DANIEL (CERAMAH)

DANIEL (LECTURE ONLY)

 

Oleh Dr. W. A. Criswell

 

Daniel 2:48

09-15-96

 

 

Saya sangat sensitif terhadap setiap jenis hujan. Sebagi seorang anak laki-laki, kami telah tinggal di seberang jalan dari garis Texline. Dan daerah itu merupakan negara bagian padang gurun, sebagaimana yang saya lihat sekarang.

Dan saya ingat, sekali waktu, ayah saya, yang begitu pendiam dan hati-hati – ayah saya sedang berdiri di pintu belakang dari rumah yang dibangunnya di peternakan itu. Dan ia sedang menjerit dengan sekuat tenaganya. Dan saya melihat ke wajahnya, dan saya berkata: “ayah, mengapa engkau berteriak seperti itu?”

Dan ia menarik tangannya dan membuat sebuah isyarat. Dan ia berkata: “Hujan itu, nak, lihatlah pada hujan itu. Tuhan telah mengirimkan hujan kepada kita.”

Saudara-saudara tahu, saya tidak pernah melupakannya. Setiap kali ada hujan, saya memandang ke atas dan berkata, “Tuhan, terima kasih. Engkau telah mengirimkan hujan kepada kami.”

Dan itu senantiasa benar dari seluruh jiwa kami. Hal itu begitu indah, hal indah yang dikirimkan Tuhan kepada kami hujan.

Sekarang, saya memiliki sebuah permintaan maaf untuk disampaikan. Hari Minggu yang lalu – saya tidak memiliki rencana, tidak ada pemikiran untuk itu sama sekali – hanya kebetulan, Saya menyinggung bagian ini dalam Kitab Roma 11:26: “Dan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.”

Saya tidak merencanakan hal yang seperti itu. Saya bahkan tidak dapat mengingat mengapa itu terjadi. Saya hanya menunjuk kepada bagian itu secara tidak sengaja. 

Tetapi beberapa orang telah mendatangi saya dan berkata, ”Pendeta, kami tidak mengerti. Inilah yang telah anda katakan.”

Baiklah, saya tidak berpikir. Kejadian itu hanya kebetulan, karena saya sedang berbicara tentang hal yang lain. Jadi, pagi ini saya ingin menjelaskan tentang kebenaran dari Tuhan di dalam pengakuan dari Rasul Paulus di dalam Kitab Roma 11:26 bahwa seluruh bangsa Israel akan diselamatkan.

Sekarang, kembali kepada Kitab Daniel ini yang sedang kita lihat hari ini. Daniel,  di dalam babnya yang ke sembilan dari nubuatnya, Daniel berbicara tentang arah dari sejarah umat manusia – keseluruhannya. Dan di dalam arah sejarah manusia itu, telah diterjemahkan 70 minggu – 70 kali tujuh masa. Sampai pada akhir zaman dari zaman pada hari-hari Daniel adalah 70 kali tujuh masa - 70 minggu dari tahun.

Dan kemudian, Daniel membaginya menjadi tiga bagian. Ada tujuh kali masa pada saat ia memulainya. Dan dimulai dari periode dari Artaxerxes, raja dari Persia, sampai pada pembangunan kembali kuil tersebut, pembangunan kembali kota tersebut, persembahan dari kuil tersebut – tujuh kali tujuh masa, tujuh minggu dari tahun.

Kemudian, kelompok kedua dari tujuh masa adalah angka 62. Dan itu berarti 434 tahun. Berarti ada 434 tahun ketika sampai kepada tahun kematian dari Kristus.

Kemudian, di dalam sebuah nubuat yang mengagumkan, ia menambahkan satu kali tujuh masa lagi – semuanya dengan sendirinya, tidak dapat dikenali dengan yang lain sama sekali. Ada satu minggu dari tujuh tahun yang meliputi akhir zaman – akhir dari waktu. Inilah tiga kelompok dari ke tujuh puluh kali tujuh masa itu.

Sekarang,  marilah kita melihatnya, ketika diberikan dan ketika datang melalui kita, tujuh kali masa yang terakhir – tujuh tahun terakhir yang terpisah dari 483 tahun yang lain. Dan itulah zaman dimana kita tinggal. Kita hidup di dalam waktu yang pesat itu – sudah dua ribu tahun sekrang – dari kematian Tuhan kita, yang mengakhiri kelompok tujuh kali masa yang kedua, dan zaman penyempurnaan – akhir dari zaman.

