RINGKASAN DANIEL

(DANIEL OVERVIEW)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 1:8

09-08-96

  

 

Baiklah, saya telah menjadi seorang Pendeta selama 70 tahun. Dan ini merupakan kali yang pertama di dalam hidup saya bahwa saya pernah membicarakan diri saya kepada sebuah kelas Sekolah Minggu. Dan pengalaman tersebut sudah pasti baru untuk saya. Saya telah menemukan bahwa tidak ada bandingannya di dalam mempersiapkan sebuah khotbah dan mempersiapkan pelajaran-pelajaran di Sekolah Minggu.

 

Tetapi, kita memiliki sebuah buku yang luar biasa, di mana kita memiliki Firman Tuhan yang dinyatakan di dalam pengungkapan bersejarah yang mengagumkan serta luar biasa. Saudara harus mengingat, sekarang, bahwa kitab Daniel ini dituliskan sekitar 2.600 tahun yang lalu – 600 tahun sebelum kelahiran Kristus. Dan hal-hal yang kita lihat akan berlalu, bahkan di zaman kita yang sekarang ini, adalah, saya katakan, hampir tidak dapat dipercaya luarbiasanya.

 

Sekarang, saya akan membicarakan buku itu sebagai suatu keseluruhan, sebagai permulaan. Kitab itu dibagi menjadi dua bagian yang sama. Pasal yang pertama sampai dengan Pasal yang keenam, berdasarkan latar belakang sejarah. Dan Pasal yang ke 7 sampai dengan Pasal yang ke 12 didasari oleh suatu penglihatan tentang kehidupan dan dunia yang mau datang.

 

Jadi, kita akan memulai dengan wahyu yang bersifat sejarah yang pertama di dalam Kitab Daniel. Nomor 1: Tidak akan ada lagi kerajaan dunia. Dalam Daniel 2, kita melihat suatu penjelasan dari sebuah patung yang besar yang dilihat oleh Nebukadnezar. Dan di dalam patung tersebut, ada kepala yang terbuat dari emas - Daniel 2:37-38. Dan kepada kita telah diberi tahu bahwa kepala itu adalah Kerajaan Babilonia.

 

Lalu kemudian ada dada yang terbuat dari perak, kedua lengan dan bahunya. Dan di dalam Daniel 2:39, kita mempelajari bahwa dada itu merupakan kerajaan Media - Persia.

 

Lalu, di dalam Daniel 2:39, kepada kita telah diperkenalkan kepada perut dan pinggang yang terbuat dari tembaga. Dan kepada kita telah diberitahu bahwa mereka adalah kerajaan Yunani.

 

Kemudian di dalam Daniel 2:40, kepada kita telah diberitahu bahwa kedua paha di dalam patung tersebut terbuat dari besi yang melambangkan kekaisaran Romawi. Lalu tidak ada lagi kerajaan lainnya.

 

Patung itu berakhir pada kesepuluh jari kakinya, yang terbuat dari besi dan tanah liat. Dan hal itu melambangkan bagsa-bangsa yang terpisah yang tidak melekat bersama-sama.

Demikianlah sejarah dunia itu, menurut kepada nubuat ini, setelah kekaisaran Romawi. Dan kita tinggal di zaman itu sekarang.

 

Sekarang, di dalam Daniel 7, Pasal yang pertama dari bagian yang kedua dari kitab tersebut, pengungkapan yang sama juga dilakukan. Dalam Daniel 7, hal itu digambarkan di dalam istilah binatang buas yang keluar dari dalam lautan.

 

Binatang yang buas, di dalam Daniel 7:4, adalah seekor singa. Yang kedua, di dalam Daniel 7:5, adalah seekor beruang. Di dalam Daniel 7:6, binatang buas itu adalah sekor macan tutul. Kemudian, dimulai dalam Daniel 7:7, ada seekor binatang buas yang menakutkan namun tidak digambarkan – seekor binatang buas yang terbuat dari besi, dengan gigi yang menakutkan yang terbuat dari besi juga, Itulah kekaisaran Romawi.

 

Lalu kemudian, patung itu remuk, di dalam hal kesepuluh jari kaki itu. Tidak akan ada lagi kerajaan dunia.

