SEANDAINYA DANIEL ADALAH PRESIDEN AMERIKA

(IF DANIEL WERE AMERICAN PRESIDENT)

 

01-28-79

Daniel 6:10

 

            Merupakan sebuah sukacita bagi kami dari Gereja First Baptist untuk berbagi dengan anda dalam ibadah ini, yaitu kepada anda semua yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui dua stasiun radio dan yang menyaksikannya melalui siaran televisi, terutama yang melalui tv kabel, yang berjarak ratusan mil dari kami. Ini adalah pendeta gereja First Baptist Dallas yang sedang menyampaikan khotbah yang berjudul, “Seandainya Daniel Adalah Presiden Amerika. 

            Ini adalah sebuah minggu yang telah ditetapkan sebagai konfrensi profetik tahunan, yang secara istimewa difokuskan kepada Israel. Dan di dalam bagian minggu itu, malam ini pada pukul tujuh, salah seorang pengkhotbah yang luar biasa di Amerika yaitu Dr. John McArthur akan berada di sini untuk menyampaikan khotbah pada konferensi profetik itu. Kemudian pada kamis malam akan ada jamuan makan malam yang dilangsungkan di gereja ini, sebuah persekutuan antara orang-orang Kristen dan orang-orang Yahudi. Saya telah diminta oleh kelompok itu untuk menyampaikan sebuah khotbah pada pagi hari ini sehubungan konferensi profetik itu. Akhirnya, saya berpaling ke dalam hati saya tentang sesuatu yang akan menjadi sebuah perhatian dan kepentingan bagi kita. Dan saya menemukan hal itu di dalam kitab Daniel. 

            Tuhan Yesus menyebut Daniel sebagai seorang nabi. Dia adalah salah seorang pemimpin politik. Dia adalah seorang yang memiliki pengaruh yang luas serta luar biasa. Dia adalah seorang nabi dari kalangan negarawan. Sepanjang hidupnya dia hidup di dalam dunia politik. Dan ketika saya mulai memikirkan hal itu, saya berpaling ke dalam pikiran saya, bagaimana jika seandainya nabi negarawan itu adalah Presiden Amerika? Apa yang akan dia lakukan? Apa yang akan terjadi? Reaksi apa yang akan dimiliki oleh bangsa kita ini?

            Saat saya mengikuti hal ini di dalam Alkitab, dan kita tidak akan membandingkan dengan Presiden Amerika Serikat yang sekarang, atau tidak juga dengan para pendahulu yang ada di Gedung Putih. Tetapi khotbah ini adalah sebuah gambaran dari karakter yang mengikuti pribadi dari nabi negarawan ini. Jika dia seorang Presiden, dia tidak akan dibandingkan dengan siapa pun juga, hanya sebuah gambaran seandainya Daniel merupakan Kepala Eksekutif dari Amerika Serikat, maka hal itu akan menjadi seperti apa?  

            Dan itu adalah khotbah yang akan kita lihat dari Kitab Allah ini. Yang pertama dari semua, jika Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, maka Gedung Putih akan dipenuhi dengan kesederhanaan dan kemurahan serta dedikasi kepada Allah, dan dalam kebijakan yang tidak memiliki kompromi terhadap dunia.

            Ketika Nebukadnezar membawa Israel ke dalam pembuangan Babel maka Raja menetapkan empat orang Yehuda, yang merupakan keturunan bangsawan, untuk mendapat makanan dari hidangan raja dan anggur yang biasa diminumnya. Tetapi Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan anggur yang biasa diminum raja. Dan dia berkata Melzar, pemimpin pewagai istana “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum.”

            Saya menyukai hal itu. Biarlah kepada kami diberikan sup untuk diminum, yang diterjemahkan di sini dengan “sayur.” Sup sayur-sayuran untuk dimakan dan air untuk diminum. Saya menyukai itu. Kemudian Melzar mengambil bagian dari makanan dan hidangan raja yang seharusnya menjada makanan mereka, yaitu makanan yang harus mereka makan dan anggur yang harus mereka minum dan memberikan kepada mereka sup sayur-sayuran dan air untuk diminum. Dan setelah sepuluh hari , ternyata perawakan mereka lebih baik, dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.  Dan setelah tiga tahun mereka dibawa ke hadapan raja, dengan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai hikmat dan tulisan, dan dia melihat bahwa mereka sepuluh kali lebih baik dari semua orang bijaksana yang ada di Babel.