Kita hidup di zaman yang pesat itu. Akan tetapi, bangsa Yahudi tidak pernah melihatnya. Tuhan tidak pernah mengungkapkan hal tersebut kepada mereka – lamanya waktu dalam mana kita hidup, sekarang 2.000 tahun setelah kematian dari Tuhan kita – zaman Kristen – waktu yang luas di dalam mana puji-pujian diperdengarkan di antara masa kematian Tuhan dan tujuh masa yang terakhir adalah generasi yang ada sekarang ini di dalam mana kita sedang hidup.

Rasul Paulus memberikan komentar mengenai hal itu – bercakap-cakap dengan panjang lebar mengenai hal tersebut – di dalam bab yang ketiga dari Kitab Efesus. Dan ia menyebut zaman ini zaman dimana kita tinggal di dalamnya sebuah musterion. Kita telah mengambil huruf Yunani dengan tepat dan mengejanya ke dalam bahasa Inggris. Dan hasilnya adalah “misteri.” Tetapi, kata itu tidak dibawa dengannya, ketika sedang dieja ke dalam bahasa Inggris, artinya. Bagi kita, sebuah misteri merupakan sesuatu yang – tidak dapat dimengerti. Sebuah musterion di dalam Alkitab merupakan sebuah rahasia yang disimpan oleh Tuhan di dalam hatinya sampai pada waktu diungkapkanNya kepada rasul-rasulNya.

Dan era ini – takdir Kristen ini – tidak pernah disinggung. Tidak pernah kelihatan di Alkitab – di dalam Kitab Perjanjian Lama.  Dan itu adalah rahasia dari Tuhan yang disimpanNya di dalam hatiNya sampai tergenapinya wahyu tersebut.

Jadi, di dalam misteri itu, Kitab Wahyu mengungkapkan tentang tujuh masa yang terakhir itu. Ia adalah penyempurnaan dari zaman. Dan di zaman di mana kita tinggal akan sampai pada suatu akhir di dalam peralihan yang luar biasa kepada kerajaan Allah dari surga. Dan itu akan menjadi hari yang agung, hari yang mulia, ketika Allah memanggil bangsaNya ke surga.

Engkau menyebutnya sebagai kesukaan dari gereja. Dan apabila engkau datang kepada kesukaan dari gereja, yang mana kami terjemahkan sebagai surga, engkau sudah memulai tujuh masa yang terakhir itu. Dan tujuh tahun yang terakhir itu digambarkan serta diberikan oleh wahyu – di dalam Kitab Wahyu, di dalam Kitab Wahyu bab yang ke 4 – 19.

Sekarang, lihatlah ini. Rasul Paulus menuliskan bahwa: “Seluruh Israel akan diselamatkan.” Ketika engkau sampai ke tujuh tahun itu – tujuh masa yang terakhir, masa itu dibagi menjadi dua bagian: “waktu, waktu-waktu dan separuh waktu”: sebuah “waktu berarti tahun, “waktu-waktu” berarti dua tahun: dan “separuh waktu” berarti setengah tahun.

Sekarang, tiga setengah tahun yang pertama dari tujuh masa tersebut – dulu disembunyikan di belakang sana, akan tetapi sekarang telah diungkapkan – ketika engkau sampai pada bagian pertama dari tujuh masa itu, kepadamu akan diperkenalkan pada kebangkitan yang terbesar yang pernah engkau bayangkan, kebangkitan yang terbesar yang pernah diketahui umat manusia, tiga setengah tahun dari padanya. 

Di dalam bab yang ke tujuh di dalam tujuh masa itu, ayat itu menggambarkan apa yang akan terjadi. Ada sebanyak 144.000 orang bangsa Israel yang akan mengabarkan Injil ke seluruh dunia ini – ada 144.000 orang mereka itu. Dan apabila kepada kita telah disampaikan mereka yang 144.000 orang pekabar Injil bangsa Israel itu, maka engkau akan mendapatkan bab yang terseisa yang menggambarkan ribuan, ribuan dan ribuan orang dikalikan oleh ribuan yang telah diselamatkan. Tidak ada yang seperti itu di dalam pikiran seorang manusia: Bab yang ke tujuh dari Kitab Wahyu – Orang-orang Israel yang berjumlah 144.000 orang mengabarkan Injil dan ajaran-ajaran.

