KEAJAIBAN DAN KARYA ROH KUDUS

 

Dr. W. A. Criswell

 

Yohanes 3:5-12

01-25-87

 

Sekarang kita akan membaca bersama dengan keras ayat 5-8.  Yohanes Pasal 3, ayat 5-8.  Sekarang, untuk menghormati Firman Tuhan, mari kita bersama-sama berdiri. 

Yohanes Pasal 3, ayat 5-8, bersama-sama, “Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Pengkotbah pagi ini akan berkotbah mengenai Keajaiban Karya Roh Kudus.  Satu waktu nanti Dia akan membawa kita ke surga.  Dia akan membangkitkan kita dari antara orang mati.  Akan membuat kita tanpa cacat cela di hadapan tahta kemuliaan-Nya. Sungguh suatu hal luar biasa yang diperbuat Tuhan bagi kita!

Sekarang Mel akan memimpin kita dalam doa pengucapan syukur kepada Tuhan untuk hadirat-Nya bersama kita, meminta berkat-Nya atas persepuluhan dan persembahan kita, dan meminta tuaian di [akhir] kebaktian.

…dengan kami di First Baptist Church of Dallas.  Beberapa dari anda mendengarkan radio, beberapa lagi menyaksikan di televisi. 

Ini adalah pendeta yang membawa renungan berjudul Keajaiban dan Karya Roh Kudus Tuhan.

Nats pembimbing kita adalah yang baru kita baca beberapa saat lalu yang terambil dari Yohanes 3, ayat 8, “Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Berkat Roh Kudus Tuhan terbukti di sepanjang halaman yang menceritakan kisah sakral ini dan dalam semua pengalaman kehidupan manusia. Tetapi untuk menjelaskannya dihadapkan pada masalah bahasa dan literatur – berusaha untuk memverbalisasi keajaiban hadirat dan kuasa Roh Tuhan di hati kita.

Injil menjelaskan dengan perumpamaan dan kiasan dan metafora.  Saya telah mengelompokkannya menjadi dua bagian:  kata-kata yang digunakan Tuhan untuk menerangkan Roh Kudus dalam dunia ini dalam hidup kita dan perjalanan ziarah kita di bumi ini; dan kata-kata yang digunakan Tuhan untuk menerangkan hadirat dan kuasa dan keajaiban Roh Kudus di dunia yang masih akan datang. 

Pertama, kata-kata yang digunakan Tuhan untuk menjelaskan hadirat Roh Kudus di kehidupan kita di dunia ini.  Kata pertama adalah “nafas, angin.”  Dalam bahasa Ibrani, rűach; dalam bahas Yunani, pneuma—istilah anda “pneumatic” berasal dari istilah ini; istilah Latin, spiritus.  Dan bahasa kita telah memilih istilah dari Latin, “spirit.”

Karena Dia tidak terlihat dengan cara apapun menyangkal realita esensi-Nya atau hadirat-Nya.  Kita telah diajarkan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern bahwa benda sesungguhnya dalam hidup adalah yang tidak kasat mata dan tidak terlihat. Semua zat, semua materi, semua materialitas terbuat dari satuan-satuan yang tidak bisa kita lihat, seperti atom atau molekul, dan musuh kita, yaitu virus.

Semuanya ini tidak terlihat dan tidak kasat mata.  Tetapi semuanya ini nyata dan aktual.  Kita diajarkan serta mengalami setiap hari bahwa atmosfer kita, udara, terisi dengan musik, dan perkataan, dan olah raga, dan semua hal; dengan kata lain, tidak terlihat. Tetapi radio atau televisi bisa mengeluarkannya dari udara.  Tetapi hal-hal itu sendiri tidak kelihatan.

Cahaya yang berpendar melalui sebuah prisma akan menciptakan sebuah spektrum indah dari sinar merah sampai sinar jingga.  Tetapi kita tahu bahwa di luar spektrum itu, dimana ktia melihat sinarnya, kita tidak dapat melihat sinar inframerah atau ultraviolet.

Gravitasi—mungkin merupakan gaya paling kuat dari semua gaya di jagad raya ini, yang membuat seluruh ciptaan Tuhan menjadi teratur dan bergerak baik—juga tidak terlihat.  Saya telah berdiri di Panama saat pasangnya mencapai ketinggian 19 kaki.  Kuasa dari gaya tarik bulan mencapai pantai tanpa batas di Lautan Pasifik, menariknya ke atas timur—semua realita ini tidak terlihat.

Dan Tuhan berbicara megnenai hadirat Roh Kudus dalam hidup kita.  Tidak terlihat tapi penuh kuasa, seperti nafas atau udara. 