 

Sebelum zaman dari Daniel, ada zaman dari Hamitis – kerajaan Mesir. Sebelum zaman dari Daniel, ada masa dari kerajaan Hittit. Sebelum zaman dari Daniel, ada zaman dari kerajaan Asyur, yang ibukotanya yang terkenal di dunia ini, Niniwe.

 

Akan tetapi setelah zaman dari Daniel, di dalam nubuat tersebut, tidak akan ada lagi kerajaan dunia. Kesepuluh jari kaki dan kesepuluh tanduk melambangkan pecahnya bangsa-bangsa.

 

Baiklah. Nomor 2 dari penyingkapan yang mengagumkan di dalam kitab Daniel: ketika saudara-saudara sekalian melihat pada gambaran dari kerajaan-kerajaan tersebut, saudara-saudara sekalian melihat satu kerajaan manusia dan yang satunya lagi adalah kerajaan Tuhan. Di dalam Pasal yang ke 2 gambaran dari seorang manusia, yang mana kekuatan dan kekuasaannya sedang bertumbuh: emas, perak, tembaga, dana khirnya besi.

 

Pada saat saudara melihat pada kerajaan-kerajaan ini di mata Allah, di dalam Pasal yang ke 7, mereka dilukiskan sebagai binatang buas, yang naik dari laut yang besar. Mereka bangkit untuk berkuasa melalui peperangan, melalui kekuatan, melalui pembunuhan serta melalui gudang-gudang senjata. Mereka sedang tumbuh dalam kekuasan yang dahsyat.

 

Saudara-saudara sekalian telah mendapatkan sebuah gambaran tentang hal tersebut di dalam Efesus 6:12: “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

 

Sekarang, ini merupakan nubuat tentang situasi di dunia ini sampai pada akhir zaman. Kedua wahyu yang luar biasa itu.

 

Sekarang, di dalam semua nubuat tentang kesepuluh tanduk kecil tersebut, mereka melambangkan semua bangsa-bangsa yang berbeda ini. Ada sebuah perhatian yang khusus yang harus diberikan kepada sebuah tanduk yang kecil. Di dalam Daniel 8:15-26, saudara-saudara sekalian akan menemukan bahwa ayat ini merupakan nubuat dari Anti Kristus. Dan di sini di dalam kitab Daniel, pada ayat 8-14, ayat tersebut mengacu kepada Antiokh Epifanes. Ia memerintah di Syria pada tahun 175 - 163 SM dan ia berkunjung serta menaklukkan Israel. Ia menghancurkan Bait Suci peribadatan dan ia dilambangkan sebagai sebuah bentuk dasar dari Anti Kristus yang akan hadir di akhir dari wahyu itu – yang akan muncul di akhir kesengsaraan itu dan diakhir dari zaman itu.

 

Dalam Daniel 8:23-25, kita melihat sebuah gambaran tentang gerakan Anti Kristus yang ditonjolkan di dalam kitab Wahyu 13. Daa, menurut kepada ayat tersebut di dalam Daniel, dibinasakan oleh Raja dari segala Raja, dalam Pasal yang ke 8 ayatnya yang ke 25. Hal itu menunjukkan kedatangan dari Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Dalam Daniel 8:26-27 digambarkan waktu selama tujuh tahun kesengsaraan yang hebat. Dan di sana, kepada kita telah diberitahu, bahwa masa itu datang dari tiga setengah tahun dan tiga tahun serta setengah tahun. Tiga setengah tahun yang pertama akan memberikan kekuasaan kepada seorang raja yang ramah dan baik hati, Akan tetapi, ditengah-tengah masa yang tujuh tahun itu, raja itu menjadi raja yang paling rakus yang pernah menduduki sebuh takhta. Dan ia memerintah di dalam kebengisan. Demikianlah setengah bagian yang terakhir dari masa tujuh tahun tersebut.

 

Di dalam Daniel 11:36-45, saudara-saudara melihat pemerintahan serta penghancuran yang terakhir dari Anti Kristus. Ketika saudara-saudara sampai pada Pasal yang ke 11, Pasal itu dibagi menjadi tiga bagian. Bagian yang pertama adalah 11:1-4, yang menguraikan tentang Xerxes dan Alexander yang Agung - Xerxes dari Persia dan Alexander yang agung berasal dari Yunani.