Sekarang, ayat itu juga mengungkapkan sebuah kedatangan yang akan sampai dari apa yang telah dikatakan oleh Daniel lagi dan lagi: kedatangan dari seorang “manusia yang datang dari dosa” atau seorang “Anti Kristus”. Dan di dalam waktu yang terakhir, waktu-waktu dan setengah waktu – tiga setengah tahun yang terakhir – manusia yang datang dari dosa ini, yang sudah bangkit terlebih dahulu – manusia yang datang dari dosa ini – Anti Kristus ini – melakukan perbuatan baik untuk dirinya sendiri. Ia merupakan dewa untuk penciptaan ini. Ia adalah dewa di dunia ini.

Dan di dalam pernyataan atas keilahiannya, ia menganiaya kaum Kristen Israel. Ia membantai mereka. Mereka dibunuhi di seluruh permukaan bumi ini.

Sekarang, penyempurnaan darinya adalah – menurut Daniel dan menurut Kitab Wahyu – penyempurnaan daripada Raja Kemuliaan ini – Putra Allah, anak manusia – sampai pada sebuah akhir dari tujuh masa itu untuk mengakhirinya dengan apa yang disebut dengan Perang Armageddon. Dan pada akhirya, Tuhan Yesus datang dan Ia membawa kemenangan dan kehidupan kepada bangsaNya. Dan hal itulah yang ditunjukkan oleh Rasul Paulus ketika ia berkata: “Seluruh bangsa Israel akan diselamatkan.”

Itulah tujuh masa yang terakhir – mereka dihadapkan dengan penganiayaan di manapun mereka berada oleh manusia yang datang dari pada dosa itu, sang Anti Kristus. Tuhan melihat ke bawah dan Tuhan datang serta menyelamatkan bangsaNya, orang-orang Kristen Isarel. 

“Maka seluruh bangsa Israel akan diselamatkan.” Itulah yang ditunjukkan oleh ayat tersebut. Saya beritahukan kepada anda: Alkitab berada di luar segala yang mungkin dapat anda bayangkan karena ia memperkirakan penyempurnaan zaman ini.

Sekarang, semoga Tuhan menolong kita. Dalam mempersiapkan pelajaran kita hari ini, mulanya tidak ada pemikiran untuk penjelasan ini – untuk penebusan ini. Sekarang, judul dari pelajaran hari ini adalah: “Dua Wahyu Agung Dari Alkitab” – Kitab Daniel dan Kitab Wahyu.

Kitab Daniel memiliki sebuah pengaruh yang luar biasa atas kehidupan dan kesusasteraan dari bangsa Yahudi, selama berabad-abad menyusul pada penulisannya – juga di dalam komunitas di dalam Kitab Perjanjian Baru selama bertahun-tahun. Kitab tersebut sudah dikenal, dicintai, dipelajari dan dikutip oleh Juru Selamat kita.

Misalnya, di dalam Kitab Matius 24:14, Tuhan mengacu kepada wahyu dari Daniel. Di dalam Kitab Matius 24:21, mengutip pada Daniel 12:1, adanya “kesengsaraan yang hebat”. Di dalam Kitab Matius 24:30 dan 26:24 ada dikutip dari Kitab Daniel 7:13-14, kedatangan dari anak manusia di akhir zaman. Dalam Kitab Matius 13:43, yang dikutip dari Kitab Daniel 12:3, Keadilan akan bersinar seperti bintang di dalam masa penyempurnaan itu. Dan di dalam Kitab Yohanes 5:28-29, Daniel 12:2 dikutip – kebangkitan daripada keadilan. Dan Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 6:2, mengacu kepada Kitab Daniel 7:22: bahwa orang-orang kudus akan mengadili dunia ini. Di dalam Kitab Ibrani 11:33, menunjuk pada Kitab Daniel 6:22, ia berbicara dari mereka yang menghentikan mulut singa. Di dalam Kitab 11:34, menunjuk kepada Kitab Daniel 3:27, ia berbicara atas mereka yang memadamkan kekejaman dari pedang. Dalam 1 Petrus 1:10, mengutip pada Kitab Daniel 9:3, Daniel 12:8, ia mengacu kepada pemikiran Tuhan.

