Daftar isi

MELIHAT APA YANG TIDAK KELIHATAN

(Seeing the Invisible)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Alih bahasa Bong Sak Tet, S.Th.

Editor Dr. Eddy Peter Purwanto

 

11/9/69

Efesus 1:16-18

 

            Di siaran radio ini, anda sedang mengambil bagian dalam pelayanan di First Baptist Church di Dallas. Inilah gembala Gereja kami yang sedang menyampaikan Firman Tuhan dari Surat Efesus pasal pertama, dengan tema MELIHAT DENGAN MATA HATI. Jika anda berkenan untuk mengikuti khotbah ini, mari kita membuka Surat Efesus, pasal pertama. Saya akan mulai membaca ayat ke- 15, “Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu di dalam doaku.” 

            Ini merupakan doa pertama dari seorang rasul dalam surat Efesus ini. Dan doa-doa yang paling agung dalam segala literature yang ada di dalam kitab ini. Inilah satu-satunya doa yang agung. Dia sedang berdoa untuk orang-orang kudus, termasuk kita dan untuk kita semua. Agar Tuhan Allah kita di dalam Yesus Kristus, Bapa kita yang mulia memberi roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan  mata hatimu terang, sehingga kamu dapat mengerti pengharapan apa yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kaya nya, kemuliaan bagian yang ditentukanNya   bagi orang-orang kudusNya. Dan betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya sesuai dengan  kekuatan kuasaNya. Yang dikerjakanNya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia  disebelah kananNya di surga.

            Pasal yang akan saya terangkan di atas berkata, “Agar Tuhan Allah kita Yesus Kristus, Bapa kita yang mulia memberi Roh Hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang. Tidak ada tempat manapun di dalam Perjanjian Baru maupun di dalam seluruh Alkitab memakai frase ini, “Menjadikan mata hatimu terang.”

            Dianoia (Sebagaimana yang tertulis dalam textus receptus). Kata ini menunjuk kepada seluruh pikiran manusia. Apapun  yang membuat anda hidup, bernafas, tahu dan berfikir, itulah dianoia. Alkitab Revised Version menterjemahkannya dengan kata “Hati.” Sebenarnya itu bukanlah apa yang disebut sebagai kata hati,  kecuali perasaan hati itu datang untuk mewakili segala sesuatu, sehingga manusia itu ada, berpikir, berkehendak dan bertindak. 

            Mata dianoia-mu, seluruh pikiranmu. Diterangi, photizo, yang diterjemahkan iluminasi atau dipenuhi dengan terang. Frase ini tidak digunakan di tempat lain dalam Alkitab Perjanjian Baru. Mata dianoia-mu. Disini diterjemahkan, “Understanding” atau “Pengertian.” Mata hatimu. Namun kata ini banyak kali digunakan dalam bahasa Grika Klasik. Misalnya: Plato menggunakan frase ini sebagai, “mata hatimu.” Ovid dalam deskripsi Pythagoras berkata, dan saya mengutipnya demikian, “Dengan pikirannya, ia mendekati dewa-dewa menembus jauh ke surga. Dan natur apa yang menghalangi penglihatan manusia, dia melukiskan seketika itu juga dengan mata dianoia-nya, mata jiwanya, mata pengertiannya, mata hatinya.”

             Salah satu puisi Inggris kita yang paling agung berbicara tentang penglihatan mata. Melihat yang terbaik lewat terang hati kita yang tidak pernah membohongi kita, yakni melihat dengan mata hati kita. Ini adalah sesuatu yang tidak ada bandinganya, tidak ada yang lebih tinggi lagi keagungan karunia Allah, yang telah  menganugrahkan kepada manusia yang Dia ciptakan. Perasaan, intuisi pemahaman, mengetahui hal-hal, melihat hal-hal dan melihat semua itu dengan mata hatimu.

