INJIL MENURUT YUDAS

(THE GOSPEL ACCORDING TO JUDAS)

Dr. W. A. Criswell

 

Yohanes 12:2‑8

04-10-88

 

           Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang bergabung bersama dengan kami dalam ibadah di Gereja First Baptist Dallas. Ini adalah Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah yang berjudul: Injil Menurut Yudas. Di dalam seri khotbah kita sepanjang Injil Yohanes, kita telah berada di dalam pasal 12. Yohanes pasal 12 ayat dua hingga delapan:

 

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

 

            Bolehkah saya membuat sebuah sampingan di sini? Dengarkanlah apa yang disampaikan oleh orang sosialis yang dapat kita temukan dalam setiap pojok politik. Mereka berkata bahwa anda dapat mengambil seluruh kekayaan Amerika dan memberikannya kepada orang-orang miskin. Tetapi saya katakana bahwa jika anda melakukan hal itu maka mereka akan menjadi lebih miskin dari sebelumnya. Apa yang sesungguhnya berkenaan dengan kita bukan karena keadaan kita yang miskin. Apa yang berkenaan dengan kita adalah karena di dalam hati kita, kita tidak memiliki bagian dalam mendukung dan bekerja serta mencurahkan hidup kita kedalam sebuah pelayanan yang terhormat di hadapan Allah. “Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu” dan itu benar “Tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."  

            Injil Menurut Yudas:  frasa kecil itu, “menurut” injil, “menurut/sesuai dengan” adalah ungkapakan alkitabiah yang baik. Di dalam Kitab Roma pasal dua ayat 16, Paulus berkata, “Sesuai dengan injil yang kuberitakan.”

            Di dalam 2 Timotius pasal 2 ayat 8, dia melakukan hal yang sama. Dia berbicara tentang pesan Kristus, “…yang kuberitakan dalam injilku.” Dan frasa itu, “berdasarkan injil/menurut injil,” adalah sebuah penyajian tentang bagaimana seseorang memandang Tuhan Yesus. Kesan yang telah dibuat Tuhan atas dia. “Injil menurut…” Itu sama seperti seseorang memandang Tuhan. Dan dia menulis kesan yang telah dibuat oleh Juruselamat terhadap dia. Sebagai contoh, Injil menurut Matius atau Injil Matius.

            "Injil, kisah Kristus, menurut Matius.” Sebagaimana Matius memandang kearah hal itu. Matius menulis injilnya bagi orang-orang Yahudi. Seluruh Injil Matius dipenuhi dengan kalimat ini, “hal ini terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi.” Itu adalah cara Matius memandang Tuhan Yesus.

            Yang kedua, Injil menurut Markus—di sana ada sebuah Kata Yunani, yaitu, eutheos yang memiliki arti “segera sesudah itu, dengan segera.” Dan kata itu sering digunakan di dalam Injil Markus. Kesan yang dibuat Tuhan Allah atas Markus adalah bahwa Dia adalah seseorang yang penuh aksi, atau tindakan. Dan Markus menulis injil kepada orang-orang Roma yang memiliki gambaran seperti itu.

            Injil menurut Lukas: Ini adalah cara Lukas menemukan Juruselamat. Di dalam penyelidikannya, Lukas adalah seseorang yang disebut Paulus sebagai tabib—Lukas adalah seseorang yang sangat mengasihi manusia. Dan dia menuliskan injilnya yang menyajikan Juruselamat sebagai sahabat umat manusia—dan injilnya ditujukan untuk orang-orang Yunani.

            Dan yang keempat, Injil menurut Rasul Yohanes: Ini adalah cara bagaimana dia memandangnya. Yohanes tersungkur di depan kakiNya sama seperti orang yang mati, menyembah Tuhan. Sebuah injil universal, keilahian Kristus, itulah injil menurut Yohanes—pesan Kristus sepanjang masa.

Akan sangat menarik seandainya kita memiliki injil menurut Herodes Antipas. Dia adalah seseorang yang mencari tukang obat. Dia mengharapkan sebuah pertunjukan kesembuhan. Jadi, ketika Pontius Pilatus mengirim Tuhan kepada Herodes Antipas, dia berpikir bahwa Tuhan akan melakukan trik mujijat—sangat murahan! Dan ketika Yesus menolak untuk memberikan respon, Herodes dalam kegusarannya mengirimkan Yesus kembali ke Pilatus. Injil, yaitu kesan yang dibuat Yesus terhadap Herodes Antipas. 