Jadi kitab itu, yang disukai oleh Rasul Paulus dan dikutip olehNya di dalam wahyu. Dari sudut pandang surgawi, wahyu itu datang dari Kristus. Akan tetapi dari sudut pandang keduniawian, wahyu itu berasal dari Kitab Daniel.

Ketika engkau membaca Kitab Daniel – saya hanya bisa berharap bahwa kita memiliki waktu untuk melihat bagaimana firman yang digunakan di dalam kitab Daniel itu disalin serta diulangi di dalam wahyu – jadi, di dalam waktu yang singkat yang kita miliki, kita akan membandingkan kedua orang dan kitab tersebut.

Kedua orang itu - Daniel dan Yohanes – merupakan orang-orang kesukaan surga. Mereka sangat dicintai oleh manusia dan malaikat. Ada tiga kali Daniel disebut dengan “terkasih”: di dalam Daniel 9:25 dan 10:11,19. Ada lima kali Yohanes disebut dengan “Murid yang dikasihi oleh Yesus”- Yohanes 19:26, 20:2, 21:7 dan 20. 

Orang-orang ini dipilih oleh Tuhan untuk melihat seluruh arah dari sejarah umat manusia  dari tahun 605 SM sampai pada kedatangan Kristus untuk yang kedua kalinya serta pada waktu penyempurnaan zaman. Saya hanya tidak dapat membayangkan hal yang seperti itu: melihat selama 2.600 tahun. Dan mereka melihatnya semua. Hal itu di luar imaginasi saya.

Dan kedua orang tersebut sama-sama menuliskan Kitab Wahyu. Keduanya unik di antara para penulis di dalam Alkitab. Daniel memegang jabatan yang sama di antara para penulis di Kitab Perjanjian Lama, itu yang dilakukan oleh Yohanes di antara para penulis di Kitab Perjanjian Baru. Kitab Daniel merupakan wahyu dari Kitab Perjanjian Lama, abad-abad yang pertama dari kesusasteraan dari wahyu yang menyusulnya. Kitab Wahyu merupakan penyingkapan yang pertama dari kesusasteraan Kitab Perjanjian Baru. Setelah itu, ada limpahan dari mereka.

Yang satu tidak dapat dimengerti tanpa adanya yang lain. Engkau tidak dapat mengerti Kitab Wahyu tanpa Kitab Daniel. Dan apa yang dikatakan oleh Daniel sampai pada pelaksanaan yang baik di dalam Kitab Wahyu.

Sekarang, apa yang dimaksud dengan penulisan dengan bersifat kewahyuan? Penulisan yang bersifat kewahyuan adalah dengan pertanda-pertanda dan simbol-simbol serta penglihatan, membawa pesan-pesan akan harapan dan kemenangan serta dorongan terhadap orang-orang yang tertekan dan teraniaya. Keduanya mendapatkan penglihatan itu di masa pembuangan: Daniel dalam pembuangan Babel dan Yohanes dalam pembuangan di Kepulauan Patmos. Kedua orang itu menggunakan pesan-pesan bersifat kewahyuan untuk menulis buku nubuat mereka. Wahyu merupakan kitab nubuat. Ada lima kali hal tersebut dijelaskan. Secara berturut-turut, hal-hal yang saya baca memiliki sebuah pengertian melebihi diri mereka sendiri. Mereka melambangkan sesuatu yang lain.

Biarkanlah saya memberikan sebuah ilustrasi: ke tujuh gereja di Asia. Kenapa bukan Heirapolis di sana?  Asia tepat berseberangan dengan sungai Lycus dari Laodikia. Murid dari Yohanes, Papias, merupakan pendeta dari gereja yang mengagumkan itu.

Alasan untuknya adalah adanya kehendak yang bersifat ramalan di dalam gereja yang tujuh tersebut. Dan mereka melambangkan sejarah dari era gereja di dalam mana mereka telah tinggal. Masing-masing dari gereja-gereja tersebut telah dipilih untuk melambangkan sebuah sisi dari sejarah perkembangan dari gereja. Dan kita hidup – saya pikir – di dalam zaman Laodikia.