            Pada suatu hari seorang wanita datang kepada seorang pelukis terkenal di Inggris, yang bernama Turner, dengan lukisannya tentang matahari terbit. Dan wanita ini berkata kepadanya (Joseph William Turner), “Saya tidak pernah melihat matahari terbit seperti itu.” Dan ia menjawab, “Tetapi, tidakkah engkau menginginkannya?” Melihat dengan mata hati, seperti apa yang telah arsitek itu lakukan. Sebelum bangunan itu dibangun, terlebih dahulu ia melihat dengan mata pikirannya.     

             Seorang pelukis melakukan hal berikut ini: Perbedaan antara seorang fotographer dan seorang pelukis adalah bahwa pelukis melukis dengan mata hatinya. Dia melihat pada kedalaman hatinya. Dan itu yang membuatnya sebagai seorang pelukis yang handal. Ia melukis apa yang ia lihat dan rasakan dalam mata hatinya.

            Orang yang membangun jembatan penyeberangan Panama Canal, yang disebut sebagai Jembatan Pan American, pernah membawa saya ke kantornya. Dia menunjukkan kepada saya miniatur kecil dari jembatan itu. Semua itu dikerjakan dengan hati-hati sebelum jembatan itu ditegakkan menyeberangi jalan air. Itu adalah karunia yang paling besar dalam hidup ini, jika seseorang  bisa melihat dengan mata hatinya.

            Ketika saya masih kecil, kami memiliki sebuah toko percetakan kecil, di sebuah kota. Kami memiliki sedikit kertas untuk dicetak setiap minggunya. Dan semuanya itu kami lakukan dengan tangan kami sendiri. Seringkali saya masuk ke toko itu dan melihat dulang-dulang/ talam-talam kecil dari berbagai jenis tipe. Semua tipe A, B, dan C itu ada di sana. Di dalamnya dipenuhi dengan potongan-potongan kecil dari tipe-tipe itu. Karena itu saya berkata, salah satu dari tipe-tipe itu adalah sebuah kenyataan, kenyataan-kenyataan kecil yang dapat kita lihat.

Ketika saya masih kecil, saya sering ke tempat-tempat kumuh. Saya dapat melihat berbagai kenyataan di sekitarnya. Di sana ada batu bata yang berserakan. Bukankah semua itu adalah fakta-fakta yang dapat kita lihat. Di sana ada barang-barang yang berhamburan di sana sini, di sekelilingnya adalah fakta-fakta dan hal-hal yang dapat kita lihat dengan kasat mata kita. Ketika saya masih muda, saya mengunjungi sebuah sekolah medis dan saya melihat di mana mereka sedang membedah mayat-mayat, tubuh manusia. Di sana ada tangan kaki, dan kepala manusia. Dan saya ingat tulang punggung manusia itu bersandar pada sebuah sudut di ruangan itu. Semua itu adalah fakta-fakta yang dapat kita lihat bukan? Sebuah kaki adalah sebuah fakta yang dapat kita lihat, demikian juga sebuah tulang punggung. Tetapi fakta-fakta di dalam diri mereka sendiri tidaklah berarti apa-apa, jika bagian-bagian itu tidak disatukan bersama-sama dengan pikiran manusia tersebut. Karena itu, ketika pemikiran manusia  dituangkan dalam sebuah tulisan dan dikemas secara rapi, lalu  dibawa ke toko percetakan, untuk dicetak, maka jadilah sebuah artikel yang dapat anda baca.

            Atau seorang ahli bangunan, ketika ia masuk ke tempat-tempat kumuh, dengan barang-barang yang berserakan dan ia mengambil itu dan ini dan itu, lalu kemudian ia membuatnya menjadi sebuah rumah yang indah.  Demikian juga, ketika Tuhan mengambil bagian-bagian anatomi tubuh kita dan menjadikan anda dan saya seperti sekarang ini. Kebenaran yang agung bukanlah sebuah alphabet atau  batu bata, atau kaki dan tangan, tetapi kebenaran yang sesungguhnya adalah maksud dan arti di balik semua itu. Dan mengejar kebenaran yang sejati bukanlah dengan melihat fakta, tetapi mengejar kebenaran yang sejati adalah dengan melihat arti dan prinsip di balik semua itu. Dan itu adalah hal yang tidak bisa dilihat dengan mata. Anda harus melihat dengan mata hatimu.

