PENCURAHAN ROH KUDUS

 

Dr. W. A. Criswell

 

Yoel 2:28-32

08-02-81

 

            Dan ini adalah pendeta  yang membawakan pesan pagi dalam rangkaian kotbah doktrin kita mengenai Pneumatology, mengenai doktrin Roh Kudus.  Hari Minggu lalu adalah kotbah pertama berjudul: Ketuhanan dan Pribadi Roh Kudus.  Hari Minggu berikutnya pesannya akan berjudul: Baptisan Roh Kudus.   Dan pesan untuk hari ini: Pencurahan Roh Kudus Tuhan.  

            Saya harap anda membawa Alkitab anda—semua kita ada di tempat perenungan yang indah ini, dan semua anda yang menikmati bersama jam-jam di radio dan televisi—silahkan ambil Alkitab anda dan buka Kitab Yoel, nabi Yoel.   Daniel, Hosea, Yoel—sudah dapat?  Daniel, Hosea, Yoel, dalam Pasal 2, Ayat 28 dan 29.   Kemudian kembali ke Kisah Para Rasul 2—Yoel Pasal 2 dan Kisah Para Rasul Pasal 2.  Sekarang nubuatan dalam Yoel: 

Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi; teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.:  

Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu [dalam teks aslinya hanyalah laki-laki dan perempuan, pria dan wanita, pemuda, laki-laki dan perempuan].

 

Sekarang, dalam Pasal 2 Kisah Para Rasul ayat 16 sampai dengan 18, Petrus berdiri di hari Pentakosta itu dengan para rasul dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka:

Tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoel;

Akan terjadi pada hari-hari terakhir – demikianlah firman Allah – bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku [laki-laki dan perempuan] akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu; dan mereka akan bernubuat …  

 

            Ibrani 1:1 berkata, “Ini adalah hari-hari terakhir.”   Nabi tersebut merujuk pada suatu dispensasi, suatu zaman dimana kita tinggal.   Itulah yang dirujuk oleh penulis Ibrani/ Ini adalah hari-hari terakhir itu; dispensasi, zaman anugerah.  

            Ada beberapa cara dimana kita bisa membagi masa (eon) dan zaman karya kreatif dan karya penebusan Tuhan di bumi ini.

Salah satu contoh sederhana adalah ini: ada satu masa, satu zaman Bapa—penciptaan dan semua masa (eon) keabadian yang tidak terhitung, dimana Bapa menciptakan secara hebat segala sesuatu yang terlihat dan tidak terlihat—satu dispensasi oleh Bapa mengenai penciptaan. 

Satu contoh kedua adalah disebut dispensasi Anak—yaitu zaman, dispensasi penebusan.   Malaikat hadirat-Nya dalam perjanjian yang lama—dalam Perjanjian Lama., menuntut keluarga yang terpilih, dimulai dari Set sampai Henokh dan Nuh dan Abraham dan anak-anak Israel—dalam perjanjian lama, malaikat hadiratnya, Yesus dalam Christophany, dalam in theophany, Kristus pra-inkarnasi.   Dan akhirnya berinkarnasi dan menebus kita lewat pengorbanan-Nya di kayu salib. Ada satu dispensasi, satu zaman anugerah oleh Tuhan kita.

Ada dispensasi dan zaman ketiga, yaitu dispensasi dan zaman Roh Kudus Tuhan, yang dicurahkan atas dunia ini – dan itu dimulai di Pentakosta di Pasal 2 Kisah Para Rasul.

            Bila kita lihat di nats ini dalam Yoel, ini merupakan satu pengumuman dari surga mengenai mendekatnya hari yang besar dan mulia itu. Dan ini adalah cara pewahyuan; dan ini adalah cara Tuhan; hari mulia itu sebentar lagi akan datang.  Ini tertulis di halaman-halaman pertama Alikitab; di halaman tengah; juga tertulis di halaman terakhir Alkitab.   Dalam kitab pertama Alkitab; dalam kitab terakhir Alkitab; di bagian tengah Alkitab; di setiap bagian Alkitab, hal itu tersaji; hari mulia itu sebentar lagi akan datang.  

