Daftar Isi

PEMILIHAN: BAGIAN YANG TERSULIT DALAM ALKITAB

(ELECTION: THE HARDEST PASSAGE IN THE BIBLE)

 

Dr. W. A. Criswell

 

11-21-54

 

Roma 9:10-28

 

Dalam khotbah kita menelusuri Alkitab, kita telah sampai ke pasal sembilan dari seri khotbah melalui Kitab Roma. Dan saya telah memberi judul khotbah hari ini: Bagian Yang tersulit Dalam Alkitab, bagian yang paling sukar di dalam Alkitab.

Sekarang, saya mengatakan itu, apa yang saya pikirkan tentang hal yang paling sulit dalam Alkitab. Di mana di dalamnya termasuk doktrin tentang pemilihan, keputusan tentang orang pilihan dan tujuan Allah.

Pembacaan teks kita, akan kita mulai dari  ayat sembilan dari Kitab Roma.

 

Sebab firman ini mengandung janji: "Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki."

Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita.

Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya--

dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,"

 

Hal itu disampaikan ketika anak-anak itu masih berada di dalam kandungannya. Mereka belum melakukan yang baik, dan mereka  belum melakukan hal-hal yang buruk. Tetapi berdasarkan pemilihan Allah, Allah telah berfirman kepada Ribka: “Anak yang tua, yaitu Esau—Edom, akan menjadi hamba anak yang muda, yaitu Yakub, Israel.”

Seperti ada tertulis, “Aku mengasihi Yakub tetapi aku membenci Esau.”

Kata “membenci” bukan seperti yang kata “benci” yang kita gunakan dalam hal: dengki, sikap yang buruk. Tetapi hal itu sama artinya seperti yang Alkitab katakan: “Barangsiapa yang datang kepada tetapi ia tidak membenci bapanya, ibunya, saudaranya laki-laki dan saudaranya perempuan, ia tidak layak bagiKu”—“membenci” dalam sikap perasaan kita bahwa kita harus mengasihi Allah lebih daripada siapapun juga. 

Jadi, jika saya dapat mengatakannya, “Seperti ada tertulis, Aku mengasihi Yakub tetapi aku membenci Esau, mengutip firman Allah dari Maleakhi. Yaitu Maleakhi 1:2 dan 3, dimana Allah berfirman: “Aku mengasihi Yakub tetapi kurang mengasihi Esau.”

 

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

Sebab Ia berfirman kepada Musa—dia mengutip Keluaran 33:19—: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi."

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?"

Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?"

Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--

justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,

yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orangYahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea—dia mengutip Hosea2:23: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih."

Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup."

Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan.

Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera."

Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora."

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.

Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu.

Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,

seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

 

Itu merupakan bagian yang tersulit dalam Alkitab:

 

Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya.

 

Saya tidak berdiri di sini, dalam tempat yang kudus, bermaksud untuk mengetahui pesan ini pada hari ini. Ataupun saya bermaksud untuk menjelaskan kepada anda tentang ketetapan dari pemilihan Allah, kehendak dari Tuhan Allah. Tetapi saya bermaksud untuk hal ini: Kita dapat melihat di dalam pekerjaan Allah yang Mahakuasa.

Ketika saya masih seorang bocah, saya senang untuk tidur-tiduran di luar, sesekali waktu, di bagian barat dari Negara kita, di bawah tirai langit yang terbuka dan melihat ke angkasa. Saya tidak berharap bahwa di sana ada seorang ilmuwan di bumi ini yang dapat berkenan dan dengan cukup egois berkata: “Baiklah, saya dapat menjelaskan semua itu.” Dia dapat melihat ke arah hal itu. Dia dapat menandai orbitnya. Dia dapat mengukur tahun cahaya, dari beberapa lingkaran yang terjauh.

Tetapi bagi dia yang berkata: “Saya dapat menjelaskan kepada anda semua ciptaan  dari pekerjaan Allah” akan menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang bodoh. Semua hal yang dapat dia lakukan adalah sama seperti yang dapat anda lakukan: Melihat ke arah cakrawala Allah dan sangat akan takjub terhadap buatan tangan Allah yang Mahakuasa.

Karya Allah merupakan sesuatu yang sulit untuk dijelaskan secara mendetail. Yang dapat kita lakukan adalah dengan melihatnya dan takjub terhadap hal itu.

Berjalan di sekitar Kepulauan Oahu, kepulauan yang berada di Honolulu, berjalan di sekitar pulau itu, saya melihat pohon-pohon palem yang sudah tua. Pohon-pohon itu sudah sangat tua dan hampir bengkok serta kebanyakan telah membusuk. 

Sementara saya berjalan melaluinya, saya berhenti dan mengamatinya. Dari batang pohon tersebut keluar anggrek terindah yang pernah saya lihat. Saya berhenti dan melihat ke arahnya dan takjub terhadap karya Allah yang luar biasa. Siapakah yang telah menggambar diagram itu dan siapa yang telah menggoreskan pensilnya di dalam warna-warna yang sangat indah itu serta membuat garisnya, dan siapakah yang telah membuat hal yang sangat indah itu? 

