KEILAHIAN KRITUS

(THE DEITY OF CHRIST)

 

Dr. W. A. Criswell

 

07-23-89

 

Yohanes 20:24-31

 

Kami sangat bahagia terhadap anda semua yang menjadi bagian dari ibadah kami di Gereja First Baptist Dallas. Ini adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah. Ini sebuah khotbah doktrinal, yang berjudul: Keilahian Kristus. 

Di dalam khotbah kita melalui Injil Yohanes, Injil Keempat, kita telah sampai bagian klimaks, pesan penutup dari pesan rasul yang luar biasa ini. Dan kisahnya terdapat di dalam Yohanes 20 dimuali dari ayat 24, yang disajikan dalam kata-kata ini:

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."

Dan pada hari Minggu berikutnya, murid-muridNya sedang berkumpul bersama-sama. Dan kali ini, Tomas bersama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka, dan berkata, “(Shalom) damai sejahtera bagimu” 

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

 

Dan sekarang, klimaks dari Injil: “Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"—dan itu adalah klimaksnya, kata-kata klimaks dari Injil Yohanes: “Ya Tuhanku dan Allahku.”

Doktrin, pengajaran tentang keilahian Kristus merupakan pusat dan jantung iman Kristen, dari keyakinan orang Kristen. Itu adalah jantung yang mengalir di dalam pembuluh vena dan arteri dari injil yang kita beritakan. Itu adalah pusat dari semua lingkaran pengharapan yang kita miliki di dunia ini dan dunia yang akan datang.

Keilahaian, ke-Allahan dari Yesus Tuhan kita: Itu adalah doktrin yang secara berulang-ulang diakui oleh Kitab Suci. Di dalam bagian yang baru saja anda baca: Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa.” Apakah anda membaca itu: “Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai?”

Saya telah ditanya pada pagi hari ini, “Bukankan anda adalah seorang Trinitarian (percaya kepada Allah Tritunggal)?”

Ya. Saya adalah seorang Trinitarian. Saya percaya kepada Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus. Tetapi satu-satunya Allah yang pernah anda lihat adalah Tuhan Yesus. Dan satu-satunya Allah, yang pernah anda rasakan adalah Tuhan Yesus. Dan satu-satunya Allah yang ada adalah Tuhan Yesus.

Saya adalah seorang Trinitarian. Tetapi saya bukan seorang polities. Saya adalah seorang monoteis. Saya percaya kepada satu Allah. Dan Dia menyingkapkan diriNya sendiri sebagai Allah, Bapa kita, Allah, Juruselamat kita, dan Allah, Penolong kita.

Keilahian dari Anak Allah. Alkitab mengakui hal itu: “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya." 

Roma 9:5: “Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya, Amin.”      

Titus 2:13, salah satu ayat yang paling mulia di dalam Kitab Suci Allah: “Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.”

Ibrani 1:8: “Tetapi tentang Anak, Dia berkata: TakhtaMu ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya.”

1Yohanes 5:20: “Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.” 

Apa yang diakui Alkitab sangat jelas, empatik, bersifat tetap, eksplisit, dan dapat dipahami: Yesus adalah Tuhan Allah.

Kemudian ini adalah beberapa pengakuan itu. Yang pertama: Apa yang Dia sampaikan hanya dapat disampaikan oleh Allah. Jika hal itu berasal dari ciptaan lain mereka akan dianggap menghujat.            

Sebagai contoh, di dalam Yohanes pasal sepuluh, Dia berkata, “Aku dan Bapa adalah satu.” 

Yohanes 5:25:  “Orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya akan hidup.”

Yohanes 6:47: “Barangsiapa yang percaya kepadaKu, ia memiliki hidup yang kekal. Dan Aku akan membangkitkannya pada akhir zaman.”

—Dapatkah anda percaya terhadap orang lain menyampaikan hal itu? Saya tidak peduli terhadap siapapun yang mungkin melakukannya.

Yohanes 8:23: “Aku tidak berasal dari dunia ini. Aku berasal dari atas.”

Yohanes 14:9: “Barangsiapa yang telah melihat Aku, ia telah melihat Allah.”

 —Dapatkah anda percaya seseorang yang berkata seperti itu di bumi ini?   

Yohanes 5:22: “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.”

Yohanes 14:6: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Tidak ada seorang pun yang pernah berbicara seperti itu.