            Sekarang, Paulus sedang membicarakan tentang pasal ini, yakni tentang mata hatimu. Supaya mata hatimu diterangi. Dia berkata, ini adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus menerangi hati kita. Dia memberi iluminasi kepada kita. Dia menunjukkan kepada kita kebenaran, prinsip dan tujuan yang agung ini ada di dalam pikiran Allah bagi kita dan bagi dunia di sekitar kita. Roh Kudus, Tuhanlah yang memberikan arti, tujuan di balik semua fakta-fakta yang dapat kita lihat. Ingatlah sebuah pasal yang sangat indah di dalam II Korintus 4:6 berkata, “Sebab Allah telah berfirman, dari dalam gelap akan terbit terang!” Ia juga akan membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus. Roh Kudus menerangi hati kita dan memberi kita pengetahuan tentang Allah, sebuah pokok kebenaran yang agung, yang hanya dapat kita lihat dengan mata hati kita. Roh Kuduslah yang melakukannya untuk kita. Hanya Roh Kudus yang mengerti hal-hal dari Allah dan menyelami kedalaman hal-hal yang datang dari Allah. Dan hanya Dia yang dapat melakukannya. Roh Kuduslah yang mengambil alih hal-hal dari Allah dan menunjukkannya kepada kita, serta menyatakannya kepada kita maksud dari hal-hal tersebut. Manusia biasa tidak dapat melihat arti di balik hal itu. Dan manusia itu tidak dapat mengetahui maksudnya.

            Di dalam I Korintus 2:14, Paulus berkata, “Tetapi manusia dunia tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan, dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Roh Kuduslah yang mengambil alih hal-hal dari Allah dan mengatur serta menempatkannya pada porsi yang tepat, sehingga kita dapat melihatnya dalam satu kesatuan yang indah dan bersifat menyeluruh. Apa yang Tuhan sedang lakukan dan tujuan, makna di balik karya-karya Tuhan yang agung. Seperti bangunan Bait Allah Salomo, tidak ada lingkaran bekas paku atau  tidak terdengar adanya suara kapak yang kencang. Tidak terdengar sama sekali. Karena arsitek yang agung, Salomo dan Hiram serta orang-orang yang membangunnya adalah orang-orang yang luar biasa dan tidak ada bandingnya, sehingga Bait Allah dapat berdiri dengan setiap bagian yang sangat sempurna.

            Sebagaimana arsitek telah membangun setiap bagian bangunan itu dengan sempurna, demikian juga Roh Kudus melakukan hal-hal dari Allah bagi kita. Dia mengambil alih setiap bagian, dan semua hal yang dapat kita lihat dengan mata kita. Dia telah mengatur dan menciptakan setiap bagian itu dengan sempurna, termasuk anda. Bahkan Dia menyatakannya kepada kita tujuan dan maksud-maksudnya bagi kita. Dia menerangi setiap hati kita. Dan hari ini yang menjadi masalah, adalah bahwa ada orang-orang yang tidak mau melihat, tidak mau mendengar dan tidak mau menyimaknya. Tuhan kita berkata, dalam Injil Matius 13: 13-16, “Itulah sebabnya, aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mereka mendengar, mereka tidak akan mendengar dan tidak akan mengerti, maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti; kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat untuk mendengar; dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mengengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu, karena dapat melihat dan telingamu, karena kamu dapat mendengar.”  Yesus sedang berbicara tentang iluminasi di hati. Artinya melihat dengan mata hati atau roh. Tuhan telah memberi pelajaran intuisi  kepada kita. Dan Roh Kudus telah mempertajam kita dan membuat kita hidup dan peka serta penuh dengan pengertian dalam hal-hal rohani. Dan ini juga merupakan doa dari pemazmur, “Oh, Tuhan bukalah mata hatiku supaya aku dapat melihat hal-hal yang ajaib daii-Mu dan hukum-hukum-Mu yang tertulis dalam Taurat-Mu.” Bukakanlah mata hatiku, supaya aku dapat melihat kebenaran-Mu di dalam aku. Letakkanlah kunci yang ajaib di tanganku, sehingga belengguku dibukakan dan aku dibebaskan. Dengan tenang, aku menunggu Tuhan dan siap melakukan kehendakNya. Bukalah mataku, terangi aku dengan Roh Ilahi-Mu. Kiranya mata pengertianmu, mata hatimu diterang dan diberi pencerahan. Kemudian Paulus berdoa, agar ketiga kategori yang disebutkan di atas dapat memenuhi kita. Paulus berkata, supaya mata pengertianmu diterang dan diberi pencerahan, agar anda memiliki karunia hikmat (Sophia) atau supaya Tuhan memberimu Roh Hikmat (Sophia). Kata itu adalah sebuah kata yang indah dan sebuah kata Yunani yang mengangagumkan.

