Daftar Isi

BENTUK AJARAN KEBENARAN

(The Form of Sound Words)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

“Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita.” (2 Timothy 1:13-14)

 

            Di suatu kesempatan saya pernah berdiskusi dengan seorang pemimpin gereja tertentu dan ia berkata kepada saya bahwa saya tidak dapat membangun iman saya sama seperti dia juga tidak dapat melakukannya. Saya berkata, “Tidak, tidak semua orang sama. Karena iman saya dibangun bukan di atas takhyul atau dogma atau ajaran manusia, atau pengakuan iman sekolah. Iman saya dibangun di atas sesuatu yang dapat saya pegang di tangan saya. Saya dapat membacanya. Saya dapat mengaplikasikannya pada diri saya sendiri. Saya dapat mengujinya, yaitu Alkitab yang adalah Firman Allah.”   

Ketika Yohanes melihat apokalupsis, penyingkapan, ia melihat Pribadi yang agung yang ada di sepanjang sejarah dan kekekalan, dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah." Kata  logos, digunakan di sini, dan juga digunakan di seluruh Alkitab, mengacu pada Firman yang berinkarnasi, maupun Firman yang diucapkan, yaitu Firman tertulis. Manusia dan perkataan-perkataannya mungkin adalah dua hal yang berbeda, tetapi tidak demikian halnya dengan Allah dan Firman-Nya. Firman Allah seperti Diri-Nya Sendiri,  tetap sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya. Itu lah Firman Tuhan. Kita diselamatkan oleh Firman itu. Kita diselamatkan dari apa yang keluar dari Buku ini. Buku yang dapat saya pegang dengan tangan saya, yang dapat saya baca untuk diri saya sendiri.

Ada pengetahuan yang bersifat akademis dan teoritikal. Manusia dapat membaca secara akademis. Ia bisa dan tidak mengetahui dengan intelektualnya. Tetapi tidak ada orang yang dapat memahami dalam hatinya, atau dapat mengasihi dan menerima Firman Allah ini, atau wahyu kebenaran Allah ini, kecuali mereka telah diselamatkan. Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” 1 Petrus 1:23-25, Kita “telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya." Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.” Yakobus 1:18, “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran.” Kita diselamatkan oleh pengetahuan yang menyelamatkan dari firman Allah.

Kita telah disucikan oleh Firman Allah. Yohanes  15:3, “Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.” Yohanes 17:17, “Kuduskanlah mereka dalam …firman-Mu.” “Kebenaran-Mu adalah Firman” dan “Firman-Mu adalah kebenaran.” “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu, dalam Firman-Mu.” Efesus 5:26. Sekarang, engkau telah dikuduskan, engkau telah disucikan dengan “dimandikan dengan air yaitu Firman.” Kita telah disucikan oleh Firman Allah.

Kita terhilang oleh karena menolak untuk menerima Firman Allah. 2 Tesalonika 2:10-12, “Karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka. Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan, karena mereka tidak menerima dan percaya kepada kebenaran itu.”

Ketika kita membuka Buku Allah ini haruslah dengan kesucian dan dengan hati yang penuh hormat ketika membaca Firman Allah. Kita manusia yang terhilang, ciptaan yang terkutuk, kita yang dalam keadaan belum diperbaharui yang sangat menyedihkan, manusia celaka dan tidak memiliki apa-apa kecuali yang dinyatakan kepada kita oleh Firman Allah.

"Peganglah ajaran yang sehat ini.” Kita tidak hanya memiliki Firman Allah, tetapi mereka juga dijelaskan sebagai perkataan-perkataan kebenaran. Hugeaio adalah kata Yunani yang berarti menjadi baik, atau sehat.

Dan ini adalah partisif, bentuk adjektif dari kata kerja. Dan berarti healthful, sehat. Jadi ketika Paulus berkata, “Peganglah ajaran yang sehat,” ia memaksudkan itu adalah perkataan-perkataan Allah yang memberikan kesehatan, memberikan hidup. Kita menggunakan kata “sound” [dalam bahasa Inggris atau “sehat” atau “kebenaran” dalam bahasa Indonesia] untuk menghubungkan dengan orthodoksi seseorang. Misalnya ia adalah seorang pemberita kebenaran. Pengajar kebenaran. Benar ini memiliki konotasi demikian, berita kebenaran, khotbah kebenaran, pemberita kebenaran. 

