Alkitab menyatakan Tujuan Tuhan

(THE BIBLE REVEALS THE PURPOSE OF GOD)

 

Dr. W.A. Criswell

Galatia 4:4

17 Desember 1989

 

Kebaktian di gereja First Baptist di Dallas ini dipersiapkan untuk memenuhi permintaan para petugas di gereja ini. Kalian telah melihat beberapa waktu yang lalu tentang pengakuan dari orang-orang yang telah membaca seluruh Alkitab sepanjang tahun 1989, dan mereka meminta saya untuk memberi khotbah tentang Firman Tuhan untuk mendorong masyarakat kita membaca seluruh Alkitab di masa tahun 1990-an ini.  Adalah suatu kehormatan bagi saya untuk melaksanakannya.

Ayat yang mendasari khotbah ini adalah Galatia 4:4, “ Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.  Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.”

“Setelah genap waktunya.” Saya mengenal firman ini setelah membaca di dalam Roma 11:25, “Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.” Dan ayat lanjutannya, “Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan.”

„Setelah genap waktu dari bangsa-bangsa lain.“ Tuhan mempunyai sebuah buku, yaitu Buku tentang kehidupan.  Dan di dalam buku tersebut tertulis semua nama dari orang-orang yang akan diselamatkan.  Dan sewaktu orang terakhir dari bangsa lain datang di depan altar (di depan Tuhan) dan memberikan hatinya dan percaya kepada Tuhan Yesus, maka genaplah jumlahnya. Sewaktu orang yang dari bangsa lain itu datang di depan altar, dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, maka perwujudan dari sejarah orang-orang di luar bangsa Israel akan terpenuhi dan Tuhan akan datang kembali bagi orang-orang yang Dia pilih. Dan hal ini akan menuntun mereka kepada sebuah pengalaman perubahan yang besar. Penggenapan akan tujuan Tuhan akan terwujud dalam sejarah manusia.

Sebagian besar dari kehidupan yang jauh dari Tuhan adalah tidak berarti dan tidak bertujuan. Sama seperti kehidupan sebuah serangga.  Berapa banyak serangga yang mati sepanjang tahun lalu?  Dan apalah artinya jika kehidupan manusia tidak lebih dari seekor binatang? Apakah ada tujuan atau makna di dalamnya?  Jika melihatnya lagi, hal ini seperti sebuah rahasia yang dibungkus rapi di dalam sebuah teka-teki yang sukar. Terlihat sangat jelas sekali bahwa tidak ada tujuannya sama sekali. Kamu hidup, lalu mati dan akan terlupakan selamanya.

Shakespeare menyatakan bahwa kehidupan adalah seperti seseorang yang berjalan menuju sebuah panggung. Dan semarak dari persiapannya tidak mempunyai makna dan tujuan sama sekali. Dan sepertinya semua kehidupan adalah seperti itu.

 

Apakah Anda masih ingat text dari kitab Pengkhotbah?  Dalam Pengkhotbah 1:2, Hebel hebalim.  Hebel, diterjemahkan dalam Versi King James, „vanity“ atau „kesia-siaan“. Hebel hebalim, artinya „kesia-siaan belaka“.  Semua Hebel ini adalah kesia-siaan belaka.  Kalian dapat menterjemahkan kata Hebel itu, „kekosongan, kekosongan belaka“.  Semuanya kosong.  Kalian dapat menterjemahkannya „tanpa tujuan belaka.“ Semuanya adalah tanpa tujuan belaka.  Hal itu tidak bermakna sama sekali.  Hal itu diluar jangkauan. Hal itu sama sekali tidak bertujuan.

Sampai saya mengambil Firman Tuhan, dan sewaktu saya membuka halaman di buku ini, tangan Tuhan segera memperlihatkan dan dirasakan di dalam kehidupan manusia di dalam segala bidang.

