TANDA PENEGASAN DARI SORGA

(CONFIRMING SIGN FROM HEAVEN)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Kejadian 1:14 & Yohanes 20:30

03-02-80

 

            Anda adalah satu dengan kami di dalam kasih, dan hati, dan doa di dalam kebaktian pujian ini. Saya, gembala the First Baptis Church di Dallas akan menyampaikan khotbah yang berjudul : Tanda Penegasan dari Sorga.

 

            Allah menaruh tanda-tanda-Nya di langit. Tanda-tanda itu memang sudah di sana dalam bentuk piala melengkung di atas kita. Alkitab dimulai dengan kata-kata seperti  Kejadian 1:14 : Allah berfirman : “Jadilah benda-bendar penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan demikianlah terjadi.

 

 

            Sebuah ayat yang dahsyat untuk ditulis, Allah menaruh matahari dan bulann di langit.  Bahwa awalnya benda-benda tersebut mungkin sebagai tanda dan mo’adim. Dan kemudian menjadi benda-benda penerang untuk menerangi bumi----matahari untuk menguasai siang dan bulan untuk menguasai malam.

 

            Apa maksudnya dengan kata, “Dan biarlah benda-benda itu menjadi tanda” ? Dan di dalam Kitab King Jame Version, “Dan menunjukkan masa-masa.” Masa-masa apa ? Ini sama sekali makna yang berbeda dari kata yang kita mengerti. Bagi kita suatu masa itu bisa berarti musim semi atau musim panas atau musim gugur atau musim dingin.

 

            Namun tidak satupun dari arti di atas yang memiliki makna itu. Mo’ed adalah suatu kata yang digunakan di dalam Perjanjian Lama ratusan kali. Bentuk jamak dari kata tersebut adalah, mo’adim. Mo’ed berarti berkumpulnya umat Allah. Artinya suatu pertemuan kudus di dalam nama Tuhan.

 

            Alkitab diawali dengan : Allah menaruh dua benda besar itu di cakrawala di atas kita agar kiata dapat mengetahui waktu kapan kita mengadakan pertemuan-pertemuan kudus----Hari-hari perayaan kudus dimana kita memuliakan nama Juruselamat kita yang agung. Seperti yang dicatat di dalam Mazmur 104, ayat 19, “Engkau telah membuat bulan----dan itu sama dengan kata----mo’adim.

 

            Dia menaruh bulan di langit, awalnya agar kita dapat mengetahui waktu yang ditentukan untuk mengatur pertemuan waktu-waktu hari raya. Dan kemudian menjadi penerang bagi bumi ini.

 

Anda lihat, Allah menaruh benda-benda penerang itu di langit agar kita dapat mengatur pertemuan kudus di dalam nama Tuhan. Paskah, hari Perlewatan mereka. Hari Paskah jatuh pada Minggu pertama setelah bulan penuh pertama, setelah musim semi, saat itu siang hari dan malam hari, waktunya sama panjang. Kemudian tujuh hari dikali tujuh, empat puluh sembilan hari, dan pada hari yang ke lima-puluh adalah hari Pentakosta, yang ditentukan menurut mo’adim, musimnya bulan. Rosh Hashanah, adalah tahun baru menurut kalendar Yahudi, yaitu pada saat bulan penuh pertama, Yom Kippur, hari Penebusan. Dan lima hari kmeudian adalah Hari Raya Pondok Daun. Dan Hanukkah jatuh pada hari setelah berakhirnya musim dingin, Hari Raya Pencerahan. Dan hari pertama setelah Hari Raya Pencerahan, hari pertama setelah berakhirnya musim dingin, hari pertama dimana sinar matahari mulai memanjang adalah hari Natal kita.