 

Kemudian, diikuti oleh ayat-ayat yag melukiskan peperangan antara Ptolemy dari Mesir dan kaum  Seleucid dari Syria, keseluruhannya terjadi di sekitar tahun 250 SM. Kemudian, sekali lagi, ditunjukkan kepada saudara-saudara sekalian, di dalam ayat-ayat 21-35, Antiokh Epifanes. Dan sekali lagi, ia dijelaskan sebagai sebuah tipe dari paham Anti Kristus.

 

Saya akan menduga bahwa alasan Antiokh Epifanes, yang merupakan salah satu penguasa yang paling tidak memiliki arti penting sepanjang masa – saya akan berfikir bahwa alasan mengapa ia dipakai adalah karena ia telah menaklukkan Israel dan membawa pemerintahan dari kaum Maccabee dan sebagai penghormatan terhadap kemenangan Yehuda terhadap Antiokh Epifanes. Mereka mengadakan Pesta Hanaka, yang mereka sebut dengan Pesta Cahaya – Pesta Perayaan terhadap Pengabdian. Ia kelihatan sangat besar di dalam sejarah Yehuda – sebenarnya, seorang penguasa yang sepele saja. Tetapi, Daniel melihat dia merupakan sebuah bentuk dasar dari suatu Anti Kristus di akhir dari sejarah.

 

Maka, di dalam Daniel 11:36-45, saat nubuat berlanjut, Antiokh berangsur-angsur menghilang dan gerakan Anti Kristus itu sendiri menjadi semakin meningkat menjadi semakin terlihat. Ia merupakan mahakarya dari Iblis, binatang buas yang besar yang disinggung di dalam Pasal yang ke 7.

 

Dan kebinasaannya merupakan akhir dari zaman ini. Tidak ada yang perlu disangkal bahwa, ketika saudara-saudara sekalian sampai pada penyingkapan tentang Anti Kristus, maka saudara akan sampai pada penyingkapan tentang akhir dari dunia – penyempurnaan dari bumi ini.

 

            Salah satu hal yang mengagumkan – dan hal ini adalah penyingkapan luar biasa yang keempat di dalam kitab Daniel – ketika saudara-saudara menelusuri sepanjang penjelasan yang luarbiasa itu tentang hal-hal apa di masa yang akan datang – dan seperti yang telah saya katakan, beberapa dari antara mereka terjadi 2.000 tahun di depannya – ketika saudara-saudara sampai kepada penyingkapan yang indah ini, kembali saudara akan bertemu dengan penampakan Kristus, Mesias itu.

 

Sekarang, ingatlah: saudara-saudara sedang membicarakan tentang seorang pria yang menulis bertahun-tahun sebelum Kristus bahwa saudara-saudara hampir tidak dapat memikirkannya. Akan tetapi, ia menggambarkan kedatangan dari Tuhan Kita Yesus Kristus lagi, dan lagi dan lagi.

 

Sebagai contoh, di dalam Daniel 2:44-45, di tengah-tengah kesepuluh pohon dan kesepuluh tanduk itu, saudara-saudara sekalian akan melihat sekilas kepada Yesus Kristus. Dan di dalam Daniel 3:25, dalam tungku perapian yang menyala-nyala itu, saudara-saudara melihat seseorang yang berjalan yang digambarkan oleh Daniel seperti Anak Allah. Sekarang, di dalam Daniel 7:8, 21-22 dan di dalam Daniel 7:9-10, serta dalam Daniel 7:13-14, sudara-saudara akan melihat kemenangan Kristus terhadap Anti Kristus yang besar, yang diungkapkan di akhir dari kitab Wahyu tersebut.

 

Dan di sini, saudara-saudara sekalian akan melihat sekali lagi, kata “masa, masa dan setengah masa” bahwa ia memerintah di dalam kebengisan: satu tahun, dua tahun - menjadi tiga tahun – dan setengah tahun – demikianlah setengah bagian terakhir dari pemerintahan Anti Kristus.

 

Kemudian, di dalam Daniel 8:25, saudara akan melihat Anti Kristus tersebut digambarkan sekali lagi serta nubuat bahwa ia akan dibinasakan oleh Raja dari segala Raja. Yang mana adalah Tuhan kita Yesus Kristus.

 

Di dalam Daniel 9:25-26, saudara-saudara akan membaca tentang tujuh puluh kali tujuh masa itu. Hal tersebut merupakan hal yang paling mengagumkan yang pernah dapat saudara pikirkan. Kita akan menghabiskan waktu untuk melihat akan hal tersebut.