Dalam Pasal 20 Kitab Yohanes ini, dia memberitahu bahwa setelah Tuhan dibangkitkan dari antara orang mati, Dia menemui para murid-Nya di kamar atas dan Dia menghembuskan nafas kepada mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus Tuhan.”  Nafas surga, nafas Tuhan kepada para murid-Nya.

Ini merupakan sesuatu yang tidak biasa.  Ini lah satu-satunya tempat dalam Perjanjian Baru Yunani dimana kata ‘nafas’ digunakan.  “Dia menghembuskan nafas kepada mereka.”

Tempat lain kata ini digunakan adalah dalam kitab Ibrani dalam Pasal 2 Kitab Kejadian:  “ketika itulah TUHAN Allah membentuk Adam dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”  Inilah Tuhan di dalam kita, nafas kehidupan.

Dan dalam Pasal 2 Kisah Para Rasul, turunnya Roh Kudus atas umat-Nya diterangkan secara dinamis.  Digambarkan sebagai suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah.

Saat kita berkumpul di tempat kudus ini, harusnya ada kesadaran dan hadirat yang terasakan di setiap tempat duduk dan di setiap bagian dan di setiap jiwa, yaitu hadirat Roh Tuhan.  Tuhan ada di sini, mengisi setiap bagian rumah, nafas Allah.

Kata lain yang digunakan untuk memverbalisasikan hadirat Roh Kudus yang tidak kasat mata adalah kata “api.”  “Dia akan membaptiskan kamu dalam Roh Kudus dan dalam api.” 

Roh Kudus dalam Firmannya adalah api.  Roh itu membakar, Roh itu menyala. 

Yeremia berkata, “Aku tidak mau lagi berbicara dalam nama-Nya. Aku tidak mau mewakili Dia. Dan aku tidak mau mewakili hadirat-Nya.”  Kemudian ayat berikutnya berkata, “Tetapi perkataan-Nya di jiwaku adalah seperti api yang menyala dan saya tidak bisa menahan diri.”

Anda ingat dua orang yang berjalan menuju Emaus, saat Tuhan, yang tidak mereka kenali, berjalan beriringan dengan mereka.  Kemudian saat Dia menyingkapkan diri dan mereka mengenal Dia dalam doa-Nya, yang satu berkata kepada yang lainnya, “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"”

Ada nyala yang berkobar-kobar, ada api di Firman Tuhan yang Kudus.  Roh Kudus ada di dalamnya.  Ada nyala api dan semangat yang berkobar dalam umat Tuhan. 

Dalam Pasal 4 Kitab Yesaya, nabi besar itu menyebut adanya Roh yan gmembakar di tengah-tengah umat-Nya—giatnya dan komitmen dan kemuliaan dan kesaksian dan pelayanan—Roh Kudus yang membakar hati umat-Nya. Dan tentu saja dalam Gereja, di rumah Tuhan, Roh Kudus adalah nyala api yang membakar.

Dalam Pasal 1 Kitab Wahyu, Yohanes mengatakan Roh Tuhan memberitahu dia bahwa ketujuh kaki dian—api yang bernyala-nyala—yaitu ketujuh Gereja.  Kemudian di Pasal 4 dari Kitab Wahyu yang sama, rasul Yohanes melihat kemuliaan Anak Domba Allah. Dan, di hadapan Dia di tahta-Nya, ada tujuh nyala api yang menyala yang merupakan ketujuh roh Tuhan yang bernyala-nyala. Hadirat Tuhan adalah nyala di tengah-tengah kita.

Saya ingin beralih topik sejenak dan mengatakan bahwa satu pelayanan yang mati di rumah Tuhan merupakan sebuah kutuk dan penghinaan di hadapan Tuhan.  Seharusnya ada api dan kemuliaan dan pujian.

Satu kata terakhir yang telah saya pilih dari deskripsi Roh Kudus oleh Tuhan adalah: bukan hanya “nafas,” tetapi juga “api,” tetapi juga “pakaian.”

Dalam Pasal 24, pasal terakhir Kitab Lukas, Tuhan berkata kepada para rasul-Nya, “Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota Yerusalem ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."”—mereka menerjemahkannya “diperlengkapi” (“endue”); “diperlengkapi” adalah kata “diberi pakaian, clothe.”—sampai kamu diberi pakaian dengan kuasa dari tempat tinggi.”  Ini adalah satu ekspresi yang tidak biasa.