 

            Allah menaruh tanda-tanda tersebut di awan untuk mo’adim, untuk saat pertemuan kudus di dalam nama Tuhan. Tanda-tanda Tuhan ada di langit. Di dalam bab sembilan Kita Kejadian, Allah berfirman, “Busur-Ku Ku-taruh di awan, sebagai tanda perjanjian-Ku bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi.” Busur, pelangi di langit, merupakan tanda dari perjanjian Allah yang kudus. Kemudian di halaman berikutnya. Di bab lima-belas Kitab Kejadian, Abraham berdiri di hadapan Tuhan dan katanya, “Tuhan, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai seorang anak sebagi ahli warisku ? Usiaku sudah tua. Dan aku tidak mempunyai seorang anak. Dan yang akan menjadi ahli warisku ialah Eliezer, orang Damsyik itu?

 

            Dan Tuhan membawa Abraham ke luar, di bawah langit malam yang sangat luas dan berfirman kepada hamba-Nya, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

 

            Kemudian selanjutnya dengan firman di Kitab Roma, “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Itu bukan lagi bintang. Tetapi kini sudah menjadi kesepakatan dan janji. Bintang-bintang itu menjadi bukti dan tanda dari kesetiaan Tuhan yang kekal. Jadi, saat kita membaca pada Matius 2, “Kemudian datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan berkata, “Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Dan di Lukas 2 para malaikat berkata, “Dan inilah tandanya bagimu : Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain lampin dan terbaring di dalam palungan.”

 

            Tanda-tanda Allah yang ada di langit di atas kita, merupakan janji dari kesetiaan Allah yang kekal. Allah menyatakan janji-janji-Nya melalui tanda-tanda, tanda-tanda yang kelihatan. Ketika Tuhan berkata kepada Gideon, “Pergilah dan selamatkankanlah umat-Ku dari cengkeraman orang-orang Midian dan Aku akan menyertaimu.”

 

            Gideon berkata, “Tuhan, berikanlah aku suatu tanda bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku ? Dan Engkau memegang janji-Mu bahwa Engkau akan menyertai aku? Biarlah aku meletakkan bulu domba. Dan di waktu malam, biarlah hanya di atasnya saja ada embun, tetapi seluruh tanah di situ kering.” Dan demikianlah terjadi.

            Dan ketika Gideon kembali berkata kepada Tuhan, “Janglah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku. Tetapi biarlah aku sekali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu : sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.” Dan terjadilah demikian.

 

            Dan ketika Allah kembali berkata kepada Gideon, “Aku akan memberikan tanda lain kepadamu. Bawalah bujangmu pada waktu malam dan turunlah ke lembah Gilboa, maka dengarkanlah apa yang mereka katakan oleh orang-orang Midian di Lembah Yizreel.”

 

            Lalau turunlah Gideon dan mendengarkan. Dan salah satu dari orang-orang Midian itu berkata kepada temannya, “Aku bermimpi. Tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai di kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar bangkirkannya, demikianlah kemah ini habis runtuh.”

 

            Lalu temannya menjawab, “Ini tidak lain dari pedang Gideon bin Yoas, orang Israel  itu; Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahan ini ke dalam tangannya.”

 

            Allah menyatakan janji-janji-Nya bagi kita melalui tanda-tanda : Allah mengirim Yesaya kepada Hizkia dan berkata kepadanya, “Tuhan telah melihat air matamu, dan telah mendengar doamu. Dan engkau tidak akan mati. Tuhan akan memperpanjang umurmu lima belas tahun lagi.”

 

            Dan Hizkia yang berbaring sekarat di tempat tidurnya berkata kepada nabi Yesaya, “Apakah tanda yang akan Tuhan berikan kepadaku bahwa aku akan hidup lima belas tahun lagi ?”

 

            Dan jawab Yesaya, “Lihat petunjuk matahari yang ada di kamar raja ? Tanyalah. Apakah engkau ingin petunjuk matahari itu maju sepuluh tapak atau mundur sepuluh tapak ?”

 

            Dan Hizkia menjawab, “Biarlah bayang-bayang itu mundur sepuluh tapak.” Dan terjadilan demikian----Tanda Tuhan akan janji-Nya kepada Hizkia.

