Daftar isi

KRISTUS DAN RASA BERSALAH MANUSIA

(Christ and the Human Guilt)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

Alih bahasa: Bong Sak Tet, S.Th.

Editor Dr. Eddy Peter Purwanto

 

10/26/69

Efesus 1:5-7

 

            Di siaran Radio ini, anda sedang mengambil bagian dalam pelayanan First Baptist Curch di Dallas. Inilah Gembala Gereja kami yang sedang membawakan Firman Tuhan dari Surat Efesus pasal 1, dengan  Tema, KITA DITERIMA DI HADAPAN ALLAH. Saya akan mulai membaca ayat 3 sampai ayat 7, “Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia yang jahat sekarang ini, menurut kehendak allah dan bapa kita. BagiNyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin. Aku heran bahwa kamu begitu lekas berbalik daripada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu Injil lain, yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.”

             Minggu Pagi yang lalu, saya berkhotbah tentang doktrin predestinasi. Menurut kasih karunia, Ia telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, ia telah menetapkan kita untuk diadopsi menjadi anak-anakNya. Kita telah ditetapkan menurut tujuan Dia, yang bekerja dalam segala hal sesuai dengan kehendakNya.

            Itulah khotbah saya Minggu pagi yang lalu, yakni doktrin predestinasi bahwa Allah berkuasa di dalam dunia ini dan Dia berkuasa di dalam hidup kita.

            Hari ini, kita akan mengambil 3 kata yang lain dalam teks yang kita baca tadi dan membicarakannya.

 

I. Apa Maksud Diadosi/Diangkat Sebagai Anak dalam Keluarga Allah?

 

Pertama, Adopsi. Tuhan telah menetapkan kita untuk diadopsi menjadi anak-anakNya melalui Yesus Kristus menurut maksud dan kehendakNya. Oleh karena sifat kemanusian kita., kita  terasing dari Allah. Kita mati di dalam pelanggaran dan dosa-dosa kita. Kita bukan lagi menjadi milik keluarga Allah, karena sifat keberdosaan itu. Kita jatuh ke dalam dosa orang tua kita yang pertama, yakni dosa Adam dan Hawa, sehingga membuat kita semua dan seluruh hidup kita berdosa pula.

            Kisah kejatuhan Adam dan Hawa tidak hanya merupakan sebuah kisah yang dapat kita baca dalam Kitab Kejadian, pasal pertama, tetapi itu merupakan sebuah kisah, yang mana kita semua bisa merasakan dan mengalaminya dalam hati kita. Kita terasing dari Allah, kita ada di bawah murka dan hukuman Allah. Tidak ada seorang pun yang pernah melihat wajah Allah dan hidup sesuai dengan sifat kemanusiaannya dan kebenaran moralnya. Ada sebuah keterpisahan dan keterasingan antara kita dengan Allah. Dosa itulah yang telah memisahkan antara kita dengan Allah. Tetapi kemudian kita menjadi anak-anak Allah dengan cara kita diadopsi dan dilahir-barukan kembali. Injil Yohanes 1:11-12 berkata demikian, “Dia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi milik kepunyaanNya tidak mau menerimanya. Tetapi semua orang yang menerimaNya, diberiNya hak atau kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, yakni bagi mereka yang percaya dalam namaNya.”

            Kita diadopsi masuk dalam keluarga Allah. Dan Allah mengadopsi kita melalui Yesus Kristus. Ketika kita membuka hati kita kepada Tuhan dan menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, Ia memberi kita hak atau kuasa menjadi anak-anak Allah. Kita telah diadopsi masuk dalam keluarga Allah. Saya ingin mengatakan bahwa secara hukum, jika anda pernah mengadopsi seorang anak, anak itu tidak pernah dapat kehilangan hak warisnya. Anak itu akan menjadi milik kepunyaanmu selamanya. Saya mengira bahwa hukum itu ada, karena sebuah keluarga mengadopsi seorang anak, dan tidak ingin mewariskan hartanya kepada anak itu, dan ingin mengembalikan anak itu dan tidak mengganggap dia sebagai anaknya lagi atau sebagai ahli waris, atau kemudian menerima anak itu menjadinya anaknya lagi. Sehingga seseorang tidak bisa mempermainkan hukum itu. Jika seseorang telah mengadopsi seorang anak, maka secara hukum anak itu menjadi milik kepunyaan kita.

