Daftar Isi

 

PENGGENAPAN NUBUATAN SECARA LITERAL

(The Literal Fulfilment of Prophecy*)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto

 

            Mengapa saya percaya bahwa Alkitab secara literal benar? Salah satu alasan yang menyakinkan dapat ditemukan dalam penggenapan nubuatan-nubuatannya secara literal. Keistimewaan, kekhususan karakteristik agama Israel adalah nubuatan di masa depan. Hanya di dalam Alkitab anda dapat menemukan penomena nubuatan ini.

            Di mana ada allah atau dewa-dewa; di mana ada pendiri agama seperti Confucius, Budha, atau Zoroaster; atau di mana ada orang-orang lainnya yang dapat dengan pasti memprediksikan atau menubuatkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan persis seperti dalam Alkitab? Di manakah ada negarawan, di masa ini, yang dapat menjelaskan bagaimana kondisi di Eropa dan Amerika seratus tahun yang akan datang terhitung mulai hari ini atau bahkan sepuluh tahun yang akan datang? Ya, saya dapat menjelaskan kepada seseorang bagaimana ia dapat menjadi multimilioner dalam waktu yang relatif singkat. Jika ia dapat memprediksi apa yang akan terjadi bahkan satu jam yang akan datang, ia dapat membuat dirinya sendiri menjadi sangat kaya dengan memainkan pasar di New York Stock Exchange. Kita tidak mengatahui masa depan. Itu adalah hak prerogatif Allah untuk mengetahui apa yang akan terjadi hari esok. Penggenapan nubuatan-nubuatan Alkitab menunjukkan kemahatahuan penulisnya.

            Dalam Yesaya 41:21-23 kita memiliki apa yang mungkin merupakan tantangan yang paling luar biasa yang ditemukan dalam Alkitab. “Ajukanlah perkaramu, firman TUHAN, kemukakanlah alasan-alasanmu, firman Raja, Allah Yakub. Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya! Beritahukanlah hal-hal yang akan datang kemudian, supaya kami mengetahui, bahwa kamu ini sungguh allah; bertindak sajalah, biar secara baik ataupun secara buruk, supaya kami bersama-sama tercengang melihatnya!” Kitab Suci ini mengacu kepada baik nilai negatif maupun positif. Secara negatif, ini menyarankan suatu ukuran yang infalibel untuk menguji klaim-klaim dari agama palsu.  Secara positif, ayat-ayat ini mengajak untuk memperhatikan argumentasi yang tak terbantahkan untuk kebenaran penuh Firman Allah. Yehova menantang para nabi palsu untuk dapat membuktikan klaim dirinya sebagai nabi dengan memprediksi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi jauh di masa depan; kesuksesan atau kegalan mereka akan menunjukkan apakah mereka nabi asli atau mereka adalah pendongeng sejati atau sekedar berpura-pura atau para penipu. Di sisi lain, ayat ini mendemonstrasikan fakta bahwa Allah adalah satu-satunya Pribadi yang dapat mengetahui masa depan dan di dalam Firman-Nya  Ia menyatakan dari permulaan sampai akhir yang menunjukkan bahwa Ia adalah Allah dan bahwa Kitab Suci adalah wahyu yang Ia inspirasikan bagi umat manusia.

            Bagi pikiran yang terbatas, masa depan dipenuhi dengan ketidakpastian yang tak dapat diketahui. Jadi bagaimana kita dapat menjelaskan ratusan detail nubuatan di dalam Kitab Suci yang telah digenapi secara literal setelah ratusan tahun kemudian setelah nubuatan itu diucapkan? Bagaimana anda dapat menjelaskan fakta bahwa Alkitab dengan sukses dan dengan tepat mengatakan sebelumnya ratusan, bahkan ribuan, tentang sejarah orang Yahudi, juga tentang bangsa non Yahudi, dan kesudahan zaman ini? Sungguh, penggenapan nubuatan adalah argumentasi yang kuat untuk inspirasi Alkitab.