 

            Ketika Pekah bin Ramalya dan Rezin, raja Aram bersekongkol untuk menyerang raja Ahas dari Yehuda, dari pada kembali kepada Tuhan, Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, untuk datang dan menyelamatkannya. Suatu hal yang mengagumkan, karena hal itu mendatangkan kehancuran bagi Israel. Dan Yesaya berdiri di hadapan Raja Ahas dan berkata, “Datanglan kepada Tuhan. Tuhan akan menjadi tempat perlindunganmu dan pertahananmu dan kemenanganmu. Percayalah kepada Tuhan.”

 

            Dan Yesaya menjawab, “Mintalah suatu pertanda. Karena Tuhan setia kepada janji-Nya. Mintalah suatu pertanda. Biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas. Mintalah suatu pertanda dari Tuhan.”

 

            Ahaz yang lemah, terombang-ambing, dan bermuka dua menjawab, “Aku tidak mau mencobai Tuhan. Aku tidak mau meminta.” Alasannya adalah : dia sudah bersekongkol dengan Tiglat-Pileser.

 

Kumudian sampailah kita kepada Yesaya 7:14, dengan meninggikan suaranya nabi itu berkata :

Text Box: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel, Allah menyertai kita. Dan sebelum anak itu cukup usia untuk disapih, kedua raja yang engkau takuti itu, Pekah dan Rezin akan dimusnahkan dari muka bumi ini.

 

 

 


 

             

 

 

 

 

 

 

            Tanda dari Allah adalah bahwa seorang perempuan muda, seorang perawan akan menikah----sebelum anak pertamanya itu cukup usia untuk disapih, kedua raja itu akan dimusnahkan, dan hal itu sudah terjadi. Tetapi di luar itu, nubuatan Yesaya telah melihat pertanda dari kemenangan mutlak kita di dalam Tuhan. Dia lahir untuk kita, untuk mengalahkan dosa dan kematian di dalam kubur. Dan nama-Nya adalah Imanuel, Allah menyertai kita.

 

            Kehadiran Tuhan diungkapkan kepada kita melalui tanda-tanda yang kelihatan : Tuhan, yang disebut Allah Bapa di dalam Perjanjian Lama terlihat di dalam hadirat dan kemuliaan-Nya. Di siang hari, nampak seperti sebuah tiang awan. Dan di malam hari nampak seperti tiang api----suatu tanda akan kehadiran Tuhan, Allah Bapa. Ketika Anak Allah datang untuk menebus kita dari dosa-dosa kita, Yohanes menutup Kitab Injil dengan kata-kata, “Banyak tanda-tanda lain, semeion.”

 

            Di seluruh Kitab Yohanes, kata mujizat tidak pernah digunakan. Selalu kata semeion (tanda-tanda) yang digunakan.  “Banyak tanda-tanda, bentuk jamaknya semeia,  yang Yesus perbuat bersama murid-murid-Nya yang tidak dituliskan di dalam Kitab Injil. “Namun hal-hal itu ditulis sehingga engkau percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Dan dengan keyakinanmu itu, engkau akan memiliki hidup di dalam nama-Nya.”

 

            Dari semua tanda-tanda yang diperbuat Yesus----Yohanes berkata, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.”----Dari semua tanda-tanda yang Yesus perbuat, dia memilih tujuh. Dan Kitab Yohanes merupakan pembicaraan dan penyampaian tentang ketujuh semeia itu, ketujuh tanda. Tanda-tanda tersebut membuktikan ketuhanan Tuhan Yesus, Juruselamat kita.

Dia memanifestasikan diri-Nya kepada kita melalui tanda-tanda : Dan Pribadi Ketiga dari Tritunggal dimanifestasikan kepada kita dengan cara yang tidak berbeda. Di dalam bab ke-dua kitab Kisah Para Rasul, dimana dimulainya hari Pentakosta, dan diikuti dengan terjadinya tiga tanda-tanda yang nampak sebelum hadirnya Roh Kudus. Pertama : ada suara tiupan angin yang keras. Dan kedua : tampak lidah-lidah seperti nyala api turun dari sorga yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Dan ketiga : para murid mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Dan orang-orang asing yang berasal dari pinggiran Kerajaan Romawi itu mendengar bahasa-bahasa asli mereka sendiri, betapa karya yang mengagumkan dari Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan kita. Allah memanifestasikan kehadiran-Nya kepada kita melalui tanda-tanda.