 

Dan di dalam Daniel 10:5-10, saudara akan melihat penyingkapan yang agung terhadap Kristus. Dan ketika saudara membaca penampakan yang sebenarnya serta gambaran dari Kristus yang mulia di dalam kitab Wahyu 1:13-16, saudara akan berfikir bahwa saudara sedang membaca penyingkapan yang telah diberikan kepada Daniel 10:5-10. Saya tidak percaya akan hal-hal seperti itu.

Dan tentu saja, di dalam Daniel 12:5-9, kedua malaikat itu membicarakan tentang kejayaan dari Kristus.

 

Daniel melihat Kristus datang dalam supremasi duniawi. Daniel melihat Kristus datang dalam supremasi surgawi.

 

Dan di dalam salah satu pengajaran saya di sini, saya akan berbicara tentang kedua wahyu di dalam Alkitab, yaitu Daniel dan kitab Wahyu. Sungguh luar biasa bagaimana Yohannes, di dalam kitab Wahyu tersebut, melihat begitu banyak tentang apa yang akan dia tuliskan di dalam kitab Daniel.

 

Dunia ini melihat binatang buas yang menakutkan itu. Akan tetapi, Daniel melihat melalui dan jauh melebihi lagi dengan melihat Kristus yang sedang datang. Demikianlah hal yang luar biasa itu: ketika saudara membaca kitab Wahyu, begitu banyak di dalamnya yang sangat menakutkan, sangat mengerikan, terkutuk. Tetapi, selalu, Daniel akan selalu melihat jauh melebihi mereka kepada kemuliaan Kristus – kemenangan kita yang datang dalam Dia.

 

Saya memikirkan tentang sebuah kisah, di suatu waktu, saya membaca tentang Robert Louis Stevenson. Ia menceritakan kisah tentang suatu kelompok dalam sebuah kapal di tengah badai yang mengerikan yang mengarahkan kapal itu ke arah batu karang. Dan tentu saja, kematian yang mengerikan menunggu mereka semua.

 

Dan mereka berkumpul bersama saling berpegangan pada palka kapal yang berada dalam teror yang mengerikan itu. Akhirnya, salah seorang dari antara kelompok itu berkata, “Saya akan naik ke atas untuk menemui pilotnya.”

 

Dan ia kemudian naik ke atas dari palka sampai ke tempat sang pilot, di mana ia sedang memandu takdir dari kapal tersebut, dan berdiri di tengah-tengah badai itu. Lalu sang pilot melihat kepadanya sambil tersenyum.

 

Dan pria tersebut turun kembali kebawah dan kebawah sampai ke palka kapal tersebut. Dan setibanya ia di sana, ia mengumumkan “Janganlah takut. Semuanya baik-baik saja. Saya telah melihat wajah pilot itu dan ia sedang tersenyum.”

 

Izinkanlah saya mengatakan kepada saudara, kisah itu bernilai dalam mengingat seluruh pemeliharaan yang baik dalam kehidupan. Apapun badai atau tragedi atau luka, bagaimanapun mengerikannya situasi dalam mana kita melihat diri kita, ingatlah: pilot itu berada di sana, memandu kapal kita serta takdir kita. Dan Ia sedang tersenyum.

 

Sekarang, wahyu agung kita yang berikutnya adalah seperti salah satu yang sebelumnya – melihat kepada uraiannya tentang kedatangan Kristus. Dan ia menjelaskan Dia di dalam tiga kategori: penghakiman – saudara-saudara sekalian akan melihatnya di dalam Daniel 7 dan 10, kemudian diulangi kembali di dalam Yohannes  5:22: “Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak.” Hakim Agung dari dunia ini adalah sahabat kita yang terbaik, Penebus kita dan Juru Selamat kita.

 

Yang kedua, setelah Daniel menjelaskan Juru Selamat kita sebagai penghakiman, ia juga menggambarkan Dia sebagai pra-milenium, masa sebelum kerajaan seribu tahun. Masing-masing ayat ini yang telah saya singgung di pagi hari ini, saya bermaksud untuk membacakannya. Lalu kemudian saya melihat kepadanya dan saya berfikir: “Kita akan berada di sini sampai senja nanti, jika saya melakukan hal tersebut.” Jadi, apa yang dapat saya lakukan adalah hanya menyebutkan ayatnya saja.

