Daftar Isi

APAKAH MANUSIA YESUS JUGA ALLAH?

(Is the Man Jesus Also God?)

 

Oleh Dr. W.A. Criswell

Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto

 

 

          

Mari kita melihat catatan tentang penyaliban Yesus dalam Injil Matius.

 

“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah” (Matius 27: 39-43).

 

Yesus berkata, “Aku adalah Anak Allah.” Ia berkata, “Barangsiapa melihat Aku ia telah melihat Bapa.” Ia berkata, “sebelum Abraham ada Aku ada.”  Ia berkata, “Akulah yang Mahatinggi dan yang Mahakuasa.”

 

Jika ada orang yang memberitahukan anda tentang seseorang yang berkata, “Lihat di sana ada orang yang berkata bahwa ia adalah Allah,” apa yang anda pikirkan? Anda pasti akan langsung bereaksi: “Benarkah? Benarkah ia adalah Allah? Barangkali ia gila! Barangkali ia tidak waras!”

 

Marilah kita mempertimbangkan tiga hal yang berhubungan mengenai klaim ini.  (1) Yesus berkata bahwa Ia Allah. Tetapi jika Ia tahu bahwa sebenarnya Ia bukan Allah, maka Ia adalah penipu atau seorang penjual obat. Ia dapat dikatakan sebagai pembohong. (2) Yesus berkata bahwa Ia Allah, tetapi jika Ia mengatakan ini untuk menipu diri-Nya sendiri berarti Ia adalah orang gila, abnormal dan mengalami gangguan mental. (3) Jika Ia tidak pernah berkata bahwa Ia adalah Allah melainkan para murid-Nya lah yang mengatakan bahwa Ia pernah berkata bila Ia adalah Allah, maka mereka ini adalah para penipu.

 

 

YESUS – PENIPU?

 

            Mari melihat kemungkinan yang pertama berhubungan dengan masalah ini. Jika Yesus berkata Ia adalah Allah walaupun Ia tahu Ia bukan Allah, maka Ia adalah seorang penipu. Ia adalah seorang penjual obat, Ia adalah seorang pembohong. Di dalam Alkitab, halaman demi halaman, kita menemukan apa yang Yesus ajarkan dan tak ada satu tempat pun yang menunjukkan bahwa pengajaran yang diajarkan-Nya adalah pengajaran dari seorang penipu atau seorang pembohong.

 

            William H. Lecky, seorang sejarawan sekuler yang terkenal. Lecky bukanlah orang yang mempercayai iman Kristen, tetapi dalam bukunya yang berjudul History of European Morals ia menuliskan bahwa karakter Yesus bukan hanya sebagai patron yang tertinggi untuk kehidupan, tetapi dia juga mengatakan bahwa selama kurang lebih tiga tahun melayani dalam hidup-Nya, Ia memiliki karakter dan moral yang lebih dari karakter dan moral semua filsuf dan guru-guru moral.

 

            Jika sejarawan dunia atau sejarawan sekuler saja mengakui hal ini, bagaimana mungkin Yesus sebagai seorang pembohong, bagaimana mungkin Yesus adalah seorang penipu.

 

            Almarhum C.S. Lewis, seorang jurnalis brillian dari Inggris yang sudah bertobat menulis dalam bukunya The Case for Christianity, dia berkata;

 

“Banyak orang sering berkata tentang Yesus: ‘Saya siap menerima Yesus sebagai guru moral yang paling agung, tetapi saya tidak menerima Dia dalam klaimnya sebagai Allah!’ Itu adalah satu hal yang tidak seharusnya kita katakan… anda harus membuat pilihan untuk anda sendiri. Orang ini adalah Anak Allah atau anda akan mengatakan sesuatu yang lebih buruk. Anda dapat menolak Dia karena kebodohan anda atau membunuh Dia bagi Iblis atau anda dapat jatuh di kaki-Nya dan memanggil-Nya Tuhan dan Allah.”

 

            Sungguh tidak dapat dibayangkan dan tak habis pikir, bila ada orang yang berbicara tentang Tuhan yang begitu Agung dan mulia ini dan menganggap Dia sebagai penjual obat atau seorang penipu.

           

 

YESUS – GILA?

 

Kemungkinan yang kedua adalah bila Yesus tahu bahwa Dia bukanlah Allah, namun Dia berkata bahwa diri-Nya adalah Allah, itu berarti Ia menipu diri-Nya sendiri. Jika Dia menipu diri-Nya sendiri berarti Dia adalah orang gila. Namun apakah benar demikian?