Contohnya, Alkitab mempersembahkan sebuah perwujudan yang besar di dalam sejarah manusia yang tak terelakkan dan tak bisa terlepas darinya.  Kalian mendapat  nubutannya yang hebat ini di dalam Yesaya pasal 9 dan 11 dan juga dalam pasal 40-66.  Anda mendapat perwujudannya yang besar di dalam sejarah takdir manusia ini di dalam kitab Mikha pasal 4, Maleaki pasal 2 dan 4, dan di dalam visi Daniel yang luar biasa, yang dicatat di dalam kitab Daniel pasal 2.

Dia melihat sebuah patung yang besar.  Kepalanya terbuat dari emas. Dadanya terbuat dari perak, pahanya terbuat dari tembaga dan kakinya terbuat dari besi.  Daniel mengatakan bahwa hal ini adalah merupakan sejarah manusia. Kepala yang terbuat dari emas itu adalah kerajaan Babel.  Dada dengan kedua tangannya adalah kerajaan Persia.  Kedua paha yang terbuat dari tembaga adalah kerajaan Yunani.  Dan kedua kaki yang terbuat dari besi adalah kerajaan Roma di Timur dan Barat.  Sedangkan kerajaan-kerajaan kecil dilambangkan oleh jari-jari patung tersebut.

Lalu perwujudannya yang hebat adalah: „Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu.  Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.“

Seluruh sejarah manusia akan menuju kepada perwujudan akhir di bawah perlindungan Allah yang maha kuasa. Dan perwujudan yang dasyat itu tidak hanya tertulis di Kitab Perjanjian Lama, tetapi juga di sepanjang Kitab Perjanjian Baru, yaitu sebuah dispensasi.

Di dalam tulisan-tulisan pewahyuan tentang Yesus seperti di Matius 24-25 dengan segala keterbukaan dan sejarah pergolakan, semua hal itu akan menuju perwujudan akhir: Tujuan Allah menjadi kenyataan. Anda dapat membandingkannya dengan perwujudan dari  kehidupan dan kebangkitan dari kematian dalam 1 Korintus 15. Dan juga di dalam 1 & 2 Tesalonika tentang kedatangan Tuhan kita yang kedua kalinya.  Dan akhirnya, pewahyuan itu sendiri yang menjelaskan tentang kerajaan Kristus sewaktu Dia datang untuk menguasai surga dan bumi.

Menurut Firman Tuhan, ada makna dan tujuan di dalam semua kehidupan dan di dalam semua sejarah manusia. Dan saya telah melihat bahwa sewaktu Alkitab dibuka di sepanjang generasi ke generasi dan di sepanjang zaman, maka makna Tuhan yang hebat sewaktu Dia menuntun sejarah kehidupan manusia kepada suatu tujuan dan perwujudan akhir akan terwujud.

Contohnya, pilihan dan tujuan Allah yang maha kuasa, bekerja di dalam persiapan sebuah keluarga di antara keturunan Adam.

Di dalam Alkitab diceritakan bahwa Adam hidup selama 930 tahun dan menurunkan putra dan putri. Dan sewaktu orang-orang yang tolol dan dungu bertanya, „Dari mana Kain mendapatkan istrinya?“ Saudara-saudaraku, ada seseorang yang duduk dan bekerja agar Kain dapat memilih istrinya di antara 37.000 wanita. Jumlah itu malah lebih dari cukup untuk Anda semua, bukan?

Dari ribuan keturunan Adam, Tuhan memilih Set. Dari ribuan keturunan Set, Tuhan memilih Nuh.  Dan dari anak-anak Nuh, Tuhan memilih Sem. Dari ribuan suku-suku, Tuhan memilih Abraham.  Dan dari keturunan Abraham, Tuhan memilih Ishak, bukan Ismail. Dan dari keturunan Ishak, Tuhan memilih Israel, bukan Esau. Dan dari keturunan pilihan Tuhan, yaitu Israel, Tuhan memilih anaknya yang ke-4, Yudea.  Dan dari keturunan Yudea, Tuhan memilih raja David. Dan dari keturunan David, Dia memilih Natan dan Salomo. Dan dari antara tawanan, Dia memilih orang-orang yang bertahan di dalam pembuangan.  Sewaktu orang buangan ini kembali ke tanah suci, Tuhan memilih seorang perawan Jahudi bernama Maria dan suaminya, Yusuf, keturunan David.  Dan akhirnya seorang Anak telah lahir.

