BAGAIMANA KEADAAN PARA KRITIKUS DALAM PERAPIAN YANG MENYALA-NYALA

(HOW CRITICS FARE IN THE FIERY FURNACE)

 

Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 3:19-27

09-24-67

 

Dan inilah pendeta yang membawakan bagian yang ketiga dari rangkaian renungan yang panjang, dari Kitab Daniel. Yang pertama, pada hari Minggu yang kedua di bulan September, dengan judul: Mengapa Kritikus membantah Kitab Daniel. Dan warta pada hari Minggu yang lalu adalah: Daniel di dalam Kandang kritikus.

Warta untuk pagi hari ini adalah: Bagaimana Keadaan Para Kritikus dalam Perapian yang Menyala-nyala. Dan warta untuk hari Minggu yang akan datang adalah: Akankah Daniel sejati akan bersaksi?  Siapa yang dia sukai? Apa yang dia sukai? Kapan dia hidup? Bagaimana ia menuliskannya? Mengapa ia membuat tulisan? Akankah Daniel yang sejati bersaksi?   Itulah untuk hari Minggu pagi yang akan datang.

Hari ini: Bagaimana Keadaan Para kritikus di dalam perapian yang menyala-nyala. Di dalam bab yang ke tiga kitab Daniel, sebagaimana yang telah saudara ketahui, mereka memasukkan ke tiga putra Yahudi - Hananya, Misael, and Azarya (Meshakh, Shadrakh, Abednego) – mereka memasukkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala. Akan tetapi mereka adalah anak-anak Tuhan. Mereka beriman kepada Tuhan. Mereka percaya di dalam kehadiran yang mengagumkan dari Yahwe yang kudus di dalam kehidupan. Dan Tuhan memberkati mereka.

Nah, bagaimana keadaan kaum kritikus dan kaum rasionalis modern dalam putih dan panasnya kebenaran sejarah dan kenyataan rohani yang terbakar? Hari minggu pagi yang lalu, Daniel di dalam Kandang Kaum Kritikus, mereka memakannya hidup-hidup. Di bawah empat kategori besar inilah kaum rasionalis dan liberal benar-benar menyerang kitab Daniel:

 

Pertama, mereka mengatakan bahwasanya kitab itu berisi kesalahan dan ketidak-tepatan, dugaan-dugaan yang keliru, pelambangan-pelambangan yang keliru – penuh dengan fiksi dan imajinasi.

Yang kedua, mereka menyerangnya secara ilmu bahasa-bahasa: Mereka berkata bahwa kitab itu penuh dengan bahasa linguistik yang saling bertentangan

Kemudian mereka menyerang kitab itu secara kenabian: Mereka berkata bahwa kitab tersebut penuh dengan kemustahilan nubuatan.

Kemudian mereka menyerang kitab itu secara doktrin: Mereka berkata bahwa kitab itu penuh dengan penyimpangan doktrinal. 

Saya tidak memiliki waktu bahkan untuk memulai membahas masalah-masalah ini yang mana kita akan kita lihat apakah kritikus-kritikus itu benar atau tidak. Banyak dari perihal itu akan muncul di dalam khotbah-khotbah yang akan disampaikan di kemudian hari. Pagi ini, kita akan mengambil satu dari antaranya. Kita akan melihatnya secara historis. Kaum rasionalis, kritikus, liberal – dan ini merupakan sikap dan pendekatan dari seluruh kaum liberal di dunia ini. Tidak ada seorang liberalpun di dunia ini yang percaya dalam integritas dan keaslian dari kitab Daniel. Setiap orang dari mereka berkata bahwa kitab itu merupakan sebuah pemalsuan, kitab itu palsu, bahwa itu adalah penulisan yang palsu. Mereka mengelompokkannya ke dalam Pseudepigraphic (“penulisan palsu”) dari orang-orang yang hidup sebelum Kristus di abad yang ke dua, kebanyakan, yang mengasumsikan nama-nama dan menuliskan sejarah di bawah lindungan nubuat.

Maka mereka berkata:  “Kitab Daniel merupakan Tulisan Palsu. Kitab itu sudah dituliskan empat ratus tahun setelah seharusnya kitab itu telah dituliskan. Jadi bukan nubuat yang sebenarnya; cerita itu hanya sejarah berbajukan nubuat. Semua hal yang telah datang sebelumnya, yang seharusnya telah dinubuatkan di dalam kitab Daniel.”

Dan bukan hanya itu – bahkan kita tidak memiliki waktu untuk membahasnya – bukan hanya itu, tapi mereka mengatakan bahwa buku itu diisi dengan kesalahan-kesalahan sejarah, ketidak akuratan, fiksi yang menyolok. Sekarang, kita akan mengambil salah satunya. Salah satu alasannya adalah kurangnya waktu; dan yang kedua karena saya telah mengambil salah satu kesalahan sejarah yang dikatakan oleh kritikus sejarah ini adalah serangan api air yang keras menyerang. Tidak ada kemungkinan menyangkalnya. Jadi mari kita ambil satu di pagi ini; dan ia adalah Belsyazar. Di dalam bab yang ke lima di dalam kitab Daniel, yang membuka dengan: “Raja Belsyazar”,   “raja Belsyazar sang raja,” kemudian saudara mempunyai cerita dari tulisan tangan pada dinding dan pembantaian dari Belsyazar malam itu, dan pengambil alihan kerajaan itu oleh kaum Media dan Persia. 

