PANGGILAN KRISTUS

(THE CALL OF CHRIST)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

 

Khotbah ini dikhotbahkan di First Baptist Church of Dallas

Pada tanggal 7 Pebruari 1988

 

2-7-88

 

Yohanes11:28

 

Sekali lagi, Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang bergabung di dalam ibadah kami, baik yang mendengarkannya melalui siaran radio maupun yang menyaksikannya melalui siaran televisi. Ini adalah Pendeta dari Gereja First Baptist Dallas, yang sedang menyampaikan khotbah dari Kitab Yohanes pasal sebelas.

Judul dari khotbah ini adalah Panggilan Kristus. Ini adalah sebuah khotbah tekstual. Yang didasarkan atas Yohanes 11:28 dan 29.

Injil Yohanes pasal sebelas merupakan kisah kematian dan kebangkitan Lazarus dari kematian dan kedatangan Tuhan kita dan menyampaikan pesan kepada Maria melalui Marta. Dan sekarang teks kita yaitu Yohanes 11:28-29: 

Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."

Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.

—Guru ada  di sana dan Ia memanggil

Dan…dia segera bangkit dan menemui Tuhan.

Injil Yohanes pasal sebelas menggambarkan kepada kita sebuah rumah yang menyenangkan. Maria, saudari dari Marta, dan saudara laki-laki mereka Lazarus memiliki rumah di Bethani. Yesus seringkali mengunjungi rumah itu. Terlihat bagi saya, bahwa setiap kali Dia berada di Yerusalem atau Yudea, Dia akan menjadi seorang tamu di rumah mereka di Bethani itu.

Tetapi sebuah bayangan meliputi rumah itu. Keputusasaan dan kedukaan menjadi kesedihan hati kedua saudari itu. Saudara mereka, yaitu Lazarus meninggal dunia.  

Kita hidup dalam sebuah dunia yang gelap dan kesedihan yang sama seperti itu. Saya telah diberitahu beberapa menit yang lalu bahwa kemarin, tiga orang anggota gereja kita yang terkasih telah meninggal dunia.

Sekretaris saya memberithukan saya seminggu yang lalu bahwa dalam satu minggu, dia telah mengirim 26 brosur kecil yang telah saya tulis tentang rumah kita di sorga—Ketika sebuah kematian mengunjungi sebuah keluarga, saya akan mengirim kepada mereka tulisan kecil tentang sorga itu. Di dalam minggu ini, 26 booklet kecil itu telah diposkan kepada anggota gereja kita. Hal itu sangat meresap ke dalam hati mereka.

Tidak ada sebuah rumah atau keluarga yang tidak disentuh oleh hal itu. Kita semua hidup dalam sebuah lingkaran keluarga yang patah. Ibu kita pergi. Ayah kita pergi. Sama seperti tragedi Dick Clement, diaken kita, yang telah memberikan kesaksiannya beberapa waktu yang lalu—baik ayah dan ibunya pergi dalam sebuah kecelakaan yang tragis.

Tetapi di tengah-tengah kedukaan itu Yesus datang. Oh, betapa besar perbedaan yang Dia buat. Ketika Dia dekat, seluruh dunia berubah. Yesus datang.

Dan seandainya anda tidak percaya bahwa Dia dapat membuat perbedaan yang vital dan bersifat sorgawi datanglah dan rasakan. Undang Dia ke dalam rumah anda ke dalam keluarga anda serta ke dalam hati anda. Undang Dia bersama dengan anak-anak anda, dengan semua masalah yang anda hadapi di dalam hidup anda. Di dalam pekerjaan anda, di dalam visi anda tentang masa depan, undanglah Tuhan, dan lihat betapa besarnya perbedaan yang Dia buat. Yesus datang dan ketika Dia dekat, di rumah itu akan berdiam pengharapan dan keyakinan yang kita miliki tentang sebuah kebangkitan dari kematian.  

Seringkali saya membaca dan sekali waktu saya mendengarkan seseorang yang tidak percaya yang menolak tentang kebangkitan, seperti yang terjadi kepada Lazarus. Tetapi ini adalah kebenaran yang abadi. Tidak ada seorang pun yang dapat berkata tentang apa yang dapat terjadi di depan pribadi Yesus Kristus dari Nazareth, Anak Allah. Yesus datang dan dunia berubah: Kehidupan bagi kematian, kebahagiaan bagi kedukaan, kebangkitan bagi kematian.