            Jika Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, maka tidak akan ada minuman beralkohol di Gedung Putih, demikian juga tidak akan ada pesta minuman yang akan dilakukan Presiden. Hal ini sesuai dengan Firman Tuhan yang hidup. Pasal terakhir dari Amsal berkata: Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya.

Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku? Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja. Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas. Inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya.  Apa yang akan kukatakan, anakku, anak kandungku, anak nazarku? Jangan berikan kekuatanmu kepada perempuan, dan jalanmu kepada perempuan-perempuan yang membinasakan raja-raja. Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras, jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas.” Dan di dalam Kitab Amsal yang sama, dalam pasal 23 dikatakan, “Siapa yang mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesah?Siapa yang mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran. Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, tetapi kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak.”

            Tidak ada kutukan yang lebih besar di Amerika jika dibandingkan dengan kebisaan rakyat kita untuk meminum minuman keras.  Yang menyebabkan pembunuhan di jalan raya. Yang menghancurkan keluarga. Yang mematahkan ikatan perkawinan. Yang membuat anak-anak menjadi yatim piatu. Kehilangan pekerjaan dan usaha di dalam perusahan-perusahaan anda dan di dalam pabrik-pabrik yang diakibatkan karena mengkonsumsi minuman keras. Dan itu adalah sesuatu yang sulit untuk dipikirkan, yang sedang terjadi pada bangsa ini, yang membuat mereka seharusnya menjadi bijaksana dan berpaling ke dalam jalan Tuhan. Dan terhadap yang yang pertama itu, jika Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, maka tidak akan ada anggur di dalam kabinetnya; tidak akan ada bir di dalam kotak esnya, dan tidak ada konsumsi minuman keras dalam setiap pesta yang diadakan di Gedung Putih. 

            Yang kedua; jika Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, dia akan memiliki sebuah kabinet yang tanpa pengecualian akan terdiri dari orang-orang terhormat yang memiliki rasa takut dan rasa hormat kepada Tuhan. Dan mereka akan membuat keputusan sesuai dengan kehendak Tuhan yang didasarkan atas kebijaksanan yang diminta kepada Tuhan. Di dalam Kitab Daniel pasal dua, raja sangat gelisah terhadap mimpinya yang luar biasa. Hal itu sangat mengganggunya. Tetapi dia tidak dapat mengingatnya. Kemudian dia mengumpulkan semua orang-orang bijaksana di istananya dan berkata, “Tafsirkanlah arti mimpi itu kepadaku.” Dan mereka berkata, “Anda beritahukanlah mimpi itu dan kami akan menafsirkannya untuk anda.” Tetapi raja menjawab, “Tidak, aku tahu bahwa kamu mengulur-ngulur waktu, kamu berpikir bahwa kamu akan mengetahui mimpi itu dan memberitahukan artinya. Oleh sebab itu ceritakanlah kepadaku mimpi itu, supaya aku tahu bahwa kamu juga dapat memberitahukan maknanya kepadaku.” Dan mereka berkata, “Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang dapat memberitahukan apa yang diminta tuanku raja!” Dan raja berkata, “Kamu beritahukanlah mimpi itu kepadaku atau kamu akan dibinasakan.” Dan tentu saja Daniel dan ketiga anak Ibrani yang lain berada di antara kumpulan orang-orang bijaksana itu.