Astaga. Berapa banyak dari gereja-gereja ini dan katedral-katedral yang besar dan gedung-gedung yang luar biasa ini yang kaya serta memiliki harta yang meningkat? Akan tetapi Tuhan berkata anda yang miskin dan malang dan hendaknya engkau membeli – Ah. Saya telah berulang kembali sampai pada dunia ini lagi dan lagi. Dan saya hanya melihatnya di mana-mana. Dan kesenangan di Sion – tidak kekurangan apapun. Mereka memiliki segalanya.

Jadi, ajaran-ajaran dari Yohanes tidak pernah menggunakan kata “mukjizat” tetapi semeion: “pertanda.” Semua yang saudara baca di dalam ajaran Yohanes merupakan sebuah pertanda dari sesuatu yang lain. 

Misalnya, anggur dibuat dari air: itulah gambaran yang memenuhi seluruh kitab Perjanjian Lama. Di Yerikho, kepada seorang yang buta, telah diberikan sebuah pertanda.  Itulah Yesus, sinar dari dunia ini. Pada saat kebangkitan Lazarus dari kematian, itulah kebangkitan dan kehidupan. Apapun yang saudara baca di dalam kitab Yohanes, ia mengatakan bahwa itu semua merupakan sebuah pertanda. Sebuah semeion

Apakah kita ingat di dalam Kitab Daniel yang mana semata-mata merupakan sebuah buku mengenai nubuat dan wahyu. Buku itu melambangkan sesuatu yang lain. Daniel adalah seorang negarawan. Tetapi, ia juga seorang Nabi.

Sekarang, kitab itu dibagi menjadi dua bagian – dua bagian yang paling terpisah: bab 1 – 6 dan bab 7 – 12. Mari kita lihat jika kita masih memiliki waktu untuk mengulasnya kembali.

 

Mari kita lihat pada bagian yang pertama.

 

Bab 1 – Penangkapan: Tuhan Memelihara BangsaNya yang Tertekan

Bab 2 – Zaman dari Kaum Kafir – Patung Yang Besar

Bab 3 – Israel di dalam Kesengsaraan – Dalam Tungku yang Menyala-nyala

Bab 4 – Pohon ditebang, tetapi Diangkat demi Kemuliaan Tuhan

Maka kita dalam masalah – Tuhan, yang diluarnya selalu membawa   kemuliaan kepadaNya

            Bab 5 - Tulisan di tembok. Hukuman atas Pemerintahan bangsa Kafir.

            Bab 6 – Pemeliharaan atas Israel melalui Penguasaan Bangsa Kafir

 Ketika berada di kandang singa – dan sebuah dorongan kepada orang

 yang menderita. Selalu ada firman diluar daripadanya.

            Dan sekarang, Bab yang ke 7 – 12: yang ini hanya nubuat dan seharusnya saya tidak memakai waktu untuk membacanya.

Saya ingin memakai waktu sebentar untuk membicarakan tentang Bab yang ke 11. Bab yang ke 11 meramalkan perjuangan dari Persia dan Yunani serta peperangan yang mengerikan antara Ptolemies dari Mesir dan kaum Seleucid dari Syria dan bagaimana peperangan itu mempengaruhi bangsa Tuhan. Dan bab yang ke 12 mengacu kepada kesengsaraan yang tiada tara, dua kebangkitan serta nubuat atas akhir zaman, yang selalu disembunyikan.

Bab yang ke dua belas dari Kitab Daniel ditutup seperti itu: “Daniel, engkau jalani caramu. Maka itu akan dimateraikan sampai pada akhir zaman.”

Sekarang, seperti yang saudara lihat, kedua Nabi, Daniel dan Yohanes berurusan dengan kejadian di zaman ini, yang kita huni ini, dengan akhir dari zamannya. Hanya ada perbedaan ini: begitu banyak yang dimeteraikan di dalam Kitab Daniel terungkap secara terbuka – terbuka dengan lebar – di dalam wahyu.

Hal ini diperhitungkan untuk membedakan penekanan di dalam kedua kitab. Di dalam Kitab Daniel, keberhasilan dari sejarah kaum kafir kebanyakan disembunyikan dari pandangannya. Itu berada pada tujuh yang terakhir – tujuh masa yang terakhir – dan Daniel tidak pernah melihatnya.

