CAHAYA ORANG-ORANG KUDUS TUHAN

(THE SHINING SAINTS OF GOD)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 12:1-3

05-07-72

 

 

Judul dari khotbah pada pagi hari ini adalah CAHAYA ORANG-ORANG KUDUS TUHAN. Dan khotbah ini merupakan suatu penjelasan yang lebih terperinci tentang tiga ayat yang pertama dari pasal ke dua belas kitab Daniel. Di dalam pelajaran kita di sepanjang kitab Daniel, kita telah sampai pada bagian yang terakhir dari penglihatan yang terakhir. Dan tak dapat disangkal lagi saya akan mengajarkan satu khotbah lagi tentang Daniel untuk menutup rangkaian tersebut. Sekarang, inilah bacaan dari teks tersebut:

 

“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis di dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya. [Daniel 12:1-3].  

 

Sekarang, marilah kita mulai dari ayat yang pertama: “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael.” Pada waktu apa?  Ketika Alkitab dituliskan, tentu saja, tidak ada pasal-pasal untuk membagi Alkitab itu dan tidak ada pembagian berdasarkan versinya. Jadi alkitab merupakan suatu tulisan yang berkelanjutan. Dan penglihatan yang terakhir berada pada pasal ke sepulu, pasal kesebelas dan pasal yang kedua belas. Dan pasal ini berada di tengah-tengah penglihatan yang terakhir itu. Jadi, “Pada waktu itu” mengacu pada pasal-pasal yang baru saja mendahuluinya, yang mana menguraikan kesesakan besar serta bangkitnya Anti Kristus yang terakhir serta peperangan di Armagedon. Pada waktu kesesakan serta kegelapan dan kesengsaraan itu Mikhael, “pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu”—“ Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael.” Apakah dia yang menyelamatkan bangsa itu? Tidak. Kehadiran Mikhael tidak menjaga bangsa Tuhan untuk melalui masa-masa kesesakan serta pencobaan itu. Dan hal tersebut seharusnya akan dselalu diingat oleh kita yang menemukan tempat pengungsian di dalam Tuhan. Karena saudara-saudara adalah umat Kristen dan karena saudara-saudara sekalian adalah milik Tuhan, tidak berarti di dalam kebijaksanaan manapun bahwa saudara-saudara tiak akan mendapatkan semua kesengsaraan yang juga dialami oleh setiap orang di dunia ini. Penyakit dan kesusahan serta kegagalan dan kekecewaan adalah tempat untuk setiap orang yang berziarah melalui tudung air mata duniawi ini. Dan saudara yang merupakan umat Kristen demikian juga akan mengalami hari-hari kegelapan yang sama. Air mata akan jatuh dari mata saudara dan saudara akan mengetahui kesakit-hatian. Tetapi perbedaan yang terletak di Hadirat Tuhan. Bukan bahwa kita diselamatkan dari kesusahan kita dan bukan bahwa kita tidak mengetahui kesengsaraan dan bukan bahwa air mata tidak menetes dari mata saudara, tetapi Tuhan bersama-sama dengan kita dan malaikatNya untuk kita dan pemimpin dari peperangan di langit berada di pihak kita. Ya, semua bintang di dalam arah mereka berjuang dan bekerja bersama-sama demi kebaikan mereka yang mengasihi Tuhan. Maka hal yang demikian ada di akhir zaman – di dalam waktu kesesakan besar ini, Mikhael, pemimpin besar itu, akan mendampingi bangsa itu, ia akan mendampingi saudaar. Tetapi kehadirannya tidak menahan mereka dari hari kegelapan dan ibis itu.

 

“dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu” [Daniel 12:1]. Seluruh arah dari kitab suci yang bersifat kenabian bergerak ke arah pengungkapan yang sama – bahwa sejarah akan disempurnakan di dalam waktu yang tidak dapat dijelaskan serta adanya kerusuhan serta pertentangan yang luar biasa. Dan apa yang saya baca di dalam Alkitab, saya melihat di dalam perkembangan sejarah umat manusia. Kita tidak akan menjadi negara yang kurang berperang. Walau kita sedang kurang mampu untuk melakukan pertempuran serta untuk berperang. Kita menjadi lebih mampu. Instrumen-instrumen penaklukan kita menjadi lebih menakutkan, dan mengerikan serta menghancurkan. Dan jangan pernah meyakinkan diri anda sendiri bahwa telah pernah ada suatu penemuan mengenai peperangan atau mengenai penghancuran yang belum pernah digunakan terhadap sesama manusia kita. Dan bom-bom atom ini dan rudal-rudal pemandu ini serta kapal-kapal selam kematian ini dan serangan yang bersembunyi di bawah permukaan laut telah dipersiapkan dan keseluruhannya telah diproduksi dan telah diluncurkan untuk suatu tujuan. Dan tujuan itu adalah untuk berperang. Semua kitab suci yang bersifat nuibuat bergerak maju ke arah akhir itu. Sejarah itu melihat kedepan, bukan kepada suatu waktu yang damai dan tenang, akan tetapi kepada suau waktu tentang konflik dan pertumpahan darah. Sekarang, pada saat penyempurnaan zaman, wahyu itu mengatakan – penglihatan itu mengatakan bahwa akan ada suatu waktu kesesakan yang besar untuk bangsamu, seperti yang belum pernah terjadi sejak permulaan dunia ini.

