Daftar isi

 

BAGAIMANAKAH ALLAH MEMBUAT SAYA SELAMAT SAMPAI SELAMA-LAMANYA?

(HOW COULD GOD SAVE ME FOREVER?)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Yohanes 10:27‑30

04‑18‑84

 

           Dalam Ibadah Paskah yang kita lakukan, kita akan berada di sekitar tema dari sebuah pengakuan yang disampaikan oleh seorang murid Yesus di dalam Injil Yohanes pasal dua puluh satu yaitu, “Ya, Tuhan dan Allahku,”  dan yang berasal dari kesaksian Yohanes, rasul yang kudus dari Tuhan kita Yesus.

 

Pada hari Senin, judul khotbah kita adalah, Bagaimana Allah Menjadi Seorang Manusia? yang berasal dari Injil Yohanes pasal pertama. 

 

Kemarin, pada hari Selasa, judul khotbah kita adalah, Bagaimana Allah Menciptakan Kembali. Melahirkan Kembali, Memperbaharui Aku? Yang berasal dari Injil Yohanes pasal tiga.

 

Pada hari ini,  Bagaimana Allah Dapat Menyelamatkanku Sampai Selama-lamanya? Dari Injil Yohanes pasal Sepuluh.

 

Besok, Bagaimana Allah Bersimpati Bersama Dengan Aku? Dari Injil Yohanes pasal sebelas.

 

Dan pada hari Jumat, Bagaimana Allah Dapat Mati Untukku? Dari Injil Yohanes pasal sembilan belas.

 

Dan pada hari Minggu, hari kebangkitan, Bagaimana Allah Dapat Membangkitkan Aku Dari Kematian? Dari Injil Yohanes pasal dua puluh satu.

 

           Pada hari ini, judul khotbah kita adalah: Bagaimana Allah dapat Menyelamatkanku Sampai Selama-lamanya? Allah menyelamatkan kita dengan keselamatan kita, yang saya maksudkan adalah bahwa kita akan berada di sorga yang mulia. Jika saya masuk ke dalam neraka, maka saya tidak diselamatkan. Dengan keselamatan, yang saya maksudkan adalah bahwa saya akan memberi salam kepada anda dalam sinar pagi di seberang sungai ketika semua penderitaan telah berlalu.

            Pada sebuah Taman Haleluya, yang melintasi Alun-Alun Amin, di sebelah rumah besar yang mulia, saya akan memberi salam kepada anda dan menjabat tangan anda. Kita akan minum dari sungai air kehidupan. Dan kita akan makan dari pohon kekekalan. Itu yang saya maksudkan dengan keselamatan. Saya akan melihat anda di sorga pada suatu hari, diselamatkan selama-lamanya.

Bagaimanakah Allah dapat melakukan hal itu kepada saya? Saya telah memilih dari banyak bagian yang terdapat di dalam Alkitab. Saya telah memilih lima poin, yang akan membawa kita kepada sorga yang mulia itu, kebaikan Allah dan jaminan Allah. Yang pertama terdapat di dalam Yohanes pasal 10 ayat 27 dan seterusnya. Yohanes 10:27, “Domba-dombaku mendengar suaraKu, dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.  Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu. Bapaku, yang telah memberikan mereka kepadaKu lebih besar dari siapa pun; dan tidak ada seorang pun yang dapat merebut mereka dari tangan BapaKu. Aku dan Bapa adalah satu.”  

            Jaminan yang pertama dari keselamatan kekal adalah ketidak berubahan dan kekonsistenan Firman dan janji Allah. “Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.” Firman Allah sama seperti diriNya sendiri: “Tetap sama, baik kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya.”

            Bilangan 23 ayat 19 mengakui, “Allah bukanlah manusia sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”

Allah telah menyampaikan hal itu. Masakan ia tidak akan menggenapinya? Apakah kesuaman saya atau ketakutan saya akan membatalkan atau meniadakan Firman dan janji Allah? Saya sering berpikir tentang ribuan keluarga pada masa Paskah, di negri yang gelap dari perbudakan Mesir, ketika Allah berkata, “Malam ini malaikat mautKu akan lewat. Tetapi jika engkau mengoleskan darah di depan rumahmu, dengan bentuk salib, pada ambang batas dan kedua tiang pintu rumahmu, maka malaikat maut akan melewatimu.”

            Dan saya berpikir bahwa manusia akan memikirkan bahwa orang-orang yang berada di bawah darah itu akan melihat satu sama lain dengan gelisah dan khawatir. Seseorang mungkin berkata, “Aku takut.” Seseorang mungkin akan menambahkan, “Seandainya hal itu bekerja.” Yang lain mungkin menilai, “Hanya darah, darah korban. Bagiamana hal itu dapat menghindarkan kita dari kunjungan malaikat maut?”