Anda dapat menjelaskannnya? Anda tidak mungkin dapat menjelaskannya jika anda bergantung atas pikiran anda sendiru. Itu merupakan pekerjaan dari Allah yang Mahakusa.

Kita dapat melihat ke yang lain juga, sesuatu yang berbeda, dari sejarah dan kehidupan manusia, semua yang dapat anda lakukan adalah memberikan sebuah rasa takjub terhadap karya Allah yang Mahakuasa. Tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan setiap bagian dari hal tersebut. Kita hanya dapat melihatnya dan mengamatinya. Contoh yang lain. Siapakah yang pernah melihat orang Het? Siapakah yang pernah melihat orang Girgashite? Siapakah yang pernah melihat orang Amon? Siapakah yang pernah melihat orang Yebus? Siapakah yang pernah melihat orang Kanaan? Siapakah yang pernah melihat sebuah ras dan sebuah bangsa yang berasal dari masa lampau yang sangat jauh sebelumnya?

Anda tidak pernah melihat seorangpun atau bahkan tidak seorangpun yang pernah mendengar atau melihatnya. Dan setelah 1000 tahun lalu dan 2000 tahun yang lalu dan 2500 tahun yang lalu, tidak seorang pun dari mereka yang pernah terlihat.

Tetapi saya telah melihat seorang Yahudi. Saya telah melihat Israel. Saya telah melihat anak-anak Abraham. Anak-anak Israel dan anak-anak Abraham merupakan orang-orang yang sekontemporer dengan bangsa Hiksos, bangsa Het dan Yebus serta bangsa Kanaan.

Memgapa bangsa Israel tetap ada hingga kini sementara bangsa-bangsa itu telah punah? Itu merupakan sebuah karya, sebuah pilihan, sebuah pemeliharaan dari Allah yang Mahakuasa. Seperti Sungai Gulf yang panjang, yang mengalir hingga ke samudera, demikian juga dengan bangsa Israel yang melewati beribu-ribu tahun dan berabad-abad serta millennium. Anda tidak mungkin dapat menjelaskan hal itu. Itu merupakan sebuah bagian dari anugerah pemeliharaan Allah dan pilihan dari Allah yang Mahakuasa.

Tuhan Yesus berkata dalam Matius 24:34-35: “Generasi ini, ras ini, angkatan ini, Orang Yahudi ini, anak-anak Abraham ini tidak akan berlalu sebelum rencana Allah dan apa yang telah dijanjikan Allah akan digenapi sesuai dengan Firman Allah yang suci.” Orang Yahudi, akan tetap ada hingga akhir waktu dan dia akan berada di akhir generasi dunia. Dia dikasihi Allah oleh karena Abraham dan dia telah dipilih oleh Allah. Dan mereka akan tetap berada di bumi.

Itu merupakan bagian dari tujuan pemilihan Allah, dan semua hal yang dapat saya lakukan adalah hanya dengan melihatnya. Hitler pernah berusaha untuk menghancurkannya. Stalin juga melakukan hal yang sama. Selama bertahun-tahun mereka telah dianiaya dan menjadi pengembara di bumi ini. Tetapi mereka masih tetap berada di sini dan Allah berkata bahwa mereka akan tetap berada di dunia ini hingga akhir zaman. Mereka merupakan umat pilihan Allah.

Saya berkata, bahwa saya tidak dapat menjelaskan dengan sempurna pekerjaan dari Allah yang Mahakuasa. Yang dapat saya lakukan adalah memperhatikannya. Dan hal yang seperti itu juga yang dapat di lakukan oleh Paulus. Semua hal yang dapat dilakukan oleh Paulus adalah melihat dan takjub terhadap kekayaan dari anugerah Allah, dan maksud pemilihan Allah.

Pasal sembilan, sepuluh dan sebelas Kitab Roma berisikan tentang semua hal itu: Tujuan Allah, tujuan pemilihan Allah dengan Israel dan orang-orang yang di bumi. Dan lihat bagaimana dia mengakhirinya. Apakah Paulus menjelaskan segala sesuatu tentang hal itu? Dia tidak dapat. Paulus, sekalipun dia diinspirasikan, dia tidak dapat melihat  ke dalam hal yang tidak dapat di duga serta kedalaman yang tidak terhingga dari kebijaksanaan Allah yang Mahakuasa.

Lihat bagaimana dia mengakhiri pasal sembilan, sepuluh dan sebelas. Lihat bagaimana dia mengakhiri pasal sebelas dari Kitab Roma.

 

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!

Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?

Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya?

Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

 

Paulus mengakhiri pasal yang mulia itu, yaitu pasal sembilan, sepuluh dan sebelas dan mengangkat tangannya serta berkata: “Saya tidak dapat masuk ke dalam misteri itu. Saya hanya kagum.” Tujuan pemilihan dari Allah

Baiklah. Mari kita memulainya, mari kita melihat ke dalamnya. Kita tidak akan dapat menjelaskannya. Kita tidak akan berusaha untuk mencobanya, tetapi kita bisa melihat ke dalamnya.

