Daftar isi

KEMERDEKAAN YANG SESUNGGUHNYA

(THE TRUE FREEDOM)

 

Dr. W. A. Criswell

 

08-23-87

 

Yohanes 8:32

 

Kami mengucapkan selamat datang bagi anda semua yang sedang bergabung dalam ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Kami mengundang anda untuk membuka Alkitab anda di dalam Injil Keempat, yaitu Injil Yohanes pasal delapan. Khotbah hari ini didasarkan atas bagian utama dari pasal delapan ini, dan berjudul: Merdeka Untuk Hidup, Kemerdekaan Yang Sesungguhnya.

Kitab Yohanes pasal delapan ayat 32 dan ayat 36.

Yohanes 8:32: “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Ayat 36: “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun akan ontos, benar-benar merdeka, sungguh-sungguh merdeka, merdeka dengan sebenarnya.”

Ada sebuah sebuah hasrat yang tidak akan pernah mati di dalam hati setiap manusia untuk merdeka.  Dan hal itu memiliki kedalaman yang sama dari hidup itu sendiri.

Di dalam generasi kita, di dalam masa hidup kita, kita telah melihat keruntuhan dari Imperium Britania Raya, dari Imperium Inggris, Belanda, Jerman, Prancis dan Portugal.

Saya telah berada di Indonesia, di Jakarta, ibukota Negara itu. Dan saya telah melihat Belanda meninggalkan koloni itu, yang telah mereka kuasai dan mereka perintah selama bertahun-tahun.

Saya telah berdiri di ibukota bangsa-bangsa yang berada di Afrika Tengah, berdiri di samping seorang pemimpin nasional. Dan dia berkata kepada saya, “Kami lebih baik memerintah diri kami sendiri dengan kemiskinan dari pada diperintah dengan baik oleh kekuasaan asing.”

Jiwa dari umat manusia selalu berusaha untuk merdeka dan hal itu merupakan karakteristik dari umat manusia sepanjang sejarah. Israel telah berdoa suapaya memiliki seorang pemimpin yang akan melepaskan mereka keluar dari perbudakan Mesir. Allah mendengar keluhan mereka, mendengarkan tangisan mereka, dan mengirim Musa kepada mereka, seorang pembebas bagi mereka untuk dapat lepas dari perbudakan dan perhambaan mereka.

Babel memberontak melawan Asyur dibawah Nabopolasar, dan anaknya Nebukadnezar, dan membangun Kerajaan Babel yang merdeka.

Demosthenes, di Athena, melancarkan kecaman melawan perbudakan yang dilakukan oleh kerajaan selatan yang diperintah oleh Filipus dari Makedonia.

Saya mengingat ketika saya masih belajar di sekolah, mengingat perjuangannya yang luar biasa terhadap perbudakan gladiator. Pria yang dirantai dan dijadikan sebagai makanan singa di Coloselum.

Kita semua sangat familiar dengan Revolusi Prancis dan semboyan mereka yang penuh kuasa: Kebebasan, Persamaan dan Persaudaraan.

Dan siapakah yang di dalam sejarah Amerika yang tidak membaca tentang Patrick Henry, di Gereja Saint John?  “Berikan kepadaku kemerdekaan atau berikan kepadaku kematian!”

Kita menyanyikan:

 

Negriku yang menjadi milikmu

Negri yang manis dari kemerdekaan,

Tentang engkau aku bernyanyi.

Negeri di mana leluhurku meninggal,

Negeri dari kebanggaan pengembara

Dari setiap sisi gunung,

Biarkan kemerdekaan  bergema

 

Tetapi dalam kenyataan yang sebenarnya, kita dapat merdeka tetapi akhirnya masuk ke dalam perbudakan yang lain. Dan suasana pada saat Tuhan kita menyampaikan perkataan itu, yang tercatat dalam Injil Yohanes pasal delapan ini, yaitu pada saat mereka sedang merayakan perayaan pembebasan Israel dari perbudakan dan perhambaan Mesir. Mereka menyebutnya sebagai hari raya Pondok Daun. Selama tujuh hari orang Israel berdiam di dalam pondok-pondok—sebuah peringatan pada saat mereka mengmbara di padang gurun ketika mereka dilepaskan dari Mesir di bawah pimpinan tangan Musa. 

Semangat nasionalisme sedang membara. Setiap jiwa pahlawan orang Yahudi sangat sensitif terhadap perdudakan mereka terhadap Kaisar Roma.