            Tetapi Allah tidak pernah berkata, “Ketika kamu melihat darah.” Allah berkata, “Ketika aku melihat darah itu, maka Aku akan melewatkan kamu.” Kita diselamatkan bukan karena keberanian kita atau ketakutan kita. Kita diselamatkan oleh kesetiaan Allah terhadap FirmanNya dan janjiNya.

            Dan ketika Allah berkata kepada saya, “Aku memberikan hidup yang kekal kepadamu, dan engkau pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut engkau dari tanganKu.” Keselamatan saya kemudian bergantung kepada kesetiaan Allah dan terhadap janji yang telah Dia buat kepada saya.

Ketika saya melihat ke dalam jemaat kita, saya melihat semua jenis respon di dalam kesetiaan mereka terhadap Firman Allah di dalam hidup mereka. Beberapa dari antara mereka sangat lemah dan gelisah dan takut-takut dan kadang-kadang ragu. Yang lainnya sangat nyata dan sangat berani. Tetapi keduanya sama-sama diselamatkan dalam kesetiaan Allah.

            Saya mengingat, suatu kali kali saya membaca tentang seorang pemburu yang berada di hutan Kanada bagian utara, yang datang pada saat musim dingin untuk melewati sebuah sungai yang membeku. Dan tanpa mengetahui kekuatan es itu, dia sangat ragu-ragu dan penuh ketakutan untuk melintasinya, dengan kedua tangan dan kakinya dia mulai merangkak di atas sungai yang membeku itu. Dan ketika dia berada di tengah-tengah sungai, dia mendengar sebuah suara yang ribut di belakangnya. Dan dia berpaling ke belakang untuk melihat. Dan di belakangnya ada sebuah tim yang besar yang mendorong sebuah kereta yang besar yang penuh dengan kayu gelondongan yang sangat banyak. Dan kelompok itu, serta kereta itu sangat bergegas turun dari sisi gunung dan melewati sungai itu dan berada di sisi yang lain, dan pemburu yang merangkak dengan ragu-ragu itu melihat bahwa mereka melewati sungai itu dengan baik-baik saja. Kita juga sama dengan hal itu. Beberapa dari antara kita sangat ragu-ragu dan takut-takut serta lemah di hadapan janji Allah. Meskipun sangat jelas sekali, bahwa Allah yang kekal dan absolut setia terhadap firmanNya.

            Itu adalah alasan pertama mengapa saya memiliki jaminan bahwa Allah akan menyelamatkan saya sampai selama-lamanya. Dia telah berjanji. Yang kedua: Jaminan dari keselamatan kekal kita di temukan dalam anugerah penebusan Tuhan kita yang telah selesai.

            Ketika Yesus telah memberikan merespon terhadap orang yang memberikan anggur asam kepadaNya untuk diminum, Dia berkata, “Sudah selesai.” Dan Dia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan  nyawaNya. Karya Kristus yang sudah selesai—apa maksudnya selesai? Penebusan untuk dosa-dosa saya! Pembayaran untuk semua kesalahan saya—Itu sudah sempurna. Sudah selesai! Kristus telah melakukannya! Dan jika saya menambahkan sesuatu ke dalam penebusan itu, maka hal itu merupakan sebuah penghinaan. 

Tidak hanya kepada Allah tetapi juga kepada penghukuman itu. Hal itu sama dengan seperti ini: Suatu kali saya pergi ke Dresden di Jerman Barat. Dan satu hal yang ingin saya lihat adalah karya Raphael yaitu “Sistine Madonna.” Dan ketika saya berdiri di sana di galeri seni Dresden itu dan melihat mahakarya yang luar biasa dari Raphael itu. Apa yang akan terjadi senadianya  saya berkata, “Bawakanlah saya beberapa kuas dan cat? Saya ingin menambahkan sebuah coretan di sini. Dan saya akan menambahkan sebuah warna di sana?” Itu adalah Sesuatu yang sulit untuk dipikirkan—mahakarya yang hebat itu telah diselesaikan oleh Raphael sendiri.

Suatu ketika, saya pergi ke Gereja St Peter di Sarn di Roma. Saya ingin melihat patung Musa yang luar biasa itu. Ketika kita berpikir tentang Musa, kita akan berpikir tentang kebaikan seorang Michaelangelo yang memahat batu yang keras, memahat marmer yang keras dan menjadi sebuah patung mahakarya di gereja Roma itu. Dan ketika saya berdiri di sana dan melihat maha karya yang luar biasa itu, apakah saya akan berkata, “Bawakan saya martil dan sebuah Pahat?  Saya akan menambahkan sesuatu yang kecil di sini dan menyingkirkan beberapa hal di sebelah sana.”

