KEHIDUPAN DANIEL (CERAMAH)

(THE LIFE OF DANIEL (LECTURE)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 1

11-15-97

 

Saya pernah bertanya kepada Dr. Allen berapa banyak ceramah lagi yang boleh saya sampaikan di sini. Dan ia mengatakan, ada dua lagi disamping hari ini. Dan kemudian, kita akan mendapatkan pertemuan kelas akhir. Bukan begitu yang telah anda katakan? Baiklah.

 

Secara khusus dan spesifik saya ingin mendorong semangat hati dan jiwa saudara untuk berada di sini untuk ceramah yang berikut ini. Lain kali, saya akan memberikan ceramah mengenai kedatangan yang kedua dari Kristus: Tujuh Keajaiban Agung yang membentuk karakter pemerintahanNya, ketika Ia datang dan tujuh tanda yang indah pada saat kepulanganNya. Jadi, pastikan saudara semua berada di sini pada waktu yang berikutnya.

 

Pada waktu yang terakhir, saya berkhotbah di dalam masa Ezra. Saya ingin mengambil satu bagian lagi dari Alkitab dan berbicara mengenai Daniel.

Yang pertama, Kehidupan Daniel: ia terlahir sebagai bangsawan dan lahir sekitar tahun 625 SM. Hal tersebut dikatakan di dalam Daniel 1:3, di dalam  Daniel 1:4, ia mendapatkan pelajaran yang sangat keras. Dalam Daniel 1:1-11, ia dibawa ke dalam pembuangan oleh raja Nebukadnezar. Pada saat itu, usianya sekitar 20 tahun.

Dalam Daniel 1:20 dan selanjutnya dan dalam Yehezkiel 14:28, ia telah dilatih di dalam pelajaran kaum Kasdim. Dalam Daniel 2:48, Nebukadnezar mengangkat dia menjadi kepala penguasa di propinsi Babilonia dan kepala gubernur dari seluruh orang-orang bijak dari Babilonia. Selama campur tangan pemerintahan dari Evil-Merodach sampai ke Nabopolassar, ia keluar dari pandangan. Tapi, pada pesta Belsyazar, anak dari Nabonidus, ibu suri mengingatnya dan ia dipanggil ke tengah-tengah ketenaran kembali.

 

Bangkitnya Koresy – Darius dari Medo, mengangkat Daniel, walaupun ia telah berusia lebih dari 90 tahun, menjadi kepala dari 3 presiden. Dan ia berpikir untuk menetapkannya untuk seluruh kerajaannya. Kisah itu berada dalam  Daniel 6:1-2.

Daniel sangat setia sampai pada kematannya, bahkan ketika berada di dalam kandang singa. Ia hidup sampai tahun ketiga pemerintahan Koresy - Daniel 10:1 – pada tahun 534 SM. Dan ia meninggal ketika ia berusia sekitar 91 tahun.

Nabi Daniel yang disebut di dalam kitab Mateus 24:15 dan kitab Markus 13:14. Ia adalah orang yang erada di dalam istana para bangsawan, di tempat yang paling tinggi di bawah raja Nebukadnezar dan raja Belsyazar dan di bawah raja Persia yang agung Koresy dan Darius dari Medo, yang merupakan penguasa dunia.

Walaupun begitu, ia tetap setia kepada Allah. Ia adalah seorang manusia yang memiliki semangat rahani yang luar biasa. Lihatlah pada kitab Daniel 5 dan penghakiman kepada Belsyazar. Lihatlah pada kitab Daniel 6:10, dimana ia sedang berdoa di depan sebuah jendela menghadap ke Yerusalem.

 

Saudara tahu, kisah itu merupakan salah satu kisah yang paling mengagumkan bagi saya untuk di baca di dalam Alkitab. Apa yang harus dilakukannya hanyalah menutup jendela dan tidak akan ada orang yang aan tahu apa yang sedang dilakukannya. Akan tetapi ia berdoa dengan jendela yang terbuka mengarah ke Yerusalem dan tentu saja, setiap orang dapat melihat dan mendengar ketika ia sedang berdoa.

 

Di dalam Daniel 5, ia adalah seorang manusia yang tidak dapat dirusak oleh uang dan kekuasaan. Di dalam Daniel 9, ia adalah seorang manusia yang gemar berdoa. Dan di dalam Daniel 9 dan 10, ia adalah seseorang yang sangat dikasihi oleh Allah dan manusia. Di dalam Daniel 2, 6 dan 12, ia adalah seorang manusia yang memiliki harapan pribadi yang besar, rasa optimisme dan keyakinan diri terhadap masa yang akan datang.