            Ada kemajuan, upaya penginjilan ke luar, dan perkembangan dalam kerajaan Allah. Tuhan Allah tidak pernah mundur; Dia terus melangkah naik dan melangkah keluar dan melangkah maju. Penciptaan oleh-Nya diikuti dengan penebusan; dan penebusan-Nya diikuti dengan pengudusan; dan pengudusan-Nya diikuti oleh pemuliaan.  

            Tuhan akan selalu melangkah maju. Ini lah sebabnya kita tidak pernah putus asa seperti yang dituliskan Paulus kepada Tesalonika, dalam 1 Tesalonika 1:14, kita tidak pernah putus asa, bukan karena bencana alam atau ledakan ketertiban sosial atau oleh perang atau kehancuran. Kehendak Tuhan itu berdaulat dan tidak bisa ditawar-tawar. Maksud Tuhan tidak pernah berubah. Kehendak Tuhan adalah bahwa orang kudus harus mewarisi bumi.   Jadi selalu ada catatan kemenangan dan kejayaan dalam pesan nubuat. Ada hari yang lebih indah – hari yang besar – ada hari kemenangan yang akan datang.  

            Pencurahan Roh Kudus Tuhan ini adalah satu tanggal yang ditetapkan di surga.   Demikian juga ada satu tanggal ditetapkan untuk inkarnasi Tuhan: diucapkan dalam Daniel Pasal 9.   Demikian juga ditetapkan satu cara inkarnasi: diucapkan dalam Yesaya 7:14.  Demikian juga ditetapkan satu hari dan satu tempat, dimana Tuhan akan dilahirkan: diucapkan dalam Mikha 5.  Jadi ditetapkan satu hari di surga untuk penyaliban Tuhan: surga menetapkan satu hari saat Tuhan akan dibangkitkan dari antara orang mati. Ditetapkan satu hari di surga untuk kedatangan Kristus kita untuk kedua kalinya.  

            Juga ditetapkan satu hari untuk pencurahan Roh Kudus.   Hari itu, adalah hari ke lima puluh setelah Paskah. Di Yunani, itu disebut Pentakosta, “hari kelima puluh.”   Dan itulah hari ketika Kristus, setelah Dia kembali ke Bapa Surgawi, mencurahkan janji Bapa ke atas bumi.  

            Jika Dia menyerahkan nyawa-Nya, penebusan atas dosa-dosa kita, Tuhan menjanjikan kepada-Nya bahwa Roh Kudus akan dicurahkan ke atas bumi. Dan untuk menggenapi janji nya terkait pengorbanan Tuhan kita, dan janji Bapa kepada Anak, pada hari Pentakosta, persis di hari yang telah ditetapkan, Roh Kudus Tuhan dicurahkan ke atas bumi.  

            Sekarang saya ingin anda membuka kembali Alkitab anda, dan saya ingin anda membuka kitab Efesus, Pasal dua.   Kemudian saya ingin anda kembali ke 1 Korintus, Pasal 6.  Sekarang kita diberitahu bahwa Roh Kudus Tuhan memiliki rumah baru; Dia memiliki tempat tinggal baru; Dia memiliki bait baru.  

            Di Pasal 6 Kitab Efesus, Rasul Paulus berbicara mengenai penciptaan Gereja, terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi dan semua ras dan keluarga.   Dalam Pasal 16, dia berbicara mengenai satu tubuh.  Sekarang, mari kita mulai dari ayat 19 ke akhir Pasal ini.   Efesus 2, dimulai dari ayat 19:

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang [orang non-Yahudi] melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.  

Kamu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan Di dalam DIa kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

 

Kita di dalam Gereja, batu-batu rohani, dipasangkan ke dalam bait, bait suci Allah sehingga kita menjadi tempat kediaman Roh Allah.   Roh itu sekarang memiliki rumah baru, tempat kediaman baru, bait baru.   Roh itu ada di dalam Gereja.    

            Sekarang kita baca 1 Korintus, Pasal enam, ayat 19:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan yang bukan milik kamu? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.

 

Roh Kudus Tuhan memiliki satu tempat tinggal baru.   Dia memiliki satu tabernakel baru, satu bait baru.   Dia berdiam di dalam Gereja.   Dan saat kita bersekutu sebagai satu Gereja, sebagai umat Tuhan Roh Kudus surga ada di sini bersama kita.  