 

Benarkah Ia Allah? Baiklah mari kita meneliti hidup-Nya. Kita memiliki Firman-Nya kata per kata, kita membaca Firman-Nya dan ketika anda membaca perkataan-perkataan Tuhan Yesus dan semua itu akan menunjukkan kepada anda bahwa perkataan-perkataan Orang ini, atau perkataan Yesus ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Dia adalah orang yang mengalami ganguan mental, atau ganguan psikotik atau paranoid. J. T. Fisher, seorang psikiatris yang ternama memberikan komentar tentang khotbah Yesus di bukit dengan begitu kagum.

 

Ketika anda membaca perkataan-perkataan Tuhan Yesus, apakah itu kelihatannya merupakan kata-kata dari orang yang mengalami gangguan jiwa atau orang gila? Tentu bagi saya itu tidak. Dan tentu bagi anda itu juga tidak benar demikian. Tidak pernah ada orang yang berpikir seperti itu. Tidak pernah ada orang yang berbicara dengan luar biasa hebatnya, seperti orang ini! Kemungkinan pertama bahwa Ia adalah Allah pada hal Ia tahu bahwa Ia bukan Allah berarti Ia adalah seorang penipu dan kemungkinan yang kedua bila Ia berkata bahwa Ia adalah Allah namun itu Ia katakan untuk menipu diri-Nya sendiri berarti Ia adalah orang yang mengalami ganguan mental atau gila.

 

 

YESUS – DIDEWA-DEWAKAN

OLEH PARA MURID-NYA?

 

Sekarang kita berbicara tentang kemungkinan yang ketiga: bila Ia tidak pernah berkata bahwa Ia adalah Allah namun agaknya murid-muridlah yang menaruh perkataan mereka di mulut-Nya atau kemudian seakan Ia yang berkata bahwa Ia adalah Allah, berarti mereka ini mendewa-dewakan Dia. Baiklah marilah kita dengan jujur melihat adakah kemungkinan bahwa murid-murid Yesus mendewa-dewakan Dia?

 

(1) Tidak seorangpun yang pernah hidup yang lebih miskin dari Yesus untuk didewa-dewakan. Saya dapat membayangkan, mengapa orang Yunani sangat mendewa-dewakan Alexander Agung. Itu karena dialah yang menjadikan Imperium Helenistik dapat menguasai seluruh dunia dan menjadi Negara Besar. Saya dapat memahami mengapa orang Romawi sangat mengagung-agungkan atau mendewakan Kaisar Augustus. Itu karena dialah yang membuat Romawi menjadi kekaisaran besar dan menguasai dunia, sehingga saya dapat memahami mengapa mereka sujud kepada dia. Namun saya tidak dapat memahami atau membayangkan bagaimana mungkin orang-orang Yahudi yang menganut konsep monoteistik kuat dapat mendewakan seorang tukang kayu yang miskin dari Nazaret, kemudian disalibkan sebagai penjahat! Itu sungguh aneh. Dia adalah calon yang paling miskin untuk dapat dianggap sebagai dewa.

 

(2) Para pemimpin agama menekankan pengajaran mereka berhubungan dengan seperti apakah Mesias itu, namun konsepsi Yesus tentang diri-Nya sendiri bertentangan dengan  konsepsi semua orang Yahudi bahkan termasuk murid-murid-Nya sendiri, melihat bahwa Mesias adalah pribadi yang datang untuk membangun Kerajaan Mesianik-Nya dan yang akan memimpin mereka untuk menggulingkan penjajah Roma. Anda tidak dapat membayangkan betapa bencinya orang Yahudi terhadap Roma. Mereka adalah umat pilihan Allah yang menentang dewa-dewa Romawi yang telah menjajah mereka. Beberapa tahun setelah kematian Tuhan kita, pada tahun 66 A.D. orang Yahudi mengadakan Revolusi besar-besaran untuk memberontak terhadap Roma, yang berakhir dengan kehancuran bangsa itu pada tahun 70 A.D.. Tanpa kecuali, baik murid-murid ataupun bangsa Yahudi sedang menantikan sang Mesias untuk mendirikan kerajaan materialistik yang dipenuhi dengan kekuatan dan kemuliaan! Namun Tuhan Yesus berkata “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini.” Ide tentang penderitaan Mesias adalah sesuatu yang tidak dapat dipikirkan atau dimengerti oleh mereka.