Dan saya pikir kita harus mencobanya. Saya pikir, jika kita memiliki sebuah puncak salju  setinggi 20.000 kaki di Dallas, dan manusia tidak dapat melihatnya, anda berpikir bahwa hal itu merupakan hal yang menggelikan. Dia pasti dapat melihatnya.

Demikian juga dengan Allah yang ingin kita lihat. Kita dapat melihatnya. Itu adalah  sebuah bagian dari karya Allah.

Demikian juga dengan hal pemilihan ini, saya pikir kita dapat melihat ke arahnya. Saya pikir hal itu akan membantu jiwa dan hati kita. Dan itu merupakan tujuan khotbah pada malam hari ini.

Ketika kita datang kepada hal ini di dalam Alkitab, hal itu ada di dalam Kitab itu dan pengkhotbah yang akan mengkhotbahkannya, dan ketika kita datang ke doktrin pemilihan yang buar biasa ini, kita hanya akan melihat ke dalamnya.

Baiklah. Yang pertama dari semua, Alkitab menggambarkan hal itu. Alkitab tidak memiliki keragu-raguan.  Hal itu bukan sebuah anggapan atau dibicarakan dengan tergagap-gagap. Hal ini bukan sebuah pembelaan ketika hal itu datang dalam menggambarkan seluruh pemeliharaan, kerajaan dan aturan dari Allah yang Mahakuasa.

Saya dapat menjelaskan hal itu sepanjang malam ini. Tetapi hnaya dari salah satu kitab, dari kitab Yesaya, itu yang akan saya jelaskan terlebih dahulu, sebagaimana kita memulai pesan ini, bahwa saya akan menjelaskannya dari Kitab Suci, sebagaimana hal merupakan gambaran dari pemeliharaan Tuhan, Allah yang Mahakuasa.

Hal itu keluar dari sebuah kitab, bahkan seluruh Alkitab. Yesaya 14:26-27:

 

Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang terancung terhadap segala bangsa.

Tuhan semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? TanganNya telah terancung, siapakah yang dapat membuatanya ditarik kembali?

 

Ayat 24: “Tuhan semesta alam telah bersumpah, firmanNya: Sesungguhnya seperti yang kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah yang terlaksana.” Itulah yang disampaiakan oleh Allah.

Sekarang, bolehkah saya berpaling ke dua bagian lain dari kitab Yesaya? Salah satunya dalam pasal empat puluh empat Kitab Yesaya, dimulai dari ayat dua puluh empat:

Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; "Akulah TUHAN, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi--siapakah yang mendampingi Aku? --

Akulah yang meniadakan tanda-tanda peramal pembohong dan mempermain-mainkan tukang-tukang tenung; yang membuat orang-orang bijaksana mundur ke belakang, dan membalikkan pengetahuan mereka menjadi kebodohan;

Akulah yang menguatkan perkataan hamba-hamba-Ku dan melaksanakan keputusan-keputusan yang diberitakan utusan-utusan-Ku; yang berkata tentang Yerusalem: Baiklah ia didiami! dan tentang kota-kota Yehuda: Baiklah ia dibangun, Aku mau mendirikan kembali reruntuhannya!

Akulah yang berkata kepada tubir lautan: Jadilah kering, Aku mau mengeringkan sungai-sungaimu!

Akulah yang berkata tentang Koresh—Yesaya telah berbicara 250 tahhun sebelum orang ini lahir--: Dia gembala-Ku; segala kehendak-Ku akan digenapinya dengan mengatakan tentang Yerusalem: Baiklah ia dibangun! dan tentang Bait Suci: Baiklah diletakkan dasarnya!

 

Yesaya berbicara 250 tahun sebelum hal itu terjadi. Dikatakan 250 tahun sebelumnya bahwa kota itu akan dihancurkan. Dasar dari bangunan itu akan diletakkan kembali. Tetapi akan ada seseorang yang bernama Koresh. Dan dia akan mematuhi firman Allah, dan dia akan menyebabkan sehingga kota itu akan dibangun kembali dan Bait Allah akan dibangun kembali. Itu adalah firman Allah yang terdapat di dalam Alkitab.

Sekarang kita akan berpaling kepada bagian Yesaya yang lain, dalam pasal empat puluh enam dimulai dari ayat sembilan:

 

Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku.

Yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan kulaksanakan.

Yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusanKu dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.

 

Itu merupakan tipikal dari keseluruhan Alkitab. Ia tidak memberikan sebuah pembelaan tentang gambaran dari kedaulatan dan kehendak dari Tuhan Allah.

Pengkhotbah terkemuka, Charles Spurgeon, berkata: “Tidak ada seorang manusia yang dapat memperoleh sebuah pandangan kebenaran dari Injil Anak Allah kecuali dia mengambil dua jalur: Jalur dari kedaulatan Allah dan kebebasan manusia.” Dan Spurgeon berkata tentang hal ini: saya tidak dapat menyatukannya, bahkan juga menyilangkan keduanya.” 