Rasul Paulus memiliki pendirian dan komitmen doktrinal yang sangat dalam. Tubuh tanpa tulang bagi Paulus tidak akan ada gunanya. Dan tentu tidak indah.

Tulang-tulang dari tubuh Kristus adalah doktrin-doktrin yang menjadi tempat bergantungnya segala sesuatu dari iman Kekristenan. Kami tidak menginginkan tulang saja. Tetapi tanpa tulang-tulang itu, tubuh tidak akan dapat berdiri. Ini tidak akan sempurna, tidak memiliki kekuatan. Kita harus memiliki doktrin untuk dapat berdiri. 

Selanjutnya Paulus berkata bahwa doktrin-doktrin ini disusun dari firman yang memberikan hidup ini, yaitu Firman Allah. Firman itu adalah kebenaran. Firman itu memberikan hidup karena firman itu adalah firman Allah. Firman itu adalah perkataan-perkataan-Nya, yang adalah Penulis dari segala kehidupan dan kesehatan serta kebaikan.

Lagi dikatakan dalam Kitab Suci, “Dan Firman itu datang kepada” penulis, nabi dan rasul. Ini tidak dikatakan, “Dan Roh Allah datang.” Dan di sini tidak dikatakan “sugesti itu datang.” Tidak dikatakan ide atau pikiran datang. Alkitab berkata, “Firman Allah datang.” Firman itu datang. Paulus menjelaskan itu dalam 1 Korintus2:13: “Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.”

Dalam Yeremia 23, “Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu.” Ini adalah Firman Allah. Firman Allah bukan hanya kebenaran karena itu adalah Firman Allah, tetapi itu adalah kebenaran karena ia telah teruji di dalam api, api dari pengalaman manusia dalam sepanjang sejarah manusia. 

Dalam Mazmur 12:6: “Firman TUHAN adalah Firman yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah” – KJV. Di sini Firman Tuhan adalah tahowr, dan diterjemahkan murni, dan berkali-kali kata ini digunakan dalam Perjanjian Lama. Lebih dari tiga puluh kali. 

Ini digunakan berhubungan dengan emas yang digunakan di Kemah Suci. Tujuh kandil dibuat dari emas tahowr.  Tutup pendamaian, kerub, mezbah, [dibuat dari emas yang murni] dengan kata yang sama. 

Kata yang lain yang juga diterjemahkan murni. Dalam Mazmur 119:140, “Firman-Mu sangat murni” [KJV] – di sini diterjemahkan “sangat murni”. Dalam pasal 30 kata yang sama digunakan lagi yaitu kata tsaraph, yang diterjemahkan sangat murni. Tsaraph berarti memasukkan ke dalam peleburan, memanaskan, memurnikan, membakar, menguji. 

Firman Allah adalah seperti itu. Ia dimurnikan. Ia diuji. Ia dimasukkan ke dalam peleburan. Ia adalah Firman Allah yang teruji. Ini yang ada di tangan saya ini. “Peganglah ajaran yang sehat,”  yaitu Firman kebenaran.

 

 

BENTUK AJARAN SEHAT

 

Frase ini adalah pusat dari perikop ini, “Peganglah ajaran yang sehat.” Kemudian, di sini dikatakan bahwa Firman Allah mempunyai bentuk. Marilah kita memperhatikan kata ini “hupotupaio” yang digunakan di sini yang berarti sketsa (delineate), garis besar (outline). Dan bentuk substantif dari kata kerja ini adalah hupotuposis yang berarti summary, outline, pattern, model, type

Jadi, kata yang diterjemahkan bentuk di sini atau arti memegang bentuk ini adalah memegang kebenaran Allah, firman yang memberikan hidup. Ia menghubungkan ini dengan fakta bahwa Firman Allah merupakan suatu ikhtisar, garis besar. Mereka memiliki bentuk. Ada suatu risalat doktrinal dan sistematika. Saya tidak menggunakan kata kredo karena kami tidak suka dengan kata kredo. Tetapi beberapa orang, menyebut apa yang sedang saya katakan ini sebagai kredo.  Firman Allah memiliki bentuk garis besar, seperti sketsa. Ini dipresentasikan secara sistematis, “Peganglah bentuk ajaran yang sehat ini.”