 

(3) Keyakinan para murid terhadap Tuhan menunjukkan bahwa mereka bukan sedang mendewa-dewakan tetapi mereka yakin bahwa Yesus adalah Tuhan. Ingat Simon Petrus yang sebelumnya berkata dengan begitu pengecutnya ketika ditanya  oleh seorang hamba tentang hubungannya dengan Yesus dan ia berkata, “Aku tidak kenal dia. Bahkan aku tidak pernah mendengar tentang dia.” Atau Rasul Paulus yang berkata, “Aku adalah yang terkecil di antara orang-orang kudus karena aku dulu adalah penganiaya jemaat Allah yang telah menyetujui pembinasaan orang-orang yang percaya kepada Kristus dan yang memasukkan orang-orang percaya ke dalam penjara.” Namun kemudian murid-murid ini memberikan kesaksian tentang Yesus yang telah bangkit. Yesus adalah Allah. Tentunya mereka tidak akan mengorbankan diri dan nyawa mereka sendiri jika itu adalah demi suatu kebohongan. Mereka rela menderita, rela dianiaya oleh karena pemberitaan mereka tentang kebangkitan Yesus Kristus. Mereka rela memberitakan kebangkitan Tuhan Yesus karena mereka benar-benar telah yakin bahwa Yesus adalah Allah dan bahwa Dia benar-benar telah bangkit dari antara orang mati. Bagaimana mungkin mereka dapat menyerahkan hidup mereka pada suatu kebohongan. Secara psikologis ini tidak mungkin.

 

 

YESUS – TUHAN!

 

            Ada kemungkinan yang lain yang harus kita tunjukkan saat ini, yaitu perubahan yang terjadi pada para pengikut Yesus yang sebelumnya begitu ketakutan dan begitu hancur hatinya,  namun kemudian menjadi penginjil-penginjil yang berani dan yang penuh kuasa dan mempertobatkan orang-orang Romawi dan membuat mereka meninggalkan semua dewa-dewa Yunani maupun Romawi mereka. Apa yang telah terjadi terhadap orang-orang yang telah hancur hatinya menghadapi ketakutan dan tekanan dan tidak sedikit yang menjadi martir bagi Kristus ini? Itu adalah karena kemungkian yang keempat ini, yaitu Yesus yang berkata bahwa Dia adalah Anak Allah.

           

Kesaksian universal dari para nabi dan para rasul yaitu bahwa Yesus adalah Allah! Nabi-nabi berkata:

 

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda [KJV: “anak dara”] mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya 7:14)

 

Besar kekuasaan-Nya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaanya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini” (Yesaya 9:6.).

 

            Rasul Yohanes juga bersaksi:

           

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:1, 14).

           

            Lagi kita akan melihat apa yang Paulus tuliskan.

           

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia” (Kolose 1:15-17).

               

Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an” (Kolose 2:9).

               

“Dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13).

               

            Dari permulaan Kekristenan abad pertama, Yesus disembah sebagai Allah. Ini nampak aneh bagi saya ketika saya menemukan dalam studi saya tentang sejarah Kekristenan, bahwa bidat yang pertama kali dihadapi oleh gereja adalah gnostic dosetic. Dosetic berasal dari kata Yunani dokeo yang berarti “nampaknya” atau “kelihatannya.” Gnostik berhubungn dengan seseorang yang menyombongkan diri dengan mengatakan bahwa pengetahuannya yang paling handal/superior. Gnosis adalah kata Yunani untuk kata pengetahuan. Jadi gnostic dosetic ini adalah orang yang menyatakan diri mereka sendiri sebagai orang yang paling berpengetahuan atau paling berhikmat. Mereka berkata bahwa Yesus kelihatannya saja memiliki tubuh. Dia kelihatannya saja seperti manusia, tetapi pada kenyataannya atau sesungguhnya Dia adalah Allah. Bidat pertama ini mengatakan bahwa Yesus adalah Allah dan sama sekali bukan manusia, Ia hanya nampaknya memiliki Tubuh penyembahan Yesus sebagai Allah di abad Kekristenan yang paling awal begitu unik dan istimewa [tujuan Dr. W.A. Criswell di sini bukan untuk mengakui bahwa ajaran gnostic dosetic sebagai ajaran kebenaran, karena sesungguhnya Yesus adalah sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Gnostic dosetic adalah bidat].