Yudea merupakan sebuah propinsi imperial. Ada dua jenis propinsi dalam imperium Roma. Yang pertama bersifat senatorial dan yang lainnya adalah imperial.

Jika sebuah propinsi merupakan bangsa taklukan, tetapi memiliki ketenangan dan kedamaian, maka ia akan ditempatkan dibawah pengawasan senat Roma dan diperintah oleh seorang prokonsul. Seperti sebuah propinsi yang tenang yang ada di Asia—propinsi Roma di Asia, yang ibukotanya adalah Efesus. 

Tetapi, untuk sebuah propinsi yang penuh revolusi dan gejolak, ia berada dibawah pengawasan kaisar dan dipimpin oleh seorang prokurator. Alasan untuk itu adalah karena pasukan tidak berada di bawah senat tetapi dibawah kaisar. Dan jika sebuah propinsi itu penuh revolusi dan gejolak, maka ia ditempatkan dibawah kaisar dan diperintah oleh seorang prokurator, yang memimpin pasukan.

Propinsi Yudea merupakan salah satu contoh dari propinsi yang penuh gejolak dan revolusi. Hal itu sangat menyakitkan hati orang Yahudi melebihi segala-galanya—di atas Bait Allah yang suci, di atas gunung Moria, rumah Allah Yehova—di atasnya dibangun Menaran Antonio, tempat dimana prajurit Roma dapat menyaksikan orang Yahudi yang sedang beribadah.

Prajurit Roma itu berada di mana-mana. Mereka memenuhi setiap tempat. Dan setiap orang Yahudi yang loyal akan merasakan sakit hati yang dalam terhadap kehadiran prajurit tersebut yang menjadi tanda keberatan mereka.

Di Yudea dan seluruh Palestina ada sebuah partai yang disebut sebagai partai Zelot. Mereka adalah seseorang yang mendedikasikan diri mereka agar dapat merdeka dari penjajahan Roma. Dan anda ingat bahwa salah seorang rasul merupakan anggota dari partai Zelot, yaitu Simon, yang adalah anggota dari partai bangsa itu.

Pada hari raya Pondok Daun ini, nasionalisme sangat membara. Dan setiap hati orang Yahudi yang loyal melihat kemerdekaan sebagai sebuah hadiah dari Allah agar dapat lepas kuk Roma. Dan dalam konteks itu itu serta latar belakang tersebut, Tuhan kita menyampaikan pesan itu yang menjadi teks saya pada hari ini.

Dia berkata, “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Dan,  “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun akan benar-benar merdeka.”  

            “Kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Apakah kebenaran? Di dalam beberapa bagian pasal-pasal selanjutnya, di dalam pasal delapan belas dari Injil Yohanes, Tuhan kita Yesus sedang didakwa di hadapan Pontius Pilatus, prokurator Roma. Dan Tuhan kita berkata kepadanya, “KerajaanKu bukan dari dunia ini, jika kerajaanKu dari dunia ini, pasti hamba-hambaKu telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi kerjaanKu bukan dari sini.”

Dan Pilatus dalam keheranannya, melihat ke arah orang Galilea yang telah basah kuyup dan yang telah dipukuli itu serta bertanya, ‘Jadi Engkau adalah raja?”  

Dan Yesus menjawab, “Engkau mengatakan bahwa Aku seorang raja.” Di dalam bahasa dan literatur Yunani, itu adalah sebuah hal yang paling berkaitan dan penegasan yang penuh kuasa yang dapat dibuat—” Engkau mengatakan bahwa Aku seorang raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suaraKu.” 

Dan Pilatus bertanya, “Apakah kebenaran itu?”

Yesus tidak pernah menjawab. 

Dan Pilatus berpaling kepada kerumunan orang banyak.

Apakah kebenaran itu? Yesus tidak pernah memberikan sebuah balasan dan dengan kesederhanaan saya, saya  memohon pengampunan dari sorga ketika saya berusaha untuk menjelaskan tentang kebenaran itu. Saya tidak dapat mendefinisikannya. Tetapi saya dapat menunjukkan kepada hal itu. Saya dapat mengilustrasikannya.

Apakah kebenaran itu? Saya melihat salah satu biola yang indah ini dan musisi yang berbakat yang memainkannya, ini adalah fakta dari hal itu: Rambut kuda ditarik atas isi usus kucing dan kemudian terjadi vibrasi—itu adalah sebuah biola.