 

            Rasul Paulus menulis di dalam 2 Korintus 12:12, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda.” Ini merupakan pembuktian yang besar akan Tuhan kita. Dan rasul-rasul inilah yang menulis Kitab Injil. Dan Kitab Injil ini dibuktikan kepada kita melalui tanda-tanda kerasulan. Bukan lagi melalui rasul-rasul. Tidak ada lagi dengan tanda-tanda kerasulan. Dan tidak lagi melalui Kitab Injil. Allah menyatakan kehadiran-Nya di antara kita melalui tanda-tanda yang kelihatan.

           

            Lagipula, penghakiman Allah selalui didahului oleh tanda-tanda : Allah tidak pernah menghakimi seorang manusia. Diapun tidak membiarkan murka Allah jatuh atas kita, sebelum kita diberi peringatan terlebih dahulu. Tanda-tanda penghakiman Allah selalu mendahului hadirnya murka. Ketika Yerobeam memisahkan diri dari kerajaan Yehuda dan membangun mezbah di Betel, dia membuat sebuah anak lembu dari emas di sana----dan di Dan, juga seekor anak lembu dari emas----maksudnya agar jangan sampai orang-orang pergi ke Yerusalem untuk menyembah Allah yang benar.

 

            Dan Yerobeam menunjuk lembu emasnya dan berkata, “Lihatlah, allah-allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” Dan dari Yehuda muncul seorang nabi yang tidak disebutkan namanya. Dan dia menentang Yerobeam. Dan semua orang yang menyembah dewa-dewa dan saat mereka memberikan korban sembahan di hadapan lembu emas itu; dan nabi itu berkata dengan suara keras, “Tuhan yang memusnahkan. Dan Tuhan akan menghakimi. Dan Tuhan akan menghentikan pemujaan ini selamanya dari Samaria dan Betel.” Dan dia memberitahukan tanda itu, katanya, “Tuhan akan memecahkan altar itu.” Dan dengan perkataan itu, Tuhan memecahkan mezbah tersebut menjadi dua. Kemudian abunya tercuarh di atasnya. Ketika Yeremia dikirim untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Yehuda, Tuhan menaruh kuk kayu di lehernya.

 

            Dan Tuhan tidak hanya membuat kehadiran-Nya diketahui dengan tanda-tanda yang dapat dilihat----Dan penghakiman Allah tidak hanya didahului oleh tanda-tanda yang dapat dilihat----Akhirnya : Kehendak Tuhan dinyatakan kepada kita melalui tanda-tanda yang dapat dilihat. Dan diberkatilah mata yang dapat melihatnya. Dan diberkatilah telinga yang dapat mendengarnya. Dan diberkatilah hati yang mematuhinya dalam ketaatan dengan penuh penyesalan dan dengan setia. Kehendak Allah selalu dinyatakan kepada kita dengan tanda yang dapat kelihatan.

 

            Pada hari Jumat, saya memungut surat kabar pagi. Dan berikut adalah kisah UPI dari San Antonio hari Jumat yang lalu :

Don dan Pearl Langdon akan menghancurkan berbotol-botol air keras hari Minggu depan untuk menandakan bahwa minum-minuman alkohol tidak akan disediakan lagi di jaringan hotel mereka. Keluarga Langdon memutuskan untuk tidak memperpanjang izin menyediakan minuman keras untuk jaringan El Rancho Restaurant setelah para pejabat negara mengirim balik permohonan tersebut. Ternyata, Mrs. Langdon membubuhkan tandatangannya di tempat yang salah. Katanya, “Pasti Tuhan yang telah menuntun tangan saya.” Dan dia menganggap bahwa kesalahan menempatkan tandatangan itu adalah suatu pertanda dari Tuhan untuk berhenti menyediakan minuman keras di restoran kami.