            Dan jika Dia tidak dihalangi, jika Dia tidak dipadamkan – Roh Tuhan akan terasa saat Dia bergerak dalam hadirat kongregasi.  Anda akan merasakan Dia dalam paduan suara yang penuh pengabdian, anda akan merasakan-Nya dalam orkestra yang penuh pengabdian, memuji Tuhan lewat trumpet, dengan alat gesek, anda akan merasakan-Nya dalam doa-doa yang penuh dedikasi; anda akan merasakan hadirat Roh Tuhan dalam undangan tersebut.   Dan anda akan merasakan hadirat-Nya saat kebenaran diproklamasikan dalam pemecahan Roti Kehidupan.   Dia diam dalam Gereja-Nya –bait Alah di bumi. Dan Dia diam di hati kita masing-masing.             

Saya sering berpikir bahwa itulah alasan mengapa kebaktian Gereja bisa menjadi begitu berkuasa dan begitu bergerak. Jika saya membawa Roh Kudus bersama saya di dalam hati saya, dan Dia daang bersama anda di hati anda, dan kita berkumpul bersama dalam kekudusan-Nya, dan sebuah Nama yang Mahakuasa, oh, betapa hebatnya kebaktian itu!   Oh, betapa indahnya jam itu!   Oh, betapa mulianya: Tuhan ada di tengah-tengah kita.  

            Sekarang anda akan memperhatikan satu hal lain: universalitas dari berkat.   Saat hari itu datang, hari yang ditetapkan itu, yang merupakan hari Pentakosta:

Aku akan mencurahkan Roh-Ku atas semua manusia. Anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi; teruna-terunamu akan mendapat penglihatan. Dan bahkan hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan kucurahkan Roh-Ku – atas semua manusia.  

 

            Di masa-masa perjanjian lama, Roh Tuhan kadang-kadang menghinggapi orang-orang terpilih.   Sebagai contoh, di Pasal 13 Kitab Hakim-hakim ditutup dengan pengamatan: “Mulailah hati Samson digerakkan Roh Tuhan di perkemahan Dan.”  

            Dan dengan demikian, lewat perjanjian lama, Roh Tuhan akan menghinggapi Samson, atas Samuel, atas Saul, atas Salomo, atas Yesaya—hanya sesekali di waktu yang terpilih.  Tetapi di zaman baru Roh Kudus, Roh Tuhan dicurahkan atas semua manusia.   Kita semua adalah alat kemuliaan-Nya dan hadirat-Nya, alat berkat-Nya—semua kita adalah alat-Nya.  

            Salah satu hal paling luar biasa yang pernah saya baca mengenai Roh Kudus Tuhan yang diberikan kepada manusia, yang tidak pernah saya impikan.   Dalam bacaan kita, ada orang-orang yang berpengetahuan, orang-orang ahli. Dalam bacaan saya, mereka akan mengatakan bahwa pengkotbah terbesar yang pernah dihasilkan Amerika adalah John Jasper.  Anda akan kaget untuk memikirkannya. Orang-orang berpengetahuan yang telah mengkotbahkan Injil di tanah Amerika, namun mereka memilih seorang budak buta huruf tidak berpendidikan di Richmond, Virginia dan mengatakan bahwa pengkotbah terbesar di Amerika adalah John Jasper.

            Saya pernah satu kali ke Richmond—kali pertama setelah mereka membangun jalan bebas hambatan dari bandara ke kota. Jalan bebas hambatan tersebut terlihat seperti sebuah anak panah dan melengkung ke arah sana, memutar, seperti itu. Dan tepat di tengah busur itulah ada sebuah Gereja bata merah.  Dan saya bertanya kepada misionaris dari dewan misionari asing yang menemui saya di bandara untuk membawa saya untuk berbicara di pertemuan dewan itu.  

            Kata saya, "Ini adalah hal teraneh di dunia—jalan bebas hambatan ini menjadi seperti ini dan kemudian melengkung memutari Gereja.   Mengapa mereka tidak merubuhkannya dan membangun jalan bebas hambatan yang lurus?" 

            Dia berkata, "Lihat, Gereja itu adalah Fifth Mount Zion Church, dan itu adalah Gereja John Jasper." 