            Apa yang dilakukan oleh Daniel? Daniel pergi ke rumahnya dan memberitahukan hal itu kepada sahabat-sahabatnya. Jika dia adalah Presiden Amerika Serikat, dia memberitahukan Hananya tentang hal itu. Hananya berarti “Allah Peramah.” Dan di dalam bahasa kita, kata itu artinya sama dengan Yohanes. Jika nama anda adalah “Yohanes” itu berarti nama anda adalah “Allah Peramah.” Dia memberitahukan Misael tentang hal itu. Misael berarti, “Tidak ada seorang pun yang setara dengan Allah.” Dan dia memberitahukan Azarya tentang hal itu. Azarya berarti, “Allah Yehova Penolongku.” Dan nama Daniel memiliki arti “Allah adalah hakimku.” Dan keempat orang itu berdoa kepada Allah. Dan mereka memohon kasih sayang kepada Allah yang di sorga.       Bukankah sangat luar biasa jika Presiden Amerika Serikat di dalam membuat sebuah keputusan yang besar dari bangsa ini, yang melibatkan kita semua dan masa depan anak-anak kita, membuatnya dalam sebuah materi doa? Dan itu yang akan dilakukan oleh Daniel jika dia adalah Presiden Amerika Serikat. Dan kemudian rahasia itu disingkapkan kepada Daniel. Allah selalu memberitahukan kepada para hambaNya tentang apa yang akan dilakukan oleh Allah. Selalu saja, setiap kali Allah membuat suatu keputusan maka Dia tidak akan melakukannya sebelum Dia menyingkapkan hal itu kepada umatNya. Ketika Tuhan menghancurkan Sodom dan Gomora, Allah berkata, “Apakah aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?” Dan Tuhan Allah memberitahukan kepada Abraham tentang apa yang akan Dia lakukan. Dan dalam Kitab Bilangan pasal 12, kita diberitahukan bahwa Allah menyingkapkan semua hal yang akan Dia lakukan melalui nabi-nabiNya. Di sini, Tuhan menyingkapkan kepada Daniel seluruh bagian dari sejarah umat manusia; hingga akhir zaman. Allah selalu memberitahukan kepada kita apa yang akan Dia lakukan. Selama berabad-abad Dia memberitahukan kepada kita tentang kedatangan Mesias. Dan sekarang dalam tahun-tahun terakhir ini, Dia telah memberikan garis besar tentang kedatangan kekuasaan Tuhan kita, ketika Dia datang dalam kemuliaan ke dalam dunia ini. Allah selalu memberitahukan umatNya tentang apa yang akan Dia lakukan. Dan jika Daniel  adalah Presiden Amerika Serikat, di dalam permohonan dan di dalam doa, Allah akan menyingkapkan dalam hikmat sorgawi, tentang apa yang harus dia lakukan. Dan apa yang telah Allah lakukan pada masa yang lalu.  

            Hal yang ketiga seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat. Maka presiden akan belajar dari Firman Allah, tentang masa depan dari setiap penguasa dan semua bangsa-bangsa yang terletak di dalam kedaulatan Allah. Kita mendefinisikan masa depan di dalam kekuatan angkatan darat, angkatan laut, dari fisik yang kelihatan dan kekuasaan suatu bangsa. Tetapi Allah berkata bahwa masa depan dunia dan umatNya berada di dalam kedaulatanNya dan tanganNya yang Mahakuasa. Dan setiap orang yang berkuasa, mereka menjalankan kekuasaan mereka di dalam kesabaran dan di bawah pengawasan dari Allah Yang Mahakuasa yang menjadi pemimpin atas balatentara sorga dan bumi. Ketika kita membaca sejarah, kita berpikir bahwa dunia dikuasai oleh seorang Jengis Khan atau seorang Tamburlaine atau seorang Aleksander Agung atau seorang Julius Kaisar atau seorang Napoleon Bonaparte, atau seorang Adolf Hitler, itu yang kita pikirkan. Allah berkata seluruh dunia dan seluruh pemerintahannya dan seluruh takdir dari semuanya itu berada di tangan Allah Yang Mahakuasa. Jadi, ketika Raja Nebukadnezar bermimpi tentang sebatang pohon yang ditebang dan yang tersisa hanyalah tunggulnya, Daniel berkata, “Inilah maknanya ya raja, dan inilah putusan yang Mahatinggi mengenai tuanku raja; tuanku akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggal tuanku akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepada tuanku akan diberikan makanan rumput, seperti kepada lembu, dan tuanku akan dibasahi dengan embun dari langit; dan demikianlah akan berlaku atas tuanku sampai tujuh masa berlalu, hingga tuanku mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” Kemudian Daniel memberikan permohonan, “Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!" Hal itu tidak perlu terjadi atas anda. Tidak akan ada penghukuman yang telah dijatuhkan Allah kepada dunia ini akan terjadi kepada pemimpin kita dan kepada bangsa kita, jika kita berpaling kepada Allah maka Allah akan melindungi kita.

