Daftar Isi

PENGANUT PRE-, MID-, POST- TRIBULASI

(THE PRE-, MID-, POST-TRIBULATIONIST)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

Khotbah ini dikhotbahkan pada kebaktian Minggu Pagi, 26 Pebruari 1984

di First Baptist Church in Dallas

 

Ini adalah gembala kita yang akan menyampaikan khotbah pertama dari seri khotbah doctrinal yang berhubungan dengan ekskatologi, doktrin akhir zaman, pengajaran Kitab Suci berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali dan akhir dari dunia ini.

Judul khotbah hari ini adalah, “Penganut Pre-, Mid-, dan Post-Tribulasi.” Ini adalah suatu studi dari Kitab Suci tentang kedatangan Tuhan kita bagi umat-Nya, hari pengangkatan (rapture) gereja. Pengangkatan gereja Tuhan ini disebut rapture. Apakah ini terjadi sebelum Kesusahan Besar? Atau terjadi setelah Kesusahan Besar? Atau tidak akan ada rapture sama sekali? Atau apakah sebagian dari kita akan mengalami pencobaan dan Kesusahan, dan sementara yang lain akan diangkat sebelum Kesusahan Besar itu? Inilah yang akan kita diskusikan pada pagi ini.

Allah mengasihi Anda dengan kebaikan yang riil. Anda lihat, saya telah menemukan kebenaran Allah bagi diri saya sendiri. Saya tidak tahu sampai saya belajar, dan ini adalah pembelajaran yang sangat berat. Semua tentang doktrin ini telah mendatangkan konfrontasi dan kontroversi dan konflik di gereja. Doktrin ini muncul dari konfrontasi dan konflik serta kontroversi.

Sebagai contoh, ketika saya mempertahankan Alkitab Perjanjian Baru di tangan saya, saya membaca setiap halaman dari Kitab Suci ini dan menemukan doktrin yang agung tentang keselamatan melalui anugerah, dan bukan melalui pekerjaan hukum Taurat. Saya tidak perlu memelihara dan mentaati Taurat Musa untuk beroleh keselamatan. Saya diselamatkan melalui percaya dan menerima di dalam kasih dan anugerah penebusan Yesus, Tuhan saya. Jadi itulah doktrin Perjanjian Baru, namun itu pun datang setelah terjadinya kontroversi atau perdebatan. Paulus terus diikuti dan diserang oleh orang-orang yang disebut “penganut agama Yudaisme” di sepanjang perjalanan misi dan hidupnya – mereka adalah orang-orang yang berpikir bahwa Anda   tidak dapat diselamatkan oleh anugerah Tuhan, melalui percaya di dalam Yesus. Anda harus diselamatkan dengan memelihara hukum Taurat, selain percaya kepada Tuhan. Dan dari kontroversi inilah lahirlah Alkitab Perjanjian Baru.

Seperti dalam sepanjang abad, terus menerus terdapat kontroversi tentang ajaran Kristologi dalam gereja Perjanjian Baru mulai pada zaman Kekristenan abad-abad pertama. Ada bidat Arius dan kontroversi pengajaran Arian; ada Nestorius dan kontroversi pengajaran Nestorian; Eutyches dan kontroversi pengajaran Eutychean, dan masih banyak yang lainnya.  Dan dari kontroversi-kontroversi ini lahirlah doktrin orthodoks yang agung tentang doktrin bahwa Anak Allah sepenuhnya Illahi dan sepenuhnya manusia.

Berikutnya, Anda menemui kontroversi pengajaran Pelagian, yang mana di satu sisi ada pendirian Pelagius dan di sisi lain berdiri Agustinus. Dan dari perdebatan ini lahirlah doktrin yang agung berhubungan dengan asal usul dosa dan anugerah Allah.

Kemudian ada lagi kontroversi yang luar biasa pada masa Reformasi, yang dipimpin oleh Martin Luther dan John Calvin dan John Knox dan Zwingli, yang mana dari kontroversi ini lahirlah doktrin yang agung tentang iman yang kita pertahankan hari ini, bersama dengan pernyataan mereka yang agung sola scriptura – hanya Alkitab, hanya Kitab Suci saja.

Pada zaman berikutnya, ada lagi kontroversi berhubungan dengan predestinasi dan pemilihan dan misi dunia. Dan dari kontroversi antara John Ryland dan William Carey, Andrew Fuller – dan di Amerika, misionari tersohor pertama kita adalah Adoniram Judson dan Luther Rice, datanglah gerakan misi dunia di abad modern.  

Selanjutnya, pada generasi kita, pada zaman kita, di abad belakangan ini, telah muncul kontroversi teologis berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Dan ada banyak teolog di segala tempat yang mempelajari dan yang menuliskan pemahaman yang terbaik tentang Firman Allah. Dan dari studi ini munculah khotbah seri kita tentang eskatologi – doktrin tentang kedatangan Kristus yang kedua. Dan pada pagi ini, kita akan membicarakan tentang apakah Tuhan akan mengangkat jemaat-Nya sebelum masa Tribulasi atau di tengah masa Tribulasi atau setelah  masa Tribulasi; atau apakah tidak akan ada pengangkatan (rapture) gereja sama sekali?