            “Dan Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia.”   Dia bisa saja merupakan seorang budak buta huruf, seperti John Jasper atau dia bisa saja merupakan seorang cendekiawan Harvard dan Yale seperti Phillip Brooks: selalu merupakan mimbar dan bangku gereja yang memberikan inspirasi; seorang pendeta yang memberikan inspirasi, dan orang awam yang memberi inspirasi – semua orang seperti kita sama, menerima Roh persis sebanyak yang akan diizinkan dan diundang oleh hati kita—semua manusia.  

            Tolong perhatikan lagi dalam nubuatan itu: “Dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat.”   Propheteia: bagi kita “nubuatan,” berarti memberitahukan sesuatu yang belum terjadi.   Itu adalah pengertian harafiah dari kata itu.   Selalu, selalu dalam Alkitab, propheteia,  “nubuatan” berarti memberitahukan sesuatu yang belum terjadi, dengan gagah memproklamasikan pesan Kristus, mempersaksikan—kita semua.  

            Dan dia berkata: “Orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”   Victor Hugo mengatakan, "Musim dingin mungkin ada di kepala saya, tetapi di hati saya ada musim semi."  Wajah kita mungkin mengerut, tetapi jiwa kita tidak pernah. Karena seorang tua tidak berarti bahwa dia telah kehilangan pengharapan, dan penglihatannya, dan pekerjaannya, dan doa syafaat kasih dan doa dan pelayanan di hadapan Tuhan.  

            Saya rasa tidak ada puisi yang lebih indah dalam literatur Inggris ketimbang puisi Roberts Browning: 

 

Grow old along with me, (Menjadi tualah bersama aku)

The best is yet to be, (yang terbaik masih akan datang)

The last of life for which (Akhir kehidupan untuk mana awalnya telah diciptakan)

The first was made.

Behold a whole I plan, (Lihat seluruh yang aku rencanakan)

Youth shows but half, (Masa muda hanyalah setengah)

Trust God, fear not (Percayalah pada Tuhan, jangan takut)

And be not afraid. (dan jangan bimbang)

 

            “Teruna-terunamu akan mendapat penglihatan; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.”   “Dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan.”   Ah, betapa mengagumkan saat para teruna kita menuju hari yang besar dan mulia dalam kuasa dan kekuatan Tuhan.  

            Nyanyian terbaik masih belum dilantunkan. Puisi terbaik masih belum dituliskan. Kotbah terbaik masih belum dikotbahkan. Lukisan terbaik masih belum dilukis. Sekolah Minggu terhebat masih belum dibangun. Dan Gereja paling hebat masih belum tampak di cakrawala anugerah Tuhan. Para terunamu laki-laki dan perempuan akan mendapat penglihatan tentang masa depan yang mulia: Ini adalah nubuatan Tuhan.  

            Kita sekarang beralih ke penggenapannya: saat Simon Petrus berdiri di hari Pentakosta di Yerusalem, dia adalah alat Tuhan untuk memperkenalkan dispensasi baru bagi dunia.  Tuhan telah mengatakan kepada Simon Petrus, dalam Matius 16:18 dan 19:

Engkau adalah Simon Petrus (Petros) dan di atas batu karang [petra] (atas pondasinya, ketuhanan Kristus, pengakuan besar-Nya) Aku akan mendirikan Gereja ku; dan gerbang Hades (alam maut) tidak akan menguasainya.  

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surgga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.  

 

Bertindak sesuai dengan Roh Tuhan, apa yang dia lakukan adalah memelihara maksud sorga; untuk menggenapi janji Yoel—pencurahan Roh, dispensasi baru.  

            Dan dalam menggenapi janji Tuhan kita, Simon Petrus harus menjadi alat, melalui siapa dispensasi baru itu akan ditawarkan kepada dunia. Pada hari Pentakosta, di Yerusalem, Simon Petrus berdiri dan memproklamasikan zaman baru dan hari baru; dan mengutip Yoel Pasal dua.  