            Adalah sebuah doktrin yang bersifat praduga dan doktrin yang bersifat lelucon, jika seseorang percaya bahwa ia dapat menjadi sebuah anggota keluarga Allah, lalu kemudian dia kembali tidak bisa menjadi anggota keluarga Allah lagi, lalu kemudian kembali bisa menjadi anggota keluarga Allah lagi. Dan setelah itu, ia tidak bisa lagi menjadi anggota keluarga Allah. Dia bisa diselamatkan, lalu kemudian dia bisa kehilangan keselamatannya, lalu kemudian diselamatkan lagi dan kemudian tidak bisa lagi. Hal seperti ini tidak ada di dalam ajaran Alkitab. Firman Tuhan berkata bahwa ketika kita diselamatkan, maka Ia memberi kita hidup yang kekal. Jika anda telah pernah dilahirkan kembali, jika anda pernah diselamatkan, maka anda telah diselamatkan untuk selama-lamanya. Anda tidak akan pernah keluar dari keselamatan yang telah anda terima. Ada sebuah hati yang baru dan hidup yang baru, kasih yang baru dan ciptaan yang baru di dalam diri anda. Anda tidak akan bergeser dari keselamatan yang telah anda terima itu. Dan anda tidak akan pernah bisa keluar dari lingkungan keselamatan yang telah anda peroleh. Karena benih ilahi dari Allah tinggal di dalam diri anda. Ini merupakan ilustrasi yang sangat tepat dari doktrin adopsi.

            Ketika kita telah diadopsi masuk ke dalam keluarga Allah, kita diadopsi untuk selama-lamanya. Tuhan tidak pernah membatalkan hak waris kita, tidak pernah tidak mengakui kita, dan tidak pernah mengingkarinya. Kita adalah anak-anakNya selama-lamanya. Hari ini Tuhan mempunyai maksud yang lebih besar untuk kita, bukan hanya menjadi anak-anakNya. Tetapi Tuhan bermaksud ingin memberikan hal-hal yang terbaik untuk kita. Walaupun nenek moyang kita yang pertama telah jatuh ke dalam dosa, tetapi maksud Tuhan bagi kita adalah supaya kita diselamatkan dan menjadi ahli warisNya melalui Tuhan Yesus. Itu berarti apapun yang dimiliki oleh Yesus Kristus Anak Allah, itu juga adalah milik kita. Di dalam otoritasNya, kita duduk bersama dengan Dia di atas tahtaNya. Semua kekayaan Tuhan  yang berlimpah ruah, yang dimiliki Allah adalah juga milik kita. Setiap anugrahNya, setiap kasih karuniaNya, setiap pemberianNya, segenap kepunyaanNya, segenap otoritasNya, setiap pemerintah dan kuasa-kuasa; baik hal-hal sekarang, hal-hal yang akan datang, tinggi maupun dalamnya semuanya itu adalah milik kita. Itulah tujuan Allah bagi kita.        

 

II. Apa Maksud dari Kata Kehendak-Nya?

 

            Kedua, Kata kehendak “menurut kerelaan kehendakNya.” Dan Dia melakukan ini bukan karena kita berjasa atau layak untuk itu, tetapi Ia melakukannya, karena sesuai dengan kerelaan kehendakNya. Dan ini yang membuat kita belajar untuk merendahkan diri kita dihadapanNya. Karena semua yang Allah lakukan untuk kita, bukan karena apa yang telah kita lakukan bagiNya atau karena kelayakkan kita, sehingga Tuhan menganugrahkan semua kekayaan dan berkat-berkat yang luar biasa itu kepada kita., tetapi karena kita telah diadopsi menjadi anak-anak Allah melalui Yesus Kristus, karena kerelaan kehendakNya. Ini adalah sebuah anugrah Tuhan, yang Ia telah lakukan untuk kita.

            Ya, Kadang-kadang, ketika saya berpikir, saya ada sebagaimana ada dan orang-orang yang telah saya menangkan bagi Tuhan, maka hati saya meluap ucapan syukur yang tidak terkatakan untuk kasih karunia Allah yang telah Ia berikan kepada saya. Saya bersyukur kepada Tuhan karena anugrahNya, yang telah Ia berikan bagi saya menurut kerelaan kehendakNya. Tuhan meletakkan saya di keluarga Kristen.