Baiklah, mari kita mulai. Kritikus ulung itu mengatakan, kaum liberal modern itu mengatakan, kaum rasionalis itu mengatakan: “Tidak pernah sekalipun ada seseorang seperti Belsyazar! Dia tidak pernah hidup. Dia bukan seorang Raja. Dia tidak mati seperti yang dikatakan oleh Kitab Daniel. Tidak ada sejarah mengenai dia. “Belsyazar” itu murni fiksi dan imajinasi!” 

Baiklah, hal itu kiranya sudah cukup jelas. Jadi marilah kita lihat bagaimana kaum kritikus dan rasionalis itu di dalam serangan mereka terhadap Alkitab dan penyerangan mereka terhadap Daniel, mari kita lihat bagaimana mereka memperkuat apa yang mereka katakan. Saya beritahu saudara, dengarkanlah dia., saudara akan berpikir ia memiliki suatu argumen yang tak terbantahkan dan pasti. Baiklah, inilah yang dikatakannya:

Di dalam sejarah yang jelas, kami memiliki daftar dari seluruh raja-raja Babel. Semuanya. Yang pertama adalah Nebukadnezar. Da ia memerintah di seluruh Babel. Ia mendirikan Kerajaan Neo-Babel dan ia membangun kota Babel kota yang megah. Dia adalah Nebukadnezar yang pertama, dan ia memerintah selama empat puluh tahun, dan ia mangkat pada tahun 562 SM . Yang pertama, Nebukadnezar; yang kedua, Ewil-Merodakh, anak dari Nebukadnezar. Ia memerintah selama dua tahun dari tahun 562 sampai tahun 560. Dan di tahun 560, setelah Ewil-Merodakh telah memerintah selama dua tahun, ia dibantai oleh saudara iparnya, Neriglissar. Dan Neriglissar memerintah selama empat tahun, dari tahun 560 sampai tahun 556. Dan Neriglissar mangkat setelah ia memerintah selama empat tahun. Neriglissar mangkat pada tahun 556 SM. Ia disusul oleh anaknya  yang masih bayi, Labashi-Marduk. Dan Labashi-Marduk, putra dari Neriglissar yang masih bayi memerintah selama sembilan bulan dan ia diberhentikan oleh Nabonidus. Dan Nabonidus, yang memulai pemerintahannya di tahun 556 SM, memerintah selama tujuh belas tahun sampai dengan tahun 539 SM ketika Babel ditaklukkan, dan Nabonidus ditangkap oleh kaum Media-Persia.

 

Dan itu cukup jelas dan cukup sederhana. Seluruh raja-raja itu dikenal dengan baik: Nebukadnezar, Ewil-Merodach, Neriglissar, Labashi-Marduk, dan Nabonidus; kemudian kaum Media dan kaum Persia. Walaupun begitu, Daniel berkata raja babel yang terakhir adalah Belsyazar. Tidak ada sebuah sumber sekuler kuno pun yang mengindikasikan bahwa ada raja lain selain raja yang terakhir, Nabonidus. Akan tetapi Daniel berkata bahwa Belsyazar adalah raja yang terakhir. Tidak ada seorangpun pelaku sejarah kuno, tak seorang pun yang bernama Belsyazar. Semua dari mereka menyebutkan nama Nabonidus sebagai raja yang terakhir dari Babel. Akan tetapi Daniel berkata bahwa Belsyazar adalah raja terakhir dari Babel. Seluruh sejarah dari sejarah kuno mengataka bahwa raja yang terakhir dari Babel, Nabonidus tidak dibunuh, bahwa ia ditangkap dan telah diperlakukan dengan penuh keramahan dan kemuliaan oleh Koresy, orang Persia, dan kepadanya telah diberikan suatu dana pensiun selama sisa hidupnya, dan ia meninggal dalam suatu kematian yang normal. Akan tetapi Daniel berkata bahwa raja yang terakhir dari babel adalah, Belsyazar yang dibunuh di malam hari ketika Babel jatuh.

Hal itu cukup jelas. Jadi kaum kritikus datang, kaum rasionalis datang da ia berkata, pikirnya, atas suatu pondasi yang tidak terkalahkan, tidak ada seorangpun yang pernah hidup dengan nama Belsyazar. Dan ia sudah pasti bukanlah raja dari Babel. Dan ia sudah pasti tidak terbunuh di malam ketika Babel direbut. Hal tersebut sangat jelas, saya bilang. Apakah saudara mengerti akan hal itu? 

Baiklah, itulah yang dikatakan oleh para kritikus itu. Dan itu kelihatannya pasti, suatu argumen yang tidak dapat dibantah lagi  seperti yang dikatakannya. Dan itulah alasan mengapa saya memilihnya. Kritikus itu berkata, kaum rasionalis itu berbicara, bahwa cerita mengenai Belsyazar ini, seperti cerita-cerita yang lainnya dari orang-orang di dalam kitab Daniel, semata-mata merupakan fiksi yang tdak dicampurkan, imajinasi murni.