Dari segala masa, banyak orang telah berdiri dengan Alkitab di tangannya dan mengumumkan berita dari Allah. Musa telah melakukannya. Yeremia juga telah melakukannya. Ezra melakukannya di depan mimbar tingginya. Yesus telah melakukannya. Suatu kali Ia memegang Firman Allah di tangan-Nya, dan Ia mengkhotbahkan apa yag tertulis dalam Buku ini

Paulus melakukannya. Agama kita adalah agama dari Alkitab, dan iman kita adalah iman dari Alkitab. Dan ketika seseorang mengkhotbahkan Alkitab, ia menyampaikan seluruh nasehat dari Allah, ada yang muncul keluar dari khotbahnya. Itu lah apa yang ia sebut di sini atau yang dalam King James Version diterjemahkan “a form.” 

Ada muncul pattern. Ada muncul model. Ada muncul ringkasan. Ada muncul presentasi doktrinal yang agung, tesis teologikal yang agung. Sekarang, seseorang boleh berdiri dan berkata, “Sekarang perhatikan ini. Dengarlah ini. Anda dapat membuktikan segala sesuatu dari Alkitab.” Terlebih dahulu,  saya mengkategorikan ini sebagai pengingkaran terhadap Alkitab. Anda tidak dapat melakukan itu. Anda dapat memelintirnya seperti hidung patung yang terbuat dari lilin, jika Anda mengambil gambaran atau kalimat atau perkataan yang tidak saling berkaitan. 

Sebagi contoh, kira-kira dua minggu yang lalu saya membaca sebuah khotbah yang luar biasa yang mengingkari keillahian dan Tuhan kita Yesus Kristus dan mengingkari bahwa Ia adalah Anak Allah dan Ia adalah Allah, dan khotbah ini didasarkan pada perikop dalam Surat Timotius, “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Dan khotbah yang luar biasa ini menjelaskan satu hal, “manusia Kristus Yesus.”

Anda dapat membuktikan bahwa semua orang telah diselamatkan dengan menunjukkan frase ini: “Ia adalah Juruselamat semua manusia.” “supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia” (Ibrani 2:9), oleh sebab itu, ini berarti bahwa semua orang diselamatkan. Atau dapatkah Anda berkata bahwa manusia diselamatkan oleh karena perbuatan baiknya dengan berkata, “Bukankah Abraham dibenarkan oleh karena perbuatannya?” Atau Anda dapat mengingkari doktrin Trinitas, “Dengarlah… Tuhan Allahmu adalah Tuhan yang esa.”

Anda dapat mengambil satu frase, satu perikop dari Alkitab, dan Anda dapat membuktikan segala sesuatu.

Atau hal lainnya. Seseorang berdiri dan berkata, “Sekarang dengarkanlah, wahai Pengkhotbah, ketika Anda berbicara, ketika Anda menyampaikan seluruh kebenaran, akan muncul bentuk yang pasti, pattern yang pasti, doktrin yang pasti, kebenaran teologi yang pasti.” Baiklah. Wahai Pengkhotbah, Anda mungkin bertanya kepada saya demikian: Bagaimana bisa terjadi ketika orang membaca Firman Allah, ada orang yang berdiri dan berkata, ‘Menurut saya demikian dan itu juga menurut denominasi saya,” sedangkan yang lain membaca dan juga berkata, ‘Menurut saya demikian’, dan yang lain lagi membaca dan berkata, ‘Ini adalah pendirian saya, menurut saya begini.’ Bagaimana Anda dapat menjelaskan itu?”  