 

Sekarang, “bangsamu” tentu saja mengacu kepada Israel. Bangsa Daniel adalah bangsa Ibrani. Mereka adalah kaum Yahudi. Dan ini adalah nubuat yang berkenaan dengan orang Yahudi, bangsa Ibrani, Israel. Dan tentu saja meliputi kita semua. Baiklah, bagaimana tentang hal itu? Akan ada waktu kesesakan yang besar untuk bangsamu, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa pada waktu itu bahkan sampai dengan saat ini. Seluruh nubuat mengikuti pola ramalan yang sama, yaitu, bahwa untuk anak-anak Allah, untuk bangsa Israel, akan ada kesengsaraan sebelum keselamatan. Ada penderitaan sebelum kemenangan; bahwa Israel akan mengetahui kesengsaraan yang tidak terlukiskan dan dukacita yang menyedihkan dan berat. Semua nubuat Ibrani menuju ke arah yang di akhir zaman itu.

 

Ada tiga hal di dalam Alkitab yang berkenaan dengan Israel yang memiliki catatan yang tidak membedakan. Berkali-kali, saudara mendengar lagu itu dimainkan. Lagu itu akan datang kembali dan datang kembali lagi. Satu hal ini – bahwa Israel akan mebjadi suatu kejutan terhadap bangsa-bangsa di muka bumi ini. Bahwa masalah Palestina mengusulkan sebagai fakta untuk dunia serta masalah yang tidakdapat dipecahkan problem. Tidak ada pengecualian terhadapnya di dalam nubuat Ibrani. Saya membaca – dan ayat-ayat yang saya baca ini, ingatlah, hanya satu dari sekian banyak yang dapat dibaca, akan tetapi kita tidak memiliki waktu. Saya membaca satu yang khas: di dalam kitab Zakharia pasal yang kedua belas, ayat yang kedua dan yang ketiga.  Dengarkanlah –

 

“Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa disekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. Maka pada waktu itu Aku akan membuat Yerusalem menjadi batu untuk diangkat bagi segala bangsa. Siapa yang mengangkatnya pastilah mendapatkan luka parah. Segala bangsa di bumi akan berkumpul melawannya. [Zakharia 12: 2 – 3]

 

Tidak ada solusi manusia untuk masalah di Timur Tengah. Tidak ada manusia yang cukup arif untuk memecahkan masalahnya. Masalah itu akan dipecahkan oleh senjata, oleh penaklukan militer. Masalah itu tidak akan dipecahkan oleh diplomasi. Masalah itu akan mengusulkan sebagai fakta, menurut kepada nubuat, sebuah masalah yang tidak terpecahkan. Masalah itu tidak akan menemukan solusi. Demikianlah tepatnya yang saya lihat dan saya baca.

 

