TUJUH KEAJAIBAN YANG PALING BESAR SEPANJANG MASA

(THE SEVEN MIGHTIEST MIRACLES OF ALL TIME)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diedit oleh Dr. Eddy Purwanto

 

Khotbah ini dikhotbahkan di First Baptist Church in Dallas

24 Mei 1981

 

05-24-81

Kejadian 1:1

           

            Saya, Gembala Sidang First Baptist Church di Dallas, akan membawakan khotbah yang berjudul, “Tujuh Keajaiban yang Paling Besar Sepanjang Masa.” Keajaiban tersebut terdiri dari empat bagian.

            Pertama, ““Tujuh Keajaiban yang Paling Besar Sepanjang Masa.”

Kedua, Tujuh Keajaiban Besar di Zaman Perjanjian Lama.”

            Ketiga,  “Tujuh Keajaiban Besar di Kalvari.”

            Keempat, “Tujuh Keajaiban Besar di Zaman Akhir.”

            Dan hari ini, “Tujuh Keajaiban yang Paling Besar Sepanjang Masa.” Enam darinya dapat dilihat di hadapan kita saat ini. Mari kita meninjaunya. Tujuh keajaiban yang kita terima dengan iman melalui janji dan kepastian dari-Nya.

            Yang pertama, ketujuh keajaiban terbesar sepanjang masa. Misalnya, penciptaan kehidupan, benda, zat, waktu, ruang angkasa, alam semesta di dalam dunia ini.

            Kejadian 1:1 : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Bumi ini merupakan hasil dan pekerjaan tangan Allah yang kreatif, yaitu dunia yang kita lihat di sekitar kita.

            Nah, dari semua generasi di masa lalu, orang kafir dan atheis dan ilmuwan materialis sekuler, tanpa kecuali mereka telah mengakui bahwa dunia ini---alam semesta, benda-benda—adalah kekal. Tidak seorangpun yang menciptakannya. Bumi ini sudah ada dan akan ada untuk selama-lamanya.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini, para ahli terpelajar menjadi terbuka melihat bahwa ada waktu dan tempatnya ketika seluruh penciptaan menjadi ada. Penciptaan memiliki asal-muasal tertentu dalam waktu dan tempat. Dan penemuan-penemuan terbaru ini telah melemparkan kaum atheis dan kaum kafir dan ahli sekuler ke dalam huru-hara bukan kepalang.

            Misalnya, Dr. Steven Weinberg, seorang profesor fisika di Universitas Harvard, baru-baru ini menulis satu buku berjudul, Tiga Menit Pertama : Pandangan Modern Mengenai Asal-Usul Alam Semesta (The First Three Minutes: A Modern View of the Origin of the Alam semesta). Ahli pengetahuan terkemuka ini mendapat hadiah Nobel dalam bidang Fisika. Pada buku mengenai asal-usul alam semesta itu, dia mengakui adanya tiga hal.

            Pertama:  Bahwa alam semesta memiliki asal-muasal, suatu titik awal baik dalam waktu maupun dalam ruang.

            Kedua: Dia mengakui bahwa volume alam semesta diatur oleh prinsip kosmologi, artinya ada hukum tertentu dan dapat diamati di seantero alam semesta yang bersifat seragam dan universal.

            Alam semesta itu, katanya, bersifat isotropik dan homogen. Dengan mengatakan alam semesta itu isotropik, artinya alam semesta nampaknya sama di seluruh arahnya. Sedangkan, alam semesta itu homogen, berarti bagi semua pengamat alam semesta kelihatannya sama. Alam semesta itu sama sepanjang seluruh bahan yang diciptakannya. Prinsip kosmologinya merupakan landasan bagi seluruh penelitian ilmiah.

            Pada waktu kita mengirim orang ke bulan, dia berbuat begitu karena kita percaya di bulan hukum yang sama berlaku dan mendapatkan hukum itu sebagaimana berlaku di sini di atas bumi kita.  Dan ketika Neil Armstrong berbicara melalui mikroponnya di bulan, kita dapat mendengar kata-katanya dan melihat bibirnya bergerak.

            Hukum tersebut di seluruh alam semesta itu seragam dan universal. Di manapun ada bahan dan zat, hukum-hukum itu akan sama.

