NYAWA ADA DI DALAM DARAH

(The Life is in the Blood)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diedit oleh Dr. Eddy Purwanto

 

Khotbah ini dikhotbahkan di First Baptist Church in Dallas

17 Maret 1957

 

Kejadian 1:26-27 ; 2:7

 

            Dan inilah Bapak Gembala Sidang sedang membawakan khotbah pagi. Sudah selama beberapa bulan terakhir ini, kami berkhotbah tentang kitab Kejadian pasal 1. Wahyu dari penciptaan bumi, binatang-binatang liar dan pada akhirnya penciptaan manusia. Khususnya dalam minggu-minggu belakangan ini, kita telah membicarakan tentang penciptaan manusia, dan telah sampai pada Kejadian 1 ayat 26 : Berfirmanlah Allah : “ Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.” Dan dalam kejadian 2 ayat 7 : “Ketika itulah Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup.”

            Minggu pagi yang lalu, saya berpikir untuk menyimpulkan apapun yang telah saya berikan berkenaan dengan penciptaan manusia. Namun ada satu hal lain tentang penciptaan manusia yang luar biasa dan ajaib yang ingin saya sampaikan sebelum kita meninggalkan teks ini untuk kemudian melanjutkan cerita dalam kitab Kejadian.

            Dalam kitab Imamat pasal 17 ayat 11, ini merupakan salah satu firman Allah yang hebat sekali, menyatakan demikian : “Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.”

 

            Hal itu juga merupakan sebuah ayat untuk seluruh kitab Ibrani dalam Perjanjian Baru. Pengarang kitab Ibrani berkata : ”Karena tanpa darah tidak ada pengampunan dosa.” Dan kitab Imamat 17:11 berkata , ”Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.” Dan seperti saya katakan, sebelum kita meninggalkan cerita tentang penciptaan manusia oleh Allah, saya ingin membicarakan satu hal lain : bagaimana Allah menciptakan manusia. “Nyawa mahluk ada di dalam darahnya.” 

            Pada tahun 1657, tepat 300 tahun yang lalu, Willian Harvey meninggal dunia. William Harvey adalah seorang ahli Fisika dan anatomi Inggris yang amat terkenal yang menemukan sirkulasi darah. Sampai saat terakhirnya, 1657, tidak ada seorangpun yang tahu apa itu aliran darah atau apa gunanya itu diciptakan. Di masa yang lalu, anda dapat dengan mudah menduga semua hal yang fantastis, yang dibuat-buat dan konyol yang berhubungan dengan darah dalam tubuh manusia.

            Seperti yang telah saya katakan, setelah tahun 1657, barulah diketahui apa kegunaan darah. Pada kenyataannya, dari sanalah kata “artery” itu berasal. Bahasa Latin untuk “pipa angin” adalah arteria; bahasa Yunani untuk “pipa angin” adalah arteria juga. Dan alasan mereka menggunakan kata arteri di Injil adalah karena setelah pembuluh itu mati dan kemudian diteliti, pembuluh-pembuluh itu selalu kosong, berisi udara. Tidak ada darah di dalamnya. Alasan kenapa tidak ada darah di pembuluh darah setelah kematian sudah jelas sekali. Kontraksi terakhir pada dinding otot arteri mendorong darah keluar dari pembuluh darah. Akibatnya dalam setiap autopsi, arteri dalam kondisi kosong, hanya berisi udara.

            Jadi, orang jaman dulu pikir kalau itu adalah tabung udara, ruang berisi udara dan menyebutnya arteria, pipa angin. Mereka tidak punya konsep ide tentang kegunaan darah. Namun, sekitar 1500 SM, dalam firman Allah, dalam Imamat 17:11, dengan inspirasi Musa menulis : “ Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.” Dan kita akan membahasnya pagi ini. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Aliran darah bagaikan sungai kehidupan yang menanggung segala proses dan beban kehidupan.

            Alexus Carrol, seorang ahli Fisika yang terkenal mengatakan bahwa ,” Penyebab kematian yang terbesar adalah berhubungan dengan perubahan dan kombinasi darah.” Karena kehidupan ada di dalam darah. Barulah pada hari-hari belakangan manusia mulai melihat kalau sungai kehidupan ada di dalam darah. Tapi Allah mengetahuinya sejak awal ketika Ia menciptakan manusia. Dan Musa dengan penuh inspirasi menuliskannya pada 1500 SM pada saat ia mengatakan : “ Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.”