Yesus datang dan Marta berkata kepada Maria, “Datanglah, Ia memanggil engkau. Segera sesudah mendengar hal itu, dia segera bangkit dan datang menemui Tuhan.”

Saya tidak dapat membayangkan—saya tidak berpikir bahwa dia tidak akan datang. ‘Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.” Saya tidak berpikir bahwa dia akan menolak untuk pergi. Segala sesuatu yang dapat diperoleh: Pengharapan, hidup dan kebangkitan dan keselamatan, segala sesuatu di dalam tanganNya yang penuh kuasa dan penuh dengan kemurahan.

Bahkan saya tidak dapat mengapa seseorang pada hari ini menolak undangan dan panggilan dari Tuhan kita yang hidup. “Datanglah,” Dia berkata, “KepadaKu.” Dan respon kita, seringkalai dalam hidup kita, kita berkata, “Saya menolak untuk pergi. Saya memiliki sesuatu hal lain yang harus saya lakukan.” Atau “Saya belum siap.” Atau “Lain hari saja.” Atau, “Lain waktu saja. Saya memiliki kepentingan yang lain dalam hidup ini—di dalam dunia ini, dan saya belum memiliki waktu untuk panggilan Tuhan saya.”

Oh, Allah, betapa mulianya dan lembutnya dan manisnya ajakanNya kepada kita untuk datang kepadaNya:

 

Datanglah kamu yang letih lesu dan berbeban berat,

Yang terhilang dan hancur oleh kejatuhan

Jika engkau berlambat-lambat hingga engkau merasa lebih baik

Engkau tidak akan pernah datang sama sekali.

Aku akan bangkit dan pergi kepada Yesus

Dia akan merangkulku dengan tanganNya

Di dalam lengan Juruselamatku yang terkasih,

Oh, di sana ada sepuluh ribu kelegaan

Aku mendengar suara Yesus berkata,

“Datanglah kepadaKu dan beristirahatlah

Letakkanlah semua kekhawatiranmu

Baringkanlah kepalamu di atas dadaKu.”

Aku datang kepada Yesus sebagaimana adanya aku

Letih dan Lesu serta penuh kesedihan

Aku menemukan di dalam Dia sebuah tempat yang nyaman

Dan Dia membuatku lega.

“Tuhan datang dan memanggil engkau.”

 

Dia memanggil ke dalam hati kita, ke jiwa kita yang paling dalam. Saya mengatakan yang sesungguhnya kepada anda, kecuali di sana ada sebuah pemikiran yang keras, setiap hati, setiap tempat, setiap waktu, setiap abad digerakkan oleh kasih dan anugerah penebusan dari Tuhan kita.

Seperti yang digambarkan dalam Kisah Rasul pasal dua puluh enam, Paulus sedang berdiri di hadapan Raja Herodes Agripa dan rombongan istana kerajaan. Dan ketika dia sedang menjelaskan pembelaan tentang Kristus, Raja Herodes Agripa berkata, “Hampir-hampir saja kauyakinkan aku menjadi orang Kristen”—“digerakkan” bagaimanapun anda dapat  menterjemahkan kata itu en oligoEn oligo—Alkitab versi King James menterjemahkannya dengan “hampir saja.” Anda dapat menterjemahkannya menjadi “sajian terakhir, akhir dari keseluruhan dan tujuan” --en oligo.  Dan Paulus menjawab, “Supaya  be en oligo or en megalo— Aku mau berdoa kepada Allah, supaya segera atau lama-kelamaan bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang yang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.”

Gerakan dari pesan Kristus jatuh ke dalam setiap hati manusia, di dalam setiap kehidupan, kecuali hal itu dikeraskan oleh sebuah larangan yang keras. Pada suatu hari yang lampau, setahun yang lalu, ketika ada sebuah kesempatan di sebuah universitas yang terkemuka, saya diundang untuk berbicara di universitas Alabama di Tuscaloosa. Seminggu diberikan kesempatan untuk mempresentasikan agama-agama besar di dunia dan saya di undang untuk merepresentasikan iman Kristen kita.