Broadus menyatakan hal itu seperti ini, ketika anda melihat sebuah rumah, anda tidak mungkin melihatnya secara keseluruhan, tetapi hanya bisa melihat secara sebelah. Tetapi ketika anda melihat satu sisi maka anda akan kehilangan sisi yang lainnya. Satu sisi akan tidak terlihat ketika anda ingin melihat sisi yang lainnya. Anda harus beranjak dari satu sisi untuk melihat sisi yang lainnya lagi.

Tetapi saya dapat melihatnya secara keseluruhan ketika saya terbang di atas kota Dallas dan melihat ke bawah, saya dapat melihat keempat sisinya pada waktu yang sama, melihat ke arah rumah itu dan melihat keempat sisinya dalam saat yang bersamaan.

Itu merupakan cara kita dengan Allah. Dari sini, kita tidak mungkin bisa melihat seluruhnya tetapi hanya dari satu sisi. Ketika saya melihat kedalam kehendak bebas manusia, maka dia sungguh-sungguh bebas. Dan saya melihat ke arah itu.

Lalu, saya memalingkan muka saya ke arah Allah. Dan saya dapat melihat kedaulatan ilahi dari Allah yang Mahakuasa. 

Dan bagaimana kita dapat membuat keduanya menjadi saling bersesuaian, saya tidak tahu. Bagaimana seorang manusia sungguh-sungguh bebas, dan Allah menjalankan hal ini dengan kehendak kedaulatannya, saya tidak tahu.

Tetapi dari atas sana, ketika anda melihat ke bawah, kedua hal ini ada secara bersama-sama. Saya tidak dapat masuk ke dalam misteri ini. Saya hanya dapat menjelaskannya sampai di sini.

Saya hanya dapat berada dalam sebuah simpati dengan hal ini: Salah satu pengakuan iman yang terbesar dalam awal abad sembilan belas berkata: “Tidak ada hal yang lebih besar dari sebuah penguatan terhadap keyakinan, pada masa kita kecuali kembali ke doktrin masa lalu , yaitu doktrin dari kedaulatan Allah.” 

Baiklah. Sekarang kita akan berbicara tentang kedaulatan Allah. Kedaulatan Allah adalah seperti ini: ada sebuah keilahian, tujuan sorgawi yang terbentang dari dunia ini. Allah memiliki sebuah kehendak. Tuhan memiliki sebuah tujuan yang pasti dan sebuah takdir bagi umat manusia dan keluarga manusia. Sejarah menjangkau keluar melalui beberapa pertemuan besar, melalui sebuah ringkasan yang luas. Dan tujuan itu serta panggilan itu kita sebut sebagai pilihan Allah, pilihan yang ditetapkan oleh Allah yang Mahakuasa.  

Sekarang fakta dari itu adalah sebuah rencana di dunia ini. Ada sebuah rencana di dalam sejarah Allah, di dalam hidup, di dalam milik anda dan milik saya, dan di dalam takdir bangsa-bangsa dan umat manusia di bumi ini.

Tidak ada hal yang besar dan bernilai yang dapat dilaksanakan tanpa sebuah rencana. Anda harus memiliki sebuah rencana. Dan itu merupakan yang pertama.

Ketika presiden kita, Jendral Eisenhower, telah menyiapkan pasukan kita untuk menyerbu benteng pertahanan pengikut Hitler, dan ketika D Day datang, hal itu telah direncanakan sejak lama dan dalam rencana yang teliti serta hati-hati. Masing-masing setiap orang memiliki ide ini, ini dan itu. Dan semuanya dikeluarkan dengan hati-hati. Dia memiliki sebuah rencana. 

Ketika seseorang membangun sebuah katedral, ketika dia membangun sebuah bangunan besar yang sangat indah, yang pertama-tama yang dia harus miliki adalah  rancangan dan cetak biru dari rancangan. Harus ada sebuah perencanaan.

Seseorang tidak mungkin membuat sebuah lukisan tanpa terlebih dahulu melihat sebuah hal di dalam pikirannya dan hatinya. Dan dia melukiskan hal itu di atas kanvas berdasarkan sebuah rencana.

Demikian juga dengan alam semesta yang kita tinggali ini. Allah telah memiliki sebuah rencana, sebuah tujuan dan sebuah program. Dan jika di sana tidak ada sebuah rencana, tidak ada sebuah tujuan di balik alam semesta ini; maka alam semesta ini tidak lebih dari sebuah kereta ekspres yang berjlan tanpa mesin, tanpa cahaya, tanpa jalur, dan tentu saja akan jatuh ke dalam jurang yang dalam sekali.

Allah memiliki sebuah rencana, sebuah rencana kedaulatan, bagi dunia yang kita tinggali ini. Jadi rencana seperti apakah itu? Rencana Allah selalu penuh dengan belas kasihan. Rencana penebusan Allah selalu berjalan untuk menyelamatkan yang terhilang, terhadap seorang tebusan.