            Nah, tubuh kita ini pasti memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu untuk hidup. Pertama, ia harus punya makanan dan udara. Terdapat ratusan triliun sel hidup yang membentuk tubuh. Jutaan di antaranya membentuk jaringan tubuh. Dan seluruh sel yang berjuta-juta jumlahnya itu harus hidup. Mereka harus disokong. Mereka harus diberi makan. Mereka harus bernafas. Masing-masing sel harus diberi oksigen. Dan untuk itulah makanan dan udara harus dibawa ke sel-sel yang tek terhitung jumlahnya itu. Makanan itu harus diuraikan dulu ke dalam semacam perantara dan dibawa ke sel tersebut. Dan perantara itu adalah aliran darah. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Bukan hanya makanan dan udara yang harus diuraikan di dalam medium cairan untuk kemudian dibawa ke sel, tetapi dalam pembakaran, dalam proses oksidasi, dalam kombinasi makanan dan udara, terdapat bahan yang terbuang, yaitu karbon dioksida. Semacam abu yang tersisa di perapian. Dan supaya sel dapat hidup, materi buangan tersebut harus diangkut, kalau tidak sel-sel itu akan mati. Dan aliran darah membawa sampah tersebut, abu diangkat dari perapian, agar se-sel tersebut tetap hidup. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Tidak hanya itu, ada pesan-pesan yang harus dikirim ke organ-organ yang berbeda dan jaringan-jaringan di dalam tubuh. Supaya mereka dapat diatur, supaya mereka bisa merespon segala kebutuhan hidup. Dan pesan-pesan kecil itu, hormon-hormon kecil itu dikirim ke organ-organ tubuh yang berbeda melalui aliran darah. Bukan itu saja, jika tubuh itu hidup maka ia harus dilindungi dari rasa sakit dan luka, dan berjuang dengan gagah berani melawan mikroorganisme, bakteri, kuman-kuman dari berbagai jenis. Dan agen yang paling hebat untuk mendukung kehidupan pada tubuh ada di dalam aliran darah. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Nah, untuk mendukung kehidupan dalam tubuh, terdapat beberapa hal dalam darah yang membuat hal itu mungkin untuk dilakukan. Satu hal, di dalam darah terdapat plasma yang membawa makanan ke sel-sel yang berbeda di dalam tubuh. Plasma ini membawa makanan, karbohidrat dan makanan lain dari pencernaan makanan dengan proses osmosis. Lemak dibawa ke sistem limpa (getah bening). Semua makanan lain pergi ke aliran darah. Bahkan sistem limpa memberikan lemak ke dalam aliran darah sebagaimana yang dibutuhkan. Dan plasma tersebut yang berupa cairan tidak berwarna, membawa bahan makanan ke semua sel yang triliunan jumlahnya itu, untuk merawatnya, memberinya makan dan memeliharanya.

            Kemudian hal yang kedua yang terdapat di dalam darah adalah sel-sel merah kecil yang disebut eritrosit, sel darah merah. Bahasa Yunani untuk merah adalah eruthrus. Mereka bukan mahluk hidup. Mereka tidak punya nukleus. Tapi di dalam setiap sel darah merah terdapat senyawa protein yang disebut hemoglobin. Dan hemoglobin yang ajaib itu mempunyai daya tarik yang mengagumkan untuk mengikat oksigen, Hemoglobin sedikit saja dapat membawa oksigen sebanyak 4x beratnya sendiri. Dan pada saat aliran darah membawa sel-sel darah merah ke paru-paru, di dalam kantung paru-paru dimana oksigen berada, sel-sel darah merah tersebut dengan segera menangkap oksigen dan membawanya ke aliran darah, melewati seluruh bagian tubuh. Sehingga banyak sel bisa bernafas. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Ada hal lain lagi di dalam darah yang memungkinkan se-sel tubuh untuk dapat hidup. Terdapat jenis sel lain yang disebut leukosit. Bahasa Yunani untuk putih adalah lucos. Jadi leukosit adalah sel darah putih. Mereka se-sel yang hidup. Mereka memiliki nukleus utama yang penting yang diperlukan dan mereka memiliki kemampuan untuk bergerak bebas. Mereka bahkan bisa bergerak melawan aliran darah. Leukosit-leukosit ini terdapat di dalam darah. Dalam satu sel darah, satu kubik milimeter, terdapat 5 juta eritrosit dan 7500 leukosit. Apabila jumlah leukosit meningkat jauh di atas jumlah itu, berarti ada suatu infeksi dalam tubuh, karena fungsi sel darah putih adalah untuk memerangi setiap penyusup yang masuk ke dalam tubuh. Berperang melawan kuman. Melawan mikroorganisme yang dapat merusak tubuh.