 

Bagaimana menurut anda ? Apa menurut anda keluarga Langdon ini bodoh ? Apa mereka fanatik ? Apa mereka linglung ? Sehingga dia harus melihat suatu tanda dari Allah ? Sehingga mereka tidak lagi menyediakan minuman keras di jaringan restoran mereka ? Apakah itu sesuai dengan pikiran dan tujuan dan penyingkapan dari Tuhan ? Apa Tuhan menyukainya ? Pasti !

 

Apabila ada satu hal yang saya alami selama beberapa minggu belakangan ini, meneliti dan berdoa sambil membaca Kitab Injil, ya penyingkapan itulah. Tuhan menyingkapkan kehendak-Nya kepada kita dengan tanda-tanda yang dapat dilihat. Menurut saya, tidak ada di dalam literatur manusia kisah cinta yang lebih indah dari pada seperti yang diceritakan di dalam bab dua-puluh-empat Kitab Kejadian, “Letakkanlah tanganmu di bawah pangkal pahaku.”

 

Yang Abraham minta untuk dilakukan Eliezer adalah meletakkan tangannya di bawah pangkal pahanya. Dengan meletakkan tanganmu di bawah pangkal pahaku, supaya aku mengambil supahmu bahwa engkau tidak akan mengambil untuk anakku seorang istri dari antara perempuan Kanaan. Tetapi engkau harus pergi ke negeriku dan kepada sanak sauadaraku, Nahor, untuk mengambil seorang wanita muda yang percaya kepada Allah, untuk menjadi istri anakku, Ishak.

 

Dan Eliezer pun meletakkan tangannya di bawah pangkal paha Abraham, dan bersumpah bahwa dia akan membawakan Ishak seorang istri dari sanak keluarganya, Nahor. Eliezer kemudian memuat unta-untanya. Dan diapun melakukan perjalanan yang jauh ke kota Nahor, di Mesopotamia. Dan ketika dia tiba di kota itu pada waktu petang hari, di dekat sebuah sumur, perempuan-perempuan kota itu keluar untuk menimba air. Dan Eliezer berlutut di hadapan Tuhan dan katanya,

 

Kiranya, terjadilah begini, ketika perempuan-perempuan kota ini keluar untuk menimba air, ada seorang gadis kepada siapa aku berkata :  “Tolong miringkan buyungmu itu supaya aku minum, dan yang menjawab : Minumlah, dan unta-untamu juga akan kuberi minum----dialah kiranya yang Kau tentukan bagi hamba-Mu, Ishak. Dan terjadilah demikian, saat dia berdiri di sana dengan unta-untanya yang haus, datanglah seorang perempuan yang namanya Ribka.

 

Dan perempuan itu berkata kepada laki-laki itu, “Ini, minumlah dari buyungku.” Dan katanya lagi, “Baiklah, untuk unta-untamu juga kutimba air, sampai semuanya puas minum.”

Dan hamba itu berkata, “Anak siapakah engkau ? Anak siapakah engkau ?”

Dan jawab perempuan itu, “Ayahku Betuel, anak Nahor (saudara Abraham).”

Dan, oh, berlututlah Eliezer di tanah dan sujud menyembah Tuhan----Sebuah tanda yang dapat dilihat dari kehendak Bapa.

 

Tuhan selalu menyatakan kehendak-Nya melalui suatu tanda yang dapat dilihat. Anda mendengar uraian saya tentang bab tiga-puluh-satu dari Kitab Kejadian. Tuhan berfirman kepada Yakub, “Bangun dan kembalilah ke Kanaan, ke rumah ayahmu.” Kemudian di ayat berikutnya, Yakub berkata “Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa dia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku.”

 

Pertanda yang memastikan dan dapat dilihat : Di dalam bab enam-belas dari Kitab Kisah Para Rasul, Roh Kudus tidak mengizinkan Paulus dan rombongannya pergi ke daerah timur. “Maka Paulus mencoba masuk ke Bitinia utara, namun Roh tidak mengizinkannya ke sana.”