Di dalam Firman Allah, di dalam Kitab Allah, manusia tidak pernah ditetapkan untuk dihukum. Tidak ada bahasa yang seperti itu di dalam Alkitab. Manusia ditetapkan untuk diselamatkan. Rencana pemilihan Allah selalu untuk keselamatan kita, tidak pernah untuk penghukuman kita. Yehezkiel 33:11 berkata: Katakanlah kepada mereka:Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Allah, aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!”

 Alllah tidak menyukai kehancuran dari jiwa manusia. Tujuan pemilihan Allah tidak pernah untuk penghukuman manusia dan menghancurkan hidupnya dan kekekalannya di dunia yang akan datang.

Pemilihan yang saya tahu hanyalah penuh dengan harapan dan penghukuman adalah pilihan ilmu pengetahuan. Doktrin dari ilmu pengetahuan, yang bisa bertahanlah yang akan tetap hidup, tidak lebih hebat dibandingkan dengan doktrin pemilihan. Mereka menyebutnya sebagai seleksi alam. Dan di dalam ilmu pengetahuan, dalam seleksi alam manusia tidak memiliki pengharapan dan tanpa  menyisakan sebuah rasa belas kasihan atau kepedulian. Tetapi di dalam doktrin pemilihan, di dalam hati dan pikiran serta tujuan Allah, dipenuhi dengan kasih dan kepedulian dari seseorang yang mencintai umat manusia.  

Sekarang, di dalam pernyataan dari kedaulatan kehendak Allah, kehendak Allah, tujuan pemilihan Allah, selalu di manisfestasikan hingga akhir bahwa semua manusia akan diselamatkan. Semua manusia telah terhilang di dalam dosa. Dan keengganan kita terhadap kehendak Allah seperti terlihat dengan sangat jelas dan terbuka dan sangat nyata seperti sebuah ketentauan bahwa penghukuman manusia telah ditetapkan kedepan.

  Sekarang, di dalam kutukan terhadap dosa dan penghancuran diri sendiri oleh manusia itu Allah campur tangan, itu merupakan kedaulatan Allah. itu merupakan pilihan Allah yang penuh anugerah. Allah campur tangan. Allah campur tangan untuk mengendalikan kejahatan. Allah campur tangan melalui AnakNya dan Roh Kudus serta jemaat melalui pengkhotbah dan melalui pesan Kristus. Allah memiliki intervensi.

Dan di dalam intervensi itu, Allah memilih manusia yang akan merespon kehendakNya. Seperti yang disebutkan Paulus di sini di dalam pasal terakhir Kitab roma, Allah berkehendak memilih Abraham. Allah berkehendak memilih Ishak. Dan allah berkehendak memilih Israel, Yakub. Allah berkehendak memilih Musa. Allah berkehendak untuk memilih sisa-sisa Israel. 

Dan pekerjaan Allah serta kehendak Allah bekerja melalui semua abad dan generasi manusia. Sangat banyak sekali, bahwa seorang nabi dapat melihat jauh kedepan dan berkata tentang sebuah masa dengan sangat tepat, seperti yang Daniel lakukan bahwa Mesias akan lahir.

Dan nabi Mikha dapat menyebutkan sebuah tempat yang tepat di mana Tuhan Yesus akan lahir.

Dan Zakharia dapat mengatakan lima ratus tahun sebelumnya, kebiasaanNya dalam menggambarkan diriNya dan mengendarai seekor keledai muda, untuk masuk ke Yerusalem. Dan nabi Yesaya, 750 tahun sebelumnya, dapat menggambarkan secara tetap bagaimana Dia akan mati.

Tujuan Allah bekerja keluar. Tetapi mereka telah diketahui sebelumnya dari dalam sorga. Mereka diketahui oleh Allah. mereka bekerja di dalam sejarah melaui tahun-tahun dan masa yang tidak pernah gagal.

Dan Allah dapat melihat dari awal hingga akhir. Dan tujuan itu selalu baik. Dan selalu penuh dengan berkat. Mereka selalu penuh dengan belas kasihan. Mereka selalu berpaling untuk menyelamatkan manusia.

Sekarang, sipakah orang-orang yang Dia pilih? Pilihan Allah, pemilihan Allah terhadap manusia, pilihan Allah terhadap umatNya, selalu didasarkan atas kehendak mereka untuk merespon.

Dapatkah saya memberikan sebuah contoh tentang hal itu? Allah memilih Abraham. Sekarang lihat bagaimana Allah menyeleksi dia. Allah memilih dia. Tuhan berfirman:

 

Berpikirlah TUHAN: "Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?

Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?

Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya."

 

Allah telah memilih Abraham. Dia memilih Abraham karena Allah dapat melihat bahwa Abraham akan merespon kepada seruan dan pilihan, serta panggilan Allah.

Sekarang, di atas bagian yang telah saya baca; pasal sembilan Kitab Roma, dia menggunakan sebuah ilustasi di sini, Paulus tentang pemilihan Allah antara Yakub dan Esau: “Aku mengasihi Yakub, tetapi Aku kurang mengasihi Esau. Dan memilih yang bungsu dan berkata bahwa yang sulung akan menjadi hamba bagi yang bungsu.”

