Daftar Isi

 

KONDISI AKHIR DARI JEMAAT

(FINAL STATE OF THE CHURCH)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Khotbah ini dikhotbahkan pada kebaktian Minggu Malam, 16 Mei 1982

di First Baptist Church in Dallas

 

 “Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1).

 

Bagi Anda yang mengikuti siaran kebaktian kami melalui radio dan televisi, ini adalah gembala First Baptist Church di Dallas. Khotbah hari ini adalah khotbah terakhir dari seri Ekklesiologi, atau doktrin gereja. Dan tema khotbah ini adalah Kondisi Akhir dari Jemaat, atau Jemaat dan Penyesatan.

 

PERINGATAN TENTANG AKAN DATANGNYA

PENYESATAN DALAM KEKRISTENAN

 

Sama seperti suara sirene yang terus berbunyi dari pelampung yang berada dalam kabut di tengah samudera yang menandai adanya batu karang yang harus dihindari kapal, begitu juga secara terus-menerus Alkitab memberikan peringatan tentang datangnya penyesatan gereja. Sebagai contoh peringatan tentang akan datangnya penyesatan gereja ini ada dalam 1 Timotius 4:1:

 

“Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1).

 

Kemudian bukalah 2 Timotius 3:1:

 

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar”

 

Lagi bacalah 2 Timotius 4:3-4:

 

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.”

 

Marilah kita juga membaca 2 Tesalonika 2:3:

 

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa.”

 

Baca juga peringatan Rasul Paulus kepada para penatua jemaat di Efesus dalam Kisah Rasul 20:29-31:

 

“Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.”

 

Ayat-ayat di atas hanyalah sebagian dari serangkaian ayat yang menguatkan nubuatan dari Tuhan kita Yesus dan apa yang Ia pernah katakan tentang gereja kita hari ini. Dua ribu tahun yang lalu, nubuatan ini berbicara tentang kondisi kita hari ini, yang telah Yesus sampaikan dan secara berulang kali terus diulangi lagi oleh Roh Kudus melalui suara para rasul. Tuhan kita pernah berbicara tentang pertumbuhan Kekristenan, misteri dari kerajaan, atau pertumbuhan gereja, akan seperti biji sesawi yang ditabur dan bertumbuh menjadi pohon yang besar, dan burung-burung najis bersarang pada cabang-cabangnya. Ia juga pernah berbicara tentang misteri kerajaan itu seperti ragi, yang mana di dalam Alkitab, ragi biasanya simbol dari sesuatu yang jahat. Akhirnya, pertumbuhan  dari kejahatan dan penyesatan itu menyebar ke seluruh Kekristenan, semua gereja.

 

            Itu adalah salah satu hal yang paling menyedihkan bagi orang-orang yang secara sensitif menyadari kondisi zaman modern yang dapat diobservasi ini. Tidak ada denominasi, tidak ada persekutuan yang di dalamnya terbebas dari orang-orang yang berbuat jahat; penyangkalan iman; dan penolakan kebenaran-kebenaran agung tentang wahyu Allah serta berpaling kepada metafisika buatan manusia (man-made metaphysics).

 

Dalam Kitab Apokalupsis, dalam Kitab Wahyu, Tuhan berbicara kepada tujuh jemaat di Asia yang merupakan representatif dari tujuh tingkatan perkembangan besar dalam sejarah Kekristenan, dalam sejarah gereja. Dan Ia mulai mengalamatkan surat-Nya kepada jemaat di Efesus. Ia berkata kepada jemaat pertama ini, jemaat Efesus: “Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula” (Wahyu 2:4).  

 

Setelah menegur jemaat-jemaat itu akhirnya Ia berbicara kepada jemaat ke tujuh, yaitu jemaat di Laodikia, dan ini merupakan representatif dari jemaat kita hari ini. Apakah Anda memperhatikan bahwa di jemaat Laodikia atau tingkat perkembangan jemaat yang ketujuh, Tuhan kita berdiri di luar jemaat. Ia mengetuk pintu ingin masuk.