 

Saudara harus ingat, bahwa ia adalah seorang budak di ibukota Babilonia. Walaupun begitu, ia memiliki suatu keyakinan diri pada masa mendatang. Di dalam kitab Matius pasal yang ke 24 ayatnya yang ke 15, ia adalah seseorang yang dipakai oleh Allah untuk mewarnai semua sejarah kenabian dengan nubuat-nubuatnya. Ketika saudara membaca nubuat-nubuat dari Daniel, saudara hampir tidak dapat percaya bahwa beberapa hal yang terjadi mungkin saja telah diungkapkan sebelumnya.

 

Ia adalah seorang sida-sida – begitulah dikatakan di dalam Yesaya 39:7; Daniel 1:7, 9; Daniel 10:11, dan 18. Walaupun begitu, ia dianggap sebagai salah seorang yang terbesar dihadapan Tuhan itu sendiri. Saudara dapat melihatnya di dalam Yehezkiel 14:14, 16, 18, dan 20.

 

Baiklah. Kita akan melihat pasal yang pertama: pendahuluan dari kitab Daniel, orang itu. Ia merupakan salah seorang hamba Tuhan yang paling menyenangkan yang pernah dikenal dunia ini. Ia adalah salah seorang dari sedikit orang yang dituliskan baik oleh Tuhan, seperti Yusuf dan Yonatan. Begitulah perjanjian Tuhan mengenai Daniel.

 

Ia adalah sosok seorang pemimpin. Ia memiliki kemampuan intelektual yang hebat dan kemampuan untuk melaksanakan. Ia memiliki, ia mempunyai suatu keunggulan moral. Di dalam Daniel 10:11 dan 19, ia telah disebutkan sebagai seorang yang “sangat dikasihi”.

 

Ia adalah seorang pengarang dari satu dari dua buku yang luar biasa yang bersifat kewahyuan di dalam Alkitab. Daniel, yang saya katakan, adalah orang yang “sangat dikasihi” sama seperti Yohannes, rasul itu, “murid yang sangat dikasihi.”

 

Sebagai seorang pemuda biasa, ia dibawa dari Yerusalem ke Babilonia. Di dalam waktu yang singkat, ia bangkit ke possi pemerintahan yang paling tinggi di seluruh kerajaan itu.

 

Ia lebih lama menghabiskan hidupnya di dalam pembuangan, yaitu sekitar 70 tahun lamanya – dalam kitab Yeremia 25:11-12. Di tahun 605 SM, ia dibawa oleh raja Nebukadnezar sebagi seorang budak ke Babilonia. Dan pada tahun 536 SM, 70 tahun sesudahnya, Koresy membawa Daniel kepada suatu waktu kepulangan Israel kembali ke tanah air mereka sendiri.

 

Orang-orang Babilonia mencoba untuk mengasimilasikannya ke dalam budaya pemujaan, kebiasaan dan penyembahan terhadap berhala, yang tentu saja berakhir dalam kesia-siaan. Penduduk Babilonia mencoba untuk menghapus kenangan akan Yerusalem – akan tetapi hal itu juga sias –sia. Lihatlah dalam Mazmur 137:5-6.

 

Ia lahir pada masa pemerintahan raja yang baik Yosia. Di masa kecilnya, ia mengingat kenangan pada saat ditemukannya kitab-kitab Musa yang telah lama hilang. Masa mudanya berlalu di dalam suatu kebangkitan yang hebat. Dan di dalam reformasi yang kemudian mengikutinya, ia mendengar khotbah dari nabi Yeremia dan membawa serta dengannya buku nubuatnya ketika ia dibawa ke Babilonia – kisah ini dapat dibaca dalam Daniel 9:2.

 

Nebukadnezar datang sebanyak tiga kali menentang Yerusalem. Di tahun 605 SM, ia membawa banyak pemimpin dari Israel. Yang satu adalah seorang pangeran, yaitu Daniel

 

Di tahun 598 SM, ia membawa sebanyak 10.000 orang lagi. Dan dalam tahan tersebut termasuk nabi Yehezkiel.

 

Dan di tahun 587 SM, kali ketka raja itu datang, ia menghancurkan Yerusalem. Tidak perlu lagi untuk kembali ke sana. Seluruh bangsa itu sudah dipindahkan ke Babilonia.

 

Saya katakan, pada tahun 605 SM, Daniel dbawa ke dalam pembuangan. Ia masih seorang remaja, yang berusia sekitar 14 tahun. Teman-temannya juga turut dibawa ke dalam pembuangan itu bersama-sama dengan dia. Ada sebuah pengertian di dalam namanya, Daniel, yang berarti “Allah adalah hakimku.” Ketiga orang yang turut ditawan dan dimasukkan ke dalam pembuangan adalah Hananiah - “yang dikasihi Tuhan”; Mishael, yang namanya berarti “Siapakah Allah?”; dan Azariah: “Tuhan adalah penolongku.”