Sekarang mari kita melihat kedua orang itu. Itu mepukan pemilihanAllah dari sorga. Dia dapat melihat apa yang akan terjadi terhadap kedua orang itu. Dan Dia mempuan pilihan, membuat pemilihan. Di bawah sini, kisah yang tidak dapat dibatalkan itu, kita bisa melihat kedalmnya.

Kedua orang itu sangat berbeda. Mereka memiliki perbedaan yang sangat besar. Esau adalah seorang pemburu. Dan dia memiliki kemampuan seperti seekor binatang. Dia tinggal di padang. Dia memiliki kulit yang berwarna kemerah-merahan. Dan dia merupakan orang yang  amat bernafsu dalam semua selera makannya dan tidak terkendali dalam mengungkapkannya.

Yakub merupakan orang yang brbeda. Yakub merupakan anak muda yang tidak memiliki kesenangan. Dia seorang yang terikat kepada perintah ibunya. Dia merupakan seorang pemuda rumahan. Dia mencuci pakaian. Menyapu lantai. Dia melakukan secara tepat apa yang diperintahkan ibunya kepadanya. Dia memiliki kulit yang licin seperti perempuan. Dan dia memiliki sifat kewanitaan. Itu adalah gambaran dari Yakub.

Tetapi Allah memiki sebuah tujuan yang besar. Esau memberikan seluruh hidupnya kepada keinginan nafsunya. Jika anda membaca tentang hidupnya, keseluruhan hidup Esau diberikan kepada nafsu kedagingan.

Ada sesuatu di dalam diri Yakub yang dapat dilihat oleh Allah. Dan melalui semua kelemah lembutan dan melalui sifat kewanitaan dan kelemahan dan semua hal yang tidak kita sukai di dalam hidup Yakub, ada sebuah masa dalam hidup Yakub ketika di Pniel, di tepi sungai Yordan, dia memiliki sebuah pengalaman yang besar. Dan dia memberikan seluruh hatinya dan seluruh hidupnya serta jiwanya kepada Allah yang Mahakuasa. Dan Allah mengubah namanya dari Yakub yang berarti “penipu” menjadi Israel yang berarti “Pangeran Allah.”

Dan dari hari pertobatan hingga kematiannya, Yakub atau Israel, merupakan seorang bapa leluhur yang melayani dan berjalan dalam seluruh tujuan pemilihan  Allah. Allah dapat melihat hal itu sebelumnya.

Dan Tuhan Allah memilih Yakub, karena di dalam diri Yakub, dia memiliki sebuah kemampuan untuk merespon. Dan dia akan merespon. Dan tujuan pemilihan Allah berlangsung melalui Yakub dan bukan Esau.

Sekarang di sisi yang lain, Paulus menyebutkan tentang Firaun: “Itulah sebabnya aku membangkitkan engkau, yaitu supaya aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyurkan di seluruh bumi.”

Allah mengeraskan hati Firaun. Bagaimana hal itu terjadi? Hal itu terjadi seperti ini. Allah memilih manusia berdasarkan respon manusia. Apa yang akan dia lakukan? Bagaimana dia akan merespon? Dan Allah melihat itu sebelum manusia dilahirkan. Hal itu bukan sesuatu yang baru bagi Allah. Dia melihat dari awal hingga akhir.

Dan manusia ini, Firaun, Tuhan mengeraskan hatinya, dan saya memiliki kesulitan dengan hal itu hingga pembacaan pertama bagian itu dimana didalamnya dikatakan: “Dan Firuan mengeraskan hatinya.”

Dan Firaun mengeraskan hatinya, Firaun telah berjanji untuk melakukan hal ini kepada anak-anak Israel dan kemudian dia tidak melakukan hal itu. Dia mengingkari janjinya. Dan akhirnya Tuhan membuat dia menyerah.

Hal yang sama juga disampaikan dalam pendahuluan kitab Roma. Dan di dalam pasal pertama, ketika manusia tetap melanjutkan hidupnya dalam dosa dan kejahatan, akhirnya Allah menyerahkan mereka kepada dosa-dosa mereka. Dan kepada keinginan dari diri mereka sendiri.

Dan itu merupakan sebuah perkembangan dari tujuan pemilihan Allah yang kita lihat di dalam dunia ini. Mereka yang akan memberikan respon, mereka adalah orang-orang yang dipilih. Dan bagi mereka yang tidak akan memberikan respon adalah orang-orang yang tidak terpilih. Atau jika saya dapat menggunakan kalimat Henry Ward Beecher, dia berkata: “Orang-orang pilihan, adalah orang-orang yang memiliki kemauan dan orang yang tidak terpilih adalah orang-orang yang tidak mau.”