 

Perkembangan gereja ini, lagi dan lagi makin menjauh dari dasar-dasar doktrinal utama atau yang agung yang kita baca dalam Alkitab dan dalam pewahyuan kebenaran Allah. “Engkau kehilangan kasihmu yang mula-mula.” Ketika kasih mati, iman mati. Ketika kasih mati, ketaatan mati. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15). Ketika kasih mati, kerinduan dan pengharapan akan kedatangan Tuhan kembali menjadi mati.

 

Paulus menulis dalam suratnya yang terakhir:

 

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya” (2 Timotius 4:8)

 

Rasul Petrus menulis dalam suratnya yang kedua pasal tiga:

 

“Pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan” (2 Petrus 3:3-4).

 

Atau dengan kata lain mereka mau berkata, “Matahari terbit di pagi hari, dan terbenam di sore hari, namun saya tidak melihat satu tandapun tentang interposisi atau intervensi dari sorga!”

 

 

MUNCULNYA “AGAMA BARU BUATAN MANUSIA”

ATAU AJARAN SESAT DI DALAM GEREJA

 

            Sebagai konsekuwensi dari hilangnya pengharapan akan kedatangan Tuhan, gereja menjadi nyaman atau betah di dunia. Gereja mengasihi karir dan pujian dari dunia; dan gereja tidak lagi menantikan kedatangan Tuhan lebih lama lagi. Gereja tidak lagi merindukan atau menantikan perjamuan kawin Anak Domba. Dan masalah kedatangan kedua dari Tuhan kita Yesus Kristus dianggap tidak relevan lagi dalam hidup, atau di dalam doa, atau untuk diperhatikan. Sebagai konsekuwensinya ada pengembangan agama baru dalam Kekristenan – agama baru dengan konsepsi metafisikal tentang Allah – gereja baru dengan konsepsi filosofikal tentang Kristus – dan interpretasi baru tentang alam semesta dengan konsepsi pseudosaintifik (sains yang palsu). 

 

Mereka Mengajarkan Keberadaan Allah yang Impersonal

 

Selanjutnya, dengan pendahuluan ini, kita akan melihat penggenapan dari nubuatan Kristus dan nubuatan para rasul berhubungan tentang gereja di zaman kita ini – gereja dan penyesatan. Ada beberapa karakteristik utama tentang itu. Pertama, penyesatan gereja adalah gereja yang didasarkan di atas hukum alam, bukan pewahyuan illahi. Dalam penyesatan gereja modern ini, orang tidak lagi percaya Allah yang berpribadi. Dia dipandang sebagai Penyebab Pertama (First Cause), atau Penggerak Utama (Prime Mover), atau kekuatan energi yang dahsyat, namun Dia bukan pribadi yang bernama Yehova, Yesus. Sebagai konsekwensinya, mereka tidak percaya mujizat, dan kekuatan doa. Semua yang terjadi adalah karena hukum alam yang tidak dapat dihindari dan hukum dari impersonal. Dan gereja sesat dibangun di atas hukum impersonal, hukum yang tampak dan hukum fisikal.

 

Mereka Menolak Alkitab adalah Firman Allah yang Diinspirasikan,

Berotoritas, Inerrant, dan Infallible

 

Itu dikarakterisik dengan penolakan mereka terhadap otoritas, dan infalibilitas, serta inspirasi Kitab Suci. Mereka memandang Alkitab sebagai salah satu dari kebanyakan kitab suci yang diciptakan manusia untuk menggambarkan Allah. Alkitab bukan wahyu Allah yang diturunkan untuk mencari manusia, namun mereka memandang ini adalah usaha manusia mencari kekuatan yang tidak tampak (invisible) yang bersandar di balik alam semesta yang bersifat fisikal ini.