            Kemudian setelah lewat dua belas bulan, ketika ia sedang berjalan-jalan di atas istana raja di Babel, berkatalah Nebukadnezar dan dengarkanlah apa yang dikatakan olehnya: "Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?" Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit: "Kepadamu dinyatakan, ya raja Nebukadnezar, bahwa kerajaan telah beralih dari padamu; engkau akan dihalau dari antara manusia dan tempat tinggalmu akan ada di antara binatang-binatang di padang; kepadamu akan diberikan makanan rumput seperti kepada lembu; dan demikianlah akan berlaku atasmu sampai tujuh masa berlalu, hingga engkau mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya!" Pada saat itu juga terlaksanalah perkataan itu atas Nebukadnezar, dan ia dihalau dari antara manusia dan makan rumput seperti lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai rambutnya menjadi panjang seperti bulu burung rajawali dan kukunya seperti kuku burung. Dan pada akhir tujuh tahun, ketika dia telah kehilangan akal budinya dia berkata, “Aku, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.” Kemudian Tuhan mengembalikan takhtanya, kerajaannya dan rakyatnya.   

            Seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, akan ada pengakuan harian atas semua berkat yang akan datang kepada saya, dan semua berkat yang akan datang atas rakyat kita yang berasal dari tangan Allah yang Mahakuasa yang penuh kemurahan. Dialah yang telah membuat kita hidup dan mejadi makmur. Dialah yang memberikan berkat atas pekerjaan tangan kita, dan membiarkan bangsa mengangkat suaranya untuk memuji dan menyembah serta memberi hormat kepada Tuhan yang merupakan penguasa atas manusia. Hal itu akan terjadi seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat.            Seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, dia akan menjadi nabi negarawan yang dapat membaca tulisan di dinding. Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya dan minum anggur. Dan mereka memanggil istri-istri mereka serta gundik mereka, sehingga dapat minum bersama-sama dengan mereka. Mereka mabuk, dan mengadakan seks bebas. Dan tidak hanya itu, tetapi mereka juga menggunakan perkakas Tuhan Allah yang telah diambil dari Bait Suci di Yerusalem. Dan raja serta gundik mereka dan para pembesar itu minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Dan pada waktu yang sama tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Dan ketika Daniel berdiri di hadapan raja, ini adalah tulisan yang tertulis itu: MENE, MENE, TEKEL, UFARSIN.  Dan inilah makna perkataan itu: MENE masa pemerintahan dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; TEKEL engkau ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; PERES; sebuah bentuk dari UFARSIN, kerajaanmu dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." Dan pada malam itu,Belsyazar raja orang Kasdim itu terbunuh dan kerajaannya diberikan kepada Media dan Persia. Tulisan tangan di dinding. Daniel, seorang nabi negarawan dapat melihat hal itu.

            Amerika tidak akan dapat bertahan di dalam kemabukan, pesta pora, penyimpangan seksual dan perzinahan. Jika hal itu terjadi maka Allah tidak hidup: Dan seorang negarawan seperti Daniel dapat melihat tulisan dinding. Kita harus benar di hadapan Allah. Kita harus memiliki sebuah pertobatan yang besar kepada Allah. Kita harus memiliki sebuah kebanguan rohani dan intervensi langsung dari sorga, atau kita akan jatuh ke dalam jalan yang sama, di dalam kemunduran, kemabukan, pesta pora dan kehancuran yang telah menjadi sebuah karakteristik dari bangsa-bangsa yang terlebih dahulu ada sebelum kita.