Atau seandainya anda dapat melihat injil menurut Kayafas, imam besar. Dia dengan jelas dapat melihat di dalam pesan Tuhan kita, bahwa tidak akan ada lagi korban; tidak akan ada lagi kuil; tidak akan ada lagi imam. Dan dia berkata dan saya mengutip perkataannya yaitu, “Jika kita membiarkan orang ini tetap hidup, maka tempat kita akan disingkirkan.” Injil menurut Kayafas adalah bagaimana cara dia memandang Yesus, dan betapa menariknya seandainya ada sebuah injil yang ditulis oleh Pontius Pilatus. 

            Injil, pesan Yesus Kristus, sebagaiman Pilatus melihat Yesus: Anda tahu bahwa ada sesuatu yang mulia dan tercela tentang Pontius Pilatus yang berkata—“Petani ini, yang menyatakan bahwa Dia adalah seorang raja.” Dan Pilatus yang sedang berbicara kepada Dia berseru kepada orang banyak yanh haus darah, “Aku tidak menemukan kesalahan apapun dalam diriNya.” Dan dia juga mendengarkan pesan istrinya yang disampaikan kepadanya yang berbunyi, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”  

            Dan ketika orang orang yang berada di kumpulan Sanhedrin mendesak penyaliban Tuhan kita, dia menyetujuinya tetapi membasuh tangannya dan berkata, “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini, itu urusan kamu sendiri!” Ketika anda membaca kisah tentang Pilatus dia dipanggil oleh Vitellius, konselor dan penguasa Roma di Siria. Dan pada akhir hidupnya dia memtuskan untuk bunuh diri. Dan tubuhnya dijatuhkan ke dalam Danau Lucerna. Dan jika anda pernah berada di Lucerna, Switzerland, dan di sebelah kanan kota yang indah itu terdapat sebuah bukit yang besar yang disebut dengan Bukit Pilatus. Dan tradisi menyebutkan di dalam debu dalam cahaya tengah malam, anda dapat melihat Pilatus bangkit dari danau dan membasuh tangannya di air bersih dan berkata” “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini.”

            Yesus sebagaimana orang lain melihatnya—Injil menurut pandangan seseorang: dan sekarang kita akan melihat Injil menurut Yudas, sebagaimana Yudas memandang Tuhan—Injil Menurut Yudas. Yang pertama kita akan membahas pekerjaan Kristus menurut Yudas: Pekerjaan dan pelayanan serta pesan Kristus yang tidak berkaitan—menabung hanya untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Betapa merupakan sebuah tragedi!

            Di sini disebutkan, yaitu di dalam bagian yang baru saja saya baca bahwa ketika Maria mengurapi Tuhan kita dengan minyak narwastu yang mahal, Yudas berkata, “Setidaknya minyak itu dapat dijual seharga tiga ratus dinar.”

            Dan Tuhan berkata, “Itu bukan karena dia memperhatikan nasib orang miskin, melainkan karena dia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.”

            Oh, saudara yang terkasih, Injil Menurut Yudas: Anda tahu, bahwa di sana ada sesuatu di sini yang sangat berkaitan “Maria,” kata Yesus, “Maria melakukannya mengingat hari penguburanNya.” Bukankah sangat luar biasa bagaimana seorang wanita sangat peka tentang suatu hal yang tersembunyi bagi kebanyakan kita? Dia dapat merasakan dan tahu tentang hal yang tersembunyi dari mata kita. Seorang wanita! Maria megurapi Tuhan, Yesus berkata bahwa dia peka terhadap kematianNya penebusanNya dan penguburanNya. Itu sangat luar biasa bagi saya. 