 

Ketika Justinian membangun katedral yang besar di Konstantinopel, ia menamakannya “Saint Sophia.” Sebuah gereja yang paling besar yang pernah dibangun di sana. Tetapi sayang sekali, karena gereja itu telah menjadi sebuah Mesjid milik orang Islam dan sekarang telah menjadi sebuah museum. Ketika anda berdiri di bawah kubah katedral yang paling besar, yang telah  dibangun ratusan tahun yang lalu, dengan konstruksi dari baja itu, maka terlihatlah kubah yang sangat besar, dengan sebuah bola mutiara diletakkan dibawahnya. Saint Sophia mendedikasikannya untuk hikmat. Di dalam I Korintus 12, karunia Roh Kudus yang pertama adalah Sophia (Hikmat), yakni karunia hikmat. Karunia hikmat adalah sebuah karunia, yang melihat dengan mata hati seseorang, di balik logika dan alasan yang dapat dilihat dengan kasat mata kita.   

             Pada waktu kita mendapatkan bahwa bahasa Grika telah kembali kepada filosofi dan hal-hal yang bersifat metafisika, maka hal itu sangatlah mengejutkan kita. Zeller, dalam bukunya, Garis-garis besar Filosofi Yunani, mempresentasikan  sebuah hal mengenai seorang Yunani yang berhikmat, yakni Gorgias. Gorgias telah membuktikan secara metafisika, pertama bahwa tidak ada sesuatu yang dapat eksis. Dan yang kedua bahwa hal-hal yang eksis tidak dapat dikenal. Ketiga, apa yang dapat dikenal, itu tidak dapat diartikan kepada yang lain. Dan ia telah membuktikannya secara logika. Mari kita ambil contoh sebuah filosofi logika Yunani. Adanya sedikit pengurangan, itu membuktikan bahwa  gerak itu tidak mungkin ada. Tidak ada sesuatu yang dapat bergerak. Pertama, kita akan mengambil satu, dua, dan tiga. Pertama, tidak ada sesuatu yang bergerak dari sana, karena jika itu bergerak, maka itu tidak ada di sana. Kedua, tidak ada sesuatu yang bergerak dari sana. Tetapi di mana hal itu ada dan tidak ada, semuanya berada di tempatnya masing-masing, karena itu tidak ada sesuatu yang dapat bergerak. Itu adalah logika yang bagus dan filosofi Yunani yang bagus pula. Banyak orang yang memiliki pemikiran yang tidak logis di dunia ini, berusaha untuk hidup dengan logika. Banyak orang-orang yang  tidak memiliki alasan itu hidup di dunia ini, mereka berusaha untuk hidup dengan alasan-alasan mereka. Mereka membuat dunia mereka menjadi tidak logis dan tidak rasional. Tetapi Tuhan telah memberikan kepada manusia sebuah indra ke-enam, sebuah perasaan intuitif, sebuah pengertian untuk memperindah hidup itu sendiri. Itulah karunia melihat dengan mata hati, yakni karunia hikmat, karunia Sophia.  