            Saya tidak dapat memikirkan apa yang akan terjadi pada bangsa kita, akan tetapi ketika saya berpikir tentang Imperium Roma yang besar. Sebuah bangsa yang bertahan cukup lama, jauh lebih lama dari banyak bangsa yang pernah ada di dunia. Roma yang terlihat yang terlihat sangat besar. Selama berabad-abad, bangsa itu telah memerintah dunia. Kemudian sesuatu terjadi pada Roma. Sesuatu yang bukan berasal dari luar. Yang dihancurkan bukan oleh sebuah penaklukan yang dilakukan oleh sebuah kekuatan besar, seperti dari Mongolia misalnya. Akan tetapi kehancuran itu datang dari perpecahan yang ada di dalam. Bangsa itu hancur dengan sendirinya. Dia menjadi sebuah mangsa yang terbuka bagi sebuah kelompok perampok seperti Visagoth dan Hunt. Bangsa itu sangat rusak. Kerusakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada bangsa itu? Jika anda membaca sejarah Roma dengan cermat, dan pada akhirnya anda akan sampai pada masa ketika bangsa itu mengalami kehancuran dari dalam, dan ketika anda melihat kehancuran itu, ketika anda melihat ke dalam kehidupan rakyatnya, seperti apakah kondisi mereka ketika mereka jatuh dalam sebuah kehancuran? Anda lihat, bahwa hal itu sangat sederhana. Hal yang harus anda lakukan adalah membaca tentang mereka. Di dalam pikiran saya yang sederhana, ada dua karakteristik di dalam Imperium Roma ketika bangsa itu hancur dan menjadi sebuah mangsa yang empuk bagi kelompok penyamun.        Yang pertama adalah bangsa itu telah menjadi sebuah bangsa yang miskin. Rakyatnya diberi makan oleh pemerintah. Dan mereka hidup dalam sebuah pemerintahan yang besar. Dan untuk menjaga ketentraman pengangguran dan populasi yang tidak bekerja maka pemerintah terus memberikan makanan secara terus menerus. Kemiskinan ini adalah sebuah hal yang aneh. Alasan yang mungkin anda peroleh dari hal itu adalah, bahwa hal itu terjadi karena karena janji yang muluk-muluk dari seseorang yang menjalankan pemerintahan. Anda memilih saya, dan saya akan memberikan kepada anda ini dan itu. Para politisi tidak memiliki apa-apa untuk diberikan. Mereka tidak membuat uang. Pemerintah tidak menghasilkan uang. Ketika para politisi memberi dan memberi, dia melakukannya dengan mencetak uang. Jadi dia mencetak uang. Dan ketika dia terus mencetak uang maka akan terjadi defisit nasional. Mereka mencetak uang dan mencetak uang lalu membagikannya dan mereka melimpahkannya kepada kelompok minoritas dan kepada beberapa orang yang memuakkan. Dan penunggak utang, pengemis serta seluruh dunia akan berteriak kepada para pekerja dan para penghasil produksi, tetapi mereka tidak bekerja dan tidak menghasilkan. Dan seluruh bangsa jatuh kedalam perpecahan dan korupsi serta keputusaasaan. Dan itu yang menyebabkan negara menjadi miskin. Dan itu yang terjadi pada bangsa Roma. Beri kami makan, beri kami makan, berikanlah kepada kami. Dan pemerintah melakukan hal itu demi ketentraman orang banyak.

            Karakteristik yang kedua dari Roma ketika bangsa itu jatuh adalah seperti tulisan yang ada di dinding, yang merupakan sebuah hal yang mengherankan. Tidak hanya mereka menjadi sebuah negara yang miskin, dimana setiap orang mencari segala sesuatu yang dapat mereka peroleh dari pemerintah; memperoleh sesuatu tanpa bekerja dan berusaha. Hal kedua yang merupakan suata hal yang sangat mengherankan adalah mereka mereka sangat menyukai hiburan yang diadakan oleh pemerintah. Semakin banyak hiburan dan semakin bertambah pertunjukan yang mereka lakukan. Itulah sebabnya mengapa ada Coliselum di sana. Itulah sebabnya mengapa ada pertarungan gladiator. Itulah sebabnya mengapa ada banyak ampitheater di seluruh Roma, untuk memberikan sebuah hiburan kepada rakyat. Saudara yang terkasih, ketika saya menyampaikan hal ini, ketika saya membaca tentang hal-hal ini, saya  berpikir tentang Amerika modern. Hiburan yang kita lakukan. Pertunjukan yang kita lakukan. Dan dalam setiap pertunjukan ada suatu kecendrungan untuk terus menurun dan terus menurun. Seperti yang terjadi di Roma, pertunjukan itu akhirnya menjadi sebuah pertunjukan yang berdarah. Kedahsyatan yang terjadi di dalam pertarungan itu. Bukankah itu merupakan sebuah hal yang aneh? Bagaimana sebuah hiburan memiliki kecendrungan untuk menjadi lebih rendah. Bahasa yang digunakan semakin jahat. Pemandangan yang disajikan semakin menjadi lebih kasar. Dan moralitas orang-orang semakin hilang di dalam kekacauan karena mereka melihat sesuatu yang semakin menggetarkan.