            Tuhan Allah dengan tegas mengatakan dalam Yesaya 46:9-11: “Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.” Hanya Allah yang dapat memberitahukan dari awal sampai akhir sejarah.  Manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan datang. Tidak ada kitab suci dari segala bangsa yang berisikan banyak prediksi atau nubatan tentang masa yang akan datang. Tidak ada kitab dari agama-agama lain yang berisikan fenomena yang disebut nubuatan yang seperti Alkitab. Jika para penulis dari kitab suci agama lain berusaha untuk mengatakan sebelumnya tentang hal-hal yang akan datang, mereka akan memiliki bukti yang paling kuat inspirasi mereka yang tidak sempurna dan manifestasi/penampakan palsu mereka. Namun Alkitab adalah kitab nubuatan yang terunggul.  Salah satu keistimewaan atau kekhususan karakteristik Allah yang hidup adalah kemampuan-Nya mengumumkan sebelumnya apa yang akan terjadi di masa depan. Kemampuan Allah melalui jurubicara-Nya yang melampaui batasan pengetahuan manusia menyediakan bukti obyektif tentang kedaulatan-Nya atas sejarah. “Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!” (Yesaya 45:21).

 

 

Bukti-Bukti Nabi Asli dari Allah

 

            Alkitab dengan sangat tegas memberikan gambaran yang dapat dipercaya tentang nabi asli dari Allah. Observasi Ulangan 18:21-22. “Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? -- apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.” Nabi Perjanjian Lama dapat diidentifikasi dengan pengujian apakah ia benar-benar nabi atau bukan dengan bukti apakah ia dapat memberitahukan dengan tepat apa yang terjadi di masa depan dan itu benar-benar terjadi. Pengujian seperti ini juga dicatat dalam Yeremia 28:9. Namun ada pengujian lain dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan betapa pentingnya masalah ini. Umat Allah mengetahui karakter dari sesuatu yang dinubatkan itu atau tidak datangnya dari Tuhan. Jika nubuatan itu tidak memuliakan Tuhan, walaupun itu benar-benar terjadi, jelas itu bukan nubuatan yang benar.  Prediksinya mungkin bisa terjadi, namun itu bukan berasal dari Tuhan. Pengujian lengkap dapat ditemukan dalam Ulangan 13:1-3: “Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu” (lihat juga ayat 4-5).  

Ketika kita melihat penggenapan nubuatan dalam Alkitab, kita terkesan dengan fakta bahwa salah satu pasal-pasal yang sangat luar biasa dalam Pentateukh adalah Kitab Ulangan 28. Di sini menuliskan sebelumnya sejarah yang menyedihkan dari Israel sebelum itu benar-benar terjadi. Walaupun tanpa tanah air, Israel selama berabad-abad masih eksis sebagai suatu bangsa. Semua ini telah ditulis sebelumnya di dalam Alkitab (band. Yer. 30:11). Ada banyak sarjana tersohor yang pernah menyebut orang-orang Yahudi sebagai teka-teki sejarah.  Apakah pikiran manusia dapat meramalkan bahwa orang-orang yang tinggal di tanah yang begitu sempit itu bisa tetap hidup walaupun telah terserak ke antara bangsa-bangsa? Sedang menderita? Tidak ada bangsa lain yang pernah mengalami penderitaan lebih dari pada yang mereka alami, namun mereka tetap dipelihara dan ditandai sebagai umat perjanjian Allah. Sungguh ini merupakan argumentasi untuk Firman Allah yang tidak mungkin dapat dibantah oleh orang-orang yang tidak percaya. Fakta bahwa Israel adalah suatu bangsa pada hari ini adalah penggenapan dari Firman Allah. Selama matahari dan bulan masih bersinar dan selama masih ada siang dan ada malam, selama itu jugalah bangsa Israel akan tetap ada di hadapan Tuhan.  Ini seperti yang diumumkan dalam Yeremia 33:23-26.  Yesus juga berkata bahwa orang Yahudi akan tetap ada sampai Ia datang kembali. Bacalah Matius 24:34 dimana Tuhan mengumumkan bahwa bangsa ini tidak akan berlalu sampai segala sesuatu sudah sampai pada akhir kesudahan zaman digenapi. Ada banyak bangsa kuno yang diperkenalkan dalam Perjanjian Lama. Ada bangsa Het, Hewi, Yebus, Amon, Moab, namun tak seorangpun hari ini yang pernah melihat orang-orang dari bangsa itu, bahkan mendengar dari orang yang pernah melihat orang-orang dari bangsa Het atau Yebus atau Hewi atau Moab. Namun Yesus berkata bangwa bangsa Israel akan tetap ada di muka bumi sampai Ia datang kembali. Siapakah mereka? Apakah anda mengenal orang Yahudi?