 

            Pada tahun 112 A.D., Pliny menjabat sebagai Gubernur Roma yang berkuasa di propinsi Bitinia yang berada di bawah kekuasaan Roma menulis surat kepada Kaisar Trajanus sang pemimpin Roma. Dalam suratnya itu ia mengatakan bahwa kuil di Bitinia menjadi kosong, tidak seorangpun yang menyembah dewa-dewa Yunani atau pun dewa-dewa Romawi, seperti Yupiter, Mercury atau yang lain-lain. Kuil-kuil itu menjadi kosong dan Pliny menulis kepada Kaisar Trajanus tentang apa yang harus dilakukan. Dalam suratnya itu Pliny menjelaskan mengapa kuil-kuil itu menjadi kosong ia berkata: “Orang-orang Kristen telah menyapu propinsi Bitinia. Mereka berkumpul tiap-tiap hari pertama tiap minggunya untuk memuji Yesus sebagai Allah.” Permulaan iman Kristen adalah bahwa Yesus adalah Allah!

 

            Ada empat poin yang saya ingin sharingkan dengan anda berhubungan dengan Yesus yang 100% manusia dan 100% Allah.

 

 

Apa yang Ia katakan hanya dapat dikatakan oleh Allah

 

            Lihatlah kata-kata yang dikatakan oleh Yesus. Apa yang dikatakan oleh Yesus sendiri hanya Allah yang dapat mengatakannya: Aku adalah terang; Aku adalah jalan; Aku adalah kebenaran; Aku adalah pokok Anggur; Akulah kebangkitan dan hidup; Mintalah dalam nama-Ku; Aku akan bangkit dari kematian; orang-orang yang makan tubuh-Ku dan meminum darah-Ku memiliki hidup kekal dan Aku akan mengangkatnya pada akhir zaman; Peliharalah perintah-perintah-Ku; Akulah kebangkitan; Aku datang dari atas; Aku adalah terang dunia; Aku datang dari sorga; sebelum Abraham ada Aku ada; segala kuasa di sorga dan di bumi telah diserahkan kepada-Ku; Aku lebih besar dari pada Bait Suci Salomo; lebih besar daripada Salomo; Aku adalah Tuhan atas hari Sabat; Ia yang telah melihat Aku telah melihat Bapa; datanglah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat dan Aku akan memberikan kelegaan kepadamu; engkau menyebut Aku guru dan Tuhan dan Aku katakan kepadamu bahwa itu benar; Langit dan bumi akan berlalu tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu; orang-orang yang ada di sini akan melihat tatkala Anak manusia duduk di sebelah kanan Allah Bapa dan datang di dalam awan dari sorga; ini adalah darah-Ku, yaitu darah Perjanjian Baru yang dicurahkan untuk penyucian dosa bagi banyak orang; ketahuilah bahwa Aku akan menyertai kamu sekalian sampai pada kesudahan zaman; Anak Manusia akan datang dan kemudian Ia akan memberikan hadiah kepada setiap orang yang melakukan pekerjaan-Nya. Ini adalah kata-kata Allah dan itulah yang diucapkan dari bibir Yesus. Dia adalah Allah.

 

 

Hidup yang Ia hidupi adalah hidup yang dari Allah

 

            Bagaimana Ia hidup seperti bagaimana Allah hidup. Yesus adalah suci tanpa dosa, tanpa kepalsuan. Yesus adalah manusia yang sempurna.

 

            Pikirkan semua orang besar dari dunia ini. Marilah kita bertanya kepada mereka tentang pribadi yang sempurna, misalnya Musa, tanyakan kepada Musa apakah dia adalah manusia ideal yang tanpa dosa? Musa menjawab, “Setelah memimpin umat Israel selama empat puluh tahun akhirnya aku ditolak untuk masuk ke tanah perjanjian dan mati di tanah Moab karena di dalam kemarahanku ketika mendengar sungut-sungut umat Israel, aku memukulkan tongkatku kepada batu karang itu sementara Allah hanya memerintahkan kepadaku supaya aku hanya berbicara, aku bukanlah orang yang ideal.”

 

            Daud adalah orang yang sangat mengasihi Tuhan dan dikasihi Tuhan, dan saya datang kepada Daud dan bertanya apakah engkau adalah manusia yang ideal dan tanpa dosa? Daud menjawab, “Walaupun hatiku rindu membangun Bait Suci, namun Allah berkata jangan! Kamu adalah orang yang tangannya penuh dengan lumuran darah dan perang.”