 

Dalam Daniel 7:13, ia menjelaskan kedatangan Tuhan kita sebagai kedatangan pra-millenium. Begitu juga dengan Kitab Wahyu 1:7: “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia.” Sekarang, demikianlah pra-milenium itu.

 

Orang-orang yang terkasih. Saudara-saudara sekalian boleh saja berfikir bahwa saya berprasangka dua kali atau tiga kali lipat. Tetapi, saya tidak berfikir bahwa di sana ada sesuatu di dalam Alkitab yang menunjukkan kedatangan Kristus dengan cara lain kecuali secara pra-millenium. Ia datang sebelum millennium.

 

Dan ketika saudara-saudara sekalian akan melihat sebagaimana yang kita lihat di dalam ayat-ayat ini, akhir zaman disempurnakan di dalam suatu kengerian, di dalam suatu tragedi, di dalam perang – seperti perang Armagedon – dalam kesengsaraan, dalam kesukaran, di dalam penyiksaan, sebagaimana yang saudara lihat di dalam kehidupan dari seorang Anti Kristus. Akan tetapi demikianlah caranya Alkitab menguraikannya. Dan hal tersebut di dalam hari-hari kesengsaraan yang mengerikan serta tragedi dan penyiksaan bahwa Yesus datang dan kita dibawa turut bersamaNya – dan semua orang-orang suci juga dibawaNya turut serta, dan juga gereja.

 

Kita akan bergembira. Demikianlah caranya untuk kita. Ketika hal tersebut disingkapkan kepada kita di dalam kitab Daniel, kita akan bersuka cita. Dan di akhir dari kesengsaraan yang mengerikan tersebut, Tuhan membawa kita di sini untuk mewarisi penghargaan kita yang kekal di dalam milenium serta dunia yang akan datang. Sekarang, saya berfikir bahwa tidak ada pengecualian terhadapnya dalam seluruh Firman Tuhan itu.

 

Jadi, saudara-saudara sekalian telah membacanya diulang kembali di dalam Daniel 7:9. Dan kita boleh menuliskan – kita boleh bertanya, dan semuanya dijawab di dalam Daniel 7:18. Bagaimana penguasaan dari bangsa binatang-binatang yang diubah menjadi orang-orang kudus Tuhan Allah? Bagaimana peristiwa itu akan terjadi? Peristiwa itu pasti datang, menurut kitab Daniel 7:13-14, melalui kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

 

Dan kemudian, ada satu hal lainnya lagi: Kejayaan yang abadi merupakan orang-orang sucinya Tuhan “Dan kita akan memerintah bersama-sama dengan Dia untuk selama-lamanya.” Denikianlah Daniel 7:22-27.

 

Sekarang, saya akan berbicara tentang salah satu wahyu yang paling luar biasa yang dapat dibayangkan. Saya akan berbicara tentang 70 heptad itu. Satu heptad sama dengan satu minggu dari tahun. Dan di dalam Daniel 9:2 dan 24-27 – dimana ayat-ayat tersebut adalah, saya ulangi, ayat yang paling mengagumkan yang pernah anda pikiran atau yang dapat saudara bayangkan.

 

Sekarang, waktu tersebut dibagi menjadi tiga bagian: waktu selama 70 heptad itu, 70 minggu dari tahun itu. Dibagi menjadi tiga bagian: yang pertama darinya – tujuh minggu tahun – tujuh minggu tahun. Yaitu mulai dari tahun 445 SM sampai kepada tahun 396 SM – tujuh minggu tahun, berarti 49 tahun: dimulai dari pengumuman raja Persia, Artaxerxes Longimanus, pada tahun keduapuluh pemerintahannya, untuk membangun kembali kota dan jalanan di Yerusalem, disinggung dalam kitab Nehemia 2:5. Dan selama 49 tahun berikutnya menutupi periode sejak dari keputusan Artaxerxes untuk menutup dalil orang-orang Ibrani – untuk menutup dalil dari Perjanjian Lama.

 

Hal itu berdekatan dengan Maleakhi. Dan ketujuh minggu tahun itu – ketujuh heptad itu – menjelaskan penutupan dalil Perjanjian Lama di sekitar tahun 400 SM.