Allah selalu berkata dalam Yehezkiel 36 bahwa mereka akan kembali ke tanah air mereka dan Allah berkata bahwa suatu hari nanti ia akan menumbuhkan mereka di tanah air mereka sendiri di mana mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya. Bacalah lagi Amos 9:15: “Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.”

Sebagai tambahan ada banyak nubuatan yang berhubungan tentang bangsa Yahudi, ada banyak nubuatan lain di dalam Alkitab tentang bangsa-bangsa lain. Nubuatan-nubuatan ini telah digenapi dan beberapa yang lain sedang dalam proses penggenapan. Nubuatan-nubuatan tentang penghancuran kota-kota besar kuno seperti Ninewe, Babilonia, dan Mempis telah digenapi secara literal. Sebagian nubuatan Yehezkiel tentang penghukuman atas bangsa-bangsa dalam pasal 25 sampai 37 telah digenapi. Pertimbangkan nubuatan-nubuatan tentang penghukuman atas Mesir dalam Yesaya 19:1-14. Semua nubuatan-nubuatan ini telah digenapi secara literal.

Lihatlah nubuatan-nubuatan berhubungan dengan tanah Edom yang pernah kaya dan makmur yang diakhiri dengan sangat mengerikan seperti yang dinubuatkan dalam Yeremia 49 dan Yehezkiel 35.  Hari ini anda dapat melakukan perjalanan bermil-mil melalui tanah yang telah hancur-lebur yang sangat mengerikan tanpa akan menjumpai orang yang hidup di sana, bahkan tanpa melihat binatang ataupun burung di sana. Tak seorangpun dapat menemukan jejak orang Edom di seluruh muka bumi ini. Pertimbangkan juga kasus tentang tiga kota besar yang telah binasa sesuai dengan yang pernah dinubuatkan oleh Yesus sendiri dalam Matius 11. Reruntuhan  ketiga kota ini telah terkubur dalam tanah sampai para arkeolog tidak dapat menemukannya.

Perjanjian Baru berisi banyak nubuatan yang sekarang sedang dalam proses penggenapannya. Sebagi contoh adalah nubuatan berhubungan dengan penyesatan hari ini dari sejarah iman seperti yang telah dinubuatkan dalam bagian-bagian Kitab Suci seperti dalam 1 Timotius 4:1-2; 2 Timotius 3:1-5; 4:1-3. Lebih dari enam ribu ayat nubuatan dalam Alkitab, kira-kira tiga ribu nubuatan telah digenapi, kita bisa menyimpulkan bahwa tiga ribu ayat nubuatan yang lain akan digenapi di masa-masa yang akan datang.