Sebanyak yang telah saudara ketahui, beberapa bulan yang lalu, saya telah diundang ke Gedung Putih di Washington untuk suatu penerangan singkat terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Saya diundang kembali beberapa minggu yang lalu namun saya tidak dapat pergi ke sana. Ketika para peserta di acara itu membentuk lingkaran, sebagian besar menyangkut diri mereka sendiri dengan pertempuran kita di Vietnam, saya menanyakan pertanyaan tersebut kepada orang ini yang berdiri di samping Presiden Amrika Serikat untuk membentuk kebijakan luar negeri Amerika – saya bertanya kepadanya, bagaimana dengan Timur Tengah dan bagaimana dengan Israel?  Dan ia menjawab dengan sangat berterus terang dan sangat langsung dan saya fikir sangat sesuai dengan fakta. Ia berkata, “Tidak akan ada pertentangan yang besar di Indochina, di Vietnam, bagaimanapun perang itu jadinya nanti. Tetapi,” katanya, “yang sangat berpotensial untuk berkonfrontasi antara kekuatan-kekuatan besar di dunia ini berada di Timur Tengah.” Engkau melihat ada Russia dengan Armada Mediteranianya di sana serta Amerika Serikat dengan Armada keenamnya, serta kekuatan dari dunia yang bebas dan dunia perbudakan yang bersekutu di sisi yang lainnya. Engkau melihat mereka di sana, berhadapan langsung. Secara harfiah kapal-kapal kita bergesekan satu sama lain di Mediterania. Dan biar bagaimanapun juga para diplomat itu duduk dan bagaimanapun Amerika Serikat mengundang pertemuan dan bagaimanapun mereka mengecam atau bagaimanapun mereka memberikan semangat, tidak akan ada solusi terhadap masalah di Timur Tengah. Dan itu tepat seperti yang dikatakan oleh Tuhan di dalam firmanNya: waktu kesesakan untuk bangsamu dan kesusahan yang terbesar yang akan datang. 

 

Hal ini juga merupakan pengulangan yang berlangsung di kitab suci yang bersifat ramalan. Saya akan membacakan salah satu dari Perjanjian Lama dan salah satu dari Perjanjian Baru – dan di sana berada di depan untuk bangsa Israel, bangsa Tuhan itu, suatu waktu dan masa depan yang penuh dengan kesengsaraan yang tiada banding dan tidak terlukiskan. Dengarlah kepada Yeremia:

 

Inilah perkataan-perktaan yang telah difirmankan Tuhan tentang Israel dan tentang Yehuda: 

Sungguh, beginilah firman Tuhan: Telah kami dengar jerit kegentaran, kedahsyatan dan tidak ada damai. Coba tanyakan dan selidiki, adakah laki-laki melahirkan?

- Apakah saudara-saudara pernah mendengar laki-laki melahirkan seorang bayi? -

Mengapakah setiap laki-laki kulihat tangannya pada pinggangnya seperti orang perempuan yang melahirkan? Mengapakah setiap muka berubah menjadi pucat?

- Setiap orang di negara ini, seolah-olah ia berada di saat kelahiran bayi itu – penderitaan dan pekerjaan melahirkan seorang bayi itu. Dan wajahnya menjadi pucat -

Hai, alangkah hebatnya hari itu, tidak ada taranya; inilah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya [Yeremia 30:5-7]. 

 

Seperti yang dikatakan oleh teks itu, tidak ada waktu yang seperti itu. 

 

Sekarang ayat dari Perjanjian Baru dari firman-firman yang bersifat wahyu dari Tuhan kita di dalam kitab matius pasalnya yang ke dua puluh empat:

 

Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. [Matius 24: 21, 22].

 

Yang pertama, tidak ada solusi, kata kitab suci terhadap persoaan di Timur Tengah. Yang kedua, ada hal yang menunggu Israel suatu waktu kesengsaraan dan kesusahan yang tidak dapat dilukiskan; yang belum pernah terjadi. Tetapi yang ketiga, yang juga merupakan ramalan dari Firman Tuhan yang tidak berbeda, tidak akan pernah gagal dan tidak akan berubah – pada suatu waktu, di saat-saat tergelap itu, di hari-hari pencobaan serta kesusahan yang paling mendalam itu, dan pada saat itu bangsamu akan diselamatkan. Setiap orang yang namanya dijumpai di dalam kitab itu. Dan inilah caranya nubuat tragis dari Yeremia berakhir: “inilah waktu kesusahan bagi Yakub, tetapi ia akan diselamatkan dari padanya” [Yeremia 30:7].  “Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah Firman Tuhan, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah.” [Yeremia 30:11]. Israel akan menjadi suatu bangsa dan suatu negara untuk selamanya. Dan pada saat kesudahan itu, bangsa itu akan dipulihkan dan akan memimpin bangsa-bangsa di muka bumi ini di dalam seribu cara yang diketahui hanya kepada Tuhan – di dalam perdamaian, di dalam kesetiaan, di dalam penahbisan, di dalam pengabdian, di dalam peribadatan. Dan saya akan berfikir bahwa di dalam seni di dalam kesusasteraanm di dalam musik di dalam seribu cara yang telah dilimpahkan Tuhan kepada kita.