            Kadangkala, leukosit disebut phagocyte. Bahasa Yunani untuk “makan” adalah phago. Disebut demikian karena sel-sel darah putih ini menyerang musuh, memakannya, mencernanya dan menghancurkan mereka. Phagocyte  memakan musuh-musuh mereka. Selalu dan dimanapun, kita dikelilingi oleh jutaan, milyaran mikroorganisme yang tak terhitung jumlahnya. Mereka ada dimana-mana dan ada di atas apapun. Mereka ada di kulit, di rambut dan di setiap bagian tubuh. Ada di setiap benda yang anda sentuh. Ada milyaran di udara. Bisa anda bayangkan, pada setiap setitik debu, bahkan yang tak terlihat sekalipun, terdapat ratusan kuman menempel di situ. Dan setiap kali anda bernafas, tak terhitung jumlah mikroba yang masuk ke dalam tubuh anda. Mereka ada di mana-mana. Dan fungsi dari aliran darah adalah untuk memerangi serangan bakteri.

            Jika bakteri atau mikroorganisme itu berbentuk bundar disebut coccus. Bila seperti batangan disebut bacillus, dan bila spiral disebut spirillum. Semua itu adalah bentuk-bentuk bakteri dan mereka terus-menerus mencari celah masuk ke dalam tubuh dan merusaknya. Perbedaan antara hidup dan mati bagaikan sisi mata pisau. Setiap saat kita berjalan di tepi jurang yang sangat dalam. Saya kenal seorang pria muda pemimpin sekolah minggu saya, satu hari begitu sehat dan kuat, di lain waktu saya lihat dia baru beberapa hari yang lalu, sedang sakit parah karena radang sumsum tulang belakang. Kuman-kuman TBC, kuman dipteri, bakteri coccus, bacilli, spirilla, cocci, mereka ada dimana-mana.

            Dan jarak kita dengan kematian yang disebabkan kuman-kuman tersebut seperti sisi mata pisau. Dan fungsi utama sel-sel darah putih adalah untuk berperang melawan masuknya mikroba asing yang dapat merusak tubuh ini. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Satu lagi yang ada di dalam darah, yaitu suatu benda kecil yang pipih, bundar seperti terowongan yang disebut platelet. Platelet ini mengandung protein dan bahan kimia di dalamnya. Kapan saja terjadi kerusakan dalam aliran darah, platelet-platelet kecil itu akan berkumpul di sana, kemudian pecah dan melepaskan suatu bahan kimia ke dalam aliran darah. Terjadilah hal yang mengagumkan. Darah akan mengental menjadi serat yang tak dapat dirusak. Serat-serat itu akan menjerat platelet, sel-sel darah putih dan sel-sel darah merah. Tak lama kemudian tempat tersebut tertutup dan luka akan sembuh tanpa ada pendarahan yang mematikan. Andaikan tidak ada platelet, setiap luka di tubuh akan fatal jadinya. Tapi itulah gunanya aliran darah, untuk menjaga tubuh tetap hidup dan nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Sekarang sistem sirkulasi. Ada suatu artikel di Riders Digest beberapa waktu yang lalu yang menyatakan bahwa denyut yang anda rasakan di pergelangan tangan adalah denyut dari keajaiban hidup di jagad raya ini. Sistem peredaran darah dalam tubuh yang mengagumkan ini adalah salah satu dari hal-hal yang tidak biasa, yang pasti dan rumit yang telah diciptakan Allah di bumi ini.

            Pusat pemompaan dan sistem yang luas yang berhubungan dengan distribusi darah merupakan keajaiban dari Allah. Pada saat darah diangkut oleh pembuluh ke jantung, pertama-tama darah masuk ke sebelah kanan atas, masuk ke serambi kanan. Di bagian atas serambi ini terdapat katub yang menjaga darah naik kembali ke pembuluh. Dan ketika serambi kanan menerima darah, ia akan berkontraksi, menekannya. Di bagian bawah serambi kanan ini juga terdapat katub yang akan membuka ketika serambi kanan atas berkontraksi  dan darah masuk ke bilik kanan. Bilik yang terletak di jantung sebelah kanan bawah ini lebih kuat dan lebih berotot dibandingkan serambi, dan ketika sedang berkontraksi, bilik mendorong darah dengan kuat ke dalam sebuah tube yang masuk ke paru-paru.