 

 

Detail-Detail Nubuatan Berhubungan dengan Kristus

 

            Dari seluruh nubuatan di dalam Alkitab belum semuanya telah digenapi, misalnya nubuatan-nubuatan tentang kedatangan Mesias Israel.  Kristus adalah pusat dari Alkitab. Ia adalah inti dari pemberitaan nabi, tema dari lagu bagi pemazmur, karakter seorang pemimpin dari keempat Injil, sumber inspirasi dari Surat-Surat Perjanjian Baru, dan  figur Kitab Wahyu yang agung dan mahamulia. Pokok agung dari nubuatan-nubuatan berhubungan dengan kedatangan Tuhan kita yang pertama dan kedua. Kristus adalah pusat dari nubuatan Perjanjian Lama seperti Ia adalah pusat sejarah Perjanjian Baru. Dari Kejadian 3 sampai Maleakhi 4 Tuhan Yesus Kristus memenuhi frofil sejarah dan nubuatan.

            Gambaran atau potret yang agung tentang Yesus yang ditemukan dalam Perjanjian Lama adalah mujizat Allah yang mahatahu. Siapa yang dapat melukis seseorang yang belum dilahirkan? Tentu saja hanya Allah. Tak seorangpun tahu seribu tahun yang lalu bahwa Milton akan dilahirkan atau lima ratus tahun yang lalu bahwa Washington akan dilahirkan atau dua ratus tahun yang lalu bahwa Churchill akan dilahirkan. Namun di sini dalam Alkitab kita memiliki gambaran atau lukisan yang tak dapat diragukan dilukiskan bukan oleh satu orang, tetapi dua puluh atau dua puluh lima seniman, walaupun mereka belum pernah melihat orang itu namun mereka dapat melukisnya. Orang itu adalah Yesus, Kristus. Para pelukis adalah para penulis Alkitab. Canvasnya adalah Alkitab. Mulai sentuhan cat dalam kitab-kitab Musa, seluruh karir Kristus dijelaskan dalam seluruh halaman Perjanjian Lama. Lukisan itu menjadi jelas ketika waktu pengenapannya tiba. Para pengritik radikal dan destruktif menyangkal ini. Mereka mengambil posisi bahwa tidak ada satu predeksipun atau nubuatan berhubungan dengan Kristus dalam Perjanjian Lama. Namun pengingkaran-pengingkaran seperti itu merupakan refleksi atas orang-orang yang mengucapkannya.

            Nubuatan-nubuatan mesianik dan penggenapannya di dalam Kristus sungguh mengesankan dalam jumlah dan detail-detailnya. Marilah kita mempertimbangkan beberapa dari antaranya:

(1)         Kejadian 3:15 berkata bahwa Ia akan lahir dari benih perempuan.

(2)         Yesaya 7:14; 49:1; Mikha 5:3 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan lahir dari anak dara.

(3)         Kejadian 9:18, 27 berkata bahwa Ia akan menjadi keturunan Sem.

(4)         Kejadian 12:3; 18:18; 22:18 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan menjadi keturunan Abraham.

(5)         Kejadian 17:19; 21:12; 26:4 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan menjadi keturunan Ishak.

(6)         Kejadian 28:4-14; Bilangan 24:17; Yesaya 49:3 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan menjadi keturunan Israel, yaitu Yakub.

(7)         Kejadian 49:9-10; 1 Taw. 5:2; Mikha 5:2 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan lahir dari suku Yehuda.

(8)         2 Samuel 7:12-15; 23:1-5, dan banyak sekali ayat-ayat yang lain yang menekankan, menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan lahir dari keluarga Daud.

(9)         Mikha 5:2 menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan lahir di Betlehem, Kota Daud.

(10)     Banyak sekali ayat-ayat dalam Alkitab yang menjelaskan karakteristik dari kehidupan dan pekerjaan-Nya

(11)     Yesaya 62:11 dan Zakharia 9:9 menjelaskan pemuliaan-Nya ketika memasuki Yerusalem.

(12)     Mazmur 41:9 dan Zakharia 11:12-13 menjelaskan bahwa Ia akan dikhianati oleh sahabat dan murid-Nya dengan menjual Dia dengan tiga puluh keping perak.