            Mengapa saya tidak dilahirkan di jantung Afrika dan hidup dalam kehidupan yang sederhana, dengan lantai yang kotor dan atap ilalang; serta menyembah dewa-dewa animisme, dewa-dewa pohon, dan dewa-dewa batu. Saya telah berjalan di sekitar jantung Afrika dan di situ ada darah yang menempel di pohon, di batu-batu, di karang-karang, dan di tongkat-tongkat kayu. Lalu saya berkata, “Mengapa ada darah seperti in?” Karena mereka sedang mempersembahan ayam dan juga binatang-bintang lainnya untuk roh-roh animisme yang hidup di batu-batu, di karang-karang dan di pohon-pohon.

            Mengapa saya lahir di salah satu tempat yang berlantai kotor itu dan mengapa saya tidak dibesarkan dalam agama animisme? Karena kasih karunia Allah yang telah Ia nyatakan kepadaku. Saya sedang berpikir tentang keluarga-keluarga yang ada di Amerika. Oh, betapa banyaknya keluarga-keluarga di Amerika yang hidupnya  tidak memiliki Tuhan. Tetapi saya bisa lahir dalam sebuah keluarga Kristen, sebuah keluarga ilahi. Ini adalah anugrah yang telah Ia berikan kepada saya.

            Hari Rabu ada persekutuan doa bagi kita. Hari kamis, kita ada latihan koor.  Maksud saya, ketika saya masih kecil dulu ingin sekali mengikuti ayah saya untuk latihan koor, sebab saya sangat suka mendengar orang-orang bernyanyi. Saya memiliki ribuan kenangan sebelumnya, sebagai seorang anak yang tumbuh di tengah-tengah gereja. Mengapa saya tidak dilahirkan dalam keluarga yang tidak ber-Tuhan dan yang duniawi di Amerika? Mengapa saya tidak dibesarkan dalam keluarga seperti itu?

            Semua orang yang memiliki pikiran yang tertuju kepada Tuhan, kepada umatNya, dan kepada hari kudus Tuhan, maka itu adalah sebuah kasih karunia dan angurah Tuhan.  Itu adalah kasih karunia dari Tuhan kepada saya, sehingga saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen dan dibesarkan dalam kasih dan pengasuhan Tuhan. Itulah yang telah Tuhan lakukan untuk kita; yakni mengadopsi kita masuk ke dalam keluarga Allah. Menjadi seorang ahli waris Yesus Kristus menurut kerelaan kehendakNya. Oleh karena itu, ketika kita memiliki sorga dan kita akan menyanyi dan memuji Tuhan. Kita tidak akan berkata, “Halleluyah untuk saya. Lihat apa yang telah saya lakukan! Semua kemuliaan bagi saya. Lihatlah apa yang telah saya capai. Semua kemuliaan dan pujian hanyalah untuk saya. Lihatlah betapa lamanya saya berjuang untuk mendapatkan surga. Semua adalah hasil kerja keras saya.”      

             Ketika memiliki surga, pujian kita dan kemuliaan kita hanya akan kita berikan kepada Dia yang mengasihi kita dan menyucikan dosa-dosa kita dengan darahNya sendiri dan yang telah menjadikan kita anak-anak raja dan imam-imam bagi Allah Bapa kita. Di dalam semua kekayaan, kehormatan, kuasa, kemuliaan dan kekuatan untuk selama-lamanya. Amin dan amin!! Yesus melakukan semua itu, Yesus telah membayar semua itu. Karena itu, kita akan berkata semua kemuliaan bagi Tuhan. Kita harus memuji kebesaran Tuhan. Sebab Yesus telah melakukan semua itu untuk kita.