 

            Saya melihat bukti tentang penyangkalan manusia terhadap otoritas Firman Allah ini di mana-mana. Di Israel, di Yerusalem, saya melihat logo dari Hebrew University. Dalam Yesaya 11:9, Alkitab menulis: “Sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya” (For the earth shall be filled with the knowledge of the Lord, as the waters cover the sea – KJV). Itu adalah otoritas dari pewahyuan Kitab Suci. Namun ketika Anda membaca itu pada logo Hebrew University, itu berbunyi: “Seluruh bumi penuh dengan pengetahuan” (The Earth shall be filled with knowledge). Mereka menghapus kata ‘TUHAN’! Dan yang sangat mengherankan saya adalah bahwa ada banyak atheis di sana selama bergenerasi-generasi.

 

Di depan balai kota Glasgow, Scotlandia, tulisan yang diukir dengan bunyi kalimatnya demikian: “Let Glasgow flourish by the preaching of the word” (Biarlah Glasgow berhiaskan dengan pemberitaan Firman). Setelah Perang Dunia II, balai kota itu dibangun kembali. Dan ketika mereka membangun kembali mereka menggantikan semboyan Kristen untuk memberitakan Injil yang luar biasa itu dari depan bangunan itu sehingga sekarang di sana tertulis semboyan: “Let Glasgow flourish” (Biarlah Glasgow berhias). Mereka menghilangkan kata-kata “…by the preaching of the word” atau “…dengan pemberitaan Firman.’ Ada penolakan yang bersifat universal terhadap otoritas, dan infallibilitas, dan ineransi serta inspirasi dari Kitab Suci ini.

 

 

Mereka Mengajarkan bahwa Iman Kristen

adalah Salah Satu dari antara Agama-Agama Buatan Manusia

 

Ada juga yang mendefinisikan Kekristenan sebagai salah satu dari agama-agama yang ada. Kekristenan bukan satu-satunya iman yang benar. Saya pernah berjumpa dengan seorang gembala serta pemberita Injil tersohor di New England. Ketika ia menjelaskan tentang khotbah dan gerejanya, ia berkata: “Kami melebihi Kekristenan. Kami mengambil apa yang benar dalam Kekristenan dan kami juga mengambil kebenaran di dalam semua agama lain di dunia ini, dan kami meleburkan semua kebenaran itu; dan gereja kami, di dalam pemberitaannya, melampaui Kekristenan. Gereja kami beranggapan dan meleburkan semua kebenaran yang agung dari agama-agama besar di dunia.”

 

 

Mereka Meninggikan Manusia dengan Mengajarkan

bahwa Manusia dapat Menjadi Allah

 

Ini adalah gereja sesat. Mereka bukan hanya membangun gereja di atas hukum alam/natural, fenomena alam, namun ini juga gereja yang meninggikan manusia dan menurunkan tahta Kristus. Doktrin dasarnya adalah bahwa Allah berinkarnasi ke dalam semua manusia. Satu-satunya perbedaan antara kita dan Kristus adalah perbedaan tingkatan (degree) dan bukan kondisinya (kind). Kita juga merupakan inkarnasi dari Allah. Pengajaran ini mengajarkan bahwa kita semua adalah pletikan api illahi, atau memiliki sifat ilahi di dalam diri kita.  Dan ketika kita membiarkan realisasi keilahian kita bertumbuh, akhirnya kita menjadi Allah sama seperti Yesus yang adalah inkarnasi Allah. Bukan hanya itu, tetapi doktrin ini mengatakan bahwa kemanusiaan kita merupakan hasil proses evolosi.

 

Dalam pengajaran mereka, mereka tidak mengakui bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa dan memerlukan penebus, namun menurut mereka keberadaan kita akan terus meningkat, dan akhirnya kita menjadi malaikat atau bahkan para penghulu malaikat.

