MISTERI BABILONIA

(MYSTERY BABYLON)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 4:30

03-21-71

 

Sekarang, judul dari warta kita pada hari ini adalah Rahasia Babel. Kota Babilon yang besar ini. Di dalam pelajaran kita melalui kitab Daniel, kita sudah sampai pada bab yang ke 4. “Dan setelah lewat dua belas bulan,” dalam ayatnya yang ke 29, “Nebukadnezar berjalan-jalan di atas istana raja di Babel. Dan berkatalah sang raja, bukankah ini Babel yang besar itu?” Dan di puncak dari ziggurat (bangunan penyembahan) raksasa itu, atau di bagian atas dari istana yang megah dan luas tersebut, saya dapat melihat raja itu berdiri di tengah-tengah istananya, dan dengan kibasan tangannya dari kaki langit ke kaki langit lainnya, kota yang agung itu dipersiapkan dalam rupa emas di hadapannya.

 

“Bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” Babilon. Seperti adanya Tuhan Allah dan iblis, adanya Kristus dan Anti Kristus, sebuah kerajaan terang dan adanya kerajaan kegelapan, adanya surga dan neraka, jadi sudah ada di dalam waktu serta tempat dan sejarah dan kitab suci, sebuah kota kudus, yaitu Yerusalem, dan sebuah kota dunia yaitu Babilon. Dan di seluruh halaman dari Firman Tuhan ini, saudara akan menemukan kota emas itu dikisahkan. Pertama-tama kita akan melihatnya kemudian menuju pada sejarah dari ibu kota Babilonia tersebut.

 

Di dalam bab yang ke sembilan dari kitab tersebut, di dalam bab yang kesepuluh dari Kitab Kejadian dalam ayatnya yang ke sembilan, kita telah diberitahu tentang Nimrod, pemburu yang perkasa itu, mendirikan sebuah kota dan menyebut kota itu dengan nama Gerbang Allah: Babel. Ia mendirikannya di dataran Shinar yang disebut oleh bangsa Asyur dengan nama Chaldea (Kasdim). Kita mengenalnya sebagai kota Babilonia, sebuah kata di dalam bahasa Yunani.

 

Akan tetapi di dalam bab yang kesebelas dari kitab Kejadian, ada variasi lainnya yang diberikan kepada nama itu. Nimrod menyebutnya dengan nama Babel di dalam bahasa itu, “Gerbang Allah.” Tapi setelah semua penduduk warga dari dataran Shinar yang besar bermaksud untuk mendirikan sebuah menara yang akan menembus angkasa, akan tetapi bukan menjadi berharap untuk dapat menyentuh surga dengan menggunakan menara tersebut, mereka tidaklah bodoh. Akan tetapi mereka membangun sebuah menara yang besar, mereka menyebutnya dengan nama sebuah Ziggurat. Dan di sana para imam Kasdim itu akan mencari di mana surga itu dan di mana langit itu serta memetakannya berkenaan dengan evaluasi serta ramalan-ramalan dengan memakai ilmu perbintangan mereka, takdir dari setiap orang dan setiap bangsa oleh karenanya mencari tahu bagaimana cara mengendalikannya dalam satu keseluruhan umat manusia. Tuhan Allah, dengan merasa telah dihina, turun ke bawah dan memencar-mencarkan mereka. Dan ia melakukannya dengan suatu kekacauan lidah. Jadi di dalam Alkitab nama yang setiap kali disinggung di dalam teks Ibrani adalah “Babel.” Akan tetapi perkataan itu datang dari akar dari kata balal, "kekacauan." Dan hal tersebut menentang Tuhan Allah di dalam setiap sistem keagamaannya, sistem kebudayaannya serta sistem perniagaannya.

 

Kemudian negara tersebut (tidak diketahui apakah iklimnya telah berubah), negara itu dulunya adalah Taman Eden. Bahkan kitab suci juga mengakui demikian. Sungai Tigris mengalir melalui kota itu. Sungai Efrata juga mengalir melalui kota tersebut. Dan kedua sungai tersebutlah yang dikenali berada di dalam Taman Eden. Mereka melihatnya seperti sebuah Paradiso, sebuah kata dalam bahasa Persia untuk park”, taman. Taman itu terjadi oleh tumpukan endapan dari kedua sungai tersebut yang datang dari negara Armenia yang dipenuhi dengan gunung-gunung. Tanah dari endapan tersebut tidak seperti biasanya sangat subur dan produktif. Taman itu dialiri air yang tidak terhingga jumlahya oleh terusan-terusan serta aliran-aliran air yang saling berhubungan. Iklimnya yang lembut dan menyehatkan. Taman itu kelihatan seperti sebuah surga, sebuah Taman Edenis. Dan taman itu sangat subur. Taman itu tidak pernah disentuh. Masih perawan. Taman itu bagaikan sebuah batu zamrud. Taman itu merupakan suatu keseluruhan dari bangsa-bangsa dan negeri dan daratan dari produktifitas yang subur, selalu hijau sepanjang tahunnya.