            Kita telah diadopsi dan ditempatkan dalam keluarga Allah menurut kerelaan kehendakNya. Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya. Kita tidak akan berhenti pada subjek kemuliaan ini selamanya. Sebab kita memiliki subjek kemuliaan yang lainnya. Di dalam Dia, kita telah ditebus oleh darahNya. Itulah yang telah dikatakan oleh Alkitab. Kehidupan kita adalah berasal daripada Tuhan sendiri. Dia datang untuk mati bagi kita dan menebus kita melalui darahNya. Yesus berkata, “Inilah darahKu, darah perjanjian yang telah ditumpahkan untuk pengampunan dosa-dosamu. Inilah apa yang telah dikatakan keseluruhan Alkitab. Tema Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah bahwa Kristus datang ke dalam dunia dan mati karena dosa-dosa kita. Dan semua tipologi, semua ritual penyembahan pada zaman dahulu kala, semua nubuatan adalah menunjuk kepada kedatangan Yesus Kristus yang agung.  Dan kisah tentang kehidupan Tuhan, muzizat-muzizat, perumpamaan menggambarkan anugerah dan kasih Tuhan. Surat-surat dari rasul Paulus dan rasul-rasul lainnya menguraikan dan menerangkan secara panjang lebar akan hal itu. Kitab Wahyu yang agung adalah konsumasi atau kesimpulan dari pujian kita kepada Allah untuk selama-lamanya. Karena apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk kita. Tema dari keseluruhan Alkitab adalah bahwa Yesus datang untuk mati bagi dosa-dosa kita, atau Yesus sedang berada di sini untuk mati bagi dosa-dosa kita, atau Yesus telah datang untuk mati  bagi dosa-dosa kita, atau di dalam kekekalan segala pujian hanya bagi Dia yang mengasihi kita dan yang telah menyucikan dosa-dosa kita di dalam darahNya. Inilah kisah yang ada di Alkitab.   

             Ada beberapa orang di sini—banyak orang yang ada di sini---Siapa lagi yang ada di sini pada waktu itu, yakni Minggu malam ketika merayakan “New Year’s Eve (Perayaan Tahun Baru). Pada waktu itu saya memulai acara itu pada pukul 7:30 malam, dan saya mulai berkhotbah di tengah malam dengan mengkhotbahkan keseluruhan Alkitab. Apakah anda masih ingat tema khotbah saya pada waktu itu? Tema itu adalah BENANG MERAH DALAM ALKITAB. Benang merah itu berasal dari penumpahan  darah binatang yang tidak bercacat, di Taman Eden untuk menutupi ketelanjangan bapa dan ibu leluhur kita, Adam dan Hawa. Mereka telah dibasuh dari kejahatan mereka dan mereka telah disucikan oleh darah domba. Keseluruhan tema dan cerita dalam Alkitab adalah bahwa Yesus datang ke dalam dunia untuk mati di atas kayu salib bagi dosa-dosa kita, sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci dan dibangkitkan bagi pembenaran kita, untuk menyatakan bahwa kita adalah orang-orang yang telah dibenarkan oleh Yesus menurut Alkitab.

 

III. Apa yang Dikmaksud dengan Kata Menebus?

 

Ketiga, kata menebus. Hari ini, bagaimana salib Kristus itu menyelamatkan kita? Kita ditebus melalui darahNya. Bagaimana penderitaan Yesus di atas kayu salib bisa menghapus dosa kita? Bagaimana darah Kristus menyucikan  noda dosa yang ada di hati kita? Bagaimana kita diselamatkan  di dalam darah Yesus? Ketika saya mengambil gelar “Doctor” saya. Ada  satu tugas yang besar dan dua tugas yang kecil. Dan salah satu tugas kecil yang saya ambil itu adalah tentang teori penebusan, yakni bagaimana salib Kristus menyelamatkan kita. dan setelah selama dua tahun saya mempelajarinya secara seksama, maka saya sampai pada akhir tugas saya dan akan menghadapi ujian itu, maka saya mendapatkan bahwa saya tidak tahu apa-apa tentang teori itu daripada  pertama kali ketika  saya mulai. Teori penebusan berubah dari zaman ke zaman dan generasi ke generasi. Beberapa di antara teori itu hanyalah bersifat teknis  dan yang dibuat-buat. Dan beberapa di antaranya luar bisa tidak bisa diterima. Beberapa di antaranya secara intelektual tidak masuk akal.