            Anda akan berpikir bahwa anda sedang berbicara tentang Amerika. Saya sedang berbicara tentang Roma. Bahasa mereka. Mereka memiliki suatu di Pompei. Jika anda mengetahui seperti apakah Pompei, anda akan menyebutnya sebagai sebuah rumah pelacuran, yang terdapat di seluruh kota. Bukankah itu sangat aneh? Kehidupan yang terlukis dengan indah di teater Yunani, akhirnya jatuh ke dalam kekerasan dan pertumpahan darah di Coloseum. Anda akan berpikir bahwa saya juga sedang berbicara tentang Amerika. Dimana kekerasan semakin meningkat. Orientasi seksual semakin menyimpang. Semakin banyak pornografi. Seluruh literatur masyarakat semakin cabul. Itu yang ada di dalam tulisan dinding itu.

            Dan seandainya anda memiliki seorang nabi negarawan seperti Daniel di Gedung Putih, dia akan mengangkat suaranya, menjelaskan dan mendorong kita kepada nilai-nilai kebajikan dari Kaum Puritan yang telah membuat kita menjadi besar. Untuk bekerja. Untuk menghasilkan. Untuk mengambil suatu bagian dalam membangun negara kita. Dan untuk berjalan dan berbicara dan melihat ke arah hal-hal yang yang baik dan yang menjadi nilai-nilai kekristenan. Hal itu akan terjadi seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat. 

            Seandainya Daniel adalah Presiden Amerika Serikat, dia akan membaca Kitab ini. Mempelajarinya dan mencurahkan setiap bagian-bagian yang tertulis di dalamnya. Di dalam pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas pemerintahan orang Kasdim, “pada tahun pertama kerajaannya itu, aku Daniel memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman Tuhan kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.” Daniel mempelajari dengan seksama firman yang bersifat nubuatan. Saat dia menyelidiki  firman yang bersifat nubutan itu, dia belajar bahwa Allah sangat peduli terhadap umatNya. Jika kita memiliki seorang Daniel di Gedung Putih, hal yang seperti itu yang akan dia lakukan, menyelidiki firman yang bersifat nubuatan. Dan apa yang disampaikan Allah? Apa yang difirmankan oleh Allah?

            Jika kita memiliki waktu lima belas jam, kita mungkin dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh Allah. Seperti Daniel, ketika Presiden Amerika Serikat menyelidiki Alkitab dan perkataan nabi-nabi, apa yang akan dia temukan? Yehezkiel pasal 38, pasal 39, berbicara tentang Rusia. Semua hal yang menyebutkan tentang Armageddon merupakan nubuatan tentang Rusia. Apa yang akan dia baca dari Kitab tersebut? Di dalam Kitab Wahyu pasal 9, disebutkan bahwa raja dari timur akan datang dengan jumlah tentara sebanyak dua puluh ribu laksa pasukan berkuda. Bangsa manakah yang dapat menghasilkan sebuah pasukan yang berjumlah dua puluh ribu laksa tentara? Dia sedang berbicara tentang Cina. Jika kita memiliki seorang Daniel di Gedung Putih, maka dia akan sensitif terhadap setiap gambaran dari pertumbuhan kekuatan yang ada di Cina dan Rusia. Gereja-gereja telah dihancurkan di Cina. Jika masih ada gereja di Cina maka sulit bagi kita untuk menemukannya. Dan tentu saja, komunis yang atheistik menentang Allah, dan semua kebijakan pemerintah mereka merupakan sebuah usaha untuk menyingkirkan seluruh kebenaran Allah. Seandainya kita memiliki Daniel sebagai Presiden Amerika, maka dia akan sensitif terhadap setiap usaha yang ingin menghancurkan dan memerangi setiap orang yang menyebut nama Tuhan.