 

LIMA PANDANGAN TENTANG PENGANGKATAN GEREJA

 

Saya meringkaskkan di sini lima pandangan teologis yang berbeda berhubungan dengan pengangkatan (rapture) gereja.

 

  1. Pandangan Pre-Tribulasi Rapture

 

Yang pertama adalah pandangan yang mengatakan bahwa gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi, dan ini disebut Pre-Tribulasi Rapture, yang mana pengajaran ini mengatakan bahwa Tuhan akan datang secara imminent. Setelah kedatangan Tuhan bagi jemaat-Nya, dan setelah kita diangkat ke awan berjumpa dengan Tuhan di angkasa, dan kemudian kita akan berdiri di hadapan Kristus di bema, tahta pengadilan Kristus, dan kita diberi hadiah oleh Dia dari kasih dan pekerjaan kita bagi Dia. Kemudian kita masuk dalam Pesta Perjamuan Kawin Anak Domba. Dan setelah itu kita akan bersama dengan Dia turun lagi ke bumi. Dan setelah kembali ke bumi lagi ini, dan setelah terjadinya perang Harmagedon, kemudian kita masuk memerintah bersama Kristus dalam kerajaan seribu tahun atau millennium. Di akhir masa millennium akan terjadi pemberontakan Setan, dan setelah itu kita masuk ke dalam sorga yang kekal. Inilah pandangan yang pertama tentang doktrin ini, yaitu Pre-Tribulasi rapture gereja.

 

  1. Pandangan Mid-Tribulasi Rapture

 

Interpretasi kedua dari para sarjana ini adalah Mid-Tribulasi raptur; yaitu bahwa gereja masuk dalam separuh atau tiga setengah tahun pertama dari masa Tribulasi, dan setelah tiga setengah tahun masa Tribulasi gereja akan diangkat oleh Tuhan. Jadi gereja diangkat di pertengahan masa Tribulasi.

 

  1. Pandangan Post-Tribulasi Rapture

 

Interpretasi teologis ketiga adalah Post-Tribulasii raptur – yaitu bahwa gereja akan ikut mengalami masa kesusahan besar yang sangat mengerikan itu; dan setelah masa Tribulasi, gereja akan diangkat. Ini pada umumnya didasarkan pada satu ayat yang agung dalam Alkitab; yaitu, Matius 24:29. Tuhan kita berkata di dalam pengajaran apokaluptik-Nya di dalam Injil Matius, “Segera sesudah siksaan pada masa itu…Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit…. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya… dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi”  (Matius 24:29-31). Jadi, para sarja Post-Tribulasi ini berkata bahwa di sini sangatlah jelas. Tuhan berfirman, “Segera sesudah siksaan pada masa itu, Allah akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi.”

Namun bagi saya, jawaban untuk masalah ini sangatlah sederhana dan jelas. Orang-orang pilihan yang dimaksud oleh Tuhan di sini adalah orang-orang kudus pada masa Tribulasi. Mereka adalah orang-orang yang telah diselamatkan dan dimeteraikan di antara orang-orang Israel, umat Allah, dan para petobat non Yahudi mereka. Mereka bukan jemaat, karena jemaat telah diangkat pada masa itu, diangkat sebelum masa Tribulasi yang sangat mengerikan itu. Tribulasi berhubungan dengan minggu ketujuh Daniel, minggu terakhir dalam Yeremia 30:7 – ini dihubungkan dengan masa “kesusahan besar bagi Yakub.”  Setelah pengangkatan (rapture) jemaat, orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini tidak terlupakan. Mereka akan dibangkitkan dari antara orang mati menurut Wahyu 20:4-5. Tidak seorangpun dari mereka yang akan dibiarkan tetap di dalam kubur. Tidak ada tulang yang dibiarkan tetap berada dalam kubur. Orang-orang kudus dari masa Tribulasi ini akan dibangkitkan dari antara orang mati, dan ini dengan sangat jelas dijelaskan dalam Wahyu 20:4-5. Namun itulah posisi dari Post-Tribulasi – yaitu bahwa jemaat akan masuk ke dalam masa kesusahan besar atau Tribulasi, dan setelah masa itu berakhir, jemaat akan diangkap/diraptur.