Tetapi betapa tidak berperasaannya Yudas Iskariot. Minyak urapan ini, dengan penuh kasih dicurahkan ke atas kepala Tuhan kita: “Saudara, lihatlah hal itu!” Tiga ratus dinar, yang berharga satu tahun gaji—tidakkah anda tahu tentang hal yang bersifat umum sebagaimana anda dapat menyelidiki orang-orang yang ingin menjadi pelayan Kristus? Mereka melayani Allah untuk sesuatu yang ingin mereka peroleh. Banyak orang berkata, “Jika anda tidak membayar saya atau memberikan saya upah, atau jika anda tidak memberikan saya ini dan itu, saya tidak akan datang; saya tidak akan datang untuk menyanyi, saya tidak akan datang untuk berkhotbah; saya tidak akan pergi ke sana.” Mereka melayani Yesus karena mereka mengharapkan dinar. Untuk sesuatu yang dapat mereka peroleh dari hal itu.

            Saya ingin berhenti sejenak dan menyamapaikan sesuatu tentang saya untuk sesaat. Tahukan anda ketika saya melihat kembali ke masa enam puluh tahun yang lalu ketika saya menajdi seorang pengkhotbah, saya tidak akan pernah melupakan saat pertama kali saya diberikan sejumlah uang karena memberitakan injil. Saat itu saya berusia tujuh belas tahun dan sahabat saya yang berada di Baylor tidak dapat pergi ke Bukit Calm, sebuah kota kecil. Kemudian, dia mengutus saya. Dan  saya berkhotbah di ibadah pagi dan ibadah malam. Kemudian setelah selesai ketika saya hendak pergi, seorang diaken yang bernama Stoval memberikan saya uang sejumlah dua puluh dolar. Dan ketika dia memberikan uang itu kepada saya, saya berkata kepadanya, “Saya tidak akan menerimanya. Saya tidak berkhotbah demi uang. Saya tidak akan mengambilnya!”

            Apa yang tidak dapat saya mengerti, bagaimana saya dapat berpikir bahwa saya akan hidup meskipun gereja tidak memberikan uang kepada saya. Saya tidak tahu. Tetapi saya katakan kepadanya bahwa saya tidak akan mengambil uang itu. Saya tidak berkhotbah demi uang. Tetapi ketika semua orang pergi, dan dia juga pergi, sebelum saya pergi ke stasiun kecil yang menghubungkan Dallas ke Waco, di dalam pita topi saya, saya menemukan uang sejumlah dua puluh dolar.

            Tidakkah anda tahu bahwa jika anda tidak pernah membayar saya sejumlah uang, hal itu tidak akan memberikan sebuah perbedaan kepada saya. Saya tetap akan mengkhotbahkan injil yang sama. Dan jika saya tidak memiliki mimbar ini, saya akan berada dalam sebuah lumbung atau di jalanan, atau di suatu tempat dan memberitakan Firman Allah.

            Merupakan hal yang sangat tragis, dan saya tidak dapat memikirkannya, bahwa mereka berkata mereka adalah pelayan Allah, bahwa mereka bekerja demi uang; mereka bekerja untuk sejumlah bayaran; untuk sesuatu yang dapat mereka peroleh bagi diri mereka sendiri. Itulah injil menurut Yudas.

            Injul Menurut Yudas: “Tuhan kita digambarkan sebagai sebuah usaha yang sia-sia.” Dan itu yang membuat Dia dikirim ke Sanhedrin, anda dapat melihatnya dalam Kitab Matius pasal dua puluh enam ayat 14:

 

Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.

 

Tiga puluh keeping perak! Menjual Tuhan seharga tiga puluh keping perak!

            Injil Menurut Yudas:  Dan tidakkah anda tahu bahwa itu merupakan sebuah respon yang universal bagi Tuhan kita sebagaimana anda pikirkan tentang dunia ini—menjual Tuhan seharga tiga puluh keping perak.

            Saya tidak dapat memberitahukan kepada anda di dalam seruan yang selalu saya tujukan saya akan menemui orang yang akan berkata, “Saya tidak memiliki tempat bagi Dia. Minggu adalah hari saya memancing. Saya sudah memiliki perahu di danau dan itu adalah hari saya memancing. Dan pada hari itu saya berada di danau.” Atau, “Saya suka minum. Dan dengan menyerahkan botol ini kepada Kristus, saya tidak akan pernah dapat melakukannya.” Atau permainan judinya atau perzinahannya atau ribuan hal lainnya. Menjual Tuhan seharga tiga puluh keping perak, untuk sebuah botol minuman keras atau untuk sebuah pelacuran atau untuk hari memancing di danau.