Tujuan Tuhan, makna dari kehidupan terbentang di dalam sejarah manusia.  Tuhan bekerja di dalamnya.  Bukan hanya dalam memilih keluarganya, melainkan juga dalam persiapannya di dalam dunia ini untuk menyambut kedatangan Mesias, Juruselamat manusia. Sewaktu Ia disalibkan, di atas kayu salib tertulis di dalam bahasa Yunani, Latin dan Ibrani :“Yesus, raja orang Jahudi.“

Tertulis dalam bahasa Yunani, Tuhan telah mempersiapkan seluruh dunia untuk kedatangan anakNya. Alexander Agung yang mendirikan kerajaan Yunani tidak mempunyai konsep sama sekali bahwa dia telah memperkenalkan atau mempersiapkan kepada dunia tentang kedatangan sang Juruselamat.  Tetapi dia telah membuat Yunani  menjadi universal.

Sewaktu Paulus menulis surat kepada gereja-gereja di Asia kecil, seperti Kolose, dia menulis di dalam bahasa Yunani.  Sewaktu Paulus menulis sebuah surat kepada penguasa Romawi di Roma, dia menulis dalam bahasa Yunani.  Seluruh dunia waktu itu berbahasa dalam satu bahasa, yaitu bahasa Yunani.

Tertulis dalam bahasa Latin.  Para serdadu Romawi memperluas kerajaan Romawi dengan membuat banyak jalan-jalan. Anda dapat berjalan kemana saja.  Anda dapat pergi kamana saja dari satu tempat ke dunia bagian lainnya.  Ini adalah persiapan Tuhan di dalam sejarah manusia untuk misiNya dalam menyebarkan Injil tentang anakNya ke seluruh dunia.

Tertulis dalam bahasa Ibrani. Karena menyebar kemana-mana, maka bangsa Israel ada dimana-mana. Dan kemanapun mereka pergi, pasti disana ada sebuah sinagoge. Dan dimana ada sinagoge, pasti disana akan dibacakan Firman Allah. Ini adalah persiapan yang dilakukan Tuhan untuk seluruh dunia. Inilah makna dan tujuan di dalam sejarah kehidupan manusia.

Lalu, tragedi yang terbesar dalam sejarah kehidupan manusia yang pernah terjadi adalah kedatangan sang Juruselamat ke dalam dunia dan yang berakhir dengan sebuah tragedi penyaliban di kayu salib.  Dia dipaku di sebuah salib. Dan Dia mati  dalam keadaan tercela atau memalukan. Bisa kita bayangkan, betapa bersukarianya si setan sewaktu melihat bangsa Israel membunuh sang Juruselamatnya sendiri. Bangsa pilihan Tuhan tersebut sedang dalam keadaan tidak percaya. Kematian akan bangkit selamanya. Tidak ada ada kerajaan selamanya. Dan setan akan merasa menang dan bersukaria pada saat kematian Yesus di kayu salib.

Tetapi ada sebuah Tujuan di dalam sejarah manusia.  Ada sebuah Makna di bawah kekuasaan tangan Allah yang maha kuasa.  Di luar daripada tragedi tersebut, di luar dari dukacita tersebut,  Tuhan telah memperkenalkan sebuah mistery yang Dia simpan di alam hatiNya sampai Dia menyatakannya kepada murid-muridNya. Di luar dari peristiwa di kayu salib, sebuah era tentang kasih dan kemurahan dari Allah, dimana kita hidup di dalamnya, telah disebar luaskan melalui Injil tentang Juruselamat dunia.