Itu seperti seekor ayam betina yang mengerami telur-telurnya, tetapi ia tidak tahu, kalau ternyata telor-telor itu adalah telor bebek dan menetas menjadi bebek-bebek kecil dan ia membawa mereka ke tepi air. Dan ia berhenti dan sangat terkejut, ketika bebek-bebk kecil itu terus berenang tanpa memperdulikannya. Ia tidak dapat menjelaskannya mengapa bisa demikian? Seperti itulah sebuah alasan. Alasan dan logika dapat terus berjalan, dan ia juga bisa berhenti. Tetapi iman itu dapat mengaum sampai ke surga. Dengan iman kita dapat mengerti maksud dan isi hati Allah. Dalam Ibrani 11 mengatakan, “Dengan iman, kita dapat mengerti bahwa dunia ini telah dijadikan oleh Firman Allah. Dengan iman, Musa akhirnya dapat melihat hal-hal yang tak terlihat. Itulah karunia hikmat, sophia melihat dengan mata hati. Dan ia juga berdoa supaya kita memiliki karunia pewahyuan. Ketika kita membuka Kitab Wahyu, kata pertama yang dapat anda lihat adalah apokalupsis, yakni wahyu. Itu adalah penyingkapan. Untuk apa Paulus sedang berdoa bagi kita agar Tuhan memberi kepada kita karunia pewahyuan, penyingkapan. Karena kita dapat melihat hal-hal dari Allah, yang harus dibukakan terlebih dahulu kepada kita. Hal-hal tersebut harus disingkapkan terlebih dahulu sebab hal-hal tersebut bersifat rahasia. Bukankah anda sering mendengarkan saya berkata, bahwa tanda tanga Allah adalah misteri, sebuah tanda bahwa Allah ada di sana, sebuah jejak Allah, cap jempolnya Allah selalu bersifat misteri. Misteri-misteri itu tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata manusia.  Dia berdoa supaya kita memiliki karunia apokalupsis, karunia pewahyuan. Agar ketika Roh Kudus membawa hal-hal yang bersifat rahasia dari Allah itu dibukakan bagi kita. Dan kita dapat melihatnya dan percaya, menerima dan bersukacita dalam hal-hal tersebut. Karena tanpa karunia penyingkapan, kita tidak akan melihat, mendengar dan mengerti hal-hal yang dalam dari Allah.  Yesus berkata dalam Injil Yohanes 6, “Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, keculai Roh Allah yang telah menariknya.” Roh Kudus harus menyingkapkan kebenaran yang agung di dalam Yesus kepada kita. Tuhan  berkata melalui rasul Paulus mengenai bangsa Yahudi bahwa ada sesuatu yang menutupi hati mereka. Dan ketika mereka mendengar, mereka tidak bisa mendengar apa-apa dan ketika mereka melihat, mereka tidak bisa melihat apa-apa, karena ada sesuatu yang menutupi hati mereka. Lalu kemudian ia berkata, “Berbahagialah matamu, karena matamu telah dibukakan. Dan diberkatilah telingamu, karena telingamu tidak berhenti untuk mendengar. Karena kamu dapat melihat dan mendengar. Dan itu adalah sesuatu yang telah disingkapkan oleh Roh Kudus kepadamu, dibukakan kepadamu.” Dan jika tanpa penyingkapan ini, anda tidak akan pernah melihat, anda tidak akan pernah mendengar dan anda tidak akan pernah mengerti hal-hal yang dalam dari Allah.      