Tetapi, musik yang sesungguhnya bergerak dalam sebuah dunia yang berbeda. Suatu kali saya duduk dalam sebuah aula pertemuan yang besar dan mendengarkan Fritz Chrysler yang luar biasa yang sedang mengadakan sebuah konser biola. Suasananya seakan-akan sama seperti berada dalam kemuliaan, seperti berada di dalam sorga.

Apakah kebenaran itu? Kebenaran ada di dalam jiwa, di dalam roh. Kebenaran terkandung dalam makna dan tujuan hidup.

Kebenaran—Ada seorang pria berdiri di depan kita. Dia dengan mudah dapat dianalisa. Inilah dia: Magnesium dan potassium dan hidrogen dan oksigen. Ini adalah kandungan-kandungan dari orang itu. Tetapi, kebenaran orang itu terletak di dalam penciptaannya sebagai gambar dan rupa Allah.

Kebenaran—hal itu bergerak dalam dunia yang lain, yang didefenisikan melampaui suku kata dan kalimat-kalimat.

Saya berpikir tentang Tuhan kita—Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Mereka menangkap Dia. Mereka menahan Dia. Mereka menyesah Dia dengan dengan kengerian yang sukar untuk dilukiskan, mereka memukuli Dia. Mereka menyalibkan Dia dan akhirnya, mereka menusuk lambungNya dengan tombak, sehingga keluar air dan darah.

Tetapi, kebenaran Kristus tetap hidup hingga hari ini dengan kekuasan dan kemuliaan yang meningkat. Kebenaran—sesuatu yang berhubungan dengan jiwa, dengan hati, dengan tujuan dan panggilan Allah.

            “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Bolehkah saya mengaplikasikannya kepada kita pada hari ini? Kebenaran, kebebasan, kemerdekaan di luar Kristus selalu merupakan sebuah kutukan, sebuah hukuman.

Saya mengingat sebuah pemilihan presiden dalam tahun-tahun yang telah lewat ketika seseoarang berkampanye untuk menjadi presiden dan akhirnya menang, dia berkampanye berdasarkan empat kebebasan utama; bebas dari keinginan, kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beribadah. Tetapi adalah mustahil untuk bebas dari keinginan dan menjadi budak dari  hasrat dan nafsu yang besar dan kemabukan.  Kebebasan berbicara, tetapi menjadi budak dari bahasa yang kotor dan cabul serta fitnah.

Saya sangat terkejut ketika seseorang berbicara kepada saya dalam minggu ini ketika seseorang berkata kepada saya, “Pendeta, anda hidup dalam sebuah dunia yang terlindungi. Anda tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya di luar sana.”

Dan dia memberikan sebuah ilustrasi. Dia berkata, “Bahasa yang banyak digunakan wanita sekarang ini—jorok, kotor dan penuh makian—sukar untuk dipercaya.” Sukar untuk dipikirkan! Wanita kita—bebas untuk berbicara tetapi menjadi budak dari bahasa yang kasar dan bahasa kutukan.

Kebebasan pers, tetapi akhirnya menjadi budak dari pornografi dan literatur yang cabul, menjadi budak propaganda dan kebohongan; kebebasan beragama, tetapi menjadi budak dari manusia duniawi—bukan sebuah hari yang kudus bagi Allah tetapi menjadi sebuah hari libur.

Kemerdekaan—Yesus berkata, “Jadi apabila Anak manusia itu memerdekakan kamu, kamu pun ontos, benar-benar merdeka, sungguh-sungguh merdeka.” Kemerdekaan jenis apakah itu? Apakah itu salah satu yang berasal dari pergaulan kita, yang tidak memiliki relevansi terhadap belenggu atau kurungan atau penjara. Itu adalah sebuah kemerdekaan jiwa. Itu adalah kemerdekaan roh. Itu adalah sebuah kemerdekaan dari Allah.  

Daniel, yang berada di gua singa, lebih merdeka dari Raja Babel dan Persia. Petrus di dalam penjara, lebih merdeka dari pada Herodes Agrippa yang menempatkan dia di sana. Paulus dan Silas, di dalam penjara Filipi, lebih merdeka dari pada kepala penjara yang mengurung mereka. Yohanes lebih merdeka dari Kaisar Domitian, yang mengasingkan dia di pulau Patmos. John Bunyan lebih merdeka, menulis Perjalanan Musafir, di Penjara Bedford, dari pada Raja Charles II yang menempatkan dia di sana. Roger Williams lebih merdeka dari orang hebat yang ada di Boston yang mengusir dia ke padang liar.  