            Dan dia akan sensitif terhadap apa yang disampaikan Allah tentang Israel. Zakharia pasal 2 menyebutkan, “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya. Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahu bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.” Bukankah hal itu sangat aneh, bahwa negara kecil itu yang memiliki penduduk tidak lebih besar dari penduduk Metropolex ini?  Sebuah negara yang sangat kecil sekali di antara negara yang terdapat di Mediterania. Akan tetapi seluruh fokus dari berita utama surat kabar dan majalah-majalah terfokus ke wilayah itu. Negara yang sangat kecil yang tidak lebih besar dari Metropolex ini. Tetapi seluruh dunia memberi perhatian ke sana. Dan itulah Allah. Dan akan selalu seperti itu. “Sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mataKu.”

            Bukankah hal itu sangat luar biasa, apa yang disampaikan oleh nubuatan firman Allah itu. “Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak seorang yang memegang tali pengukur. Lalu aku bertanya: "Ke manakah engkau ini pergi?" Maka ia menjawab aku: "Ke Yerusalem, untuk mengukurnya, untuk melihat berapa lebarnya dan panjangnya." Dan sementara malaikat yang berbicara dengan aku itu maju ke depan, majulah seorang malaikat lain mendekatinya, yang diberi perintah: "Berlarilah, katakanlah kepada orang muda yang di sana itu, demikian: Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya."

            Kemarin malam saya sedang membaca khotbah Spurgeon, ketika dia berkhotbah dari Zakharia pasal dua, Spurgeon hidup pada akhir abad sembilan belas. Dan Spurgeon berkata: Saya tidak dapat memahami bagaiman hal ini dapat terjadi. Spurgeon berkata: “Malaikat menghentikan orang muda itu, dan berkata, jangan berusaha untuk mengukur Yerusalem. Engkau tidak dapat melakukan hal itu. Yerusalem akan tetap tinggal seperti padang terbuka oleh karena banyaknya manusia dan hewan di dalamnya. Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya.” Dan Spurgeon berkata, saya tidak dapat memahami hal itu. Yerusalem adalah sebuah tempat yang sangat kecil di sana, dan kota kecil itu dikelilingi oleh tembok. Dan hanya itu. Dan dia berada dibawah pemerintahan Ottonam, di bawah pemerintahan Turki. Bagaimana mungkin dia dapat menjadi sebuah kota yang besar tanpa dikelilingi oleh tembok itu. Tetapi nabi menyebutkannya demikian, dan Spurgeon berkata, saya percaya bahwa hal itu akan digenapi. Saudara yang terkasih, saya sudah tujuh kali pergi ke tempat itu. Kota itu sedang bertumbuh dengan luar biasa, bahkan bagian luar sekarang lebih besar dari pada bagian yang berada di balik tembok itu. Dan firman Tuhan akan tergenapi.

            Dan firman Tuhan berkata: “Dan TUHAN akan mengambil Yehuda sebagai milik-Nya di tanah yang kudus, dan Ia akan memilih Yerusalem pula.” Yerusalem akan menjadi pusat dari pemerintahan Raja yang Agung dan Tuhan sendiri akan mendirikan takhtaNya di sana. Dan di luar Yerusalem akan hidup menurut hukum dan undang-undang pemerintahan Allah. Seandainya Daniel berada di Gedung Putih maka ia akan waspada terhadap apa yang telah disampaikan oleh nabi-nabi.

