AIR DI LAUTAAN

(THE WATERS OF THE SEA)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Kejadian 1:9-10

11-04-56

 

Pagi ini, kita akan berbicara tentang lautan di bumi. Minggu lalu, adalah air di langit, cakrawala besar di atas kita, dan hari ini, lautan besar di sekitar kita. Hari ketiga ini adalah kebalikan dari bencana yang meliputi dunia pada masa sebelum Adam. Dunia itu dihancurkan oleh air. Allah menjadikannya, tidak menguburnya di dalam kuburan air (Yesaya 45). Allah membuatnya bisa ditinggali. Allah membuatnya idah. Tuhan membuatnya dengan segala hal-hal baik yang dapat dilimpahkannya. Tetapi Iblis adalah penguasa dunia ini, yang sebelumnya adalah malaikat. Ketika dosa ada di dalam dirinya ia menjadi sombong dan tinggi hati, mendatangkan kehancuran di dunia, kegelapan dan kekosongan. Dan air itu telah mengubur bumi yang indah ciptaan Allah.

 

Hari ini adalah proses yang berkebalikan. Bumi mulai muncul dari dalam air. Dan Allah menjadikan semua hal-hal yang indah di bumi. Anda lihat ayat ke dua puluh satu? Dan Allah bara. Ia menciptakan binatang. Ia harus menciptakan. Mereka semua telah mati. Gletser besar dan salju abadi dan air yang sangat dalam menutupi bumi. Semua binatang mati, tetapi pada ayat kesebelas, Allah berkata kepada biji-bijian yang ada di bumi dan akar-akar yang ada di bumi dan semua jenis umbi-umbian dan tanaman dan tumbuhan dan pepohonan. Ia berkata kepada mereka: Sekarang, tumbuhlah lagi. Bertunaslah, bersemilah dan penuhilah bumi dengan selimut zamrud yang indah. Dan biji-biji itu mendengar suara Allah dan akar-akar itu mendengar suara Allah dan umbi-umbian itu mendengar suara Allah dan pada hari itu, bersemilah di muka bumi tanaman-tanaman dan bunga-bunga dan pepohonan yang telah Allah ciptakan di dunia sebelum Adam. Anda mungkin berkata, Pendeta, saya tidak percaya Allah melakukan hal itu. Anda lihat, di negara kita Komisioner Agrikultur melakukan hal itu. Ia berkata kepada biji-bijian agar berkecambah. Begitulah di Negara kita. Dan di sini, di Negara kita, Menteri Pertanian melakukan hal itu. Ia berkata kepada umbi-umbian merekah dan menunjukkan bunga-bunganya yang indah. Dan di sini, di Negara kita ada Komisioner Agronomi dan ia memerintahkan agar pohon-pohon buah: “Sekarang hasilkanlah apel dan jeruk, dan pir.” Begitulah di Negara kita. Ya, dan Anda tinggal di Negara yang hebat yang pernah saya dengar. Saya tidak peduli di mana Anda tinggal, Allah berbicara kepada biji-biji kecil itu dan Allah berbicara kepada umbi-umbian. Dan Allah berbicara kepada akar-akar kecil. Dan Allah berbicara kepada pepohonan-Nya. Dan jika Allah tidak berbicara keapda mereka, semua ilmuwan dan ahli agronomi  dan ahli pertanian, dan semua komisioner dan semua orang di dunia ini tidak bisa membuat biji yang kecil itu bertunas, tidak bisa menabur di ladang dan tidak ada pepohonan dan kebun buah dan ladang. Ini semua dari Allah, seperti yang ada di sini di dalam Kitab, seperti hari ini di sini. Ketika Anda meninggalkan Allah, maka tidak ada yang tersisa. Kenyataannya, tidak ada orang yang goyah yang mengkhotbahkan berapa banyak yang dari kita dan berapa banyak yang dari Allah; dan berapa banyak dari kita dan begitu kecil sehingga hampir tidak bisa diperhatikan. Semua ini dari Allah—tujuan khusus dari Allah. Jadi, kembali ke sana ketika Allah menciptakan kembali bumi ini.

