Daftar Isi

 

KEBANGUNAN ROHANI  YANG DIKERJAKAN ALLAH

(A REVIVAL OF THE WORK OF GOD)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diterjemahkan Made Sutomo, M.A.

 

Habakuk 3:2

03-11-90

 

Inilah Gereja Baptis Pertama di Dallas, dan saya adalah gembala sidang yang akan  membawakan berita firman Tuhan yang berjudul : Kebangunan Rohani yang Dilakukan Allah.  Pada bulan ini, tepatnya pada hari Minggu tanggal 25, saya telah mulai dengan khotbah berseri. Dan khotbah setiap minggu adalah satu persiapan untuk memasuki hari Pentekosta dari Tuhan. Bahan khotbah saya akan ambil dari Kitab Habakuk pasal tiga. Dalam ayat pertama kita melihat tentang beban yang di lihat oleh nabi Habakuk.  Kemudian pada ayat kedua kita membaca doa Habakuk seperti berikut:

 

Tuhan, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaanMu, ya Tuhan, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun, dalam murka ingatlah akan kasih sayang! (Habakuk 3:2)

 

Tak ada satupun orang yang tahu tentang Habakuk. Dia muncul, memberikan pesan singkat melalui tiga pasal, dan kemudian ia menghilang. Yang kita tahu adalah bahwa ia menulis dan menyampaikan pesan nubuatan dari Tuhan.

 

Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari dia, yakni pengetahuannya akan dunia- melalui buku kecil yang terdiri dari tiga pasal yang ia telah tinggalkan.

 

Pertama: Dia menubuatkan tentang kedatangan orang-orang Kasdim, orang-orang Babilonia itu, pasukan tentaranya yang akan datang untuk merusak Yerusalem dan Yudea. Ini berarti dia hidup di tahun 600 SM. Penangkapan tawanan dimulai pada tahun 587 SM, kira-kira tiga belas tahun kemudian.

            Nabi Habakuk hidup di masa penghancuran kerajaan di sebelah utara Israel di tahun 722 SM oleh bangsa Asyur. Kemudian dia menubuatkan tentang penghancuran kerajaan utara tersebut, yang akhirnya terjadi pada tahun 587 SM. Di antara kedua era tragis dalam kehidupan oumat Tuhan itu, Habakuk menyampaikan pesan dari Tuhan. Untuk itulah mengapa ia memulai ucapannya dengan berkata, “Doa nabi Habakuk. Menurut nada ratapan.”     Jadi dengan kata lain, Habakuk melihat satu beban berat.

 

Dia menggambarkan akan datangnya orang Kasdim, tentara Babilonia milik Nebukadnezar, Habakuk menyampaikan firman Tuhan yang berbunyi sebagai berikut:

 

            Akulah yang membangkitkan orang Kasdim, bangsa yang gagah dan tangkas itu…..

            Bangsa itu  dahsyat dan menakutkan,…..

Kudanya lebih cepat dari macan tutul, dan lebih ganas daripada serigala di waktu malam,…………

Seluruh bangsa itu datang untuk melakukan kekerasan, serbuan pasukan depannya seperti angin timur, dan mereka mengumpulkan tawanan seperti banyaknya pasir (di laut)

 

Ini adalah merupakan berita tentang datangnya penghancuran kerajaan Allah di dunia- yaitu kerajaan Yudea. Itulah sebabnya mengapa disebut ha mass (“beban”) yang dilihat oleh nabi Habakuk. (Ini dapat dibaca juga di kitab Ayub ketika ia sedang dirundung derita dan berkata “ Hidupku  adalah beban bagiku”.

            Jadi, pesan nubuat yang Tuhan berikan kepada nabi ini untuk disampaikan kepada orang-orangNya- adalah merupakan sebuah beban.  Berita ini dapat kita baca dalam Habakuk 3:2, yang dikatakan sebagai berikut: Tuhan, telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaanMu ya Tuhan, kutakuti!  Habakuk merasa gentar akan penghakiman Tuhan yang mahakuasa- atas dosa dan penderitaan, serta pelanggaran oleh orang-orangnya. Ia takut karena penghakiman itu begitu mengerikan. 

 

Ketakutan seperti itu juga kita temukan di zaman Yesus ada di bumi.  Kepada para pengikutnya Yesus berkata : “Janganlah takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka” (Matius 10:28).  Oleh sebab itu, takutlah akan Allah, dan getarlah kepadaNya!

 

            Dalam kitab Ibrani pasal 11 dikatakan bahwa Tuhan telah memperingatkan Nuh akan datangnya suatu malapetakan yang dahsyat.  Dengan perasaan takut dan gentar, maka pergilah ia mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya.  Mengenai hal takut, sebenarnya ada hal yang hal yang positif.  Firman Tuhan berkata, “Permulaan dari hikmat adalah takut akan Tuhan.”   Betapa pentingnya kita memiliki rasa takut atau hormat akan Allah, sehingga setiap saat kita bisa berkata kepada Tuhan, “Ya Bapa ampunilah kami, kuduskanlah jiwa kami, sehingga kami siap untuk masuk ke dalam kekekalan yang akan datang.