            Setiap satu kali, seperempat aliran darah berada di dalam paru-paru, seperempat berada di hati. Separuh dari aliran darah kita selalu ada di dalam dua organ tersebut. Jantung mendorong darah ke paru-paru dan di sana, seluruh sel darah merah yang milyaran jumlahnya melepas muatannya, membuang muatan yang terdiri dari zat-zat buangan, karbon dioksida, uap, dan amonia yang akan dikeluarkan pada saat anda membuang nafas. Dan dalam berjuta-juta kantung udara di paru-paru, sewaktu anda menarik nafas, anda mengambil oksigen dan setelah membuang karbon dioksida dan zat buangan lainnya, sel-sel darah merah akan menangkap oksigen dan warnanya berubah menjadi merah tua. Kemudian mereka pergi ke paru-paru. Setelah diuraikan dan dibersihkan, mereka kembali ke jantung. Dan kali ini mereka masuk ke jantung sebelah kiri, serambi kiri.

            Di sana, terjadi hal yang sama. Serambi kiri berkontraksi dan darah memasuki bilik kiri melalui katub. Bilik kiri merupakan pompa terkuat di dalam tubuh manusia dan yang terkuat yang pernah anda jumpai di dunia ini. Bilik kiri akan menekan darah dan mendorongnya ke seluruh bagian tubuh. Itulah hal yang mengagumkan : jantung beruang empat, caranya berdenyut. Systolic, diastolic, systolic, diastolic. Systolic pada saat menekan dan diastolic sewaktu membuka dan berisi darah dan kemudian berdenyut.

            Dalam satu hari, instrumen kecil jantung yang beratnya kurang dari ¾ pound ini, akan mengalirkan, mendorong darah yang setara dengan 10 ton. Bisakah anda bayangkan untuk menggali tanah atau batu sebanyak 10 ton setiap hari? Jantung anda yang kecil itu berdenyut untuk dilewati 10 ton darah setiap hari. Energi yang dibutuhkan untuk melakukan itu setara dengan energi yang dibutuhkan untuk mengangkat dua buah palu sejauh 12 mil ke udara. Energi jantung yang sangat besar pada saat ia berdenyut, memberi makan sel-sel di seluruh tubuh.

            Dan pipa-pipa tempat aliran darah mengalir adalah pasti dan tak terhingga, hampir di luar pemikiran. Bila anda meletakkan pipa dari Dallas ke Miami, dari Miami, Florida menyeberangi Atlantik ke Casa Blanca, lalu menyeberang ke Afrika, dari Afrika ke Karachi di Timur Tengah, dan dari Karachi ke India kemudian ke Burma, lalu ke Hong Kong di Cina, dan dari Hong Kong menyeberangi lautan Pasifik ke kepulauan Hawaii, lalu menyeberang ke Los Angeles dan kemudian menyeberangi benua Amerika kembali ke Dallas. Dan bila sudah selesai lakukan lagi untuk yang kedua kalinya, dan untuk yang ketiga kalinya. Itulah panjangnya pembuluh darah bila anda gabungkan ujung-ujungnya.

            Masing-masing dari kita memiliki antara 60 ribu sampai 100 ribu mil pembuluh darah di dalam tubuh. Dan jantung memompa sungai kehidupan ini melalui beribu-ribu mil itu. Tidak hanya itu, anda mempunyai sistem limpatik (getah bening) untuk limpa yang sama panjangnya dan bercabang-cabangnya seperti pembuluh darah. Panjangnya sekitar 60 sampai 100 ribu mil di dalam tubuh manusia. Hal yang menakjubkan ini merupakan salah satu dari kreasi Allah yang mengagumkan, ajaib dan penuh kerumitan. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana tubuh diberi makan. Setelah proses pencernaan, sel-sel kecil di dalam alat pencernaan melalui proses osmosis, cara Allah yang ajaib dan istimewa, dimana cairan melewati dinding-dinding sel dari yang satu ke yang lainnya. Melalui proses yang ajaib itu, semua makanan dari alat pencernaan, karbohidrat, protein dan yang lainnya memasuki aliran darah, dan lemak dari makanan dikirim ke aliran limpatik.