             Jika seseorang berusaha untuk menemukan Allah dengan logika dan akal, maka ia akan memasuki setiap bagian akali deduksi, dan rumus-sumus logika dalam pikirannya.  Setelah ia berpikir beribu-ribu tahun, maka ia tetap tidak akan menemukan Allah. Anda  tidak akan mengenal Allah melalui logika anda, dan anda tidak akan dapat menemukan Allah dengan akal anda. Seseorang  dapat mengangkat pialanya tinggi-tinggi ke langit dan memandangan kebesaran Allah. Ia mungkin tahu dengan akal, berasal dari manakah  semua itu. Semua itu berasal dari tangan Yang Maha Kuasa. Ketika seseorang  memandang fajar matahari atau sebuah pelangi yang indah, ia mungkin bisa menduga siapa yang menciptakan semua itu, pastilah ia adalah seseorang yang menyukai keindahan. Kita tidak tahu ada sesuatu yang baik pada fajar pagi dan kita tidak tahu  ada maksud kegunaan dari sebuah pelangi. Tetapi siapaun yang telah menciptakannya, dia pastilah seseorang yang mencintai keindahan. Dan dia dapat melihat pada kedalaman hatinya dan menemukan bahwa dia memiliki kepekaan moral yang tinggi, dan ia akan berkata, “Siapaun yang telah menjadikan saya adalah pribadi yang bermoral.” Sekalipun anda dapat melihat keberadaan anda selamanya, anda dapat melihat fajar pagi selamanya, dan anda dapat melihat bintang –bintang di dalam dunia ini selamanya, anda tidak akan pernah mengenal Tuhan atau nama-Nya atau seperti apakah Tuhan itu?

            Hanya ada satu cara untuk mengenal Allah, yakni melalui sebuah penyingkapan atau apokalupsis, Roh Kudus yang mengajar anda dan itu adalah sebuah karunia dari Allah. Pada suatu hari, Plato sedang berbicara tentang fakta bahwa ada kebenaran yang agung yang akan diperkenalkan kepada kita, yang mana pikiran kita tidak dapat mengungkapkannya. Semua itu akan diungkapkan kepada kita. Plato mengatakannya seperti ini: “Seseorang dapat menerima kebenaran dengan kekuatan insting ketika sesuatu menyatu dengan dirinya sebelum ia dapat menghitung secara akal.” Kita tidak dapat menjelaskannya secara akal. Kita tidak dapat mengungkapkannya secara logika, tetapi kita bisa mempercayainya. Dan ini adalah kebenaran, walaupun kita mengetahuinya secara intuisi dan kita dapat melihatnya dengan mata hati kita. Pada suatu hari, ketika saya masih aktif sebagai seorang pendeta  sebuah College di satu kota, dekan college itu membawakan sebuah buku tentang ilmu pengetahuan. Dan di halaman terakhir dari buku itu ada hal yang sangat mengejutkan, yang pernah saya baca sebelumnya. Ilmuwan itu berkata, “Saya tidak percaya akan kekekalan dan saya tidak percaya akan kebangkitan, saya percaya kepada yang lainnya.” Dia berkata, “Tetapi ketika Ayah saya dan mama saya baru saja meninggal, saya sadar, walaupun saya tidak dapat mengerti dan membuktikannya, namun bagaimanapun juga saya percaya bahwa orang tua saya secara rohani hidup di suatu tempat.’ Dan kemudian ia menambahkan, “Walaupun saya tidak dapat menerimanya secara akal budi saya, tetapi saya percaya ada kekekalan dan kebangkitan.”   

             Itulah yang Paulus sedang bicarakan. Apokalupsis, wahyu kebenaran Allah yang agung, yang kita kenal secara intuitif, namun  kita tidak dapat menerimanya secara akal atau pun logika kita, tetapi itu adalah sebuah kebenaran, seperti apa yang dikatakan oleh Plato. Kita harus dengan cepat menangkapnya. 

            Hal yang lainnya. Supaya mata hatimu diterangi, agar Tuhan memberimu Roh Hikmat dan pewahyuan serta epignosis. Anda dapat menerjemahkannya sebagai knowledge, atau pengetahuan. Mungkin saya bisa menerjemahkannya sebagai “pengetahuan melalui pengalaman” (experiential knowledge).  Dengan demikian, nats tadi berbunyi seperti ini, “Supaya Roh Kudus memberi kita pengetahuan melalui pengalaman.” Mari kita melihat sebentar hal ini. Anda dapat mengambil semua ilmu matematika di seluruh dunia ini dan melukiskannya dengan suara. Matematika dan ilmu pengetahuan tidak dapat melakukan hal itu bagi anda. Anda harus mengalaminya sendiri. Hal yang sama tentang warna. Warna dapat dinyatakan dalam gelombang panjang, dalam penerimaan, penyerapan cahaya maupun tidak adanya penyerapan cahaya. Semua itu dapat dinyatakan dalam setiap bagian ilmu pengetahuan. Tetapi anda tidak akan pernah mengenal keindahan sebuah lukisan atau sebuah fajar pagi atau sebuah gambar di televisi, jika anda tidak melihatnya. Anda harus mengalaminya secara pribadi.