Dan Allah melihat hal itu dari sejak awal. Dan maksud dari pemilihan Allah berlangsung didalam orang yang akan merespon panggilan Allah dan kehendak Allah

Sekarang, dengan singkat, saya ingin membawa hal itu ke dalam hati kita, apa maksud dari hal itu bagi kita—maksud, belas kasihan dan pelaksaanan dari pemilihan Allah di dalam hidup kita?

Yang pertama, pengharapan kita untuk diselamatkan terbentang dalam intervensi dari Allah yang mahakuasa. “Kita telah mati,” demikian yang disampaikan oleh Alkitab, “dalam dosa dan pemberontakan.” Kita telah mati dalam pemberontakan dan dosa-dosa kita.

Seseorang yang mati tidak dapat secara spontan memiliki kebangkitan yang mula-mula. Seseorang yang berasal dari luar harus membangkitkan orang yang mati. Sesuatu tidak mungkin secara spontan tercipta dengan sendirinya, seseorang harus menciptakannya.

Hal itu sama seperti anak burung, seorang anak burung tidak mungkin secara langsung ada dengan sendirinya. Harus ada yang menggerakkannya. Harus ada sesuatu dari luar yang memulai dari luar dirinya sendiri. Demikian juga dengan seseorang. Kita semua telah mati di dalam dosa. Kita telah terhilang dan berada dibawah hukuman.

Harus ada seseorang dari luar yang berusaha untuk menemukan kita yaitu orang yang membangunkan kita dan itu merupakan sebuah intervensi dari pemilihan Allah yang Mahakuasa.  Gembala mencari domba yang hilang. Seorang wanita mencari di seluruh ruimah untuk dirhamnya yang telah hilang. Sang ayah menunggu dan berdoa serta memohon sebelum dia ditinggalkan oleh anaknya yang hilang itu.

Penggerak utama haruslah Allah. Lagi pula kita semua telah terhilang. Maksud pemilihan Allah adalah harapan kita bahwa kita dapat diselamatkan selama-lamanya. Hal itu dimulai dari Dia. Di dalam kemurahanNya, dia melihat ke arah kita dan menemukan kita. Dan ketika kita berpaling, Dia menyelamatkan kita.

Yang kedua. Kelanjutan dari hidup kita yang terbentang dalam rencana Allah yang Mahakuasa. Jika kita telah memiliki suatu pengharapan, di dalam hidup yang kita tinggali, bingkai dan rencana Allah akan mengikuti hidup kita, dan mereka semua terbentang di dalam kebaikan serta dalam kemurahan Allah yang Mahakuasa.

Hal itu menaungi kita. Hal-hal yang dapat menghancurkan kita. Hal-hal mengerikan yang terbentang di hadapan kita, tidak perlu kita takutkan, karena kita memiliki kepercayaan di dalam kemurahan dan perlindungan dari Allah yang Mahakuasa.

Salah satu penyair Kristen yang terkemuka dalam sepanjang literatur adalah Robert Browning. Dan salah satu syair dari Robert Browning adalah sebuah ekspresi dari pemeliharaan Allah yang Mahakuasa. Dapatkah saya mengutip sajak yang pertama?

 

Berjalan sepanjang waktu bersamaku

Yang terbaik yang akan terjadi

Kehidupan akhir

Yang telah dibuat dari awal mulanya

Sebuah masa di dalam tanganNya

Yang berkata, seluruhnya telah Kurencanakan

Engkau telah dipilih namun hanya sebagian

Percayalah kepada Allah, yang melihat semuanya

Jangan pernah takut

 

Itu merupakan syair orang Kristen yang mengekspresikan sebuah kedaulatan yang penuh anugerah dari Allah yang Mahakuasa.

 

Hidup kita berada di dalam tanganNya

Yang berkata, seluruhnya telah Kurencanakan

Percayalah pada Allah

Jangan pernah takut

 

Dia akan memelihara, Dia akan memelihara. Saya mungkin tidak memiliki kemampuan, Tetapi Allah melihat kita.  Kedaulatan dari anugerah Allah merupakan pengharan kita di dalam hidup kita bahwa hidup kita akan diberkati dalam dunia yang kita tinggali.

Dan yang terakhir, pengharapan kita terhadap sebuah takdir yang akan datang, bahwa akan datang suatu masa, dimana kita akan meraih kemuliaan yang terdapat dalam kasih dan kedaulatan kehendak Allah serta dalam anugerah dan kebaikan dari Allah yang Mahakuasa.

Bagaimana kita akan mendapatkan hal itu? Bagiamana kita akan sampai kesana? Kita adalah orang yang sangat kecil dalam alam semesta yang luas ini. Dunia kita begitu kecil. Seluruh alam semesta kita begitu sangat kecil jika dibandingkan dengan ketidak terbatasan dari Allah yang Mahakuasa. 

Mungkin Tuhan akan melihat kita. Mungkin Tuhan akan melupakan kita. Salah satu pengkhotbah dan mengkotbahkan bagian ini dan memulai dari Matius pasal sepuluh, bahwa setiap rambut dari anda dihitung oleh Allah.