            Hal yang pertama kali dilakukan oleh aliran darah dalam mengangkut semua makanan itu, bukanlah memberikannya pada sistem arteri yang memberi makan organ-organ dan jaringan tubuh, tetapi ia membawanya dulu ke organ hati. Nah, organ hati merupakan satu hal yang paling ajaib yang bisa anda bayangkan di dunia ini. Ia adalah pabrik kimia yang sangat teratur. Hati akan mengambil semua molekul-molekul makanan dan dengan hati-hati akan memeriksa struktur molekul dari tiap-tiap molekul makanan. Ia akan memeriksa apa saja yang lewat dalam aliran darah dengan teliti. Organ hati akan mengambil makanan, memecahkannya dan memeriksanya. Menyusunnya kembali. Dan sebagian dari makanan itu akan dibersihkan dan sebagian lagi akan dibuang. Dan apabila organ hati menemukan ada benda asing atau bakteri, organ ini akan segera menangkapnya dan mengeluarkannya. Jadi, pada waktu darah melewati hati masuk ke aliran darah lalu ke jantung dan kemudian melalui sistem arteri akhirnya memberi makan seluruh sel tubuh, itu adalah makanan yang bersih. Sudah diperiksa dengan cermat. Sudah diperhatikan dengan teliti. Dan apabila ada perubahan yang dibutuhkan, bila ada struktur molekul yang harus direkonstruksi, sel-sel hati akan melakkukannya dengan hati-hati. Tak ada sesuatupun di dunia ini yang mempunyai indera kimiawi dan kemampuan seperti halnya sel-sel kecil pada organ hati. Tambahan lagi, mereka sangat kecil dimana 100 ribu sel tersebut hanya akan membentuk suatu titik yang sangat kecil yang tidak dapat anda lihat. Mengagumkan.

            Ada sekitar 72 juta sel-sel darah merah yang pecah dan rusak setiap satu menit. Ada sel-sel polisi di dalam organ hati yang ketika melihat sel merah yang rusak datang, akan langsung menangkapnya. Sama seperti polisi yang akan menangkap gelandangan. Sel-sel polisi itu akan menguraikan sel darah yang rusak menjadi bagian-bagian kimiawi dan mengembalikannya ke aliran darah yang kemudian mengirimnya ke pabrik kecil di sumsum tulang. Di sana sel darah merah itu akan dibuat kembali.

 

            Limpa (getah bening) yang terletak dekat hati, memiliki kemampuan yang sama mengagumkannya. Diantaranya adalah, mengambil zat besi yang sudah usang. Organ ini akan menangkap sel-sel darah merah yang rusak dan mengambil zat besi yang penting dan diperlukan dari sel-sel tersebut, memasukkannya kembali ke aliran darah yang akan membawanya ke sumsum tulang.

            Ciptaan Allah yang mengagumkan, ketika Ia menciptakan manusia, karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Jadi, aliran darah ini dibawa ke seluruh sel-sel tubuh. Namun, bila ia dibawa pada saat jantung memompa, sel itu akan kelaparan. Darah akan bergerak sangat cepat sehingga sel-sel itu tidak dapat memilih nutrisi yang mereka butuhkan untuk hari itu. Ketika darah meninggalkan bilik kiri, ia masuk ke pembuluh arteri besar yang disebut aorta. Darah masuk ke aorta dengan disemprotkan sekitar 12 inchi/detik. Sel-sel yang kecil di tubuh anda tidak bisa makan bila makanan itu lewat dengan sangat cepat. Pada saat sel-sel itu bisa mencapai jarak 12 inchi, makanan itu sudah 5 kali lebih jauh. Jadi, tubuh memiliki kepandaian kreatif yang luar biasa untuk hal tersebut. Ketika arteri besar turun ke arteri yang lebih kecil, arteri-arteri yang lebih kecil itu turun ke arteri yang lebih kecil lagi dan akhirnya sampai ke penghubung yang terletak di antara sistem arteri dan sistem pembuluh, yang disebut pipa kapiler (capillaries).