            Bagaimana darah Yesus bisa menyelamatkan kita? Menurut pendapat saya, itu adalah sebuah hikmat Ilahi yang tidak dapat dicapai oleh pengertian manusia. Anda tidak akan dapat  masuk ke dalamnya. Itu adalah di luar kemampuan kita. Semua yang dapat kita lakukan hanyalah melihat hasil dari apa yang Tuhan lakukan. Apakah kematian Kristus adalah bagi kita, anda akan melihat hasil dari kehidupan manusia. Seperti contoh; hasil penebusan anugrah dari Yesus akan memiliki hubungan yang erat dengan hasil dari seorang hamba yang telah ditebus dan telah dibebaskan. Karena itu, beberapa teori penebusan menunjukkan Yesus sebagai penebus dosa-dosa kita. Dan Dia sedang berbicara hal itu tentang diriNya. Ia berkata, “Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi banyak orang.” Dan hasil penebusan kasih Kristus berhubungan dengan Allah yang murka. MurkaNya berubah menjadi anugerah dan kasih karunia. Karena itu, kita menunjukkan penebusan Kristus sebagai pendamaian, pernyataan ucapan terima kasih yang tak terhingga. Sebab Allah telah melakukannya untuk kita melalui kematian Yesus di atas kayu salib. Kadang-kadang anda bisa melihat hasil dari penebusan Kristus itu, dan hasil itu berhubungan erat dengan seorang penyembah yang telah diasingkan dari tempat ibadah karena dosa-dosanya. Dan ia membawa sebuah korban dengan maksud untuk menebus dosa-dosanya. Lalu hasil penebusan itu digambarkan sebagai tindakan dari penebusan itu. Itulah penebusan yang telah dilakukan Allah untuk dosa-dosa kita.          

            Kadang-kadang hasil kematian Krsitus berhubungan erat dengan seseorang yang telah dipisahkan Allah dari dunia. Dan ada sebuah jurang yang tak terbilang dalamnya antara rekonsiliasi yang tertolak dengan mereka yang membicarakan penebusan kematian Kristus sebagai  sebuah alat rekonsiliasi. Di dalam kematian Yesus, kita didamaikan dengan Allah. Allah berdamai dengan kita dalam kematian Yesus dan kita dipanggil untuk berdamai dengan Allah. Anda bisa menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari untuk membicarakan anugrah dan kasih karunia Yesus yang telah Dia lakukan untuk kita.

            Pendamaian, tindakan penebusan, rekonsiliasi dan pembebasan. Apapun semua itu, kita tidak akan pernah melihatnya dan kita tidak akan pernah bisa menggambarkannya. Semua yang anda dapat lakukan hanya melihat keagungan, dan hasil penebusan anugerah yang tidak ada bandingnya dari Allah di dalam Yesus Kristus. Efek dari khotbah tentang salib Kristus dan tentang penebusan anugerah, kasih dan karunia Allah di dalam Yesus Kristus membuat setiap kita harus bersykur untuk apa yang telah Tuhan lakukan untuk kita. Saya tidak akan sembarangan membicarkan poin ini, tetapi saya yakin kita dapat merasakannya. Saya akan mengutip beberapa hal yang mungkin pernah kita baca dan alami dalam hidup kita: George Whitefield, seorang pengkhotbah dari Oxford, yang ditolak untuk berkhotbah di mimbar Gereja Inggris dan kemudian berkhotbah di lpangan-lapangan terbuka. Pada hari itu, George Whitefield berkhotbah di kota Exeter, salah satu kota di barat daya negeri Inggris, di sana ada seorang penjahat  yang membawa banyak batu di sakunya. Ia berusaha untuk mengacaukan ibadah itu, lalu dia berdiri dan mulai mendengarkan apa yang dikhotbahkan oleh George Whitefield. Lalu penjahat itu berkata, “Saya tidak akan melemparkan batu ini kepada George ketika ia berdoa, saya akan tunggu sampai ia selesai berdoa. Kemudian ia mulai membaca teks yang akan disampaikan. Penjahat itu berkata, “Saya tidak akan melemparkan batu-batu ini kepada George Whitefield ketika ia sedang membaca Alakitabnya. Saya akan tunggu sampai Alkitab itu selesai dibacakan.” Lalu ketika George selesai membacakan teks Alkitab itu, ia mulai menyampaikan khotbahnya tentang anugrah Allah di dalam Yesus Kristus. Ketika ia ingin melemparkan batu-batunya itu kepada pengkhotbah yang sedang berkhotbah itu, akhirnya dia urungkan niatnya itu. Setelah ibadah itu selesai, ia datang kepada George Whitefield dan berkata, “Saya datang ke sini dengan maksud untuk mengacaukan ibadah kalian, tetapi Tuhan telah menjamah hati saya dan saya bertobat di hadapan Allah.”            