 

Dan ada sejumlah penduduk di dalamnya. Dan penduduk yang pertama di negeri itu adalah bangsa Sumeria, dan mereka menyebutnya dengan sebutan Sumer. Lalu kemudian gelombang orang-orang dari kaum Semit datang di sepanjang abad itu, dan ketika kita mulai mengetahuinya di dalam sejarah Kitab Suci, kita menyebutnya dengan kota kaum Semit. Dan kemudian bangsa Asyur, lalu datanglah bangsa Amori, serta bangsa Aram, dan kemudian bangsa Babilonia dan bangsa Ibrani merupakan bangsa Semith. Dari situlah datangnya Abraham.

 

Sekarang, para arkeolog, sedang berusaha menggali dari tempat lahirnya Babilon, telag mengidentifikasikan adanya peradaban di zaman delapan ribu tahun sebelum lahirnya Kristus. Kisah itu merupakan sebuah kisah yang fantastis. Pertama kita mengetahuinya khususnya di dalam kerajaan Babilonnya yang besar itu, dan di dalam dinasti dari seorang raja yang bernama Hamurabi. Tidak ada seorang pelajar sekolahpun yang tidak mengetahui Hukum Hamurabi. Ia memerintah di kerajaan Babilonia selama empat puluh tiga tahun lamanya. Dan bukan terjadi dalam kerajaannya bahwa Abraham pergi dari kota Ur dari Kasdim, salah satu kota dari Babilonia, untuk memalingkan wajahnya melihat kepada Negeri yang telah Dijanjikan itu, Tanah Kanaan.

 

Ketika berabad-abad berlalu, ada seorang raja yang luar biasa dari dinasti tersebut, seorang raja yang bernama Nebukadnezar. Raja Nebukadnezar I. Ia merupakan seorang raja yang luar biasa hebat. Ia menaklukan Suku Elam, Ia menaklukan suku Hittit. Akan tetapi ia kemudian menyerahkan kerajaannya kepada bangsa Asyur. Dan hal ini terjadi sekitar tahun 1.100 SM. Dan sesudah itu, kerajaan Asyur, lembu yang bersayap dari Asyer akan menaklukkan dunia yang beradab tersebut. Dan Babilonia merupakan sebuah propinsi yang telah ditaklukkan dari kerajaan Asyur yang hebat, dengan ibukotanya berada di sisi sungai Tigris di kota Niniwe. Akan tetapi di sepanjang abad-abad tersebut, propinsi Babilonia telah bergejolak dan bersifat menentang, Pada tahun 700 SM, mereka memiliki seorang raja yang bernama Merodakh yang diutus kepada Nabi Hizkia dan berkata, “Izinkanlah kami memberontak kepada bangsa Asyur.” Dan raja Merodakh - ini telah menentang sebanyak tiga kali menentang bangsa Asyur dan dua kali memahkotai dirinya sendiri. Nabi Hiskia merasa begitu tersanjung dengan perhatian dari raja Babilonia, Merodak-baladan, yaitu ketika nabi Yesaya datang ke hadapannya dan memberitahukan apa yang telah dilakukannya, nabi Hiskia, yang dibuang dari Yehuda, dan Yerusalem, dibuang ke negeri yang sangat jauh yaitu Babilon.

 

Hanya ada satu insiden kecil sepanjang jalan itu. Bagaimanapun juga, Merodak sangat menolak propinsi Asyur yang mana pada akhirnya Sanherib, salah seorang jenderal yang paling cakap dan salah satu kaisar Asyur yang paling hebat, Seanherib datang dengan pasukannya dan ia menghancurkan kota itu sama sekali. Dia bahkan menumpahkan seluruh air dari sungai Efrata ke kota itu. Akan tetapi di dalam satu pemeliharaan hidup yang aneh, anaknya, Esarhadon, membangunnya kembali. Dan anaknya, seorang kaisar Asyur yang agung, Ashurbanipal, juga mengikuti kebijakan politik yang sama. Lalu kemudian mereka mengirimkan seorang raja muda ke Babilon, seorang raja muda yang bernama Nabopolassar. Dan Nabopolassar, seorang jenderal Asyur yang berasal dari Kasdim, memberontak menentang Asyur dan mengangkat dirinya sendiri menjadi seorang raja dari Babilonia. Ia merupakan seorang raja yang cerdas, dan seorang jenderal yang cakap. Ia melakukan perjanjian-perjanjian dengan bangsa-bangsa lain dengan kekaisaran Asyur. Dan khususnya, ia mengangkat anaknya, Nebukadnezar II, dan menikahkannya dengan Amytis, seorang putri raja dari Media. Dan Nabopolassar bersama-sama dengan raja-raja dari Media dan Scotia, panglima-panglima perang dari Timur, membinasakan kekaisaran Asyur untuk selama-lamanya dan membenamkan Niniwe menjadi sebuah kehancuran yang sempurna dan Alexander yang Agung yang kemudian pernah berbaris di sana dengan pasukannya, tidak pernah menyadari bahwa pernah ada sebuah kota yang sangat besar dan luas serta suatu peradaban yang hebat terkubur di bawah kakinya.