            Pengakuan besar ketiga dari Dr. Weinberg dalam buku yang sangat bagus itu adalah ini: Alam semesta merupakan satu-kesatuan. Alam semesta itu lebih dari pencampuran atom dan molekul yang sangat besar sambil berputar secara liar dan secara acak bertumbukan satu dengan lainnya. Alam semesta itu memiliki kohesi dan, karena itu, alam semesta memiliki makna (arti) dan tujuan.

            Ini merupakan ilmu pengetahuan terbaru.  Dan hal itu merupakan omelan tidak kepalang terhadap kaum kafir dan atheis dan materialis sekuler yang mengatakan zat sudah ada di sini dari kekal sampai kekal.

            Allah menciptakan alam semesta.  Allah membuatnya.  Allah membentuk modelnya.  Dan kita lihat dalam karya rancangan dan tangan dan kecerdasanNya, tangan  Allah Mahakuasa.  Itulah keajaiban kuat pertama, sangat besar sepanjang waktu (zaman).

Keajaiban sangat kuat kedua sepanjang waktu adalah penciptaan kehidupan. Dalam bab yang sama Kejadian Pasal 1, ayat 11, Allah mengatakan: “Hendaklah tanah menumbuhkan rumput, tumbuh-tumbuhan, pohon-pohon, buah-buahan, menurut jenisnya.”  Penciptaan sayur-sayuran.

            Pada ayat  20, Allah mengatakan:  “Hendaklah dalam air berkeriapan mahluk yang hidup menurut jenisnya.” Penciptaan ikan di laut.  “Kemudian setiap jenis burung bersayap.”  Penciptaan burung.

            Kemudian ayat 24, Allah mengatakan:  “Hendaklah bumi menghasilkan mahluk hidup menurut jenisnya, ternak, binatang liar di atas bumi.  Dan Allah menciptakan binatang liar di atas bumi menurut jenisnya. Ternak menurut jenisnya, segala-galanya menurut jenisnya.”

            Kemudian ayat 26.  “Dan Allah mengatakan, ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut citra dan rupa Kita.’ Demikianlah Allah menciptakan manusia menurut CitraNya sendiri. Dalam keserupaan Allah Dia menciptakan pria dan wanita.”

Allah menjadikannya.  Allah menciptakan kehidupan.  Bertentangan dengan apa yang kaum evolusionis atheis dan ahli material akui. Kehidupan tidak tercipta dengan sendirinya. Kehidupan bukan produk dari satu perkumpulan atom dan molekul yang timbul sporadik yang begitu saja menyatu dan membentuk alam semesta, yang begitu saja menyatu dan membentuk dunia, dan yang begitu saja menyatu dan membentuk kehidupan.  Kehidupan merupakan suatu ciptaan Allah.

            Sekarang, coba kita lihat atas kekaguman dan keajaiban hal itu. Ada ribuan kondisi yang memungkinkan mahluk hidup terjadi di bumi ini. Bukan satu saja, tetapi ribuan faktor. Dan semua faktor tersebut harus terjadi dalam bentuk rangkaian dan dalam urutan untuk kehidupan agar ada. 

Hanya untuk sebuah contoh singkat. Bumi  mengelilingi poros. Dia berputar di atas sumbu dengan kecepatan ribuan mil per jam.  Andaikata bumi itu berotasi seratus mil per jam. Hari-hari dan malam anda akan 10 kali lebih lama. Dan, jika satu hari 10 kali lebih lama, kita akan begitu kepanasan. Sekarang kita sudah merasa kepanasan padahal baru 12 jam saja. Jika hari 10 kali lebih lama, kita akan terpanggang. Dan, jika malam hari 10 kali lebih lama, kita akan membeku mati. Bumi harus berputar hanya agar kehidupan itu ada.

Coba kita ambil faktor lain. Jika bulan hanya sedikit lebih dekat, katakan 50 ribu mil jauhnya, ombak-ombak besar akan melanda kontinen-kontinen kita dan menggenangi sebagian besar daratan bumi dua kali setiap hari. Ribuan faktor tadi harus tepat agar kehidupan itu ada. Ciptaan Allah. 