 

Kemudian Paulus mencoba beralih ke selatan, yaitu ke Misia dan ke Asia, namun Roh Kudus tidak mengizinkannya. Dan akhirnya, dia sampai di laut. Di seberang Eropa adalah tempat di mana nenek moyang kita hidup. “Dan pada malam harinya, tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan : dia seorang Makedonia, dan katanya : “Menyeberanglah kemari, dan tolonglah kami.”

 

Dan keesokan paginya, mereka menarik kesimpulan bahwa itu adalah tanda dari Allah sebagai petunjuk atas kehendak Allah bagi mereka untuk memberitakan Kitab Injil ke Eropa. Seandainya Paulus mengambil jalan yang lain, maka bangsa Cina yang mengirimkan misionaris kepada kita dari pada kita yang mengirim misionaris kepada bangsa Asia. Allah selalu menyatakan kehendak-Nya bagi kita melalui suatu tanda yang dapat dilihat. Maka, demikianlah yang terjadi.

 

Beberapa bulan terakhir ini, ada suatu beban berat yang semakin meningkat di dalam hati saya. Tiga-puluh-enam tahun yang lalu saat saya menjadi gembala di gereja yang kita kasihi ini, saya bertanya kepada Dr. D.L. House dari seminari, salah satu guru besar pendidikan mereka, untuk datang dan membantu saya menangani program pendidikan kami. Dan suatu hari, dia mengundang saya. Dan katanya, “Aku ingin anda melihat hal ini.”

 

Dan dia telah mempelajari catatan-catatan mengenai gereja dengan teliti. Dan selama empat-belas tahun di bawah pelayanan Dr. Truett yang akan tutup, setiap tahunnya Sekolah Minggu berkurang dari pada tahun sebelumnya.

 

Dan Dr. Truett adalah seorang tokoh penghotbah yang paling besar dan tidak ada bandingannya yang pernah kami ciptakan dan saya rasa untuk selama-lamanya. Tidak ada seorangpun yang seperti dia. Saya rasa tidak akan ada yang lainnya. Namun, di bawah pelayanannya selama delapan-belas tahun terakhir, gereja ini sedikit demi sedikit menurun. Alasannya : sederhana, Dr. Truett sering bepergian. Dia adalah seorang duta besar, duta besar dengan kekuasaan penuh, bagi seluruh dunia.

 

Dan gereja sedikit demi sedikit mengalami kepasifan. Dan beban itu semakin bertambah berat di dalam hati saya, bukan karena saya yang mencari atau merencanakannya. Tetapi setiap minggunya di antara hari-hari Minggu, saya harus pergi. Dari Minggu ke Minggu, bulan ke bulan, antara hari-hari Minggu, saya harus pergi. Dan hampir dalam keadaan putus asa di hadapan Tuhan, pada tanggal dua-belas Januari, untuk selama dua-puluh-sembilan tahun Pat Zondervan hadir pada hari Sabtu itu. Sejak Hotel Sheraton dibangun, dia menginap di sana. Dan setiap hari Sabtu, setelah datang pada hari Minggu sebelumnya, dia datang untuk mengajukan permohonan untuk kelompok Gideon dan Alkitab-Alkitab mereka. Kami makan malam bersama. Pada acara makan malam tanggal dua-belas bulan Januari yang lalu, kami berbicara lebih banyak dari pada yang sudah-sudah. Dia berkata, “Mengapa anda tidak tinggal di rumah saja ? Dan mengapa anda tidak belajar ? Dan mengapa anda tidak mempersiapkan khotbah-khotbah anda ?

 

Dan katanya, “Apabila anda dapat membuat serangkaian penelitian-penelitian besar menurut doktrin, doktrin besar Alkitab, kami ingin sekali menerbitkannya. Dan kalau anda bersedia, Allah akan memberikan banyak waktu bagi anda untuk menyampaikan kabar dari Kitab Perjanjian Baru, dimana anda belum sempat mempublikasikan penjelasan tentang khotbah tersebut, kami ingin sekali memilikinya. Dan kemudian setelah di dalam kemuliaan, karya yang telah anda kerjakan akan memberkati ribuan orang yang tidak terhitung jumlahnya melalui buku yang telah anda tulis itu. Mengapa tidak menetap saja di sini (ujarnya) dan meneliti serta memberikan khotbah dan menggembalakan gereja tersebut ?