 

Orang yang pertama dinamai kembali dengan nama Shadrach: “Disinari oleh Dewa Matahari Ba.” Yang kedua diganti dengan nama Meshach, yang artinya “hamba dari Dewa Shach.” Dan yang ketiga diganti dengan nama Abednego, yang artinya “hamba dari Nego.” Mereka benar-benar diperkenalkan kepada budaya dan agama dari Babilonia kuno.

 

Sekarang, ketika kita membaca kitab Kisah Para Rasul 20:28-30 dan 2 Timotius 3:1, 13 dan 17 serta kitab Wahyu 2:4, kita membaca tentang serangan terhadap Daniel serta pengjancuran terhadap sebuah kota. Dan kisah itu, merupakan gambaran dari sebuah gereja.

 

Di dalam Alkitab, kota itu sendiri memiliki arti yang sangat penting. Dan hal itu benar sampai dengan zaman kita yang sekarang ini. Kota itu merupakan pusat dari kebudayaan: musk, seni, kesusasteraan, teater, opera, balet – semua hal yang dapat saudara namai. Kota itu merupakan pusat dari perniagaan, perdagangan, perbankan dan asuransi. Kota itu merupakan pusat dari komunikasi seperti: pers, pelayanan kabel berlangganan, radio dan televisi. Kota itu merupakan pusat dari pendidikan: sekolah-sekolah, universitas, perguruan tnggi dan seminari – begitu banyak sehingga kota itu sudah hampir seperti suatu bangsa sendiri.

 

Kota mengendalikan kehidupan kebudayaan, politik dan ekonomi dari sebuah negara. Roma adalah Italia. Kairo adalah Mesir. Moskow adalah Rusia, Paris adalah Perancis. London adalah Inggris. Jadi, perjalanan-perjalanan penyebaran agama ayang dilakukan oleh rasul Paulus ditandai dengan menanamkan Injil di dalam hati kota-kota besar seperti Antiokhia, Efesus, Tesalonika, Athena, Korintus dan Roma.

 

Jadi ada peperangan yang berlangsung terus menerus dengan iblis untuk menghancurkan warta dari Allah di kota-kota besar itu. Ia mengirimkan guru-guru palsu. Ia menghancurkan pekerjaan mereka. Dan gereja kehilangan jantung keagamaannya.

 

Iblis mencari cara untuk meliberalkan gereja. Dan ia menggunakan wabah-wabah penyakit seperti difteri dan AIDS – dan ia mampu – untuk menghancurkan kota tersebut. Kita memiliki sebuah biji sesawi yang dapat bertumbuh menjadi sebuah pohon yang besar. Banyak burung yang kotor bersarang di sana. Begitulah gambaran dari sebuah kota. Dan itu seperti surga. Ia bekerja sampai menyebar ke seluruh massa.

 

Sebuah contoh serangan dari kaum liberalisme adalah adanya penolakan kepada kitab Daniel. Kaum kritisi modern dengan hebat menolak keaslian dari kitab Daniel. Alasannya hanya sederhana: nubuat merupakan suatu kemustahilan bagi kaum liberal. Tidak ada hal seperti meramalkan kejadian yang akan datang. Oleh karena itu sebuah buku yang membuat ramalan yang telah dituliskan setelah sebuah peristiwa maka naskah itu palsu. Buku itu merupakan sebuah kepalsuan. Buku itu dituliskan bertahun-tahun sesudah peristiwa seolah-olah dituliskan bertahun-tahun sebelumnya.

 

Sebagai contoh, sekitar tahun 275, Porfry, seorang Neo-Platonis dari kota Alexandria, yang merupakan salah seorang penyerang kekristenan yang sengit, dengan pasti menyangkal kemungkinan dari ramalan-ramalan ajaib dari Daniel. Kitab Porfry dituliskan sekitar tahun 150 SM, di zaman kaum Maccabee. 

 

Putusan dari salah seorang musuh kekristenan lama yang paling sengit ini juga merupakan putusan dari kaum liberalisme modern dan kritisisme yang merusak. Jadi, dunia liberal melihat bahwa Daniel merupakan seorang pemalsu. Tidak ada pengecualian untuk hal itu. Jika seseorang itu kaum liberal, ia melihat Daniel sebagai seorang gadungan – sebagai seorang penipu – sebagai sepotong imajinasi yang memperdaya. Seluruh dunia di luar sana – seluruh dunia liberal menolak bukunya Daniel.

 

Akan tetapi bagi kita – saudara dan saya – di dalam kitab Mateus 24:15, Yesus menyebut Daniel sebagai seorang nabi. Di dalam dalil dari kitab Perjanjian Lama – kitab suci orang-orang Yahudi – saudara akan menemukan Daniel di sana. Di dalam kitab Septuaginta, Terjemahan Alkitab yang paling termasyhur di dunia ini, Daniel merupakan bagian yang paling berpengaruh di dalamnya. Kitab itu diterjemahkan di Alexandria pada tahun 300 SM. Saudara akan menemukan Daniel di sana. Kitab Kejadian, Mazmur dan Daniel akan saudara temukan di sana – di dalam kitab Septuaginta, yang ditulis pada tahun 300 SM.