             Dia diselamatkan, bertobat dari dosa-dosa yang membelenggunya. Inilah hasil khotbah tentang Injil kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Minggu ini saya baca tentang Dewitt Talmadge. Beliau adalah salah satu pengkhotbah besar di sepanjang zaman. Pada suatu hari, ia menyaksikan bagaimana keluarganya menjadi orang-orang Kristen. Dia berkata, kakek dan neneknya pergi mendengarkan khotbah Charles Finney, dan kemudian mereka secara ajaib bertobat, lalu kembali ke rumah mereka untuk mencari anak-anak mereka dan memenangkan mereka bagi Yesus. Dan anak-anak mereka tersenyum. Kita bisa melihat sebuah perbedaan generasi antara mereka dengan anak-anak mereka. Anak-anak mereka tersenyum dan kemudian pergi ke pesta. Dan ketika mereka meninggalkan rumah mereka, ibunya berkata, “Saya akan berdoa untuk keselamatanmu sampai kalian kembali ke rumah nanti. Ketika mereka pulang kembali, mereka melihat ibunya sedang berdoa bagi mereka. Hari berikutnya, mereka mendengar putri mereka sedang menangis di kamarnya. Lalu mereka naik ke atas loteng, membuka pintu kamar putrinya dan mereka sedang melihat putrinya bertobat dan mengakui dosa-dosanya. Kemudian putrinya berkata, “Kakak-kakak saya, satu di gudang, satu lagi gerbong juga sedang bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka.”

            Kemudian kedua orang tua ini langsung menuju ke gudang dan mereka melihat di sana ada putranya Elijah Talmadge, yang kemudian menjadi seorang pengkhotbah, sedang berlutut di hadapan Allah. Dan ketika mereka pergi menuju ke lumbung yang satunya, maka mereka melihat David Talmadge, ayah dari Dewitt Talmadge, di sana juga sedang bertobat dan mengakui dosa-dosanya. Akhirnya seluruh keluarga Talmadge ini percaya dan diselamatkan Tuhan. Mereka tinggal di sebuah desa kecil. Kasih karunia Allah yang agung ada di atas keluarga Talmadge.   

             Ketika hari Minggu tiba untuk melayani di gereja, ada 200 orang lebih yang menyerahkan diri dan menerima kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka pada Minggu itu. Itulah yang disaksikan oleh Dewitt Talmadge tentang ayahnya David Talmadge. Sebuah hasil yang tidak ada bandingnya, yang tidak bisa dilukiskan mulianya. Semua itu lebih dari lidah, pena, puisi dan nyanyian yang pernah terucap. Mengapa saya dan Leroy ada di Crusade San Angelo, di sebuah gedung yang besar itu? Setiap malam setelah selesai berdoa, saya berjalan ke ruang konseling dan hanya sekedar melihatnya. Di sana ada banyak anak-anak brandalan dan kasar yang dapat anda lihat dan coordinator Crusade, Jimmy Hester berkata kepada saya, “Bicaralah kepada mereka dan doronglah mereka untuk mengikuti KKR. Dan ketika saya berjalan menuju ke ruang konseling itu, di sana ada sejumlah anak-anak brandalan dan kasar itu sedang menundukkan kepala mereka dan mengakui dosa-dosa mereka di hadapan Tuhan. Mereka bercerita kepada saya tentang seorang wanita yang terikat dengan alkohol. Dan kami melihat wanita itu, pandangan matanya yang sangat memprihatinkan, yang pernah saya lihat.

             Ketika saya sedang berjalan melewati ruang konseling hari Selasa malam, di situ ada seorang wanita yang sedang menundukkan kepalanya dan berdoa di hadapan Tuhan. Inilah hasil khotbah tentang Injil Anak Allah, Yesus Kristus. Apapun penjelasanmu tentang teori penebusan, anda tidak akan pernah memahaminya dengan sempurna. Sebab hal itu tidak bisa dijelaskan dengan pengetahuan kita, dan tidak bisa digambarkan dengan apapun juga. Kehadiran, karakter, kasih dan anugerah Allah yang maha Kuasa adalah suatu yang tidak dapat dijangkau dengan pikiran dan kemampuan manusia. Bukankah ini adalah sebuah Injil mulia yang kita khotbahkan?