 

Baiklah. Sekarang, saya memiliki beberapa komentar tentang hal ini. Salah satunya adalah ini: ada di semua ini,- dan ini hanyalah membangun kembali benteng pertahanan yang telah saya buat—ada di semua ini, ebuah catatan, sebuah perasaan seketika. Allah mengatakan hal itu dan jadilah itu. Tidak perlu waktu lima ratus tahun. Tidak perlu ribua tahun. Ini adalah satu hari, satu yom. Ini adalah yom, pagi dan petang, dua puluh empat jam. Pergantian bumi ini—yom tiga. Lihatlah apakah ada perasaan seketika di sini—weyomer, “dan Ia berkata Elohim, “Allah”, yeqavu, “mereka bersama, mereka dikumpulkan”, hamayum, “air”, me, “dari”, tachath, “di bawah”, hashamayim, “langit”, el, “pada”, maqom, “tempat”, echad, “satu”, we, “dan”, teraeh, “biarlah terlihat”, he, “itu (the)”, yabashah, “tanah kering”, wayei, “and it was”, ken, “sehingga” (Kejadian 1:9).

 

Itu tidak seperti lima ratus tahun, bukan? Seperti itulah, dan pada akhirnya—wayhehy, “and it was”, ereb, “petang”, “petang, senja, kegelapan”, wayhehy, “and it was”, beqer—bukankah itu adalah kata yang indah?—“pagi”, yom, “hari”, echad, “satu”—seperti itulah—wayei, “and it was”, ken, “sehingga”. Allah berfirman—lalu itu ada.

 

Sekarang saya ingin Anda melihat inspirasi ini. Ini adalah hal yang paling menakjubkan yang pernah saya baca. Ingatlah, orang ini menulis ribuan tahun sebelum ilmu pengetahuan dan alat-alat moderen ada. Perhatikanlah Musa saat ia berkata, “Berfirmanlah Allah”—weyomer elohim—“"Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat" (Kejadian 1:9). Air di atas langit, semua lautan cakrawala ini, ada di mana-mana. Di mana ada cakrawala, ada air. Mereka tidak terkumpul di satu tempat. Mereka ada di mana-mana di dalam cakrawala besar—di mana-mana. Tetapi di bawah cakrawala itu, “Berfirmanlah Allah, hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul di satu tempat.” Jadi, Allah memerintahkan agar semua air , jamak, mayim, mayim—Anda tahu bahwa bentuk jamah dalam bahasa Ibrani adalah im—mayim, air. Dan air hamayim—im, jamak, “laut”. Bagaimana Musa tahu bahwa ada beberapa samudera? Beri tahu saya. Billy, kau tahu segalanya. Bagaimana Musa tahu bahwa ada beberapa samudera, bagaimana ia tahu? Billy berkata, “Allah memberitahunya.” Baiklah, hal yang lain lagi. Bagaimana Musa tahu bahwa mereka semua ada di satu tempat? Bukankah itu yang dikatakan di sana? Maqom, “tempat”, echad, “satu”. Bagaimana Musa tahu itu? bahwa ada beberapa samudera, beberapa lautan jamak—mayim, im, plural? Lautan-lautan? Ada beberapa samudera, beberapa lautan, tetapi mereka semua ada di satu tempat.

 

Ambillah peta, daratan tidak seperti itu. Daratan tidak ada di satu tempat. Planet tidak terkumpul di satu tempat. Mengapa, saya tidak peduli ke mana Anda pergi. Dengarkan, Dr. Frazier, ketika Anda mulai seperti itu, Anda akan menabrak daratan di sebelah sini, sedikit lebih jauh Anda akan menabrak daratan di sebelah sana, dan Anda akan segera menabrak yang di sebelah sana. Anda akan menabrak Honolulu dan kepulauan Hawaii.

 

Anda akan menabrak Kuwait. Anda akan menabrak Filipina. Anda akan menabrak kepulauan Jepang; Anda akan menabrak daratan Cina di seberang Hong Kong. Anda akan menabrak daratan di mana-mana. Daratan tidak terkumpul di satu tempat. Tetapi lautan terkumpul di satu tempat. Mereka ada di satu tempat, tetapi mereka bersifat jamak. Mereka adalah lautan-lautan, jamak. Jika Anda menangkap ikan di Pasifik dan melemparkannya ke Atlantik, maka ia akan mati. Unsur-unsur kimia dari laut ini semuanya berbeda. Jadi, Anda perlu secara bertahap membiasakan ikan tersebut sebelum ia bisa hidup di lautan yang lain. Lautan-lautan itu berbeda. Mereka jamak, tetapi mereka satu. Lihatlah di peta, bola bumi, maka setiap laut saling terhubung pada satu tempat, bukan daratan. Bagaimana Musa bisa tahu hal itu? Allah memberitahukannya dan itu tertulis di dalam Alkitab. Sekarang, cara Allah menciptakan lautan, menciptakan samudera adalah hal yang sangat menakjubkan. Ada kumpulan air. Itu adalah sesuatu yang menakjubkan.