 

Baiklah. Bagian yang kedua dari nubuat yang luar biasa ini adalah: di sana terdapat 62 heptad - 62 minggu, berarti, 434 tahun lamanya. Yaitu dimulai dari tahun 396 SM sampai kepada tahun 30 AD, waktu penyakiban serta kebangkitan Tuhan kita, dan segera kemudian, penghancuran kota serta Bait Suci oleh seorang jendral Romawi, Titus. Dan demikianlah bagian yang kedua dari wahyu yang mengagumkan ini.

 

Lalu kemudian, yang tersisa tinggal satu minggu – satu heptad, satu periode dari tujuh tahun. Sekarang, lihat akan hal ini. Saudara-saudara memikirkan tentang satu minggu – heptad yang terakhir ini – dibuat terpisah. Di atas, saudara-saudara sekalian melihat sudah ada 69 heptad – yang berarti 69 minggu. Kemudian, sebelum akhir zaman dan akhir dari dunia ini, saudara-saudara masih memiliki satu minggu yang tersisa: minggu yang ketujuh puluh.

 

Hal itu membawa kita kepada masa cobaan yang luar biasa sebelum tiba akhir zaman. Hal tersebut membawa kita kepada puncak dari sejarah Yahudi. Di dalam Daniel 9:26, ayat tersebut diakhiri dengan sebuah “air bah” – sebuah bencana. Dan saudara-saudara sekalian masih memiliki satu minggu yang tersisa.

 

Dan itu berarti, antara heptad yang keenam puluh sembilan dan heptad yang terakhir saudara-saudara melihat sebuah jeda yang besar – sebuah tanda kurung yang besar, sebuah ruang yang kosong. Dan itu adalah di tempat di mana kita tinggal.

 

Sekarang, saya ingin menunjukkan sesuatu yang selalu saya doakan kepada saudara-saudara sekalian agar saudara-saudara selalu mengingat ketika saudara-saudara sekalian membaca Alkitab. Dunia tanpa akhir membuat kaum liberal dan kaum sinis membaca Alkitab dengan berbagai macam penafsiran. Dan salah satu yang dapat membawa malapetaka kepada saya adalah bahwa mereka mengidentifikasikan gereja dengan Israel: gereja merupakan kelanjutan dari Israel. Semua hal tentang Israel dilanjutkan di zaman ini, di dalam masa kelonggaran ini, di dalam gereja.

 

Tidak akan ada hal yang lebih antitesis kepada wahyu di dalam Alkitab dibandingkan dengan hal itu. Sebagai contoh, rasul Paulus khusus menuliskan tentang hal tersebut: Perjanjian Lama di sana dan Perjanjian Baru di sini – Tuhan Allah dan bangsa Yahudi.

 

Dan ia menuliskannya di dalam Pasal yang ketiga dari kitab Efesus. Dan saya akan menggunakan sedikit waktu untuk membacakannya, karena semuanya begitu penting:

 

“Memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu;

 

demikianlah tugas penyelenggaraan di dalam mana kita tinggal. Sekarang, lihatlah dengan yang ini:

 

“Yaitu bagaimana rahasianya (musterion) dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.”

 

Dan dalam rangka menghemat waktu – ayat yang ke 9:

 

“Dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia (musterion) yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu dalam Yesus Kristus; kepada jemaat sekarang telah diberitahukan – rahasia itu. musterion.”

 

Sekarang, saudara lihat akan hal ini, serta dengar dengan menggunakan hatimu sebagaimana dengan pikiranmu. Musterion (rahasia) merupakan sebuah kata yang apabila dieja dalam bahasa Inggris sebagai kata “mystery.” Jadi, saudara membacanya telah diterjemahkan di dalam Alkitab sebagai kata “rahasia”.

 

Hal itu tidak sepenuhnya benar. Sebuah rahasia, bagi kita, merupakan sesuatu yang bersifat membingungkan – sesuatu yang jauh melampaui pemahaman atau bidang kita. Demikianlah arti dari rahasia bagi kita.

 

Sebuah musterion, di dalam Alkitab – dipergunakan disini sebanyak dua kali ketika ia membahas hal ini – sebuah musterion, di dalam Alkitab, merupakan sebuah rahasia yang disimpan oleh Tuhan Allah di dalam hatinya sampai diungkapkannya kepada penginjil-penginjilNya. Demikianlah arti dari musterion itu.