 

IV. Apa yang Dimaksud dengan Kata Pengampunan?

 

            Yang keempat, kata “Pengampunan.” Pengampunan dosa menurut kekayaan anugrahNya. Ada bagian, ada tiga cara, dan ada tiga pendekatan untuk pengampunan dosa ini. Kita semua dapat datang ke hadapan Allah, meminta Dia mengampuni dosa-dosa kita. Kebanyakan doa-doa kita mendekati seperti itu, “Tuhan ampunilah dosa-dosa kami.” Ada tiga cara Tuhan mengampuni dosa-dosa kita atau ada tiga cara dosa-dosa kita dapat diampuni. Pertama, secara pribadi. Tuhan menghentikan murka dan kebencianNya terhadap dosa-dosa kita secara pribadi. Kedua, secara etika. Tuhan meringankan semua tekanan dan beban yang menakutkan dalam hidup kita dan jiwa kita. Ketiga, secara legal. Tuhan mengubah penghukuman, kebinasaan dan kematian menjadi anugerah hidup kekal di dalam Yesus Kristus. Itulah tiga cara yang dimaksud bahwa Tuhan dapat mengampuni dosa-dosa kita. Sekarang, biarlah saya menyimpulkan masing-masing dari ketiga cara itu. Secara pribadi. Tuhan adalah Pribadi dan anda juga adalah seorang pribadi. Anda dapat merasa, anda dapat marah, anda bisa sedih, anda bisa terluka. Semua hal tersebut ada pada Allah dan anda dapat melihatnya di dalam diri Yesus Kristus.

             Alkitab berkata, ketika Ia melihat di sekelilingNya, Ia murka dengan kerumunan orang-orang dan mengusir mereka keluar dari Bait Allah dengan cambuk. Dia menghardik kemunafikan orang-orang Farisi dan niat jahat mereka. Anda dapat merasakan semua hal itu, demikian juga Allah. Sekarang, Pengampunan bersifat pribadi. Ketika anak yang hilang itu merasa hidupnya tak berarti lagi dan kembali kepada bapanya, apakah bapanya tidak mengampuninya? Apakah benar demikian? Ayah itu dapat  menjadi seperti kakaknya sendiri, dan berkata kepadanya, “Kamu telah memilih jalan kamu sendiri dan membohongi dirimu sendiri. Kami tidak mau melihat mukamu lagi, kami tidak ingin mendengar namamu lagi, kami telah menguburmu dalam-dalam. Kami ingin kamu hilang dari pandangan kami.” Ayah itu bisa melakuakan hal tersebut, demikian juga, tetapi kisah yang menarik dari anak yang hilang itu berkata sebaliknya. Ketika anak yang hilang itu kembali kepada ayahnya dan merendahkan diri serta bertobat di depan ayahnya. Ayahnya berkata, “Bangunkan dia dan pakaikan sepatu yang terbaik padanya, kenakan cincin pada jarinya, tanggalkan bajunya yang kotor itu dan ambilkan jubah yang terbaik dan pakaikanlah kepadanya. Sembelihlah domba yang tambun dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” Ini adalah pengampunan secara pribadi. Cara yang Tuhan telah lakukan untuk kita. Apapun kesalahan kita kepada TUHAN, dan apapun yang telah kita lakukan, ketika kita datang kepada Tuhan, maka Ia akan bersuka cita menerima dan mengampuni kita. Inilah pengampunan secara pribadi.

                  Pengampunan secara etika. Apakah anda masih ingat bagaimana John Bunyan memulai cerita Perjalanan Seorang Musyafir. Ada seorang Musyafir yang pulang ke rumahnya dengan beban di pundaknya. Ketika si Musyafir pulang ke rumahnya, ia sedang membaca buku dan membaca Alkitab. Dan ketika ia sedang membaca Alkitabnya, ia menangis karena ia telah kehilangan waktu yang banyak dan tidak mendapatkan apa-apa. Apakah anda tahu, ia mempunyai sebuah beban dipundaknya, yakni beratnya dosa-dosa yang menindihnya. Itulah paragraph pertama dari kisah Perjalanan Seorang Musyafir. Dan beban besar itu ada di pundaknya. Kita semua tahu apa yang dimaksud dengan perasaan bersalah yang menarik kita dalam dosa. Itulah beban dipundak kita.