 

  1. Pandangan Partial Rapture

 

Posisi doktrinal keempat dari para sarjana modern adalah partial rapture; mereka berpendapat bahwa hanya orang-orang Kristen yang rohani saja yang akan diangkat, dan orang-orang Kristen kedagingan/duniawi akan ditinggalkan untuk masuk ke dalam masa kesusahan yang sangat mengerikan itu. Namun ada ayat dalam Kitab Suci, yaitu 1 Korintus 15:51 yang berkata, “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.” Di sini dikatakan bahwa bukan beberapa dari kita yang akan diubahkan, bukan beberapa dari kita yang akan diangkat, bukan beberapa dari kita yang akan dimuliakan dan sementara beberapa dari kita akan ditinggalkan untuk mengalami Tribulasi, namun kita semua akan diubahkan, “Tetapi kita semuanya akan diubah” (1 Korintus 15:51). Pada kenyataannya, secara doktrinal, kita tahu bahwa tak ada satupun dari kita yang layak di hadapan Tuhan. Hanya oleh kasih karunia Allah saja kita diselamatkan, oleh sebab itu setiap kita yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah itu tidak akan ditinggalkan untuk mengalami masa penghakiman yang sangat mengerikan itu, atau tidak akan terjadi bahwa beberapa dari kita, yang kita pikir lebih rohani akan diangkat untuk berjumpa dengan Tuhan dan sementara yang lain ditinggalkan.

Bolehkah saya sejenak membahas doktrin ini?  Jika kita harus masuk ke dalam Tribulasi supaya diselamatkan, maka jika demikian keselamatan bukanlah berasal dari anugerah atau kasih karunia, namun melalui perbuatan atau pekerjaan dan penderitaan kita, atau oleh karena sesuatu yang kita lakukan. Kita diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan kita. Tidak seorangpun dari kita yang layak, namun Kristus telah mati bagi kita untuk menggantikan posisi kita, dan hanya di dalam kasih dan kebaikan-Nya kita dapat diterima ke dalam hadirat Allah yang begitu mulia.

 

  1. Pandangan yang Mengatakan bahwa Tidak akan ada Rapture

 

Selanjutnya, posisi kelima adalah pandangan yang mengatakan bahwa tidak akan ada rapture atau hari pengangkatan. Tidak akan ada Tribulasi. Tidak akan ada Harmagedon. Tidak akan ada Millenium. Tidak akan ada kebangkitan secara khusus. Saya mengatakan bahwa orang-orang “setengah kafir” (half-infidels) ini menulis dan mengajar di sekolah-sekolah dan di gereja-gereja. Mereka tidak percaya apapun yang dapat saya fahami. Beberapa dari mereka kelihatannya mungkin mempercayai Sepuluh Perintah Tuhan. Beberapa dari mereka mungkin percaya pengajaran-pengajaran dalam Golden Rule. Namun mereka tidak mempedulikan apa yang mereka pelajari dan meninggalkan kepercayaan mereka yang mutlak terhadap kebenaran Kitab Suci. Jadi saya tidak mempedulikan mereka sama sekali, dan tentu saja mereka juga tidak mempedulikan saya. Jadi kami tidak saling mempedulikan. Jika Anda tidak percaya Firman Allah, maka saya tidak memiliki sesuatu untuk dapat saya katakan kepada Anda. Namun jika Anda mempercayai Firman Allah – oh, betapa berlimpahnya penyataan dari Roh-Nya yang dapat kita peroleh.

 

 

EMPAT BELAS ALASAN MENGAPA SAYA

PERCAYA PANDANGAN PRE-TRIBULASI RAPTUR

 

Selanjutnya inilah posisi saya. Saya memiliki empat belas alasan mengapa saya percaya bahwa gereja akan diangkat sebelum masa tribulasi (Pre-Tribulasi raptur) – bahwa kita akan diangkat berjumpa dengan Tuhan sebelum penghakiman yang luar biasa diturunkan ke atas bumi ini. Ada lima belas alasan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi rapture, bahwa gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi.

 

  1. Karena Garis Besar Kitab Wahyu

 

Alasan pertama mengapa saya percaya gereja akan diangkat sebelum kesusahan besar adalah karena garis besar dari Kitab Wahyu, Kitab Apokalupsis, Kitab terkahir dari Alkitab. Melalui inspirasi, Allah memberikan kepada kita garis besar dari Kitab Wahyu. Ini terdapat dalam Wahyu 1:19: “Karena itu tuliskanlah,” kata malaikat kepada Rasul Yohanes, “tuliskanlah apa yang telah kaulihat,” – itu yang pertama, kemudian “baik yang terjadi sekarang” – itu yang kedua, dan “maupun yang akan terjadi (meta tauta ) sesudah ini” (Wahyu 1:19). Itu adalah garis besar yang luar biasa dari Kitab Wahyu. Jadi Yohanes duduk sendiri, dan ia menuliskan segala sesuatu yang telah ia lihat; yaitu, visi dari Kristus yang telah dimuliakan. Dan itu terdapat dalam Wahyu pasal pertama. Kemudian ia diperintahkan untuk menuliskan “hal-hal yang terjadi sekarang.”  Dan Yohanes kemudian duduk dan menulis pasal 2 dan 3, -- “hal-hal yang terjadi sekarang” – ini adalah zaman gereja. Dan ia mengirimkan surat kepada tujuh jemaat di Asia – “hal-hal yang terjadi sekarang.” Dan sekarang yang ketiga: ia menuliskan “hal-hal yang akan terjadi sesudah ini – meta tauta. Jadi saya sedang menanti meta tauta ini – yaitu hal-hal yang akan terjadi setelah zaman gereja, hal-hal yang akan terjadi setelah gereja diangkat.