            Allah yang terkasih, apakah yang akan dilakukan oleh seorang manusia seperti Yudas di pengadilan Allah yang Mahatinggi dan memberikan sebuah harga. “Mengapakah Aku mengirim PutraKu ke dunia sehingga kamu dapat selamat dan kamu tidak menerima Dia? Hanya karena tiga puluh keping perak.” Oh, Tuhan, itukah Injil Menurut Yudas:

Injil Menurut Yudas: Peringatan dari Tuhan kita dipandang dengan hina dan sia-sia. Di dalam Injil Matius pasal 26 ayat dua puluh empat: “Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”  

            Kemudian Yudas berkata: “Bukan aku ya Rabbi?”

Dan Tuhan berkata, “Engkau telah mengatakannya.” Kata yang paling tegas di dalam kata Yunani untuk mengulang hal itu. “Engkaulah itu. Engkau telah mengatakannya!” 

            Oh, Tuhan!  Allah yang penuh kasih! Peringatan dari Tuhan kita dipandang dengan hina, dicemooh, dan ditolak oleh Yudas. Celaklah orang itu, lebih baik seandainya dia tidak pernah dilahirkan. Tetapi, saudara yang terkasih, itu adalah yang umum terhadap injil Tuhan yangdapat saya pikirkan. Inilah yang pertama: Untuk mendengarkan dan melewatkannya dengan anggapan bahwa hal itu merupakan sebuah perkataan yang kosong.

            Suatu hari saya mendengar seseorang berkata bahwa dia telah menyelidiki Perjanjian Baru. Dan di sana ada tiga ratus kali dalam waktu yang berbeda di dalam Firman Allah dimana Tuhan memperingatkan kita tentang neraka, penghukuman dan penghakiman. Tiga ratus kali. Pikirkanlah saat anda sedang menelusuri jalan dan ada tiga ratus kali tanda di jalan itu yang berkata; “Jalan ini memimpin ke neraka. Jalan ini menuju penghukuman. Jalan ini menuju api yang sangat panas, perapian yang menyala-nyala. Jalan ini menuju jurang maut! Dan anda tetap saja berjalan menelusuri jalan itu.

            Dan ini adalah penjelasan sebanyak tiga ratus kali: “Lihat, jalan ini menuju neraka.” Lihat orang-orang yang mengidap AIDS. Dan seandainya saya percaya ketika abad dua puluh tiba dan AIDS akan menjadi sebuah wabah yang akan menghancurkan seluruh dunia—AIDS, perzinahan, penyakit menular—jalan ini memimpin menuju neraka.

Pecandu alkohol: Satu dari sembilan orang peminum memiliki masalah dengan kemabukan. “Jalan ini memimpin menuju neraka.” Dan kita meremehkan hal itu; membuat lelucon atasnya.

            Oh, Tuhan!  Injil Menurut Yudas: Bagaimana dia memandang Juruselamat. Injil menurut Yudas—ketika dia memandang Juruselamat, dia melihat seorang yang sederhana, lemah lembut dan mulia. Seperti yang disampaikan oleh nabi:

 

Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskanNya. Dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya. Dia tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suaraNya di jalan-jalan.

 

Dan Yudas mengambil keuntungan dari hal itu: Disini disebutkan bahwa Yudas datang ke Getsemani, tempat dimana Yesus berdoa. Dan tempat di mana Yesus berdoa, Yudas datang dengan membawa anggota Sanhedrin, petugas bait Allah dan prajurit-prajurit. Dan dia berkata kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia. Dan dia mendapatkan Yesus dan mencium Dia.” Kasih sayang Tuhan—dia mencium Tuhan. Dan Yesus berkata kepadanya, “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” 

Allah Mahabesar! Bagaimanakah seseorang dapat seperti itu? Dan itulah Tuhan kita. Jika anda datang kedalam kerajaan Allah, hal itu tidak pernah karena paksaan. Tidak akan pernah! Hal itu terjadi karena kasih di dalam hati anda. Dan Allah tidak pernah memaksa anda. Tidak pernah! Hal itu selalu terjadi karena kebaikan dan kemurahan serta kemuliaan dari Juruselamat kita. Dia melakukannya dengan cara itu! 