(13)     Kejadian 3:15; Mazmur 22:1-21; Yesaya 50:6; 53:1-12; dan Zakharia 13:7 menjelaskan tentang penderitaan-Nya di kayu salib dan kematian-Nya untuk menebus dosa-dosa kita.

(14)     Mazmur 22:16 dan Zakharia 13:6-7 menjelaskan bahwa tangan dan kaki-Nya dipaku.

(15)     Mazmur 22:16 dan Yesaya  53:8-12 menjelaskan kematian-Nya di kayu salib.

(16)     Mazmur 22:18 menjelaskan orang-orang melempar undi untuk jubah-Nya

(17)     Mazmur 16:10 dan Yesaya 53:9 menjelaskan tentang tubuh-Nya yang dibalsem dan dikuburkan.

(18)     Mazmur 16:10; 17:15; dan Yunus 1:17 gambaran tentang kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga.

(19)     Mazmur 8:5-6 dan 110:1 menjelaskan kenaikan-Nya ke sorga.

 

 

Nubuatan-Nubuatan yang Ditemukan dalam Type-Type

 

            Dalam Perjanjian Lama ada dua macam nubuatan. Yang pertama berhubungan dengan nubuatan-nubuatan verbal. Yang kedua berhubungan dengan types dan symbols. Nubuatan-nubuatan ini bahkan lebih konklusif. Itu berupa bayangan-bayangan yang tak dapat diragukan lagi mengacu kepada kebenaran berhubungan dengan Yesus, karena kita dapat menemukan Kristus dalam kehidupan Abraham, Ishak, Yakub, Daud, dan Salomo.

            Setiap korban dan persembahan, setiap pesta hari raya dan peraturan-peraturan di Kemah Suci melukiskan Allah Israel yang Kudus. Ketika kita melihat pelataran, mezbah, ruang kudus, ruang mahakudus, altar emas, tujuh kandil, meja sajian, tirai yang memisahkan antara ruang kudus dan mahakudus, tabut perjanjian, tutup pendamaian, dan pada kenyataannya, ketika kita melihat setiap bagian dari Kemah Suci, kita melihat semua itu mengacu kepada kebenaran agung tentang Kristus. Types ini menggambarkan pribadi-Nya, natur-Nya, karakter-Nya, kematian penebusan-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya ke sorga, dan kedatangan-Nya kembali.

            Tuhan Allah yang memberikan kepada kita Perjanjian Lama telah menulis di dalamnya bahasa dari sorga agar kita boleh memahami penebusan bagi dosa-dosa kita dalam Yesus Kristus. Kita dapat memahami apa maksudnya ketika Kristus diperkenalkan sebagai “Anak Domba Allah.” Dari types Perjanjian Lama kita tahu apa yang dimaksud dengan “altar,” dengan kata “pengorbanan,” kata “penebusan,” kata “penggantian,” kata “penebusan dosa.”  Semua hal ini berkaitan dengan pelayanan Kristus yang secara jelas digambarkan di depan mata kita melalui konstruksi kemah suci dan melalui persembahan korban dan penyembahan para imam. Allah telah menetapkan tujuan dalam penulisan nubuatan dalam types dan symbols yang luar biasa mulianya ini. Semua itu digenapi di dalam Kristus. Semua itu dengan jelas dilukiskan di depan mata kita sehingga kita dapat memahami maksud kematian Kristus dan anugerah penebusan-Nya untuk membawa pengampunan dosa dan memberikan kehidupan kekal bagi kita.

            Tak seorangpun dengan jujur dan pikiran terbuka dapat memahami nubuatan-nubuatan dalam Perjanjian Lama dan memperhatikan types dan symbols dari ibadah orang Ibrani tanpa melihat bahwa semua itu diinspirasikan Tuhan dari sorga dan dicatat menurut pimpinan Roh Kudus.

* Diterjemahkan dari Dr. W.A. Criswell, Why I Preach That the Bible Is Literally True, Nashville: Tennessee, 1965, hal. 30-36.