 

Sekarang, rahasia yang dibicarakannya, dan yang ada di dalam heptad ini – minggu yang terakhir yang terpisah dari sejarah dunia yang lainnya – rahasia itu adalah penyempurnaan dari zaman. Dan di dalam antara keenampuluh sembilan heptad itu – sejarah dari bangsa Israel – dengan heptad yang terakhir, yang mana terpisah darinya, merupakan tugas penyelenggaraan di mana kita hidup di dalamnya.

 

Sekarang , satu hal lain lagi mengenai hal itu: tidak ada petunjuk – tidak ada nubuat – tidak ada kalimat atau ayat di dalam Perjanjian Lama tentang tugas penyelenggaraan ini. Hal ini tidak pernah ditunjukkan. Tidak pernah dinyatakan.

 

Hal itu merupakan sebuah musterion, sebuah rahasia. Seluruh tugas penyelenggaraan kita merupakan sebuah rahasia yang disimpan Allah di dalam hatiNya sampai dinyatakanNya kepada para penginjil. Mereka tidak pernah melihat sebuah gereja – mereka tidak pernah melihat zaman penyebaran Injil sekarang ini – mereka tidak pernah melihat ajakan yang luar biasa ini ke seluruh dunia untuk menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Hal yang demikian tidak pernah dinyatakan. Hal itu merupakan sebuah rahasia yang disimpan Allah di dalam hatiNya.

 

Saya memiliki sebuah komentar yang lain mengenai para pengkritik yang mengidentifikasikan gereja dengan Israel. Saya tidak akan mempergunakan waktu untuk melihat kembali padanya. Akan tetapi, di dalam 1 Korintus 10:32, Paulus berkata bahwa ada tiga kelas manusia yang ada di muka bumi ini: bangsa Yahudi, bangsa yang bukan Yahudi serta Gereja.

 

Bangsa Yahudi: ia akan berada di sini sampai pada kedatangan Yesus. Dan heptad yang besar itu berkaitan dengannya setiap masing-masing heptad itu. Bangsa Yahudi akan berada di sini dan kita akan segera melihatnya.

 

Selamat malam hidup! Bagaimana saudara-saudara sekalian mengajar kelas ini, ketika saudara baru saja memulai dan waktunya telah habis?

 

Di sanalah bangsa Yahudi. Bangsa yang tidak percaya yang selain bangsa Yahudi – bangsa Yahudi ; Bangsa yang tidak percaya yang selain bangsa Yahudi; dan orang-orang yang percaya di dalam gereja.

 

Sekarang, ketika saudara-saudara sekalian mengidentifikasikan bangsa Yahudi dengan gereja, saudara-saudara melakukan apa yang persis dikatakan Allah bahwa hal itu tidak benar. Bangsa Yahudi itu satu. Suatu bangsa yang tidak percaya yang selain bangsa Yahudi adalah hal yang lain lagi. Dan orang-orang Kristen yang percaya di dalam gereja ini adalah kelas yang ketiga.

 

Astaga, astaga. Salah satu – ini adalah wahyu yang keenam dari tujuh wahyu luar biasa yang diberikan kepada Daniel. Wahyu itu bercerita tentang tragdi serta kesusahan yang dialami oleh bangsa Yahudi.

 

Saudara-saudara sekalian akan melihatnya di dalam Daniel 12:1. Ayat itu mengacu kepada ayat di dalam kitab Yeremia 30:7: “zaman dari orang selain bagsa Yahudi” Kepada saudara telah dijelaskan – dan saya ingin membacanya – di dalam kitab Matius 24:15. Bangsa Yahudi akan berada di sini sampai Tuhan Yesus datang.

 

Di dalam Alkitab, saudara membaca tentang bangsa Hittit dan Jebusit serta bangsa Girgasit dan bangsa Hivit. Apakah saudara-saudara sekalian pernah melihat seseorang yang pernah mendengar tentang seseorang yang mengenal siapa saja yang melihat seorang bangsa Girgasit atau seorang Hivit atau seorang Amori atau siapa saja “it” yang lainnya itu? Apakah ada?

 

Baiklah, saya dapat menunjukkan kepada saudara-saudara seorang bangsa Yahudi di setiap kota di dunia ini. Mereka berjumlah ribuan di kota Dallas ini. Hari Jumat yang lalu – pada hari Jumat yang lalu, saya melayani kebaktian untuk upacara penguburan seorang rabbi yang telah meninggal dunia. Dia ada di sini, dan dia akan diselamatkan.