„Dan sewaktu mereka datang bersama-sama, mereka meminta Dia berkata, „Tuhan, apakah Tuhan akan memulihkan kerajaan di Israel?“ Dan lalu Dia berkata,“ Adalah belum waktunya kamu mengetahui Tuhan akan menyatakan kekuasaanNya.“

Akan ada sebuah perwujudan. Akan ada sebuah kemenangan akhir yang gemilang sewaktu Tuhan kita datang untuk membangun kerajaanNya di surga dan di bumi.  Namun sebelum hal itu terjadi, Dia menyimpan segala rahasia itu di dalam hatiNya sampai Dia menyatakan kemuliaanNya.

Hal ini pasti terjadi.  Semua sejarah manusia menuju kepada perwujudan kedatangan Yesus yang kedua kalinya yaitu pada saat Dia membangun kerajaan Allah di bumi. Namun kita tidak mengetahui kapan hal ini akan terjadi.  Hal yang harus kita lakukan adalah „kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem an di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.“

            Dan tujuan Allah adalah Dia telah memberikan kepada kita sebuah dispensasi berupa anugerah yang besar dimana Injil diberitakan kepada orang-orang yang percaya untuk diselamatkan melalui Dia. Sungguh luar biasa berkat yang tak terbandingkan ini dianugerahkan kepada dunia yang gelap dan melelahkan ini.

            Contohnya, bangsa kita yaitu bangsa Amerika. Menurut sejarah keluarga saya, nenek moyang saya adalah seorang yang mempunyai budak-budak.  Dia membeli barang yang bergerak, yaitu manusia. Pada zaman dahulu, di Amerika ini, terdapat ribuan manusia yang diperjual belikan.  Mereka adalah para budak. Lalu, pada zaman itu, diberitakanlah berita kesukaan yaitu Injil tentang anak Allah dan tentang kasih Yesus.

            Saudara-saudaraku, bagi kita, adalah suatu hal yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dilukiskan bahwa kita akan pergi ke suatu acara lelang di jalan utama untuk membeli manusia. Hal inilah yang diceritakan melalui Injil tentang anak Allah, yaitu hal yang telah dilakukanNya kepada bangsa Amerika, negeri tercinta ini.

            Marilah kita mengingat akan generasi sebelumnya, dimana perbedaan politik telah terbentuk dengan perkelahian antara dua pihak. Sebagai contoh, Alexander Hamilton telah dibunuh di dalam sebuah duel oleh Aaron Burr di tahun 1804.  Tidak hanya itu, melainkan juga di tempat yang sama sewaktu Alexander Hamilton dibunuh oleh Aaron Burr, putranya yang tertua juga dibunuh pada usia 20 tahun di sebuah duel pada tahun 1801.  Itulah Amerika.

            Lalu Injil diberitakan. Jika Anda mendengar tentang sebuah duel tentang perbedaan politik di negeri ini,  Anda tidak dapat membayangkan tragedy apa yang terjadi.  Untuk itulah Injil diberitakan yaitu tentang kasih karunia Allah, tentang kematian Yesus, Tuhan kita.

            Saya belum bercerita tentang orang-orang yang berhutang. Di Amerika, orang-orang yang berhutang akan dimasukkan ke dalam penjara. Jika mereka tidak dapat membayarkan hutang mereka, maka mereka akan mati di sana. Atau mereka akan melakukannya lagi dan demikian seterusnya terulang kembali. Hal ini adalah kebiasaan yang menyimpang. Mereka diperlakukan seperti binatang.  Namun, oleh pemberitaan Injil, maka negeri Amerika yang tercinta ini dibawa kepada suatu pembebasan yang agung di dalam jiwa, hati dan perubahan dalam hidup kita.  Tujuan Allah ini bekerja dengan baik di dalam sejarah manusia. Malah di kayu salib juga.