Kami bertemu dalam sebuah auditorium yang besar yang dipenuhi oleh ribuan mahasiswa dari universitas itu. Dan setiap orang dari kami, setiap hari, menjelaskan pembelaan tentang imannya.

Pada waktu tengah hari, setelah pertemuan pagi, kami bertemu dengan pegawai-pegawai dari universitas. Dan pada suatu siang, saya sangat terkejut dan diliputi keheranan oleh salah seorang pembicara dari seseorang yang memiliki keyakinan iman yang sangat berbeda dari agama Kristen kita.

Di dalam pertemuan pada siang hari itu, di hadapan orang yang berkumpul untuk makan siang, dia berpaling kepada saya dan berkata, “Saya ingin tahu. Ketika anda berbicara, apakah itu merupakan kuasa dari Allah atas anda atau sesuatu yang anda pelajari untuk anda lakukan?”

Sekalipun dia memiliki iman yang sangat berbeda dengan kita, penyajian dari kasih dan injil Kristus sangat menggerakkan hatinya yang paling dalam.

Saya berpikir tentang kutipan yang paling sering diambil dari kalimat dalam bahasa Inggris, atau dalam pembicaraan atau di dalam bahasa yang lain. Agustinus, di dalam paragraph pertamanya dalam Confessions, menulis, “Ya, Allah, Engkau yang telah menjadikan kami untuk Engkau, dan kami resah hingga kami beristirahat di dalam Engkau.” Panggilan Kristus kepada manusia begitu menggerakkan, dan kecuali tanpa sebuah larangan yang keras dari pelatihan dan ajaran yang keras, setiap orang di dalam dunia ini digerakkan oleh kematian dan kasih serta anugerah dari Juruselamat kita yang luar biasa dan Tuhan kita yang mulia.

Panggilan Kristus—itu adalah sebuah panggilan terhadap sebuah pengakuan iman di dalam Dia, yang terbuka, dihadapan umum dan tanpa rasa malu. Seperti yang anda tahu, bahwa saya telah menjadi seorang pendeta enam puluh tahun yang lalu. Saya masih seorang yang sangat muda. Dan di dalam gereja saya yang kecil di pedesaan, suatu ketika dihadiri oleh seseorang yang telah saya doakan dengan sungguh-sungguh. Di dalam komunitas yang kecil itu, kita memiliki sebuah toko yang umum yang besar dan dia adalah pemiliknya. Dia belum menjadi seorang Kristen. 

Pada suatu hari, dalam sebuah kebaktian pagi seperti ini, dia berjalan melalui lorong bangku, datang ke depan dan memegang tangan saya dan dia berkata, “Pendeta muda, saya menerima Tuhan sebagai Juruselamat saya. Sekarang,” katanya, “saya akan kembali ke tempat duduk saya.”

Saya berkata kepadanya dalam kekurang ajaran saya, sikap yang tanpa pikiran, respon yang mendadak—saya berkata kepadanya, “Anda kembali ke kursi anda dan anda tidak akan pernah diselamatkan!”

Dia berkata kepada saya, “Maksud anda, bahawa saya harus duduk di depan sini sehingga saya pergi ke sorga, dan saya diselamatkan?”

Saya berkata, “Itulah yang saya maksudkan. Jika anda tidak duduk di sini, dan jika anda tidak tetap berada di depan dan jika anda tidak mengakui Tuhan sebagai Juruselamat anda, anda tidak akan diselamatkan. Anda tidak akan masuk sorga ketika anda mati.”

Oh, terima kasih Tuhan, dia duduk dan saya membaptiskan dia. Saya memikirkan peristiwa itu berhari-hari sewaktu saya masih muda. Saya telah memikirkan peristiwa itu ribuan kali. Tetapi, apa yang saya lakukan sewaktu masih muda—bahwa tanpa ragu, pada masa ini saya katakan bahwa itu merupakan pernyataan yang kekal dari Allah.

Di dalam Matius 10, ayat 32-33:

Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, aku juga akan mengakuinya di depan BapaKu yang di sorga.

Tetapi barangsiapa yang menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan BapaKu yang di sorga.

Atau Markus 8:28:

Sebab barangsiapa malu karena Aku dan perkataanKu di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikat kudus.