 

            Di dalam kalimat: “Beban yang nabi Habakuk lihat” (Habakuk 1:1), kata “penglihatan” atau “lihat” perlu diperhatikan.  Ini menunjukkan bahwa berita nubuatan yang disampaikan kepada orang-orangnya adalah sesuatu yang Habakuk “lihat” apa yang dikerjakan oleh tangan Allah.

 

            Di dalam II Raja-raja : 8, Elisa menyampaikan pesan kepada  Hazael bahwa Hazael akan menjadi raja atas Siria. Kemudian Benhadad saat itu sedang sakit, dan Hazael yang bukan anggota keluarga kerajaan juga berada disana. Elisa berkata bahwa Hazael akan menjadi raja atas Siria. Dan kemudian diceritakan bahwa Elisa memperhatikan Hazael dengan tabah dan seksama, hingga akhirnya Elisa menangis.  Kemudian Hazael berkata : “ Mengapa engkau menatapku seperti itu dan menangis ?”  Elisa menjawab :” Karena engkau akan menjadi raja atas Siria.  Dan aku tahu malapetaka yang akan kau lakukan kepada Israel. Terunanya akan kau bunuh dengan pedang, bayinya akan kauremukkan dan perempuannya yang mengandung akan kau belah.”

Hazael pun berkata : “ Tetapi apakah hambamu ini, yang tak lain dari anjing saja, sehingga ia dapat melakukan hal sehebat itu?”  Elisa berkata : “Ya”  Dan Hazael melakukan apa yang Habakuk nubuatkan. Inilah nubuat yang Habakuk lihat – tragedi dari penghakiman Allah atas orang berdosa.

 

Kedua: Dalam Habakuk 2:4b kita membaca:  “tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”  Sebagai seorang nabi Habakuk nampaknya ingin tahu mengapa Tuhan mengizin orang yang tidak benar mengghukum orang benar.  Ia bertanya sebagai berikut: “Mengapa Engkau mendatangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?” (Habakuk 1:13b).  Habakuk melihat bahwa orang Kasdim ini lebih tidak bertuhan daripada orang Yudea yang berdosa. Dan mengapa orang Babilonia yang kejam dan ganas yang akan menghakimi, meskipun dosa kami tak seburuk perbuatan mereka?” 

 

Dan ayat itu menjadi batu ujian dan dasar pengajaran bagi rasul Paulus ketika melawan orang Yahudi di Galatia.  Dalam pasal yang kedua dikatakan bahwa Habakuk berdiri menunggu jawaban dari Tuhan. Dan jawabannya adalah : “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” Kata-kata ini juga sama dengan yang ada dalam kitab Roma yang ditulis oleh rasul Paulus : “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”

 

            Mungkin Anda masih ingat ketika iman Kristen mati di dalam upacara peribadatan, karena kenikmatan dijual oleh sidang keuskupan demi uang. Ingat juga  ketika Martin Luther pergi ke Roma dan menaiki Skala Santo. Skala Santo adalah tangga kudus di zaman Pontius Pilatus ketika Yesus sedang dijatuhi hukuman mati. Jumlahnya adalah 28 tingkat. Dan Martin Luther menaiki tangga tersebut dengan merangkak menggunakan lututnya.  Dan ditengah-tengah pendakian, Martin Luther diingatkan oleh teks dari Habakuk : “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.” Bukan karena kenikmatan! Bukan karena pekerjaan! Tetapi orang benar tetap hidup karena percaya kepada Tuhan!”

 

            Kata-kata itu masuk kedalam jiwa Martin Luther seperti api yang sedang menyala-nyala, dan ia berdiri tegak dan menuruni tangga Skala Santo. Ia menuju ke gerejanya di Wittenburg, dan memakukan di pintu gereja, ayat dari Habakuk yang berbunyi : “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.”  Maka reformasi pun terjadi dan mulai.

           

Ketiga: Hal yang ketiga adalah yang tertulis dalam pasal ketiga. Ini adalah lirik yang terindah yang pernah ditulis. “ Tuhan membelah bumi dengan sungai-sungai………”

Penderitaan, kesakitan, masalah dan keputus-asaan tidak lagi berlanjut. Tuhan telah mematahkan itu semuanya.