Saya memiliki jawaban yang sangat sederhana: Tak seorangpun membaca Firman Allah dan berdiri serta berkata, “Saya adalah seorang theosophis atau saya adalah Christian Scientist.” Di mana kita dapat  menemukan itu dari Firman Allah? Ada begitu banyak penyimpangan yang terjadi dalam sejarah. Tidak ada seorangpun yang benar-benar membaca Firman Allah dan kemudian datang dan berkata, “Saya begini dan begitu.’ Karena, ketika Anda benar-benar membaca Firman Allah, maka akan muncul pattern, bentuk, dan kerangka doktrin yang pasti. 

Bolehkah saya memberikan sebuah ilustrasi kepada Anda? Salah satu presiden seminary yang begitu luar biasa suatu kali pernah berkata, “Anda memelihara/mentaati Firman Allah, dan Anda percaya di dalam Firman Allah. Kalau demikian mengapa Anda membaptis percik bayi-bayi? Dan inilah jawabannya, dan ini adalah jawaban yang sudah klasik, “Saya memiliki tiga puluh dua kamus atau lexicon di perpustakaan saya, tiga puluh dua lexicon bahasa Yunani. Dari tiga puluh dua lexicon itu semuanya menjelaskan bahwa arti kata Yunani baptizo adalah menyelam. Tetapi semua penulis atau lexographer  dari tiga puluh dua lexicon itu adalah kaum pedobaptis. Mereka semua membaptis percik bayi-bayi.” Itulah jawabannya. Oleh sebab itu ia membaptis percik bayi-bayi. 

Itu sangat tipikal, ya sangat-sangat tipikal. Saya tahu bahwa Firman Allah berkata begini dan begitu, tetapi leluhur saya, para pendahulu saya, guru saya, nenek moyang saya, gembala saya, karena gereja saya, denominasi saya. Sejarah telah mengkondisikan mereka. Mereka memunculkan pemikiran-pemikiran. Mereka memunculkan pengajaran-pengajaran manusia. Tetapi ketika Anda meninggalkan kondisi ini dan keluar dari opini-opini dan spekulasi-spekulasi dan persuasi-persuasi itu, dan kemudian mempelajari Firman Allah, maka dari sana akan muncul bentuk.  Hupotoposis,  a pattern, an outline, a summary, a creed, jika Anda mengijinkannya

(1) Ada hal-hal yang pasti yang Firman Allah ajarkan, dan ketika Anda menyampaikan seluruh Firman Allah, outline ini menjadi sangat berbeda. Dan pattern ini menjadi sangat jelas dan sangat mudah difahami. Untuk menyatakan seluruh nasehat Allah dan mempresentasikan seluruh Firman Allah, di sana akan muncul suatu bentuk. Marilah kita membuat perbandingan. Marilah berbicara tentang gambar sebuah bintang yang sempurna dengan lima sudutnya. Perhatikan gambar bintang itu, sepanjang setiap sudutnya sama, dan sepanjang setiap garisnya sama panjang, Anda dapat merancang gambar bintang ini sedemikian rupa, tetapi hasilnya akan selalu tetap sama.

Pada bagian dalamnya, Anda dapat menemukan sepuluh ribu hal yang berbeda. Tetapi sepanjang sudut-sudutnya sama, dan garis-garisnya sama panjang, bintang itu akan memiliki bentuk yang tetap sama, yaitu gambar bintang yang indah dengan lima sudutnya. Tetapi jika Anda mengubah salah satu sudutnya, atau jika Anda mengubah panjang garis-garisnya, gambar bintang itu akan berubah. Begitu juga dengan kebenaran Allah. Jika Anda mau mempresentasikan seluruh kebenaran Allah, seberapapun banyaknya Anda mungkin telah pelajari, seberapa banyak yang telah Anda temukan, gambar bintang itu akan tetap sama. Tetapi ketika Anda mengubah doktrin, ketika Anda memperpanjang atau memperpendek salah satu garis, Anda mengubah seluruh penampakan gambar bintang itu.