Sekarang coba lihat bagaimana tidak mungkinnya seluruh faktor itu jika kejadian kebetulan itu bersama. Jika dalam kanting saya ada sepuluh sen dollar, dan saya beri nomor urut dari satu hingga sepuluh, dan saya memasukannya dalam kantong saya. Kemudian, saya masukan tangan saya ke dalam kantong saya trersebut dan menarik keluar sen dolar pertama, hanya ada satu dalam sepuluh kesempatan saya bisa menarik keluar nomor satu. Saya lalu memasukannya kembali ke kantong saya dan mengocoknya. Dan kemudian saya menarik keluar dua sen lebih lagi. Dan ada satu saja di antara 100 kesempatan kalau saya menarik keluar urutan nomor satu dan nomor dua. Saya memasukan kedua nomor ke dalam kantong saya dan mengocoknya. Dan kemudian saya menarik mereka ke luar lagi. Hanya ada satu di antara seribuan kesempatan kalau saya bisa menarik ke luar urutan nomor satu, dua, tiga. Kemudian, saya memasukan kembali ketiga nomor tadi ke dalam kantong saya. Dan hanya ada satu di antara sepuluh miliar kesempatan kalau saya bisa menarik keluar urutan nomor satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Hanya sepuluh.

            Tetapi kita berbicara mengenai ribuan faktor. Dan untuk seluruh faktor untuk bersekongkol untuk menciptakan kehidupan tidak terbayangkan jika terjadi secara sporadik dan untung-untungan.

            Allah menciptakan kehidupan.  Dan itulah keajaiban besar kedua sepanjang waktu.

Keajaiban besar ketiga sepanjang waktu adalah penyusunan Kitab Suci. Surat Petrus  2, pasal satu, ayat 20 dan ayat 21:  “Mengenali hal ini pertama bahwa nubuat kitab suci bukan merupakan interpretasi pribadi apapun. Karena nubuat tidak datang pada jaman dahulu kala oleh kemauan manusia, tetapi manusia suci Allah berbicara karena mereka digerakan oleh Roh Kudus.”

Kita tidak mendapatkan kedalaman makna dari rasul ini. Karena itu mari kita melihat lagi kata per kata setiap waktu.  ‘Pribadi,’ ‘pribadi,’ idios.  Kata itu mengacu ke orang itu sendiri. Pribadi mengacu ke sesuatu yang pribadi, individual dan privat. Sesuatu mengenai manusia itu sendiri. Baiklah. 

            Kata ‘interpretasi’: epilusis, 'suatu pelepasan ikatan;' demikian satu pengungkapan, suatu pembebasan. Kata itu ‘adalah’: gennētos, ‘menjadi ada.’  Dan kata kerja ‘digerakan oleh Roh Kudus’: pherō, 'lahir bersama.'

            Sekarang saya akan menyatukan kata-kata itu bersama-sama. Terjemahan literal atas apa yang rasul Petrus tuliskan dalam ayat itu adalah:  “Tidak pernah ada nubuat, tidak pernah ada kitab suci karena siaran, atau pengungkapan privat, pribadi sendiri seseorang.  Karena”—kemudian dia memberikan alasan pengakuannya - “nubuat tidak datang pada jaman dahulu kala oleh kemauan manusia, tetapi manusia suci Allah berbicara karena mereka digerakan oleh Roh Kudus.”

Dia mengakui bahwa Kitab tidak akan ada karena pemikiran manusia atau rasionalisasinya atau spekulasinya atau observasinya atau pemikiran atau persuasi atau pertimbangan-pertimbangan pribadinya sendiri. Kitab Suci itu ada, dia katakan, karena Roh Kudus Allah membaw serta manusia dan mereka menuliskan nubuat-nubuat yang  kadang-kadang berbicara mengenai peristiwa-peristiwa yang ada ratusan tahun akan dating. Mereka melakukan itu karena digerakan oleh Roh Kudus Allah.

            Ada tiga kata yang mencirikan Kitab Suci Roh Kudus yang saya katakana adalah keajaiban maha dahsyat ketiga sepanjang zaman. Yang pertama adalah apokalupsis.  Yaitu pembukaan selubung,  wahyu. Hal itu mengacu ke isi dari Kitab Suci – apa yang Allah telah lakukan dalam pengungkapan diriNya sendiri dan apa yang Allah telah tuliskan mengenai seluruh zaman yang masih akan datang. Isi darikitab injil adalah apokalupsis, wahyu Allah.