Dan dia berkata: Mengapa seseorang dari anda yang ada disini, tidak percaya bahkan rambut anda pun dihitung seluruhnya. Bahwa Allah tidak mengenal siapa anda.

Ya, dia mengenal anda. Sebuah bagian dari kedaulatan anugerah Allah adalah hal ini:Bahwa tidak ada seorang pun dari kita akan terhilang. Dari seluruh kebesaran Allah, dalam dunia yang tidak terbatas, dia mengenal anda dan memanggil anda dengan nama anda.

Dan anda menjadi sebuah objek yang besar dalam pemeliharaan pemilihan Allah sebagaiamana dia mengendalikan bintang-bintang di langit. Anda tidak akan terhilang ataupun akan dilupakan. Bahkan anda tidak akan pernah sendirian. Tetapi anda diperhatikan dan dikasihi oelh kebaikan Allah. tidak peduli siapapun anda.

Dia peduli terhadap yang terlihat oleh mikroskop sebagaimana dia peduli terhadap yang terlihat teleskop. Dan kemurahan Allah turun untuk meraih hati setiap kita dan tidak akan dikesampingkan atau dilupakan di dalam kesudahan zaman, di dalam sebuah era yang luas, zaman millennium yang akan datang.

Saya ingin memberitahukan hal kecil tentang itu dan saya akan berhenti. Kepedulian Allah, kepedulian Allah terhadap yang terkecil, bagi anda. Jika anda hidup terlalu lama maka orang-orang akan melupakan anda.

Jika anda hidup cukup lama, anda akan hidup lama dari orang-orang yang mengenal anda. Jika anda hidup lama maka anda akan  mati. Siapa yang akan mau membalsem anda dan meletakkan anda di mana---anda akan diletakkan di dalam tanah. Anda akan dikuburkan jauh dari pandangan mata.

Dan lima ratus tahun dari sekarang, jika dunia tetap tegak berdiri, siapa yang mengingat bahwa ada seseorang yang dikuburkan di tempat itu. Dunia akan melupakan. Ya, dunia akan melupakan. Siapa yang mau mengingatnya?

Adalah kedaulatan dari anugerah Allah yang tidak akan melupakannya. Dan Dia peduli terhadap anda. Saya akan memberitahukan sebuah hal kecil untuk mengilustrasikan hal itu dan saya akan melakukannya.

Ada sebuah pasal dalam Alqur’an yang merupakan sebuah cerita bahwa:

Malaikat Gabriel berdiri di jembatan emas. Dan sementara dia berdiri di sana, Tuhan Allah memberikan dia untuk misi untuk melakukan dua hal di dunia.

Yang pertama dia mengirim Malaikat Gabriel ke Raja Salomo untuk menghalangi dia dalam dosa karena melupakan jam doa karena  dia terlalu diagungkan di takhta kerajaannya; itu yang pertama.

Tugas yng lain yang harus dilaksanakan oleh Gabriel adalah untuk melakukan hal ini: Dia harus menolong seekor semut muda yang di atas lereng Gunung Ararat yang khawatir dalam usahanya untuk mengumpulkan makanannya pada musim dingin sementara dia dapat binasa dalam hujan.

Jadi Gabriel meninggalkan hadirat ilahi dan turun ke bumi dan dia melakukan kedua hal itu. Dan bagi dia kedua hal itu sama. Karena Allah telah memerintahkannya. Yang pertama dia menghalangi Raja Salomo dari dosa dengan melupakan jam doa. Dan yang kedua, Gabriel menolong seekor semut yang muda sehingga dia tidak binasa karena hujan.

Saya suka itu. Di dalam semua hal, Allah peduli dan tujuan pemilihannya adalah bagi anak-anakNya yang mungkin kecil dan lemah. Dan anak-anakNya itu mungkin anda, mungkin saya, tetapi kita tidak dilupakan dan harapan kita terbentang dalam maksud pilihanNya itu, di dalam anugerah, di dalam kedaulatan kehendak Allah yang telah menciptakan kita dan mengasihi kita serta menyelamatkan kita. Dan oleh anugerahNya dan janji pemilihan akan melindungi kita hingga akhir. 

Saya harus berhenti dan kita menyanyikan lagu kita. Dan sementara kita menyanyikannya, seseorang dari anda, berikanlah hati anda kepada Tuhan. Percayalah padaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Seseorang dari anda, datanglah ke dalam persekutuan jemaat Allah..

Di atas balkon bagian depan, di baris yang terakhir, dari mana saja, seseorang dari anda, katakanlah. Pendeta, saya memberikan hati saya pada hari ini untuk mempercayai Yesus. Dan di sini saya datang.

Pendeta, ke dalam persekutuan gereja ini, dengan baptisan atau dengan surat, sebuah keluarga dari kita. Pendeta kami di sini. Semua dari kami, dari keluarga kami, kami segera datang. Atau hanya anda, seseorang dari anda.

Sementara kita menyanyikan lagu dan sementara kita membuat seruan, maukah anda datang? Maukah anda datang? Dan buatlah sekarang, sementara kita berdiri dan bernyanyi.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.