 

Marilah kita lihat bagaimana Allah melakukannya. Baiklah, bumi terediri dari tiga perempat air dan seperempat daratan. Lautan dan dratan; tanah kering; tiga perempat dan seperempat. Apakah Anda ingat cerita lama yang pernah Anda dengar? Apakah Anda ingat? Lelucon lama? Tidak? Cerita lama yang saya tahu, yang dapat saya ingat, adalah saudara Hep dalam ajaran baptis. Setiap kali ia bangun, ia mengkhotbahkan ajaran baptis. Mereka bosan mendengarnya. Dan mereka berkata bahwa mereka akan memberinya suatu teks sebisa mungkin. Maka mereka memberinya pasal pertama dari Kitab Kejadian dan ia mulai: Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Dan Ia membuatnya seperempat berupa daratan dan tiga perempatnya air, dan itu supaya banyak orang bisa dibaptis.” Dan , ia memulai khotbahnya tentang ajaran baptis! Itu adalah cerita terlama yang dapat saya ingat. Ada sekitar seratus sembilan puluh juta mil persegi di bola bumi. Ada seratus empat puluh lima juta mil persegi air; ada lima puluh dua juta mil persegi daratan. Amerika Serikat luasnya tiga juta tujuh ratus lima puluh mil persegi—bagian terbesar. Tahukah Anda bahwa ada (undecipherable/tidak dapat diuraikan)*, ada cara melihat bola bumi; lihatlah Samedera Pasifik. Anda bisa melihat bola bumi bahwa seluruhnya tampak seperti air. Anda tidak melihat daratan kecuali titik-titik kecil pulau-pulau—seluruhnya.

 

Sekarang, Allah melakukan hal itu karena beberapa alasan. Salah satunya adalah huja. Harus ada proporsi yang tepat. Padang pasir di bumi ini adalah hasil dari kutuk atas bumi, atas benih-benih Adam. Allah tidak pernah bermaksud menciptakan padang pasir di bumi ini. Dan pada masa sekarang, padang pasir terus mekar dan bertambah seperti bunga mawar. Itu adalah bagian dari kutuk. Tetapi Allah menjadikan dunia ini tertutup oleh tanaman. Dan itu adalah dunia sebelum Adam. Dari situlah batu bara berasal. Pohon-pohon dan paku raksasa tumbuh sampai besar. Allah membuatnya seperti itu. dan Ia menjadikan proporsi daratan dan air seperti itu sehingga akan ada banyak hujan turun ke bumi. Kemudian, samudera-samudera adalah sumber makanan kita terbesar dan utama. Itu adalah tempat ikan tumbuh. Dan itulah sebabnya Allah menurunkan hujan di atas samudera. Ia juga harus memberikan udara ke air. Ia juga harus menaruh oksigen ke dalam air sehingga ikan bisa bernapas. Jadi ada hujan di lautan dan hujan di daratan.

 

Baiklah, ada sesuatu yang tidak biasa tentang lautan dan itu adalah: mereka asin. Mereka penuh dengan unsure-unsur garam. Baiklah, bukankah itu terlalu buruk? Tidak. Allah menjadikannya seperti itu. Allah menjadikannya seperti itu. Para ahli geologi dan geografi, dalam buku-buku mereka, akan berkata, “baiklah, samudera asin. Samudera asin karena hujan membocorkan kandungan garam yang besar ini ke tanah dan mengalir ke lautan dan itu membuat air laut asin.” Baiklah, itu adalah yang mereka katakan. Kemudian, mereka berkata, “Sekarang, kandungan garam yang besar di bumi ini dan mineral garam yang ada dibumi terkumpul di sana oleh karena lautan purba. Baiklah, Anda bisa menyelaminya. Sekarang, apa kesimpulannya? Garam ada di bumi oleh karena lautan purba pernah ada di sana; tetapi garam ada di lautan karena air yang keluar dari daratan yang mengalir ke samudera. Baiklah, Anda mengetahui mana yang lebih dahulu—ayam atau telur? Itu adalah hal yang sama. Lautan menaruhnya di sana, tetapi lautan mendapatkannya dari daratan. Saya beritahu yang menaruhnya di sana. Allah yang menaruhnya di sana. Dan unsur itu ada di daratan adalah karena semua daratan pernah berada di bawah laut. Dan itulah yang dikatakan oleh Kitab Allah. Alkitab mengatakan bahwa Ia membangkitkan daratan ini. Ia membangkitakannya dari lautan. Dan ketika Anda melihat dunia ini, di manapun di bumi ini di puncak gunung tertinggi, di manapun, Anda akan menemukan bukti-bukti adanya lautan yang pernah menutupi bumi. Semua itu pada suatu masa pernah terkubur di dalam air. Allah membuatnya asin. Begitulah Allah menciptakannya.