            Ketika aliran darah tiba di pipa kapiler, ia tidak bergerak 12 inchi/detik, tetapi sekitar 1 inchi/menit. Beberapa kapiler sangatlah kecil sehingga sel-sel darah hampir tidak bisa lewat. Kadangkala mereka harus melewatinya satu persatu. Maka, begitu aliran darah akhirnya sampai ke pipa kapiler yang kecil itu, ia bergerak dengan kecepatan 1 inchi/menit. Jadi setiap sel dapat mencari makanan di ban berjalan. Ia bisa mencarinya di cafetaria bergerak. Bila ia butuh protein, ia akan dapatkan. Bila sel butuh karbohidrat, ia bisa mendapatkan molekul kecil gula darah. Bila butuh oksigen, tinggal mengambilnya dari hemoglobin. Jika ingin membuang sesuatu, kotoran atau sampah, letakkan di ban berjalan. Jadi, seluruh sel yang milyaran jumlahnya di dalam tubuh dikelilingi oleh gerakan bertahap dari aliran darah. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Kita tidak tahu tentang semua hal ini, sampai hari-hari belakangan ini. Tetapi Allah mengetahuinya, dan Musa telah menuliskannya pada tahun 1500 SM. Sekarang, bagaiman sel kecil itu bisa melakukan hal tersebut, dan bagaimanakah pengaturan Allah yang mengagumkan itu? Dengan jalan apa Tuhan membuatnya mungkin untuk melaluinya? Nah, beginilah caranya. Hal ini membawa kita pada sistem getah bening.

            Di dalam aliran darah terdapat semacam cairan yang berwarna kekuning-kuningan dimana sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, hormon dan enzym bersirkulasi. Pada saat darah mengalir ke bawah, ke pipa kapiler yang sangat kecil itu, dari dinding kapiler keluar plasma yang disebut cairan getah bening yang kemudian menyelubungi tiap-tiap dinding sel darah merah. Kemudian terjadilah pertukaran. Agak sulit dibayangkan ya? Seluruh sel dalam tubuh anda diselubungi oleh cairan getah bening dengan proses osmosis. Pada saat cairan itu memasuki dinding sel dan kemudian keluar lagi, terjadilah pertukaran itu. Melalui dinding sel, protoplasma yang ada di dalam sel akan menarik oksigen, protein, gula darah dan apa saja yang dibutuhkannya. Dan kemudian mengeluarkan zat-zat sisa, debu perapian, bahan-bahan yang tak terpakai melalui dinding sel tadi.

            Anda dapatkan itu semua di dalam getah bening. Kemudian secara bertahap, kapiler-kapiler kecil itu berkumpul kembali dan bekerja kembali dengan cara yang sama seperti sitem pembuluh darah. Mereka kembali bekerja di pembuluh limpa. Pembuluh yang kecil ini kemudian menjadi lebih besar dan lebih besar lagi dan terus membesar sampai akhirnya salah satunya mengalir kembali ke aliran darah, dalam urat subclavian di sebelah kiri leher dan saluran limpa lainnya masuk ke urat leher sebelah kanan.

 

            Pembuluh-pembuluh getah bening itu membawa segala jenis bahan sisa/sampah, dan mungkin bakteri, penyakit, kuman-kuman dan sejenisnya. Di seluruh tubuh ada anda pos-pos polisi yang jutaan jumlahnya, yang disebut lymph node (tonjolan getah bening). Dan getah bening itu dibawa ke pos-pos polisi tersebut atau bisa anda sebut penjaga perbatasan. Semua getah bening itu diteliti dengan seksama. Dan apabila ditemukan ada benda asing seperti bakteri, kuman-kuman penyakit, maka para penjaga akan segera bekerja. Dan akhirnya, pembuluh getah bening akan membesar dan semakin membesar dan memasuki stasiun karantina yang disebut kelenjar getah bening.

            Pusat karantina itu meneliti seluruh cairan getah bening dan memerangi setiap benda asing yang mungkin ada di dalamnya. Mereka memeriksa setiap bagian yang lewat dengan sangat hati-hati sebelum akhirnya dikembalikan ke aliran darah. Dengan cara demikian, tubuh anda dijaga daya tahannya dan kebersihannya. Dengan demikian, anda tetap hidup, karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.

            Saya tidak punya waktu untuk melanjutkan. Kita baru saja mulai. Ini merupakan hasil karya Allah yang sangat mengagumkan dalam penciptaan manusia. Nyawa mahluk ada di dalam darahnya. Dan Aku telah memberikannya kepadamu untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu. Dalam Injil Yohanes 19:34-37 tertulis demikian : “ Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kakiNya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambungNya dengan tombak , dan segera mengalir keluar darah dan air. Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci : “Tidak ada tulangNya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula yang mengatakan : “ Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.”

            Inilah yang akan dikatakan oleh Yohanes : bahwa ketika mereka menikam lambung Tuhan kita, dan membuka jantung yang berdenyut dan darah yang mengalir keluar, nyawa sang Juru Selamat kita tertumpah keluar ke bumi dan tanah menyerapnya. Karena nyawa mahluk ada di dalam darahnya.