Saya sedang menanti meta tauta itu, dan saya menemukannya dalam Wahyu pasal empat, ayat satu: “Kemudian dari pada itu – meta tauta – aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: ‘Naiklah ke mari’ (Wahyu 4:1), dan setelah itu gereja/jemaat tidak nampak lagi. Jemaat tidak kelihatan lagi dan tidak ditekankan lagi sampai jemaat turun kembali dari sorga bersama dengan Kristus dalam Wahyu pasal sembilan belas. Dan antara kata-kata yang terdapat dalam pasal empat ini dan kembalinya jemaat ke bumi dalam pasal sembilan belas, itu adalah masa Tribulasi Besar, masa pencobaan dan kesusahan yang sangat mengerikan. Itulah alasan pertama mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur atau bahwa gereja akan diangkat sebelum masa kesusahan besar, yaitu karena garis besar dari Kitab Wahyu, yang mana Allah telah mengatakan segala sesuatu yang terjadi.

 

  1. Karena Tribulasi adalah Minggu Ketujuh Seperti dalam Nubuatan Daniel

 

Alasan yang kedua mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena Tribulasi adalah minggu ketujuh seperti dalam nubuatan Daniel. Minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel ini adalah minggu terakhir yang merupakan kesimpulan dari sejarah umat pilihan Allah, yaitu bangsa Israel. Minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel adalah masa Kesusahan Besar atau Tribulasi dalam Wahyu 4:19. Tribulasi berhubungan dengan Israel dan bukan jemaat. Daniel 9:24 berkata, “Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus.” Jadi nubuatan ini berbicara tentang Yerusalem, tentang Mesias yang disingkirkan atau ditolak, tentang kedatangan Anti-Kristus, dan tragedi serta penghancuran pada minggu terakhir. Apa yang telah saya baca dalam nubuatan Daniel ini persis dengan apa yang saya baca dalam Kitab Wahyu.

Periode waktu, yang disebut “minggu” oleh Daniel, dibagi menjadi dua bagian. Dalam Daniel 9:27, dijelaskan ada tiga setengah tahun pertama dan tiga setengah tahun kedua. Dan dalam Daniel 7:25, itu disebut, “ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa.” Dalam Daniel 12;7, itu disebut “Satu masa dan dua masa dan setengah masa.” Jadi, ketika saya membaca itu dalam Kitab Daniel, nubuatan itu berhubungan dengan Israel dan penghakiman agung Allah atas Israel, dan hal yang sama saya temukan dalam Kitab Wahyu.  Dalam Wahyu 11:2, “empat puluh dua bulan lamanya.” Dalam Wahyu 11:3 dan Wahyu 12:6, “seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.” Dalam Wahyu 12:14, “satu masa dan dua masa dan setengah masa.” Jadi apa yang saya baca dalam Kitab Daniel berhubungan dengan minggu terakhir, yaitu tujuh tahun masa Tribulasi atau penghakiman itu, persis seperti yang saya temukan dalam Kitab Wahyu, baik kata-katanya, maupun catatan masanya.

 

  1. Karena Gambaran Raptur ada dalam Wahyu 4:1

 

Alasan ketiga mengapa saya percaya gereja akan diangkat sebelum masa Tribulasi adalah karena rapture adalah suatu tanda atau sign-ified. Anda mengucapkan kata ini dalam bahasa Inggris “signified.” Ini digambarkan dalam Wahyu 4 dan 1. Anda tahu, saya berpikir bahwa kita akan memiliki ide dan pemahaman yang berbeda tentang pengucapan kata ini dengan dalam bentuk tertulisnya. Ini dituliskan menjadi “sign-ified.” Dalam Wahyu 1:1, malaikat diutus dan ia menunjukkan (sign-ified) Wahyu kepada Rasul Yohanes; yang mana wahyu itu datang kepadanya dalam gambaran-gambaran panorama. Namun kita tidak akan memahaminya jika kita mengucapkan kata ini “signified.” Ini adalah “sign-ified.” Sebagai contoh, Yohanes melihat Anak Domba yang disembelih. Itu adalah gambaran tentang kematian – darah penebusan Tuhan kita Yesus Kristus. Dan Kitab Wahyu adalah suatu gambaran. Itu adalah “sign-ified,” presentasi panoramic tentang zaman akhir.

Sekarang marilah kita melihat kata “sign” ini – “sign-ified.” Dalam Wahyu 4:1: “Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari.” Dan pada saat Yohanes masuk pintu itu ke sorga, sejak saat itu jemaat tidak nampak lagi dan tidak pernah dibicarakan lagi sampai jemaat bersama dengan Yohanes ditemukan lagi dalam Kitab Wahyu pasal sembilan belas. Tidak ada rapture atau pengangkatan yang ditekankan dalam Wahyu pasal sembilan belas karena jemaat telah bersama dengan Tuhan, dan sedang kembali turun ke bumi bersama sang Juruselamat mereka.