            Dalam pasal ke delapan Kisah Para Rasul, Filipus memproklamasikan injil kepada setengah Ibrani; Ibrani keturunan-setengah, yaitu orang Samaria, orang Samaria yang dipandang rendah. Tetapi janji Tuhan adalah bahwa Simon Petrus harus memperkenalkan dispensasi baru itu; hari pencurahan Roh ini.  Jadu saat perkataan itu sampai ke Yerusalem bahwa orang di Samaria telah berpaling kepada Tuhan, mereka mengirim Simon Petrus.  Dan dia menaruh tangannya di atas kepala mereka dan mereka menerima Roh Kudus, pencurahan Roh Tuhan. Orang setengah-Yahudi itu sekarang telah menerima berkat.  

            Satu lagi yang meliputi dunia: di Pasal 10 Kisah Para Rasul, seorang malaikat menampakkan diri kepada Kornelius yang saleh; seorang perwira Romawi, seorang penyembah berhala, seorang kafir.   Dan malaikat itu berkata kepadanya: “Suruhlah beberapa orang untuk menjemput Simon Petrus di Yope.”  

            Dan mereka mengirim orang untuk Simon Petrus, alat Tuhan untuk menyatakan dispensasi baru mengenai pencurahan Roh.   Simon Petrus berdiri di Yerusalem dan membuka zaman baru bagi orang Yahudi; dia berdiri di Samaria dan zaman baru bagi orang setengah Yahudi, bagi orang setengah murni.  

            Dan sekarang dia berdiri di Kaesarea di depan orang Kafir, dan saat dia berbicara Roh Kudus turun atas semua orang yang mendengar suara Simon Petrus.  Dan Simon Petrus berpaling kepada saudara-saudaranya dalam ketakjuban dan berkata: “Bolehkan orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” 

            Dan dengan demikian, dispensasi baru telah diperkenalkan dengan sepenuhnya, kepada orang Ibrani, kepada setengah Ibrani, dan sekarang kepada orang non-Yahudo. Sekaj saat itu, sampai saat ini, kita telah ada dalam zaman dan dispensasi Roh Kudus.  

            Paulus kemudian menulis dalam 1 Korintus 2:

Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.  

 

            Dan Paulus akan menulis lagi dalam 1 Tesalonika 1:5:

Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh.  

 

            Dan kemudian Simon Petrus akan menulis dalam 1 Petrus 1:12:

Kami telah menyampaikan berita Injil kepada kamu dengan Roh Kudus yang diutus dari sorga.  

 

Dan ini adalah masa dimana kita hidup: pemberitaan Injil Kristus dihadiri oleh hadirat, oleh kegerakan, dan oleh kuasa Roh Kudus.   Ini merupakan satu tanda, satu pertanda, satu aegis.  

            Akan terjadi—dalam Pasal 19 Kisah Para Rasul—ketika Apollos ada di Korintus, Paulus tiba di Efesus dan dia menemukan beberapa murid.   Dan dia berkata kepada mereka: “Apakah engkau menerima Roh Kudus saat engkau percaya?”  Bukan “sudahkah engkau,” “apakah engkau?”  Saat dia melihat para murid itu, di dalam hatinya ada kecemasan. Tidak ada sinar dimata mereka, tidak ada pujian di bibir mereka; tidak ada sukacita di hati mereka.  

            Dan oleh karena itu dia bertanya kepada mereka: “Apakah engkau menerima Roh Kudus saat engkau percaya?” 

            Dan para murid yang lelah dan baru mendapat setengah-pengajaran ini menjawab: “Kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.”  Sungguh suatu tragedi!   Mereka tinggal dalam kegelapan dan tidak tahu hari sudah siang. Mereka ada di bawah tekanan, memelihara hukum dan peraturan, saat kebebasan anugerah Tuhan, anugerah Roh Kudus, di hati kita telah datang.   Roh Kudus telah dicurahkan ke atas bumi.  

            Dan mereka mendengarkan pesan Injil oleh Paulus, dan mereka menerima Roh Kudus, dan mereka memuliakan Tuhan dalam berbagai bahasa, mereka sukacita luar biasa.   Ini adalah kehendak Tuhan bagi kita.  Penginjilan oleh kita dan penyembahan kita memiliki karakter kuasa dan hadirat yang luar biasa, dan iman kita tidak terletak pada kata-kata hikmat, tetapi dalam kuasa dan demonstrasi Roh Tuhan.  Dan saat kita berkumpul dalam kebaktian kita, harusnya ada kegerakan Roh Tuhan di sana.