 

            Dimanapun kata sungai disebutkan dalam Alkitab, maka kita menemukan bahwa kata ini dipakai sebagai ungkapan kemenangan dan kejayaan. Di dalam Mazmur : “ ada sebuah sungai, alirannya membuat bahagia kota Allah”.  Dalam Yehezkiel 47 : Ia melihat sungai yang keluar dari Bait suci itu, mengalir menuju ke timur,  dan bermuara ke Laut Mati, dan  segala mahluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup, tumbuh berkembang dan tampak indah. Jadi, “Segala sesuatu akan hidup dimanapun ada sungai”.  Dan dalam kitab Wahyu 22 : Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Dan ayat yang indah dari Habakuk pasal tiga : Tuhan mematahkan kegelapan, keputus asaan dan penderitan dengan sebuah sungai dari janji Allah tentang kehidupan.

 

Kembali ke doa Habakuk : “TUHAN telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaanMu, ya TUHAN, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun, dalam murka ingatlah akan ksih sayang!” (Habakuk 3:2).  Di dalam penghakiman Allah, Habakuk mengingatkan umat Tuhan untuk mengingat akan kebaikan dan kelembutan Allah, karena itulah yang menimbulkan berkat Tuhan atas Israel.

 

Amos berkata seperti yang Tuhan katakan kepada Israel:  Semua bangsa di dunia ini adalah milikKu. Kamu yang sudah aku ketahui akan Aku hukum. Sesuatu yang paling aneh: Karena mereka meninggikan tempat yang dipilih dan disukai Allah, dan  mereka diketahui Allah. Maka Aku akan menghukummu”  Ini hal aneh tapi sangat nyata.

 

            Saya tidak tahu kalau ada  orang di dunia ini mengalami perlakuan lebih buruk dari pada orang Israel, dan orang Yehuda. Seperti minggu lalu seseorang berkata: Orang-orang Arab dan Irak, serta selebihnya hanyalah  menjalani hari ketika ada tanda-tanda seperti ini:  Ketika mereka memotong tenggorokan tiga juta orang Yahudi barulah keadaan mereka sama dengan bangsa Israel.  Orang Yahudi menderita karena mereka adalah orang-orang pilihan Allah tapi mereka belum memiliki iman di dalam Yesus Kristus.

 

Tidak ada satu pun bangsa yang menyamai bangsa Amerika. Mereka dicurahi kasih dan berkat Tuhan yang berlimpah-limpah. Lebih banyak pendeta berkotbah di mimbar daripada pembunuh di penjara. Lebih banyak gadis bersekolah di perguruan tinggi daripada yang bekerja di bar.

 

            Minggu lalu saya membaca tentang seorang senator yang berkata:  Ranjau yang kita miliki di ibu kota  adalah minuman beralkohol. Yaitu partai minuman keras

Ada tiga partai di Washington D.C. – Partai Republik, Partai Demokrasi, dan Partai Minuman Keras.

 

            Seluruh dunia hanyut tenggelam dalam obat terlarang. Ketagihan adalah kutukan dari Tuhan. Saya tak perduli apa kata orang,-penyakit kelamin dan AIDS adalah sebuah penghakiman dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Seluruh Amerika jatuh kedalam perbuatan anti Tuhan. Saya mendengar minggu lalu dari seseorang, bahwa  mengajar Alkitab dan berdoa di sekolah di Rusia ternyata lebih bebas dibandingkan di Amerika.

 

            Anda mungkin sulit mempercayai hal ini. Itulah sebabnya mengapa para nabi Habakuk  bernubuat dan berkata :  “didalam murkaMu dan dalam penghakimanMu, ingatlah kasih sayang. Dan nabi Habakuk memohon kepada Tuhan .  Di dalam doanya : “oh Tuhan, oh Tuhan, oh Tuhan!”

 

Satu panggilan untuk berdoa, aku tidak bisa tidur.

Aku harus berjaga-jaga pada tengah malam

Karena Allah berbicara, dan aku mengulangi:

Berdoa, dan berdoa, berdoa tak berhenti-hentinya.

Kebutuhan seperti itu diperlukan di mana-mana.

Doa menyelimuti bumi, memenuhi udara

Kebutuhan mendesak doa yang mendesak,

Berlutut, dan berlutut,

Allah memanggal Anda, Allah memanggil saya,

Karena apa yang terjadi dan yang akan terjadi,

Akan sampai pada kekekalan.

Oh, saudara-saudara, sekali lagi aku berkata,

Kebenaran telah lahir dalam hatiku hari ini.

Itu adalah kebutuhan tentang doa, marlah datang dan berdoa

Bangunlah! Bangunlah! Hai orang-orang kudus!

Tempat Anda dalam berdoa, percayalah dan ambilah.

Berdirilah demi nama Yesus.

Jika dunia terhilang, bangsa kita hilang,

Dan jiwa kita hilang. Dalam nama Yesus.

 

Doa Habakuk kepada Tuhan : “Telah kudengar kabar tentang Engkau, dan pekerjaanMu, ya Tuhan, kutakuti! Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun, dalam murka ingatlah akan kasih sayang.”