 

Peristiwa ini terjadi pada tahun 612 SM. Pada tahun 605 SM, Nebukadnezar, putra dari Nabopolassar, berada dalam perjalanannya menuju daerah penaklukan Mesir. Ia berhenti sejenak di kota Yerusalem, mengepung kota tersebut lalu menaklukkannya. Tetapi ia mendengar kabar tentang kematian ayahnya, maka ia membawa Daniel dan ketiga sahabatnya, dan beberapa yang lainnya dari dari keluarga kerajaan dan bergegas kembali ke Babilon, dan di sana ia mengkonsolidasikan takhtanya. Pada saat itu usianya masih sekitar dua puluh tahun. Dan kemudian ia membawa pasukan Kasdimnya, ia menyapu bersih seluruh dunia peradaban sampai seluruh permukaan bumi ini menjadi miliknya. Ia tidak pernah mengalami kekalahan di medan perang. Sekarang, pada zaman penaklukan dari dunia yang beradab telah selesai dilaksanakan, dari India sampai ke Mesir jauh melalui Mesopotamia ke daratan Armenia dan kaum Hittit, dari Teluk Persia dari kedua sisinya, kemudian sampai ke dunia yang telah dikenal (berada pada penguasaan Babilonia).

 

Ketika pasukan perangnya tidak lagi berbaris dan tidak lagi ada kebutuhan untuk berperang, Nebukadnezar kembali ke kota Babilon. Kota itu sudah dimusnahkan seratus tahun sebelumnya oleh Sanherib. Dan untuk dirinya sendiri ia membangunkan sebuah kota emas yang sangat, sangat, sangat hebat di dunia ini. Dan ia berhasil melakukannya. Belum pernah ada sebelumnya, tidak ada sesudahnya, dan tidak akan pernah ada kota yang lain seperti Babilon. Ada alasan yang paling sederhana mengapa terjadi seperti itu. Nebukadnezar menyuruh ratusan ribu dan ratusan ribu serta ratusan ribu budak buangan dipekerjakan untuk mendirikan kota tersebut. Jika saudara-saudara sekalian ingin mendirikan sesuatu di zaman sekarang ini, maka saudara akan mengalami kebangkrutan untuk membayar industri pembangunannya. Mungkin saudara dapat mendirikan sebuah bangunan kecil di jalan ini, sebuah bangunan yang tingginya sekitar dua puluh tingkat, mungkin meliputi seperempat atau setengah blok, dan mungkin akan menelan biaya sebanyak jutaan dan jutaan dollar untuk mendirikan bangunan sekecil itu, di daerah di sekitar sini. Tenaga Kerja. Nebukadnezar tidak memiliki masalah dengan tenaga kerja. Ia memiliki ratusan, ribuan bahkan ratusan ribu tenaga kerja yang berasal dari bangsa-bangsa yang telah ditundukkannya. Ia telah menawan mereka dan ia telah membawa mereka ke kota Babel dan di sana mereka bekerja untuk merealisasikan mimpi dari raja yang besar itu.

 

Yang kedua, ia bukan saja hanya memiliki budak yang tidak perlu dibayarnya sama sekali, akan tetapi ia memiliki harta kekayaan dari seluruh dunia ini yang dapat diambilnya hanya dengan sebuah perintah saja. Kemana saja pasukan Kasdimnya yang kejam dan tanpa ampun pergi, ia menelanjangi bangsa itu. Dan ia membawa pulang ke kota Babel harta karun yang luar biasa banyaknya. Misalnya, ia menghancurkan bait suci yang dibangun oleh Raja Salomo dan membawa altar emas dan dian serta perkakas-perkakas dari bait suci raja Salomo yang indah itu pulang ke kota Babilon. Hal itu merupakan sebuah dosa kecil dibandingkan dengan harta kekayaan yang dijarahnya dan dikumpulkannya dengan cara mengancam dan meaksa dari ujung dunia ini. Saudara tidak dapat melihatnya lagi. Ia memiliki kesempatan yang tidak akan pernah didapatkan orang lain lagi, mendirikan sebuah kota yang tanpa tandingan itu.