Dalam Pasal 6 Kitab Hakim-hakim, tertulis bahwa Roh Kudus Tuhan memakaikan Diri-Nya sendiri pada Gideon.  Terjemahan ini tepat. Anda akan menemukan terjemahan yang sama dalam Pasal 24 Kitab 2 Tawarikh.  Roh Kudus Tuhan menguasai Zakaria..  Roh Kudus berinkaranasi dalam umat-Nya.

Dan saat ini terjadi, kita menjadi seseorang yang lain dan di luar keberadaan alami kita, melakukan hal-hal yang secara normal tidak bisa kita lakukan, kita berjalan bersama Tuhan sepanjang jarak yang menurut kita tidak akan pernah kita jalani. Kita menjadi seorang yang lain—inkarnasi dari Roh Kudus Tuhan. 

Dalam Pasal 26 Kisah Para Rasul, Paulus berdiri di hadapan Raja Agrippa.  Dan Festus, Gubernur Romawi untuk propinsi Yudea, memotong pembicaraannya.

Dan dia berkata, “Paulus, Paulus, engkau gila.”  Dan Paulus menjawab, “"Aku tidak gila, Festus yang mulia! Aku mengatakan kebenaran dengan pikiran yang sehat!”

Dia berani berkata kebenaran karena dia dipakaikan Roh Kudus.  Kuasa inkarnasi Tuhan bersemayam di dalamnya.  Dan itulah efek yang kita lihat bila seseoang penuh dengan Roh Kudus.

Wajah Stefanus bersinar seperti matahari saat dia dipenuhi Roh Tuhan.  Betapa herannya karya Pribadi ke tiga Trinitas ini saat Dia datang ke atas umat-Nya!

Sekarang kita memperhatikan kata-kata yang menerangkan keajaiban karya Roh di dunia yang akan datang.  Saya telah memilih dua diantaranya.  Salah satunya adalah “meterai.” , dan kata lainnya adalah kata “pengurapan.”

Dalam 2 Korintus 1, Paulus menulis, “Karena semua janji Allah di dalam Kristus adalah ya dan amin.”  Ini adalah pasal pertama dari 2 Korintus.  “Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita.”

Kemudian dia mengulangi perumpamaan yang sama dalam Pasal 1 Efesus, ayat 13, , “Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

“Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya..”

Saudara terkasih, saya telah diselamatkan, sebagaimana anda juga.  Percaya pada Tuhan Yesus, sebagaimana anda juga.  Dibersihkan dari dosa-dosa saya. Ditebus oleh darah Tuhan yang disalib. Tetapi bagaimana saya tahu saya akan masuk surga?

Ada 10,000 jebakan di sepanjang jalan menuju surga.  Dan Iblis adalah musuh yang kepala batu dan pahit hati. Dan saya bukanlah tandingan bagi dia. Dan saya penuh kelemahan. Dan saya gemetar di hadapan berbagai godaan dan ujian kehidupan, dan akhirnya akan menjadi tua dan mati.  Di sekitar saya yang saya lihat adalah kekurangan dan kelemahan dan kegagalan manusia. 

Tuhan, bagaimana aku tahu bahwa aku satu hari nanti akan ada di surga, dimana perjalananku di dunia pada akhirnya akan disempurnakan dalam kerajaan dan kota Allah?  Tuhan, bagaimana aku mengetahuinya?  Bagaimana aku bisa mendapat jaminan mengenai hal ini? 

Yang pertama: pemeteraian oleh Roh Kudus.  Dia telah memeteraikan kita yang telah mendapatkan penebusan dan keselamatan di dalam Dia.  Roh Kudus adalah meterai, pertama, ini berarti bahwa kita adalah milik Allah, dan kedua, bahwa kita aman di dalam Dia.  Meterai berarti kedua hal ini dalam kehidupan manusia. 

Meterai pertama adalah tanda pemilikan.  Anda ingat saat Yeremia berkotbah setelah penawanan Babilonia, umat akan kembali pulang ke rumah dan akan mewarisi tanah mereka. Dan untuk menggenapi kotbah itu, Yeremia membeli tanah warisannya di Anathot dimana dia dilahirkan, dimana dia dibesarkan. Dan dia memeteraikan harga pembeliannya dengan sebuah meterai dan menyerahkannya kepada para saksi di Yerusalem.  Meterai adalah tanda pemilikan.

Dan meterai adalah tanda pengamanan. Anda ingat saat Ester datang menghadap Ahasyweros, kaisar Persia, dan mengatakan bahwa Haman telah mengeluarkan sebuah dekrit di seluruh kekaisaran ini bahwa orang Yahudi akan dibasmi.  Dia meminta Ahasyweros untuk mengeluarkan sebuah dekrit, mandat, yang membatalkan apa yang telah dituliskan Haman.  Dan Ahasyweros menuliskan dokumen itu dan memeteraikannya denga cincin.