            Hal yang sama tentang “rasa.” Rasa dapat digambarkan secara anatomi. Dan apa yang anda sedang rasakan dapat digambarkan dalam rumus kimia. Tetapi ribuan petunjuk-petunjuk rumus dan ribuan rencana-rencana ilmuwan tidak akan pernah membuat anda tahu seperti apakah rasa jeruk itu, sampai anda mengambil dan memakannya, barulah anda tahu bagaimana rasa jeruk itu. Itulah yang Paulus maksudkan ketika ia berbicara mengenai epignosis, pengetahuan melalui pengalaman. Apa yang dikatakan oleh seseorang tentang Allah atau menyangkal Allah, namun kita sendiri mengalami Allah dalam hidup kita, sehingga kita tidak terpengaruh akan apapun yang diktakan oleh orang lain tentang Allah, bahkan sekalipun mereka menyangkal dan tidak mau percaya kepada-Nya. Itu tidak akan memberi pengaruhi apa-apa pada Allah maupun orang-orang percaya. Roh Kudus yang akan memimpin kita dalam memasuki sebuah pengalaman bersama dengan Allah. Seperti yang dikatakan oleh pemazmur, “Mari datanglah dan rasakan dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Saudara-saudaraku, mari minumlah, makanlah dan lihatlah sendiri kebaikan Tuhan itu. !” Inilah yang disebut sebagai pengetahuan melalui pengalaman (experiential knowledge). Seperti apa yang dikatakan dalam Injil Yohanes pasal pertama, sebuah undangan bagi murid-murid terlebih dulu, “Datanglah dan Lihatlah.” Atau seperti seorang wanita dari Syikar masuk ke sebuah desa, “Datang dan Lihatlah.” Berusahalah  sendiri untuk hal itu! Lihatlah Allah, rasakanlah Allah, dan kenalilah Allah. Roh Kudus akan membukakannya bagi anda dan menyingkapkannya bagi anda jika anda mau datang kepadaNya.

            Kemarin malam saya sedang mengajar sebuah topik tentang keluarga bahagia. Seorang pria datang kepada saya (Dia adalah seorang ahli mesin dan seorang yang sangat pintar) dan berkata, “Belum lama ini, saya berpikir bahwa saya telah mengalami kerusakan mental secara total. Pikiran saya mengalami disintegrasi. Dia berkata, “Saya takut bahwa pembagian garis lingkaran di kepala saya mengalami kerusakan, sehingga saya memeriksakannya ke beberapa psikiater. Saya takut sepanjang hidup saya, pikiran saya  mengalami disintegrasi.” Dia menikah dengan seorang istri yang sangat rohani. Dan istrinya menyakinkannya untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, dan ia berkata, “Tuhan telah menyembuhkan saya dan memulihkan kesehatan saya, kekuatan saya dan juga pikiran saya. Dan secara akali, pikiran saya sudah dipulihkan lebih dari yang dulu. Dan saya dapat menggunakan pikiran saya lebih baik lagi sebagai seorang mekanis.” Dan saya berkata kepadanya, “Itulah yang dikatakan oleh Kitab Keluaran 15. Tuhan berkata, “Aku adalah Tuhan yang telah menyembuhkanmu.” Mengapa anda tidak mencobanya? Datanglah dan lihatlah? Rasakan dan lihatlah. Minum dan lihatlah. Karena pengenalan akan Allah, Paulus berkata, ini adalah pengetahuan melalui penglaman. Anda bisa mengujinya. Anda bisa mencobanya. Amin !!!!!!