Baik! Sekarang marilah kita lihat bagaimana kritik itu berjalan dengan baik di dalam perapian yang menyala-nyala daripada kebenaran, dan cahaya serta nubuat menurut sejarah. Saudara lihat - sekop itu telah berbuat hal yang besar terhadap Daniel.  Dan para arkeolog pergi ke sana ke tempat yang sangat luar biasa besarya di bawah mana terkubur puing-puing dari Babel kuno. Dan para arkeolog mulai menggali dan menurunkan sekopnya. Ketika mereka menggali puing-puing yang besar itu – dan mereka hampir-hampir memulai, pada setiap tempat yang telah mereka gali, ada sepuluh ribu tempat lainnya yang belum mereka sentuh – tetapi ketika para arkeolog tersebut mulai menggali dengan sekopnya, ia mengangkat ribuan dan ribuan lembaran bertulisan paku (begitulah cara kuno orang-orang Kasdim dan Babel menulis). Ia menggali ribuan kepingan-kepingan dari lembaran keramik pieces dipahatkan dari tanah liat, tanah liat yang dibakar, pada mana mereka menuliskan kontrak-kontrak mereka, dan surat-surat mereka serta sejarah mereka. Mereka menggali ribuan benda seperti itu! Dan mereka mengirimkan keseluruhannya itu ke Museum Inggris di London. Dan orang-orang Assyriolog mempelajari mereka. Seseorang yang mempelajari peradaban kuno dan bahasa dari Mesopotamia, dari distrik Tigris - Efrata, Assiria kuno, Babel – disebut juga dengan seorang Assyriolog. 

Jadi Assyriolog itu mulai mempelajari prasasti dengan tulisan baji itu yang mencatat kehidupan di masa lmpau di Babel. Dan di dalam salah satunya mereka menemukan, sebuah lembaran dari tembikar yang bertuliskan dengan memakai huruf baji di mana di dalamnya terdapat nama Belsyazar. Untuk pertama kali namanya mendatangi cahaya. Jadi ada seseorang pada ketika itu yang hidup dengan nama Belsyazar. 

Itu yang pertama – yang kedua, kemudian mereka menemukan sebuah prasasti dengan tulisan kuno, salah satu dari lembaran-lembaran tembikar itu, menyebutkan secara bersama-sama nama dari Nabonidus, raja terakhir dengan Belsyazar. Jadi ada hubungan antara Nabonidus, raja yang terakhir itu dengan Belsyazar. Sangat menarik!

Ke tiga – kemudian mereka menemukan sebuah lembaran tembikar yang bertulisan kuno, salah satu dari beberapa prasasti Babel kuno, dan prasasti itu mengatakan bahwa Belsyazar adalah anak tertua dari raja. Jadi, bukankah hal ini menjadi semakin menarik saja? Jadi, Nabonidus memiliki seorang putra, dan putra tertuanya bernama Belsyazar. 

Ke empat – lalu kemudian mereka menemukan satu dari prasasti lembaran tembikar dengan memakai tulisan kuno, dan lembaran itu ternyata sebuah kontrak, sebuah kontrak bisnis. Dan orang tersebut sedang diambil sumpahnya. Dan sumpah itu diambil dalam nama Belsyazar dan Nabonidus. Sekarang, di zaman Babel kuno, sumpah diambil di dalam nama raja yang memerintah. Jadi, ketika kontrak bisnis tersebut dicatatkan, dan orang yang mencatatnya mengambil sumpah mereka di dalam nama Nabonidus dan Belsyazar, hal itu menunjukkan bahwa Belsyazar, putra tertua  dari Nabonidus merupakan seorang pendamping raja dan pendamping penguasa, dengan ayahnya Nabonidus. 

Kemudian ketika mereka menggali, dan ketika mereka melanjutkan menggali, wah, wah, hal-hal yang kita pelajari mengenai Belsyazar. Dia telah datang kepada kita untuk berdiri di hadapan kita tidak hanya sebagai seorang individu yang hebat, akan tetapi juga sebagai jiwa yang unggul di zamannya. Dia lahir pada tahun 575 SM. Ketika ia berusia empat belas tahun, Nebukadnezar mangkat. Ketika ia berusia dua puluh tahun, ayahnya naik takhta. Ketika ia berusia dua puluh tahun, kita tahu bahwa ia memiliki sebuah rumah miliknya sendiri di kota Babel. Ketika ia berusia dua puluh lima tahun, salah seorang dari sekretarisnya disebutkan. Ketika ia berusia dua puluh tujuh tahun, ada disebutkan pelayan dari rumahnya dan beberapa orang sekretaris lainnya. Ketika ia berusia tiga puluh tahun. Ia merupakan seorang Panglima Angkatan Bersenjata di sebelah utra Babelia. Dan ketika ia berusia tiga puluh tahun, ia mengirimkan sebuah hadiah kepada kuil Shamash di Sippar di sebelah atas sungai Efrata. Dan kira-kira pada waktu yang sama, ia membangun sebuah rumah untuk saudarinya yang lain di Ur, yang berada di sebelah bawah sungai Efrata di dalam perkampungan wanita, sehingga saudarinya itu akn memiliki sebuah tempat tinggalnya sendiri. Dan hal yang lain mengenai dia, di antara hal yang banyak mengenai dia, ketika ia berusia dua puluh enam tahun, kakeknya meninggal di usia tua pada umurnya yang ke seratus empat tahun. Jadi, kita baru saja mengetahui banyak hal mengenai Belsyazar. Bukankah hal itu mengagumkan? Bukankah hal itu menakjubkan? 