 

Hal itu bukanlah sebuah mitos. Ada banyak saksi mata yang melihatnya. Salah satu saksinya adalah Herodotus. Walaupun Herodotus, seorang ahli sejarah dari Yunani yang agung itu berada di sana sekitar ratusan tahun setelah zaman Nebukadnezar dan pada sat zaman kemundurannya, walaupun begitu ketika orang Yunani itu melihat kepada sesuatu, salah satu dari Tujuh Keajaiban dunia itu. Di dalam sebuah surat kepada kota Athena, ia mengetahui kota yang besar itu, yang baru saja dari sana, tidak ada sesuatu bangunan pun seperti kota Babilon di dalam benak atau khayalan manusia. Ctesias, seorang dokter dari Yunani, seorang sahabat dari Herodotus, pergi mengunjungi kota Babilon serta menuliskan tentang kota itu secara luas. Di samping itu, kita juga memiliki beberapa sumber, seperti catatan dari Diodorus, dan seorang ahli geografi, Strabo, dan Pliny. Betapa banyak para penulis dari zaman terdahulu menuliskan tentang kejayaan serta keagungan kota Babilon. Dan dalam Kitab Suci, saudara-saudara sekalian akan menemukan di dalam kitab Yesaya serta di dalam kitab Yeremia gambaran tentang kota itu sebagai sebuah kota emas, seorang wanita dengan piala minuman yang terbuat dari emas di tangannya. Sekarang, mari kita mengunjungi kota tersebut. Kita akan pergi melihat sebagaimana apa yang dilakukan oleh Herodotus.

 

Di sanalah kota itu berdiri, dikelilingi oleh tembok-tembok yang tinggi. Dibangun dengan luas yang simetris, ditata sesuai dengan empat penjuru angin di muka bumi ini. Lima belas mil ke arah sini, lima belas mil ke arah sana, lima belas mil ke arah situ dan kembali lagi sepanjang lima belas mil ke arah sini. Tinggi dari tembok itu saja setinggi tiga ratus lima puluh kaki. Dan lebarnya setebal delapan puluh tujuh kaki. Dan di bagian puncaknya, begitu lebarnya sehingga enam kereta kuda dapat berlomba mengelilinginya dari sisi yang sau ke sisi yang lainnya. Dijaga oleh seratus pintu gerbang dan setiap satu dari pintu-pintu gerbang tersebut, ditutup dengan dua keping pintu yang terbuat dari perunggu tuangan yang mengkilap. Dan penulisnya mengatakan ketika matahari terbit di pagi hari dan kemudian terbenam di sore hari, pintu-pintu gerbang tersebut akan terlihat seperti api yang membara. Semua jalanan di kota Babilon begitu simetris, dengan sudut siku-siku yang tepat. Ada sebanyak dua puluh lima jalan raya di sana, dengan lebar seratus kaki dari timur sampai ke barat, dua puluh lima jalan raya masing-masing dengan lebar seratus kaki dari utara sampai ke selatan. Dan ketika kita sampai di pinggir kota itu, ada jalan raya di antara dua buah dinding tembok  yang telah mereka tempa, di pusat kota tersebut, ada sebuah jalan raya yang melintasi sebuah sungai. Dan di seberang sungai tersebut terdapat sebuah istana yang megah. Dan di sebelah sini juga terdapat sebuah istana yang besar juga. Sungai Efrata mengalir menyilangi istana tersebut. Dan di antara tembok kota dengan sungai tersebut terdapat sebuah dermaga, sebuah dermaga yang dipergunakan untuk perniagaan dunia ini.

 

Istana-istana itu, puing-puing dari istana Nebukadnezar yang ada sekarang ini, yang dapat dikenali sampai dengan saat ini meliputi lebih dari sebelas hektar luasnya, itu masih satu istana saja. Ke dalam istana-istana itu, ia telah membawa seluruh harta kekayaan dari dunia ini, seluruhnya terbuat dari emas dan perak. Aula untuk perjamuan berada di dalamnya di dalam plesteran dinding yang terbaik. Dan tertulis di plesteran tembok tersebut dengan tulisan tangan yang indah pada tahun 539 SM, "Mene, Mene, Tekel, Ufarsin."

 

Taman tergantung – ia dinikahkan oleh ayahnya, Nabopolassar, kepada Amytis, seorang putri raja dari Media. Dia seorang putri gunung, dan baginya, dataran endapan seperti kota Babilon merupakan suatu hal yang menjemukan. Lalu Nebukadnezar mendirikan sebuah gunung untuknya. Bertingkat-tingkat, bertingkat dan bertingkat ke atas, keatas dan keatas ditutupi dengan pepohonan, semak belukar dan bunga-bunga yang indah. Ketika Herodotus melihat kepadanya dengan memperbandingkannya dengan apa yang ada di Yunani, kemudian mereka menyebutnya dengan Tujuh Keajaiban yang ada di dunia ini.

 