            Penurunan kitab injil adalah theopneustos, diberi roh Allah. Roh itu adalah Roh Allah yang menuntun para nabi dan rasul untuk menuliskannya, dan melakukan hal itu tanpa salah, tidak dapat salah, secara benar sehingga kita dapat mengetahui pikiran sebenarnya dariAllah.

Dan yang ketiga adalah tērēsis. Yaitu pelestarian kata Allah. Yaitu kata yang dewasa ini menjadi milik kita. Kata itu tidak hangus. Tidak hancur. Tetapi kata itu terpencar di atas muka bumi.

            Hal-hal ini adalah keajaiban, bahkan keajaiban-keajaiban terdahsyat sepanjang waktu. Coba lihat ini. Voltaire— seorang filsuf atheis, kafir—Voltaire mengatakan, "Ratusan tahun dari sekarang”—ketidak dia berbicara—“Kitab Suci akan menjadi sepotong literatur antik, suatu keingintahuan di museum." Ratusan tahun kemudian, di mana Voltaire mengatakan bahwa, masyarakat Kitab Suci menempatkan mesin cetak untuk distribusi Kitab Suci di atas muka bumi.

            Dan ratusan tahun kemudian, sejak waktu Voltaire mengatakan bahwa, pemerintah Inggris membayar Tsar Rusia 500 ribu  dollar untuk Codex Sinaiticus.

            Anda dapat pergi melihatnya di museum Inggris sekarang.  Codex Aleph.  Dan ratusan tahun yang sama kemudian, pada waktu pemerintah Inggris membayar 500 ribu dollar untuk satu salinan dari Kitab Suci tersebut, edisi pertama dari Voltaire terjual dengan harga 17 sen di jalan-jalan kota Paris. Ini tentu suatu keajaiban Allah. Keajaiban dari penciptaan Kitab suci, surgawi yang saya pegang di tangan saya.

            Kejaiban maha dahsyat keempat terbesar dan mengherankan sepanjang waktu adalah penciptaan tubuh Kristus – masuknya Allah ke dalam dagi manusia dan sejarah manusia. 

            Dalam bab kesepuluh dari buku orang Roma  [Ibrani], dimulai pada ayat 4.  “Tidak mungkin” — “Tidak mungkin darah sapi jantang dan kambing bisa menghapus dosa-dosa. Karena itu, ketika Dia dating ke dunia Dia mengatakan, ‘Korban dan persembanhan tidak akan, tetapi satu tubuh telah Engkau persiapan untukKu. Dalam persembangan dan korban-korban yang terbakar untuk dosa Engkau tidak berkenan.’”

            “’Kemudian mengatakan Aku.’” Ini sebelum peletakan dasar bumi pada waktu Orang kedua Allah, Anak kemuliaan, bersedia melakukan penebusan. “’Kemudian mengatakan Aku, “Allah, Alu dating —menurut peran buku yang ditulis tentang Aku – untuk melakukan kehendakMu, O Allah.”’”

Dalam suatu pengorban untuk dosa, satu roh—dan Allah adalah roh – satu roh tidak dapat melakukan pengorbanan. Satu roh tidak memiliki daging dan tulang dan darah.  Dan adalah darah yang membuat penobatan untuk jiwa. Sehingga satu badan harus dipersiapkan untuk Anak Allah, ketika Dia menjadi manusia dan menawarkan Dirinya sebagai korban atas dosa-dosa kita. Dan penciptaan atas tubuh Kristus untuk penebusan atas dosa-dosa kita bagi saya adalah keajaiban terbesar keempat sepanjang waktu.

            Roh Kudus Allah membentuk tubuh tersebut dalam kandungan seorang perawan, gadis Yahu yang disebut Maria. Dan Dia lahir dalam cinta tujuan penebusan Allah bagi kita. KehidupanNya menganggumkan tidak dapat diuraikan. Tetapi dengan kematianNya kita diselamatkan, bukan oleh kehidupanNya yang sempurna, dan bukan oleh kata-kataNya yang indah. Tetapi oleh bilur-bilurNya, oleh penderitaanNya, kita disembuhkan.