Sekarang, mengapa terjadi bahwa ia sau-satunya raja yang tertinggal di Babel? Baiklah, tapi itu kelihatan dengan jelas sekali. Ayahnya, Nabonidus, merupakan manusi yang paling aneh di dalam sejarah kuno. Nabonidus merupakan seorang arkeolog. Bukankah itu menakjubkan? Raja dari Babel merupakan seorang arkeolog. Dan ia sangat sensitif terhadap kepentingan kultur dan relijius. Ia sangat suka untuk bepergian dan membangun kembali kuil-kuil tua dan menyembah dewa-dewa mereka. Dan ia akan menggali sampai kepada pondasi dan batu penjuru dan ia akan menemukan dokumen-dokumen dan ia akan menyalin daftar nama-nama. Ia sangat tertarik dalam bidang arkeologi, dan di dalam kebudayaan, dan di dalam keagamaan. Dan ia tidak tertarik pada dalam hubungan antar negara. Jadi ia meninggalkan hubungan kenegaraannya kepada putra tertuanya, Belsyazar.

Baiklah, hal kedua mengenai Nabonidus: Ia tidak tinggal di kota Babel. Ia adalah raja selama tujuh belas tahun, akan tetapi selama sepuluh tahun dari tujuh belas tahun itu ia tinggal di Tema, sebuah oasis di daerah sebelah utara Arabia. Sebuah prasasti telah ditemukan yang mengatakan bahwa kitika Nabonidus meninggalkan Babel, ia meninggalkan takhta kerajaannya di dalam kepemimpinan putra tertuanya, Belsyazar. Jadi, seluruh tahun-tahun tersebut ketika Nabonidus masih raja di Babel, kebanyakan ia tinggal di Tema; dan putranya adalah raja tituler yang sebenarnya dari kerajaan tersebut. 

Sekarang, hal itu menjelaskan rekomendasi yang tidak biasa dan aneh di dalam bab yang ke lima dari kitab Daniel dan di dalam ayatnya yang ke enam belas, di dalam bab yang ke lima dari kitab Daniel dan ayatnya yang ke dua puluh sembilan: Belsyazar berkata bahwa ia akan mengangkat Daniel sebagai penguasa ke tiga di seluruh kerajaan itu. Bukankh hal itu aneh. Mengapa bukan yang ke dua? Karena penguasa pertama di kerajaan itu adalah Nabonidus; dan penguasa yang kedua di kerajaan itu adalah Belsyazar. Dan yang akan menjadi penguasa ketiga dalam kerajaan itu seharusnya Daniel

Sekarang, kita telah mengetahui bagaimana kerajaan itu berakhir. Ketika para arkeolog itu melakukan penggalian, mereka menemukan lembar catatan annalistik dari Koresy. Ini adalah Koresy, gambaran pribadi orang Persia mengenai kejatuhan Babel.  Dan kita belajar dari lembar catatan analitis dari Koresy tersebut bahwa Nabonidus ditangkap empat bulan sebelum Babel runtuh, yang meninggalkan seluruh pemerintahan ke dalam tangan Belsyazar, raja dari Babel. Dan Lembar catatan itu juga mengatakan bahwa ketika Koresy mengambil alih Babel, dia melakukannya dengan mudah. Babel jatuh dengan cepat dan mudah, yang persis sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Daniel di dalam ayat yang terakhir dari bab yang kelima. Dan kemudian Lembar catatan Analistik dari Koresy juga berkata bahwa, malam di mana putra dari raja itu meninggal. Yang mana juga sesuai dengan apa yang ditulis  oleh Daniel: “Di malam itu, Belsyazar, raja dari kaum Kasdim dibunuh.”

Tidak ada suku kata, tidak ada bagian dari kitab Daniel mengenai Belsyazar, akan tetapi telah disesuaikan dengan lembaran-lembaran kuno yang bertuliskan dengan huruh baji yang di gali oleh para erkeolog. Walaupun begitu, yang paling mengagumkan yang mereka ketahui dalam kesusasteraan sejarah adalah: Bahwa nama dari Belsyazar ditiadakan dari sejarah. Tidak ada ahli sejarah kuno seperti, Berossus, Alexander Polyhistor, tak seorangpun ahli sejarah kuno yang pernah menyinggung namanya serta mendengar tentang dia.  