 

Sekarang, dengarkanlah kepada nubuat yang sama di dalam kitab Roma pasal yang kesebelas, ayat yang ke dua puluh enam setelah rasul Paulus telah mendiskusikan penolakan Mesiasnya Israel, dan penghakiman Tuhan yang menyusahkan terhadap bangsa itu. Kemudian ia mengatakan bahwa ada waktu yang akan tiba di dalam kesempurnaan – pleroma – dari bangsa lain, ketika bangsa lain yang terakhir telah diselamatkan – pada sat itu. Lalu ia mulai, “Dan maka seluruh Israel akan diselamatkan” [Roma 11:26] – Yang mana telah saya katakan berulang kali merupakan ayat yang paling sukar untuk dimengerti di dalam Alkitab. Akan tetapi dikatakannya akan hal itu, saya tidak memahaminya seluruhnya.Saya percaya akan hal itu. Dan saya menemukan jaminan serta kenyamanan di dalamnya.

 

“Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: “Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan daripada Yakub. Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka. Mengenai injil mereka adalah seteru Allah oleh karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang. Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya. [Roma 11:26-29] – tanpa perubahan atau peralihan. 

 

Seseorang dapat membuat janji kemudian mengingkarinya. Akan tetapi tidak untuk Tuhan. Dan Tuhan membuat perjanjian yang tidak bersyarat dengan Abraham, dengan Ishak, serta dengan Yakub. Dan Tuhan akan menghargai hal tersebut “di hari itu”. Dan di hari itu, Daniel berkata, berada di dalam penyiksaan yang besar, ketika Tuhan akan datang ke bawah, ketika Mesias scara langsung akan campur tangan, dan ketika bangsa Tuhan akan dipulihkan sebagai kesayangan surgawi atas keadilan dan kemuliaan daripada Putra Daud, yang akan memerintah atas takhta Daud untuk selama-lamanya.

 

Sekarang, ketika nabi iu menguraikan penglihatan tersebut – mengenai waktu itu, “Bangsamu akan diselamatkan, setiap orang yang akan ditemukan namanya tertulis di dalam kitab tersebut.” [Daniel 12:2]. Dan saya berfikir bahwa hal itu memperbesarkannya saja karena buku itu. Hal itu memperbesar hal tersebut keda seluruh bangsa Tuhan. Bukan hanya keturunan serta keluarga Israel yang terpilih saja, akan tetapi kepada semua yang oleh iman telah menemukan pengampunan dosa serta keselamatan di dalam Mesiasnya Israel – di dalam Kristus dan Tuhan kita.

 

“Setiap orang yang ditemukan tertulis di dalam kitab itu” – Tuhan memiliki kitab, dan di dalam halaman-halaman dari kitab itu tertulis nama-nama dari mereka yang telah melihat kepada iman dan percaya di dalam-Nya. Jika saudara telah diselamatkan, nama saudara berada di dalam kitab itu. Ide tentang Kitab Kehidupan tersebut datang dari kebiasaan kuno tentang pembuatan tabel silsilah. Keluarga-keluarga dari bangsa Israel – kitab tersebut. Dan ide tersebut diaplikasikan kepada keluarga Tuhan dan bangsa Tuhan. Mereka telah diikut-sertakan dalam sebuah kitab – Kitab kehidupan. Kitab Kehidupan tersebut ditunjukkan di dalam Kitab Keluaran pasal yang ke tiga puluh dua. Pasal itu mengacu kepada kitab Mazmur, dari Mazmur lima puluh enam dan Mazmur enam puluh sembilan. Kitab itu mengacu kepada kitab Yesaya pasal empat. Mengacu juga kepada kitab Maleakhi pasal yang ketiga. Mengacu juga kepada kitab Filipi pasanya yang keempat. Ditunjukkan berulang-ulang di dalam kitab Wahyu. Kitab Kehidupan – dan siapa-siapa saja yang telah diikut-sertakan di dalam kitab tersebut adalah anak-anak Tuhan. Mereka telah diselamatkan oleh Tuhan.

 

Kemudian penglihatan itu berlanjut kepada mereka yang akan dihadirkan kepada Tuhan di waktu hari yang gemilang dan surgawi itu. “Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.” [Daniel 12:2]. Di hari yang besar serta terakhir itu, akan terjadi kebangkitan dari antara orang mati. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun. Mengapa Tuhan menggunakan kata “banyak”? Mengapa Tuhan tidak menggunakan kata “semua”? “karena yang dimaksudkan-Nya adalah semua? Akan tetapi Tuhan menggunakan kata “banyak”. Ada dua alasan untuk kata “banyak” tersebut. Yng pertama, banyak orang yang akan bangkit. Hal itu berbeda kepada sedikit yang akan hidup pada saat kedatangan Tuhan. Ketika Tuhan datang, suatu hari nanti, suatu saat nanti, orang-orang yang hidup akan sedikit dibandingkan dengan jumlahnya. Adalah orang-orang yang mati yang akan menjadi kumpulan yang besar, sangat besar, tidak terhitung jumlahnya. Kata “banyak” yang tertidur di bumi, dibandingkan kepada yang “sedikit” yang akan hidup pada saat kedatangan Tuhan. An kata “banyak” tersebut mengacu kepada hal yang lain. Hal tersebut merupakan kebangkitan yang parsial. Selalu, merupakan kebangkitan yang terbagi-bagi. Demikian, mereka tidak akan dibangkitkan dalam waktu yang sama.