Itulah makna dari meterai. Meterai merujuk pada pemilikan dan merujuk pada pengamanan. Meterai Tuhan dalam Roh Kudus nya adalah pada umat-Nya. Pertama, kita adalah milik-Nya. Kita adalah kepunyaan-Nya. 

Dalam Pasal 7 Wahyu, Tuhan memeteraikan 144,000 orang.  Mereka adalah kepunyaan-Nya. Mereka adalah Allah dalam dunia yang telah jatuh dan jahat dan penuh penganiayaan besar.  Merekalah umat-Nya—termeterai.

Sekarang, anda lihat, pengamanan.  Dalam Pasal 14 kitab yang sama, yaitu Wahyu, Yohanes melihat Tuhan mulia dan besar di tahta-Nya.  Dan berapa banyak yang bersama Dia?  143,999?  Tidak!  “Adan bersama Dia adalah ke 144,000 orang yang telah termeterai oleh Roh Tuhan.”  Tidak satupun yang hilang!

Dan saudaraku laki-laki dan perempuan, tidak akan ada satupun dari anda yang hilang, bila Tuhan menghitung domba-domba-Nya. Bila pintu dibuka dalam kemuliaan dan Tuhan mengumpulkan orang kudusnya, kita semua akan ada di sana. 

Kita adalah milik Tuhan, dimeteraikan oleh Roh Kudus dan aman di dalam-Nya.  Dan meterai itu adalah Roh Kudus di dalam hati kita. 

Kata yang kedua—bukan hanya Dia adalah meterai keselamatan dan harapan surgawi kita, tetapi Dia adalah jaminan (earnest) warisan kita.  Earnest adalah satu katu umum yang berarti penyerahan, uang muka.  Ini diartikan sebagai tanda dari fakta bahwa sisanya akan dibayar. Itulah earnest.  Itulah penyerahan.

Jadi Tuhan telah memberikan kepada kita tanda jadi Roh, uang muka Roh, penyerahan oleh Tuhan bahwa semua Janji-Nya dan rencana anugerah-Nya akan digenapi di dalam kita. Sekarang ada dua hal di dalamnya.

Pertama, pusaka kita.  Ini mengacu pada pusaka kita di surga. Pusaka kita tidaklah di dunia ini. Pusaka kita ada di sana. Upah kita tidak ada di sini, tapi ada di sana. Rumah kita tidak ada di sini, tetapi di sana.

Persekutuan akhir kita tidaklah di sini, tetapi di sana. Jika di sini, saya akan meninggalkannya jauh-jauh di belakang. Sebagaimana anda tahu, saya hidup di dunia AIDS dan sakit penyakit dan kematian.

Jika anda hidup cukup lama, anda akan hidup jauh lebih luas dari ingatan siapapun yang mengenal anda. Saudara terkasih, saya telah mengadakan kebaktian pemakaman—saya tidak bisa mempercayainya—saya telah mengadakan banyak kebaktian pemakaman dan tidak satu jiwapun akan ada di sana. Tidak satupun yang hadir di sana. Orang yang telah meninggal meninggalkan semua keluarga dan orang yang pernah mengenalnya. Tidak seorangpun yang datang.

Apapun yang kita miliki di dunia ini, kita meninggalkannya di belakang, bahkan rumah ini, dimana roh kita sekarang bernafas. Dan jika rumahku ada di sini dan pusaka saya ada di sini dan pengharapan saya ada di sini, tidak ada sesuatu pun yang saya tuju kecuali kematian dan pembusukan dan pembunuhan dan bencana. Syukurlah Tuhan di surga menaruh belas kasihan pada kita!

Itulah sebabnya mengapa Kitab Suci mengatakan bahwa pusaka kita ada di surga. Pusaka kita tidak ada di bumi, tapi ada di surga. Harta karun kita tidak ada di sini, melainkan ada di sana. Tempat kediaman kita tidak ada di sini, tetapi di sana. 

Dan kita bisa mengharapkan kemenangan dan sukacita dan sukacita tidak terperi, karena Tuhan telah memberikan pusaka bagi kita semua berisi hal-hal ini—hal-hal mulia yang terkait dengan-Nya. Dan yang menyerahkan pusaka itu adalah Roh Kudus Tuhan. Izinkan saya membacanya bagi anda.

“Tertulis bahwa, ‘Bukan apa yang dilihat mata atau yang didengar telinga atau yang masuk ke hati manusia, semua yang telah dipersiapkan Tuhan bagi mereka yang mengasihi Dia.’ 