Jadi, gambaran tentang itu, tanda tentang itu, ada dalam Wahyu 4:1, ketika Yohanes berkata, “Sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: ‘Naiklah ke mari’” (Wahyu 4:1) dan orang-orang kudus Allah diangkat untuk berjumpa dengan Yesus di angkasa, diangkat kepada Tuhan. Dalam masa interval antara raptur dalam Wahyu 4:1 dan kembalinya jemaat bersama Tuhan dalam Wahyu 19:14, ada bema. Pada periode waktu itu ada bema, yaitu ketika kita berdiri di hadapan Kristus dan menerima pahala atas apa yang telah kita lakukan bagi Dia, dan pada masa itu juga terjadi Perjamuan Kawin Anak Domba. Dan masa itu ditutup ketika kita kembali turun ke bumi bersama dengan Kristus. Dan ketika kita turun lagi ke bumi, itu tertulis dalam Wahyu 19. Ketika kita kembali turun ke bumi bersama dengan Kristus, kita akan mengenakan jubah putih tanda kemuliaan. Semua itu terjadi di sorga bersama dengan umat Allah, dan sementara di bawah, di dunia ini terjadi masa tujuh tahun kesusahan besar atau Tribulasi yang sangat mengerikan.

 

  1. Karena Orang-Orang Kudus telah ada di Sorga Sebelum Masa Tribulasi

 

Alasan keempat mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena di dalam Wahyu 4:4 dan 10 dikatakan bahwa sebelum masa Tribulasi, Yohanes melihat “dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka” (Wahyu 4:4). Mereka ini adalah orang-orang kudus Allah yang telah dibangkitkan dan diangkat. Mereka ada disorga, yang dijelaskan pada permulaan Wahyu pasal empat, dan setelah itu, sampai Wahyu pasal 19 terjadi masa Kesusahan atau Tribulasi Besar. Jadi orang-orang kudus Allah ini, jemaat-Nya, umat-Nya telah ada di sorga. Mereka memakai pakaian putih dan mereka telah dimahkotai. Mereka telah menerima pahala mereka, dan mereka telah ada bersama dengan Tuhan sebelum masa Tribulasi Besar.  

 

  1. Karena Tribulasi adalah Hari Besar Murka Allah

 

Alasan kelima mengapa saya percaya pandangan Pre-Tribulasi raptur adalah karena dalam Wahyu 6:17, Tribulasi disebut “hari besar murka [Allah]” (Wahyu 6:17). Itu adalah periode waktu tujuh tahun – yaitu minggu ketujuh dalam nubuatan Daniel dan masa antara Wahyu 4 dan 19. Jadi dalam Wahyu 6:17, Tribulasi ini disebut “hari besar murka Allah.” Namun dalam 1 Tesalonika 1:10, Paulus berkata, “Yesus yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.” Dan dalam 1 Tesalonika 5:9, Paulus menulis kembali, “Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Jika tujuan keselamatan saya adalah bahwa saya harus melalui penghukuman dan murka dari Allah yang Mahakuasa, maka saya tidak akan diselamatkan. Namun Allah dengan jelas berfirman seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus, “Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka” (1 Tesalonika 5:9), namun Allah telah menyelamatkan kita dari murka itu di dalam kasih dan anugerah Anak-Nya, yaitu Juruselamat kita.

 

  1. Janji Kristus bahwa Jemaat akan Diselamatkan dari Peirasmos

 

Alasan keenam mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena janji Kristus kepada jemaat Fildadelphia bahwa mereka pasti diselematkan dari peirasmos.  Peirasmos berarti  “tribulasi, pencobaan, bencana, kesusahan.” Allah berjanji kepada jemaat di Filadelfia bahwa jemaat itu akan diselamatkan dari peirasmo yang harus terjadi di bumi ini. Bacalah Wahyu 3:7,

 

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia….Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu [pintu sorga tebuka] bagimu…. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan [peirasmos, tribulasi, pencobaan, bencana, kesusahan] yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai [peirasai, bentuk verbal dari kata peirasmos] mereka yang diam di bumi.” (Wahyu 3:7-10)

 

Jemaat Tuhan kita Yesus Kristus tidak ditentukan untuk mengalami kesusahan besar atau tribulasi, namun ditentukan untuk masuk sorga. Itulah tempat yang telah Ia sediakan bagi kita, supaya kita bersama dengan Dia di sorga, dan bukan di sini, di dunia ini untuk mengalami kesusahan besar yang merupakan penghukuman Allah bagi orang-orang yang menolak Dia.

 

  1. Karena Raptur adalah untuk Orang Percaya, dan Tribulasi adalah untuk Dunia yang tidak Percaya

 

Alasan ketujuh mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena raptur adalah untuk jemaat ketika menerima pahala mereka, sedangkan Tribulasi adalah milik dunia yang tidak percaya sebagai pembalasan dari ketidak-percayaan mereka.  Ini adalah pahala kita yang sangat berharga dan terindah, yang mana di dalam Kristus kita akan diangkat kepada Tuhan kita di sorga, dan berbagai penghakiman dari Tuhan kita akan dicurahkan ke atas orang-orang yang tidak percaya di dunia.