Saya berpikir tentang orang-orang Kristen itu yang menjadi santapan singa-singa di Coloseum. Mereka lebih merdeka dari pada Kaisar Roma dan orang-orang banyak yang menyaksikan darah mereka dan hidup mereka yang dikorbankan untuk Allah.

 

Batu-batu tidak dapat menjadi sebuah penjara

Bahkan sebuah kurungan yang terbuat dari besi

Bapa-bapa kita mengajarkan

Di dalam penjara yang gelap

Kita masih bebas di dalam hati

Dan hati nurani yang merdeka

Betapa berharganya

Dapat menjadi anak-anak mereka

Yang siap mati demi Engkau

 

Dalam tahun-tahun yang telah lewat, pada tahun 1648, lahir seorang wanita Prancis yang saleh dan penuh karunia. Namanya adalah Marie Guyon. Dia telah menderita demi Kristus selama bertahun-tahun, berada di dalam penjara yang berbeda-beda dan pernah berada di penjara Bastile di Paris. Dia adalah seorang kudus yang luar biasa.Dalam salah satu tempat pemenjaraannya, di Vincennes Prancis, dia menulis:

 

Aku adalah seekor burung kecil

Sekali pun di dalam kurunganku

Aku duduk dan bernyanyi

Bagi Dia yang menempatkanku di sana

Tetap menyenangkan menjadi seorang tahanan

Karena, Allahku,

Hal itu menyenangkan Engkau.

Tiada lain yang dapat kulakukan juga

Aku bernyanyi sepanjang hari

Dan Dia yang terutama

Yang kusuka tuk menyenangkanNya

Dengan mendengarkan laguku

Dia memegang dan menangkap

Sayap pengembaraanku

Tetapi Dia tetap suka

Untuk mendengar aku bernyanyi

Kurunganku membatasi sekelilingku,

Aku tidak dapat terbang dengan bebas, tetapi sekali pun sayapku

Terikat dengan erat

Hatiku

Tidak akan mati.

Dinding-dinding penjaraku tidak dapat mengontrol

Cahaya,

Kebebasan jiwaku

Oh, dia meluncur dengan baik

Melampaui kunci-kunci dan jeruji-jeruji

Bagi Dia, tertuju semua pujianku

Yang memelihara kasihku

Dan di dalam kekuatanMu aku akan menemukan

Sukacita, kemerdekaan

Dari pikiran

Kemerdekaan yang sesungguhnya—“kebenaran itu akan memerdekakan kamu. Dan “Jika Anak manusia memerdekakan kamu, maka kamu benar-benar merdeka, kamu akan memiliki kemerdekaan yang sesungguhnya.”

Sekarang, bolehkah saya menyimpulkan? Adalah bebas dan merdeka untuk menjadi seorang budak dari Yesus Tuhan kita.

Roma 1:1, Filipi 1:1, Titus 1:1Roman 1:1,--ketiga surat itu dimulai seperti ini: Paulos doulos Christos Iesou.  “Paulus”—di dalam King James Version, anda memiliki terjemahan yang baik, tetapi tidak mencakup dengan sepenuhnya dari kata doulous.  “Paulus seorang hamba,” itu yang disampaikan dalam Alkitab kita. Apa yang dia tulis sebenarnya adalah: Paulos doulos, “Paulus, seorang budak dari Yesus Kristus”—seorang budak—merdeka untuk menjadi seorang budak dari Yesus Kristus, sebuah komitmen yang sukarela bagi Dia.

Saya adalah seorang yang bebas dengan sebuah biola di tangan saya. Atau duduk di samping harpa ini, saya adalah seorang yang bebas. Tetapi jika saya adalah seorang master musik, saya harus menjadi seorang budak dari tugas itu, bekerja keras untuk tugas itu.

Saya adalah manusia yang bebas di lintasan Olimpiade. Tetapi jika saya adalah peraih medali emas, saya harus menjadi seorang budak terhadap persiapan, terhadap prestasi dan terhadap kemenangan.

            Ini adalah sebuah hal yang luar biasa: Merdeka untuk memilih dunia yang akan saya tinggali. Bebas—seekor ikan bebas berada di dalam udara, di pantai atau di karang. Tetapi bukankah itu adalah sebuah dunia yang salah.

Seekor burung dapat bebas untuk jatuh ke dalam air. Tetapi di situ dia tidak dapat membumbung tinggi. Tidak dapat terbang. Itu adalah dunia yang salah.