“Tetapi Tuhan telah menyingkapkannya bagi kita oleh Roh-Nya.”

Kita melihatnya dan memilikinya oleh Roh Kudus Tuhan.  O Tuhan, betapa besar kegembiraan dan sukacita tidak terperi untuk menjadi seorang anak Allah, untuk memiliki Roh Yesus di dalam hati kami, dan dengan demikian mengetahui bahwa di dalam Dia kami akan mewarisi semua yang tidak pernah dilihat mata dan tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah dipikirkan dalam hati!

Oh, betapa mulianya!  Roh Kudus Tuhan bukan hanya menyerahkan dan memberi tanda pusaka kita dalam kemuliaan, tetapi dalam Dia kita telah mendapatkan janji tentang tempat kita bersama Kristus, bersama Tuhan kita, dalam doa imam besar agung Yesus. 

Dalam Yohanes 17, Dia berkata, “Dan bukan untuk para rasul ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka.”

Kitalah itu!  Dia berdoa bagi kita!

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.

“Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku.”

Dan itulah karya Roh Kudus—untuk menuntun kita kepada Yesus, untuk membawa kita kepada Tuhan Yesus Yesus yang terberkati.

Di dalam bab berikutnya:  “Bila Dia, Roh Kebenaran”—Roh Kudus—“datang, dia tidak berbicara bagi dirinya sendiri.  Dia akan memuliakan Aku.  Karena Dia [akan] akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari Aku dan Ia akan memberitakan-Nya kepadamu.”

Karya Roh Kudus Tuhan adalah membawa kita kepada Yesus.  Roh Kudus akan menuntun kita kepada Yesus.  Roh Kudus akan membawa kita kepada Tuhan Yesus.  Roh Kudus akan menempatkan kita dalam hadirat Juru Selamat kita yang indah dan mulia, yaitu Tuhan Yesus.  Ini merupakan karya luar biasa dan menakjubkan dari Roh Kudus Tuhan.

Saya telah menjadi seorang pendeta, seperti anda tahu, selama 60 tahun.  Dan dalam tahun-tahun pelayanan saya, orang-orang yang telah saya doakan dan ajarkan telah sangat banyak. Dan banyak dari konferensi ini yang akan membahas mengenai keselamatan. 

“Pendeta, aku kuatir,” atau, “Aku bermasalah,” atau, “Saya menderita karena saya ragu.  Bagaimana saya tahu bahwa saya diselamatkan?”

“Bagaimana saya tahu bahwa satu hari kelak saya akan ada di surga?”

“Dan Pendeta, saya tidak mau terhilang. Saya tidak mau tersesat. Saya tidak mau terpisah selama-lamanya dari Tuhan. Aku mau hidup bersama Tuhan. Aku mau berdiam di surga.  Tetapi bagaimana saya bisa tahu?”

Dan saya punya jawaban yang sangat gamblang dan sederhana. 

Sahabat terkasih, pandanglah pada Yesus.  Palingkan mata anda pada Yesus.  Saya bisa saja lemah, tetapi Dia kuat.  [Saya] bisa saja penuh dengan kesalahan dan kegagalan, tetapi jika [saya] memiliki Dia, saya tidak akan melakukan kesalahan sama sekali.  Saya bisa saja berdosa, tetapi Dia murni dan sempurna. Saya bisa saja tidak mampu, tetapi Dia kuat.  Pandanglah pada Yesus.”

Ini adalah karya Roh Kudus.  Dia tidak akan berbicara tentang diri-Nya sendiri.  Dia akan berbicara tentang Tuhan Yesus.  Dan Roh Kudus tidak akan pernah berkata kepada anda, “Pandanglah orang lain”—atau bahkan, “Pandanglah pada Gereja.”

Roh itu akan selalu berkata, “Pandanglah pada Yesus.”

Dan sahabatku, saudaraku laki-laki dan perempuan, jika anda memandang Yesus, anda akan mendapat kekuatan dan semangat dan berkat dan kebahagiaan dan kemuliaan.  Pandanglah pada!

Tidakkah ini merupakan kepenuhan Firman Tuhan? 

 

Look and live, my brother, live! (Pandang dan hiduplah, saudaraku, hiduplah!)

Look to Jesus Christ and live! (Pandanglah pada Yesus Kristus dan hiduplah!)

‘Tis recorded in His word.  Hallelujah! (Ini tercatat dalam Firman-Nya. Haleluya!)

It is only that you look and live. (Hanya jika engkau memandang, maka engkau akan hidup).

 

Dan ini adalah undangan yang berharga bagi hati kita.