Pada generasi kita ini, terlihat sepertinya bintang dari wahyu Allah yang sempurna hampir hilang. Tetapi jangan kawatir, secara keseluruhan, pada zaman yang lain, pada generasi lain, mungkin saja orang-orang penyembah berhala akan diinjili. Tetapi di manapun itu terjadi, dan kebenaran Allah dikhotbahkan kembali, akan selalu ada muncul pattern yang sama, model yang sama, system teologi yang sama, bintang yang sama.

Mereka pernah menguburnya setelah abad ketiga. Mereka pernah menguburnya di Abad Pertengahan. Mereka pernah menguburnya hari ini, di bawah liberalisme dan modernisme serta sosialisme. Tetapi, di manapun Injil diberitakan dalam berbagai bahasa, berbagai zaman, bintang yang sama akan nampak. Proporsi yang sama akan terlihat. 

 

(2) Hal lain berhubungan dengan kata ‘bentuk’ ini, “Peganglah bentuk ajaran yang sehat” – summary itu, outline itu. Ini adalah keselarasan dari seluruh wahyu dan kebenaran Firman Allah. Ia tidak dapat saling kontradiksi, karena kebenaran-kebenaran Allah tidak pernah berubah. Kebenaran itu kekal. Itu adalah kebenaran yang ditulis oleh Tuhan Allah yang ada di Sorga dan itu adalah sama seperti ketetapan dari tahta Allah sendiri. 

Oh, Anda dapat mengilustrasikan itu dengan mudah, dalam lingkup salah satu sains Tuhan, salah satu dari wahyu Tuhan adalah matematika; 2 + 2 = 4. Dan ini benar menurut seluruh ilmu matematika. Tidak peduli seberapa jauh Anda pergi. Hal-hal seperti ini tidak pernah berbeda, mereka tetap sama. Hal ini, aksioma ini adalah benar secara arithmatika. Ini benar secara geometri. Ini juga benar secara trigonometri. Ini juga benar menurut kalkulus. Tidak peduli seberapa jauh Anda pergi, dan seberapa tinggi pendidikan Anda, kebenaran fundamental ini tidak akan pernah berubah.

Seperti itulah Firman Allah. Kebenaran-kebenaran Allah yang agung dan fundamental tidak pernah berubah. Kategori kebenaran ini bersifat kekal. Dapatkah saya berkata? Ketika berbicara tentang Neraka, Neraka tidak berarti Neraka untuk seribu enam ratus tahun pertama dan untuk tiga ratus tahun terakhir ini mengacu pada masa pencobaan kedua. Jika Firman Allah berbicara tentang Neraka, adalah gehenna, penghukuman, dua ribu atau pun empat ribu tahun yang lalu, maka hal itu tetap sama sampai hari ini. Itu tidak berubah. 

Jika keberadaan manusia yang telah rusak dinyatakan dalam Firman Allah ribuan tahun yang lalu, maka kerusakan atau kebobrokan itu tetap ada dalam ras manusia sampai hari ini. Jika pemilihan adalah benar dalam Kejadian 12, jika pemilihan itu benar dalam Kitab Roma 11, jika pemilihan itu benar pada zaman Rasul Paulus, “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” Jika ini kebenaran pada zaman Paulus, maka ini juga benar untuk zaman ini. Ini tidak akan pernah berubah. 

Begitu juga dengan seluruh doktrin dari Alkitab. Bagaimanapun Anda memproyeksikan. Bagaimanapun Anda mempelajarinya, mereka tidak pernah berubah. Kita mungkin telah belajar banyak dan belajar lebih dalam lagi. Tetapi bagaimanapun seperti kita belajar matematika dan menemukan dunia baru dan bidang-bidang lainnya, empat dasar arithmatika ini, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian tidak akan pernah berubah. 

Begitu juga dengan kebenaran Firman Allah. Mereka tetap untuk selamanya. Sekarang kita harus menekankan nasehat ini, “Peganglah bentuk ajaran yang sehat,” yaitu doktrin, summary, the delineation, the outline, the pattern, the model itu.

 

 

PERTAHANKAN BENTUK AJARAN SEHAT ITU!

 

Kata “peganglah” di sini berasal dari kata eche. Dalam Ibrani 2:1: “Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.” Seperti Yudas 3, “Supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.” Eche berarti peganglah, pertahankan, bentuk ajaran yang sehat, doktrin-doktrin dengan iman. 