 

Baiklah, mengapa Allah membuat laut asin? Inilah sebabnya. Pertama, untuk kesehatan. Jika laut tidak asin, maka akhirnya akan terjadi pembusukan, wabah, dan keropos. Garam menyembuhkan. Garam membersihkan. Garam memurnikan. Garam menyembuhkan dan bersih. Jika Anda punya pelembut air di rumah, kemungkinan besar pasti mengandung garam. Sekarang, Allah melakukan hal itu agar laut tetap bersih dan murni. Pernahkah Anda turun ke laut dan melihat kumpulan air yang banyak itu dan berpikir: Mengapa air itu tidak tercemar dengan bangkai ikan, tumbuhan, perubahan, dan segala sesuatu yang terendam di dalamnya selama jutaan tahun? Mengapa itu tidak menjadi kotor dan tercemar dan akhirnya menjadi tempat berkembang biak segala penyakit? Karena ada garam di dalamnya. Itu membersihkan dan memurnikannya.

 

Baiklah, alasan kedua mengapa Allah menjadikan laut-Nya asin. Ia melakukannya untuk mempersiapkan arus deras yang menyapu samudera seperti sungai besar, yang tidak terbatas. Dan arus-arus itu kehidupan dunia Allah. Tanpa mereka, kita tidak bisa hidup. Marilah kita lihat arus-arus itu. Apa yang menyebabkan mereka? Anda tahu, saya katakan dua minggu yang lalu, alasan Allah menjadikan air adalah untuk melanggar hukum kontraksi, ketika turun, ia mengeras hingga tiga puluh tujuh derajat dan kemudian mengembang. Itu melanggar hukum kontraksi. Segala sesuatu di dunia, kalau menjadi dingin akan mengeras. Akan ada uap di sini, turunkanlah, dinginkanlah, keraskan, akhirnya menjadi cari, turunkanlah, akhirnya berubah menjadi padat. Segala sesuatunya seperti itu. panaskanlah, Anda bisa menguapkannya. Turunkanlah, dan Anda akan memadatkannya sampai akhirnya menjadi padat. Air seperti itu—seperti segala sesuatunya seperti itu. tetapi, airlah yang paling tidak biasa dan ajaib. Ketika Anda mendinginkannya, ia akan mengeras hingga tiga puluh derajat Fahrenheit, tetapi dari situ hingga mengeras, ia mengembang. Ini adalah mukjizat. Alasan Allah melakukan hal itu adalah supaya batu—es, dapat mengapung dan tenggelam, tidak lama lagi lautan kutub itu akan menjadi batu, menjadi es padat. Air akan tenggelam, es akan menenggelamkan air , es akan tenggelam, air akan mengeraskan es dan akhirnya seluruhnya akan menjadi lautan akan menjadi lautan es padat dan dunia Anda akan tenggelam.

 