 

Saudara tahu, sangat menarik bagaimana Alkitab akan membukakan wahyu tentang kebangkitan dari antara orang yang mati tersebut. Ada empat hal bahwa hal itu akan terjadi. Yang pertama, Alkitab akan mengatakan bahwa adanya kebangkitan. Kenyataan akan adanya kebangkitan. Ia akan dibangkitkan dari antara orang mati. Sebuah contoh akan hal itu adalah apa yang dikatakan oleh Martha kepada Yesus di dalam pasal yang kesebelas dari Injil Yohanes – berbicara tentang Lazarus yang telah meninggal dan telah dikebumikan selama empat hari. Martha berkata kepada Yesus, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman” [Yohanes 11:24]. Ia telah mendapatkan pemikiran dari Firman Tuhan bahwa akan adanya kebangkitan. Tetapi yang kedua, Alkitab berlanjut di dalam wahyu – bahwa akan adanya kebangkitan yang terbagi. Akan adanya kebangkitan dari orang-orang yang telah diselamatkan. Dan akan adanya kebangitan dari orang-orang yang tersesat. Akan terjadi kebangkitan yang terbagi. Saudara mendapatkan suatu contoh yang baik mengenai hal tersebut di dalam firman Tuhan kita dalam pasal yang kelima dari Injil Yohanes. Ia berkata, “Janganlah kamu heran akan hal itu” – pada kebangkitan dari antara orang mati – “sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” [Yohanes 5:28, 29]. Jadi, bukan hanya kebangkitan saja yang terjadi, akan terjadi suatu kebangkitan yang terbagi. Adanya kebangkitan dari mereka yang telah diselamatkan. Akan ada kebangkitan dari mereka yang tersesat. Suatu kebangkitan yang terbagi.

 

Yang ketiga, pada saat itu ada pemisahan yang besar di dalamnya – sebuah pemisahan yang abadi di dalamnya. Di dalam pasal yang ke tigabelas dalam Injil Matius, Tuhan mengatakan bahwa semua orang di dunia ini seperti gandum dan tara dan mereka tumbuh di ladang yang sama. Akan tetapi di akhir waktu, mereka akan dipisahkan, ganduk akan digabungkan ke dalam tempat penyimpanan, dan tara akan diikat dan dibakar dengan api yang tidak dpat dipadamkan [Matius 13:36-42]. Akan terjadi pemisahan besar di dalam kebangkitan.Di sini, kita tinggal di bumi yang sama. Kia dikuburkan di planet yang sama, bumi yang sama. Akan tetapi pada saat kita dibangkitkan, akan terjadi dua kebangkitan. Yang satu untuk orang-orang yang tersesat dan yang satunya lagi untuk orang yang diselamatkan. Dan pada waktu itu akan terjadi pemisahan yang sangat besar sekali. Saudara akan menemukannya di dalam pasal ke dua puluh ima dari Injil Matius. Ketika bangsa-bangsa yang lain di dunia ini berkumpul di hadapan takhta Kristus dan sebagai seorang gembala membagi domba-domba tersebut dari kambing, jadi Kristus akan membagi yang diselamatkan dan yang tersesat. [Matius 25:32-34]. 