 

 

  1. Karena Allah tidak dapat Mulai Menjatuhkan Penghakiman, yaitu Tribulasi, Sebelum Kita Dipastikan Selamat dan telah ada di Sorga

  

Alasan kedelapan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena Allah tidak dapat memulai menghukum dunia dengan Tribulasi, sebelum kita dipastikan selamat dan telah ada di sorga. Perhatikanlah Firman Allah, karena seperti itulah yang ditegaskan oleh Allah. Dalam Kejadian 7:1: “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini.” Allah tidak mencurahkan murka dan penghukuman-Nya yang dahsyat atas masyarakat antediluvian sebelum Nuh mempersiapkan bahtera dan telah aman di dalamnya. Penghukuman atas dunia itu tidak terjadi sebelum Nuh aman dari penghakiman Allah yang Mahakuasa.  Juga, perhatikan kasus Lot dalam Kejadian 19:22. Tuhan, malaikat berkata kepada Lot, “Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana” (Kejadian 19:22).  Allah tidak dapat menurunkan api dan membakar Sodom sebelum Lot dan keluarganya telah aman berada di luar kota itu. Selama orang benar ini ada di Sodom, Allah tidak dapat berbuat apa-apa. Sehingga malaikat itu berkata kepada dia, “Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana.” Atau lihat lagi dalam Keluaran 11:4, difirmankan bahwa pada tengah malam Tuhan akan,

 

“berjalan dari tengah-tengah Mesir, maka tiap-tiap anak sulung di tanah Mesir akan mati,… Dan seruan yang hebat akan terjadi di seluruh tanah Mesir…. Tetapi kepada siapa juga dari orang Israel, seekor anjingpun tidak akan berani menggonggong, baik kepada manusia maupun kepada binatang, supaya kamu mengetahui, bahwa TUHAN membuat perbedaan antara orang Mesir dan orang Israel.” (Keluaran 11:4-7).

 

Allah tidak akan mengirim malaikat maut atas Mesir sampai Israel telah aman di bawah darah penebusan. Dan kemudian kisah ini ditutup dengan Keluaran 12:41: “Sesudah lewat empat ratus tiga puluh tahun, tepat pada hari itu juga, keluarlah segala pasukan TUHAN dari tanah Mesir.” Itulah Allah. Apakah semua orang Israel ini benar atau layak di hadapan Tuhan? Tidak. Beberapa dari mereka bukanlah orang yang saleh, tetapi oleh karena mereka adalah umat Allah dan mereka telah mengoleskan darah penebusan membentuk salib di ambang pintu rumah mereka, maka Allah menyelamatkan mereka. Seperti itu jugalah yang sedang Allah perbuat bagi kita. Mungkin ada orang dari antara kita yang ditemukan paling lemah di dalam Yesus Kristus, namun jika kita telah diarahkan kepada Dia, Dia akan menyelamatkan kita walau betapa kecilnya iman kita dan betapa lemahnya hidup dan komitmen kita. Ini semata-mata adalah anugerah Allah yang diberikan kepada kita. Dan sekarang, mari meringkas alasan kedelapan ini. Allah tidak dapat menurunkan penghukuman-penghukuman-Nya atas bumi ini selama kita masih ada di dalamnya. Pertama-tama kita akan diangkat, dan baru setelah itu hari penghukuman datang.

 

  1. Karena Kita adalah Bait Roh Kudus

 

Alasan kesembilan mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi rapture adalah karena Roh Kudus diam dalam hati orang percaya dan ada di dalam sidang jemaat. Ada dua tempat yang Allah katakan tentang di mana Roh Kudus Allah tinggal. Ia berdiam di dalam hati saya, dan Ia berdiam di dalam jemaat Allah. Dan ketika saya datang ke gereja, saya sedang datang bersama dengan Roh Kudus. Dan begitu juga halnya dengan Anda.  Dan ketika berkumpul bersama dalam jemaat ini, Roh Kudus ada di tengah-tengah kita. Roh Kudus yang berdiam dalam hati orang percaya dan jemaat Tuhan itu harus disingkirkan terlebih dahulu sebelum Antikristus dapat mencapai goal dan tujuannya. Itu dengan jelas dituliskan dalam 2 Tesalonika 2:7, “Tetapi sekarang masih ada yang menahan” – ho katechon, dari kata katecho yang berarti “suatu penahan, suatu pengendali” – “tetapi sekarang masih ada yang menahan.  Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, pada waktu itulah si pendurhaka” – ho anomos, Manusia Durhaka, Antikristus – “baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali” pada kedatangan parousia-Nya (2 Tesalonika 2:7-8).