 

            Yesus berkata kepada Yohanes Pembaptis bahwa dari yang dilahirkan perempuan, tidak ada yang lebih besar dari dia. Saya menemui Yohanes Pembaptis dan bertanya kepadanya, “Apakah engkau adalah manusia yang ideal dan tanpa dosa?” Ia menjawab, “Aku datang dari bawah, sedangkan Ia datang dari sorga, melepaskan tali kasutnyapun aku tidak layak.”

 

            Saya bertanya kepada Rasul Paulus, “Apakah engkau adalah manusia yang ideal?” Rasul Paulus menjawab, “Aku adalah yang paling hina diantara para hamba-hamba-Nya karena aku pernah menjadi penganiaya jemaat.” Di manakah saya menemukan kehidupan yang ideal? Itu tidak mungkin bagi manusia yang adalah ciptaan, manusia tidak dapat melakukan itu, bahkan para penulis fiksi di sepanjang sejarah tidak dapat menciptakan kehidupan yang ideal.

 

            Bacalah karangan Homers tentang Achiles dalam karangan “Illiad”-nya atau tentang Odysseus dalam karangan “Odyssey”-nya. Siapakah Achiles itu? Siapakah Odysseus itu? Homers tidak dapat menciptakan mereka sebagai tokoh yang sempurna. Virgil menceritakan tentang Aeneas dalam karangan “Arneid”-nya -- Siapakah Aeneas itu? Virgil tidak dapat menciptakan dia sebagai tokoh yang sempurna. Misalnya lagi Agamemnon dari Aeschylus. Dapatkah Aeschylus menciptakan dia sebagai tokoh yang sempurna? Tidak. Tidak seorangpun yang dapat menciptakan kehidupan yang suci seperti Tuhan Yesus.

 

            Bahkan musuh-musuh Tuhan kita seperti Pilatus berkata, “Aku tidak menemukan kesalahan apapun di dalam orang ini.” Yudas berkata, “Aku telah mengkhianati darah orang yang tidak bersalah.” Istri Pilatus berkata kepada suaminya, “Jangan lakukan apa-apa terhadap orang ini.” Salah satu penjahat yang disalibkan bersama dengan Tuhan Yesus berkata, “Orang ini tidak melakukan kesalahan apapun.” Sang perwira yang memimpin penyaliban Yesus berkata, “Sesungguhnya orang ini adalah Anak Allah.”

 

            Tuhan kita sungguh unik dan istimewa, tidak ada seorangpun yang seperti dia. Bagi seorang artis Dia adalah pribadi yang penuh dengan kasih. Bagi seorang arsitektur Dia adalah batu penjuru. Bagi seorang astronom Dia adalah surya kebenaran. Bagi seorang pembuat kue Dia adalah roti kehidupan. Bagi seorang banker Dia adalah kekayaan bagi dunia ini. Bagi seorang ahli biologi Dia adalah sumber dari kehidupan. Bagi seorang pembangun dia adalah dasar yang teguh. Bagi seorang dokter Dia adalah tabib yang Agung. Bagi seorang pendidik Dia adalah guru yang Agung. Bagi seorang insinyur Dia adalah jalan yang benar dan jalan kehidupan. Bagi seorang petani Dia adalah penabur dan tuan dari tuaian. Bagi seorang pencinta bunga Dia adalah mawar saron dan bunga bakung dari lembah. Dan bagi seorang holticulturis atau ahli di bidang perkebunan Ia adalah pokok anggur yang benar. Bagi seorang hakim Ia adalah Hakim yang benar bagi semua orang. Bagi seorang juri Dia adalah seorang saksi yang benar dan dapat dipercaya. Bagi seorang pengacara Ia adalah penasehat ajaib. Bagi seorang wartawan Ia adalah kabar baik dan sukacita besar. Bagi seorang Philantrophist Ia adalah pemberian yang tiada taranya. Bagi seorng filsuf Dia adalah hikmat Allah. Bagi seorang pengkotbah Dia adalah Firman Allah. Bagi pemahat atau pematung Dia adalah batu kehidupan. Bagi seorang hamba Dia adalah tuan yang baik. Bagi seorang negarawan Dia adalah impian dari segala bangsa. Bagi seorang mahasiswa Dia adalah kebenaran yang berinkarnasi. Bagi seorang teolog Dia adalah perencana dan penyelesai iman kita. Bagi seorang pekerja Ia adalah pemberi kelegaan. Bagi orang berdosa Dia adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Bagi orang Kristen Dialah Tuhan dan Allah kita. Tidak ada yang seperti Dia. Tidak mungkin ada manusia jenius yang dapat menciptakan Dia, Dia unik dan istimewa. Dia adalah Tuhan dan Juruselamat kita.