 

            Apakah anda memperhatikan pekerjaan Tuhan?  Berodalah seperti Habakuk dengan berkata, “Tuhan bangkitkanlah pekerjaanMu.”   Selagi kita berdoa, bersiap-siaplah, tangan  Tuhan akan diulurkan kepada kita.  Katakahlah kepada Tuhan, “biarlah yang Kau kehendaki yang terjadi.”

 

            Suatu hari saya berada di sebuah gedung gereja besar yang sedang mengadakan kebaktian kebangunan rohani. Saya tidak pernah mengalami kehadiran Tuhan seperti itu. Saya tidak pernah mengalami sukacita yang luar biasa dalam jiwa saya seperti yang saya alami waktu itu.  Pada saat saya duduk di sana , saya tidak tahu untuk berapa lama hingga akhirnya hati saya mengalami suka cita.  Saya melihat orang-orang maju kedepan, termasuk seorang ibu dengan anak perempuannya, seorang ayah dengan anak laki-lakinya, pengusaha dan karyawannya, mereka berserah dan percaya kepada Tuhan Yesus. Itu adalah pekerjaan Tuhan.   Pekerjaan Tuhan adalah menyelamatkan orang-orang berdosa yang percaya kepada Yesus.  Mereka  percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Juruselamat mereka.

 

Kita perlu berdoa seperti Habakuk: Ya Tuhan “Hidupkanlah itu dalam lintasan tahun”.  Bangkitkanlah kembali pekerjaanMu dalam lintasan tahun, nyatakanlah itu dalam lintasan tahun” sehingga kami kami mengetahuinya.  Sesuatu yang hanya Tuhan sendiri yang bisa lakukan, biarlah mata kami melihat dan hati kami merasakan pengalaman ini.

 

            Ada sesuatu yang pernah juga terjadi yang memberikan warna dalam kehidupan saya.

Di sebuah desa, di suatu negara sedang terjadi pertemuan kebanunan rohani. Datanglah seorang wanita dan ia duduk dibarisan depan sambil menangis mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Kemudian datang lagi seorang wanita dengan berpenampilan klasik dan dari golongan tinggi, datang kepada saya dan berkata : “Sudahkan para jemaat dipersilahkan duduk dan berhenti bernyanyi?”  Waktu itu saya tak tahu sama sekali bahwa dia adalah presiden WMU.  Beberapa saat kemudian akhirnya saya tahu bahwa ia adalah seorang pemimpin di gereja.

 

            “Berhenti bernyanyi!” Kami pun berhenti bernyanyi dan mempersilahkan jemaat duduk. Dia kemudian menghampiri wanita yang duduk di barisan depan tadi dan mulai berbicara:

“Saya selalu berkata bahwa ada dua hal yang membuat saya berteriak di gereja. Satu adalah jika Tuhan akan menyelamatkan suami saya. Dan kedua adalah apabila wanita ini mau kembali ke dalam pelukan kasih dan karunia Tuhan Allah.”

 

            Dan wanita yang duduk di barisan depan itu  menjawabnya : “Saya sudah membenci kamu, dan saya sudah mengutukmu, dan saya sudah menyepelekan kamu, menggosipkan kamu, menceritakan kebohongan tentang kamu. Kemudian ia berkata, “Oh Tuhan,  maafkanlah aku, teman baik ku, maafkanlah aku!”

 

            Saya tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan wanita itu. Ternyata rupanya ada kepahita di antara mereka berdua.  Tetapi kepahitan dan kebencian tentang kedua wanita tersebut dikenal di beberapa bagian dunia dan gereja. Kejadian ini seperti dialami dalam gereja mula-mula.  Paulus menulis kepada gereja di Filipi, kepada kedua wanita yang bernama, “Sintikhe dan Euodia.  Paulus berkata, “Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan” (Filipi 4:2).   Dan itulah yang terjadi di sana. Kedua wanita itu saling mengakui kesalahan dan berpelukan sambil menangis. Tak dapat dibayangkan efek yang terjadi terhadap seorang manusia. Itulah pekerjaan Tuhan!  Dan Tuhan melakukan itu.

 

            Tidak satupun yang pernah anda lihat di mimbar pelayanan yang lebih percaya kepada organisasi daripada apa yang saya lakukan yaitu: perencanaan, persiapan secara cermat.

Dan saya senantiasa berdoa dan berkata kepada Tuhan, “Ya Tuhan datanglah, setelah kami mempersiapkan dan merencanakan semuanya. Ulurkanlah tanganMu. Bertindaklah dan hadirkanlah Pentakosta! Curahkan roh kudusMu, dalam lintasan tahun, datangkanlah kebangunan rohani, dalam murkaMu ingatlah kasih sayang!