Selama kita masih ada di dunia ini, Roh Kudus ada di dalam kita. Selama kita masih ada di dalam dunia ini, Antikristus tidak dapat menguasai dunia. Karena hanya bila jemaat Tuhan, yang adalah bait Roh Kudus diangkat, maka Antikristus baru bisa memulai kerajaannya pada periode Tribulasi. Ini dengan jelas ditegaskan dalam pasal yang sama, yaitu 2 Tesalonika 2, “Orang-orang yang harus binasa… tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta” (2 Tesalonika 2: 10, 11). Dan ketika Antikristus muncul sebagai pemimpin yang menciptakan perdamaian, kemakmuran dan masa depan dunia ini, itu karena pada waktu Roh Kudus telah diangkat bersama dengan bait-Nya, yaitu jemaat-Nya. Sebelum itu Antikristus tidak dapat berbuat apa-apa.

 Ijinkan saya untuk menunjukkan ini kepada Anda dari Kitab Suci. Wahyu pasal enam mulai dengan pembukaan meterai-meterai. Ketika meterai pertama dibuka, ada seeokor kuda putih dan orang yang menungganginya adalah seorang penakluk. Itu adalah Antikristus. Kemudian ia diikuti oleh meterai kedua, seeokor kuda merah padam dan orang yang menungganinya adalah pembunuh dan perang. Dan ia diikuti oleh meterai ketiga, kuda hitam, kelaparan dan pembinasaan. Dan ia diikuti meterai keempat, seekor kuda hijau kuning, dan yang menungganinya adalah maut dan kerajaan maut mengikutinya. Ketika jemaat telah diangkat, bumi dipenuhi dengan keputusasaan dan tanpa ada pengharapan. Tidak ada yang lain di bumi selain pembunuh dan penumpah darah dan kesusahan serta kelaparan. Dan pada saat itulah muncul pribadi yang menjanjikan kemakmuran dan kejayaan kepada semua bangsa. Dan seluruh dunia akan mengikuti dia. Dan orang itu adalah Antikristus seperti yang disebutkan Alkitab.

 

 

  1. Karena Kedatangan Kristus bagi Jemaat-Nya Bersifat Rahasia

 

Alasan kesepuluh mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena kedatangan Tuhan bagi jemaat-Nya bersifat rahasia.  Raptur atau hari pengangkatan bersifat rahasia tanpa adanya pengumuman atau pemberitahuan. Hanya Allah Bapa yang mengatahuinya. Itu dengan jelas dikatakan dalam Matius 24:36 oleh Tuhan kita, dan dalam Markus 13:32. Orang-orang pada zaman Nuh tidak tahu kapan datangnya air bah itu, sampai air bah itu datang. Orang-orang di kota Sodom dan Gomora tidak menyadari bahaya yang akan menimpa mereka sampai akhirnya hujan api dan belerang itu diturunkan atas mereka. Dan orang-orang di bumi tidak akan mengetahuinya sampai tiba-tiba jemaat diangkat. Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus secara terus menerus dipresentasikan oleh Alkitab bahwa Ia akan datang seperti pencuri pada malam hari. Itu ada dalam Lukas 12:13-40. Itu ada dalam 1 Tesalonika 5:2-4. Itu ada dalam 2 Petrus 3:10. Itu ada dalam Wahyu 3:3, dan lagi dalam Wahyu 16:15. Ia berkata, “Aku datang seperti pencuri.” Tak seorangpun tahu. Ia datang secara diam-diam untuk harta-Nya, mutiara berharga-Nya, yaitu Anda. Ia telah menyerahkan hidup-Nya untuk Anda, dan Ia datang untuk membawa Anda.

Sekarang perhatikan ini. Jika Kristus datang untuk jemaat-Nya setelah masa Tribulasi, itu bukan surprise lagi. Mengapa? Karena Tribulasi adalah suatu periode waktu yang telah diketahui berapa lamanya. Perhatikanlah hal-hal yang disingkapkan pada masa Tribulasi. Yang pertama, orang-orang Yahudi akan dikumpulkan ke tanah Israel dari seluruh dunia, kemudian terjadi penganiayaan besar, seluruh dunia memusuhi Yahudi, menyerang Israel. Hal yang kedua, Bait Suci akan dibangun kembali. Anda tidak melihat lagi Bait Suci di Israel sekarang, namun itu akan dibangun kembali dan itu terjadi pada masa Tribulasi. Ketiga, Antikristus akan membuat perjanjian dengan bangsa Yahudi. Keempat, setelah tiga setengah tahun pertama, ia akan mengkhianati perjanjian dengan orang Yahudi itu. Kelima, ia mengangkat dirinya sendiri sebagai Allah. Ia duduk di Bait Suci di Yerusalem dan mengangkat dirinya sebagai Allah dan menuntut untuk disembah. 2 Tesalonika 2:4 menjelaskan itu. Ini disebut “pembinasa keji,” yang dibicarakan oleh Daniel dalam Daniel 9:27; 11:31; 12:11 dan yang ditegaskan oleh Yesus dalam Matius 24:15. Ia akan duduk di ruang maha kudus dan menuntut penyembahan terhadap dirinya sebagai allah. Ketujuh, ia didukung oleh sistem agama dunia seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 17. Seluruh sistem agama dunia akan mendukung Antikristus duduk dalam ruang maha kudus sebagai Allah. Delapan, Ia tidak hanya akan didukung oleh semua agama dunia seperti yang dijelaskan dalam Wahyu 17, namun berbagai tulah dan penghakiman Allah yang Mahakuasa yang bergitu dahsyat dan mengerikan juga akan dicurahkan ke atas bumi ini, dan jika kita masih ada dibumi, maka dengan mudah kita dapat mengetahuinya dan menceritakannya. Kesembilan, akan ada perang Harmagedon yang dahsyat. Kesepuluh, ada raja dari Timur bersama dengan dua ratus juta orang. Jika pengangkatan gereja terjadi setelah  semua hal ini terjadi, maka itu bukan surprice lagi. 