Lihatlah ini: Herodotus, yang menulis kesusasteraan, oh, betapa Herodotus benar-benar dapat menulis. Suatu kali saya pernah mengikuti sebuah kursus di dalam Herodotus dan membaca sejarahnya tentang Yunani. Betapa ia benar-benar dapat menulis dan betapa menariknya! Herodotus, Bapak sejarah, lahir di Harlicarnassus, di sana, di pesisir Yunani sana - Herodotus mengunjungi Babel pada tahun 560 SM. Dan itu dalam delapan puluh tahun setelah kejatuhan Babel. Herodotus mengunjungi Babel pada tahun 560 SM, dan ia menulis tentang raja-raja mereka dan ia menulis mengenai ratu-ratu mereka. Dan ia juga menulis tentang istana-istana mereka yang megah dan menggambarkan kota yang luar biasa serta taman tergantung dan semua yang lainnya. Walaupun begitu, Herodotus tidak pernah mendengar apapun mengenai Belsyazar, maupun disinggung oleh ahli-ahli sejarah kuno lainnya. Secara harfiah namanya telah benar-benar ditiadakan dari sejarah. Dan satu-satunya tempat di mana ia pernah disinggung adalah di dalam Daniel, di dalam kitab Daniel

Bagaimana Daniel mengenalnya? Para kritikus berkata bahwa kitab Daniel dituliskan empat ratus tahun kemudian. Bagaimana cara Daniel mengenal Belsyazar?  Untuk ini ada alasan yang peling sederhana – para kritikus berkata bahwa ia seorang yang - salah mewakilkan - Daniel hidup di masa itu.  Daniel adalah rekan sejamannya. Dan ketika Daniel menuliskannya, Belsyazar masih hidup. Dan ketika Daniel menuliskannya, Belsyazar masih Raja di Babel. Dan Daniel berada di sana ketika Belsyazar dibunuh. Dan di luar kitab Daniel, namanya telah ditiadakan dari sejarah umat manusia.

Bagimana kritikus berjalan di dalam perapian yang menyala-nyala. Lihatlah padanya. Lihatlah padanya. Siapa yang langsung berada dalam serangan yang tak terelakkan dan tak tertandingi dari kaum modernis dan rasionalis atau yang memikul firman Tuhan? 

Sekarang, kita telah membicarakan sejarah di dalam kitab Daniel, dan kita telah mengambil satu insiden yang tipikal daripadanya. Dan masih banyak lagi yang akan muncul seiring dengan berlalunya hari-hari ini. Sekarang, sebentar saja, mari kita melihat kepada kitab Daniel dalam sejarah. Untuk kritik yang lebih tinggi lagi, serta kaum rasionalis dan kaum modernis – dan saya ulangi, seluruh dunia liberal, yang hampir seluruh Kristen Modern di dalam format akademisnya – seluruh kata-kata dunia liberal mengikuti kepercayaan bahwa kitab Daniel merupakan sebuah pemalsuan, sebuah penulisan dari seorang penulis palsu. Sekarang, mereka katakan bahwa kitab Daniel adalah palsu, ditulis pada tahun 165 SM, pada saat kematian Antiokhiaus Epiphanes, pada zaman dari Maccabee. Sekarang, itulah yang dikatakan oleh mereka. Dan mereka percaya akan hal itu. 

Sekarang, kita akan mengikuti buku dari Daniel di dalam sejarah. Dimana kemunculannya? Baiklah. Yang pertama, pertama dan di atas semuanya, di dalam aturan. Ada di dalam Alkitab. Ada di dalam kitab Perjanjian Lama penulisan orang-orang Yahudi yang dimuliakan. Ada di sana. Buka Alkitabmu dan lihat dan engkau akan menemukan Daniel di dalamnya. Buka Alkitab anda dan lihat dan anda  akan menemukan Daniel di dalamnya. Buka Alkitab Ibrani anda dan anda akan menjumpai Daniel di sana. Mereka membagi Alkitab mereka ke dalam tiga bagian: Torah (Hukum), Neviim (Nabi-nabi) dan Kethuvim (Penulisan); Apocrypha (Tulisan-tulisan yang kudus). Dan engkau akan menemukan Daniel di dalam aturan dari Perjanjian Lama. 

Sekarang, lihatlah padanya untuk sebentar saja. Ada ratusan tulisan yang sungguh mengagumkan, tulisan-tulisan yang luar biasa yang menolak oleh peraturan, menolak sebuah tempat di dalam Perjanjian Lama orang-orang Yahudi. 1 Maccabee adalah satu.  1 Maccabee adalah satu dari kepingan agung dari kesusasteraan di dunia ini. 1 Maccabee adalah satu dari penulisan yang terbaik yang datang dari sebuah pena dari seorang manusia. Martin Luther berkata bahwa 1 Maccabee berhak menjadi salah satu diantara Injil yang kudus dan saya sutuju dengannya. Saya ingin sekali melihat 1 Maccabee di dalam Alkitab. Akan tetapi Sinagog Kuno menolak 1 Maccabees karena buku itu tidak cukup tua. Buku itu ditulis sekitar 100 SM. 

Yang lain, Ecclesiasticus:  Ecclesiasticus dituliskan pada tahun 300 SM, dan melambangkan pemikiran-pemikiran Yahudi pada masa itu. Dan buku itu merupakan salah satu penulisan yang terbaik di dalam semua literatur. Akan tetapi buku itu ditolak peraturan karena buku itu tidak cukup tua. Sinagog kuno telah melakukan beberapa pengujian yang berbeda, dan itulah dia “aturan”. “Aturan” dalam Yahudi, “aturan” dalam Inggris, kemiripan pengejaan, kemiripan pengucapan. Aturan: Artinya ukuran. Itu juga berarti sebuah ujian. Dan kepada sebuah buku untuk dimasukkan ke dalam Alkitab, buku itu harus memenuhi aturan tersebut. Buku itu harus memenuhi ukuran serta ujian itu. 