Tetapi kuil-kuil itu, ke dalam kuil-kuil milik Nebukadnezar itu dibawakan kekayaan dari seluruh permukaan bumi ini dan mereka persembahkan kepada dewanya. Perkakas-perkakas yang terbuat dari kuningan, yang terbuat dari emas dan perak yang diambil dari bait suci raja Salomo itu serta dari bait suci manapun juga. Seluruhnya dipersembahkan kepada Ishtar, dari dasar matahari. Dipersembahkan kepada Nebo. Dipersembahkan kepada Beltis, pasangan dari Marduk. Orang-orang Yahudi menyebutnya dengan Merodak. Kuil Merodak, di luar istana, di tengah-tengah istana serta di dalam istana. Di bagian dalam istana ada kuil yang dipersembahkan untuk ribuan dewa dan dewi. Lalu ziggurat besar yang menaik seperti sebuah piramid. Tinggi, setinggi lebih dari enam ratus kaki tingginya. Dan di bagian puncak dari kuil yang luar biasa luas itu, sebuah tempat pemujaan terhadap Marduk. Mereka menyebutnya dengan “tuhan” yang mana di dalam bahasa mereka disebut dengan "Bel," atau "Baal."  Dan di dalam kuil itu ada sebuah patung emas dari Bel, Bel-Merodak, setinggi empat puluh sembilan kaki. Perkakasnya benar-benar terbuat dari emas padat. Salah seorang ahli sejarah yang hebat memperkirakan di dalam satu kuil saja ada sekitar delapan ratus talenta emas. Satu talenta merupakan berat dari yang dapat diangkat oleh seorang pria yang sangat kuat. Delapan ratus talenta emas di dalam satu kuil saja. Tidak mengherankan mengapa Alkitab menyebutnya dengan kota emas.

 

Akn tetapi untuk saya, hal yang paling mengesankan mengenai kota tersebut, yang pernah dapat saya melihatnya adalah, bukan emas tersebut dan bukan pula tentang perak yang ada di dalamnya, dan bukan juga seluruh harta kekayaan dari muka bumi yang telah dibawa masuk ke dalamnya, akan tetapi bagi saya, hal yang benar-benar paling mengesankan saya mengenai kota itu adalah mengenai warnanya. Berada di endapan tanah dataran, di mana pegunungan sangat jauh letaknya, kota itu menemukan sebuah batu kecil untuk dipergunakan. Maka pegawai-pegawai Nebukadnezar memberikan warna-warna pada lapisan keramiknya. Di jantung kota itu, dimulai dengan gerbang Ishtar dan berjalan melalui panjang dari kota itu, ada sebuah jalan untuk pawai yang besar. Jalan itu merupakan jalan lintasan. Jalan itu ditinggikan lebih tinggi dari rumah-rumah yang ada. Dan pada kedua sisinya, ia membangun sebuah tembok besar dengan menara-menara padanya. Ia meratakannya dengan bebatuan. Kemudian ia menggarisi dinding-dinding tersebut dengan lapisan porselen yang berwarna-warni, sebagaimana yang dilakukannya dengan istana-istananya, sebagaimana yang dilakukannya dengan kuil-kuilnya. Dan porselen-porselen itu menunjukkan gambar pemandangan, flora, fauna, para raja, ratu serta sejarah dari kota emas itu.

 

Apakah saudara tahu mengapa saya katakan bahwa warna itu yang paling mengesankan saya ketika kemudian saya melihat kota itu? Jika beberapa dari antara saudara pernah pergi ke Bangkok, ada satu bagian dari kota Bangkok, sebesar dua blok besarnya, tiga blok darinya, setengah blok darinya, ada sebuah bagian dari kota Bangkok. Dan kuil itu ada di situ. Dan kuil itu terbuat dari porselen. Kuil itu terbuat dari keramik yang berwarna-warni. Pertama sekali saya melihatnya pada tahun 1950. Kemudian ketika saya melihatnya, saya berfikir bahwa saya tidak pernah melihat apapun yang seperti ini di dalam hidup saya. Warna kuil itu. Karena saudara dapat membuat keramik dengan segala warna, segala warna. Ketika saudara membangun dengan menggunakan batu, batu anda akan terbatas jumlahnya; akan tetapi jika saudara membangun dengan menggunakan keramik buatan tangan manusia, tidak ada batasnya. Dan ketika saya melihat kuil-kuil yang ada di kota Bangkok itu serta warna dari keramiknya, hal itu membuat saya merasa takjub. Saya tidak pernah melihat yang seperti itu di muka bumi ini. Warna dari keramik itu. Lalu, dapatkah saudara membayangkan, bagaimana kelihatannya kota Babilon itu? Tidak hanya terdiri dari beberapa blok saja, seperti di kota Bangkok, atau satu blok, atau setengah blok, akan tetapi bermil-mil dan bermil-mil besarnya. Warna yang paling mengagumkan, kota yang memiliki dekorasi yang paling indah yang pernah dilihat di dunia ini, Babilon. “Bukankah ini Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” Pendiri yang tidak pernah mengenal lelah itu, Nebukadnezar, memerintah di kerajaan itu selama empat puluh tiga tahun. Beserta dengan seluruh kekayaan dari bumi ini dan beserta dengan semua budak dari seluruh bangsa, sungguh tidak dapat dibayangkan betapa fantastisnya kota emas itu terlihat.

Rahasia Babel. Tuhan Allah berkata, Yesaya berkata, dengan meninggikan suara kenabiannya ia berkata:

 

“Dan Babel, yang permai di antara kerajaan-kerajaan, perhiasan orang Kasdim yang megah, akan sama seperti Sodom dan Gomorah pada waktu Allah menunggangbalikkannya. Tidak ada penduduk untuk seterusnya, dan tidak ada penghuni turun temurun, orang Arab tidak akan berkemah di sana, dan gembala-gembala tidak akan membiarkan hewannya berbaring di sana; tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin akan melompat-lompat; anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana-istana kesenangan, waktunya akan datang segera, dan usianya tidak akan diperpanjang.” 