 

Ingatlah, kaum liberal berkata bahwa kitab itu tidak dituliskan sampai pada tahun 150 SM. Mereka mengatakan bahwa kitab itu dituliskan pada zaman kaum Maccabee. Akan tetapi di dalam kitab 1 Maccabee, di sana ada sebuah kiasan dari Daniel di sana. Di dalam 1 Maccabee 8:14, saudara akan menemukan ratapan dari Daniel.

 

Mereka mengatakan bahwa tidak ada masalah. Akan tetapi , di dalam Yehezkiel 28:14, 20, dan 23, saudara akan melihatnya di hadapan saudara. Sekali lagi, di dalam Qumran – Gulungan dari Laut Mati, saudara akan menemukan penggalan-penggalan tentang Daniel. Gulungan itu bertarikh pada waktu saat kitab itu dituliskan. Kejahatan atas kecurangan dinyatakan oleh kaum liberal ketika sampai pada kitab Daniel. Akan tetapi, saudara akan menemukan Daniel di dalam Gulungan Laut Mati itu yang telah termasuk dalam penggalian baru-baru ini.

 

Sama seperti Injil Yohannes. Kaum kritikus mengatakan bahwa kitab itu dituliskan 200 tahun sesudah Yohannes. Kemudian, ketika mereka menegaskannya, mereka berhasil menggali papyri yang berasal dari tahun 90 yang didalamnya ada kutipan-kutipan dari Injil Yohannes.

 

Biar bagaimanapun, kaum liberal ini mengakui ketidak setiaan mereka, memberikan waktu kepadanya. Arkeologi akan membuatnya tampak enggelikan. Dan tentu saja, Yosefus mengutip dari kitab Daniel di dalam kitabnya Antiquities, dalam 8:1-4 dan 15:1-22. Kembali ia mengutip kitab Daniel di dalam pasal yang ke 10, di dalam beberapa paragraf.

 

Dan sebenarnya, dunia yang sekarang ini adalah dunia yang persis telah dinubuatkan oleh Daniel, walaupun sudah 2.000 tahun sejak Kristus dan sudah 2.500 sejak Daniel menubuatkannya. Yang perlu saudara lakukan adalah hanya melihat ke dalam buku itu. Daniel menubuatkan sebuah pandangan dunia mengenai sejarah. Jadi, persis seperti apa yang telah dinubuatkan oleh Daniel.

 

Saudara melihatnya. Bagian kepala dari patung itu adalah Kerajaan Babilonia. Bagian dada dan lengannya adalah kerajaan Medo – Persia. Bagian pahanya adalah kerajaan Ynani. Kedua kakinya merupakan perlambang dari kekaisaran Romawi, bagian timur dan barat. Dan kaki dan jari-jari kakinya hancur berantakan. Tidak ada lagi di dunia ini yang disebut dengan kerajaan dunia lagi.

 

Yang harus sauada lakukan adalah melihatnya. Bacalah untuk diri saudara sendiri. Semua pembersihan sejarah itu persis seperti yang telah dinubuatkan oleh Daniel.

 

Bagian kepala dari patung itu adalah Kerajaan Babilonia. Bagian dada dan kedua lengannya adalah kerajaan Medo – Persia. Bagian pahanya adalah kerajaan Yunani. Kedua kakinya adalah kekaisaran Romawi, bagian timur dan barat. Dan patung itu hancur berantakan dari bagian kai dan jari-jarinya. Begitulah dunia sejak itu.

 

Ada dua hal yang berbeda. Kerajaan Babilonia berpusat di Babylon. Kerajaan Medo - Persia pada Koresy dan Darius. Serta lengan penaklukannya. Jika saudara membaca di koran – surat kabar – di seluruh dunia sedang berlangsung konflik. Dan peristiwa itu persis seperti apa yang telah dinubuatkan dalam Kitab Daniel 9:26: “Sampai akhirnya akan ada peperangan dan penghancuran telah ditetapkan.”

 

Kita hidup di zaman ketika saudara berpikir bahwa di seluruh dunia akan ada kedamaian di sekitar kita. Walaupun begitu, setiap waktu saudara menghidupkan televisi atau setiap kali saudara membaca sebuah majalah atau setiap saat saudara membaca surat kabar, bahkan Amerika Serikat sedang mempersiapkan diri untuk sebuah peperangan. Mereka mengrimkan kapal-kapal yang besar lengkap dengan bom dan pesawat-pesawat tempurnya – mereka akan mengirimkannya ke sana, ke Teluk Persia, dan mereka sedang mengirimkan ribuan prajurit ke sana.