 

Akan terjadi pemisahan yang besar. Dan kemudian yang terakhir, wahyu di dalam pasal kedua puluh dari kitab Wahyu, dari yang mana kita telah baca bersama barusan tadi. Akan ada seribu tahun selang waktu antara kedua kebangkiitan tersebut. Kebangkitan dari orang-orang yang diselamatkan serta kebangkitan dari orang-orang yang tersesat. “Berbahagia dan kuduslah Ia” kata penulis wahyu tersebut - “berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan yang pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka” [Wahyu 20:6].  Untuk menjadi termasuk di dalam Rumah Tuhan – keluarga dari Tuhan – dan akan dibangkitkan kedalam kemuliaan Kristus di surga merupakan berkat syukur Tuhan kepada mereka yang melihat di dalam iman serta percaya di dalamNya. Kemudian hal itu mengarahkan kita kepada ayat yang berikutnya. Di dalam kebangkitan itu, betapa diberkatinya mereka yang telah diselamatkan; betapa menyedihkannya bagi mereka yang tersesat: “Sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal” [Daniel 12:2]. Astaga, Tuhan, bahwa mungkin telah bersiap, bahwa mungkin kita telah diselamatkan, bahwa kemudian kita akan mati jiwa kita akan bersama-sama dengan Tuhan di surga di dalam penebusan yang besar serta penyempurnaan zaman ketika tubuh kita dibangkitkan, bahwa mungkin kita akan menemukan tempat dengan Tuhan di surga. Akan tetapi tragedi kepada mereka yang tersesat. Kemudian dia berkata, “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” [Daniel 12:3].  Oh, oh, bahwa kita mungkin akan berada di antara mereka yang bijaksana itu, yang percaya di dalam Kristus dan telah diselamatkan. Dan bahwa kita mungkin akan dipakai oleh Tuhan untuk mengubah yang lain untuk menyukai keselamatan. Dan untuk mereka penghargaan yang abadi ini. Mereka akan bersinar seperti bintang-bintang. Mereka yang telah memenangkan jiwa-jiwa, mereka akan bercahaya seperti bintang-bintang selama-lamanya.

 

Apakah saudara-saudara sekalian memperhatikan indahnya ayat ini: “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” [Daniel 12:3]? Keindahannya, aliran yang puitis dari kata-kata tersebut sangat berharga. Dan alasan mengapa saya memperhatikannya adalah di mana saya menemukan ayat tersebut. Ayat itu ditemukan di dalam salah satu penglihatan yang sangat gelap di dalam Alkitab, karena penglihatan ini berkenaan dengan siksaan yang hebat. Ayat itu berkenaan dengan bangkitnya diktator terakhir di muka bumi ini yang luar biasa serta menakutkan. Serta membangkitkan dan tersangkut di sini di dalam suatu penglihatan yang menggambarkan pertempuran terakhir di Armagedon serta pemusnahan kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa serta pasukan-pasukan di dunia ini. tetapi, di dalam kegelapan itu keindahan berlian yang luar biasa itu – ayat ini, bait ini. Bukankah itu hal yang menakjubkan? Dan selalu begitu. Lihat, di sini di dalam nubuat tentang penyiksaan, siksaan yang hebat, pasal yang kesepuluh, kesebelas dan pasal yang kedua belas dari kitab Daniel – nubuat tentang siksaan yang hebat, tentang Anti Kristus dan mengenai Armagedon. Saudara akan menemukan nubuat itu diperbesar di dalam kitab Wahyu, dimulai dengan pasal yang keempat terus sampai ke pasal yang kesembilan belas. Hari-hari penyiksaan yang luar biasa itu. Sekarang di dalam hari-hari itu – di dalam hari-hari tersebut, di dalam hari-hari kesusahan yang tergelap yang pernah diketahui oleh dunia ini – di dalam hari-hari tersebut saudara akan melihat kebangkitan dunia yang paling besar, kembalinya kepada Tuhan yang paling hebat. Silahkan membaca pasal yang keyujuh dari kitab Wahyu: erchomenoi - “mereka adalah orang yang” - hoi erchomenoi - “yang datang dari” - ek tes thlipseos tes megales - “penyiksaan, yang hebat” [Wahyu 7:14]. Ketika Yohanes melihat mereka, begitu banyak mereka yang telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba – begitu banyak sehingga tidak ada orang yang mampu menghitungnya. Selalu seperti itu. Tidak pernah ada waktu kecuali bahwa Tuhan mendapatkan saksiNya di dunia ini. Tidak pernah ada saat kecuali bahwa ada bintang yang bercahaya di atas langit. Tidak pernah ada waktu di dalam kegelapan yang paling kelam kecuali jika ada terbitnya matahari dibalik kaki langit. Dan demikian dengan di sini di dalam kegelapan penglihatan ini – merupakan firman dan janji yang paling luar biasa: ” Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” [Daniel 12:3]. Apa yang harus dilimpahkan Tuhan kepada mereka yang memenangkan jiwa kepada-Nya.