 

Nabi Yeremia meninggikan suaranya dan berkata:

 

“Sebab itu binatang-binatang gurun serta anjing-anjing hutan akan diam di sana, juga burung-burung unta akan tinggal di dalamnya. Negeri itu tidak akan didiami lagi untuk seterusnya dan tidak akan ditinggali lagi turun temurun.” 

 

Saya tidak dapat memahaminya. Ketika Yesaya mengatakan nubuatnya seratus tahun bahkan sebelum Nebukadnezar dilahirkan, dan ketika nabi Yeremia mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi di puncak kejayaan dari raja Nebukadnezar.

 

Kota itu telah terlebih dahulu memiliki sebuah sejarah di sana sekitar tujuh ribu lima ratus tahun. Tampaknya hal itu tak tergoyahkan. Begitu besarnya sehingga mereka dapat menghasilkan sendiri makanan untuk mereka di dalamnya. Dan sungai Efrata akan mengairinya. Dan sebuah parit yang besar di sebelah luar dari tembok dengan jembatan gantung di setiap jalan raya. Sungguh tak tergoyahkan, tak terkalahkan, tak terbantahkan.  Dan kota itu berlokasi di dalam surga. Walaupun begitu, nabi itu meninggikan suaranya dan berkata: “Kota itu akan terbuang dan menjadi tandus dan padang gurun dan tidak akan didiami selama-lamanya.”

 

Austin Layard adalah salah satu dari arkeolog yang pertama yang pergi untuk melakukan penggalian di Babilon. Dan pada tahun 1845, inilah yang dituliskannya: “Tumpukan-tumpukan sampah dari kayu yang tidak tidak berbentuk menutupi seluas berhektar-hektar tanah. Di semua sisi, kepingan-kepingan dari kaca, pualam, gerabah, batu bertulis, semua bercampur dengan gas nitrogen asing dan tanah yang memucat, berasal dari sisa-sia habitat kuno, mengurangi atau menghancurkan tumbuh-tumbuhan, dan mengubah lokasi dari kota Babilon menjadi tempat terbuang yang menyeramkan. Burung-burung hantu dari semak belukar yang kering dan serigala yang licik mengendap-endap melalui alurnya.” Dan pasir gurun yang dihembuskan selama berabad-abad, berabad-abad dan berabad-abad lamanya sehingga mengubur kota itu hilang dari pandangan mata. Hukuman dari Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Apakah sebuah bangsa akan hidup atau tidak, apakah sebuah peradaban akan berlangsung terus atau tidak, apakah sebuah kota akan berlanjut terus atau tidak, terletak pada faktor-faktor yang diperhitungkan oleh Tuhan Allah Yang Maha Kuasa. Belum pernah ada sebuah kotapun yang kelihatannya tidak dapat dihancurkan seperti kota Babilon. Bahkan ketika Alexander yang agung berada di sana, menaklukkan seluruh dunia, ia bermaksud untuk membuat kota Babilon menjadi pusat dari seluruh kekaisarannya dan merencanakan untuk membangun kembali benteng-benteng yang kuat itu. Akan tetapi kemungkinan Alexander telah dibunuh di kota Babilon itu.

 

Sekarang, apa yang dikatakan oleh Tuhan Allah: “Rahasia Babel, pelacur besar itu. Aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.” Apakah gerangan artinya? Saya bahkan tidak memiliki waktu untuk menggapai keliman pakaiannya. Hal ini tertulis di dalam Kitab Wahyu bab yang ke tujuh belas. Akan tetapi apa yang diuraikan di sini merupakan sebuah sistem keagamaan. Sebuah sistem keagamaan yaitu menjadi tidak setia kepada Allah. Ah, ketika saya memikirkannya. Orang-orang ini, yang mengaku sebagai hamba Allah, akan tetapi mereka tak lain hanyalah sebagai pelacur dan perempuan sundal dan penghujatan. Itulah yang dikatakan oleh Allah.