 

Yang saudara inginkan adalah keadaan tenang, penuh kedamaian. Akan tetapi tidak akan pernah terjadi seperti itu. Sampai kapanpun. Akan ada peperangan serta desas-desus tentang peperangan di setiap penjuru, persis seperti apa yang telah dinubuatkan oleh Daniel.

   

Di bulan Februari tahun 1914, telah diadakan sebuah konferensi tentang kenabian di Los Angeles.  Perhatian tertuju kepada tulisan kuno yang bersifat ramalan Attention: “Bangsa akan bangkit menentang bangsa lain dan kerajaan menentang kerajaan yang lain” dan seluruh bagiannya, diikuti oleh kelaparan dan wabah penyakit, seperti materai yang keenam di dalam Kitab Wahyu.

 

Sekarang, ketika konferesi tentang kenabian itu memulai pertemuannya, dan mereka mengakui hal-hal ini, editor dari Christian Advocate berkata bahwa itu bukan sebuah konferensi kenabian, akan tetapi sebuah “konfrensi yang menyedihkan”

 

Apakah saudara ingat untuk membaca dari sejarah – sekarang, saya masih hidup ketika hal ini terjadi – dalam waktu kurang setelah konferensi tersebut – kurang dari enam bulan – seorang pangeran dari Austria terbunuh di Serbia. Dan Perang Dunia I yang dahsyat itu dimulai.

 

Kaum liberal mengatakan bahwa nubuat yang dibicarakan pada konferensi itu sangat menyedihkan. Saya tidak perduli siapa saudara, saudara tidak akan pernah melarikan diri – saya tidak perduli seberapa pintar saudara, saudara tidak akan pernah melarikan diri dari kebenaran dari tulisan-tulisan kuno yang saudara pegang di dalam tangan saudara.

 

Elizabeth Barrett Browning menulis mengenai pendertaan pribadi dari anak-anak di Inggris, yang bekerja keras di pabrik-pabrik di Inggris dengan upah yang rendah:

 

Apakah engkau dengar anak-anak itu menangis, oh saudaraku?

Segera penderitaan datang bertahun-tahun.

Mereka menyandarkan kepala mereka pada ibu mereka,

Tapi itu tidak akan menghentikan air mata mereka.

Anak-anak domba itu mengembik di padang rumput.

Burung-burung muda itu mengerik di dalam sarang-sarangnya.

Anak-anak rusa itu bermain-main dengan bayangan mereka.

Bunga-bunga muda itu membungkik menuju ke arah barat.

Akan tetapi, anak-anak yang masih muda itu, oh, saudaraku.

Mereka menangis disaat waktu bermain yang lainnya.

Di tanah orang-orang merdeka.

 

Ni adalah dunia yang menyedihkan di mana kita berada. Baiklah, begitulah bagiannya. Sekarang saya akan berbicara dengan bahasa Allah – bahasa yag digunakan oleh Allah. Sebelum saya melakukannya, apakah ada seseorang yang ingin memberikan komentar?

 

            Terima kasih, Dr. Allen. Engkau adalah seorang pangeran dari seorang teman dan merupakan pendorong semangat kepada saya.

 

Baiklah, saya memiliki sebuah pembahasan disini mengenai bahasa Allah. Dan alasana mengapa saya melakukannya adalah karena fenomena dari bahasa yang dijumpai di dalam Alkitab.

 

Sering sekali dikatakan bahwa Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian baru ditulis dalam bahasa Yunani. Akan tetapi ada bahasa lain di dalam Perjanjian Lama, yaitu bahasa Aram.

 

Misalnya, di dalam kitab Kejadian 31:47 ada dua kata yang ditulis dalam bahasa Aram. Di dalam kitab Yeremia 10:11 ada sebuah kalimat yang dituliskan dengan menggunakan bahasa Aram. Dan – dengarkanlah ini – di dalam kitab Ezra 4:8-6:18 dan Ezra 7:12-26 ditulis dengan menggunakan bahasa Aram. Sekitar sepertiga dari kitab Ezra ditulis dalam bahasa Aram. Termasuk dokumen-dokumen resmi menyangkut pembangunan kembali bait suci itu. Sepertiga dari kitab Ezra ditulis dengan memakai bahasa Aram.

 

Dan dari Daniel 2, dimulai dari ayatnya yang ke 4 sampai Daniel 7:28, seluruhnya ditulis di dalam bahasa Aram. Setengah dari kitab Daniel dituliskan dengan menggunakan bahasa Aram. Jadi, Sepertiga dari kitab Ezra ditulis dengan memakai bahasa Aram dan setengah dari kitab Daniel ditulis dengan memakai bahasa Aram.

 

Ezra lahir dan dibawa ke Babylon. Daniel dibawa ke sana ketika ia masih remaja. Keduanya berbicara serta menulis dengan memakai bahasa Aram, sebagai pendapat yang paling tipis.