            Dan sekarang boleh saya tunjukan kepada saudara mukjizat itu dan kjeajaiban dari hal itu. Setiap orang yang pernah hidup di atas bumi ini, yang telah memenangkan keterkenalan atau kemuliaan atau keagungan apapun telah melakukannya dengan hidupnya. Itulah hal-hal yang telah dia lakukan dalam hidup.

            Itulah truisme, kebenaran mutlak. Tetapi dalam Kristus—Tetapi dalam Kristus—kemuliaan Yesus adalah dalam kematianNya. Dalam ajaran-ajaran sinoptiknya, sepertiga dari setiapnya diabdikan hingga beberapa hari terakhir hidupNya, penderitaanNya.  Dan dalam Injil Yohanes, Injil Keempat, setengah dari injil Yohanes diabdikan pada kematian Tuhan kita..

            Yohanes mengatakan, “Ada lebih banyak “— “Ada begitu banyak hal yang Yesus lakukan sehingga jika semuanya dituliskan, dunia sendiri tidak dapat menampung karya-karya itu – buku-buku tersebut perlu dituliskan.”

            Dan di luar semua hal yang menganggumkan yang Yesus katakan dan lakukan, Yohanes mewariskannya guna mengabdikan setengah dari ajarannya pada kematian Tuhan kita. Itu keajaiban! Allah merupakan tubuh Yesus agar Dia melakukan pengorbanan, penobatan, penebusan atas dosa-dosa kita. Dan kemuliaan dari pesan penebusan dari Kristus merupakan kegemparan dan penyelamatan dunia.

            Jean Paul Richter menulis,  “Dia”—ini seorang penulis besar Jerman, raksasa kesusasteraan, Richter—hidup pada abad 18, lahir tahun 1763:  “Dia, yang terkudus di antara yang hebat dan yang terhebat di anttara yang kudus, telah mengangkat dengan tangan-tanganNya yang tertembus kerajaan-kerajaan dari tempat bergantungnya, telah mengalihkan aliran abad-abad dari salurannya dan tetap memerintah sepanjang zaman.” 

            Tidak ada seorangpun dapat diperbandingkan dengan Yesus, Tuhan kita.  Mark Hopkins, lahir tahun 1802, pendidik terbesar yang pernah Amerika hasilkan. Saya sekali waktu mendengar seseorang mengatakan idenya mengenai satu universitas merupakan satu buku catatan dengan seorang mahasiswa pada satu ujungnya dan Mark Hopkins pada ujung lainnya. 

            Mark Hopkins menulis, “Kristus ditempatkan paling tengah dalam sejarah dunia dan pada posisi demikian Dia menjulang seperti deretan pegunungan ke surga. Makin jauh lerengnya merentang ke belakang ke arah penciptaan, makin tinggi lerengnya ke arah  penyempuyrnaan atas segala hal. Zaman-zaman sebelumnya melihat kepadaNya dengan tatapan profetis; zaman-zaman sejak melihat Dia dengan iman kesejahraan. Oleh keduanya Dia dilihat umumnya sebagai kecemerlangan dari kemuliaan Bapa dan hadiah Allah tidak terkatakan kepada ras manusia”

            Dan saya tidak tahan tetapi tertarik derngan satu puisi yang dituliskan Robert Browning.  Puisi itu berjudul, “Kematian di Gurun.” Puisi itu fiktif—suatu yang keluar dari hatinya—kisah mengenai kematian Yohanes, murid yang dikasihi, disantoi, pastor dari Gereja Efesus. Suatu puisi yang berbicara mengenai kematiannya dan apa yang dia katakan.

            Tetapi puisi itu ditulis untuk memerangi rasionalisme dan anti-supernaturalisme radikal dari teolog Jerman, David Friedrich Strauss, seorang bapa dari rassionalisme Jerman yang telah menghancurkan iman Kristen. Puisi ini ditulis sebagai pertentangan atas dan peperangan terhadap kesaksian rasionalistik, anti-naturalistik David Friedrich Strauss.

            Sekarang hanya ada empat ayat kecil ini:  “Saya kataka,” tulis Robert Browning,

 

... pengakuan akan Allah dalam Kristus

Yang diterima akal, memecahkan bagimu 

Seluruh masalah di bumi dan di luar bumi,

Dan sejauh ini diajukan padamu untuk membuatmu bijak.”