Akan tetapi, di dalam wahyu adalah pembukaan materai yang tentu saja merupakan akhir dari zaman. Bagaimana dunia ini dan peradaban ini – bagaimana proses berakhirnya? Hal tersebut diungkapkan kepada kita di dalam wahyu. Wahyu 2:3 menyusul sejarah gereja – tidak diketahui terhadap kitab Perjanjian Lama, tidak pernah ditunjukkan pada, tidak pernah terlihat. Wahyu 4-19 merincikan tujuh puluh minggu dari Daniel  dan gambaran yang paling terbatas dari aktor pimpinan atas kesengsaraan: Anti Kristus, manusia yang datang dari dosa.

Dan keduanya menggambarkan kedatangan kerajaan Tuhan kita yang gemilang. Saya akan mencoba membacanya jika saya dapat.

Sekarang, jika kita memiliki waktu yang tak lama, mari kita lihat perbandingan kedua kitab tersebut. Di sini, di dalam Kitab Daniel, saya akan membaca dari bab ke tujuh, dimulai dari ayatnya yang ke sembilan - Daniel 7:9:

 

“Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaianNya putih seperti salju dan rambutNya bersih seperti bulu domba; kursiNya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapanNya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapanNya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah kitab-kitab.”

           

Kemudian, ayat 13 dan 14:

 

“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut UsiaNya itu, dan ia dibawa kehadapanNya.

Lalu diberikan kepadanya kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

 

Sekarang, mengingat bahasa tersebut, saya akan membuka kembali Kitab wahyu, bab yang pertama. Dan saudara lihat – saya tidak memiliki waktu untuk membaca semuanya – dan saudara lihat jika saudara tidak berhasil menemukannya di dalam Kitab Wahyu ini bahasa yang sama dengan yang baru saja saudara dengar di dalam Kitab Daniel.

 

 

“Dan ditengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa anak manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas.

Kepala dan rambutNya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mataNya bagaikan nyala api.

Dan kakiNya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suaraNya bagaikan desau air bah.

Dan ditangan kananNya ia memegang tujuh bintang dan dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

 

Dan saya tidak pernah membaca ini dalam Kitab Daniel, tetapi: “Ketika Daniel melihatnya, ia tersungkur seperti orang mati.” Dan tentu saja, Tuhan akan mengangkatnya dan memberikan pesan yang harus ia tuliskan kepadanya.

 

Sekarang, sudah sama dengan Daniel. Hal itu berulang dan berulang dan berulang kembali seperti Daniel. Jadi, saya menyinggung begitu banyak dari Daniel di dalam wahyu. Kita tidak terkejut, karena Tuhan Semesta langit telah mengungkapkannya kepada mereka berdua program dari akhir zaman ini.

Sekarang, inilah bagian-bagian dari golongan historis dari kitab Daniel –ingat, bab 1 – 6. Sekarang, inilah bagian yang diperdengarkan kembali di dalam wahyu.

 

Mengutip: “hal-hal yang selanjutnya akan terjadi.” Itu bersal dari Kitab Daniel 2:9, 15, dan dikutip dalam Kitab Wahyu 1:19.

“Percobaan selama sepuluh hari” – itu berada di dalam Wahyu 2 : 10, mengutip Kitab Daniel 1:12, 15.

“Menyembah dewa dari emas dan perak”: itu berasal dari Wahyu 9 dan kitab Daniel 5.

“Empat puluh dua bulan,” “seribu dua ratus enam puluh hari” dan “waktu, waktu-waktu dan setengah waktu”: dijumpai beberapa kali di dalam Wahyu 11:2, 3 dan 12:14 dan itu berada di dalam Kitab Daniel 7:25 dan Daniel 12:7.

“Memaksakan semua orang menyembah patung itu”: saudara baca di dalam Wahyu 13:15 dan kitab Daniel 3:6.

“Babel yang agung”: akan saudara temukan di dalam Wahyu 18. Saudara juga akan menemukannya di dalam kitab Daniel 4.

Pembersihan serpihan-serpihan dari kekuatan dunia: anda akan hal tersebut dijelaskan di dalam Wahyu 20:11. Saudara juga akan menemukan yang persis sama di dalam kitab Daniel 2:35 dan 45. Keduanya sangat mirip antara yang satu dengan yang lainnya.

Sekarang, ayat-ayat dalam bagian nubuat di dalam kitab Daniel. Berada di dalam bab 7 sampai dengan 12.