Namun pada mimbar modern kita, atau pada generasi kita ini, mereka berkata bahwa kita memerlukan arithmatika yang baru. Kita memerlukan geometri yang lebih hebat. Kita memerlukan pengembangan kalkulus dan trigonometri. Arithmatika lama kita harus dibuang. Dua kali dua, tidak lagi sama dengan empat. Mungkin sama dengan enam dan tujuh atau delapan atau mungkin dua puluh lima.

Apa yang kita perlukan bukan agama baru atau arithmatika baru. Apa yang kita perlukan adalah implementasi, implementasi kuasa yang sekarang kita miliki, kebenaran Allah seperti yang dinyatakan kepada kita sekarang. Kita telah memilikinya. Ini ada di dalam Alkitab, tulisan suci ini. 

Kemanusiawian Anda belum lah berubah walaupun kita sudah menemukan perangkat-perangkat listrik, dan telah mempelajari kekuatan penggerak. Dengarkan saya, jika oleh karena pemeliharaan Tuhan, pada generasi kita ini, orang bisa tinggal di bulan, jika sebelumnya mereka saling bertengkar di bumi ini, maka mereka juga akan bertengkar di bulan. Manusia selalu membawa benih-benih kebobrokan, kerakusan, kebencian, perang dan pertikaian bersama dengan dirinya.  Kita masih tetap manusia yang sama, walaupun mungkin kita menemukan tanah baru. Kita masih terhilang. Kita masih perlu diselamatkan. 

Jika penebusan ditekankan dalam Keluaran pasal 12, “Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu” Jika penebusan ditemukan dalam 1 Yohanes, “dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa;” ini adalah penebusan yang masih kita perlukan. Ini tidak berubah. 

Bolehkah saya berkelakar?  Ada lelaki yang sampai ke langit dengan pesawat Jet, dan ia tidak masalah dengan suara jetnya yang begitu keras. Ada juga seorang lelaki yang ada dalam kereta tua, yang pendengarannya sudah berkurang, dan yang sudah biasa digigiti kutu kudanya. Kemudian keduanya masuk rumah sakit, dan bagi seorang dokter mereka terlihat sama saja. Mereka memiliki telinga, mata, hidung, kaki, lengan, tulang, dan segala sesuatu yang ada pada diri mereka sama. Mereka belum berubah. Tidak ada perubahan dalam diri mereka. Pertahankanlah doktrin, bentuk, ikhtisar, outline Firman Allah. 

Ketika Anda mengubah kepercayaan orang, Anda mengubah karakternya. Anda mengubah hidupnya. Anda mengubah orang itu. Ketika Anda mengubah kepercayaan hamba Tuhan, Anda mengubah karakternya. Anda mengubah khotbahnya. Anda mengubah orang itu. Ketika Anda mengubah kepercayaan gereja, Anda mengubah gereja itu. Anda mengubah karakter gereja itu. Anda mengubah jemaat. “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.”

Allah telah berbicara. Kita memiliki Firman Allah di tangan kita. Dan ini menasehatkan kita untuk mempertahankan bentuk doktrinal Firman Allah “yang telah engkau dengar dari padaku dalam Kristus Yesus.” 

 “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” Kita melakukannya di dalam iman dan kasih. Ada suatu orthodoksi. Ada orang yang mempertahankan kebenaran Allah dengan kaku, teliti, namun tak berbelas kasihan, mempertahankan kebenaran diri sendiri. Anda bisa saja memiliki doktrin yang benar dan menjadi kasar, tak ada kasih dan tidak bersimpati. Anda dapat menjadi dingin sekali, namun memiliki kebenaran doktrinal dan teologi yang benar. 