            Itu adalah sesuatu yang sulit untuk dipikirkan. Itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Karya itu telah diselesaikan oleh seniman Michaelangelo itu sendiri. Hal itu sama dengan di hadapan Tuhan saya. Penebusan—pembayaran atas dosa-dosa kita adalah sebuah karya Kristus yang telah selesai. Dan saya tidak perlu menambahkan apapun ke dalamnya. Saya menerimanya sebagai sebuah karunia dari tangan Tuhan sendiri yang penuh kasih. “Oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, dan itu bukan hasil usahamu sendiri. Itu adalah sebuah karunia dari Allah. Jangan seorang pun yang memegahkan diri.” Sehingga dia tidak dapat berkata, “Saya yang melakukannya.”  

Yang ketiga: jaminan keselamatan kita, terdapat di dalam keyakinan yang saya miliki di dalam Tuhan saya. 2 Timotius 1:12, “Aku tahu kepada siapa aku percaya. Dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”

            Saya tahu betapa indahnya untuk bangkit dan bangkit ke dalam terang yang luar biasa tentang pengetahuan Allah di dalam Kristus Yesus. Ketika kita tenggelam dan terbenam ke dalam kegelapan dari kekurangan pengetahuan kita tentang Tuhan kita maka sebuah keraguan akan menyelimuti kita. Tetapi untuk mengenal Kristus adalah untuk dipenuhi dengan sesuatu yang tidak terbatas dan bersifat kekal dan jaminan yang tidak terbantahkan. Merupakan sesuatu yang luar biasa di dalam ayat yang baru saja saya baca, dia mengulanginya bahkan sampai tiga kali.

            Tuhan kita. “Aku tahu kepada siapa.” “Bukan ‘di dalam siapa.” Jangan pernah meletakkan sebuah preposisi antara kita dan Dia.”  " Aku tahu kepada siapa aku percaya. Dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakanNya kepadaku.” Kita tidak percaya kepada sebuah sistem atau sebuah organisasi atau sebuah hierarki. Kita percaya kepada Tuhan Yesus sendiri. Kita tidak meletakkan kepala kita dalam sebuah spekulasi atau teori metafisik atau sebuah preposisi. Kita berdiam di dalam Tuhan. “Aku tahu kepada siapa aku percaya.”

            Apakah anda memperhatikan kata itu? Kata itu diterjemahkan di sini dengan beberapa kata. “Yang telah dipercayakan kepadaku.” Kata itu merupakan sebuah kata Yunani, parathekeParatheke berarti “sebuah deposito.” Sebuah simpanan—apa yang telah aku simpan di dalam tanganNya—sebuah deposito. Kata yang biasa kita gunakan ketika kita mengambil sesuatu yang berharga dan menempatkannya dalam sebuah bank. Sebuah deposito—simpanan yang telah kita tempatkan di tangan Tuhan kita. Itu adalah jiwa kita. Itu adalah hidup kita. Itu adalah pengharapan kita. Itu adalah milik kita selama-lamanya. Kita menyimpannya, paratheke di dalam tanganNya. Dan Paulus memberi pengakuan, “Aku yakin. Aku tahu bahwa Dia mampu memelihara apa yang telah aku simpan di dalam tanganNya.”

            Bolehkan saya membuat sampingan di sini untuk menyatakan bahwa hal itu sungguh-sungguh sesuatu yang menyegarkan, untuk membaca seseorang yang berkata, “Aku tahu dan aku percaya.” Di dalam masa yang penuh sinisme ini ketika segala sesuatu sulit untuk dipercayai—kita ragu terhadap segala sesuatu. Saya katakan bahwa itu merupakan sesuatu yang menyegarkan, untuk melihat seseorang yang berkata, “Aku tahu dan aku telah mempercayakannya.”

            Yang keempat. Bagaimana anda dapat tahu, anda akan melihat Yesus pada suatu hari? Bahwa anda akan tinggal di sorga? Karena apa yang Dia lakukan bagi kita sekarang! Di dalam Ibrani 7:25, “Karena itu Ia sanggup menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.” 

Apa yang sekarang sedang dilakukan oleh Tuhan kita? Dia sedang berada di sorga di sebelah kanan taktha Allah sebagai perantara, yang memohon dan berdoa bagi kita. Dan doa-doa dari Tuhan kita tidak akan jatuh dengan sia-sia ke jalanan atau lantai sorga. Dia merupakan pengantara kita, dan memelihara kita dengan hal itu di dalam pengembaraan kita di dunia ini. Dan pada suatu hari kita akan datang ke dalam gerbang sorga yang indah.  