            Anda tahu apa yang harus anda lakukan pada masa anda? Anda tahu, hanya untuk menunjukkan kepada anda bagaimana nabi-nabi akan berkata tentang sesuatu dan Dia akan menunggu selama dua ribu lima ratus tahun untuk penggenapan hal tersebut. Lihatlah ke dalam nubuatan nabi Zakharia ini. “Tuhan akan menjatuhkan hukuman, Tuhan akan duduk di atas takhta penghukuman yang akan dilakukan atas bangsa-bangsa. Allah akan melakukan hal itu.” Sekarang anda lihat ke dalam nubuatannya. “daging mereka akan menjadi busuk, sementara mereka masih berdiri, mata mereka akan mejadi busuk dalam lekuknya, dan lidah mereka akan menjadi busuk dalam mulutnya.” Saya telah melihat sebuah bagian kecil dari hal itu ketika saya berada di Hirosima tempat dimana bom atom pertama kali dijatuhkan. Tetapi saya tidak berada pada saat bom itu dijatuhkan. Dan kemarin malam, saya sedang membaca nubuatan nabi Zakharia ini, dan mengingat bahwa ada seseorang yang pernah berada di sana, ketika bom dijatuhkan atas Hirosima, dan dia berkata, “Saya melihat orang-orang yang sedang berdiri di atas kaki mereka, lekuk mata mereka menjadi kosong.” Dia melanjutkan, “Di dalam reaksi yang mengerikan itu, bom itu mencairkan cairan yang ada pada bola mata mereka. Dan bola mata mereka keluar dari lekuk mata. Dan mereka berdiri di sana dengan mata yang kosong, dimana seharusnya mata mereka berada.” Itu adalah sesuatu yang sukar untuk dipercayai. Setiap suku kata dari nubuatan ini tergenapi.  Bahkan Yesus berkata, “Satu iota dari firman Tuhan tidak ada yang tidak akan terpenuhi.” Dan bila semua nubuatan ini terpenuhi biarlah kita mengangkat kepala kita.

            Dan hal itu memimpin saya kepada hal yang terakhir. Seandainya Daniel adalah Presiden dari Amerika Serikat maka dia adalah orang yang memiliki ketenangan dan keyakinan yang kokoh untuk bersandar kepada Tuhan. Ketika Daniel mendengar, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Dan tentu saja, mereka kemudian menangkap dia dan memasukkannya ke dalam gua singa. Dia atas ruangan belajar saya ada dua lukisan yang menggambarkan Daniel sedang berada di gua singa. Dan dia berdiri di sana dengan rasa percaya diri yang tenang. Malaikat penjaga Allah berada di atasnya. Dan sebuah cahaya dari sorga menyinari wajahnya dan singa-singa itu terlihat damai dan tenang di sekelilingnya. Ya, Allah, seandainya saya dapat seperti itu. Sekalipun ada badai, masalah, penderitaan dan kerugian serta serbuan, tetapi dapat tetap tenang dan bersandar kepada Tuhan.

            Saya menutup khotbah ini dari seseorang yang juga menyampaikan tentang hal itu. Di dalam surat yang terakhirnya dan pasal terakhir serta merupakan kata-kata penutup dari Paulus, sebelum dia dihukum mati, dia berkata, “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka--,tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.” Mengapa, Paulus, apa maksudmu berkata demikian? Di dalam beberapa hari lagi, atau dalam beberapa saat lagi, dia akan dihukum mati. Kepalanya akan dipenggal. Dan dia mengetahui bahwa dia akan dihukum mati. Dan dia menyampaikan dalam pasal yang sama: “Mengenai diriku, darahku sudah muali dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.” Apa maksud dari perkataanmu ketika engkau  berkata Tuhan akan melepaskanmu dari mulut singa dan Tuhan akan melepaskan engkau dari setiap usaha jahat dan akan menyelamatkan engkau sehingga akan masuk ke dalam kerajaanNya di sorga? Apa maksudmu berkata demikian Paulus? Tepat seperti itu. Saat keberangkatanku, saat kematianku sudah dekat. Hukuman mati sudah berada di ambang pintu. Kayu pasungan sudah disusun. Kapak sudah diangkat. Tetapi Tuhan akan melepaskan aku dari mulut singa dan akan menyelamatkanku ke dalam sorga. Bukankah itu sebuah hal yang luar biasa? Tenang di dalam Tuhan. Akan meninggal dalam beberapa saat kedepan.  Acry anelthay.  Aku akan melihatmu esok pagi, di hadapan raja kemuliaan yang agung, yang bagi Dialah seluruh hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Di sini, berjalan bersama dengan Tuhan. Di sana, memandang wajahNya. Ya Allah. Berjalan di dalam jalan Tuhan. Pengembaraan dari dunia ini ke dalam dunia yang akan datang. Dan jika terjadi hari ini, mulialah namaNya. Dan jika terjadi esok, kehormatan dan keagungan bagi raja mulia yang penuh berkat. Dan seandainya sepuluh tahun dari sekarang…