Dan lagi , di dalam Roman 10:9-10:

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Karena dengan hati orang percaya

—kedalam kebaikan dari kebenaran Allah—sebuah kebenaran yang diimputasikan; sebuah kebenaran yang telah diberikan kepada kita di dalam anugerah dan kasih Tuhan kita yang menyelamatkan.

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Sebuah komitmen yang indah dari hidup kita kepada Tuhan kita di dalam kehendak dan perintah Tuhan. Saya dapat menyatakan hal itu dari pengalaman yang telah lewat. Jika anda pernah melakukan hal itu, itu akan menjadi sebuah pengalaman yang paling manis yang pernah anda alami di dalam hidup anda.

Suatu kali saya mengadakan sebuah kebaktian kebangunan rohani di dalam sebuah kota wilayah yang sangat besar, saya memenangkan seorang pengusaha karet kepada Tuhan Yesus, dia berjalan melalui salah satu lorong bangku di kebaktian kebangunan itu, dan secara terbuka mengakui imannya kepada juruselamat. Malam berikutnya dia melakukan hal yang sama—berjalan melalui salah satu lorong bangku itu.

Malam ketiga, dia tetap melakukan hal yang sama. Dan saya berkata kepadanya, “Tuan, anda tidak perlu maju ke depan di dalam setiap ibadah.”

Dia berkata, “Tetapi saya senang melakukannya. Saya sangat bahagia di dalam Tuhan. Saya ingin agar seluruh dunia tahu apa yang telah terjadi kepada saya.” Itulah iman. Itulah panggilan Kristus. Dan ketika kita mematuhinya, dan ketika kita mendengar, dan ketika kita memberikan respon, ada sebuah kebahagiaan yang melimpah dan memenuhi hidup kita.

Panggilan Kristus di dalam hati kita; panggilan Kristus terhadap sebuah pengakuan iman yang terbuka; panggilan Kristus terhadap jemaatNya. Dia tidak pernah berkata, “IstriKu.” Tuhan kita tidak pernah mengenal keintiman dari hubungan manusia yang seperti itu. Dia tidak pernah berkata, “AnakKu.” Dia tidak pernah memandang ke dalam sebuah wajah dari bayi yang baru dilahirkan dan berkata, “Tulang dari tulangKu dan daging dari dagingKu. Dia tidak pernah berkata “RumahKu.” “Srigala memiliki liang dan burung-burung di udara memiliki sarang, tetapi Anaka manusia tidak memiliki tempat untuk membaringkan kepalaNya.”

 Dia tidak pernah berkata, “RumahKu.”  Tetapi Dia berkata, “JemaatKu. JemaatKu.”

Di dalam Efesus 5 ayat 28: “Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan nyawaNya untuknya.”

Kristus mengasihi jemaat.  

 

Aku mencintai KerajaanMu Tuhan

Rumah  yang menjadi kediamanMu selamanya

Jemaat, orang-orang tebusan kami yang penuh berkat

Yang diselamatkan oleh darahNya yang mulia

Aku mengasihi gerejaMu, Ya Allah

Tembok-temboknya yang berdiri di depanMu

 Yang penuh perhatian dan kasih sayang

Dari mataMu dan

Pahatan yang berada di atas tanganMu

Yang untukNya air mataku akan jatuh

Yang untuknya doa-doaku dipanjatkan

Yang untuknya jerih payah dan perhatianku aku berikan

Hingga kerja keras dan perhatian yang terakhir.

 

Suatu ketika saya ditanya oleh seseorang, “Dapatkah saya diselamatkan dan tidak bergabung dengan gereja?’ 

Saya tidak dapat memahami hal itu. Mengapa anda menginginkan pergi ke sorga seperti itu? Anda akan tinggal bersama dengan kami—umat Allah, keluarga Kristus—anda akan hidup selama-lamanya bersama dengan kami. Mengapa anda menolak kami sekarang? Mengapa anda ingin diselamatkan dan tidak ingin menjadi anggota dari jemaat yang dikasihi Yesus?