Maka Allah melakukan mukjizat itu supaya es tetap di atas. Air di bawahnya akan mengalir. Baiklah, Allah melakukan hal yang sama dalam membuat laut-Nya asin. Lihatlah, penguapan akan membuat laut dua belas persen lebih asin—dua belas persen asin. Di daerah ekuator, lautan tropis di sana dua belas lebih asin. Di sebelah utara, di mana hanya ada sedikit penguapan, laut tidak lebih dari satu tiga perempat kadar garam dan mineralnya. Lalu apa yang terjadi? Yang terjadi di laut sama dengan yang terjadi di dalam lautan cakrawala Allah. Mereka adalah sama. Di dalam samudera itu, lautan di permukaan bumi, bila penguapan membuat laut asin, mengapa air asin lebih berat, mereka tenggelam ke dasar. Di sebelah utara, di mana penguapan tidak banyak, mengapa lautan tidak terlalu berat. Mereka tidak terlalu asin. jadi lautan tropis menjadi berat dan berat dan jatuh ke dasar. Dan lautan kutub lebih ringan, karena ringan naik ke atas. Dan itu menciptakan arus-arus samudera. Seperti air yang lebih ringan masuh dan air yang berat keluar. Dan itu menciptakan arus yang besar. Sama halnya dengan di langit. Ketika udara dingin yang berat dan udara panas yang ringan, akan terjadi pertukaran akan terjadi arus. Dan dan dalam ruangan yang kecil seperti ini, arus itu akan terus berputar, panas dan dingin, saling mengejar. Dan itulah sebabnya terjadi tornado dan itulah sebabnya ada angina besar dari Kanada. Akan ada banyak udara panas yang turun ke tempat yang ringan. Dan udara di atas sana di Kutub Utara dan di Kanada menjadi dingin dan menjadi berat, dan tidak lama kemudian udara dingin dari utara akan masuk tanpa mengalami banyak hambatan dan akan terjadi gelombang dingin.

 

Hal yang sama terjadi di samudera. Ketika ada air yang berat dan air yang ringan, maka air yang berat akan mendorong air yang ringan sehingga terjadilah arus besar. Sekarang, saya ingin berbicara tentang salah satu arus itu yanb memungkinkan kita hidup di bumi. Di dunia Barat ada Gulf Stream, bagaimana Allah menjadikan Gulf Stream itu. di sini di sebelah selatan sekarang, dengan langit tropis, akan ada banyak penguapan. Dan Gulf Stream menjadi panas dan hangat di sana dan kemudian mulai bergerak. Mulai dari daerah Selatan dan mengalir melalui selat dan celah Karibia. Di antara selat Florida, ia berbelok ke utara. Gulf Stream lebarnya tujuh puluh mil, dalamnya tiga ribu kaki dan bergerak sekitar enam mil perjam dan suhunya  delapan puluh lima derajat Fahrenheit. Arus itu tampak biru dan bening. Ukurannya ribuan kali lebih besar daripada Sungai Missisipi. Dan ia bergerak, kumpulan air panas, air hangat, yang besar, bergerak ke Utara. Di atas pantai Florida, di atas daratan Amerika Serikat. Dan ia terus bergerak ke Utara. Arus itu tampak bening dan biru dan hangat, Gulf Stream itu, ketika bertemu dengan samudera yang lebih hijau, kapal Anda bisa separuh berada di Gulf Stream dan separuh berada di samudera. Separuh di Gulf Stream, separuh di samudera. Separuh biru, separuh hijau.

Kemudian Gulf Stream itu bergerak ke Utara. Dan di Nova Scotia, ia bertubrukan dengan Arus Kutub yang datang dari Utara. Ia muncul dari Teluk Baffin di antara daratan Kanada dan daratan Greenland—Teluk Baffin. Bukankah saya mengatakan bahwa air yang berat itu mulai, dari selatan bergerak ke utara dan ketika mulai bergerak ke utara ke air yang lebih ringan, maka air yang lebih ringan memberi jalan dan turun. Lalu kedua arus besar itu bertemu di lepas pantai Nova Scotia. Dan di sanalah terjadi pertempuran hebat di antara kedua raksasa itu. Arus Kutub bergerak ke Selatan dan Gulf Stream (Arus Teluk) bergerak ke Utara. Tetapi Gulf Stream lebih kuat dan menaklukkan Arus Kutub. Dan Arus Kutub dipaksa turun, Arus Kutub menghindari Gulf Stream dan berbelok ke kanan dan menyeberangi Atlantik ke Kepulauan Britania dan ke Skandinavia dan kemudian benua Eropa memecahnya dan ia bergerak di sepanjang pantai Perancis dan Spanyol.