 

            Kata saya, “Pat, saya ingin sekali, lebih dari apapun di dunia ini. Namun, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.”

 

            Pada pukul satu lewat tiga-puluh menit pagi itu, saya terbangun. Dan saya  merasakan jantung dan lengan kiri saya sakit. Dan dengan cara apapun saya meletakkan lengan kiri saya, saya tidak dapat menghentikan rasa sakitnya. Dan dengan posisi bagaimanapun juga----duduk, berdiri---dengan posisi apapun, saya tidak dapat----saya tidak dapat menghentikan rasa sakit pada lengan kiri dan jantung saya. Dan pada pukul empat lewat tiga-puluh menit pagi itu, Dr. Bagwell menemui saya di ruang gawat darurat Rumah Sakit Baylor. Dan setelah Dr. Bagwell dan dokter-dokter ahli koroner berunding dan melakukan tes-tes, hal pertama yang mereka katakan kepada saya adalah, “Anda harus membatalkan semua acara anda di luar !”

 

            Tanda dari sorga yang memberikan kepastian----Hati saya tidak di luar sana. Tidak pernah. Tidak satupun yang diinginkan oleh jiwa saya kecuali satu hal. Saya selalu ingin menjadi seorang gembala. Itu saja. Saya tidak memiliki ambisi lain selain itu. Saya senang menjadi seorang gembala. Saya senang menggembalakan gereja kecil saya yang pertama, yang memiliki jemaat empat-puluh anggota. Saya senang menggembalakan gereja desa kecil saya, lalu gereja wilayah, lalu gereja kota yang kecil----dan sekarang, setelah tiga-puluh-enam tahun, gereja yang indah ini. Saya lebih senang tinggal di sini dari pada di manapun juga di dunia ini.

 

            Tanda dari sorga yang memberikan kepastian----Batalkan semua acaramu, dan menetaplah, serta meneliti, dan sampaikan khotbah dan gembalakan orang-orang terkasih itu.

 

            Kemudian, sebuah surat datang setelah saya kembali dari gereja Baptist World Alliance. Mereka sedang menghadiri suatu pertemuan pertemuan inter denominasi nasional besar para pemimpin agama di Inggris. Dan gereja Baptist World Alliance berkata, “Kami ingin anda menghadiri acara tersebut dan menjadi perwakilan kami.”

 

            Saya jawab, “Tidak !”

            Dan gereja Brazilian Baptist berkata, “Pimpinlah konferensi Alkitab nasional pertama kami di San Paulo tahun ini. Kami juga ingin anda menghadirinya tahun depan. Dan acara tersebut akan diadakan di Rio. Dan kami ingin anda menjadi guru Alkitab kami.”

            Saya jawab, “Tidak !”

            Dan seorang pejabat pemerintah Korea berkata, “Kami sedang mempersiapkan suatu pertemuan yang akan dihadiri oleh lebih dari dua-juta orang Kristen di Seoul, Korea. Dan kami ingin anda menghadirinya dan menjadi salah satu pembicara kami.

            Saya jawab, “Tidak !”

           

Tanda dari sorga yang memberikan kepastian----kehendak Allah bagi hidup anda : Dan apabila anda memiliki mata untuk melihatnya dan telinga untuk mendengarnya; dan apabila anda peka akan kehendak Allah bagi hidup anda, anda akan menemukan tanda yang memastikan itu di setiap langkah menuju ke sana. Beberapa dari tanda-tanda tersebut bisa jadi tanda-tanda peringatan akan penghakiman apabila anda tidak berbalik. Beberapa dari tanda-tanda tersebut bisa jadi merupakan tanda-tanda yang memastikan.