 

 

Mereka Mengajarkan bahwa Manusia tidak

Diciptakan Allah tetapi Merupakan hasil Evolusi

 

Dan doktrin itu  mengajarkan doktrin yang memberikan interpretasi yang asing tentang Kristus: Mereka dengan terus terang mengajarkan bahwa Kristus Yesus dari Nazaret tidak akan selamanya menjadi manusia yang sempurna, namun melalui perkembangan secara progresif kita akan terus meningkat sampai akhirnya kita akan menjadi lebih baik dari Kristus. Bahkan menurut teori kesempurnaan manusia banyak orang mungkin bahkan akan menjadi lebih tinggi tingkatannya dari pada Yesus dari Nazaret. Menurut mereka tidak ada manusia yang seperti Adam dan Hawa yang diciptakan secara sempurna. Doktrin ini mengajarkan bahwa kita berasal dari binatang (marsupial), dari kera tak berekor (anthropoid ape), atau dari monyet. Pengajaran ini menyangkal bahwa manusia pada mulanya diciptakan sempurna. Menurut mereka kita akan terus menerus meningkat menjadi sempurna sampai akhirnya akan banyak kristus, atau banyak manusia sempurna.

 

Mereka Mengajarkan bahwa tidak ada Kejatuhan Manusia ke dalam Dosa

 

            Pandangan mereka tentang doktrin dosa adalah bahwa kita tidak pernah diciptakan secara sempurna oleh Allah yang Mahakuasa, dan bahwa manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan bahwa manusia memerlukan penebusan. Menurut mereka dosa sama seperti kegelapan  sementara karena terhalangnya sinar matahari. Dosa hanyalah seperti debu yang ada di atas sebuah koin. Dosa hanyalah unsur kebinatangan yang masih melekat dalam diri kita. Dengan memberi waktu kepada kita, maka kita akan meningkat menjadi sempurna dan terbebas dari dosa itu. Dosa hanyalah suatu kelemahan dan melalui waktu kita berkembang menuju kesempurnaan dan kita akhirnya mencapai kesempunaan dan itulah sorga. Semua pengajaran ini menunjukkan kesesatan gereja modern. Ajaran itu meninggikan manusia dan memuliakan pengajaran evolisinya.

Mereka Menggantikan Injil Penebusan Kristus dengan Injil Sosial

 

Itu saja tidak cukup, kesesatan gereja dikarakteristik oleh keselamatan sosial (social salvation). Injil penebusan untuk manusia secara individu, jiwa secara individu tidak diperlukan lagi, namun injil dalam gereja sesat mengajarkan penebusan atau kesempurnaan dari masyarakat melalui usaha-usaha manusia dan kemakmuran manusia.  Keselamatan melalui kebaikan manusia atau benevolent humanism adalah injil baru. Kita akan mencapai atau memperoleh keselamatan ketika kita berhasil merekonstruksi masyarakat.  Meraka berkata bahwa  socialism kekristenan (Christian socialism) adalah kerjaan Allah. Kerajaan manusia ditempatkan untuk menggantikan kerajaan Sorga. Dan tujuan gereja atau tujuan kita dalam pemberitaan Injil adalah menciptakan kembali tatanan sosial dalam masyarakat.

 

Mereka akan berkata bahwa ada tiga tingkatan agung di dalam proses kemajuan manusia. Tingkat pertama disebut theological (theological stage), yaitu ketika kita berbicara tentang, atau berpikir tentang, dan menulis tentang Allah. Tingkat kedua adalah anthropomorphic stage atau anthropologikal. Pada tingkat kedua adalah ketika manusia mulai mempelajari dan menulis tentang manusia.  Dan ketiga, yaitu tingkat yang terakhir adalah tingkat keemasan (golden stage). Ini adalah tingkat sosiologikal, yaitu ketika kita memfokuskan ke masalah struktur masyarakat, pemerintah, kultur, dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Dan pada tingkat ketiga ini, yaitu sociological stage, itu adalah ketika kita merestrukturisasi masyarakat di abad ini – dan sebagai hasilnya kita akan memiliki kesempurnaan dan kerajaan seribu tahun dan semua hal yang jahat, dan kegelapan dan dosa, dan berbagai kesalahan secara hukum akan dimusnahkan.