 

Misalnya, di dalam Perjanjian Baru yang memakai bahasa Yunani ada dituliskan: Abba, “Bapa.” Abba adalah bahasa Aram. Talitha cumi, “Nona, bangkitlah,” di dalam kitab Markus 6:41, adalah bahasa Aram. Lama sabachthani, “Mengapa Engkau tinggalkan Aku?” yang ditulis di dalam kitab Mateus 27:46, adalah bahasa Aram.

 

Bahasa Aram adalah bahasa dari Palestina. Dan Kristus serta murid-muridNya berbicara di dalam bahasa Aram.

 

Sekarang, apa bahasa Aram ini dan dari mana asalnya? Siapakah orang-orang Aram ini dan bahasanya ini?

 

Di dalam kitab Kejadian 10:22 dituliskan bahwa, “Aram, anak dari Sem” – dan nama mereka berasal darinya. Dan Sem, dari kata “Semitik.” Orang-orang Yunani memanggil orang-orang ini dengan sebutan “Orang-orang Syria,” sebuah singkatan dari Assyria. Mereka terpencar di seluruh Timur Tengah. Mereka adalah kaum pedagang dan sekaligus sebagai penggembala.

 

Bahasa mereka adalah bahasa perniagaan. Mereka mengendalikan perniagaan di sepanjang Asia Barat. Bahasa mereka merupakan bahasa percakapan orang-orang Syria, Babylonia, dan yang terakhir Palestina.

 

Jadi, perubahan di dalam bahasa orang-orang Yahudi, mereka menggunakan bahasa Aram. Setelah penaklukan oleh Babylonia serta 70 tahun dalam pembuangan, sebuah perubahan terjadi di dalam percakapan orang banyak. Mereka mulai menggunakan bahasa Aram sebagai bahasa percakapan mereka.

 

Beberapa dari mereka masih tetap berbicara dalam bahasa Ibrani. Saksikanlah kitab Hagai, Zakaria dan Maleakhi. Akan tetapi, bahasa dari orang-orang tersebut adalah bahasa Aram. Dan ketika mereka pulang ke tanah air mereka, ke Palestina, mereka berbicara dalam bahasa Aram.

 

Misalnya, salah satu pasal yang paling tidak biasa di seluruh Alkitab adalah kitab Nehemia pasal yang ke 8, dimana Ezra membaca kitab Hukum Ibrani itu dalam bahasa Ibrani. Akan tetapi, penting gunanya untuk membuat terjemahan di dalam bahasa Aram.

 

Beginilah yang terjadi. Di dalam kitab Nehemia 8, semua orang berkumpul di Yerusalem untuk mendengarkan Kitab Hukum tersebut. Ezra membacakannya di dalam bahasa Ibrani, akan tetapi orang-orang Yahudi tidak dapat memahaminya. Jadi, Ezra harus memberikan pengertiannya di dalam bahasa Aram. Sungguh suatu hal yang luar biasa. Secara keseluruhan, bahasa Aram menggantikan bahasa Ibrani sebagai bahasa orang banyak. Bahasa Ibrani merupakan bahasa yang hilang di Palestina.

 

Oleh karena itu, tulisan-tulisan kuno dari Perjanjian Lama harus diterjemahkan dan dijelaskan di dalam bahasa Aram. Dan hasilnya disebut juga dengan Targum. Dan hanya Tuhan yang mengetahui berapa banyak kitab itu. Dan itulah mengapa ada: Penjelasan dari Ibrani.

 

Bahasa Aram merupakan bahasa yang dipercakapkan oleh Kristus. Kristus menggunakan bahasa Aram.

 

Sungguh suatu hal yang luar biasa: dari tahun 605 SM sampai akhir tahun 1900, bahasa Ibrani merupakan bahasa yang hilang. Hanya untuk keperluan-keperluan khusus saja, Negara Israel di Palestina menggunakannya sebagai hukum dan adat kebiasaan ahwa bahasa Ibrani mulai dipercakapkan kembali. Mereka menetap di begitu banyak tempat sehingga mereka harus mengubah bahasa umum. Dan bahasa itu adalah bahasa Ibrani.

 

Dan saya beritahukan saudara, tidak ada satu nubuatpun di dalam Alkitab yang lebih berarti kepada saya selain di dalam Yeremia 31:23, yang mengatakan bahwa bahasa Ibrani ini akan dipercakapkan kembali. Selama 2.500 tahun bahasa itu sudah tidak dipercakapkan lagi. Dan hal tersebut akan terjadi di dalam masa hidup saya, karena Israel telah menetapkan bahwa Ibrani sebagai bahasa nasional mereka.