 

Betapa senangnya aku menjadi

Bagian dari keluarga Allah

Dibasuh dalam sumbernya,

Disucikan oleh darah,

Dan menjadi ahli waris bersama dengan Yesus

Ketika aku mengembara di padang rumput ini

Betapa senangnya aku menjadi

Bagian dari keluarga Allah

 

—Dengan semua kekurangan dan kesalahan serta kegagalan kita, kita tetap dikasihi oleh Tuhan: “Kristus mengasihi jemaat dan menyerahkan nyawaNya untuknya.”

Panggilan Kristus di dalam hati kita: Panggilan Kristus terhadap sebuah pengakuan yang terbuka di hadapan umum dan tanpa rasa malu; panggilan Kristus terhadap jemaatNya, terhadap umatNya; panggilan Kristus untuk setia sampai mati.

Di dalam Wahyu 2 ayat 10, firman Tuhan kepada salah satu jemaat dari tujuh jemaat di Asia, kepada jemaat Smirna, “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” 

Seorang misionari yang sudah tua, yang patah hati, dengan istrinya yang tua, sedang kembali pulang ke Amerika. Selama lebih dari 40 tahun mereka telah menghabiskan hidup mereka sebagai misionari di pedalaman Afrika.

Di dalam salah satu providensi hidup yang aneh, di dalam kapal yang mereka tumpangi untuk pulang ke Amerika. Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt sedang pulang dari sebuah safari di Afrika. Dia telah melakukan sebuah perburuan yang besar, dan dalam safari itu, di atas kapal yang sama, dia juga sedang pulang ke Amerika.

Ketika mereka semakin dekat di sebuah pelabuhan di kota Amerika, misionari itu berpaling kepada istrinya dan berkata, “Sayang, saya hanya berharap—setelah pergi selama lebih dari 40 tahun, saya hanya berharap, ketika kita tiba di rumah, seandainya ada seseorang yang berada di sana untuk bertemu dengan kita atau seandainya ada seseorang di sana untuk menyambut kita.”

Ketika mereka tiba dan Presiden Amerika Serikat, Theodore Roosevelt, keluar dari kapal, band marinir sedang bermain di sana dan sebuah parade sepanjang kota menyambut dia. Presiden Amerika Serikat telah pulang. Dan dengan cukup yakin, ketika misionari yang tua itu  dan istrinya menuruni tangga kapal, tidak ada seorang pun yang memberi salam kepada mereka, tidak ada seorang pun yang menyambut mereka.

Malam itu, di dalam sebuah kamar yang suram, sebuah ruangan dari hotel yang murah, dukacita merasuki hati misionari tua itu. Dan dia berpaling kepada istrinya dan berkata, “Sayang, aku tidak mengerti. Aku tidak mengerti. Presiden pergi ke Afrika dalam sebuah perburuan, dan ketika dia kembali, seluruh dunia menyambutnya. Ketika kita memberikan hidup kita sebagai misionari dan ketika kita pulang ke rumah, tidak ada satu jiwa pun yang menyambut kita, yang memberi salam kepada kita.”

Dan istrinya yang terkasih berkata kepada suaminya, “Suamiku, aku tidak memiliki sebuah jawaban. Aku tidak tahu bagaimana menjawabnya. Tetapi aku akan pergi sejenak, dan engkau bawalah itu kepada Allah dan tanyalah kepada Allah.”

Kemudian, istrinya meninggalkan dia dan menutup pintu dengan hati-hati. Dan misionaris tua itu berlutut di hadapan Allah dan berkata, “Tuhan, saya tidak mengerti. Saya tidak dapat memahaminya. Dia pergi ke Afrika hanya untuk sebuah perburuan dan ketika dia kembali pulang, seluruh dunia memberikan salam kepadanya dan menyambut dia.

Kami telah memberikan hidup kami kepadaMu dan ketika kami pulang, tidak ada satu jiwa pun yang memberi salam kepada kami, tidak ada seorang pun yang menyambut kami.”

Anda tahu apa yang terjadi? Allah sendiri datang dari sorga dan meletakkan tanganNya di sekitar misionari tua itu dan berkata kepadanya, “Misionari, engkau belum tiba di rumah. Engkau belum tiba di rumah.”

 

Aku merupakan seorang asing disini

Surga adalah rumahku

Dunia hanyalah sebuah padang yang suram

Surga adalah rumahku

Dukacita dan bahaya berdiri mengancam

Mengitariku dalam setiap sisi

Surga adalah tanah airku

Surga adalah rumahku

 

“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.” 