 

           

Apa yang Yesus Telah Lakukan

Hanya Apa yang Dapat Dilakukan oleh Allah

 

            Bukan hanya kata-kata yang Ia ucapkan adalah kata-kata yang dapat diucapkan oleh Allah. Bukan hanya apa yang Ia hidupi adalah kehidupan yang berasal dari Allah. Apa yang Yesus lakukan hanya apa yang dapat Allah lakukan. Ia dapat berkata kepada angin badai dan ombak untuk berhenti dan badai dan ombak tunduk kepada-Nya. Ia berkata kepada orang lumpuh “berdirilah” dan ia yang tidak pernah berdiri itu kemudian berdiri dan berjalan. Dan Ia berkata kepada orang yang sakit kusta, “tahirlah” dan orang itu kemudian menjadi sembuh. Ia dapat berkata kepada orang mati, “keluarlah” lalu orang mati itu hidup kembali.

 

            Ada sesuatu yang dapat membuat orang tertawa tentang kehidupan Napoleon Bonaparte. Seseorang datang kepadanya dan berkata bahwa ia sedang memulai agama yang baru tetapi ia memperoleh kesulitan untuk mendapat orang-orang yang dapat percaya di dalam dia. Napoleon dengan sembarangan saja menjawab “Apa kamu pikir itu mudah? Hanya dengan memberikan hidupmu disalibkan dan bangkit pada hari yang ketiga dari antara orang mati, baru mereka dapat percaya kepadamu.” Apa yang Yesus lakukan hanya apa yang dapat dilakukan oleh Allah.

 

 

Janji-Nya adalah Janji Allah.

           

            Pengharapan dan janji yang Ia tawarkan adalah pengharapan dan janji Allah. Di dalam hidup kita Ia adalah sahabat kita, teman seperjalanan musyafir kita. Ketika kita berjalan sendiri Ia akan senantiasa berjalan bersama kita. Ketika kita menghadapi tantangan dan kesulitan Ia ada di sana untuk menolong kita. Ketika kita bersedih dan berdukacita Ia adalah Penghibur yang menguatkan kita. Di dalam hidup kita Ia adalah sahabat kita yang Agung. Pengharapan dan janji yang kita miliki di dalam Kristus adalah pengharapan dan janji Allah.

 

            Di gereja kami ada sebuah keluarga yang memiliki seorang anak perempuan yang masih kecil yang juga ikut sekolah minggu. Gadis kecil ini dinyatakan oleh dokter bahwa ia akan mati. Ketika sang ibu sedang menggendong si anak kecil ini, anak itu mulai tidak bisa melihat lagi alias buta. Ia menangis kepada ibunya “Mami….Mami, ini gelap sekali dan aku takut!” Sang ibu menghibur anaknya dengan berkata “Sayang, Yesus sedang bersama kita di dalam gelap sama seperti ia bersama kita di dalam terang. Maka jangan takut ya.” Penghiburan Yesus adalah penghiburan Allah.

 

            Ketika saya berjalan melalui Rumah sakit Baylor beberapa bulan lalu saya bertemu dengan salah seorang pemudi di gereja kami. Saya tidak tahu bahwa ia ada di sana. Ia sedang memeriksakan kesehatannya. Setelah selesai diperiksa para dokter berkata kepadanya: “Anda telah mengalami penyakit saraf Lou Gehrig. Tidak ada harapan dan kamu akan mati.” Kemudian ia berkata kepada saya, “Saya ingin anda berdoa bersama saya dan menguatkan saya.”

 

            Apa yang anda akan katakan? Apa yang telah saya katakan, saya berkata, “Saudariku yang kekasih, Allahlah, Yesuslah yang membuka pintu ke dunia lain dan bukan dokter, bukan rumah sakit, bukan ahli bedah. Tetapi itu adalah Yesus.” Saya berkata kepadanya. “Saya mungkin pergi melalui pintu itu lebih dahulu sebelum kamu. Saya mungkin melihat wajah-Nya lebih dahulu sebelum kamu. Semua itu ada di tangan Allah. Kita semua tidak tahu kapan waktunya, kapankah hari ini datang. Apakah besok pintu sorga terbuka, itu semua ada di tangan-Nya. Oleh karena itu janganlah takut.” Jangan takut Allah kita adalah Tuhan Yesus dan Ia adalah sahabat yang terbaik yang paling dekat dengan kita Juruselamat kita untuk selama-lamanya.