 

Bukankah itu merupakan hal yang aneh bagaimana bertentangannya saudara lihat di dunaia ini? Siapa yang terbesar di dunia ini? Kepada siapa sorak sorai dan tepuk tangan – yang ada di lembaran-lembaran sejarah dan kemuliaan itu? Kepada siapa yang paling didedikasikan lembaran-lembaran iu? Mengapa, diberkatilah hati saudara, seorang murid sekolah tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Orang yang besar di dalam lembaran-lembaran sejarah adalah orang yang hampir tanpa pengecualian, orang yang memiliki, yang telah mengorganisir sebuah pasukan penghancur dan memimpin mereka serta menyebarkan mereka di seluruh permukaan bumi ini. Nama-nama mereka adalah kata-kata rumah tangga: Caesar; dalam bahasa Yunanai Kaisaros; di dalam bahasa Jerman, Kaiser; di dalam bahasa Russia, Tsar. Nama itu telah diberikan kepada penguasa-penguasa bangsa sepanjang masa - Caesar, prajurit dan jendral yang besar. Jika saudara  pergi ke Paris, sungguh tidak masuk akal jika saudara tidak mau berdiri di atas makam Napoleon. Jika saudara berkunjung ke London, sunggung sangat tidak masuk akal jika saudara tidak ingin mengunjungi taman Trafalgar Square dengan monumennya kepada Admiral Nelson yang sangat tinggi. Jika saudara pergi ke kota New York City, saudara akan melihat Riverside Drive serta makam dari Ulysses S. Grant. Jika saudarapergi mengunjungi kota-kota besar di Amerika Selatan, pada setiap kota tersebut saudara akan menemukan patung dari seorang penunggang kuda yang merupakan seorang pemimpin militer yang hebat. Mereka menamakan sebuah negara dengan memakai namanya – Bolivia (Bolivar). Ini adalah yang hebat di dunia ini.

 

Akan tetapi siapa yang terhebat dari Tuhan? “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.” Siapakah orang-orang hebat ini? Di hadapan Tuhanm siapa yang hebat? Siapakah yang akan bercahaya selamanya? Di hadapan Tuhan dan di dalam Kitab Kehidupan Tuhan, serta di dalam ganjaran yang diberikan dari emuliaan, yang hebat adalah mereka yang mengajak begitu banyak ke dalam iman penyelamat dalam Tuhan. Merekalah orang-orang hebat Tuhan. Apakah saya berbicara tentang orang-orang mimbar yang terkenal serta orang-orang yang fasih berbicara nyaring atau para pendeta yang pandai berpidato? Tidak, sama sekali tidak. Ini merupakan kemuliaan serta kebesaran yang dimiliki kepada yang paling hina dari orang-orang kudus Tuhan. Ada seorang kaya – seorang pedagang yang seang sekarat – seorang penganut Kristen bersama dengan istrinya – istrinya yang penganut agama Kristen itu berkata kepadanya, “Apakah saya harus memanggil pendeta dari gereja sehingga ia boleh datang dan boleh berdoa untukmu?” Dan orang yang sedang sakit iti menjawab: “Tidak. Tidak. Panggil saja John, penjaga pintu di depan toko itu. Panggil saja John, si penjaga pintu toko itu. Saya telah memperhatikan dia dan mengenal dia selama lebih dari dua puluh tahun. Ia adalah orangnya Kristus. Ia adalah orangnya Tuhan. Panggillah John dan suruhlah dia untuk berdoa untuk jiwaku. Baiklah, saudara mengatakan, ini adalah suatu penghinaan kepada saya, Pendeta. Dengarkanlah. Ketika saya membaca hal ini minggu yang lalu ketika saya mempersiapkan khotbah ini, saya menyukainya. Saya benar-benar menyukainya. Siapakah orang hebatnya Tuhan? Mereka yang bercahaya untuk selama-lamanya. Dan bukankah mereka – bukan mereka yang diperbesar serta diagungkan dan dipuja oleh dunia ini. Akan tetapi orang yang paling hina dari pada Tuhan yang menunjukkan jiwa kepada Yesus. Oh, saya hanya berfikir bahwa hal tersebut merupakan hal yang paling mengagumkan yang dinyatakan Tuhan kepada kita di dalam Firman-Nya. Dengarkanlah, betapa cepatnya, betapa tidak kekalnya, danbetapa sementaranya, hanya sekejap saja kemuliaan dunia ini. Berlalu seperti kabut. Beri tahu saya, pada tahun 1370 – di tahun 1370, siapakah bangsawan yang bergelar “lord” dan “duke” dan “viscount” serta penguasa di dunia ini? Siapa mereka? Saya tdak tahu. Akan tetapi saya mengingat John Wycliffe, seorang penterjemah dari Kitab Suci ini yang bersinar seperti bintang selama-lamanya. John Wycliffe, yang mereka angkat tubuhnya dan dibunuh dan menyebarkan abunya, di sungai Swift yang mengalir ke Severn, yang mengalir ke Avon, yang mengalir menuju lautan, yang memecah seluruh pantai di muka bumi ini. Saya tahu John Wycliffe. Katakan pada saya, di tahun 1660, siapakah kaum bangsawan yang bergelar “lord” dan “viscount” serta raja-raja, dan penguasa dunia pada tahun 1660?  Beberapa dari antara kita mungkin menebak satu atau dua orang seperti Raja Charles II.. Akan tetapi saya tahu John Bunyan, yang akan selalu bercahaya di jagad raya Tuhan selamanya. Tolong katakan kepada saya, siapakah bangsawan yang bergelar “lord” dan “duke” dan “viscount” serta penguasa di dunia ini pada tahun 1750? Saya tidak tahu. Saya tidak mengerti. Akan tetapi saya tahu tentang John Wesley dan Charles Wesley – yang menulis himne yang telah kita nyanyikan tadi – dan George Whitefield. Mereka ini adalah bintang-bintang di langit Tuhan yang akan bercahaya selama-lamanya. Ah, fikirkan tentang upah mereka “Dan mereka mengajak begitu banyak terhadap keadilan” Mengapa? Untuk mengajak satu orang – dan saya memiliki sebuah ayat untuk saya bacakan tentang kehidupan seorang yang kudus, akan tetapi saya tidak memiliki waktu untuk itu – untuk mengubah satu orang ke dalam keadilan. Apakah saudara-saudara sekalian ingat bagaimana James, pendeta dari gereja Yerusalem menutup epistelnya? James 5:20: “Biarkanlah dia tahu” – biarkanlah dia tahu. Tuhan sedang memberitahukan mereka, “biarkanlah dia tahu, bahwa dia yang telah merubah seorang pendosa dari sebuah kesalahan di dalam jalannya akan menyelamatkan sebuah jiwa dari kematian, dan akan menyembunyikan banyak dosa.” Hanya satu. Hanya satu saja. Di sini dikatakan, “mereka yang merubah yang banyak menjadi keadilan” Fikirkan tentang memperkenakan dua orang kepada Tuhan. Fikirkan tentang memperkenalkan tiga orang. Fikirkan tentang memperkenalkan banyak – “akan bercahaya seperti bintang-bintang untuk selama-lamanya.” Tuhan, berikanlah kepada kami warisan yang mulia itu. Seseorang yang telah kami perkenalkan kepada Kristus.  Anak saudara, seorang sahabat, oh, Tuhan, berikanlah kepada kami.