Tuhan mungkin engkau akan menemukan kami, bahwa jika Engkau datang pada tengah hari atau saat senja atau pada tengan malam, jika engkau datang saat fajar, Tuhan biarlah aku tetap setia kepadaMu. Tuhan jika Engkau datang di atas awan dalam kemuliaan, turun dari angkasa, semoga Allah tetap mendapati kami tetap setia hingga mati dari hidup kami yang berada di sini atau hingga hari pengangkatan. Dimana pun kami berada biarlah kami tetap setia hingga mati. Tuhan, berikanlah jaminan terhadap hal itu. Amin.  

Sekarang, bolehkah kita berdoa?

Juruselamat kami, betapa mulianya Engkau. Dan sekarang, ketika kami membuat sebuah permohonan bagiMu, semoga Allah yang berada di dalam sorga memberkatinya dan menghargainya dengan tuaian yang Engkau berikan. Kami telah berdoa untuk kesempatan ini, telah membuat persiapan untuk kesempatan ini, memandang ke depan terhadap permohonan ini. Dan Sekarang ya Tuhan, di dalam kesempatan yang kudus dan suci ini, mungkin di sana banyak orang yang telah dgerakkan di dalam hati mereka oleh panggilan Kristus dan menjawabnya dengan seluruh hidup mereka. Kami akan mengasihi Engkau Tuhan, untuk setiap jiwa yang Engkau berikan kepada kami.

Di dalam kasihMu dan namaMu yang menyelamatkan. Amin.

Sekarang, Zig Ziglar, dimanakah anda, diaken saya yang terkasih? Zig Ziglar,

Saya ingin anda datang dan berdiri di sini Zig.

Zig telah memberitahukan kepada saya sebelum ibadah dimulai bahwa sekitar 50-an orang percaya yang telah lahir baru yang akan berada di sini di seminar yang seringkali dia pimpin. Dalam sebuah kesempatan, ketika kita berdiri untuk bernyanyi, jika anda suka untuk memberikan kembali dan mengkomitmenkan kembali, mengabdikan kembali hidup anda kepada Tuhan Yesus yang mulia, datanglah kepada orang saleh itu dan berikan tangan anda kepadanya. Seringkali saya telah melihat dia, bahwa dia akan berlutut dan berdoa. Ini adalah sebuah kesempatan yang indah dan saya berdoa agar anda melakukannya. 

Ingat bahwa kami tidak meminta anda untuk bergabung dengan gereja—bukan seperti itu. Yang kami sampaikan adalah jika Allah telah meletakkan di dalam hati anda dan anda secara sukarela ingin mengabdikan kembali dan memberikan kembali hidup anda kepada Juruselamat kita yang mulia, datanglah dan beritahukan kepada Zig Ziglar dan anda akan memiliki sebuah kesempatan yang indah untuk berdoa bersama-sama. Saya berdoa agar anda melakukan itu. Itu akan menjadi sebuah kenangan yang berarti di dalam hidup anda.

Baiklah. Zig berkata bahwa beberapa orang dari anda ingin maju selangkah kepada Allah dan berkata: “Saya senang bergerak di dalam perintah untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat saya.” Oh, betapa mulianya pengakuan itu, sebuah komitmen yang indah. Allah mengasihi anda atas hal itu. Allah memberkati anda atas hal itu. Diberkatilah hatimu Nak.

Dan, sekarang, bagi anda semua yang berada di rungan gereja ini, di sekitar balkon, di sana ada sebuah tangga yang terletak di bagian depan dan belakang. Jika anda mau, hari ini, untuk memberikan hati anda kepada Tuhan, kami menyambut anda. Sebuah keluarga dari anda, yang ingin bergabung ke dalam persekutuan gereja ini atau untuk menjawab panggilan Roh Kudus di dalam hati anda, di dalam sebuah kesempatan, ketika kita menyanyikan lagu permohonan ini, dalam baris yang pertama, mari datanglah.

Dan Tuhan memimpin anda dalam jalan anda, ketika kita berdiri dan menyanyikan lagu permohonan kita.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.