Dan yang terakhir, Injil Menurut Yudas: Ketika dia melihat kejahatan yang telah dia lakukan, dia berpikir bahwa Tuhan telah berkeras hati, dan membalas dendam dan menghakimi. Dan dalam pasal 27 ayat tiga disebutkan, “Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia.” Kata yang digunakan adalah   Metamellomai, bukan “berpaling” seperti metanoeo.  Bukan bertobat, tetapi keputusasaan dan dia mengembalikan uang yang tiga puluh keping perak itu kepada imam-iman kepala dan tua-tua dan berkata, “Aku telah berdosa karena menyerahkan  darah orang yang tidak bersalah.”

            Dan mereka berkata, “Apa urusan kami dengan itu?” Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

            Injil Menurut Yudas: bahwa di dalam dosa kita dan di dalam kematian kita, tidak terdapat apa-apa selain kegelapan dan kesengsaraan serta keputusasaan. Dan Yudas menggantung dirinya sendiri. Betapa salahnya dia. Tuhan penuh dengan kasih karunia dan melimpah dengan kemurahan. Karean hati Allah dan kasih Allah jauh lebih besar dari apa yang dapat dipikirkan oleh manusia. Dan jiwa serta hati yang kekal penuh dengan kebaikan yang menakjubkan. Seandainya Yudas datang kepada Allah dan berkata, “Tuhan, aku telah berdosa. Aku telah mengkhianati Engkau. Ampunilah Aku.” Tuhan akan mengampuni dia. Itulah Yesus.

            Saya ingin mengambil waktu beberapa saat untuk menjelaskan sebuah pasal yang berhubungan dengan kritik teks. Ketika saya belajar di seminari, saya diajari selama beberapa tahun oleh seorang sarjana bahasa Yunani yang terkemuka yang pernah kita miliki. Dia menulis sebuah buku tentang kritik teks (Seperti yang anda tahu, itu merupakan sebuah studi tentang menemukan teks yang sejati). Itu menjadi buku pegangan kami.

            Dan anda akan menemukan sebuah kisah di dalam Injil Yohanes pasal 8, yaitu kisah tentang Tuhan dan seorang wanita yang kedapatan berzinah. Dan kisah itu terdapat di tengah-tengah kisah yang lain. Dan kisah itu seakan-akan  tidak memiliki awal dan akhir didalamnya. Kisah itu merupakan sebuah pemotongan. Itu adalah sebuah perikop yang dipotong. Apa yang terjadi sesungguhnya sangat jelas. Ada seorang ahli tulis yang ketika dia mulai menyalin Kitab Suci, kisah dari Tuhan kita. Ketika dia melewati kisah itu, dia membuangnya. Akibatnya kisah itu seakan-akan mengapung. Mereka melekatkannya tanpa sebuah tujuan sama sekali di dalam Injil Yohanes pasal delapan.

Anda tahu akan kisahnya, yaitu tentang ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

            “Itu adalah sebuah penghinaan!!! Wanita ini adalah seorang penzinah! Dia tertangkap basah ketika melakukan hal itu! Dia harus dirajam dengan batu hingga mati! Itulah yang diperintahkan oleh Hukum Taurat!”

            Yesus berkata bahwa perempuan itu sama seperti kita semua: Kita semua adalah pendosa; kita semua pantas menerima hukuman dari Allah. Kita semua! Dan bagi orang-orang yang berdosa, di mana saja, kapan saja, bagaimana pun juga akan datang kepada Tuhan. Dan anda akan menemukan bahwa Dia adalah seorang Juruselamat yang luar biasa dan penuh belas kasihan.

            Penyamun yang sekarat bersukacita untuk melihat Dia pada masa Dia tinggal di dunia. Sehingga Dia dapat menebus seluruh dosa. Penyamun itu berkata kepadanya, “Tuhan, ingatlah aku apabila Engkau datang sebagai Raja.”