 

Saya mendapatkan sebuah bacaan yang mengagumkan di dalam Kitab Roma, Pasal yang kesebelas, dari ayatnya yang ke 25:

 

“Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

Dengan jalan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan …”

 

Apa yang anda fikirkan tentang hal tersebut? Saya tidak pernah mengatakannya. Bukan siapa-siapa kecuali rasul Paulus yang terinspirasi itu.

 

Dengan jalan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan. Demikianlah rahasia yang disimpan di dalam hati Allah. Seperti yang telah dikatakan:

 

“Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan daripada Yakub. Dan inilah perjanjianKu dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka.

Mengenai Injil mereka adalah seteru Allah karena kamu, tetapi mengenai pilihan mereka adalah kekasih Allah oleh karena nenek moyang.

Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilanNya.”

 

Sekarang, izinkanlah saya mengatakan ini kepada saudara-saudara sekalian: ketika saudara-saudara membaca Alkitab, kitab itu adalah kitab yang lain jenisnya daripada yang yang begitu saja dibaca oleh orang banyak yang membaca sebuah ayat begitu saja sekarang dan selanjutnya. Tidak ada suatu apapun yang meliputi saya seperti penyingkapan dari Firman Tuhan.

 

            Sekarang, saya baru saja menyinggung hal ini dan saya harus menutupnya – saya baru saja menyinggung wahyu yang ketujuh dari wahyu-wahyu yang luarbiasa di dalam kitab Daniel. Baiklah, sebagaimana dijelaskan di dalam kitab Daniel – dalam kata-kata yang singkat di dalam Pasal yang kedua belas:

 

“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsaMu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu; tetapi pada waktu itulah bangsaMu terluput,  yakni barang siapa yang didapati namanya tertulis di dalam kitab itu.

 

Sekarang, lihatlah ayat yang kedua; inilah wahyu yang ketujuh dari wahyu-wahyu yang luar biasa itu:

 

Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagan untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.

 

Inilah wahyu yang ketujuh dari seluruh wahyu luar biasa itu yang ada di dalam kitab Daniel: ada suatu yang nyata di sana antara banyak orang-orang yang tertidur itu serta diperbandingkan dengan yang akan hidup serta tetap hidup sampai kedatangan Tuhan. Disini, kita melihat pada suatu kebangkitan yang parsial. Dan hal tersebut terjadi di dalam dua bagian, banyak tetapi tidak semua. Akan tetapi akan terjadi kebangkitan. Dan hal sedemikian dinyatakan di dalam Pasal yang kedua belas ayatnya yang kedua. Akan ada kebangkitan.

 

            Akan ada kebangkitan yang terbagi: sebagian kebangkitan untuk hidup dan sebagian lagi kebangkitan untuk kutukan. Kemudian, di sana akan ada pemisahan yang besar.

 

Dalam kitab Mateus 13:24-30, getah yang terpisah dari gandum. Dan di dalam kitab Mateus 25: 25-30, kambing-kambing yang terpisah dari domba-domba. Di dalam wahyu 20:4-5, ada perbedaan waktu selama 1.000 tahun, Ada perbedaan waktu selama 1.000 tahun antara kegembiraan gereja di dalam Wahyu 4 serta penghakiman takhta putih yang agung di dalam Wahyu 20:11.

 

Orang-orang terkasih, di akhir waktu kita, saya menyesali hal ini. Akan tetapi saya harus pergi menghadiri sebuah pertemuan doa. Selalu, sebelum kebaktian kita berlangsung di gereja, kami mengadakan sebuah pertemuan doa dari para pendeta. Dan saya harus pergi menghadirinya.

 

Jadi, pada saat saya mencoba untuk menyelesaikannya di sini, saya ingin berjabat tangan dengan saudara-saudara sekalian serta merangkul leher saudara dengan semua anda sekalian. Saya begitu terbeban dengan kelas ini. Akan tetapi, guru saudara berkata kepada saya, “Sekarang, dengarkanlah: orang-orang itu begitu mencintai anda dengan dalam. Mereka akan mendengarkan kepadamu dengan penuh rasa hormat. Anda tidak usah merasa begitu terbeban.”

 

Hal itu tidak dapat menolong saya. Saya merasa tetap terbeban dengan beban yang sama.

Untuk berapa lama, Ya Tuhan?

Tuhan memberkatimu, Amin.