Daniel 7:13-14 adalah Wahyu 1:7: kedatangan dari Raja Kemuliaan. Juga menunjuk pada kitab Matius 24.

Juga dalam Daniel 7:13 ditemukan dalam Wahyu 14:14: “seseorang yang serupa dengan anak manusia” – ekspresi yang sama persis, “seorang yang datang menuai panen dari bumi”. Begitu banyak dari kitab Daniel yang akan saudara temukan di dalam kitab Wahyu.

Sekarang, janji mengenai waktu dan masa kita: di dalam Daniel 2:44-45 dan Daniel 7:9-14, saudara memiliki gambaran tentang kedatangan dari seorang raja. Di dalam Daniel 2:34-35, saudara mendapatkan kedatangan dari Raja kemuliaan ini, menimpa kaki dari bangsa-bangsa di dunia ini. Dan serpihan-serpihannya dihalau pergi.

Ingat pengakuan yang pertama yang pernah saya bicarakan dulu, melihat kepada Kitab Daniel dalam satu kesatuan yang utuh: kitab tersebut menubuatkan bahwa tidak akan ada lagi kerajaan dunia. Saudara pernah memiliki kerajaan Persia, saudara punya Babel, saudara punya Yunani, saudara punya kerajaan dengan dua kaki, kerajaan Romawi – timur dan barat. Akan tetapi saudara tidak akan pernah memilikinya lagi. Hal itu juga ada di dalam wahyu.

Kemudian, saudara mendapatkan Tuhan yang menimpa kaki dari patung yang besar itu: bangsa yang terpecah, yang terus meningkat menjadi Anti Tuhan. Hal itu menunjuk pada suatu waktu ketika Tuhan akan datang.

Lalu kemudian, di dalam Wahyu 19:1 dan seterusnya dan Wahyu 20:1 dan seterusnya, anda mendapatkan campur tangan dalam sejarah umat manusia dari kedatangan anak manusia. Keduanya persis sama menyimpulkan sejarah dunia.

Bolehkah saya membuat pengamatan yang lain: di dalam 2 Petrus 3:8, ia berkata: “Seribu tahun adalah, di hadapan Tuhan, sama seperti satu hari, dan satu hari sama seperti seribu tahun.” Saudara harus ingat, ketika saudara mulai mengikuti pemikiran Tuhan, bagi kita, waktu itu sangat berhubungan – usia saudara, berapa lama anda hidup, seluruhnya yang menyangkut diri saudara – Saudara tahu, ketika saya melihatnya, saya memikirkan Amerika Serikat. Umur dari Amerika Serikat adalah sekitar 200 tahun. Negeriku! Beberapa dari wahyu yang sedang berlanjut ini berusia 2.600 tahun.

Ketika saudara sampai ke hadapan Tuhan, waktu merupakan mutu yang berbeda daripada yang untuk saudara atau untuk kita. Sehingga Rasul Paulus menuliskan, “Seribu tahun sama seperti satu hari dan satu hari sama seperti seribu tahun.” Dan kita harus ingat, bahwa ketika melihat pada nubuat dan perkembangan di dunia ini terhadap apa yang akan dikatakan oleh Tuhan.

Sekarang, bolehkah saya memberikan komentar yang singkat mengenai hal ini: Seribu tahun adalah, di hadapan Tuhan, sama seperti satu hari, dan satu hari sama seperti seribu tahun? Juru Selamat kita yang baik telah pergi selama dua hari dari hadapan Tuhan. Seribu tahun: satu hari – Tuhan kita telah pergi selama dua hari. Dan saya hanya bertanya-tanya dalam hati saya jika Ia kembali dalam hari yang ketiga. Dan itu menjadi hari dimana kita hidup: melenium yang ketiga, sejak Tuhan kita pergi.

Oh, Tuhan, seharusnya kami hidup dalam nubuat masa depan, begitu terbuka di dalam Alkitab; jadi, sekali lagi, lagi dan lagi – menyempurnakannya dalam kedatangan Putra Kemuliaan, Raja Langit, Tuhan kita, Juru Selamat kita.

Jadi, datanglah Tuhan Yesus. Apakah di tengah hari atau di tengah malam, kami sudah siap. Kami sudah siap. Dan Tuhan, urapi kami sebagaimana kami membaurkan hidup kami ke dalam pelayananNya yang diurapi dan hidup seturut dengan kehendakNya yang indah.