Sekarang, sinagog kuno itu, orang-orang Yahudi di sana ratusan tahun sebelum Masehi, mempunyai ide yang sederhana, alim dan suci mengenai inspirasi dan perturan. Dan aturan mereka adalah ini: Bahwa sebuah buku, untuk masuk ke dalam Alkitab harus diilhami. Akan tetapi tidak ada buku yang diilhami sejak masa Nabi Nehemia dan Nabi Maleakhi, karena tidak ada nabi. Dan mereka percaya bahwa tidak ada nabi yang mendapat ilham yang bangkit sejak Nehemia dan Maleakhi. Oleh karena itu, secara berurutan, untuk sebuah buku dapat memenuhi aturan tersebut, buku itu harus mendapatkan ilham, harus dituliskan sebelum masa Nabi Nehemia dan Nabi Maleakhi. 

Sekarang, ketika saudara mempelajari hal ini, dan jika ada dari antara saudara yang tertarik, saudara dapat menjalin hidup dan waktu Yesus Mesias dan saudara akan menemukannya telah dengan teliti dibahas. Sinagog lama itu ditantang – Orang-orang tua Yahudi yang alim, terpelajar, berpendidikan – mereka tertantang apakah peribahasa seharusnya masuk di dalam Alkitab atau tidak. Mereka menantang peraturan dari Ecclesiastes, apakah ada di dalam Alkitab atau tidak. Dan beberapa dari antara mereka menantang Yehezkiel, apakah nabi Yehezkiel seharusnya berada di dalam Alkitab atau tidak. Akan tetapi tidak pernah akan ada satu waktu kemudian, hari ini, atau waktu-waktu yang lain, ketika sinagog kuno yang sudah lama itu menantang peraturan dari Daniel.  Tidak pernah! Tidak pernah! Ada di dalam Alkitab. Dan semua sinagog kuno yang sudah tua itu menerima inspirasi dan pearturan dari kitab Daniel, yang berarti, mereka percaya buku itu ditulis pada tahun 550 SM.

Sekarang, kritikus berkata bahwa pada tahun 165 SM, orang-orang alim dan terpelajar Yahudi itu, para rabbi yang agung di saat itu, bahwa mereka berpikir ada suatu penipuan yang dituliskan pada waktu mereka, pada zaman mereka sendiri, dalam waktu mereka sendiri, dan meambahkannya kepada firman Tuhan. Dan mereka ingin kita percaya akan hal itu! Akan menjadi hal fantastis dan menggelikan yang sama seolah-olah kita memiliki sebuah sidang para ahli ilmu agama masa ini dan memutuskan apakah mereka akan memasukkan Hidup Kristus dari Giovanni Papini di dalam Alkitab. Ide yang sama seolah-olah kita mencoba memasukkan Hidup Kristus-nya Papini di dalam Alkitab bersama-sama dengan empat ajaran – ide yang sama jika rabbi-rabbi tua zaman dahulu pada tahun 165 SM mengambil tulisan-tulisan romantis, fiksi yang dituliskan pada zaman mereka dan menambahkannya dan menyelipkannya ke dalam firman Tuhan. Itulah yang diinginkan oleh para kritikus untuk kita percayai. Saya katakan ia merenggangkan kepercayaan saya jauh melewati dari yang dapat diregangkan. Hasilnya tidak memuaskan. Sekarang, saya tidak melihat bagaimana ia mempercayainya, tetapi ia percaya. Dan semua mereka percaya. Dan itu menjadi presentasi akademis  dari Daniel dalam hampir semua sekolah di dunia sekarang ini.

Sekarang, mari kita lanjutkan. Kita mengikuti sejarah dari buku Daniel. Yang pertama mengenai aturan, ada di dalam Alkitab, yang berarti rabbi-rabbi zaman dahulu yang sudah tua itu percaya bahwa buku itu telah ditulis sebelum Nehemiah, dan pada waktu-waktu di abad ke enam sebelum Masehi. Yang kedua, buku itu ada di Septuaginta (tujuh puluh). Septuaginta yang paling terkenal dan berpengaruh dari seluruh terjemahan di dunia ini adalah Septuaginta Yunani. Di Alexandria, di zaman koloni, beberapa orang sarjana Yahudi berkumpul bersama – dari situlah nama itu didapatkan, Septuaginta (tujuh puluh). Ada tujuh puluh orang mereka itu; dan mereka menterjemahkan Injil Yahudi ke dalam bahasa Yunani. Dan terjemahan dari Septuaginta terhadap Alkitab adalah salah satu yang dipakai oleh para rasul ketika mereka mengabarkan ajaran-ajaran Putra Allah. 

Ketika dikatakan di dalam Alkitab pada saat permulaan dari injil yang sama, ia berkhotbah apa yang diajarkan oleh Yesus kepadanya, ia memberikan khotbah dari Septuaginta. Dan ketika dikatakan bahwa Apollo – pendeta yang pintar dari Alexandria, yang pernah berada di Efesus – ketika ia mengambil kitab Injil dan dengan kuat meyakinkan bagsa Yahudi daripada kitab Injil itu bahwa Yesus adalah Kristus, di tangannya ia memegang Septuaginta. Kitab Ibrani di dalam Kitab Perjanjian Baru dibuat berdasarkan Septuaginta. Septuaginta adalah yang paling terkenal dan berarti dari semua terjemahan di dalam sejarah dunia. 