 

Itulah sebabnya Negara-negara di Eropa utara bisa dihuni. Kalau bukan karena Gulf  Stream, maka kepulauan Britania dan Skandinavia dan Perancis utara akan berada pada zaman es seperti Kanada utara dan Labrador dan Greenland. Dan kalau bukan karena Arus Kutub, Gulf Stream akan langsung bergerak ke utara dan Labrador dan Kanada utara dan Greenland akan segar dan sejuk dan indah dan akan ada peradaban di sana. Tetapi Allah membelokkannya di sana supaya Eropa Utara dan Kepulauan Britania dan Skandinavia bisa dihuni. Kepulauan Bermuda menjadi semi tropis karena hangatnya Gulf Stream. Jika tidak ada pembelokan atau perubahan pada Gulf Stream, Britania dan Skandinavia akan mendekati zaman es. Sekarang, Arus Kutub yang dipaksa pergi di Nova Scotia, karena Gulf Stream lebih kuat, Arus Kutub itu sampai di Kepulauan Hindia Barat dan ada aliran dingin yang menyejukkan daratan Karibia dan membuatnya menyenangkan. Itulah yang Allah lakukan pada lautan, dalam air laut.

 

Baiklah, inilah saatnya saya pergi, tetapi kita lanjutkan saja. Kita belum tahu yang harus kita lakukan kecuali pergi ke sekolah Minggu, bukan? Saya akan segera pergi.

 

Apa yang menahan lautan itu pada tempatnya? Apa yang menahan samudera tetap pada tempatnya? Apa? Seorang ahli geografi kuno dari Persia menggambar sebuah peta dunia. Dan gambarnya seperti sebuah Perisai Perang Persia, lebih panjang. Dan di dalam petanya, ia menggambar pegunungan Kebe. Dan ketika ia ditanya tentang pegunungan Kebe itu, ia menjawab, “tidak ada yang pernah melihat pegunungan Kebe, tetapi kita tahu bahwa itu ada di sana karenakalau mereka tidak ada di sana, maka samudera akan tumpah ke bumi.” Baiklah, apa yang menahannya? Lautan-lautan ini? Ayub tahu. Ayub 38:8-11: “Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya; ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu; ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan” (Ayub 38:8). Allah melakukan hal itu. Allah melakukan itu.

 

Di Richmond, Virginia, ada patung yang luar biasa. Itu dipersembahkan kepada Matthew Fontaine Maury, yang menjadi pendiri Annapolis Naval Academy. Ia adalah tokoh besar oseanografi dan ilmu pengetahuan air. Ia melakukan  lebih banyak bagi perkapalan, bagai operasi-operasi kelautan daripada orang lain. Itu adalah patungnya yang indah di Richmond. Ia lahir di Virginia. Ia duduk di sana, ilmuwan besar ini; dan di salah satu tanganya terdapat peta oseanografi, dan di tangan lainnya terdapat Firman Allah yang Kudus, Alkitab. Di belakangnya adalah bola bumi, lautan yang sangat ia pahami, dan burung-burung dan ikan, yang melambangkan dunia yang ditaklukkan manusia. sebelum masanya, ketika orang berlayar di laut, ia melakukannya menurut pikirannya sendiri, seperti yang ia inginkan. Ia langsung berangkat dan bila ia ingin pergi ke arah itu, setiap kapten yang berlayar di laut, seperti halnya diktatnya sendiri. Tetapi, suatu hari ketika Maury sakit, putranya yang tertua membacakanya Alkitab. Dan sampai pada Mazmur delapan. Dan ayat yang kesembilan berbunyi, “burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan” (Mazmur 8:9). Dan sang ilmuwan besar itu berkata kepada putranya, “tunggu sebentar, Nak. Bacalah lagi.” Sang anak membacanya lagi, “dan apa yang melintasi arus lautan.” Dan sang ahli geografi  besar itu berkata, “kalau Allah mengatakan ada lintasan di lautan, saya tahu pasti ada dan saya akan menemukannya.” Dan memang ia melakukannya. Dan kapal-kapal di laut, sampai hari ini, mengarungi samudera melalui lintasan-lintasan laut. Kita menyebutnya jalur pelayaran laut. Maury menemukan jalur-jalur itu karena Firman Allah yang ia baca. Dan bacalah Kitab itu. Cobalah membaca Kitab itu.

 

Baiklah, marilah kita menyanyikan lagu dan siapa pun Anda di sini, berikanlah hidup Anda kepada Tuhan, atau, siapa pun Anda di sini berikanlah hidup Anda bersama kami di dalam gereja; sementara kita berdiri dan menyanyikan lgu, datanglah dan berdirilah di samping saya—pada bait pertama ini