 

Sekarang, kita akan berbicara tentang bahasa Aram di dalam buku Daniel. Kamum kritikus mengatakan bahwa kitab Daniel telah ditulis oleh dua orang penulis. Hal itu tidak benar. Di sana ada penggunaan kata-kata yang sama di dalam presentasi dari kedua bagian: di dalam pasal 2-7, menggunakan bahasa Aram; dan sisanya menggunakan bahasa Ibrani. Mereka mengatakan ada kekosongan di dalam naskah yang asli yang diisi dengan menggunakan bahasa Aram. Atau, ada kekosongan di dalam naskah yang berbahasa Ibrani yang diisi oleh bahasa Aram. Begitulah yang mereka katakan.

 

Akan tetapi, dari awalnya kitab ini dituliskan dengan cara seperti itu: setengahnya berbahasa Aram dan yang setengah lagi berbahasa Ibrani. Potongan-potongan naskah tua yang telah ditemukan itupun dituliskan melalui cara yang sama.

 

Dan hal ini menunjukkan ke dua pembagian besar daripada orang-orang tersebut. Segala hal yangmenyangkut Yahudi, dituliskan di dalam bahasa Ibrani - Daniel 1:1-2.  Apa yang menyangkut orang-orang yang bukan Yahudi, dituliskan di dalam bahasa Aram. Bagian dari bahasa Aram adalah sebuah wahyu tentang “zaman dari orang-orang bukan Yahudi”.

 

Saya kutip: “Maksud yang saya coba katakan disini adalah pengarang dari kitab Daniel memiliki dua jenis pesan yang berbeda untuk disampaikan. Yang satu adalah pesan mengenai hukuman serta kekalahan akhir dari dunia orang-orang bukan Yahudi, pada umumnya melambangkan Nebukadnezar, Belsyazar, Koresy dan Darius. Yang lain merupakan pesan atas pengharapan dan kesenangan karena tekanan Allah; bangsa kudus yang mulia, bangsa Yahudi.

 

Bahasa yang pertama dipakai adalah bahasa Aram, karena bagian itu ditujukan kepada orang-orang bukan Yahudi. Bahasa yang sesuai untuk bagian yang kedua adalah bahasa Ibrani – karena ditujukan untuk orang-orang Yahudi.

 

Daniel merupakan seorang pendeta di dalam istana raja. Bahasa Aram merupakan bahasa di kerajaan dunia Babylonia.

 

Allah memiliki pesan untuk seluruh bangsa. Di sini, di negeri kita ini, kita menggunakan bahasa Inggris. Di sebelah sana, di Australia, mereka juga menggunakan bahasa Inggris. Akan tetapi jika saudara pergi ke Jerman, mereka menggunakan bahasa Jerman di sana. Pada saat saudara pergi ke China, mereka berbicara dengan menggunakan bahasa China. Hal itu tidak menjadi masalah. Allah memiliki pesan untuk seluruh dunia. Dan saudara dapat melihatnya di dalam kitab Daniel.

 

Kebijaksanaan Allah serta kearifan dunia ini – begitulah komentar saya yang berikutnya. Kebijaksanaan Allah disampaikan kepada kita di dalam perbedaan yang tajam terhadap kearifan dari dunia ini. Hikmat dari bumi ini terlarut dan dengan cepat merubah sebuah buku teks pelajaran yang lebih dari 10 tahun menjadi tidak terpakai sama sekali.

 

Dengan perbedaan, firman Tuhan akan tetap tidak dapat diubah dan tak terubah. Kebenaran dari kebijaksanaan Allah adalah unik dan tak tertandingi. Kebenaran mengenai kita adalah sedemikian rupa sehingga kita tidak akan pernah mempelajarinya di dalam universitas manapun atau perguruan lainnya.

 

Kemulian yang tertinggi dari Injil adalah bahwa tidak ada yang menyerupainya di manapun juga. Injil itu tidak ada tandingan, baik dari laboratorium para peneliti, kantor-kantor para psikolog ataupun pelajaran filsafat.

 

Faktor inilah yang yang mengangkat nilai yang tertinggi dari penyebaran agama. Dengan sederhana melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh yang lain. Rasul Paulus menyebut kebenaran ini “hal yang mendalam dari Allah” – pemikiran Allah: kebenaran rohani, pikiran Kristus serta hikmat daripada Allah.

 

Hikmat daripada Allah yang sangat berbeda dengan tajam dengan hikmat dari seorang manusia.

 

Hikmat dari bumi berayun dari satu hal yang berbeda ke hal yang lainnya, berjalan di dalam lingkaran antara penerimaan dan penolakan. Buku-buku pelajaran para ahli ilmu pengetahuan selama lebih dari 10 tahun tidak terpakai lagi. Berbeda dengannya, firman Allah tetap tidak berubah dan tidak mengubah, selalu berkaitan, selalu diperbaharui, selalu dapat dimengerti, dan merasuk dan selamanya akurat. 

 

Motif yang tertinggi dari seorang pendeta adalah para pendengarnya tidak berdiri di dalam hikmat manusia, akan tetapi di dalam kekuasaan Allah. Dan tugas dari seorang pendeta harus memiliki kaitan dengan identitasnya sebagai seorang penunjuk firman Tuhan. Dan itu adalah salah satu disiplin yang dapat membuatnya menjadi seorang pengendali iman yang efektif.