Sekarang, Septuaginta tersebut diterjemahkan di Alexandria sekitar tahun 300 SM. Dan banyak sarjana mengatakan bahwa pada tahun 275 SM terjemahan itu diselesaikan. Walaupun begitu, para kritikus ini mengatakan bahwa kitab Daniel dituliskan pda tahun 165 SM, ketika buku Daniel berda di dalam Septuaginta, yang mana seharusnya sudah diterjemahkan pada tahun 300 SM.

            Mari kita teruskan. 1 Maccabee – yang baru saya sebutkan tadi – 1 Maccabee, satu dari yang paling mulia, satu dari hasil kesusasteraan yang paling mulia di dunia – di dalam bab yang pertama dari 1 Maccabee, pengarangnya mengutip buku Daniel. Dan ini adalah waktu ketika Daniel dikira dipalsukannya. Ia mengutip buku Daniel yang telah mengilhami kitab Injil. 

Dan, di bab yang kedua dari buku Maccabee, Mattathias yang sudah tua, rapuh dan sekarat, seorang pendeta yang masuk dan menantang Yunani di bawah kepemimpinan Antiokhiaus Epiphanes – yang mencoba membuat kuil di Yerusalem menjadi bagian dari kuil Jupiter dan kepadanya ditawarkan seekor babi, sebuah pemandangan di atas altar dan menyemprotkan sarinya, mengambil sari buahnya dan membawanya keseluruh kuil dan menyemprotkan disekelilingnya untuk mencemarkan semua – Mattathias tua, seorang bapak tua yang mulia, sekarat di dalam bab yang kedua dari buku Maccabee, memanggil putra-putranya di sekeliling dia, dan memanggil Judas Maccabaeus (dari namanya ia mendapat nama Maccabee) - “palu” – ia memanggil anaknya, Judas Maccabaeus, dan Simon dan saudara-saudaranya yang lain, dan ia menghimbau mereka untuk selalu jujur kepada iman. Dan ia menyebutkan, sebagai sebuah contoh kesetiaan kepada Tuhan sampai mati, ketiga pemuda Yahudi yang disebutkan di dalam kitab Daniel. Ia memuji Hananya, Misael, and Azarya dan ia menceritakan cerita tentang Daniel di dalam kandang singa. Dan itu dalam 1 Maccabee, ditulis sekitar tahun yang sama mereka mengatakan tetang pemalsuan oleh Daniel disusun. 

Baiklah, kita mengikuti sepanjang tahun-tahun dari Josephus. Josephus datang sezaman dengan Rasul Paulus dan Rasul Yohanes. Dan sekitar tahun 80 M, ia menulis sebuah sejarah dari bangsa Yahudi dari masa Abraham sampai pada penghancuran kota Yerusalem pada tahun 70 M. Dan salah satu cerita yang sangat indah di dunia ini adalah cerita tentang Alexander dan maksud penghancuran Yerusalemnya dan bagaimana Yerusalem diselamatkan. Saya berharap saya memiliki waktu untuk memberitahukan tentang cerita itu. Ketika Alexander – yang diliputi rasa marah melawan bangsa Yahudi karena mereka tidak mau mengirimkan perbekalan kepadanya ketika ia mengepung Tirus – ketika Alexander yang Agung telah membakar Tirus rata ke atas tanah, dan ketika Alexander yang Agung telah membakar Gaza sehingga rata ke ke tanah, ia membawa pasukannya untuk pergi ke Yerusalem untuk menghancurkan Yerusalem dan membuat tumpukan kayu daripadanya.

Dan Jaddua, Imam Tinggi itu membawanya kepada Tuhan. Tuhan mengungkapkan kepadanya apa yang harus dilakukan. Dan orang-orang seluruhnya memakai pakaian yang berwarna putih. Setiap warga dalam kota tua Yerusalem memakai pakaian berwarna putih, dan Jaddua, Imam Tinggi itu, memakai jubah Imam Tingginya  - berwarna merah tua dan ungu dengan topi keuskupannya yang berwarna keemasan dan memakai pelindung dada – dan diikuti oleh rekan-rekan pendetanya. Ketika Alexander yang Agung mendekat dengan pasukannya yang hebat untuk menghancurkan kota tersebut, ia telah menemui prosesi hebat Jaddua, Imam Tinggi itu dan teman-teman pendetanya; dan kemudian seluruh orang dari kota tersebut yang ditekankan memakai pakaian yang putih bersih. Dan ketika Jaddua menemui Alexander yang Agung, ditangannya ada salinan dari firman Tuhan. Dan Jaddua membuka buku itu pada Kitab Daniel dan menunjukkan Alexander yang Agung kitab Daniel, bagaimana Daniel telah menubuatkan kedatangan serta kemenangannya yang hebat.