 

Sekarang kita akan berdiri dan menyanyikan hymne permohonan kita. Dan sementara kita menyanyikan lagu tersebut, di dalam balkon di sekitar sini, di lantai yang lebih rendah ini – satu keluarga, satu pasangan, atau hanya engkau. Di dalam balkon, di bawah anak-anak tangga ini, di bagian depan dan di bagian belakang dan kedua sisi auditorium ini, dan masih ada tempat dan waktu untuk berbagi. Datanglah. Jika saudara berada di barisan yang terakhir dari balkon yang kedua dan Tuhan mengundangmu ke sini, datanglah di pagi hari ini. Di lantai yang lebih rendah ini – masuk ke dalam lorong ini dan dari sini sampai ke depan dan katakan, “Pak Pendeta, hari ini aku telah mengambil keputusan untuk Tuhan dan aku datang. Serahkanlah hidupmu di dalam gereja terksih ini untuk memberikan hidupmu dalam jalan yang baru kepada Tuhan. Untuk menjawab panggilan Tuhan kepadamu. Untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat, untuk dibaptis seperti yang dikatakan Tuhan di dalam Kitab-Nya. Karena Roh Kudus akan mendesakkan permohonan itu ke dalam hatimu, datanglah sekarang. Lakukanlah sekarang. Putuskanlah sekarang di dalam hatimu dan sebentar lagi ketika kita akan berdiri untuk menyanyikan himne permohonan kita, berdiri dan berjalanlah ke dalam lorong ini dan dari sini sampai ke depan. “Inilah aku, Pak Pendeta, inilah tanganku. Aku datang. Lakukanlah sekarang juga. Putuskanlah sekarang juga. Datanglah sekarang juga, sembari kita berdiri dan sembari kita bernyanyi.