 

  1. Karena Kedatangan Tuhan kita Bersifat Segera

 

Alasan kesebelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena kita diperintahkan dan diperingatkan oleh Alkitab bahwa kedatangan Tuhan kita itu segera. Kita harus hidup dalam immanency, atau selalu berpikir bahwa Ia akan datang segera. Ia mungkin datang seribu tahun yang akan datang. Ia mungkin datang sebelum saya selesai berkhotbah ini. Para rasul hidup seperti itu. Jemaat mula-mula diajar seperti itu. Kita bekerja dan hidup dengan berpikir bahwa mungkin Tuhan datang pada saat ini.

 

 

  1. Karena Janji Tuhan kita

 

Alasan keduabelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah oleh karena kita terus menungguh penuh pengharapan untuk kedatangan Tuhan kita bagi kita. Kita percaya janji Yesus dalam Yohanes 14, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Paulus, dalam 1 Korintus 7:29, menulis, “Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli” (1 Korintus 7:29-30). Karena mungkin Yesus datang untuk kita pada saat ini, pada hari ini, pada jam ini, dan kita senantiasa menanti dan mengharapkan kedatangan-Nya. Seperti yang dikatakan oleh Martha Branham terkasih, “Penebusan kita makin dekat.” Kita harus siap sedia menyambut kedatangan-Nya. 1 Yohanes 2:28 berkata, “Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan – epiphany, phanerothe – diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya – parousia”  (1 Yoh. 2:28).

 

  1. Karena Apa yang akan Kita Nantikan

 

Alasan ketigabelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah karena dalam Titus 2:12-13 dikatakan, “Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan -- epiphaneia  -- kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” Bolehkah saya mengomentari itu? Saudaraku, apa yang akan kita nantikan? Apakah kita sedang menantikan Tribulasi? Apakah kita sedang menantikan penghakiman? Apakah kita sedang menantikan Antikristus? Tidak. Kita sedang menantikan Tuhan kita, Yesus, yang mungkin saja datang beberapa jam lagi, atau bahkan mungkin beberapa menit lagi. Kita sedang menantikan Yesus. Kita sedang mengharapkan kedatangan-Nya. Kita percaya kepada janji-Nya ketika Ia berkata, “Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:3). Dan kita tidak sedang menantikan Tribulasi, tetapi sedang menantikan Yesus.

  1. Karena Kedatangan Kristus tidak Menunggu Tribulasi Besar, Namun Menunggu Jiwa-Jiwa Diselamatkan

 

Alasan keempatbelas mengapa saya percaya posisi Pre-Tribulasi raptur adalah oleh karena kedatangan Kristus tidak mengunggu Tribulasi/Kesusahan Besar, namun menunggu jiwa-jiwa diselamatkan. Mengapa Tuhan menunda kedatangan-Nya? Mengapa Ia tidak datang sekarang? 2 Petrus 3:9 memberikan jawabannya: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”  Itulah sebabnya mengapa Tuhan menunda kedatangan-Nya, karena banyak dari antara kita yang belum sungguh-sungguh diselamatkan atau menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi kita. Karena Ia tidak mengharapan ketika Dia datang kita masih terhilang, namun Ia ingin agar ketika Ia datang kita telah diselamatkan. “Sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk” (Roma 11:25), barulah Yesus datang. Dan setelah itu Ia akan mulai mencurahkan berkat karunia-Nya kepada Israel, dan Paulus berkata, “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan” (Roma 11:26).

 

Yesus datang, Yesus datang

Memilih permata

Cemerlang permata indah

Kesayangan-Nya

 

Yesus minta, Yesus minta

Permata juita,

Yang tersuci, yang terindah

Kesayangan-Nya

 

Tiap anak, tiap anak

Yang kasih pada-Nya

Anak itulah permata

Kesayangan-Nya

 

Bagai bintang kejora,

Segala permata

Gemerlapan bercah’ya

Di mahkota-Nya

 

(When He Cometh, / Terjemahan Nyanyian Pujian No. 83.)

 

 

Saudaraku, bukalah hati Anda untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadimu dan Anda akan menerima janji-Nya yang agung. Dan agar ketika Ia mengangkat orang-orang kudus-Nya, itu diantaranya adalah Anda. Datanglah kepada Yesus, percayalah kepada Dia sekarang juga, sebelum waktunya telah ditutup bagi Anda dan Anda ditinggalkan dalam Kesusahan Besar oleh karena ketidakpercayaan Anda kepada sang Juruselamat. Amin.