 

            Jika kamu mencari jawaban-jawaban di atas bumi, dalam kehidupan ini dan dalam kehidupan akan dating, kita mendapatkannya dalam Yesus Kristus—keajaiban dari seluruh keajiban sepanjang masa.

            Nomor enam [lima]—keajaiban-keajaiban terdahsyat sepanjang waktu – pembentukan gereja.

            Pada pasal kedua Kisah Para Rasul:  “Ketika hari Pentekosta tiba, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Dan tiba-tiba tanpa wanti-wanti turunlah dari langit suatu bunyi seperti angina keras memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk. Dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus.”

            Ayat 41, dan setelah kesaksian menganggumkan dari Simon Petrus. “Kemudian mereka yang menerima perkataannya itu memberi diri mereka dibaptis”—seperti yang saudara lihat sesaat lalu—“dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”

            Dan ayat terakhir Pasal itu: “Sambilk memuji Allah.  Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Keajaiban dari gereja – keajaiban terbesar kelima sepanjang waktu. Ini adalah orang-orang Yahudi. Setiap orang ini adalah orang Yahudi. Mereka adalah para imam. Mereka orang Farisi. Mereka termasuk rumahtangga dari orang yang dipilih Allah, keluarga Abraham.  Dan gereja mulai dengan mereka mereka yang beriman dan orang Yahudi yang mulia, semua mereka orang Yahudi, di Yerusalem—kota suci, ibu kota Israel.

Dan bahwa gereja ketika mulai berjalan merupakan satu tubuh keajaiban. Para murid sendiri adalah keajaiban. Hanya beberapa hari sebelum Simon Petrus gemetar ketakutan di hadapan seorang pelayan kecil yang menunjukan jarinya kepadanya dan mengatakan, “Kau, engkau salah satu dari para muridNya.  Dan Simon Petrus mengutuk dan bersumpah dan mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Dia. Aku tidak mengenalNya. Tidak pernah mengenalNya.”

Sekarang Simon Petrus yang sama berdiri di sana seperti seekor singa, seperti seekor singa dari suku Judah.  Dia berdiri seperti satu batu karang tak terkalahkan, tidak dapat direbut. Dan itulah namanya, Petros, sebuah batu. Dan tanpa rasa takut dia memproklamirkan Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. Dan seluruh rombongan yang ditebus Allah sama seperti dia. Di seluruh kekaisaran Romawi, mereka berdiri di sana seperti satu benteng para martir yang memberikan kebenaran mengenai Allah dalam Kristus Yesus.

            Dapatkah saudara bayangkan bahwa—menghadapi seluruh kekuasaan kekaisaran terbesar yang pernah diketahui dunia dan menolak untuk menundukan kepala, dan menantang ajaran-ajaran dan prinsip-prinsip fundamental bersarnya ? Biar saya ceritakan kepada saudara. Kekaisaran Romawai adalah seluruh kekaisaran dalam sejarah yang toleran, dan simpatetik, panteistik.

Agrippa, sahabat dari Julius Caesar, membangun salah satu dari kuil besar dunia. Kuil kuno yang paling baik dijaga kelestariannya. Saudara bisa melihatnya di Roma. Saya berdiri di sana dan sama seperti saudara dan melihat padanya. Pantheon.  Roma toleran.  Dan menjadi patron bagi seluruh agama di kekaisaran tersebut.

Pada waktu Mesir direbut, mereka mengambil ilah-ilah Mesir, Isis dan Osiris dan membawanya ke sana ke Pantheon dan menyembah mereka. Ketika mereka merebut Yunani, mereka mebawa Patung Jupiter dan Juneau dan Zeus dan seluruh sisa Ilah mereka dan menempatkannay di Pantheon dan menyembah mereka. Ketika mereka merebut Efesus, mereka membawa Patung Artemis, Diana, menempatkannya di Pantheon dan menyembahnya. Itulah Roma.

            Mengapa Roma mengeksekusi para penganut Kristen ? Karena satu alasan sangat sederhana: yang Caesars lihat mereka membutuhkan satu agama untuk membuat kohesif seluruh antero anggota banyak propinsi dari masyarakat besar pemerintah Romawi. Sehingga mereka mendapatkan penyembahan kaisar. Salah satu denominator umum dari kekaisaran Romawi adalah penyembahan kaisar – menyembah kepada kaisar.