 

 

Mereka Mengajarkan bahwa Yesus adalah sekedar Guru Agung,

bukan Juruselamat

 

Doktrin semacam itu akan memimpin kepada tidak diperlukannya Yesus pada hari ini. Ia hanyalah salah seorang pengajar atau guru dari para guru yang sukses, dan kita akan memiliki guru yang lebih baik di masa mendatang. Yesus adalah guru di zaman-Nya saja, dan dibatasi oleh kebiasaan dan kultur yang Dia miliki. Ia dipenuhi dengan ilusi mesianik, yang mana hari ini kita tahu bahwa itu suatu kesalahan. Dan gereja modern yang sesat ini mengatakan bawah secara pelan-pelan mereka akan menghapuskan ilusi-ilusi mesianik itu. Tidak perlu ada lagi khotbah tentang penebusan Kristus. Darah-Nya sama seperti darah manusia lainnya atau darah binatang. Tidak ada kebangkitan orang mati. Tidak ada pekerjaan Kristus sebagai perantara di sorga. Ia tidak bersama Bapa di sorga. Ia adalah manusia biasa sama dengan manusia lainya, dan ketika Ia mati, kematian-Nya sama dengan kematian manusia lainnya dan tidak bangkit dan hidup kembali. Itu adalah pengajaran dari gereja sesat pada zaman ini.

 

 

ENAM PERBEDAAN ANTARA DOKTRIN YANG BENAR DARI WAHYU ALLAH DAN PENGAJARAN GEREJA MODERN

 

Sebagai kesimpulan saya akan menjelaskan enam pengakuan saya secara singkat tentang perbedaan Firman Allah (Wahyu Allah) dengan gereja modern. Yang pertama, Alkitab berkata ada Allah yang berpribadi, sang Pencipta langit dan bumi. Sedangkan gereja sesat mengatakan bahwa tidak ada Allah yang berpribadi, namun yang ada hanyalah energi kekal, atau suatu kekuatan, atau suatu Penyebab Pertama (First Cause); dan tidak pernah ada tindakan penciptaan, segala sesuatu ada dengan sendirinya.

 

Yang kedua, Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa selain manusia ada ciptaan yang lain seperti misalnya para malaikat, para malaikat yang jatuh, iblis dan Setan. Ada kerajaan kegelapan yang diperintah oleh Setan yaitu malaikat yang jatuh, musuh Allah dan manusia, sang penguasa dunia ini. Alkitab mengajarkan bahwa gereja sesat berkata tidak ada malaikat, tidak ada kebaikan dan kejahatan, tidak ada iblis, tidak ada Setan, tidak ada kerajaan kegelapan. Saya pernah mendengarkan professor terkenal dari salah satu Perguruan Tinggi Baptis kita yang terkenal dan liberal mengumumkan fakta bahwa tidak ada pribadi yang disebut Setan, dan tidak ada malaikat yang jatuh yaitu iblis.

 

Ketiga, Alkitab berkata bahwa manusia telah jatuh dari kesempurnaan dan kebaikan orisinilnya, dan oleh sebab itu sekarang berada di bawah hukum dosa dan  kematian, dan oleh sebab itu manusia memerlukan penebus, pribadi yang dapat menyelamatkan kita dari penghukuman atas dosa-dosa kita. Itulah yang diajarkan oleh Alkitab. Namun gereja modern yang sesat mengajarkan bahwa manusia tidak pernah jatuh melainkan justru makin meningkat menuju kesempurnaan. Kisah-kisah yang tercatat dalam Kejadian 1 – 11 menurut mereka hanyalah suatu dongeng atau mitos atau legenda. Saya mau mengatakan bahwa banyak professor teologi di seluruh dunia percaya bahwa Kejadian 1 – 11 hanyalah  dongeng, legenda, fable, dan semua itu tidak pernah ada atau tidak pernah terjadi. Itulah apa yang mereka katakan, bahwa manusia terus meningkat menuju kesempurnaan. Manusia tidak pernah jatuh ke dalam dosa. Tidak pernah ada manusia yang hidup di Taman Eden. Oleh sebab itu manusia tidak memerlukan penebusan, namun manusia ada dalam proses peningkatan ke tingkat kebaikan dan hikmat tertinggi. Hanya dengan memberikan kesempatan atau waktu kepadanya, maka ia akan meningkat mencapai tingkat tertinggi yaitu menjadi Allah.