Saya kadang-kadang memikirkan kapal pesiar mewah yang luar biasa, yaitu Titanic.   Mereka juga begitu mati-matian mencoba untuk berlabuh di Newfoundland, di sebuah ngarai, di semudera dengan kedalaman lima belas ribu atau enam belas ribu kaki.  Apa perbedaan antara bongkah batu yang menenggelamkan kapal pesiar besar itu ke dasar samudera dan air yang membawa lalu lintas laut?  Saya tidak tahu perbedaannya—kecuali masalah temperatur—saya tidak tahu perbedaan lain.   Perbedaan antara bongkah es yang menenggelamkannya dan air yang ada  di laut hanyalah soal suhu.  

            Bila suhu bait Tuhan dingin dan tidak berdenyut dan tidak ada kehidupan; monoton dan membosankan, ini sesuatu yang harus diterobos dengan:  “Mari kita berdoa.”   Kita memandangnya sebagai sebuah amnesti sehingga kita bisa keluar dan ada di barisan pertama di kafeteria atau tempat apapun.  

            Oh, dulu dalam Gereja ada nyala dan api.   Tidak ada sesuatu pun yang bisa dibandingkan dengan api. Tidak ada lain selain api itu sendiri. Api itu menghangatkan – itu adalah rahasia alam semesta. Tanpa api, segalanya menjadi gelap dan dingin. Tetapi dengan cahaya, dan dengan api dalam kehangatannya, seluruh dunia ini menjadi hidup. Seperti itulah seharusnya rumah Tuhan. Rumah Tuhan harus dipenuhi dengan kegerakan Roh Tuhan—Penuh semangat.  

            Satu kali saat saya ada di Cairo, mereka membawa saya ke Kota Mati.  Saya tidak pernah melihat sesuatu seperti itu.   Saya tidak tahu bahwa kota itu ada di bumi. Di sana ada kuil, kuil, kuil, dan kuil. Mereka menyebutnya mesjid. Kuil-kuil itu hanya berjarak beberapa mil dari mereka; dan tetap hening dan diam.  Orang-orang di berbagai generasi di Cairo akan membangun sebuah kuil dan mereka akan menempatkan orang-orang mati mereka—sebuah kota berisi orang mati.   Dan saya heran pada bait Roh Kudus yang disebutkan Injil sebagai Gereja: Tidak ada kehidupan, tidak ada semangat, tidak ada denyut, mati!  Dan bait lain, yaitu tubuh kita—kita seringkali menjadi mayat.   Dan Roh Kudus tidak punya jalan untuk bersinar dan untuk memuliakan Tuhan dan untuk memuji Tuhan.  

            Oh Tuhan, segarkanlah kami.   Bolehkah saya dengan tergesa-gesa meringkaskan bahwa saya ingin punya satu jam untuk berbicara mengenai:  saat Roh Kudus ada pada kita, dan kita merasakan Hadirat-Nya, ada sejumlah hal yang terjadi.  Salah satunya adalah ini: kita menjadi terhukum dan kita tersungkur di hadapan Tuhan dalam pengakuan dan dalam penyesalan dosa.  

            Para pengkotbah yang melakukan hal-hal aneh, harusnya para bartender di luar sana yang melakukannya.   Harusnya para pelacur di luar sana yang melakukannya. Harusnya para teroris nun jauh di sana – para pembunuh di luar sana yang melakukannya. Tahukah anda, ini adalah sebuah hal aneh di dalam Alkitab; bukanlah Ahas, tetapi Yesaya lah yang menangis dan berkat: “Aku adalah seorang yang bibirnya najis.”  Bukanlah Goliat – tapi Daudlah yang mengatakan dalam Mazmur waktu dia dalam pengejaran: “Sesungguhnya dalam kesalahan aku diperanakkan, dan dalam dosa aku dikandung ibuku. Aku adalah pendosa, Tuhan, sejak hari aku dilahirkan.”  Bukanlah Festus, sang penuntut Romawi, tetapi Pauluslah yang berkata: “Dari semuanya akulah yang paling berdosa.”  Dan Roh kesedihan karena dosa dan Roh pengakuan dosa, Roh Tuhan bergerak seperti itu dalam jiwa kita dan membawa kita untuk membersihkan dan mencuci kita, membuat kita berguna dalam Nama-Nya.  