Dan yang kelima dan merupakan bagian yang terakhir: Bagaimana anda tahu bahwa anda memiliki jaminan yang kekal di dalam Kristus? Karena bukti yang menegaskan pengalaman yang kita miliki di dalam hati kita—kita semua menemukan perlindungan di dalam Dia. Di dalam Kitab Roma, Paulus menulis, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Itu adalah sesuatu yang berada di dalam diri kita yang telah Allah tempatkan di sana. Dan ketika Allah meletakkan hal itu di dalam hati manusia, di dalam dada manusia, di dalam jiwa manusia, semua malaikat, semua iblis di neraka dan semua kekuatan di dalam alam semesta ini, tidak akan pernah dapat mengambilnya. Itu akan berada di sana sampai selama-lamanya.

            Ketika seseorang telah diselamatkan, ketika dia membuka hatinya kepada Kristus, ketika Tuhan masuk untuk membuat rumahnya, untuk membuat kediamanNya dan untuk membuat tempatNya berdiam dan persekutuanNya bersama dengan kita, anda akan menjadi orang yang berubah. Anda akan menjadi sesuatu yang berbeda. Dan anda tidak akan pernah berpaling dari hal itu—tidak akan pernah! Itu adalah sebuah keyakinan, pengalaman yang meneguhkan—Roh Allah bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah milik Tuhan.

Di Lousiana selatan, seorang pria, seorang petani menangkap sebuah bebek liar yang besar. Dan dia menempatkan sebuah tali, sebuah benang di kakinya. Dan mengikatnya pada sebuah pancang di atas kolam tempat bebek-bebek lokal di pertanian itu berenang. Dan ketika musim semi datang, bebek liar itu di dalam musim dingin akan terbang ke Lousiana bagian selatan dan membuat sarang mereka di danau itu dan terusan yang terdapat di situ (tetapi pada musim semi mereka terbang kembali ke tempat asal mereka di utara), ketika musim semi tiba, bebek-bebek liar itu naik dan terbang dari terusan yang berada di Lousiana selatan. Dan saat mereka melihat ke bawah, mereka melihat bebek liar itu, yang satu jenis dengan mereka yang sedang berenang dengan bebek lokal di pertanian itu. 

            Dan mereka berteriak dari langit ke arah bebek liar yang besar itu, dan bebek liar itu mengangkat kepalanya dan mendengarkan teriakan yang berasal dari atas dan kemudian dia mengembangkan sayapnya yang besar dan berusaha untuk terbang ke atas. Tetapi tali dan pancang itu menariknya kembali. Bebek-bebek liar yang terbang diatasnya membentuk lingkaran dan berteriak kepadanya dari langit. Dan dia berusaha kembali untuk membebaskan dirinya. Dan tali serta pancang itu menariknya kembali. Dan bebek-bebek liar yang terbang diatasnya kembali membentuk lingkaran dan berteriak lagi. Kali ini dengan sebuah sentakan besar, bebek liar yang besar itu mengembangkan sayapnya. Dan dengan usaha yang terakhir, dia memutuskan tali itu dan terbang ke atas langit dan pulang ke tempat asal mereka di tanah utara.

           Apa perbedaannya dengan bebek-bebek lokal itu? perbedaannya terletak di dalam hati. Hal itu terletak di dalam jiwa. Dan itu adalah perbedaan antara seseorang yang mengenal Allah dan seseorang yang tidak pernah diselamatkan.

            Jika anda telah mengenal Tuhan yang telah mengampuni dosa-dosa anda dan anda telah memberikan hidup anda di dalam iman kepadaNya, anda tidak akan pernah berpaling dari hal itu. Tidak akan pernah! Hal itu akan berada di dalam hati anda serta hidup anda sampai selama-lamanya. Saya berharap seandainya saya memiliki kesempatan dan waktu untuk mengilustrasikan hal itu ketika saya bekerja di antara jemaat.

            Ada beberapa orang yang berpaling seperti seorang Yudas, seperti seorang Ananias, seperti seorang Demas. Mereka tidak pernah diselamatkan. Jika anda pernah mengenal Allah, dan jika anda pernah diselamatkan, anda akan seperti Simon Petrus. Anda akan kembali. Mungkin dengan banyak air mata. Anda akan sama seperti Daud, yang bersujud dalam mazmur penyesalan. Anda akan sama seperti anak hilang yang kembali memalingkan wajahnya ke rumahnya.

            Itu sama seperti yang disampaikan oleh Spurgeon yang agung, “Seorang Kristen sama seperti seeorang yang berada di atas kapal. Dia mungkin dapat jatuh dan jatuh kembali di atas dek. Tetapi dia tidak akan pernah jatuh keluar dari kapal.”

            Ini adalah kesanggupan dari ketidakberubahan dan kekonsistenan tangan Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan kita.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.