Apakah anda mengingat, di dalam Yohanes pasal tujuh, Sanhedrin mengirim petugas-petugas Bait Allah untuk menangkapNya. Dan mereka kembali tanpa membawa Dia. Dan ketika Sanhedrin menuntut sebuah penjelasan mengapa mereka tidak membawaNya—mengapa mereka tidak menangkapNya, jawaban mereka sangat jeas dalam sebuah kalimat yang sederhana: “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu.” Kata-kata yang Dia ucapkan hanya kata-kata yang hanya dapat diucapkan oleh Allah.

Pengakuan yang kedua: Apa yang terdapat di dalam DiriNya hanya Allah yang dapat memilikinya. Yesus memiliki atribut-atribut Allah.

Hidup—Yohanes 1:4: “Di dalam Dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang manusia.”

Eksistensi Diri—Yohanes 5:26: “Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, demikian juga diberikanNya Anak mempunyai hidup dalam diriNya sendiri..” 

Ketidakberubahan—“Yesus Kristus, tetap sama, baik kemarin, hari ini dan selama-lamanya.”        

Kebenaran—“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.." 

Kasih—“Inilah tandanya kita memiliki kasih Allah, karena Dia telah memberikan hidupNya kepada kita.”   

Kekudusan—Lukas 1:35: “Sebab itu, Anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” Di dalam Ibrani 7:26: “Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga.”

Kekekalan—“Pada mulanya adalah Firman dan Firman itu bersama-sama dengan Allah.” “Ya Bapa, permuliakanlah Aku padaMu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadiratMu sebelum dunia ada.”

Kedaulatan—Matius 28:18: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” 

Kemahatahuan—Yohanes 16:30: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu.” 

Dan, Mahahadir—Matthew 28:20: “Lihat, Aku akan menyertaimu hingga akhir zaman.” 

Itulah Yesus. Dan ini semua adalah atribut-atribut Allah. 

Di dalam Kitab Suci, namaNya dihubungkan dengan Allah memiliki kedudukan yang setara.

Matius 28:19: “Kita dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.” —itu adalah kata yang tunggal. Anda dibaptis di dalam nama—yang tunggal, bukan jamak: Andia dibaptis “dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.”” 

Yohanes 5:23: “Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa.” Namanya adalah sebuah kesetaraan.

Yohanes 14:1: “Percayalah kepada Allah; percayalah juga kepadaKu.” 

1 Korintus 1:3: “Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.”

2 Korintus 13:13: “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.”

Kisah Rasul 20:21: “… Supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.”

Dan 2 Tesalonika 2:16 dan 17: “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah Bapa kita menghiburkan kamu sekalian.”

Apapun yang disampaikan tentang Tuhan Allah, Dia berkata tentang Dia dan semua atribut Allah adalah atribut Yesus, Tuhan kita. Bolehkan saya berhenti sejenak untuk menyampaikan salah satu hal yang sukar untuk dipercayai, hal yang luar biasa tentang kehidupan Tuhan kita ketika Dia hidup di dalam dunia ini adalah kehidupan yang tanpa dosa dari Juruselamat kita. “Kita semua telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”—kita semua. Kita jatuh dibawah kekudusan dan kesempurnaan Allah, kita semua, kecuali Dia. 

Di dalam Injil Yohanes pasal delapan, Dia berkata, “Siapakah diantaramu yang dapat membuktikan bahwa Aku berdosa?” Dia terpisah dari orang-orang berdoasa: terpisah, suci dan kudus. Bahkan para musuhnya mengakui kesempurnaanNya tanpa dosa, kemurnian dan kesucian hidupNya.

Pontius Pilatus berkata, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun padaNya.”   

Istri Pilatus berkata, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu.”

Penyamun di atas salib: “Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.”   

Yudan yang mengkhianati Dia, kembali dan berkata, “Aku telah mengkhianati darah orang yang tidak berdosa—dan ada sebuah artikel sebelum kata darah orang yang tidak berdosa.” 

Dan bahkan, kepala pasukan yang mengepalai penyaliban itu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.” Dia memiliki semua atribut dari Tuhan Alah sendiri.

Salah satu pengakuan lainnya: Apa yang Dia lakukan, hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri. Pekerjaan-pekerjaan Allah berasal dari Yesus.