            Dan penyembahan itu bersisi dua. Pertama cara untuk menyembah apa yang mereka sebut ‘Allah’—Augustus Caesar, Allah Caesar.  Dan tentu masalah mengikat kekaisaran bersama dan untuk menyembah kaisar juga satu masalah patriotisme.

            Pada waktu orang Kristen ditanya untuk mengambil Yesus dan menempatkannya di Pantheon bersama dengan dewa Jupiter, Zeus, Artemis, dan Osiris dan semua dewa selebihnya lainnya, orang Kristen mengatakan, “Tidak.”

            Baik, mengapa tidak? Apa yang dilakukan orang Kristen adalah mengambil sejumput kemenyan dan meletakannya di atas api yang membakarnya di depan patung, berhala, gambaran dari kaisar. Dan hanya itu saja.

            Apa yang harus dia lakukan adalah mengatakan, “Kaisar kurios,” Caesar adalah tuanku,” dan bukan “Kurios Iesous,” Jesus adalah Tuhan.

            Dan apa yang dilakukan orang Kristen? Apa yang dilakukan gereja? Gereja menghadapi seluruh kekuasaan kekaisaran Romawi dan menolak untuk menundukan kepala. Polikarpus, pastor dari gereja di Smyrna, murid dari rasul santo Yohanes, mengatakan, “Delapan puluh enam tahun saya telah mengabdi kepadaNya dan Dia tidak pernah berbuat salah kepadaku.  Dan akankah saya menyangkal Tugan yang memelihara dan mencintai saya?”

            Apa yang harus Polikarpus lakukan adalah mengatakan, “Kurios Kaisar.” Itu saja.  Tetapi ketika dia ditekan, dia selalu menjawab, “Kurios Iesous,” Yesus adalah Tuhan.  Dan mereka menjadikan dia makanan singa atau mereka membakarnya sebagai taruhan. Dan ketika kamu pergi ke Koloseum, itulah sebagian dari alasannya mengapa dibangun – bagi orang dan deretan demi deretan bertingkat yang dijadikan tempat duduk untuk menonton orang-orang Kristen karena mereka membayar imannya dengan darah dan hidup mereka. Tetapi mereka memenangkan hari itu. Mereka mengubah jalannya sejarah manusia dan mereka menjungkalkan Caesar. Dan mereka membuat Yesus Tuhan.  Inilah keajaiban sepanjang waktu. Kekuasan dan kesaksian dari gereja orang Kristen.

            Keajaiban terbesar keenam sepanjang masa adalah penciptaan kembali jiwa manusia dewasa ini, regenerasi atas kehidupan. Korintus  2, pasal 5, ayat 17:  “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

            Seorang yang sudah masuk agama lain secara mengagumkan dan ditegur dan ditertawakan oelh yang yang mengatakan—siapa yang mendengarkan dia mengatakan di telah diselamatkan, dia telah lahir kembali—Dia menjawab, “Aku adalah ciptaan baru kalau tidak seluruh dunia diubah. Karena bagiku segala sesuatu telah berubah.” Itulah Allah.  Dan itulah Allah dalam jiwa manusia dewasa ini, mengubah kehidupan.

            Salah satu dari yang paling menonjol dari semua pengalaman peregenerasian yang dapat kit abaca adalah pindah agamanya Saulus dari Tarsus di jalan ke Damaskus.  Dan dia yang pernah menganiaya orang-orang beriman sekarang menyatakan dan berkotbah mengenai injil yang pernah dia hukumi. Dan Allah telah melakukan hal itu sejak saat itu. Dari hari itu hingga orang ini secara ajaib dan mulia diubah.

            Salah seorang saudara menuliskan sebuah buku berjudul Orang-Orang Yang Lahir Dua-kali (Twice-Born Men). Dia telah mengambil orang-orang yang keras, anti-Allah dan anti-Kristus dan anti-gereja. Dia telah mengambil orang-orang dan mengikuti hidup mereka ketika mereka telah menjadi orang-orang Kristen dan sekarang saksi-saksi mulia dari Penyelemat yang terberkati. Orang-orang Yang Lahir Dua Kali. 