 

Baru-baru ini, sebuah majalah yang terkenal – dan saya duga, anda juga turut membacanya. Hal-hal berikut ini sudah saudara ketahui lebih baik daripada yang saya ketahui. Sebuah majalah yang terkenal mempekerjakan para pengumpul suara dan mereka akan melakukan sebuah survey terhadap seluruh seminari di Amerika. Dan mereka akan mencari tahu pengkhotbah seperti apa yang akan kita dapatkan di generasi yang mendatang. Tujuh puluh satu persen pendeta itu tidak mempercayai adanya kehidupan di akhirat nanti. Mereka percaya bahwa apabila saudara-saudara sekalian meninggal nantinya, maka saudara akan meninggal seperti seekor anjing, dengan tidak adanya akhirat. Enam puluh persen tidak percaya akan “lahir dari seorang perawan” ataupun kebangkitan dari antara orang mati. Sembilan puluh delapan persen dari mereka tidak percaya bahwa mereka akan melihat TuhanYesus kembali. Sembilan puluh delapan persen dari mereka. Dan sejumlah besar dari antara mereka tidak percaya akan adanya pribadi Tuhan. Mereka percaya dalam suatu benda, dalam sebuah gambar hidup, dalam semacam prinsip yang tidak dapat terlukiskan dan tidak terukur yang bahkan mereka tidak dapat mengatakannya di dalam terminologi metafisika. Akan tetapi mereka tidak percaya di dalam pribadi Tuhan Allah. Pelacur, perempuan sundal, menegakkan nama Kristus dan di dalam nama Tuhan Allah serta di dalam gereja Tuhan serta menyangkal iman. “Marilah ke sini, Aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar.” Perempuan itu duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat, dan nama perempuan itu adalah “Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur” Astaga, kita bahkan belum memulai melihat pada apa yang dikatakan oleh Alkitab mengenai hal itu. Lihatlah pada Babel. Di sini sudah diterjemahkan terlebih dahulu untuk saudara, jadi saudara tidak dapat menemukannya. Ahli sihir pria dan ahli sihir wanita. Ahli sihir pria dan ahli sihir wanita. Oh, izinkan saya melihat padanya. Kata dalam bahasa Yunani pharmakon adalah obat, pharmakon. Kata dalam bahasa Yunani untuk sihir jahat, melakukan perjalanan ke dunia arwah, menggunakan beberapa jenis bahan kimia untuk mendapatkan seluruh perasaan dari agama. Mereka memanggil seseorang yang piawai di dalam pengalaman seperti itu, seorang pharmakos, seorang ahli sulap, ahli sihir. Dan kata di dalam bahasa Yunani pharmakeia, ilmu sihir, ilmu sulap, begitulah kata farmasi berasal. Ia berurusan dengan obat-obatan. Dari mana datangnya semua obat-obatan ini? Sebenarnya semua berasal dari Babel. Bahkan obat-obatan sekalipun. Agar supaya orang-orang dapat melakukan perjalanan ke atas sana. Lihatlah pada para ahli perbintangan, dari mana datangnya mereka? Mengapa saya tidak memberitahukan saudara dari awal di Babel mereka mendirikan sebuah menara besar yang menjulang tinggi, begitu tinggi, sangat tinggi? Agar supaya mereka dapat mencapai surga di dalam sebuah perjalanan. Mereka tidak dapat pergi kemana-mana. Begitu juga dengan kita. Tujuan mana yang mereka tuju adalah, kuil dari para imam mereka di mana mereka dapat menatap ke atas ke arah bintang-bintang. Hora artinya jam. Horoskop. Mereka bertanya jam yang tepat dari kelahiran saudara lalu merekapun menatap kepada bintang-bintang tersebut, para ahli perbintangan inipun akan memberitahukan takdir besar dari hidup saudara-saudara sekalian. Raja, ratu, budak, begitulah di mana kata "kismet" berasal dari, "fate." Mereka mengajarkan kata itu bahwa tidak ada pribadi Allah kepada siapa kita melakukan permohonan dan oleh siapa seseorang dapat menyelamatkan hidupnya. Akan tetapi hidupnya diatur oleh bintang-bintang, oleh sebuah takdir yang telah ditetapkan ketika seseorang itu dilahirkan.

 

Semuanya datang dari Babel, dari Ishtar, dewa itu, Perawan Maria dan Anak.  Babel, berlanjut terus sepanjang berabad-abad lamanya sampai zaman sekarang ini. Begitulah dikatakan di dalam bab yang ke delapan belas dari Alkitab yaitu Babel yang komersil. Kota yang besar dan kuat itu, saudagar dunia, batu yang berharga dan perak dan emas, mutiara, kain lenen, dan sutera ungu, kayu gading, kuningan, kayu manis, kemenyan, minyak, gandum, domba, kuda, kereta kuda, dan jiwa manusia. Perdagangan gelap terhadap jiwa manusia. Apa yang diperdulikan oleh dunia hiburan jika mereka menghancurkan lima ribu perdagangan gelap jiwa manusia? Sebuah sistem yang Anti terhadap Tuhan Allah: Apa yang diperdulikan oleh dunia ini apabila dua pertiga dari penduduk dunia ini mengalami kelaparan dan meninggal, jika mereka-mereka yang tersisa adalah para pengkut paham Marxis, perdagangan gelap atas jiwa manusia?