            Dan Tuhan berkata, bukan suatu hari, tapi "Semeron, hari ini: Semeron. Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Dan ketika Tuhan memasuki sorga, berjalan melalui jembatan permata dan jalan emas, Dia masuk sambil bergandengan tangan dengan seorang penyamun, dengan seorang pendurhaka, bersama dengan seorang pemberontak. Itulah Allah dan belas kasihan dari kasih Juruselamat kita.  

Ketika Petrus mengutuk dan menyangkal bahwa dia pernah mengenal Dia, Tuhan terluka, sungguh-sungguh terluka. Dia berpaling dan memandang Petrus. Dan Petrus pergi keluar dan menangis dengan sedihnya. Dan di situ ada sebuah tambahan, yang terdapat dalam Injil Yohanes pasal dua puluh satu. Yaitu dalam penghormatan terhadap sahabat lamanya, Simon Petrus—ketiika Tuhan menerima dia kembali, ketika Tuhan memanggil dia kembali.

Kisah yang sama terjadi kepada Saulus, Paulus dari Tarsus, yang hatinya dipenuhi dengan kobaran untuk menangkap dan membunuh anak-anak Allah, keluarga Kristus: Kemudian Tuhan menampakkan diri kepadanya di sebuah jalan, memanggil dia ke dalam pelayanan yang luar biasa, yang menjadi berkat bagi kita pada masa ini. Itulah Tuhan!

            Semua hal yang harus dilakukan Yudas adalah pergi menemui Juruselamat dan berkata, “Tuhan, aku telah berdosa. Aku telah melakukan kesalahan. Maafkan aku Tuhan.” Dan dia pasti akan diselamatkan. Dia akan dilahirbarukan. Dia akan tercatat sebagai salah satu anggota keluarga Allah. Tetapi karena dia menolak kasih dan anugerah serta pengampunan dari Tuhan Yesus, dia menggantung dirinya—mati karena bunuh diri dan menghadapi penghakiman Allah.

            Oh, Tuhan!  Allah Mahabesar! Betapa kita membutuhkan Tuhan di dalam tujuanNya yang suci dan luar biasa ketika Dia datang ke dunia ini, untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, untuk menyelamatkan saya. Dia tidak datang untuk memanggil orang-orang yang benar untuk bertobat tetapi orang-orang yang tidak benar. Dia tidak datang untuk memohon bersama dengan orang-orang yang mampu secara pribadi untuk berdiri di hadapan Allah. Dia berdiri di tempat saya. Dia akan berkata, “Dia adalah salah satu milikKu, Aku berdiri untuk dia.”

            Oh Tuhan, betapa merupakan sebuah injil yang mulia. Dan itulah yang kita butuhkan untuk kita lakukan. Bagi anda yang sedang menyaksikan siaran televisi, apa yang Allah inginkan dari anda adalah untuk mengakui, bahwa anda adalah orang berdosa yang telah terhilang. Bahwa anda akan menghadapi hukuman kematian. “Jiwa yang berdosa harus mati.” 

            “Upah dosa adalah maut.” Dan saya akan mengahdapi hukuman yang mengerikan pada suatu hari. Akuilah itu di hadapan Allah, “Tuhan, aku adalah orang berdosa yang terhilang yang sedang menghadapi hukuman kematian yang mengerikan. Dan aku tidak dapat menyelamatkan diriku. Ketika saat itu datang, aku mohon supaya Engkau berdiri disampingku. Beradalah di sana Tuhan, dan bukakan bagiku gerbang sorga. Bawalah aku bersama dengan Engkau.”

Itualah artinya menjadi orang Kristus; itulah artinya diselamatkan, untuk memandang kepada Yesus di dalam ketidakberdayaan kita: “Allah, Engkau yang melakukannya untukku apa yang tidak dapat aku lakukan bagi diriku sendiri. Berdirilah bersamaku Tuhan.”

Ya Allah, tempatkanlah di dalam hati kami, bahwa di dalam kemanusiaan kami, kami bersujud di hadapanNya. Memanggil namaNya dan mengasihiNya sampai selama-lamanya. Sekarang dan di dunia yang akan datang.

Bolehkah kita berdoa?

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.