Penciptaan—Yohanes 1:3: “Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang dijadikan.”   

Pemeliharaan—Ibrani 1:3: “Menopang segala yang ada dengan firmanNya yang penuh kekuasaan.” Kolose 1:17: “Segala sesuatu oleh Dia sunesteken, sunesteken—didalam, ditopang,” prinsip dari kepaduan di alam semesta, membuat kosmos terhindar dari sebuah kehancuran, semua berada di dalam tangan Kristus yang Mahakuasa. Di dalam dia segala sesuatu  sunesteken, “ditopang bersama-sama.”

Pengampunan dosa—Yesus berkata, “Dosamu telah diampuni.” Dan ahli Taurat bersungut-sungut di dalam hatinya, dan berkata, “Siapakah yang dapat mengampuni doasa selain Allah? Dia menghujat Allah.” 

Dan Yesus mengetahui apa yang mereka katakan dan berkata, “Supaya kamu tahu bahwa Anak Manusia berkuasa untuk mengampuni dosa,” Dia berpaling kepada orang lumpuh itu dan berkata, “Berdirilah dan bangkitlah serta berjalanlah.”

Apakah anda pernah melihat seseorang mampu melakukan hal itu? Orang ini telah lumpuh dan tidak berdaya selama hidupnya. “Bangunlah dan berjalanlah.” Dan dia kemudian berdiri dan berjalan.

Pekerjaan-pekerjaan Allah: Membangkitkan orang mati dan menghakimi dunia—Dia memiliki otoritas, exuosia, penghakiman. “Saatnya akan tiba bahwa orang-orang yang telah mati akan mendengar suaraNya, dan mereka yang berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.”

Dan Dia akan membagi upah bagi seluruh dunia. Kita semua akan hadir di kursi pengadilan Kristus. Wahyu 22:12: “Sesungguhnya Aku datang segera dan aku membawa upahKu untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.”  Itulah Tuhan kita. 

Pekerjaan-pekerjaan Allah—Dia dapat menghardik angin ribut, “Tenanglah,” dan angin berhenti bertiup. Dia dapat berkata kepada ombak yang mengamuk, “Tenanglah,” dan mereka menjadi sebuah lautan kaca. Dia dapat berkata kepada orang buta, “Melihat,” dan dia dapat melihat; kepada orang tuli, “Mendengarlah dan dia dapat mendengar—berkata kepada orang yang sakit kusta, “Tahirlah,” dan dia menjadi tahir, berkata kepada orang mati, “Bangkitlah,” dan orang mati bangkit untuk hidup kembali. 

Itulah Tuhan kita. Dan di dalam Dirinya, Dia memiliki materai kemahakuasaan dan hidup yang kekal: Dia telah bangkit dari kematian. Betapa seorang Juruselamat yang mulia. 

Sekarang di dunia yang tanpa akhir ini, ada orang-orang yang memberi pengakuan akan sebuah penilaian yang membuat sebuah sistem perdebatan yaitu apakah Yesus adalah Tuhan atau bukan. Orang-orang Unitarian ini—semua orang yang tidak percaya ini—menolak ide bahwa Yesus adalah seorang manusia dan Yesus itu juga adalah Tuhan Allah, berinkarnasi di dalam daging. Mereka berkata, itu adalah sebuah penghakiman, sebuah porsi yang dapat diperdebatkan.

Baiklah. Mari kita mengujinya di dalam kehidupan manusia. Kita tidak ingin mendengarkan sebuah perdebatan masyarakat atau sebuah piala kebenaran. Mari kita melihatnya di dalam hati manusia dan kehidupan manusia, terhadap diri kita sendiri, apakah keilahian Kristus adalah sebuah pernyataan yang benar dari Allah. Mari kita mencobanya. 

Katakanlah, kita akan mengujinya di dalam doa. Lalu, saya berlutut di dalam doa. Saya akan berdoa kepada Aleksander Agung: “Oh, Aleksander Agung, datanglah dan ampunilah dosa-dosaku dan tolonglah aku dalam perjalanan yang panjang ini.” 

Oh, saudara, saya merasa seperti orang idiot melakukan hal itu! 

“O Julius Caesar, yang mendirikan Imperium Roma yang hebat. O, Julius Kaisar, datanglah ke dalam hati saya.”

Selamat malam! Saya merasa seperti orang gila. 