            Saya tidak pernah berpikir bahwa ada hal lain yang lebih maju dan lebih berkarakter daripada kerajaan Allah yang penuh anugerah sewaktu saya teringat akan William Borden. Setiap minggu datang wakil dari perusahaan Borden Milk ke rumah para pendeta.  Saya tidak bisa hidup tanpa susu. Saya bisa tidak makan makanan lain, tetapi saya tidak bisa hidup tanpa susu.

            Ada seorang keturunan dari perusahaan Borden Milk. Ibunya sangat mengaguminya.  Dia adalah kesayangan ibunya. Dia adalah seorang yang sangat kaya raya. Namanya adalah William Borden.  Orang seperti apakah William Borden ini? Dia selalu rajin membacakan Alkitab kepada orang-orang miskin di sekolah. Itulah William Borden, sang multi milyuner.

            Suatu waktu, ada seorang Inggris datang ke Amerika.  Seseorang bertanya kepada dia, „Hal apakah yang paling mengagumkanmu di Amerika?“ Lalu jawabnya, bahwa hal yang paling mengagumkannya adalah melihat William Borden berlutut  dan dengan tangannya sendiri merangkul seorang gelandangan untuk mengajarkan tentang bagaimana selamat di dalam Yesus Kristus, kunci menuju Allah.

            Tujuan Allah di dalam sejarah manusia dan kehidupan manusia adalah hal yang paling mengagumkan yang pernah bisa dibayangkan. Kasih karunia Allah telah turun atas kita.

            Saya telah memikirkannya bagi kehidupan saya, sama seperti Anda juga telah memikirkannya bagi kehidupan Anda.  Jika saya menghitung kembali dari pengalaman saya, sangat sulit dipercaya bahwa saya telah membaca Alkitab sejak saya berumur 5 tahun. Saya masih ingat sewaktu saya berumur 8 tahun, saya tinggal di dimana George Abbot bertempat tinggal. Dia marah kepada saya dan menyebut saya „Hey..kamu, pembaca Alkitab kecil.“

             Waktu itu saya marah kepadanya. Dia menyebutku „Pembaca Alkitab kecil.“ Jika sekarang Anda menyebut saya demikian, maka saya merasa hal itu adalah sebuah pujian. Ya, pujian bagi saya.

            Lalu, sewaktu saya berusia 17 tahun, saya memulai pekerjaan pastoral saya.  Saya pergi dari rumah ke rumah, berlutut dengan para keluarga dan membaca Alkitab dan berdoa untuk mereka.

            Saya hanya pernah mendapat satu kali penolakan dari sebuah gereja yang besar.  Sewaktu saya masih menjadi seorang pengkhotbah di desa-desa, saya pergi ke semua rumah dan membaca Alkitab dengan mereka. Dan saya berlutut untuk berdoa dengan mereka.  Saya sangat merindukannya hal ini.   Jika memungkinkan, saya akan datang ke rumah Anda, dari rumah ke rumah, membaca Alkitab dan berlutut untuk berdoa di hadapan Tuhan.  Tidak ada kekuatan lain dan tidak ada sesuatu yang baik untuk kita selain Firman Tuhan.

            Dan kita menemukan makna dan tujuan Allah yang luar biasa bagi kehidupan kita dari pewahyuan dari kata-kata yang keramat ini:

 

 

            Teman yang sesungguhnya yang pernah dikenal manusia.

            KetetapanMu ku terapkan

            Jika saya salah, saya menemukan hal yang benar

            Penasihat dan penuntunku

            Tidak ada harta yang berarti untuk diberi

            Yang dapat dibeli

            Untuk mengajariku tentang jalan kehidupan

            Itu mengajarkanku bagaimana untuk mati

            („My Mother’s Bible“ oleh Henry Russell)

 

Alkitab menyatakan kepada kita tentang makna dan tujuan di dalam kehidupan kita.  Dan kita menjadi kaya oleh karena kasihNya dan anugerahNya dan kehadiranNya yang melingkupi perjalanan kita di hari-hari mendatang.