 

Keempat, Alkitab mengatakan bahwa Anak Allah yang tunggal menjadi manusia untuk menebus manusia dari dosa dan kematian, dan Ia telah melakukan itu di kayu salib. Dan sekarang Dia ada di sorga, menjadi Imam Besar kita, yang menjadi perantara kita dan mempersiapkan hari kedatangan-Nya kembali untuk menjemput orang percaya. Bertentangan dengan pernyataan Alkitab itu, gereja sesat saat ini mengatakan bahwa Yesus adalah salah satu dari anak-anak Allah. Karena Allah berinkarnasi ke dalam semua manusia. Dia sekarang -- Yesus sekarang – bukanlah imam besar kita, karena pekerjaan-Nya sebagai guru telah selesai ketika Ia memberikan pengajaran moral kepada kita. Ia adalah teladan bagi kita. Semua manusia dari segala masa, ketika ia mati, ia mati layaknya manusia lainnya. Tidak mungkin bangkit atau hidup kembali. Itulah pengajaran gereja sesat zaman ini.

 

            Kelima, Kitab Suci berkata bahwa kerajaan Kristus akan ditetapkan atau di dirikan di dunia ini pada saat kedatangan Tuhan kita,  dan jemaat-Nya yang telah memiliki tubuh kebangkitan seperti Dia dan tubuh kemuliaan akan memerintah bersama Dia, dan seluruh bangsa akan hidup bersama dalam damai sejahtera – itulah kerajaan seribu tahun atau Millennium. Sebaliknya, gereja sesat mengatakan bahwa tidak akan ada kedatangan Kristus yang kedua kali ke bumi ini dan tidak ada kebangkitan orang mati. Melalui proses evolusi, dunia akan disempurnakan oleh manusia, melalui suatu tatanan sosial baru, yang mana tatatanan sosial baru ini akan menyingkirkan segala kejahatan dan mendirikan kerajaan manusia yang akan datang.

 

Dan yang keenam, atau yang terakhir, Alkitab mengatakan konflik atau pertentangan antara kebaikan dan kejahatan – antara Kristus dan Setan – akan terus berlangsung sampai akhirnya kemenangan Kristus secara pribadi atas Setan diumumkan, yaitu ketika Setan dan semua pengikutnya akan dilemparkan ke dalam jurang maut atau neraka. Namun sebaliknya, gereja sesat mengajarkan bahwa tidak ada jurang maut, tidak ada neraka, tidak ada penghakiman akhir, tidak ada pertempuran antara Kristus dan Setan, karena segala kejahatan sebenarnya hanyalah kebaikan yang belum sempurna, dan dalam perkembangannya akan menjadi lebih baik dan mencapai kesempurnaan, sehingga pada saat itu tidak ada lagi kejahatan.

 

            Ada perbedaan antara siang dan malam, antara sorga dan neraka, antara gereja benar dan gereja sesat atau gereja modern. Saya melihat banyak contoh tentang hal itu di segala masa. World Council of Churches kebanyakan adalah Komunis Maxis, dan mereka menggunakan uang milik Allah (uang persembahan gereja) untuk mendukung teroris dan para gerilyawan yang menghancurkan kehidupan, keluarga dan menggrebek desa-desa. Mereka mendukung itu! Dan mereka melakukan itu demi hadirnya kerajaan manusia.

 