Adalah mustahil bagi seorang Kristen untuk tinggal dalam dunia yang salah, sebuah dunia yang mesum. Paulus menulis:

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang…..Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap atau persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial?

Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan…

Dan Aku akan menjadi Allahmu, dan kamu akan menjadi umatKu

Bebas untuk melayani Tuhan, membatasi diri kepadaNya dalam perhambaan, di dalam ibadah, di dalam dedikasi, di dalam kehendak, di dalam hidup, di dalam tujuan.

Sebuah layang-layang bebas untuk lepas dari benangnya, tetapi ia tidak akan terbang lama. Sebuah mesin kereta api bebas dari jalurnya, tetapi dia tidak dapat berlari. Sebuah mobil bebas tanpa kemudi dan rem, tetapi ia tidak dapat berguna. Sehelai daun bebas untuk berpisah dari pohon, tetapi ia tidak dapat hidup.

Saya akan mempercepat, di dalam pembacaan saya terhadap puisi modern ini:

 

Aku melihat daun-daun

Yang berguguran dengan perlahan

Dari pepohonan

Dan halaman kosong

Aku mulai melihat angin

Mulai meniup sebuah tarian lembut

Dan semua daun-daun yang terlepas

Pergi menari

Dengan nada-nada gembira

Mereka melihat dan berpikir

Mereka sangat bebas

Tetapi mereka tidak mengetahui

Mereka sungguh-sungguh mati.

 

Bebas—tetapi kebebasan itu hanya di dalam hidup dan kehendak dan panggilan serta tujuan Allah. Ketika saya melihat hal itu, saya sangat digerakkan—melihat ke dalam hidup orang-orang kudus yang telah mengikat diri mereka di dalam perhambaan kepada Tuhan, hidup dalam sebuah dunia yang berbeda, mengikuti panggilannya dan tugas serta kewajiban.

Saya pergi ke sebuah misi di Nigeria, Afrika Barat. Sebuah misi—sekali setahun, seluruh misionari, para pegawai dari sekolah dan rumah sakit dan tempat-tempat berkhotbah dan gereja, berkumpul bersama-sama dan mereka berdoa. Mereka melaporkan seluruh kegiatan mereka dan merencakanan program tahun berikutnya, itu yang dilakukan dalam sebuah misi.

Suatu ketika saya duduk di pedalaman Nigeria di Afrika Barat. Saya sedang duduk dengan Dr. Jerry Ranking yang menjadi pemimpin Badan Misi Luar Negeri kita. Dan saya duduk disampingnya dan orang-orang banyak yang berada di sana, dan sedang mendengarkan sebuah laporan tahunan tentang pekerjaan dari seorang dokter yang bekerja di ladang misi. Dan pada saat jeda laporan itu, Dr. Jerry Ranking berpaling kepada saya dan berkata, “Saya ingin anda melihat dengan baik ke arah dokter muda itu.”  

            Dia berkata, “Dia mendapat predikat terbaik pada lulusan sarjana kedokteran. Dan ketika dia menerima gelar kedokterannya, dia ditawarkan sebuah posisi yang penting serta berpengaruh dan sejumlah uang dari beberapa klinik yang terkemuka. Tetapi dia membalas, “Allah telah memanggil saya untuk menjadi seorang misionari. Dan saya akan pergi ke Afrika untuk menjadi dokter misionari.”

            Dan pada waktu itu, saudara yang terkasih di dalam Tuhan, gaji dari seorang dokter misionari adalah seribu dolar setahun. Pada suatu kesempatan, dia datang untuk menemui saya. Dia datang untuk menemui saya di Dallas ini. Dan saya telah memperkenalkannya kepada jemaat kita.

Dan ketika saya melakukannya—saya berkata: “Saudara yang terkasih, saya merasa tidak layak untuk berdiri di hadapannya.”

Merdeka—bebas untuk melayani Allah; bebas untuk bekerja bagi Tuhan; bebas untuk menginvestasikan hidup di dalam kehendakNya, di dalam pelayanNya dan di dalam pekerjaanNya: Ini adalah kebebasan dan kemerdekaan yang sesungguhnya!

O Allah semoga kami semua dapat membagi hal itu di dalam kerajaanMu, di dalam panggilan dan tujuan yang telah ditetapkan Tuhan bagi hidup kami!

 

Alih Bahasa: Wisma Pandia, Th.M.