            Hal kedua: saat Roh Tuhan hadir begitu berkuasa, orang-orang diselamatkan.   Pada hari Pentakosta, yang merupakan kebangunan rohani; Samaria adalah kebangunan; Kaesarea adalah kebangunan rohani—kemanapun Roh Tuhan bergerak, orang-orang diselamatkan.  Dan Tuhan menambahkan kepada Gereja-Nya.  Di sini ini diterjemahkan “mereka yang harus diselamatkan.”   Apa yang sebenarnya dia tulis adalah: “Tuhan menambahkan ke Gereja-Nya, semua orang yang diselamatkan tiap-tiap hari.”   Tiap-tiap hari Tuhan menambahkan kepada Gereja, mereka yang sedang diselamatkan.  

            Dan saya memikirkan kebaktian kita di sini. Ini hanya sekedar pertemuan umat Tuhan, dimana mereka yang telah mendapatkan Tuhan datang untuk memuji Nama-Nya; untuk berdiri di hadirat manusia dan malaikat: “Saya telah diselamatkan!   Saya telah diselamatkan!”  

            Dan hal terakhir: hadirat-Nya selalu disertai oleh sukacita yang tidak terkatakan.   Apakah anda ingat ayat yang menerangkan Samaria?  “Dan ada sukacita besar di kota itu.”  Anda tiak akan pernah mengenal Tuhan tanpa kegembiraan.  Dan anda tidak pernah memiliki Roh Tuhan dalam hatimu tanpa pujian dan glori yang tidak terkatakan.  

            Ada seorang berkulit hitam—pikirkan John Jasper beberapa saat lalu—ada seorang kulit hitam, seorang budak, dan dia begitu senang dan bahagia di dalam Tuhan.  

            Dan tuannya, berkata kepada dia, "Apa yang begitu engkau sukacitakan?" 

            Dan dia berkata, "Saya telah dipenuhi dengan Roh Kudus." 

            Dan orang itu berkata kepadanya, "Engkah Negro bodoh, tidakkah kau tahu bahwa Roh Kudus itu tidak ada?" 

            Dan orang kulit hitam yang rendah hati itu menjawab, "Tuanku, yang harusnya engkau katakan adalah ini: ‘Tidak ada hal lain seperti Roh Kudus yang engkau kenal.’" 

            Dan saya memikirkan perkataan orang kulit hitam tadi untuk menerangkan sepuluh ribuan sekian anggota Gereja.  Tidak ada hal lain seperti Roh Kudus, dan itu kegembiraannya, sukacitanya, dan kemuliaannya yang engkau kenal.   Oh, Tuhan, Roh itu bisa turun atas kami!  

            Dan bab ketiga Yohanes tertulis nubuat: “Tuhan memberikan Roh atas Yesus dengan tidak terbatas.”   Tidak ada batasan atasnya!  

            Dan di Pasal 11 Kitab Lukas dikatakan:

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi BapaMu yang disurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang mengasihi-Nya. 

 

 Tidak ada akhir terhadap hal ini.   Paduan suara, Tuhan memberkati engkau, sebab kalian belajar lebih baik dan lebih penuh dan lebih dalam untuk memuji Tuhan.   Tidak ada akhir terhadap hal ini.  Orkestra, Tuhan memberkati kalian, karena kalian belajar lebih indah dan lebih hebat untuk mengangkat suara untuk kemuliaan dan pujian bagi Yesus. Dan Tuhan membantu saya untuk berkotbah dengan kuasa dan kepenuhan Roh Kudus saat saya berdoa dan mencurahkan Firman Suci ini dan mencoba untuk merefleksikan kebesaran anugerah dan kebaikan-Nya.  Dan Tuhan memberkati seluruh kongregasi ini, seiring kesaksian harian kita dan di rumah kita dan dalam kehidupan kita, kita memuliakan Tuhan.   Besarkan nama Tuhan: itu adalah berdiamnya dan tercurahnya Roh Kudus.  

            Sekarang, bolehkah kita berdiri bersama?