 

Anti Tuhan, Babel memberikan sistem itu bahwa suatu hari Tuhan Allah juga akan menghukum sama seperti Ia menghukum Sodom dan Gomorah. Lihatlah padanya. Di dalam Kitab Wahyu 14:8: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu.” Sekarang, lihatlah pada ungkapan yang identik di dalam bab yang ke 15 ayatnya yang ke 2, malaikat agung itu berseru dengan nyaring dan berkata, “Babel yang besar itu sudah rubuh, sudah rubuh.” Sudah cukup sebenarnya jika saudara mengatakannya satu kali, “sudah rubuh”. Akan tetapi Ia mengatakannya dua kali. Mengapa? Hal itu megacu pada sistem pemberhalaan dan anti ketuhanan di dalam apa yang disebut dengan pemujaan kepada Tuhan itu. Sudah rubuh dan kerubuhan yang kedua mengacu kepada hidup kebudayaan orang-orang komersil yang hebat di dunia ini merupakan sebuah penghinaan langsung kepada Tuhan Allah. Hal tersebut menunda Allah dari kehidupan, keluar dari kebudayaan, keluar dari kesusasteraan dan keluar dari perniagaan dan keluar dari mimpi-mimpi, pengharapan serta penglihatan terhadap masa yang akan datang untuk kedua pemimpin politik, pemimpin nasional dan pemimpin negara bagian. Sebuah sistem yang tidak bertuhan. Hukuman. Hukuman. Oh, jiwaku. Dan Alkitab mengatakan bahwa kita menghubungkan hidup kita dengan kerajaan dari kegelapan itu, ketika jiwa itu mati, kita akan mati bersamanya. Dan jika kita terhempas ke bawah, maka kita akan ikut terhempas ke bawah. Pada saat kita menghubungkan kehidupan kita dengan sistem-sistem yang diberikan oleh Babel, akhir daripadanya adalah hukuman dan kebinasaan serta kematian dan api dan kemarahan serta kesesatan yang pasti, dan reruntuhan serta kutukan yang diringkas di dalam satu kata yang mengerikan, “neraka.” Dicampakkan ke dalam neraka di tengah-tengah Tuhan Allah Yang Maha Kuasa.

 

Itulah sebabnya Tuhan datang. Itulah sebabnya Ia menjelma dan meninggalkan takhta kemuliaanNya. Datang turun ke sini di antara manusia untuk menyelamatkan kita dari hukuman yang luar biasa itu. Dan bagi mereka yang hidup di dalam iman kepada yang hidup di dalam Tuhan, Allah telah berjanji kepada kita seperti apa yang dikatakan oleh lagu tersebut, sebuah tempat yang lebih baik; sebuah tempat yang lebih baik. Setiap hari adalah hari yang lebih baik dengan Tuhan. Jika saudara adalah seorang pengusaha dan Kristus adalah rekan saudara, adalah hari yang lebih baik di manapun saudara bekerja. Jika saudara berada di dalam dunia seni dan budaya, dengan Kristus, setiap kreasi yang saudara lakukan adalah inspirasi yang lebih baik, gambar yang lebih baik, lagu yang lebih baik. Dan jika saudara berada di dalam dunia keagamaan, dunia saya, orang-orang yang akan menghargai dan menghormati Kristus, maka Kristus akan menghargai. Pada saat kita menghubungkan hidup kita dengan Allah, maka Allah akan menghubungkan hidupNya dengan kita. Baik sekarang, lebih baik lagi besok, dan paling baik di dalam dunia baru yang gemilang yang telah dipersiapkan oleh Tuhan Allah kepada mereka yang mengasihiNya.

 

Dan itulah ajakan kita di dalam lagu pada hari ini. Engkau dan engkau, berikan hatimu kepada Tuhan. Kaitkan hidupmu dengan hidup Tuhan. Bukakanlah hatimu untuk berkat dari Yesus. Tuhan, hari ini aku datang. Menerima Yesus sebagai Juru Selamatku. Engkau dan keluargamu. Pak Pendeta, inilah istriku dan inilah anak-anakku. Kami semua datang pada hari ini. Keseluruhan dari keluarga kami. Engkau dan pasanganmu, atau hanya engkau sendiri. Dari atas balkon sampai pada barisan yang paling depan, masih ada waktu dan tempat untuk berbagi. Datanglah. Turunilah anak tangga itu, di bagian depan, dan di bagian belakang, dan kedua sisi itu. Ambillah keputusan sekarang dan ketika kita berdiri sebentar lagi untuk bernyanyi, berdiri dan datanglah. Di lantai yang lebih rendah ini, engkau masuk ke dalam gang dari sini sampai ke depan. Inilah aku, pak Pendeta. Aku telah mengambil keputusan untuk Tuhan Allah dan inilah aku. Inilah aku. Ini aku datang.

 

Lakukanlah sekarang juga. Ambillah keputusan itu sekarang. Ketika kita berdiri sebentar lagi, berdirilah dan datang menuruni anak tangga itu untuk masuk ke dalam gang itu. Inilah aku, Pak Pendeta. Pada hari ini menerima Tuhan sebagai Juru Selamatku. Dan memberikan hidupku di dalam lingkaran yang berharga dari gereja yang mulia ini. Inilah aku, pak Pendeta, aku datang sekarang. Maukah kita berdiri dan bernyanyi?