 

Sebagai seorang pendeta, saya dapat berbicara kepada ahli ilmu jiwa, para insinyur ilmu teknologi tinggi, para dokter, para pengacara, bankir, pemimpin industri terkemuka begitu juga dengan para tukang, sekretaris, tukang pipa, dan banyak pekerjaan lain, memberikan pengetahuan yang diperlukan tentang mereka sendiri serta tentang kehidupan yang tidak akan pernah mereka pelajari di sekolah manapun. Saya mendapatkan keistimewaan untuk memberikan sebuah perspektif akan kenyataan kepada mereka yang tidak dapat diperoleh dari sumber manapun.

 

Sekarang, ini adalah sebuah tragedi dari kebanyakan pengotbahan modern. Para pendeta harus percaya bahwa rata-rata orang tidak lagi memiliki ketertarikan di bidang keagamaan. Jadi, mereka membuat permohonan kepada ilmu pengetahuan sains atau filosofi.

 

Jika orang-orang kelihatan tidak memiliki minat kepada ilmu-ilmu keagamaan, hal tersbut disebabkan karena para pendeta telah gagal menjelaskan orang-orang mana yang harus mereka cari: yaitu, rahasia dari penggenapan manusia. Itulah yang dengan kasih sayang ditawarkan oleh Tuhan Allah kepada kita di dalam Alkitab. Penyebaran agama yang benar – mengotbahkan hal-hal yang benar serta hikmat daripada Allah – akan menghasilkan suatu pemuliaan umat manusia, penggenapan aktual terhadap keinginan kita yang paling dalam.

 

Baiklah, saya sudah selesai. Saya tidak dapat cukup menekankan – ketika saudara telah mendengarkan saya dalam ceramah ini, saya tidak dapat cukup menekankan betapa luar biasa dan menyenangkan Tuhan itu kepada saya.

 

Dan untuk menerima Kitab tersebut serta menerangkan pesan-pesannya berkaitan dengan semua kehidupan dan dengan semua faktor kehidupan: untuk rumah dan untuk keluarga, untuk Amerika dan untuk usaha. Kitab itu mempengaruhi semua wilayah kehidupan manusia. Dan yang perlu saudara lakukan adalah membacanya serta menguraikannya secara terperinci. Sungguh suatu penyebaran agama yang hebat dan luar biasa yang akan saudara dapatkan. Jika hal tersebut berdasar pada kesempurnaan Firman Tuhan.

 

Dan tidak menjadi masalah di manapun engkau berada, saudara mendapatkan sebuah pesan. Saudara selalu dapat melihat saya berpakaian secara formal. Saya harus melayani untuk upacara penguburan. Tentu saudara berfikir apa yang akan saya lakukan di pelayanan untuk penguburan itu? Apakah saudara berfikir bahwa saya akan membacakan sebuah warta dari filosofi? Apakah saudara berfikir bahwa saya akan berbicara mengenai suatu persamaan ilmiah mengenai tubuh yang membusuk di dalam kuburan itu?

 

Menurut saudara apa yang akan saya lakukan? Saya akan membawa Alkitab saya. Dan saya akan membuka kitab tersebut dan saya akan berkhotbah mengenai kitab tersebut. Itulah yang akan saya lakukan sebagai pelayanan pada saat penguburan di pagi hari ini.

 

Tidak menjadi masalah di mana serta keadaan di sekitar kita, Alkitab selalu berkaitan dan memiliki khotbah yang hidup untuk setiap nasib dan pemeliharaan atas kehidupan umat manusia. Dan saudara mendapatkan keistimewaan untuk menyatakan kitab itu: Firman Tuhan yang sempurna.

 

Anak muda, Tuhan memberkati saudara ketika saudara mendengarkan suara saya dan melakukan apa yang telah saya katakan.

 

Apakah ada yang ingin memberikan tanggapan? Apakah ada pertanyaan yang ingin ditanyakan? Terima kasih.

 

Saudara semuanya harus pasti – harus pasti untuk berada di kelas ini di waktu yang berikutnya. Saya akan berbicara tentang kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya serta wahyu Alkitabiah yang mendahului kedatanganNya. Dan saya beritahukan saudara, mereka hadir di dalam dunia ini sekarang.

 

Astaga, selalu membuat saya terpesona bagaimana semua yang telah dikatakan oleh Tuhan akan terjadi sebelum kedatanganNya kembali. Beberapa dari antaranya sudah terjadi hari in. Lalu kemudian, mereka sangat luar biasa suatu hal yang luar biasa yang akan terjadi ketika Ia datang.

 

Baiklah, Aku mengasihimu. Terima kasih untuk telah meletakkan Kitab itu di sebelah sini.