Ketika saya membaca Alkitab, itu adalah Kitab nubuatan.  Allah telah mengetahui dan menjelaskan tentang akan datangnya gereja modern yang sesat itu. Ketika saya membaca Alkitab, Allah telah menubuatkan tentang akhir dari gereja sesat itu. Dalam Wahyu 17, ia disebut sebagai wanita pelacur dan ia menunggang seekor binatang. Dan menurut saya ini merupakan pewahyuan yang luar biasa. Ketika saya membaca Kitab Suci, saya tahu siapa yang membinasakan binatang itu. Dia adalah Allah! Siapakah yang membinasakan Babel, sistem dunia yang jahat itu?  Allah yang melakukannya. Siapakah yang membinasakan Antikristus? Allah yang melakukannya! Namun siapa yang membinasakan wanita pelacur, yaitu gereja sesat itu? Binatang itulah yang melakukannya! (Wahyu 17: 16). Karena bosan memenuhi keinginan wanita itu, ia berbalik dan membinasakan gereja sesat itu. Ia telah membawa hidupnya sendiri kepada kebinasaan. Dan di manapun anda melihat gereja sesat di bumi ini, itu akan menjadi saksi tentang kematian. Ia tidak memiliki kehidupan dan kuasa, juga tidak dapat menyelamatkan. Ia tidak memiliki Injil selain injil sosial.

 

Alkitab yang sama juga menyatakan kepada kita akhir dari gereja Kristus yang benar, yaitu gereja yang setia, gereja yang menjunjung tinggi Alkitab dan gereja yang ditebus oleh kasih-Nya. Allah berkata bahwa akhir dari gereja yang benar adalah mereka akan diankat (rapture) dan berjumpa dengan Tuhannya di angkasa, dan akan duduk dalam pesta perkawinan Anak Domba, dan memecahkan roti dan minum cawan bersama dengan Juruselamat kita yang hidup.

 

Berhubungan dengan pengangkatan ini dijelaskan bahwa ada dua orang di ladang, satu diangkat dan yang lain ditinggalkan. Ada dua orang yang sedang dalam perjalanan dan kemudian yang satu diangkat dan yang lain ditinggalkan. Ada dua orang yang sedang tidur di ranjang yang sama dan yang satu diangkat sedangkan yang satu ditinggalkan. Akhir dari gereja Kristus yang benar adalah bahwa mereka akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan di angkasa, untuk menemukan tempat tinggal bersama dengan Tuhan kita di Sorga.

 

Gereja disebut ekklesia, yaitu orang-orang yang dipanggil keluar untuk menjadi umat tebusan Allah. Ekklesia, orang yang dipanggil keluar, dipisahkan, diselamatkan, dan menjadi umat tebusan, umat pilihan. Itulah ekklesia, jemaat Tuhan kita. Pada mulanya Adam dan Hawa dipilih dari antara semua ciptaan di dunia ini. Nuh dipilih, ia dipanggil keluar dari antara semua orang jahat pada masa antediluvians (masa sebelum Air Bah). Abraham dipilih. Ia dipanggil keluar dari dunia dan keluarganya yang adalah penyembah berhala. Israel, atau Yakub dipilih dari antara Esau atau bangsa Edom. Yehuda dipilih dari antara saudara-saudaranya. Daud dipilih dari antara semua pangeran keturunan Yehuda. Betlehem dipilih di antara semua kota di Israel. Maria dipilih dari antara semua gadis di Zion. Rasul Paulus dipilih dari antara semua guru Yahudi, dipilih menjadi utusan atau duta Kristus bagi bangsa non Yahudi. Dan bangsa-bangsa non Yahudi, seperti Anda telah dipilih untuk menjadi anggota keluarga Allah.

 

Oh Tuhan, dimuliakanlah nama-Mu! Betapa aku mengucap syukur kepada Allah karena Ia tidak menempatkan saya di tengah-tengah keluarga penyembah berhala, dan teman-teman yang tidak pernah mengenal nama Kristus. Mengapa Allah memilih saya untuk dilahirkan dalam keluarga Kristen yang mengasihi Tuhan, bertumbuh dalam gereja yang benar, dan sekarang menjadi gembala dari jemaat yang mengasihi Tuhan? Saya sungguh memuliakan nama-Nya! Saya mengucap syukur kepada Dia yang telah menuliskan nama saya dalam Buku Kehidupan, yang pada saatnya nanti panggilan Roh Kudus saya jawab: “Di sini aku Tuhan! Ini aku aku!” Dan saya juga berharap bahwa anda menjadi orang-orang yang dipilih oleh Allah. Mengalami anugerah kesalamatan yang dicurahkan oleh Dia kepada anda.