            Dan Dia juga melakukan hal itu dewasa ini. Dia telah melakukannya dalam hidup saudara. Dia melakukannya dalam hidup saya. Dia melakukannya di mana-manapun di seluruh dunia dan setiap lidah dan bahasa di bawah matahari – kuasa peregenerasian Roh Kudus Allah.

            Jika saudara pernah masuk ke Katedral Santo Paulus, salah satu dari katedral besar dunia—jika saudara pernah masuk ke katedral Santo Paulus di London, dan setelah saudara melihat ke kemuliaan Allah yang massif, ajaib—bata dan batu dan jendela dan arsitektur—Dia dikuburkan di dalam katedral yang dia bangun. Dan di atas makamnya di sana di dalam katedral ada kata-kata ini:  Lector, si monumentum requiris, circumspice.

            “Pembaca, jika saudara mencari satu monumen, lihatlah ke sekeliling saudara.”  Hal yang sama benar terjadi dengan kita dewasa ini.

            Saudara-saudara, jika saudara ingin melihat kuasa Roh Kudus Allah yang mengubah kehidupan, lihatlah sekeliling saudara. Tepat di sisi saudara mungkin duduk seseorang yang jahat sekali tabiatnya dan aklaknya rusak dan sekarang dia adalah seorang anak Raja. Tepat  di sisi saudara mungkin duduk seorang wanita yang jauh dari Allah karena tenggelam dalam dosanya, dan sekarang dia menjadi seorang santa yang menyembah di kaki Yesus Allah yang terberkati. Semuanya di sekeliling saudara—di lantai atas, lantai bawah, dalam koor, di mimbar, di mana-manapun juga.

            Monumen-monumen atas berkat Allah.  Circumspice, lihatlah ke sekeliling saudara. Kuasa Allah untuk menyelamatkan dan untuk mengubah saudara dewasa ini!

            Tidak ada orang yang di luar jangkauan tangan Allah, namun betapapun buruk tabiatnya dan jahatnya dia.  Keajaiban keenam dari keajaiban-keajaiban dari seluruh zaman dan sepanjang masa.

            Yang terakhir saya katakana kita terima menurut iman. Semua keenam lainnya dapat kita lihat, sedangkan yang ketujuh hanya dengan iman.

            Wahyu, pasal 10: “Aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari surga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya. Mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagai tiang-tiang api. Dia menginjakan kaki kanannya di atas laut, dan kaki kirinya di atas bumi. Dan dia mengangkat tangannya ke surga dan bersumpah olerhNya yang hidup selamanya dan sejak saat itu tidak lagi.

            “Tidaka akan ada penundaan lebih besar —tidak ada penundaan lebih lama, tetapi pada hari-hari itu suara dari tujuh malaikat, ketika dia mulai menyuarakan misteri Allah harus diselesaikan karena Dia telah menyatakan kepada hamba-hambaNya para nabi.”

Kata ‘menyatakan’ adalah euaggelizō. Karena Allah telah mengumumkan sejak berabad-abad dan sepanjang zaman, melalui para nabi dan melalui para rasul, sejumlah hari mulia di sana ada campur tangan Allah dalam sejarah manusia ketika Allah turun ke atas bumi yang begitu buruk tabiat dan penuh kegelapan dan kutukan dosa. Tidak selamanya dosa dan kematian dan kuburan dan kesalahan dan perang memerintah di atas bumi ini.

            Suatu hari nanti Allah akan secara pribadi, kelihatan, dan turun tangan. Pada hari-hari bersuaranya ketujuh malaikat, misteri Allah akan diselesaikan. Saya tidak paham sepuluh ribu hal dalam dunia yang salah sekarang, tetapi suatu hari Allah akan turun tangan.

 

Tuhan, Dia datang

Di atas awan sambil turun,

Sekali untuk para pendosa yang beruntung dan yang binasa,

Ribuan, ribuan orang kudus hadir,

Menandai  kemenangan umat-Nya.

Halleluya!  Halleluya!

Allah turun

Ke atas bumi untuk memerintah.

 

            Keajaiban ketujuh dan yang paling dahsyat akhir dan kekaguman akan Allah Yang Mahakuasa!

Sekarang kita bisa berdiri bersama.