Atau saya berdoa kepada Wellington, atau saya berdoa kepada George Washington atau saya berdoa kepada Abraham Lincoln, atau saya berdoa kepada seseorang yang dapat anda sebutkan. Sesuatu di dalam hati saya berkata bahwa anda telah kehilangan keseimbangan otak anda.

Mari kita mencobanya. Bill Shirren, datanglah kemari. Sayang, dapatkah anda memindahkan itu bagi dia? Kemarilah nak. Berlutut di sini. Jean, kemarilah dan berlutut. Anda Nak, anda juga, dua orang diaken yang saleh.

Tuhan Yesus yang mulia, lihatkan diaken yang saleh ini. Mereka adalah diaken saya. Dan Tuhan, tolonglah kami. Engkau boleh berdiri berdiri bersama dengan kami. Bersama dengan kami.

Berikan kami kebijaksanaan di dalam jemaat, tuntun kami di jalan kami. Berkatilah anak-anak kami. Berkatilah gereja ini. Dan semoga kami bertumbuh di dalam anugerah dan kasih Yesus. Kami berdoa di dalam namaMu yang mulia, Amin.

Anda memberkati anda sobat. Apakah itu cocok? Apakah itu benar? Bukankah menyenangkan di dalamnya dan memberkati hati saya?

Itu bukanlah sebuah proporsi penilaian. Cobalah dan lihatlah bagi diri anda sendiri. Yesus adalah Allah.

Atau, kita lakukan lagi—Charles, kemarilah. Saya ingin engkau berpaling dan menyilangkan tanganmu. Seperti itulah caranya. Saya ingin supaya engkau berdiri di sini. 

Saya akan mengangkat tangan saya atas pengakuan imanmu kepada Kopernikus. Bukan? Maksud saya, atas pernyataanmu tentang iman kepada Galileo. Bukan? Atas pernyataanmu tentang Sir Isaac Newton, saya akan membaptiskan kamu—dikuburkan bersama dengan Dia dalam keserupaan kematiannya dan dibangkitkan bersama dengan dia dalam keserupaan kebangkitannya.

Tidakkah anda merasa bahwa saya sama seperti seorang yang gila? Oh, tetapi, Charles, berdirilah di sini, seperti yang kamu lakukan pada waktu engkau masih anak-anak. Dan, ketika ayahmu menyampaikan perkataan: “Yesus yang mulia, di dalam ketaatan terhadap perintahMu dan atas pengakuan iman Charles kepadaMu, saya membaptiskan engkau saudaraku, di dalam keserupaan kematianNya dan di dalam keserupaaan kebangkitanNya yang mulia. Amin.”

Tidakkah itu cocok? Tidakkah bunyinya benar? Itulah Allah. Itulah Allah.

Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.

Dan pada hari ini, kita mengangkat wajah kita, berharap kepada penampakan yang mulia dari Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Apakah anda mengenal seseorang  yang mencari Juno? Apakah anda mengenal seseorang yang mengenal Jove? Apakan anda mengenal seseorang yang mengenal Merkuri? Apakan anda mengenal seseorang yang mencari seseorang di dunia ini yang dapat anda sebutkan?

Tetapi, jutaan dan puluhan juta orang, kita sedang mengangkat suara kita dan hati kita serta mata kita dan kita sedang memandang Yesus Allah dan Juruselamat kita.

Saudara yang terkasih, tidak ada manusia yang sama seperti Dia di dunia ini. Dan dimana saja injilNya diberitakan, di sana anda akan menemukan berkat dari salibNya tercurah ke dalam hati dan kehidupan umat manusia.

Seperti yang telah saya sampaikan sekitar dua minggu yang lalu: “Ketika Dia hidup di dalam peradaban dunia, tidak ada sebuah rumah sakit. Tidak ada rumah yatim piatu. Tidak ada sebuah klinik. Tidak ada satu pun.

“Tetapi, di mana saja injil diberitakan, di sana anda akan menemukan tangan yang menyembuhkan dari Tuhan kita, mengalir keluar, memberkati umatNya. Di sana anda akan menemukan rumah orang Kristen dan anak-anak yang dididik dalam kasih dan pertumbuhan dari Kristus Yesus. Dan di sana anda akan menemukan persekutuan orang-orang kudus: Komunitas Allah yang manis dan persekutuan dari keluargaNya.”