“Dalam kasih dan kebenaran.” Ketika kita mempertahankan kebenaran Allah, dan doktrin dari iman, Paulus memperingatkan kepada kita untuk melakukannya dengan penuh simpati dan penuh kasih dan dengan kehangatan hati bagi pendengar kita, entah mereka setuju dengan kita, atau mereka tidak setuju dengan kita. Selalu dan di segala kesempatan, seperti Paulus berkata dalam Surat Efesus, “Katakan kebenaran di dalam kasih.” Dan bagaimanapun juga kita semua harus memiliki pendirian iman dan memegang teguh kebenaran Allah. Ini begitu mudah menjadi polemik, perdebatan, tak berbelas kasihan, kasar. Semua itu seharusnya tidak perlu terjadi.

Seperti Tuhan kita ketika Ia berbicara kebenaran, dan ketika Ia dipukul Ia tidak balas memukul. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas mencaci maki. Ketika Ia dipaksa untuk berbicara yang tidak sopan, Ia menjawab tidak. Selalu berbicara kebenaran di dalam kasih. Dan ini harus menjadi semangat kita dan sikap kita seperti ketika kita membaca Firman Allah dan seperti kita melihat suatu bentuk keluar dari firman itu yaitu bentuk kebenaran-kebenaran doktrinal yang mana di atasnya jemaat kita dibangun seperti di atas karang. Ketika kita mempertahankan iman dan mengumandangkan kebenaran selalu lakukanlah dalam kasih, simpati, lemah lembut, penuh dengan perhatian.

Ketika saya melihat para hamba Tuhan, melihat kehidupan beberapa pengkhotbah, hampir selalu, saya merasa harus berhenti. Mereka seperti menara yang tinggi dan begitu agung dan luar biasa, sementara saya seperti tongkat lunglai, sebagai pengkhotbah yang tidak sepenuhnya dapat mengasihi Allah di dalam Kristus Yesus.

Sekarang saya mau menjelaskan kepada Anda apa yang saya maksud. Ada seorang pengkhotbah muda yang tidak ada bandingnya di Scotlandia yang bernama Robert Murray McCheyne. Ia membakar semangat dirinya sendiri ketika ia berumur dua puluh sembilan tahun, tetapi ia membuat kesan yang luar biasa bagi seluruh dunia Kekristenan, dan masih terkenang sebagai salah satu dari para pemberita Injil Kristus yang sejati, penuh kasih yang pernah hidup.  Ada satu dari orang-orang yang datang dari jauh untuk menemukan rahasia kuasanya. Dan di sana ia tidak menjumpai seorangpun selain seorang penjaga gereja yang sudah tua. Dan pengunjung ini menyapa, “Saya datang untuk belajar rahasia kuasa dari pengkhotbah muda itu.” Dan penjaga gereja itu menjawab, “Mari ikut saya.” Ia membawanya ke ruang belajar pengkhotbah muda itu dan berkata, “Ini adalah kursinya dan ini adalah mejanya. Duduklah di kursi itu.” Dan pengunjung itu duduk di kursi itu. Dan penjaga itu berkata, “Sekarang, benamkan wajah Anda dalam tangan Anda dan menangislah.” Dan setelah itu penjaga itu berkata “Mari ikut saya,” kata penjaga itu.  Dan pengunjung itu mengikuti petugas itu. Dan pergi ke auditorium dan naik ke mimbar. Dan petugas jaga itu berkata, “Berdirilah di belakang mimbar itu.” Dan pengunjung itu berdiri di belakang mimbar itu. “Benamkan wajah Anda ke dalam tangan Anda dan menangislah.”

Orthodoksi adalah tulang yang tersusun menjadi kerangka yang kuat. Tanpa doktrin-doktrin iman yang agung ini gereja kita menjadi lemah dan tak bertulang. Namun apa yang membuatnya menjadi indah dan dapat diterima adalah apa yang menutupi kerangka tulang itu, semua keindahan  yang Tuhan telah berikan kepada kita, seperti warna mata, senyuman di wajah dan lipatan tangan. Kebenaran di dalam kasih. Oh bagaimanapun juga Tuhan dapat membantu kita untuk menjadi seperti itu, menyerasikan dua hal ini, yaitu dengan keras dan orthodoks menyampaikan seluruh kebenaran Allah, dan sekaligus melakukannya dengan hati yang penuh kasih, simpatik dan perhatian. Ini adalah kebenaran Allah.