Kemudian Josephus memberitahukan bagaimana Alexander Yang Agung membungkuk dan pergi meninggalkan kuil tersebut dan memanggil nama Tuhan Allah dan menawarkan kurban dalam namaNya. Dan kapan itu terjadi? Tahun 330 SM. Walaupun begitu para kritikus berkata bahwa buku itu ditulis pada tahun 165 SM, sebagai suatu pemalsuan. Hanya mengikuti sejarah dari buku Daniel. Tentu saja, mereka mengatakan bahwa Josephus adalah seorang pembohong. Dan cerita tersebut merupakan fiksi juga. Tetapi kenyataan yang ada tidak dapat disangkal, Alexander Yang Agung membakar sampai rata dengan tanah setiap kota di Syria yang merupakan sahabat dari Darius, raja dari Persia. Akan tetapi ia mengampuni Yerusalem dan memberikan penghormatan kepadanya. Mengapa? Pasti ada jawabannya. Dan jawabannya ditemukan dalam Josephus dan dalam cerita yang diberitakan oleh Josephus. 

Kita harus cepat. Qumran, hanya beberapa tahun yang lalu – mereka menemukan gulungan-gulungan tua dari Laut Mati dari dalam beberapa gua di ujung sebelah utara dari Laut Mati. Dan salinan yang paling tua yang kita miliki dari Alkitab tua dituliskan pada sekitar tahun 900 SM.; dan di sana mereka menemukan gulungan-gulungan tua dari Alkitab yang dituliskan sebelum Kristus, yang membawa kembali ke kitab Perjanjian Lama lebih dari seribu tahun. Dan di dalam gulungan Qumran, mereka menemukan kitab Yesaya. Dan di dalam gulungan Qumran itu juga, mereka menemukan kitab Daniel. Dan tanggal gulungan-gulungan itu di bagian belakang dari apa yang mereka tuliskan dan di dalam salinan mereka – saudara tahu, ketika mereka menyalinnya – tanggal gulungan tersebut kembali ke masa ketika mereka katakan pemalsuan dari Daniel disusun. Dan itu pda firman Tuhan. 

Izinkan saya memberikan satu kalimat lagi dengan sebuah ringkasan. Kita telah mendapatkan ribuan tahun dan kita telah mendapatkan ribuan tahun untuk melihat kepada diri kita sendiri apakah benar atau tidak nubuat dari Daniel yang benar. Kita tidak akan menutup terhadap apa yang dikatakan oleh para kritikus itu. Kita memiliki ribuan dan ribuan tahun untuk menguji apakah nubuat dari Daniel benar atau tidak. Apakah nubuat itu benar?  Daniel mengatakan kepala yang dari emas itu adalah Babel. Dan kedua lengan dan dadanya adalah kerajaan Media dan Persia; dan perut serta pinggangnya adalah Yunani, Alexander dan kerajaannya; dan kedua pahanya yang dari besi adalah Romawi, timur dan barat. Dan sesudah itu, Daniel berkata, tidak akan pernah lagi ada kerajaan dunia lainnya. Dan pecah menjadi tanah liat dan besi di bagian jari-jari kaki dari patung tersebut. Apakah itu benar? Ataukah tidak? Kita memiliki ribuan tahun untuk memperbaikinya. Apakah Tuhan dan hanya Tuhan yang dapat mengetahui masa depan? Atau tidak? 

Satu hal lagi dan saya harus pergi. Daniel berkata di dalam bab yang ke sembilan bahwa perang dan penghancuran dimaksudkan untuk di bagian akhir. Perang dan penghancuran dimaksudkan untuk bagian akhir. Dan sudah banyak periode tahun ketika seluruh dunia akademis telah mengejek pendapat yang seperti itu. Daniel berkata bahwa perang dan penghancuran ditujukan untuk bagian akhir. Apakah hal itu benar? Pada bulan Februari tahun 1914, ada konferensi tentang nubuat yang disebut juga dengan:  “Nubuat Konferensi” Ada konferensi mengenai nubuat diselenggarakan di Los Angeles, California. Dan di dalam konferensi itu, orang-orang yang dari pada Tuhan itu menunjuk bahwa apa yang digambarkan oleh Daniel, dan Yesus, dan Yohanes, dan Paulus, bahwa bangsa itu akan bangkit melawan bangsa lainnya, dan kerajaan melawan kerajaan dan akan ada perang dan wabah dan kelaparan. Dan ketika editor dari Advokat Kristen, tertegun pada apa yang dikatakan oleh orang-orang yang ada di konferensi itu, dengan penuh ejekan ia berkata: “Seharusnya konferensi ini disebut diberi nama ‘konferensi yang menyedihkan’ bukan konferensi tentang nubuat”. Patutlah perang itu aka berkelanjutan!” 

Itu terjadi pada bulan Februari tahun 1914 – dalam kurun waktu enam bulan, pangeran dari Serbia telah dibantai dan seluruh dunia yang beradab berada di dalam genggaman perang. Saya dapat mengingat sebagai seorang anak laki-laki ketika dalam berita utama keluar: “Presiden Woodrow Wilson berkata kita sedang memasuki sebuah perang untuk mengakhiri seluruh perang. Tidak akan ada perang yang lain setelah kita memenangkan perang ini.” 

Dan setelah Perang Dunia I, pergi menjauh semua penerbangan yang mewah itu.  Lalu kemudian Hitler, dan Stalin, dan Tojo, dan Perang Dunia II – serta Perang Korea, dan Perang Vietnam, dan Daniel berkata: “Dan perang dan penghancuran ditentukan untuk sebuah akhir.”