Anda telah berada di Asia Timur. Anda telah melihat mereka bersujud di hadapan patung Budha. Dan seluruh substansi Budha adalah kita berusaha melampaui perasaan dan pengalaman manusia dan pada akhirnya, untuk tiba ke dalam ketiadaan Nirwana. Itu adalah agama Budha. 

Anda telah melihat orang-orang bersujud di hadapan kuil Konfusius, menyembah leluhur, mengikat kita kepada masa lalu, sebagaimana mereka mengikat kakinya. Atau menyembah Krisna di India. Orang-orang itu, berjumlah jutaan orang menyembah berhala-berhala.

O Tuhan, betapa kaya, betapa mulia, betapa indah dan betapa menyenangkan untuk bersujud di hadiratMu dan kepada kasihMu.

Dan sepanjang abad atau millennium ini, kita telah bergabung dalam pujian terhadap Juruselamat kita yang mulia, Kristus Yesus. Saya memiliki dua buah lagu di sini, yang berasal dari Perjanjian Baru yang dinyanyikan dalam abad-abad pertama. Ini adalah yang pertama, dari 1 Timotius 3:16: “Dan sesungguhnya agunglah rahasia keyakinan kita yang benar, iman yang benar, yaitu Allah yang telah menyatakan diri dalam rupa manusia, dibenarkan dalam roh; yang menampakkan diriNya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” Itu adalah nyanyian dari abad pertama.  

Dan salah satunya lagi berasal dari Kitab Wahyu. Di dalam pasal 5, ada tiga baris dari himne itu. Baris yang pertama dinyanyikan oleh empat kerubim dan dua puluh empat tua-tua.

 

Engkau layak

Menerima gulungan kitab itu

Dan membuka meterai-meterainya

Karena Engkau telah disembelih

Telah menebus kami kepada Allah

Dengan darahMu

Dari tiap-tiap suku

Bahasa dan kaum dan bangsa,

Dan Engkau telah membuat kami

Raja dan imam-imam.

Dan kami akan memerintah

Sampai selama-lamanya.

 

Itu adalah baris yang pertama. Baris yang kedua dinyanyikanoleh kerubim dan kedua puluh empat tua-tua dan para malaikat ikut bergabung: 

 

Berlaksa-laksa dan

Beribu-ribu laksa berkata

Layaklah Anak Domba,

Yang telah disembelih

Untuk menerima kuasa

Dan kekayaan dan hikmat,

Dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian.

 

Dan baris yang ketiga, dinyanyikan oleh kerubim. Dan kedua puluh empat tua-tua dan berlaksa-laksa malaikat dan seluruh ciptaan yang ada di sorga dan di bumi:

 

Pujian dan hormat dan kemuliaan

Dan kuasa bagi Dia

Yang duduk di atas takhta

Dan dari Anak Domba

Sampai selama-lamanya

 

Kemudian, doa ucapan syukur: “Dan keempat kerubim berkata, Amin. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” Dan penyembahan serta pujian yang sama agungnya terus berlanjut sepanjang abad. Bernard of Clairvaux, lahir pada tahun 1091 A. D.:

 

Yesus, pengajaranMu yang paling utama

Dengan hal-manis yang memenuhi

Dadaku

Tetapi jauh lebih manis

Untuk melihat wajahMu

Dan diam di dalam hadiratMu.

 

Charles Wesley, Lahir pada tahun  1707, menulis lagu:

 

Seribu lidah berpadu, Betapa riangku:

S’kalian nyanyi bagiMu, Raja Penyayangku

Ya Tuhan Mahamulia, Tolonglah hambaMu

Memancarkan di dunia KemulianMu

Nama Yesus menghiburkan, Membranikan hati,

Dan nyanyian kesayangan, Tuhan yang memberi

Kuasa dosa binasa, Tuhan memusnahkan;

Bersihlah najis dan noda, Tuhan menyucikan.

 

[Charles Wesley, “O for a Thousand Tongues to Sing”]

[Nyanyian Pujian, “Seribu Lidah Berpadu”]

 

Thomas Olivera hidup pada abad sembilan belas, menulis syair:  

 

O Engkau Allah Keselamatanku

Penebusku dari segala dosa

Digerakkah olehMu

Belaskasihan Ilahi

Yang telah mati, untuk memenangkan hatiku.

 

 

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, ThM