berkata kepadanya, “Nyonya Veal yang baik, saya ingin membangun tempat parkir di sana untuk jemaat, sehingga ketika mereka datang ke gereja, mereka memiliki tempat parkir. Lalu yang ada di atas, saya ingin bangun sebuah tempat olah raga dengan dua ruangan, yang satu untuk anak-anak dan yang satunya untuk orang dewasa..”

Dia berkata kepada saya, berapa harganya untuk membangun tempat itu? Saya katakan kepadanya, “Saya tidak tahu, tetapi saya akan segera memberitahukan kepada Anda nanti.” Kemudian saya bertemu dengan seorang kontraktor dan menanyakan berapa harga untuk membangun tempat itu. Kemudian saya memberitahukannya kepada Nyonya Veal. Ia berkata, “Saya akan memberikan uang itu kepada Anda dan bangunlah tempat itu. Hanya tolong, jangan beri tahu siapapun tentang hal ini.       

Anda tidak percaya akan hal ini. Saya membangun gedung itu dan gereja tidak berbuat apa-apa ketika pekerjaan itu terus berlanjut. Tidak ada gagasan, ya saya ingin mengatakan kepada anda bahwa itu adalah sesuatu yang menakjubkan. Itu adalah keajaiban. Sementara pembangunan tersebut berjalan, para pejabat yang berwenang di Dallas datang untuk menghentikannya. Semua pekerja pembangunan, dan semua orang terlibat dalam ketegangan itu. Mereka naik turun, anda tahu--- mereka memagari bangunan itu di atas dan yang ada di bawah Jalan Santo Paulus dan jalan Patterson.

Anda tahu apa yang saya lakukan pada waktu itu. Saya keluar dan berjalan dengan mereka bersama-sama. Mereka membawa papan tanda yg bertuliskan, “TIDAK FAIR,”

Dan saya berjalan turun naik bersama dengan mereka. Lalu saya berkata kepada mereka, “Anda tahu apa yang anda sedang lakukan?” Ini adalah rumah Tuhan yang kami sedang bangun dan kami membangunnya untuk orang-orang yang datang ke gereja beribadah kepada Tuhan. Kami membangunnya untuk anak-anak mereka  dan membawa mereka dari jalanan  dan mengarahkan hati dan hidup mereka kepada Tuhan, dan kalian datang untuk mengacaukan pekerjaan ini. Apakah anda tahu apa yang sedang anda lakukan? Anda sedang melawan Allah sendiri.” Saya ingin katakan kepada anda, bahwa para pengacau itu meletakkan papan tanda itu, lalu pergi ke kantor buruh (Kepegawaian). Dan ketika orang-orang dari kantor buruh itu melihatnya kemudian mengirim mereka kembali dan berkata, “Kami tidak mau ke sana. Tuhan hadir di tempat itu. Tuhan hadir di tempat itu.”

Lalu kami mendedikasikan bangunan itu kepada Tuhan. Dan Tuhan bukan saja memberikan perempatan blok itu, namun memberikan seluruh blok di sana, termasuk blok yang ada di Kantor Pos itu. Oh, Tuhan Engkau dapat melakukan apapun. Engkau dapat melakukan apapun.  

Saya harus menutup khotbah saya ini. Mari kita lihat tentang, Alexis Carrel, seorang dokter dan psikiater yang tersohor, yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk pekerjaanya. Ia berkata, “Jika sebelumnya tidak pernah berdoa, maka sekarang doa adalah merupakan sesuatu yang sangat diperlukan dalam hidup setiap orang maupun setiap bangsa.” Seorang Psikolog menulis demikian, “Tuhan mungkin seperti sebuah dinamo listrik. Kita dapat menerima kekuatan dari dinamo itu dengan menghubungkan diri kita melalui doa. Atau menolak untuk menghubungkan diri kita, sehingga tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap kita. Pilihan itu ada pada kita masing-masing.”

Saya ingin menutup khotbah saya dengan mengutip sebuah puisi yang indah, yg ditulis oleh Alfred Lord Tennyson:

 

            Banyak hal telah diselesaikan melalui doa

Dari impian dunia ini. Oleh sebab itu, dengarlah suaraNya

Yang bangkit seperti sumber air bagi ku setiap hari dan setiap malam

Karena apakah manusia lebih baik dari domba atau kambing

Makanannya berupa sebuah kehidupan yang buta dalam pikirannya

Jika mengenal Allah, mereka tidak mengangkat tangan untuk berdoa

Bagi mereka sendiri dan bagi orang-orang yang memanggil mereka teman?

Karena seluruh dunia yang mengelilingi bumi ini adalah setiap jalan bagi mereka

Terikat dengan rantai emas kepada kaki Tuhan

     ( Dari Passing Of Arthur, Alfred Lord Tennyson)